Anda di halaman 1dari 14

PEMBANGKIT LISTRIK MIKRO HIYDRO

MAKALAH

Diajukan Kepada Bapak SUTIKNO dan Bapak JOKO Untuk Menyungsung Tugas Akhir
Semester III(ganjil) Mata Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkunga Prodi Ekonomi
Pembangunan

Oleh :
MOH. LATIFUR ROHMAN

130231100052/B/EP

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA 2014
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH yang maha esa atas limpahan rahmat dan
karunianya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul
TENAGA LISTRIK MICRO HYDRO ini degan lancer. Penulisan makalah ini bertujuan untuk
memenuhi salah satu tugas matakuliah ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan (ESDAL).
Makalah ini ditulis dari penyusunan sebuah permasalahan di pedesaan yang berkaitan dengan
kurangnya aliran listrik atau penerangan di pedesaan, tidak lupa penyusun ucapkan terimakasih
kepada pengajar matakuliah ESDAL, atas bimbingan dan arahan dalam penulisan makalah ini.
Penulis berharap, dengan membaca maklah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua,
dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai tenaga listrik dan pedesaan, yang ditinjau
dari aspek sosial, khususnya bagi penulis. Memang makalah ini masih jauh dari kata sempuna,
maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang
lebih baik lagi.

Bangkalan,

Desember 2014

Penulis

DAFTAR ISI

COVER.
KATA PENGANTAR..
DAFTAR ISI.
BAB I PENDAHULUAN.....
1.1 Latar Belakang..
1.2 Rumusan Masalah.
BAB II PEMBAHASAN.
2.1 Pembangkit listrik tenaga mikro hidro..
2.2 Pembangunan pembangkit listrik mikro hidro.
2.3 Komponen pembangkit listrik mikro hidro...
2.4 Prinsip kerja pembankit listrik mikro hidro...
2.5 Pendanaan pembangkit listrik mikro hidro........
2.6 Keuntungan pembangkit listrik mikro hidro terhadap desa..
BAB III PENUTUP...
3.1 Kesimpulan.
3.2Kritik dan Saran...
DAFTAR PUSTAKA,

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) adalah pembangkit listrik berskala kecil
(kurang dari 200KW), yang memanfaatkan aliran air sebagai sumber penghasil energy. PLTMH
termasuk sumber energi terbarukan dan layak disebut clean energy karena ramah
lingkungan. Dari segi teknologi, PLTMH dipilih karena kontruksinya sederhana mudah
dioperasikan, serta mudah dalam perawatan dan penyediaan suku cadang. Secara ekonomi,
biaya operasi dan perawatannya relatif murah, sedangkan biaya investasinya cukup bersaing
dengan pembangkit listrik lainnya. Secara sosial, PLTMH mudah diterima masyarakat luas
(bandingkan misalnyadengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir). PLTMH biasanya dibuat
dalam skala desa didaerah-daerah terpencil yang belum mendapat aliran listrik dari PLN. Tenaga
air yang digunakan dapat berupa aliran air pada system irigasi, sungai yang dibendung atau
air terjun. Prinsip kerja PLT Mikrohidro memanfaatkan beda ketinggian dan jumlah debit air
per detik y ang ada pada aliran air saluran irigasi, sungai atau air terjun. Aliran air ini akan
memutar poros turbin sehingga menghasilkan energi mekanik. Energi ini selanjutnya
menggerakan generator dan menghasilkan listrik.
1.2 Rumusan Masalah
a. Bagaimana langkah-langkah pembangunan pembangkit listrik mikro hidro
b. Apa saja komponen pada pembangkit listrik mikro hidro dan seperti apa penataannya
c. Bagaimana prinsip kerja pembangkit listrik mikro hidro
d. Berapakah dana yang dibutuhkan untuk membuat pembangkit listrik mikro hidro
e. Apa keuntungan pembankit listrik mikro hidro terhadap suatu pedesaan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro


Pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) adalah pembangkit listrik berskala kecil
(kurang dari 200KW), yang memanfaatkan aliran air sebagai sumber penghasil energy. PLTMH
termasuk sumber energi terbarukan dan layak disebut clean energy karena ramah
lingkungan. Dari segi teknologi, PLTMH dipilih karena kontruksinya sederhana mudah
dioperasikan, serta mudah dalam perawatan dan penyediaan suku cadang. Secara ekonomi,
biaya operasi dan perawatannya relatif murah, sedangkan biaya investasinya cukup bersaing
dengan pembangkit listrik lainnya. Secara sosial, PLTMH mudah diterima masyarakat luas
(bandingkan misalnya dengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir).
2.2 Pembangunan pembangkit listrik mikro hidro
Pembangunan PLTMH perlu diawali dengan pembangunan bendungan untuk mengatur
aliran air yang akan dimanfaatkan sebagai tenaga penggerak PLTMH. Bendungan ini dapat
berupa bendungan beton atau bendungan beronjong. Bendungan perlu dilengkapi dengan pintu
air dan saringan sampah untuk mencegah masuknya kotoran atau endapan lumpur. Bendungan
sebaiknya dibangun pada dasar sungai yang stabil dan aman terhadap banjir. Bendungan dapat
digantikan dengan air terjun yang memiliki kapasitas jatuh airnya besar. Agar pembangkit listrik
tenaga air itu mampu berfungsi terus-menerus sepanjang tahun, setidaknya daerah tangkapan air
di hulu harus dipertahankan seluas 30 kilometer persegi. Artinya, tidak ada penebangan hutan
atau penggundulan vegetasi. Biasanya mikro hidro dibangun berdasarkan kenyataan bahwa
adanya air yang mengalir di suatu daerah dengan kapasitas dan ketinggian yang memadai,
karena semakin besar kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari instlasi maka semakin besar
energi listrik yang dihasilkan.
Didekat bendungan dibangun bangunan pengambilan (intake). Kemudian dilanjutkan
dengan pembuatan saluran penghantar yang berfunsi mengalirkan air dari intake. Saluran ini
dilengkapi dengan saluran pelimpah pada setiap jarak tertentu untuk mengeluarkan air yang
berlebih. Saluran ini dapat berupa saluran terbuka atau tertutup. Diujung saluran pelimpah
dibangun kolam pengendapan. Kolam ini berfunsi untuk mengendapkan pasir dan menyaring

kotoran sehingga air yang masuk ke turbin relatif bersih. Saluran ini dibuat dengan
memperdalam dan memperlebar saluran penghantar dan menambahnya dengan saluran penguras.
Kolam penenang (forebay) juga dibangun untuk menenangkan aliran air yang akan masuk ke
turbin dan mengarahkannya masuk ke pipa pesat (penstok). Saluran ini dibuat dengan konstruksi
beton dan berjarak sedekat mungkin ke rumah turbin untuk menghemat pipa pesat, piasanya
terbuat dari pipa baja yang dirol, lalu dilas. Untuk sambungan antar pipa digunakan flens. Pipa
ini harus didukung oleh pondasi y ang mampu menahan beban statis dan dinamisnya. Pondasi
dan dudukan ini diusahakan selurus mungkin, karena itu perlu dirancang sesuai dengan kondisi
tanah. Secara teknis mikro hidro memiliki tiga komponen utama yaitu air, turbin dan generator.

2.1 Komponen-komponen PLTMH dan fungsinya masing-masing


1. Dam/Bendungan pengalih (intake)
Berfungsi untuk mengalihkan air melalui
sebuah pembuka dibagian sisi sungai kedalam
sebuah bak pengendap

2. Bak pengendap
Digunakan untuk memindahkan partikel-partikel
pasir dari air

3. Saluran pembawa (headrace)

Mengikuti kontur dari sisi bukit untuk menjaga


elevasi dari air yang disalurkan

4. Bak penenang
Untuk mengatur perbedaan keluaran air antara
sebuah penstock dan headrace, dan untuk
pemisahan akhir kotoran dalam air seperti pasir,
kayu-kayuan

5. Pipa pesat
Pipa pesat (penstock) dihubungkan
pada seluruh elevasi yang lebih
rendah ke sebuah roda air, di kenal
sebagai turbin

6. Turbin
Berfungsi untuk mengkonversi energi aliran
air menjadi energi putaran mekanis

7. Generator
Berfungsi

8.

menghasilkan listrik dari putaran mekanis

Pipa hisap
Berfungsi untuk
menghisap air,
mengembalikan tekanan
aliran yang tinggi ke
tekanan atmosfer

8. Panel control
Berfungi untuk menstabilkan tegangan

2.1.1

Gambar penataan komponen pembangkit listrik mikro hidro

Talang air jembatan air

Bak pengendap

Saluran air
Bak penenang
Intake dan
dam pengalih
Pipa pesat/
Penstock
Penggergajian kayu
Rumah pembangkit

Catatan : Untuk komponen no.1 yaitu Dam/Bendungan bisa digantikan dengan


air terjun yang kapasitas alirannya cukup besar.

2.4 Prinsip kerja pembangkit listrik mikro hidro bekerja


Prinsip kerja PLTA adalah memanfaatkan energi potesisal yang dimiliki oleh aliran air
pada jarak ketinggian tertentu dari tempat instalasi pembangkit listrik. Sebuah skema
mikrohidro memerlukan dua hal yaitu, bedit air dan ketinggian jatuh (head) untuk
menghasilkan tenaga yang dapat dimanfaatkan. Hal ini adalah sebuah system konversi
energi dari bentuk ketunggian dan aliran (energi potensial) ke dalam bentuk mekanik dan
energi listrik.
Daya yang masuk (Pgross) merupakan penjumlahan daya yang dihasilakn (Pnet)
ditambah dengan faktor kehilangan energi (loss) dalam bentuk suara atau panas. Daya yang
dihasilkan merupakan perkalian dari daya yang masuk dikalikan dengan efisien yang
konversi (Eo). Pnet=Pgross x Eo kW daya kotor adalah head kotor (Hgross) yang dikalikan
dengan debit air (Q) dan juga dikalikan dengan sebuah faktor gravitasi (g = 9.8), ehingga
persamaan dasar pembangkit listrik adalah : Pnet = g x Hgross x Q x Eo kW dimana head
dalam meter (m), dan debit air dalam meter kubik per detik (m/s3).
2.5 Pendanaan pembangkit listrik mikro hidro
Dana yang dibutuhkan untuk membangun suatu pembangkit listrik tenaga mikro hidro
sebenarnya juga tidak terbilang sedikit, namun bila dilihat dari ektsternalitasnya, pembangunan
PLTMH sangatlah menguntungakan dan bermanfaat bagi banyak pihak. Oleh karena itu banyak
pihak pemerintah dan swasta yang ikut berpartisipasi dlam program Pembangkit Listrik Tenaga
Mikro Hidro. Dana yang dibutuhkan untuk membangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro
adalah sebesar 120 M per unit.
2.6 Keuntungan pembangkit listrik mikro hidro tehadap desa
Keuntungan dari pengembangan PLTMH bagi masyarakat pedesaan dan desa terpencil
antara lain:
1. Lokasi sumber daya air untuk PLTMH pada umumnya berada di wilayah pedesaan
dan desa terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik.
2. Penggunaan energi konvensional, seperti batu bara untuk pembangkit tenaga listrik di
wilayah ini akan memerlukan biaya yang tinggi karena adanya tambahan biaya
transportasi bahan bakar.

3. Mengurangi ketergantungan pada penggunaan bahan bakar fosil.


4. Meningkatkan

kegiatan

perekonomian,

sehingga

diharapkan

dapat menambah

penghasilan masyarakat.
5. Dapat memanfaatkan hal tersebut dalam bentuk pemberdayaan masyarakat setempat,
karena PLTMH pasti membutuhkan pengawasan.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) adalah pembangkit listrik berskala kecil
(kurang dari 200KW), yang memanfaatkan aliran air sebagai sumber penghasil energy. PLTMH
termasuk sumber energi terbarukan dan layak disebut clean energy karena ramah
lingkungan.
Pembangunan PLTMH perlu diawali dengan pembangunan bendungan untuk mengatur
aliran air yang akan dimanfaatkan sebagai tenaga penggerak PLTMH, bendungan dapat
digantikan dengan air terjun yang memiliki kapasitas jatuh airnya besar. Secara teknis mikro
hidro memiliki tiga komponen utama yaitu air, turbin dan generator.
Dana yang dibutuhkan untuk membangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro adalah
sebesar 120 M per unit,
Dan sebaiknya dari pihak pemerintah maupun swasta segera memperluas pembangunan
PLTMH tersebut, karena masih banyak desa-desa terpencil yang masi juga belum terjangakau
oleh listrik. Selain itu dari segi teknologi, PLTMH kontruksinya sederhana mudah
dioperasikan, serta mudah dalam perawatan dan penyediaan suku cadang.
Dan secara ekonomi, biaya operasi dan perawatannya relatif murah, sedangkan biaya
investasinya cukup bersaing dengan pembangkit listrik lainnya. Hal tersebut juga akan
mengurangi pemborosan keuangan, dan juga meningkatkan perekonomian, karena dari nilai dan
manfaatnya tehadap lingkungan cukup baik. Karena penggerak utama dari PLTMH adalah air
yang mengalir di suatu daerah dengan kapasitas aliran dan ketinggian yang memadai memadai.
Sedangkan secara sosial, PLTMH mudah diterima masyarakat luas (bandingkan misalnya
dengan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir). Yang harus menghabiskan dana begitu banyak, dan
semua orang pasti tau air dan nukilr lebih mahal mana, sudah pasti nuklir, dana yang sangat
besar tapi juga mengancam, karena bila sewaktu-waktu tabung nuklir tersebut mengalami

kebocoroan dampaknya radiasi nuklir tersebut berakibat fatal terhadap kesehatan, lingkungan,
dan lain sebagainya.

3.2 Kritik dan Saran

Demikianlan yang dapat penulis sampaikan megenai materi yang menjadi bahasan dalam
makalah ini, dan tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan, karena terbatasnya
pengetahuan rujukan atau refrensi yang penulis peroleh hubungannya dengan makalah ini.
Penulis akan akan banyak berharap kepada pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang
bersifat membangun kepada penulis demi kesempurnaannya makalah ini. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi pembaca dan juga pada penulis, demi bertambahnya pengetauan serta
wawasan, sekian terimakasih.

Bangkalan Desember 2014

Penulis

DAFTAR PUSTAKA

Anya,Damastuti,P. 1997.Perinsip Kerja Listrik Tenaga Mikro Hidro dan Pembangkit Listrik
Tenaga Mikro Hidro
Agus Subandon. komponen-komponen pembangkit listrik tenanga mikro hidro
http://m.energitoday.com/2013/04/24/medco-power-dan-saratoga-power-siap-oprasikan-pltmh/.
Pendanaan Pembangunan PLTMH
http://m.facebook.com/media/set/?
set=a.527913427235440.138743.484696171557166&type=3&refsrc=http%3A%2F
%2Fwww.gopgle.com%2Fsearch&refid=9&_=_. KOMPONEN PLTMH