Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Keanekaragaman makhluk hidup di dunia ini sangat

beragam sesuai dengan ciri khasnya masing-masing. Jika seluruh


hewan yang ada di alam kita kelompokkan berdasarkan ada
tidaknya tulang belakang, maka sebagian besar akan termasuk
kepada

hewan

yang

tidak

bertulang

(Invertebrata

dan

Avertebrata). Hewan intertebrata ada yang tersusun dari satu sel


(uniseluler) dimana seluruh aktivitas kehidupannya dilakkukan
oleh sel itu sendiri. Sedangkan hewan invertebrata yang tersusun
oleh banyak sel (multiseluler/metazoa) sel-selnya mengalami
diferensiasi dan spesialisasi membentuk jaringan dan organ
tubuh dan aktivitasnya semakin komplek. Hewan yang termasuk
pada invertebrata meliputi semua protozoa, yaitu hewan bersel
satu dan sebagian metazoa yaitu hewan yang bersel banyak
Keanekaragaman

makhluk

hidup

dapat

di

golongkan

menjadi beberapa golongan. Salah satunya adalah hewan


invertebrata. Invertebrata adalah kelompok hewan yang tidak
memiliki tulang

belakang. Animalia yang termasuk dalam

kelompok ini memiliki habitat yang sangat bervariasi, dari laut,


sungai, darat, bahkan sampai pegunungan.
1.2

Rumusan Masalah

Pengertian hewan invertebrate (hewan tak bertulang belakang)

Macam-Macam Hewan Invertebrata


1.3

Tujuan
Adapun tujuan yang dari penulisan makalah ini yaitu dapat

mengetahui Hewan Invertebrata

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian

hewan

invertebrate

(hewan

tak

bertulang belakang)
Invertebrata adalah kelompok hewan yang tidak memiliki
tulang belakang. Animalia yang termasuk dalam kelompok ini
memiliki habitat yang sangat bervariasi, dari laut, sungai, darat,
bahkan sampai pegunungan. Hewan ini kebanyakan memiliki
umur yang relatif singkat. Jarang ada yang sampai berusia lebih
dari satu tahun

Berbagai hewan Invertebrata


2.2

Macam-Macam Hewan Invertebrata


Berdasarkan jenis simetri tubuhnya, invertebrata dapat

dibedakan menjadi kelompok hewan bersimetri radial dan


kelompok hewan bersimetri bilateral. Kelompok hewan tertentu

disebut hewan bersimetri radial karena tubuhnya dapat dipotong


menjadi dua bagian yang simetris melalui lebih dari satu arah.
Oleh karena itu, tubuh hewan yang bersimetri radial biasanya
bebrentuk silindris atau membulat. Bagian tubuh setelah atas
yang dekat dengan mulut disebut bagian oral, sedangkan bagian
sebelah bawah disebut bagian suboral
Jika seluruh hewan yang ada di alam kita kelompokkan
berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, maka sebagian besar
akan

termasuk

kepada

hewan

yang

tidak

bertulang

(Invertebrata dan Avertebrata). Hewan intertebrata ada yang


tersusun dari satu sel (uniseluler) dimana seluruh aktivitas
kehidupannya dilakkukan oleh sel itu sendiri. Sedangkan hewan
invertebrata

yang

tersusun

oleh

banyak

sel

(multiseluler/metazoa) sel-selnya mengalami diferensiasi dan


spesialisasi

membentuk

jaringan

dan

organ

tubuh

dan

aktivitasnya semakin komplek. Hewan yang termasuk pada


invertebrata meliputi semua protozoa, yaitu hewan bersel satu
dan sebagian metazoa yaitu hewan yang bersel banyak
Adapun

kelompok

hewan

yang

lain

disebut

hewan

bersimetris bilateral karena tubuhnya dapat dipotong menjadi


dua bagian yang simetris hanya melalui satu arah. Oleh karena
itu, tubuh hewan yang bersimetri bilateral biasanya dapat
dipotong menghasilkan dua bagian yang simetris dari arah
kepala (cepal) lalu ke arah eklor (caudal) atau dari arah atas
(superior) ke arah bawah (interior)
Berdasarkan
invertebrata

tingkat

dapat

perkembangan

dibedakan

menjadi

lapisan

tubuhnya,

diploblastik

dan

triploblastik. Hewan diploblastik memiliki dua lapisa tubuh, yaitu


endodermis (dalam) dan ektodermis (luar), misalnya Porifera dan
Coelenterata. Berdasarkan ada tidaknya rongga tubuh (selom),
hewan triplobalstik dibedakan menjadi triploblastik aselomata,
triplobalstik pseudoselomata, dan triplobalstik selomata

Hewan-hewan triploblastik aselomata memiliki tiga lapisan


tubuh (ektodermis, mesodermis, dan endodermis)

dan tidak

memiliki rongga tubuh, misalnya Platyhelminthes. Hewan-hewan


golongan triploblastik

Pseu doselomata memilikitiga lapisan

tubuh (ektodermis, mesodermis, dan endodermis) yang memiliki


ronga dalam saluran tubuh misalnya Nemathelminthes. Hewanhewan

triploblastik

selomata

memiliki

tiga

lapisan

tubuh

(ektodermis, mesodermis, dan endodermis) serta memilii ronga


tubuh yang terisi oleh cairan dan ada penggantung organ
(disebut mesenteron), misalnya Annelida, Mollusca, Arthropoda,
Echinodermata, dan Chordata (hewan bertulang belakang)
Hewan-hewan yang termasuk kelompok invertebrata, antara
lain Porifera (hewan berpori), Coelenterata (hewan berongga),
Platyhelminthes

(cacing

pipih),

Nemathelminthes

(cacing

benang), Annelida (cacing gelang), Mollusca (hewan bertubuh


lunak), Artrhopoda (hewan yang memiliki kaki bersendi-sendi)
dan Echinodermata (hewan berkulit duri) .[2]
1.

Porifera (hewan berpori)

(Latin: porus = pori,fer = membawa) atau spons atau hewan


berpori adalah sebuah filum untuk hewan multiseluler yang
paling sederhana.
Ciri-ciri morfologinya antara lain:

tubuhnya berpori (ostium)

multiseluler

tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang


simetri radial.

berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan

warnanya bervariasi

tidak berpindah tempat (sesil)


Porifera hidup secara heterotrof. Makanannya adalah bakteri dan
plankton. Makanan yang masuk ke tubuhnya dalam bentuk
4

cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan cairan.


Habitat porifera umumnya di laut.
2.

Coelenterata (Hewan Berongga)


Coelenterata (dalam bahasa yunani, coelenteron = rongga)

adalah invertebrata yang memiliki rongga tubuh.Rongga tubuh


tersebut

berfungsi

sebagai

alat

(gastrovaskuler).Coeleanterata disebut

juga

pencernaan
Cnidaria

(dalam

bahasa yunani, cnido = penyengat) karena sesuai dengan cirinya


yang

memiliki

sel

penyengat.Sel

penyengat

terletak

pada tentakel yang terdapat disekitar mulutnya coelenterate


memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks sel-sel coleonterata
sudah

terorganisasi

membentuk

jaringan

dan

fungsi

dikoordinasikan oleh saraf sederhana.


3.

Platyhelminthes (cacing pipih)


Platyhelminthes adalah binatang sejenis cacing pipih dengan

simetri tubuh simetris bilateral tanpa peredaran darah dengan


pusat syarah yang berpasangan. Cacing pipih kebanyakan
sebagai biang timbulnya penyakit karena hidup sebagai parasit
pada binatang / hewan atau manusia.
Contoh dari cacing pipih antara lain :
cacing getar : planaria
cacing pita : Taenia saginata (cacing pita sapi), Taenia solium
(cacing pita babi), Echinococcus granulosum (cacing pita
anjing)
cacing isap : cacing hati (Fasciola hepatica)
4.

Nemathelminthes (Cacing gilig)


Nemathelminthes atau cacing gilik / gilig adalah hewan yang

memiliki tubuh simetris bilateral dengan saluran pencernaan


yang baik namun tiak ada sistem peredaran darah.

Contoh : cacing perut (Ascaris lumbricoides), cacing kremi


(Oxyuris vermicularis), cacing tambang (Ancylostoma duodenale)
, cacing filaria (Wuchereria bancrofti).

5.

Annelida (Cacing Gelang)


Annelida adalah cacing gelang dengan tubuh yang terdiri

atas segmen-segmen dengan berbagai sistem organ tubuh yang


baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Annelida sebagian
besar memiliki dua kelamin sekaligus dalam satu tubuh atau
hermafrodit.
Contoh :
cacing

cacing tanah (Lumbricus terrestris), cacing wawo,


palolo,

lintah

(Hirudo

medicinalis)

dan

pacet

(Haemodipsa)
6.

Mollusca (Hewan bertubuh lunak)


Mollusca adalah hewan bertubuh lunak tanpa segmen

dengan tubuh yang lunak dan biasanya memiliki pelindung tubuh


yang berbentuk cangkang atau cangkok yang terbuat dari zat
kapur untuk perlindungan diri dari serangan predator dan
gangguan lainnya. Hidup di air laut, air tawar dan di darat.
Contoh : kerang, , gurita, cumi-cumi, sotong, siput darat, siput
laut, chiton.
7.

Echinodermata (Hewan berkulit duri)


Echinonermata adalah binatang berkulit duri yang hidup di

wilayah laut dengan jumlah lengan lima buah bersimetris tubuh


simetris radial. Beberapa organ tubuh echinodermata sudah
berkembang dengan baik. Tubuh ditutupi duri yang tersusun atas
zat kapur, memiliki daya regenerasi yang tinggi, hidup di laut,

berkembang biak secara kawin yang pembuahannya diluar


tubuh.
Contoh :
Bintang laut (Asteroidea), Landak laut (Echinoidea), Bintang
ular (Ophiuroidea), lili laut (Crinoidea), teripang (Holothuroidea).
[4]

8.

Arthropoda (Hewan Berbuku-buku)


Arthropoda adalah hewan dengan kaki beruas-ruas dengan

sistem saraf tali dan organ tubuh telah berkembang dengan baik.
Tubuh artropoda terbagi atas segmen-segmen yang berbeda
dengan sistem peredaran darah terbuka.
Arthropoda dibagi menjadi 4 kelas, yaitu :
a. Insecta (Serangga)
Insecta

adalah

kelompok

utama

dari

hewan

beruas

(Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah


mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa Yunani yang berarti
berkaki enam)
Contoh : kecoa, kupu-kupu, nyamuk, lalat
b. Crustaceae (Udang-udangan)
Mayoritas merupakan hewan air, baik air tawar maupun laut,
walaupun

beberapa

kelompok

telah

beradaptasi

dengan

kehidupan darat, seperti kepiting darat. Kebanyakan anggotanya


dapat bebas bergerak, walaupun beberapa takson bersifat
parasit dan hidup dengan menumpang pada inangnya.
Tubuh Crustacea terdiri atas dua bagian, yaitu kepala dada
yang menyatu (sefalotoraks) dan perut atau badan belakang
(abdomen). Bagian sefalotoraks dilindungi oleh kulit keras yang
disebut karapas dan 5 pasang kaki yang terdiri dari 1 pasang
kaki capit (keliped) dan 4 pasang kaki jalan. Selain itu, di

sefalotoraks juga terdapat sepasang antena, rahang atas, dan


rahang bawah. Sementara pada bagian abdomen terdapat 5
pasang kaki renang dan di bagian ujungnya terdapat ekor. Pada
udang betina, kaki di bagian abdomen juga berfungsi untuk
menyimpan telurnya.
Contoh : kepiting, ketam, udang

c. Arachnoidea (Laba-laba)
Laba-laba, atau disebut juga labah-labah, adalah sejenis
hewan

berbuku-buku

(arthropoda)

dengan dua

segmen

tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut
pengunyah. Laba-laba merupakan hewan pemangsa (karnivora),
bahkan

kadang-kadang

kanibal.

Mangsa

utamanya

adalah

serangga.
Tidak semua laba-laba membuat jaring untuk menangkap
mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang
sutera yakni helaian serat protein yang tipis namun kuat dari
kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di bagian belakang
tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu
pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain,
menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang
sarang, dan lain-lain.[5]
Contoh : kalajengking, laba-laba, kutu buku.
d. Myriapoda (Lipan)
Kelabang adalah hewan yang memiliki sepasang kaki di
setiap ruas tubuhnya. Hewan ini termasuk hewan yang berbisa,
dan termasuk hewan nokturnal (beraktivitas di malam hari).
Contoh : lipan (kelabang), luwing (kaki seribu)
9. Protozoa atau Protosoa

Protozoa adalah hewan bersel satu karena hanya memiliki satu


sel saja alias bersel tunggal dengan ukuran yang mikroskopis
hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Protozoa dapat hidup di
air atau di dalam tubuh makhluk hidup atau organisme lain
sebagai

parasit.

Hidupnya dapat sendiri atau soliter atau beramai-ramai atau


koloni. Contohnya : amuba / amoebia.
BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan.
Invertebrata adalah kelompok hewan yang tidak memiliki

tulang belakang. Animalia yang termasuk dalam kelompok ini


memiliki habitat yang sangat bervariasi, dari laut, sungai, darat,
bahkan sampai pegunungan. Hewan ini kebanyakan memiliki
umur yang relatif singkat.
Hewan-hewan

yang

termasuk

kelompok

invertebrata,

antara lain Porifera (hewan berpori), Coelenterata

(hewan

berongga), Platyhelminthes (cacing pipih), Nemathelminthes


(cacing benang), Annelida (cacing gelang), Mollusca (hewan
bertubuh lunak), Artrhopoda (hewan yang memiliki kaki bersendisendi) dan Echinodermata (hewan berkulit duri).
3.2

Saran
Kami tahu makalah kami ini masih sangat jauh daari kata

sempurna, maka dari itu kami mohon kritik dan sarannya agar
makalah berikutnya menjadi lebih baik lagi. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi kita semua

DAFTAR PUSTAKA
Basyirudin, Ilmu Pengetahuan Alam, CP Citra Pustaka
Ciputat, 2002.hl. 28
http://www.pengertian,hewan,invertebratadiankumala.blogspot.com. Jumat/01/November
Rubiyanto, Buku Ajar Ilmu Pengetahuan Alam,PT Abdi
Jaya, Surakarta, 2009. Hl. 22
http://www.pengertian,hewan,invertebratasrimaratus.blogspot. com Jumat/01/November

10