Anda di halaman 1dari 25

Tanggung Jawab

Hukum Auditor
Renata Dian Brandina 125020300111030
Atzarina Dyah Pravitasari 125020300111080
Refi Cintya Hayoeningtyas 125020300111082
Gita Dwi Ariani Putri 125020305111009

Tanggung Jawab Hukum Auditor


vs
Tanggung Jawab Etis

Tanggung Jawab Auditor


Auditor mempunyai tanggung jawab
untuk merencanakan dan
melaksanakan audit. Pekerjaan auditor
ini bertujuan untuk memperoleh
keyakinan yang memadai apakah
laporan keuangan klien yang diaudit
bebas dari salah saji material

Selama melakukan proses audit, auditor


bertanggung jawab untuk:
1. Mendeteksi kecurangan
- Tanggung jawab untuk mendeteksi
kecurangan ataupun kesalahan-kesalahan yang
tidak disengaja
- Tanggung jawab untuk melaporkan
kecurangan jika terdapat bukti adanya
kecurangan
2. Mendeteksi tindakan pelanggaran hukum
oleh klien
- Tanggung jawab untuk mendeteksi
pelanggaran hukum yang dilakukan oleh klien

Tanggung Jawab Auditor


menurut Soedarjono
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Tanggung jawab terhadap opini yang


diberikan
Tanggung jawab terhadap profesi
Tanggung jawab terhadap klien
Tanggung jawab untuk mengungkapkan
kecurangan
Tanggung jawab terhadap pihak ketiga
Tanggung jawab terhadap pihak ketiga atas
kecurangan yang tidak ditemukan

Tanggung Jawab Hukum Auditor


Auditor

secara umum sama dengan profesi


lainnya, merupakan subjek hukum dan
peraturan lainnya. Auditor akan terkena
sanksi atas kelalaiannya, seperti kegagalan
untuk mematuhi standar profesional di
dalam kinerjanya.

Seorang

professional Audit memiliki


tanggung jawab dibawah Hukum untuk:
Memenuhi apa yang telah dicantumkan di
dalam kontrak dengan kliennya
Melakukan pencarian serta melaporkannya
bila terjadi suatu penggelapan

Tanggung Jawab Hukum Auditor


Melakukan

pencarian serta

melaporkannya bila terjadi suatu


tindakan yang illegal
Menilai

suatu internal kontrol

Melaporkan

hasil penilaian

kepada pemegang saham

Tanggung Jawab Etis


Tanggung jawab Etis merupakan suatu prinsip
untuk melakukan suatu proses pengumpulan dan
pengevaluasian bahan bukti mengenai informasi
yang dapat diukur mengenai suatu entitas
ekonomi untuk dapat menentukan serta
melaporkan kesesuaian informasi yang ada,
dengan kriteria-kriteria yang dilakukan oleh
seorang yang berkompeten dan juga independen.

Tanggung Jawab Hukum Auditor


Dalam Sistem Hukum
Tanggung Jawab hukum auditor dalam
pelaksanaan audit apabila adanya
tuntutan ke pengadilan yang menyangkut
laporan keuangan adalah sebagai berikut:
Kewajiban Menurut Common Law
Kewajiban Kepada Klien

Hukum Kontrak

Hukum Kerugian
Kewajiban Kepada Pihak Ketiga
Kewajiban Kriminal

Tanggung Jawab Hukum Profesi


Akuntan Publik di Indonesia
Dalam hal terjadinya pelangaran yang
dilakukan oleh seorang Akuntan Publik dalam
memberikan jasanya, berdasarkan PMK No.
17/PMK.01/2008 hanya dikenakan sanksi
administratif,berupa: sanksi peringatan,
sanksi pembekuan ijin dan sanksi pencabutan
ijin seperti yang diatur antara lain dalam
pasal 62, pasal 63, pasal 64 dan pasal 65.

Peraturan-Peraturan Tentang
Profesi Akuntan Publik di Indonesia
Undang-Undang

no. 5 tahun 2011


mengenai Akuntan Publik
Keputusan Ketua Bapepam dan Lembaga
Keuangan Tentang Pembentukan dan
Pedoman Pelaksaan Kerja Komite Audit
Undang-Undang Perseroan Terbatas pasal
68 ayat 1 yang membahas tentang
Kewajiban Direksi untuk menyerahkan
Laporan Perseroan kepada Akuntan Publik
yang nantinya akan diaudit (UndangUndang Perseroan Terbatas no. 40 Tahun
2007)

Undang-Undang

no. 21 tahun 2011 pasal


38 ayat 8 mengenai Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) yang wajib untuk
menyerahkan Laporan Keuangan
tahunannya untuk diaudit oleh Badan
Pengawas Keuangan (BPK) atau Kantor
Akuntan Publik (KAP)

Peraturan

Menteri Keuangan

No.17/PMK.01/2008 tentang jasa


Akuntan Publik

Kewajiban Hukum Bagi


Auditor di Indonesia
Regulasi

terhadap auditor di Indonesia terbagi di


dalam 2 hal, yaitu:
1. Regulasi Oleh Pemerintah
. Gelar Akuntan (UU Nomor 34 Tahun 1954)
. Penyelenggaraan Pendidikan Profesi (Kepmen
Nomor 179/U/2001
. Register Negara (Kepmen Nomor
331/KMK/017/1999)
. Pemberian Jasa (Kepmen Nomor
426/KMK.06/2002dan Nomor 359/KMK.06/2003)
1. Undang-Undang Akuntan Publik (rancangan)
2. Regulasi oleh Badan Pemerintah lainnya, seperti
otoritas pasar modal, Bank Sentral dan lain-lain.

Kewajiban Hukum Bagi


Auditor di Indonesia
2.

Regulasi Oleh Profesi Akuntan


- Standar Akuntansi
- Standar Audit
- Kode Etik Profesi

Surat Perikatan Audit


Surat perikatan audit (audit engagement
letter) adalah surat persetujuan antara
auditor dengan kliennya tentang
syarat-syarat pekerjaan audit yang
akan dilaksanakan oleh auditor.

Surat Perikatan Audit


Surat Perikatan Audit berkaitan
dengan:
1.

Rencana Pemeriksaan

2.

Internal Control Questionnaire


(ICQ)

3.

Kertas Kerja Laporan Keuangan

Bentuk dan Isi Surat Perikatan


Audit
Tujuan

audit ataslaporan keuangan


Tanggung jawab manajemen atas laporan
keuangan
Lingkup audit, termasuk penyebutan
undang-undang, peraturan, pernyataan
dari badan profesional yang harus dianut
oleh auditor
Bentuk laporan atau bentuk komunikasi
lain yang akan digunakan oleh auditor
untuk menyampaikan hasil perikatan

Fakta

bahwa karena sifat pengujian


dan keterbatasan bawaan lain suatu
audit, dan dengan keterbatasan
bawaanpengendalian intern, terdapat
risiko yang tidak dapat dihindari
tentang kemungkinan beberapa salah
saji material tidak dapat terdeteksi
Akses yang tidak dibatasi terhadap
catatan, dokumentasi, dan informasi
lain apa pun yang diminta oleh auditor
dalam hubungannya dengan audit
Pembatasan atas tanggung jawab
auditor

Tahapan Dalam Pembuatan Surat


Perikatan Audit
1.
2.
3.
4.
5.

6.

Mengevaluasi integritas manajemen.


Mengidentifikasi keadaan khusus dan
risiko luar biasa.
Menentukan kompetensi untuk
melaksanakan audit.
Menilai independensi.
Menentukan kemampuan untuk
menggunakan kemahiran
profesionalnya dengan kecermatan
dan kesesakmaan.
Membuat surat perikatan audit.

Undang-Undang No.5 Tahun 2011 sebagai


Upaya Peningkatan Profesionalisme Auditor

Tujuan:
Melindungi kepentingan publik
Mendukung perekonomian yang sehat,
efisien, dan transparan
Memelihara integritas profesi Akuntan
Publik
Meningkatkan kompetensi dan kualitas
profesi Akuntan Publik
Melindungi kepentingan profesi Akuntan
Publik sesuai dengan standar dan kode
etik profesi

Undang-Undang No.5 Tahun 2011 sebagai


Upaya Peningkatan Profesionalisme Auditor
Mengatur tentang:
Lingkup

jasa Akuntan Publik

Perizinan
Hak,

Akuntan Publik dan KAP

kewajiban, dan larangan bagi Akuntan

Publik dan KAP


Kerja

sama antar Kantor Akuntan Publik (KAP)

dengan Kantor Akuntan Publik Asing (KAPA)


atau Organisasi Audit Asing (OAA)

Undang-Undang No.5 Tahun 2011 sebagai


Upaya Peningkatan Profesionalisme Auditor

Asosiasi
Komite

Profesi Akuntan Publik

Profesi Akuntan Publik

Pembinaan

dan pengawasan oleh

Menteri
Sanksi

administratif

Ketentuan

pidana

Syarat-Syarat Sebagai Akuntan Publik


yang Sesuai Dengan UU Akuntan Publik
Memiliki

sertifikat tanda lulus ujian yang

sah
Berpengalaman

praktik memberikan jasa

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3


Berdomisili

di wilayah Negara Kesatuan

Republik Indonesia
Memiliki
Tidak

Nomor Pokok Wajib Pajak

pernah dikenai sanksi administratif

Syarat-Syarat Sebagai Akuntan Publik


yang Sesuai Dengan UU Akuntan Publik

Tidak

pernah dipidana

Tidak

berada dalam

pengampuan.