Anda di halaman 1dari 14

Rangkuman Psikologi

Gizi Reguler XIV

Kesimpulan Makalah Kelompok 1


1. KONSEP DASAR PSIKOLOGI
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia yang tampak pada
seorang individu. Tampak disini berarti, tingkah laku manusia tersebut ini dapat dilihat dan
diobservasi dari kebiasaan, perilaku, gerak gerik, dan segala hal yang dilakukan oleh individu
tersebut. Sehingga pada akhirnya, kita mampu untuk memahami seperti apa individu tersebut
dari sisi psikologinya.

2. RUANG LINGKUP PSIKOLOGI


Ruang lingkup/ bidang ilmu psikologi terbagi menjadi 2, yaitu psikologi teoritis dan
psikologis terapan. Psikologi teoritis adalah psikologi yang dipelajari dengan tujuan untuk
mengembangkan ilmu psikologi berdasarkan teori. Psikologi teoritis dibagi kembali menjadi
Psikologi umum dan khusus. Psikologi umum menjelaskan aktivitas psikis yang umumnya
terjadi pada manusia mulai sejak kecil hingga dewasa. Sedangkan Psikologi khusus
menyelidiki sifat-sifat khusus atau khas yang ada pada masing-masing individu. Bidang
kedua

adalah

psikologi

terapan.

Psikologi

terapan

adalah

psikologi

yang

diaplikasikan/diterapkan dalam kehidupan manusia sehari-hari.

3. KAITAN

PSIKOLOGI

DENGAN

PERILAKU

PANGAN,

GIZI

DAN

KESEHATAN
Ilmu psikologi mempelajari perilaku individu, kelompok, dan masyarakat. Hal ini terkait
dengan sasaran bidang kesehatan itu sendiri. Dari segi pangan dan gizi, psikologi dapat
dimanfaatkan untuk mengetahui kebiasaan makan serta bagaimana cara masyarakat
mengolah pangan mereka, yang tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti budaya,
adat setempat, dan keluarga. Psikologi membantu untuk menguraikan hal-hal apa saja yang
mempengaruhi status gizi masyarakat. Sedangkan dari bidang kesehatan, psikologi mampu
digunakan untuk merubah perilaku seseorang dari yang tidak sehat menjadi sadar kesehatan.

Rangkuman Psikologi
Gizi Reguler XIV

Kesimpulan Makalah Kelompok 2


PERILAKU
Perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki oleh manusia dan
dipengaruhi oleh adat, sikap, emosi, nilai, etika, kekuasaan, persuasi, dan/atau genetika.
Pandangan tentang perilaku, ada lima pendekatan utama tentang perilaku yaitu; Pendekatan
neurobiologik, pendekatan behavioristik, pendekatan kognitif, pandangan psikoanalisis,
pandangan humanistic.
Factor-faktor yang mempengaruhi perilaku ada dua yaitu factor internal dan factor
eksternal. Yang termasuk dalam factor internal yaitu Jenis Ras/ Keturunan, jenis kelamin,
sifat fisik, kepribadian, instelesgia, bakat. Sedangkankan factor eskternal yaitu agama,
kebudayaan, pendidikan, sosial ekonomi dan lingkungan.

Rangkuman Psikologi
Gizi Reguler XIV

Kesimpulan Makalah Kelompok 3

LIMA PENDEKATAN UTAMA TENTANG PERILAKU


Perilaku adalah aktivitas individu yang dilakukan karena ada stimulus dari
lingkungannya yang dapat dilihat dan diamati. Terdapat 5 pendekatan utama untuk
menjelaskan perilaku, yaitu:
1. Pendekatan Neurobiologis
Pada dasarnya tingkah laku manusia dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem saraf.
Bila otak atau sistem saraf terganggu maka perilakunya juga akan terganggu. Melalui
pendekatan ini dijelaskan bagaimana hubungan antara tingkah laku atau perilaku
individu dengan kerja otaknya.

2. Pendekatan Behaviorisme
Pada pendekatan behaviorisme menganggap bahwa perilaku manusia didapatkan
melalui proses belajar yang didapat dari lingkungannya. Pada pendekatan ini, lingkungan
sangat berperan besar dalam membentuk perilaku seseorang. Contohnya saja, seekor

Rangkuman Psikologi
Gizi Reguler XIV

kucing yang baru dipelihara beberapa hari oleh pemiliknya. Ketika si pemilik
memberikan makan kepada kucingnya, ia membunyikan piring untuk memanggil si
kucing. Pada awalnya si kucing tidak merespon, sehingga kucing harus dipancing dengan
membunyikan piring berisi makanan tersebut didekatnya dan si kucing pun menghampiri
makanannya. Keesokan harinya lagi si pemilik mengulang hal yang sama dan si kucing
merespon dengan cepat dan menghampiri makanannya. Si pemilik Kkemudian sengaja
membunyikan piring makanan kucing, namun tidak ada makanan di dalamnya. Si kucing
dengan cepat menghampiri si pemilik, namun mendapati piring makannya kosong.

3. Pendekatan Kognitif
Melalui pendekatan ini manusia akan berusaha memahami lingkungannya. Manusia
tidak lagi menjadi pasif dan hanya mengikuti lingkungannya. Manusia berusaha mencari jati
diri serta memenuhi apa yang ia kehendaki. Karena ia mampu memahami lingkungannya,
maka ia berpikir tentang apa yang ia harus lakukan terhadap hal tersebut. Contohnya seorang
anak SD yang tidak suka pelajaran matematika. Gurunya memberikannya PR tentang materi
perkalian dan pembagian. Walaupun ia tidak menyukai maa pelajaran tersebut, ia tetap
berusaha mengerjakan PR nya, karena jika tidak ia akan mendapatkan nilai yang jelek dan
tidak bisa naik kelas.
4. Pendekatan Psikoanalitik
Pendekatan ini menjelaskan bagaimana perilaku manusia sebagian besar berasal dari
proses bawah sadar dirinya sendiri. Seperti rasa takut dan cemas. Contohnya, orang yang
takut tidak lulus ujian, akan berusaha belajar dengan giat agar ia mendapatkan nilai yang baik
dan lulus ujian.
5. Pendekatan Humanistik
Pendekatan ini menganggap manusia dapat mengembangkan dirinya dan mampu
mengontrol nasibnya sendiri.

Rangkuman Psikologi
Gizi Reguler XIV

Kesimpulan Makalah Kelompok 4


KONSEP PERKEMBANGAN INDIVIDU
Konsep perkembangan individu diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dialami
individu mulai dari masa konsepsi hingga akhir hayatnya dalam proses menuju tahap
kedewasaan baik dari segi fisik maupun psikisnya. Prinsip dari perkembangan individu ini
adalah sistematis, yang berarti perkembangan yang terjadi saling berhubungan (kemampuan
berbicara yang meningkat, berhubungan dengan tingkat intelektual seseorang pula).
Progresif, perubahan yang terjadi selalu bergerak maju/meningkat dan tidak pernah menurun.
Serta berkesinambungan atau memiliki urutan.

Rangkuman Psikologi
Gizi Reguler XIV

Kesimpulan Makalah Kelompok 5


FASE PERKEMBANGAN INDIVIDU DAN UNSUR YANG MEMPENGARUHI
PERKEMBANGAN
Fase perkembangan individu dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu berdasarkan
analisis biologis, didaktis, dan psikologis. Tahap perkembangan berdasarkan analisis biologis
ini berdasarkan pada perkembangan/perubahan terhadap struktur dan fungsi fisiologis tubuh
tertentu, mulai sejak kecil hingga dewasa. Analisis didaktis berdasarkan pada proses
pengajaran pada lembaga pendidikan, sedangkan analisis psikologis berdasarkan tingkah
lalku manusia itu sendiri.
Fase perkembangan individu dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu hereditas,
lingkungan dan kematangan. Faktor hereditas mempengaruhi perkembangan individu melalui
warisan gen yang berasal dari orang tuanya. Baik itu ras, warna kulit, sifat dan tingkat
kecerdasan. Untuk sifat dan tingkat kecerdasan yang diturunkan oleh orang tua tidak
langsung menjadikan individu secerdas atau memiliki sifat yang sama persis dengan orang
tuanya. Sifat dan tingkat kecerdasan dipengaruhi pula oleh faktor lingkungan.
Faktor lingkungan mempengaruhi perkembangan individu melalui lingkungan luar
maupun lingkungan dalamnya. Individu dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan yang berasal
dari lingkungannya. Faktor kematangan adalah siapnya suatu fungsi kehidupan, baik pisik
maupun psychis untuk berkembang dan melakukan tugasnya denagn baik. Bagaimanapun
kayanya pembawaan seseorang individu dan betapapun baiknya lingkungan yang tersedia
baginya bila belum mencapai kematangan untuk berfungsi maka suatu fungsi kehidupan
belum dapat berkembang optimal.
Dengan kata lain, individu sejak lahir sudah membawa gen atau sifat dari orang
tuanya, kemudian lingkungan akan mempengaruhi perkembangan sifat tersebut. Akan tetapi

Rangkuman Psikologi
Gizi Reguler XIV

jika individu belum memiliki kematanganfisik maupun psikis maka perkembangan tersebut
tidak akan optimal.

Kesimpulan Makalah Kelompok 6


DINAMIKA PERILAKU INDIVIDU
Dinamika perilaku adalah serangkaian perilaku individu yang dipengaruhi oleh
pengamatan, persepsi, proses berpikir, dan sikap individu. Individu menggunakan alat
inderanya untuk mengamati atau belajar tentang segala sesuatu yang terjadi di
lingkungannya.. Lalu ia mulai mempersepsikan situasi yang ia amati. Persepsi ini bersifat
subjektif dan dipengaruhi olehindividu itu sendiri.
Individu kemudian membentuk pengertian tentang apa yang ia amati dengan
menghubungkan kejadian-kejadian dengan berbagai kemungkinan yang terjadi, untuk
menemukan apa yang sebenarnya terjadi di lingkungannya. Jika benar, maka ia akan
membuat kesimpulannya sendiri terhadap situasi tersebut. Disinilah individu melakukan
proses berpikir. Melalui kesimpulan yang ia ambil tadi, kemudian individu menentukan
langkah apa yang harus ia ambil dalam menanggapi masalah tersebut, atau disebut dengan
sikap. Sikap ini dapat bersifat negatif maupun positif, dipengaruhi oleh tahap persepsi dan
berpikir.
Contohnya, ketika ada seorang pria menyukai seorang teman wanitanya. Karena
tertarik pada si wanita, si pria mulai mengamati si wanita mulai dari wajahnya, kegiatannya
setiap hari dan lain-lain. Namun, si pria mengetahui kalau setiap pulang dari tempat kerjanya
si wanita selalu di jemput oleh seorang pria lain. Si pria mulai merpersepsikan kemungkinankemungkinan yang terjadi. Si pria yang menjemput tadi, bisa saja adik atau kekasih si wanita.
Kemudian ia berpikir, dan menghubungkan kejadian-kejadian lain yang pernah ia amati dari
si wanita.

Rangkuman Psikologi
Gizi Reguler XIV

Setiap jam istirahat di kantor, si wanita selalu terlihat menelpon seseorang dengan
pandangan yang ceria dan bahagia. Kemudian selalu tersenyum ketika membaca pesan
singkat di telepon genggamnya. Lalu akhirnya si pria menarik kesimpulan, si pria yang
menjemput wanita setiap pulang kantor adalah kekasih si wanita. Mengetahui hal tersebut, si
pria mulai memberi jarak antara dirinya dan si wanita karena takut menganggu hubungan
orang lain.

Kesimpulan Makalah kelompok 7


SIKAP DAN UNSUR-UNSUR SIKAP
Sikap adalah sebuah kecenderungan yang terjadi pada individu untuk menanggapi apa
yang terjadi di sekitarnya dengan berbagai perasaan atau emosi tertentu. Sikap dapat bersifat
positif maupun negatif, tergantung dari bagaimanan si individu mengekrepesikan atau
bereaksi terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Sikap memiliki 3 unsur yaitu kognitif,
afektif, dan kecenderungan bertindak (konatif).
Unsur kognitif adalah unsur yang dimana berhubungan dengan pola pikri atau
pengetahuan individu. Dalam unsur kognitif sudah terdapat apa yang dipercayai oleh individu
terhadap objek, sehingga individu mencapai tingkat tahu akan objek yang diamatinya.
Contohnya, seorang pria mengetahui mana wanita yang cantik dan yang kurang cantik.
Tingkat tahu disini dipengaruhi oleh apa yang ia percayai. Pria tersebut sebelumnya sudah
memiliki standar sendiri bagaimana mengelompokkan antara wanita yang cantik dan yang
kurang cantik (melalui sudut pandangnya sendiri).
Unsur afektif adalah unsur yang melibatkan perasaan individu. Pada tahap ini invidu
sudah mencapai memiliki kecenderungan untuk menilai objek. Maka akan timbul rasa suka
dan tidak suka. Contohnya, pria yang mempercayai bahwa wanita yang ia lihat cantik, maka
si pria akan menyukai wanita tersebut.

Rangkuman Psikologi
Gizi Reguler XIV

Unsur konatif adalah unsur dimana individu akan berekasi terhadap objek yang ia
lihat atau kecenderungan berperilaku terhadap objek. Contohnya, karena si pria menyukai si
wanita cantik tadi maka ia akan menyatakan perasaannya pada si wanita.

Kesimpulan Makalah Kelompok 8


FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP
Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap,antara lain adalah :
1. Faktor Fisiologis
Faktor fisiologis seseorang akan ikut menentukan bagaimana sikap seseorang. Faktor
fisilogis ini dapat berupa usia, jenis kelamin, keadaan sehat atau sakit. Seseorang yang
berusia 5 tahun akan berbeda sikapnya dengan seseoarang yang berusia 30 tahun ketika
mengahadapi masalah yang sama, misalnya saja mengambil barang yang terjatuh di tengah
jalan raya. Anak usia 5 tahun, tidak akan pikir panjang dan akan langsung mengambil
barangnya yang terjatuh tanpa memperhatikan apa yang ada disekitarnya. Berbeda dengan
seorang yang berusia 30 tahun, ia akan bersikap hati-hati dan mempertimbangkan segala
sesuatunya sebelum berjalan ke tengah jalan untuk mengambil barangnya.
2. Faktor Pengalaman Langsung Terhadap Objek/ Pengalaman pribadi
Bagaimana sikap seseorang terhadap objek sikap akan, dipengaruhi oleh pengalaman
langsung orang yang bersangkutan dengan objek sikap tersebut. Misalnya, orang yang pernah
tersengat listrik ketika menyalakan TV yang ada di rumahnya akan bersikap hati-hati disaat
dia akan menghidupkan TV nya di lain waktu.

Rangkuman Psikologi
Gizi Reguler XIV

3. Faktor Kerangka Acuan


Bila kerangka acuan tidak sesuai dengan objek sikap, maka orang akan mempunyai
sikap yang negatif terhadap objek sikap tersebut. Contoh, seseorang yang dianggap sebagai
role model atau idola (pemuka agama). Jika si pemuka agama tidak berperilaku sesuai dengan
apa yang seharusnya Ia jalani, maka orang akan berpiran negatif padanya.
4. Faktor Komunikasi Sosial
Komunikasi sosial yang berwujud informasi dari seseorang kepada orang lain dapat
menyebabkan perubahan sikap yang ada pada diri orang yang bersangkutan. Contoh,
kesalahpahaman yang sering terjadi diantara teman.

5. PengalamanPribadi.
Untuk dapat menjadi dasar pembentukan sikap, pengalaman pribadi harus
meninggalkan kesan yang kuat. Karena itu, sikap akan lebih mudah terbentuk apabila
pengalaman pribadi tersebut melibatkan faktor emosional. Dalam situasi yang melibatkan
emosi, penghayatan akan pengalaman akan lebih mendalam dan lebih lama berbekas.
Contohnya, seseorang memiliki pengalaman liburan keluar kota. Ketika liburan, Ia
mengalami berbagai macam pengalaman yang menyenangkan sehingga akhirnya membentuk
sikap menjadi suka libiran terhadap individu tersebut.
6. Kebudayaan.
B.F. Skinner (Dalam Azwar 2005: 13) menekankan pengaruh lingkungan (termasuk
kebudayaan) dalam membentuk kepribadian seseorang. Kepribadian tidak lain daripada pola
perilaku yang konsisten yang menggambarkan sejarah reinforcement (penguatan, ganjaran)
yang dimiliki. Pola reinforcement dari masyarakat untuk sikap dan perilaku tersebut, bukan
untuk sikap dan perilaku yang lain. Contoh, adat istiadat yang berlaku di masyarakat.
7. Orang Lain Yang Dianggap Penting.
Pada umumnya, individu bersikap konformis atau searah dengan sikap orang-orang
yang dianggapnya penting. Kecenderungan ini antara lain dimotivasi oleh keinginan untuk
berafiliasi dan keinginan untuk menghindari konflik dengan orang yang dianggap penting
tersebut.
8. Media Massa.
Sebagai sarana komunikasi, berbagai media massa seperti televisi, radio, mempunyai
pengaruh besar dalam pembentukan opini dan kepercayaan orang. Adanya informasi baru

Rangkuman Psikologi
Gizi Reguler XIV

mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya sikap terhadap
hal tersebut. Pesan-pesan sugestif yang dibawa informasi tersebut, apabila cukup kuat, akan
memberi dasar afektif dalam mempersepsikan dan menilai sesuatu hal sehingga terbentuklah
arah sikap tertentu.
9. Institusi Pendidikan dan Agama
Sebagai suatu sistem, institusi pendidikan dan agama mempunyai pengaruh kuat
dalam pembentukan sikap dikarenakan keduanya meletakkan dasar pengertian dan konsep
moral dalam diri individu. Pemahaman akan baik dan buruk, garis pemisah antara sesuatu
yang boleh dan tidak boleh dilakukan, diperoleh dari pendidikan dan dari pusat keagamaan
serta ajaran-ajarannya
10. Faktor Emosi Dalam Diri.
Tidak semua bentuk sikap ditentukan oleh situasi lingkungan dan pengalaman pribadi
seseorang. Kadang-kadang, suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari oleh
emosi yang berfungsi sebagai semacam penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk
mekanisme pertahanan ego. Sikap demikian bersifat sementara dan segera berlalu begitu
frustasi telah hilang akan tetapi dapat pula merupakan sikap yang lebih persisten dan lebih
tahan lama. contohnya bentuk sikap yang didasari oleh faktor emosional adalah prasangka.

PENTINGNYA SIKAP PERSUASIF DAN EMPATI DALAM PENERAPAN BIDANG


PANGAN, GIZI, DAN KESEHATAN
Sikap persuasif dan empati penting dalam bidang pangan, gizi dan kesehatan, karena
seperti diketahui bidang kesehatan selalu mengutamakan program preventif terhadap segala
permasalahan kesehatan yang terjadi. Dengan sikap persuasif dan empati, tenaga kesehatan
diharapkan mampu untuk mengajak dan mengayomi masyarakat untuk bersikap sadar
kesehatan pribadi dan lingkungannya. Tidak hanya mengajak, tenaga kesehatan juga
diharapkan mampu untuk berempati terhadap klien dengan terjun langsung ke lapangan untuk
ikut merasakan apa yang dirasakan masyarakat.
Dalam bidang pangan dan giz, sikap persuasif dan empati biasanya digunakan ketika
mengadakan penyuluhan atau konseling gizi terhadap klien. Ahli giz mampu mengajak

Rangkuman Psikologi
Gizi Reguler XIV

masyarakat untuk mampu memberdayakan pangan lokal dan memperbaiki status gizi
keluarganya.

Kesimpulan Makalah Kelompok 9


KONSEP BELAJAR PEDAGOGI, ANDRAGOGI DAN TIPE GAYA BELAJAR
Konsep belajar pedagogi adalah konsep dimana teacher centered yakni gurulah
yang menjadi sumber informasi yang ada, gurulah yang bertugas memasukkan informasi itu
kepada siswa dan siswa bersifat pasif. Contohnya, proses belajar mengajar di kelas saat guru
menjelaskan materi.
Konsep belajar andragogi memiliki konsep belajar dimana siswa yang lebih aktif
mencari informasi dan saling berbagi ilmu ilmu dengan siswa lainnya, dan guru hanya
bersifat sebagai fasilitator.

Rangkuman Psikologi
Gizi Reguler XIV

Kesimpulan Makalah Kelompok 10


KONSEP DIRI
1. Konsep diri merupakan faktor bentukan dari pengalaman individu selama proses
perkembangan dirinya menjadi dewasa. Proses pembentukan tidak terjadi dalam waktu
singkat melainkan melalui proses interaksi secara berkesinambungan.
2. Seseorang yang memiliki ideal diri, harga diri dan percaya diri dapat dengan
mengembangkan penilaian yang baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan
atau situasi yang dihadapinya.
3. Kepribadian sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri-ciri kas dan prilaku
seseorang.

Rangkuman Psikologi
Gizi Reguler XIV

Kesimpulan Makalah Kelompok 11


DINAMIKA KELOMPOK
Dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu
yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antar anggota satu dengan yang lainnya dan
berlangsung dalam kondisi yang dialami. Fungsi dari dinamika kelompok itu sendiri adalah:
a. Individu satu dengan yang lain akan terjadi kerjasama saling membutuhkan (individu tidak
dapat hidup sendiri di dalam masyarakat).
b. Dinamika kelompok memudahkan segala pekerjaan (dalam dinamika kelompok ada saling
bantu antara anggota satu dengan anggota yang lain.
c. Melalui dinamika kelompok segala pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah
dapat teratasi, mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar, sehingga waktu untuk
menyelesaikan pekerjaan dapat diatur secara tepat, efektif dan efisien (dalam dinamika
kelompok pekerjaan besar akan dibagi-bagi sesuai dengan bagian kelompoknya masingmasing).
d. Meningkatkan masyarakat yang demokratis, individu satu dengan yang lain dapat
memberikan masukan atau berinteraksi dengan lainnya dan memiliki peran yang sama
dalam masyarakat