Anda di halaman 1dari 18

EFEK SAMPING

INH
Efek samping dalam hal neurologi: parestesia, neuritis
perifer, gangguan penglihatan, neuritis optik, atropfi optik,
tinitus, vertigo, ataksia, somnolensi, mimpi berlebihan,
insomnia, amnesia, euforia, psikosis toksis, perubahan
tingkah laku, depresi, ingatan tak sempurna, hiperrefleksia
Hematologi: agranulositosis, anemia aplastik, atau
hemolisis, anemia, trambositopenia, Eusinofilia,
methemoglobinemia
Saluran cerna: mual, muntah, sakit ulu hati
Intoksikasi lain: sakit kepala, takikardia, dispenia, mulut
kering, retensi kemih (pria), hipotensi postura, sindrom
seperti lupus, eritemamtosus, dan rematik

RIFAMPISIN
Saluran cerna: rasa panas pada perut, sakit epigastrik,
mual, muntah, anoreksia, kembung, kejang perut, diare
SSP: letih rasa kantuk, sakit kepala, ataksia
Hipersensitifitas: demam, pruritis, urtikaria, erupsi kulit,
sariawan mulut dan lidah, eosinofilia, hemolisis,
hemoglobinuria, hematuria, insufiensi ginjal, gagal ginjal
akut( reversibel)
Hematologi: trombositopenia, leukopenia transien,
anemia, termasuk anemia hemolysis
Intoksikasi lain: Hemoptisis, proteinurea rantai rendah,
gangguan menstruasi

PIRAZINAMIDA
Efek samping :hepatotoksisitas, termasuk demam
anoreksia, hepatomegali, ikterus; gagal hati; mual,
muntah, artralgia, anemia sideroblastik, urtikaria

ETAMBUTOL
Efek samping yang muncul antara lain gangguan
penglihatan dengan penurunan visual, buta warna dan
penyempitan lapangan pandang. Gangguan awal
penglihatan bersifat subjektif; bila hal ini terjadi maka
etambutol harus segera dihentikan

Streptomisin
Efek samping utama adalah kerusakan syaraf kedelapan yang
berkaitan dengan keseimbangan dan pendengaran
Gejala efek samping yang terlihat ialah telinga mendenging
(tinitus), pusing dan kehilangan keseimbangan. Keadaan ini
dapat dipulihkan bila obat segera dihentikanatau dosisnya
dikurangi 0,25gr
Reaksi hipersensitiviti kadang terjadi berupa demam yang timbul
tiba-tiba disertai sakit kepala, muntah dan eritema pada kulit
Streptomisin dapat menembus sawar plasenta sehingga tidak
boleh diberikan pada perempuan hamil sebab dapat merusak
syaraf pendengaran janin

Kanamycin
Pada beberapa pasien kanamycin dapat menyebabkan
reaksi alergi seperti : kemerahan pada kulit, demam dan
anafilaksis. Ototoksik dan nefrotoksik kanamycin dapat
timbul pada penggunaan jangka lama

AMIKASIN
Efek Samping : Reaksi alergi, dispnea, eosinophilia,
Ototoksisitas, nefrotoksisitas

Kuinolon
Saluran Cerna: Efek samping ini paling sering timbul akibat
penggunaan golongan kuinolon, dan bermanifestasi dalam bentuk
mual, dan rasa tidak enak diperut.
Susunan Saraf Pusat
Yang paling sering terjadi adalah Sakit kepala dan Pusing. Bentuk
yang jarang timbul ialah Halusinasi. Kejang dan delirium
Hepatotoksisitas
Efek samping ini jarang terjadi.
Kardiotoksisitas
Akumulasi kalium dalam miosit, akibatnya terjadi aritmia Ventrikel.
Disglikemia
Dapat Menimbulkan hiper atau hipoglikemia. Akibatnya akan
memperparah penyakit diabetes Melitus.

Interaksi Obat

INH
Isoniazid dapat meningkatkan toksisitas karbamazepine,
ethosuximide, fenitoin, diazepam, triazolam, teofilin, dan
warfarin.
Konsentrasi dalam darah isoniazid dapat berkurang bila
digunakan bersamaan dengan ketokonazole.
Risiko hepatotoksisitas dapat menigkat bila digunakan
bersamaan dengan rifampisin dan obat hepatotoksik lainnya.
Pada penderita yang mengkonsumsi alkohol, efektivitas
isoniazid dapat menurun dan risiko neuropati dan
hepatotoksisitas dapat meningkat.
antasidadan adsorbenmenurunkan absopsi

Rifampisin
Interaksi obat ini adalah:
Rifampisin menurunkan respons antikoagulan, antidiabetik,
kinidin, preparat digitalis, kortikosteroid, siklosporin, fenitoin,
analgesik
absorpsi dikurangi oleh antasida

Pirazinamid
Probenesid dapat menghambat pengeluaran
pirazinamid melalui ginjal

Streptomisin
Interaksi dari Streptomisin adalah dengan kolistin,
siklosporin, Sisplatin menaikkan risiko nefrotoksisitas
Kapreomisin, dan vankomisin menaikkan ototoksisitas
dan nefrotoksisitas
Bifosfonat meningkatkan risiko hipokalsemia
Diuretika kuat meningkatkan risiko ototoksisitas

ETAMBUTOL
Garam Aluminium seperti dalam obat maag, dapat
menunda dan mengurangi absorpsi etambutol

Kanamycin
Neuromuskular bloker, obat-obat lain yang dapat
mengakibatkan ototoksis, dan nefrotoksis, dan
diuretika.

Amikasin
Amikasin dapat meningkatkan atau memperpanjang
efek dari agen bloker neuromuskular
Penggunaan bersama amfoterisin (atau obat nefrotoksik
lain) dapat meningkatkan risiko nefrotoksisitas dari
amikasin.;
Resiko ototoksisitas amikasin dapat meningkat dengan
obat ototoksik lain

Kuinolon
Antasid : Absorpsi kuinolon dan Flurokuinolon dapat
berkurang hingga 50% jika diminum bersamaan dengan
Antasid.
Teofilin: Akan Menghambat Metabolisme Teofolin dan
meningkatkan kadar teofilin dalam darah, sehingga
dapat terjadi intoksikasi.
Obat Anti Artimia: Akan mengakibatkan terjadinya
Akumulasi kalium dalam miosit, akibatnya terjadi
aritmia Ventrikel.