Anda di halaman 1dari 13

OSCILOSKOP

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
I.

II.
III.

Tujuan praktikum :
1. Dapat menggunakan osciloskop dengan baik dan benar sebagai alat untuk
pengukuran tegangan listrik dan pengamatan bentuk sinyal tegangan
2. Menentukan beda fase antara dua input pulsa sumber dengan pengamatan
kurva lissajous.
Waktu praktikum : Kamis ,20 Oktober 2011
Tempat praktikum : Di Lab.Fisika lantai 2, Fakultas MatematikaIlmu
Pengetahuan Alam ,Universitas Mataram.

B. ALAT DAN BAHAN


1. (Satu) set osciloskop
2. Sumber tegangan dan generator pulsa
3. Multimeter
4. Kabel penghubung
C. LANDASAN TEORI
Osciloskop adalah salah satu alat ukur yang dapat menampilkan bentuk dari
sinyal listrik. Dalam sebidang eletronika ,osciloskop merupakan instrument ukur yang
memiliki posisi yang sangat vital mengingat sifatnya yang mampu menampilkan bentuk
gelombang yang dihasilkan oleh rangkaian yang menampilkan gelombang yang sedang
diamati. Dengan osciloskop kita dapat mengetahui dan mengamati frekuensi ,periode
,dan tegangan AC dan DC ,fasa dan berbagai bentuk gelombang dari sinyal. Osciloskop
terdiri dari dua bagian utama yaitu display dan panel control. Display menyerupai
tampilan layar televisi, hanya saja tidak berwarna-warni, dan berfungsi sebagai tempat
sinyal uji ditampilkan. Pada layar ini terdapat garis-garis gelombang yang melintang
secara vertical dan horizontal yang membentuk kotak-kotak dan disebut div. Arah
horizontal mewakili sumbu waktu dan garis vertical mewakili sumbu tegangan. Pada
bagian panel control osciloskop terdapat dua kanal yang bias digunakan untuk melihat
dua sinyal yang berlawanan, sehingga contoh kanal satu untuk melihat sinyal masukan
dank anal dua untuk melihat sinyal keluaran (www.google.com/osciloskop-besertaspesifiknya.html).
Pada kebanyakan aplikasi, grafik yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana
sinyal berubah terhadap waktu. Seperti yang bisa anda lihat pada gambar di bawah ini
ditunjukkan bahwa pada sumbu vertikal(Y) merepresentasikan tegangan V, pada sumbu
horisontal(X) menunjukkan besaran waktu t. Layar osiloskop dibagi atas 8 kotak skala

besar dalam arah vertikal dan 10 kotak dalam arah horizontal. Tiap kotak dibuat skala
yang lebih kecil. Sejumlah tombol pada osiloskop digunakan untuk mengubah nilai skalaskala tersebut.
Osiloskop Dual Trace dapat memperagakan dua buah sinyal sekaligus pada saat yang
sama. Cara ini biasanya digunakan untuk melihat bentuk sinyal pada dua tempat yang
berbeda dalam suatu rangkaian elektronik. Kadang-kadang sinyal osiloskop juga
dinyatakan dengan 3 dimensi. Sumbu vertikal(Y) merepresentasikan tegangan V dan
sumbu horisontal(X) menunjukkan besaran waktu t. Tambahan sumbu Z
merepresentasikan intensitas tampilan osiloskop. Tetapi bagian ini biasanya diabaikan
karena tidak dibutuhkan dalam pengukuran(Tutorial Blog, 2011).

Osciloskop adalah instrument laboratorium yang sangat berguna dalam banyak


bidang ilmu pengetahuan murni dan ilmu pengetahuan terapan. Tabung gambar pada
sebuah perangkat televisi adalah serupa dengan osciloskop tetapi berkas sinar itu
dibelokan oleh medan magnetic dan bukan oleh medan listrik. Dalam system yang
sekarang digunakan di Amerika Seikat dan Kanada, berkas sinar elektron itu menelusuri
daerah gambar 30 kali/detik dalam sebuah susunan dari 525 garis horizontal, dan
intensitas sinar itu diubah untuk membuat daerah terang dan daerah gelap pada layar itu.
Peragaan computer dan monitor computer beroprasi dengan prinsip yang sama dengan
menggunakan seberkas sinar electron dibelokan secara magnetic untuk menelusuri
bayangan pada sebuah layar pijar. Dalam konteks ini alat itu dinamakan peraga CRT atau
sebuah VDT (Video Display Terminal = Terminal Peraga Video) (Young ,Fisika
Universitas,2003 ,193).
Jika ada sebuah medan di antara pelat-pelat horizontal yang membelokan electron
itu ,maka berkas sinar electron itu dibelokan juga dalam arah horizontal, tegak lurus
terhadap bidang. Koordinat-koordinat dari titik yang bercahaya pada layar itu berturutturut akan sebanding dengan tegangan yang membelokan kea rah vertical . Inilah prinsip
kerja osciloskop sinar katoda. Jika tegangan pembelokan horizontal menyapu berkas
sinar itu dari kiri ke kanan dengan kecepatan homogen ,maka berkas sinar itu
menggambarkan tegangan vertical sebagai fungsi waktu.
Osiloskop sangat penting untuk analisa rangkaian elektronik. Osiloskop penting
bagi para montir alat-alat listrik, para teknisi dan peneliti pada bidang elektronika dan
sains karena dengan osiloskop kita dapat mengetahui besaran-besaran listrik dari gejalagejala fisis yang dihasilkan oleh sebuah transducer. Para teknisi otomotif juga
memerlukan alat ini untuk mengukur getaran/vibrasi pada sebuah mesin. Jadi dengan
osiloskop kita dapat menampilkan sinyal-sinyal listrik yang berkaitan dengan waktu. Dan

banyak sekali teknologi yang berhubungan dengan sinyal-sinyal tersebut.Secara umum


osciloskop memiliki kegunaan sebagai berikut :
1.Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu.
2.Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi.
3.Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangakaian listrik.
4.Membedakan arus AC dengan arus DC.
5.Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap
waktu(Sucipto, Fisika, 2005,442).
Dalam bidang elektronika, osiloskop merupakan instrumen ukur yang memiliki
posisi yang sangat vital mengingat sifatnya yang mampu menampilkan bentuk
gelombang yang dihasilkan oleh rangkaian yang sedang diamati. Dewasa ini secara
prinsip ada dua tipe osiloskop, yakni tipe analog (ART - analog real time oscilloscope, )
dan tipe digital (DSO - digital storage osciloscope), masing-masing memiliki kelebihan
dan keterbatasan. Para insinyur, teknisi maupun praktisi yang bekerja di laboratorium
perlu mencermati karakter masing-masing agar dapat memilih dengan tepat osiloskop
mana yang sebaiknya digunakan dalam kasus-kasus tertentu yang berkaitan dengan
rangkaian elektronik yang sedang diperiksa atau diuji kinerjanya(Young,Fisika
Universitas,2003,194).
1. Osciloskop analog
Osiloskop tipe waktu nyata analog (ART) menggambar bentuk-bentuk gelombang
listrik dengan melalui gerakan pancaran elektron (electron beam) dalam sebuah
tabung sinar katoda (CRT -cathode ray tube) dari kiri ke kanan( Elekto
Indonesia,1997).
2. Osciloskop Digital
Jika dalam osiloskop analog gelombang yang akan ditampilkan langsung diberikan ke
rangkaian vertikal sehingga berkesan "diambil" begitu saja (real time), maka dalam
osiloskop digital, gelombang yang akan ditampilkan lebih dulu disampling (dicuplik)
dan didigitalisasikan(Elektro Indonesia ,1997).
D. PROSEDUR PERCOBAAN
1) Lakukan kalibrasi pada osciloskop sebelum melakukan pengukuran (bersamasama dengan asisten)
2) Hubungkan inut osciloskop pada generator pulsa
3) Amati apa yang ditampilkan dilayar osciloskop apabila jenis pulsa pada generator
diubah
4) Lakukan perhitungan frekuensi dan Vpp untuk inut yang berbeda ,bandingkan jika
pengukuran menggunakan multimeter
5) Tentukan bersarnya beda fase untuk dua input yang berubah dan beda fase
lissajous

E. HASIL PENGAMATAN
a. Sumber tegangan AC
N
Sumber
Vpp (Osciloskop)
O
Skala
Volt/Div
1.
1 Volt
20
5 Volt
2.
2 Volt
7
1 Volt
3.
3 Volt
9
1 Volt
4.
4 Volt
15
2 Volt
5.
5 Volt
13
5 Volt
b. Sumber tegangan DC
N
Sumber
Vp (Osciloskop)
O
Skala
Volt/Div
1.
1 Volt
7
1 Volt
2.
2 Volt
7
2 Volt
3.
3 Volt
8
5 Volt
4.
7 Volt
7
2 Volt
5.
10 Volt
15
2 Volt
c.

Frekuensi
N
Sumber
O
1.
2.
3.
4.
5.

66,1 Hz
1,25 Hz
1,80 Hz
2,41 Hz
3,48 Hz

Vp (Osciloskop )
Skala
Time/Div
8
5 s
3
5 s
10
1 s
10
5 s
4
1 s

F. ANALISI DATA
1) Perhitungan tegangan efektif sinyal listrik AC
Vpp = skala (div) x volt/div
Vmax = Vp =
Veff =
a)

Dik : Skala = 20

Veff(Multimeter)
(Volt)
25
1,75
2,25
7,5
16,25

Veff (Multimeter)
( Volt )
1,75
3,5
10
3,5
7,5

Periode

Frekuensi

40 s
15 s
10 s
50 s
4 s

0,025 Hz
0,067 Hz
0,1 Hz
0,02 Hz
0,25 Hz

volt/div = 5 volt
Dit : Vpp?
Vmax?
Veff?
Jawab :
Vpp = skala x volt/div
= 20 x 5
= 100 Volt
Vmax = Vp

=
=
= 50 Volt
Veff

=
=
= .
=
= 25 Volt

b) Dik : Skala = 7
volt/div = 1 Volt
Dit : Vpp?
Vmax?
Veff?
Jawab :
Vpp = skala x volt/div
=7x1
= 7 Volt
Vmax = Vp
=

=
= 3,5 Volt
Veff

=
=
= .
=
= 1,75 Volt

c) Dik : Skala = 9

volt/div = 1 Volt
Dit : Vpp?
Vmax?
Veff?
Jawab :
Vpp = skala x volt/div
=9x1
= 9 Volt
Vmax = Vp
=

=
= 4,5 Volt
Veff

=
=
= .
=
= 2,25 Volt

d) Dik : Skala = 15
volt/div = 2 Volt
Dit : Vpp?
Vmax?
Veff?
Jawab :
Vpp = skala x volt/div
= 15 x 2
= 30 Volt
Vmax = Vp

=
=
= 15 Volt
Veff

=
=
= .
=
= 7,5 Volt

e) Dik : Skala = 13

volt/div = 5 Volt
Dit : Vpp?
Vmax?
Veff?
Jawab :
Vpp = skala x volt/div
= 13 x 5
= 65 Volt
Vmax = Vp

=
=
= 32,5 Volt
Veff

=
=
= .
=
= Volt

2) Perhitungan tegangan DC
Vpp = skala (div) x volt/div
Vmax = Vp =
Veff =
a) Dik : Skala = 7
volt/div = 1 Volt
Dit : Vpp?
Vmax?
Veff?
Jawab :
Vpp = skala x volt/div
=7 x 1
= 7 Volt
Vmax = Vp

=
=
= 3,5 Volt
Veff

=
=

= .
=
= Volt
b) Dik : Skala = 7
volt/div = 2 Volt
Dit : Vpp?
Vmax?
Veff?
Jawab :
Vpp = skala x volt/div
=7 x 2
= 14 Volt
Vmax = Vp

=
=
= 7 Volt
Veff

=
=
= .
=
= Volt

c) Dik : Skala = 8
volt/div = 5 Volt
Dit : Vpp?
Vmax?
Veff?
Jawab :
Vpp = skala x volt/div
=8 x 5
= 40 Volt
Vmax = Vp

=
=
= 20 Volt
Veff

=
=
= .

=
= Volt

d) Dik : Skala = 7
volt/div = 2 Volt
Dit : Vpp?
Vmax?
Veff?
Jawab :
Vpp = skala x volt/div
=7 x 2
= 14 Volt
Vmax = Vp

=
=
= 7 Volt
Veff

=
=
= .
=
= Volt

e) Dik : Skala = 15
volt/div = 2 Volt
Dit : Vpp?
Vmax?
Veff?
Jawab :
Vpp = skala x volt/div
=15 x 2
= 30 Volt
Vmax = Vp

=
=
= 15 Volt
Veff

=
=
= .

=
= Volt
3) Perhitungan untuk frekuensi sumber tegangan
Periode (T) = skala horizontal x time/div
F = 1/T
a) Skala = 8 , time/div = 5 s
T
= skala horizontal x time/div
= 8x5
= 40 s
F
= 1/T = 1/40 = 0,025 Hz
b) Skala = 3 , time/div = 5 s
T
= skala horizontal x time/div
= 3x5
= 15 s
F
= 1/T
= 1/15
= 0,067 Hz
c) Skala = 10 , time/div = 1 s
T
= skala horizontal x time/div
= 10 x 1
= 10 s
F
= 1/T
= 1/10
= 0,1 Hz
d) Skala = 10 , time/div = 5 s
T
= skala horizontal x time/div
= 10 x 5
= 50 s
F
= 1/T
= 1/50
= 0,02 Hz
e) Skala = 4 , time/div = 1 s
T
= skala horizontal x time/div

= 4x1
= 4s
= 1/T
= 1/4
= 0,25 Hz

G. PEMBAHASAN
Osciloskop adalah salah satu alat ukur yang dapat menampilkan bentuk dari sinyal listrik.
Pada percobaan osciloskop ini , kita dapat mengetahui prinsip kerja osciloskop. Pada
percobaan pertama dengan menggunakan sumber tegangan AC diperoleh hasil bahwa sumber
dan volt/div yang digunakan berpengaruh terhadap skala dan bentuk gelombang yang dihasilkan.
Karena apabila sumber dan volt/div yang digunakan semkain tinggi maka skala yang dihasilkan
pada gelombang AC di layar osciloskop akan semakin besar. Kemudian apabila kita
menggunakan tegangan positif pada gelombang, maka titik gelombang akan naik dan sebaliknya
jika menggunakan tegangan negative maka titik gelombang tersebut akan turun.
Sama seperti halnya pada percobaan pertama dengan menggunakan tegangan AC, prinsip
kerja pada osciloskop dengan menggunakan tegangan DC juga mengalami perubahan skala
gelombang sesuai dengan sumber dan volt/div yang diinginkan.
Frekuensi gelombang pada osciloskop dipengaruhi oleh besarnya time/div yang
digunakan karena semakin tinggi time/div yang digunakan maka semakin besar skala gelombang
yang dihasilkan sehingga hal tersebut dapat menyebabkan periode dan frekuensi gelombang pada
osciloskop juga meningkat.
Dari hasil pengamatan dan analisis data dengan sumber tegangan AC diperoleh hasil
bahwa dengan sumber 1 volt dan volt/div = 5 volt diperoleh skala gelombang = 20 dan Veff =
25 dan menghasilkan bentuk gelombang yang sempurna seperti gambar gelombang yang
terlihat pada analisis data, dengan sumber 2 volt dan volt/div = 1 volt diperoleh skala = 7 dan
Veff = 1,75 dan menghasilkan bentuk gelombang yang kurang sempurna, dengan sumber 3 volt
dan volt/div = 1 volt diperoleh skala = 9 dan V eff = 2,25 dan menghasilkan gelombang yang
kurang sempurna, dengan sumber 4 volt dan volt/div = 2 volt diperoleh skala = 15 dan Veff =
7,5 dan menghasilkan gelombang yang sempurna, dengan sumber 5 volt dan volt/div = 5 volt
diperoleh skala = 13 dan Veff = 16,25 dan menghasilkan gelombang yang kurang sempurna.
Dari hasil kelima pengamatan dengan menggunakan sumber tegangan AC tersebut
diperoleh bahwa bentuk gelombang yang sempurna dapat dihasilkan dengan menggunakan
sumber 1 volt, volt/div sebesar 5 volt sehingga menghasilkan skala = 20, dan dengan
menggunakan sumber 4 volt, volt/div sebesar 2 volt sehingga menghasilkan skala = 15.
Dari hasil pengamatan dan analisis data dengan sumber tegangan DC diperoleh hasil
bahwa dengan sumber 1 volt dan volt/div = 1 volt diperoleh skala gelombang = 7 dan Veff =
1,75 dan menghasilkan bentuk gelombang yang kurang sempurna seperti gambar gelombang

yang terlihat pada analisis data, dengan sumber 2 volt dan volt/div = 2 volt diperoleh skala = 7
dan Veff = 3,5 dan menghasilkan bentuk gelombang yang kurang sempurna, dengan sumber 3
volt dan volt/div = 5 volt diperoleh skala = 8 dan V eff = 10 dan menghasilkan gelombang yang
kurang sempurna, dengan sumber 7 volt dan volt/div = 2 volt diperoleh skala = 7 dan Veff =
3,5 dan menghasilkan gelombang yang kurang sempurna, dengan sumber 10 volt dan volt/div =
2 volt diperoleh skala = 15 dan Veff = 7,5 dan menghasilkan gelombang yang sempurna.
Dari hasil kelima pengamatan dengan menggunakan sumber tegangan DC tersebut
diperoleh bahwa bentuk gelombang yang sempurna dapat dihasilkan dengan menggunakan
sumber 10 volt, volt/div sebesar 2 volt sehingga menghasilkan skala = 15.
Dari hasil pengamatan dan analisis data dengan menggunakan Frekuensi diperoleh hasil
bahwa dengan sumber 66.1 Hz dan time/div = 5 s diperoleh skala = 8, periode = 40 s, dan
frekuensi = 0,025 Hz dan menghasilkan gelombang yang kurang sempurna, dengan sumber 1,25
Hz dan time/div = 5 s diperoleh skala = 3, periode = 15 s, dan frekuensi = 0,067 Hz dan
menghasilkan gelombang yang kurang sempurna, dengan sumber 1,80 Hz dan time/div = 1 s
diperoleh skala = 10, periode = 10 s, dan frekuensi = 0,1 Hz dan menghasilkan gelombang yang
sempurna, dengan sumber 2,41 Hz dan time/div = 5 s diperoleh skala = 10, periode = 50 s, dan
frekuensi = 0,02 Hz dan menghasilkan gelombang yang sempurna, dengan sumber 3,48 Hz dan
time/div = 1 s diperoleh skala = 4, periode = 4 s, dan frekuensi = 0,25 Hz dan menghasilkan
gelombang yang kurang sempurna.
Dari hasil kelima pengamatan dengan menggunakan frekuensi diperoleh bahwa bentuk
gelombang yang sempurna dapat dihasilkan dengan menggunakan sumber 1,80 Hz dan time/div
sebesar 1 s sehingga menghasilkan skala = 10, dan dengan sumber 2,41 Hz dan time/div sebesar
5 s sehingga menghasilkan skala = 10.
Gelombang AC merupakan arus yang mengalir dengan arah yang berbeda atau
disebut juga dengan arus bolak-balik ,sedangkan gelombang DC merupakan arus yang
mengalir dalam satu arah dan nilainya tetap/konstan.
H. KESIMPULAN DAN SARAN
I.
Kesimpulan
1) `Osciloskop merupakan alat ukur yang dapat menganalisis dan menampilkan
suatu gelombang AC ,DC , dan Lissajous pada layar
2) Cara menggunakan osciloskop dengan baik dan benar yaitu dengan cara
mengkalibrasi/mengembalikan posisi ke arah nol sebelum memulai percobaan
3) Dari hasil kelima pengamatan dengan menggunakan sumber tegangan AC
tersebut diperoleh bahwa bentuk gelombang yang sempurna dapat dihasilkan
dengan menggunakan sumber 1 volt, volt/div = 5 volt, dan dengan menggunakan

sumber 4 volt, volt/div=2 volt 5. Dengan menggunakan sumber tegangan DC


tersebut diperoleh bahwa bentuk gelombang yang sempurna dapat dihasilkan
dengan menggunakan sumber 10 volt, volt/div = 2 volt .Dengan menggunakan
frekuensi diperoleh bahwa bentuk gelombang yang sempurna dapat dihasilkan
dengan menggunakan sumber 1,80 Hz dan time/div sebesar 1 s, dan dengan
sumber 2,41 Hz dan time/div sebesar 5 s.
4) Besar kecilnya gelombang yang dihasilkan dipengaruhi oleh sumber tegangan
dan volt/div atau time/divyang digunakan

II.

Saran
Hendaknya memastikan alat yang digunakan dalam keadaan baik sebelum
digunakan.