Anda di halaman 1dari 2

BAB I

LATAR BELAKANG
1.1 Latar Belakang
Fournier gangren merupakan suatu gangren pada skrotum atau uvula yang disebabkan
oleh bakteri anaerob yang merupakan strain streptococcus beta hemolitikus. Penyakit ini adalah
bentuk dari fascitis nekrotikan yang terdapat di sekitar genitalia eksterna. Fournier gangren
merupakan kegawatdaruratan bedah karena onsetnya berlangsung sangat mendadak, cepat
berkembang, bisa menjadi gangren yang luas dan menyebabkan septikemia. Fournier gangren
pertama kali ditemukan pada tahun 1883, oleh ahli penyakit kelamin asal Perancis Jean Alfred
Fournier mendapatkan dimana 5 laki-laki muda yang sebelumnya sehat menderita gangren
dengan cepat progresif pada penis dan skrotum tanpa sebab yang jelas. Penyakit ini yang
kemudian dikenal sebagai Fournier gangren, didefinisikan sebagai fasciitis nekrotikans pada
daerah perineum perianal atau genital. Penyakit ini kebanyakan terjadi pada penderita usia 40-70
tahun dengan faktor resiko keadaan umum yang kurang baik seperti gizi buruk, penggunaaan
imunosupresan, alkohol dan diabetes melitus.1,2,4
Fournier gangren relatif jarang, namun sangat progresif kejadian yang tepat dari penyakit
ini tidak diketahui. Dalam artikel penelitian Fournier gangrene pada tahun 2013, Benjelloun et
al. terdapat sekitar 50 kasus infeksi yang dilaporkan dalam rekam medis RS Universitas Hassan
II Maroko sejak Januari 2003-Desember 2009. Dari 50 pasien, 12 pasien meninggal dan 28
pasien dapat bertahan hidup, dimana angka mortalitas 24%. Terdapat 44 orang laki-laki dan 5
orang perempuan. Jenis kelamin tidak berkaitan dengan angka mortalitas. Sumber infeksi 72%
kasus dapat diidentifikasi, dan sumber infeksi yang paling sering adalah melalui anorektal.
Diabetes Mellitus merupakan faktor penyulit tersering.3
Kejadian yang lebih rendah pada wanita dapat disebabkan oleh drainase yang lebih baik
dari daerah perineum melalui cairan vagina. Pria yang berhubungan seks dengan sesama jenis
berada pada risiko yang lebih tinggi, terutama untuk infeksi yang disebabkan terkait dengan
methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). 3,4 Meskipun awalnya digambarkan sebagai
gangren idiopatik alat kelamin, tetapi penyebab Fournier gangren dapat diidentifikasikan pada
75-95% dari jumlah kasusnya. Proses nekrosis biasanya berasal dari infeksi di anorektal (13-

50%), saluran urogenital (17-87%), sedang yang lain dari trauma lokal atau infeksi kulit di
sekitar alat kelamin.1
Dengan memperhatikan masalah- masalah di atas, maka pengkajian tentang analisis
ketepatan anamnesa, pemeriksaan fisik, diagnose banding, pemeriksaan penunjang, dan working
diagnose yang baik. Dalam penelitian ini dilakukan di RSUD Mardi Waluyo.
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana definisi, etiologi, klasifikasi, patogenesis, diagnosis dan penatalaksanaan
Fournier Gangrene ?
1.3 Tujuan
Mengetahui definisi, etiologi, klasifikasi, patogenesis, diagnosis dan penatalaksanaan
Fournier Gangrene.
1.4 Manfaat
1. Menambah wawasan mengenai penyakit bedah urologi khususnya Fornier Gangrene.
2. Sebagai proses pembelajaran bagi dokter muda yang sedang mengikuti kepaniteraan
klinik bagian ilmu penyakit bedah urologi.