Anda di halaman 1dari 12

KESESUAIAN MUTU PRODUK DAN BERBAGAI ASPEK YANG

MELINGKUPINYA
A. BEBERAPA FAKTOR MEMENGARUHI KESESUAIAN MUTU PRODUK
Walaupun pada bab-bab sebelumnya telah dibahas tentang kesesuaian mutu
produk secara komprehensif, namun untuk memperdetail pembahasan maka dalam,
bab ini akan dibahas tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan kesesuaian mutu
suatu produk yang harus dilakukan suatu perusahaan manufaktur maupun perusahaan
jasa dengan nuansa studi kasus.
Secara rinci bab ini membahas tentang hal-hal sebagai berikut.
1. Hubungan pengendalian mutu (quality control) dengan proses produksi.
2. Ruang lingkup standar mutu terpadu.
3. Pengendalian mutu dan dukungan manajemen.
4. Multi tujuan pengendalian mutu.
5. Ruang lingkup, pengendalian mutu produk.
6. Faktor teknik yang memengaruhi pengendalian mutu.
7. Pengendalian mutu dan bahan sisa.
8. Organisasi dan unit pengendalian mutu.
Pemahaman materi ini sangat penting untuk memahami tentang berbagai aspek
pengendalian mutu, dan implikasinya terhadap perusahaan.
Dengan mempelajari bab ini, pembaca diharapkan dapat mengerti tentang arti, ruang
lingkup, serta tujuan tentang pengendalian mutu dari suatu perusahaan. Dapat dipahami
juga bahwa pengendalian mutu merupakan pekerjaan yang kompleks karena,
menyangkut berbagai tugas yang berkaitan dengan proses pembuatan suatu produk
(jasa).
B. KENDALI MUTU DAN PROSES PRODUKSI
Setiap, perusahaan dalam memproduksi barang (jasa) bertujuan mencari
keuntungan melalui penjualan barang (jasa) kepada konsumen sesuai dengan harga
dan mutu yang direncanakan. Dengan demikian, diharapkan perusahaan dapat
menjamin kelangsungan hidupnya dan bahkan mengembangkan usahanya.
Seperti diterangkan pada bab sebelumnya bahwa terdapat kaitan erat antara mutu,
suatu produk dengan proses produksinya. Suatu produk dibuat melalui proses
pengolahan dari bahan baku menjadi barang setengah jadi dan akhirnya menjadi barang

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Fatah Nurdin MT.

PENGENDALIAN MUTU

jadi (finished goods) berdasarkan mutu yang diciptakan. Secara umum pengertian
produksi adalah suatu proses di mana barang atau jasa diciptakan (production is the
process by which goods and services are created). Proses produksi terjadi karena
adanya interaksi antara berbagai faktor produksi seperti input (berupa bahan baku,
tenaga kerja, mesin, dan sebagainya) bersatu padu untuk menciptakan barang (jasa)
yang mempunyai nilai tambah dan nilai guna yang lebih tinggi yang diperlukan
konsumen.
Contohnya, interaksi antara faktor produksi dalam perusahaan pembuat roti, yakni
dicampuradukkannya bahan baku, tenaga kerja, mesin, dan bahan-bahan lain dalam
proses produksi. Interaksi tersebut akan dapat menghasilkan roti yang mempunyai nilai
tambah dan nilai guna yang lebih besar bagi konsumen.
Intinya, pengertian produksi dapat dinyatakan secara umum sebagai berikut.
Produksi adalah kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan barang (jasa) lain yang
mempunyai nilai tambah dan nilai guna yang lebih besar berdasarkan prinsip ekonomi
manajerial atau ekonomi perusahaan.
Lalu, apa yang dimaksud dengan prinsip ekonomi manajerial? Prinsip ekonomi
manajerial adalah bahwa prinsip produksi harus dijalankan dengan cara meminimumkan
biaya

dan memaksimumkan keuntungan. Meminimumkan biaya

berarti setiap

pengeluaran biaya untuk proses pembuatan suatu barang diusahakan seefisien


mungkin. Sedangkan pengertian memaksimumkan penghasilan berarti agar barang
(jasa) yang dihasilkan harus laku dipasarkan dengan perolehan yang paling optimum.
Hal ini perlu ditekankan bahwa konsep memproduksi barang dengan cara asal jadi
harus sepenuhnya ditinggalkan. Bila tidak, akan mengakibatkan barang yang dihasilkan
tidak laku. Seperti diketahui bahwa konsumen masa kini lebih baik dalam tingkat
kehidupannya sehingga mereka akan lebih memilih barang dengan mutu yang terbaik.
Contohnya sebagian besar masyarakat Amerika Serikat yang mempunyai penghasilan
tinggi, mereka tidak akan berpikir soal harga barang, tetapi akan mencari mutu barang
yang terbaik, walaupun harganya mahal.
Masyarakat Indonesia di masa depan pun mungkin akan lebih mencari barang yang
bermutu baik, tidak sekadar menghiraukan harga barang tersebut.
C. RUANG LINGKUP STANDAR MUTU TERPADU
Pengertian mutu (kualitas) telah dibahas pada bab yang lalu. Namun demikian,
Anda perlu mengetahui lebih lanjut tentang pengendalian mutu suatu produk yang

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Fatah Nurdin MT.

PENGENDALIAN MUTU

dilakukan secara terpadu.


Pengendalian mutu adalah kegiatan terpadu mulai dari pengendalian standar mutu
bahan, standar proses produksi, barang setengah jadi, barang jadi, sampai standar
pengiriman produk akhir ke konsumen agar barang atau jasa yang dihasilkan sesuai
dengan spesifikasi mutu yang direncanakan.
Berbagai tingkat pengawasan standar mutu tersebut harus ditentukan lebih dahulu
sesuai dengan standar mutu yang direncanakan. Bertolak dari standar mutu barang,
dapat ditentukan hal-hal sebagai berikut.
a) Standar mutu bahan baku yang akan digunakan.
b) Standar mutu proses produksi (mesin dan tenaga keij a yang melaksanakan).
c) Standar mutu barang setengah jadi.
d) Standar mutu barang jadi.
e) Standar administrasi, pengepakan, dan pengiriman produk akhir tersebut sampai
ke tangan konsumen.
Misalnya, seorang produsen lemari buku sebelum membuat lemari tersebut, ia akan
menentukan dulu ukuran, bahan kayu, warna pelitur, dan mutu pelitur yang akan
digunakan. Dengan perkataan lain, ahli rancangnya akan terlebih dahulu membuat
desain (rancang bangun) lemari buku. Lalu bahan kayu yang akan digunakan
ditentukan: kayu jati atau kayu kamper (borneo). Setelah itu, ia akan menentukan jumlah
kebutuhan kayu, paku, dan pelitur (cat) sesuai dengan keperluan. Waktu membeli bahan
tersebut akan dilakukan pemeriksaan mutu kayu dan pelitur (cat) agar sesuai dengan
kebutuhan standar mutu lemari.
Selanjuthya ia akan menentukan siapa yang akan melakukan penyerutan, pemotongan,
dan penggergajian kayu. Lalu kegiatan memulai pembuatan lemari tersebut dengan
membuat potongan-potongan kayu dan potongan papan sesuai dengan mutu lemari
yang direncanakan. Kemudian, potongan kayu dan papan dirakit satu sama lain
sehingga menjadi bentuk lemari kayu yang diharapkan.
Tahap proses akhir pun merupakan hal penting dalam pengawasan mutu, yakni
memelitur kayu atau mengecat kayu. Bila salah memilih atau salah mengecat dapat
mengakibatkan lemari buku tersebut hasilnya tidak sesuai dengan rencana. Berarti
walaupun ukurannya benar, tetapi bila penampilan jelek akan dinilai bermutu jelek pula.
Demikian pula pengiriman lemari buku ke konsumen atau pemesan, harus dilakukan
secara hati-hati dan cermat agar tidak cacat selama dalam perjalanan. Sekilas telah
dibahas tentang proses dan pengertian mutu, sesuai dengan DAP (diagram alur proses)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Fatah Nurdin MT.

PENGENDALIAN MUTU

yang telah diterangkan dalam bab sebelumnya.


Hal yang perlu diperhatikan di sini bahwa keadaan atau bahan dan proses produksi
harus sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Bila dalam tahap proses kegiatan
terdapat hasil pekerjaan yang menyimpang, harus cepat diperbaiki sebagai tindakan
koreksi. Bila tindakan tersebut secara tegas dilaksanakan maka mutu barang yang
dihasilkan akan sesuai dengan standar yang direncanakan. Secara umum pengendalian
atau pengawasan mutu terpadu dalam suatu perusahaan manufaktur dilakukan secara
bertahap sebagai berikut.
a) Pemeriksaan dan pengawasan kualitas bahan mentah (bahan baku, bahan baku
penolong, dan sebagainya).
b) Pemeriksaan atas produk sebagai hasil proses pembuatan. Hal ini berlaku untuk
barang setengah jadi maupun barang jadi.
c) Pemeriksaan cars pengepakan dan pengiriman barang ke konsumen.
d) Mesin, tenaga kerja, dan fasilitas lain yang dipakai dalam proses produksi harus
juga diawasi sesuai dengan standar kebutuhan.
Jadi, secara keseluruhan tahap pengendalian mutu meliputi hal-hal sebagai berikut.
a) Pemeriksaan mutu bahan baku, mutu bahan dalam proses, dan mutu produk
jadi. Demikian pula standar jumlah dan komposisinya.
b) Pemeriksaan yang dilakukan tersebut memberi gambaran apakah proses
produksi berjalan seperti yang telah ditetapkan atau tidak.
c) Melakukan analisis fakta untuk mengetahui penyimpangan yang mungkin teijadi.
d) Apabila terjadi penyimpangan, harus segera dilakukan koreksi agar produk yang
dihasilkan memenuhi standar yang direncanakan.
Secara umum pengawasan mutu dapat digambarkan sebagai suatu kegiatan inspeksi
bertahap dari mulai mengamati lalu mengumpulkan fakta, kemudian melakukan
tindakan-tindakan yang perlu dilakukan.
Hal ini perlu dilaksanakan untuk mencapai dan memperiahankan mutu produk yang
telah ditetapkan. Jadi, pada hakikatnya pengertian pengawasan mutu adalah usaha
mencegah terjadinya penyimpangan atau kerusakan. Bila timbul penyimpangan atau
kerusakan mutu maka akan diambil tindakan koreksi untuk mencegah timbulnya kembali
penyimpangan tersebut. Misalnya, bila standar ukuran jari-jari sepeda 30 cm, berarti
produk jari-jari tersebut harus berukuran 30 cm pula, tidak boleh 29 cm atau 31 cm.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Fatah Nurdin MT.

PENGENDALIAN MUTU

D. KENDALI MUTU DAN DUKUNGAN MANAJEMEN


Sebelum suatu barang dibuat, seyogianya perlu diperhatikan lebih dahulu
tentang kegunaan dan manfaat barang tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Apakah
diperlukan para konsumen? Sebab kegunaan suatu barang atau jasa dalam kehidupan
sehari-hari berkaitan dengan upaya kepuasan konsumen. Walaupun tingkat kepuasan
konsumen dipengaruhi banyak faktor, namun mutu suatu barang atau jasa ada
pengaruhnya terhadap pemenuhan kepuasan pemakai. Dalam hubungan ini, kegunaan
pengendalian mutu adalah alat kendali dalam proses pembuatan suatu produk atau jasa
agar sesuai dengan mutu yang direncanakan. Dalam hal ini perlu dikemukakan bahwa
pimpinan perusahaan (manajemen) dan tenaga kerja lain harus saling menunjang dalam
melaksanakan kegiatan pengendalian mutu barang atau jasa sejak awal, yakni mulai
pemilihan bahan baku, lalu proses produksi sampai barang jadi, dan seterusnya. Jadi,
partisipasi seluruh karyawan dan manajemen akan memengaruhi keberhasilan kendali
mutu atas suatu produk.
Kiranya ada baiknya dikutipkan tentang pengawasan mutu barang, sebagai berikut.
In performing monitoring function, quality control must decided the amount and type of
inspection and control required to insure achievement of the specification economically.
(Dalam melaksanakan fungsi pemantauan (monitoring), pengendalian mutu harus
ditentukan jumlah dan jenis inspeksi yang diperlukan agar terjamin tujuan memperoleh
produk bermutu yang direncanakan secara ekonomis).
Dalam menentukan jumlah dan jenis pemantauan dalam proses pengendalian mutu
suatu barang, terlebih dahulu harus dibuat suatu diagram alur proses produksi atau
disingkat DAP. Berdasarkan diagram alur proses produksi tersebut, dapat ditentukan
jenis dan banyaknya titik pemantauan yang efektif. Namun demikian, jumlah
pemantauan harus berprinsip kepada segi ekonomis. Ingat bahwa proses pengendalian
mutu harus berprinsip kepada manajerial ekonomis atau dikenal sebagai "harus efisien".
Jadi, Anda tahu bahwa tipe dan jenis pemantauan tergantung kepada jenis dan tipe
diagram alur proses produksi. Makin panjang diagram alur proses produksi, semakin
banyak pula titik pemantauan yang diperlukan. Sebaliknya, makin pendek diagram alur
atau proses produksi, berarti makin sedikit pula titik dan jenis pemantauan yang
diperlukan.
Penerapan pengendalian mutu pada satu perusahaan dimaksudkan untuk memperoleh
gambaran pasti tentang produk akhir. Apakah komposisi, desain, maupun spesifikasi
telah sama dengan standar yang telah ditetapkan? Jadi, pengendalian mutu hanya

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Fatah Nurdin MT.

PENGENDALIAN MUTU

dapat dilakukan bila sebelumnya telah ditetapkan suatu standar ukuran. Tanpa standar
tersebut perusahaan tidak mempunyai dasar ukuran untuk mengawasi apakah proses
produksi telah berjalan dengan semestinya. Dengan perkataan lain, tanpa standar yang
ditetapkan lebih dahulu (predetermined standard), berarti tidak dapat dipantau tentang
penggunaan bahan baku dan fasilitas proses produksi sehingga sulit dibandingkan
dengan output (hasil akhirnya). Fungsi pengendalian mutu, bukan saja untuk
memperoleh mutu produk yang sesuai dengan standar, tetapi juga untuk mengetahui
tingkat efisiensi.
Bagaimana caranya? Penggunaan bahan baku yang melebihi jumlah standar, misalnya,
berarti pemakaian bahan lebih banyak dari ketentuannya. Hal ini bila tidak diawasi
berarti pemborosan. Demikian pula bila proses penggunaan bahan baku salah, berarti
bahan dalam proses (work in process) harus dibuang atau bila mungkin diolah kembali
(remade). Hal ini merupakan pemborosan waktu dan tenaga yang merupakan terjadinya
inefficiency.
E. TUJUAN GANDA KENDALI MUTU PRODUK
Tujuan pokok dari pengendalian mutu adalah untuk mengetahui sampai
seberapa jauh proses dan basil produk dan jasa yang dibuat sesuai dengan standar
yang ditetapkan perusahaan. Pengendalian mutu merupakan upaya untuk mencapai
dan mempertahankan standar bentuk, kegunaan, dan warna yang direncanakan.
Dengan perkataan lain, pengendalian mutu ditujukan untuk mengupayakan agar produk
atau jasa akhir sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dalam pengendalian mutu ini, semua kondisi barang diperiksa berdasarkan standar
yang ditetapkan. Bila terdapat penyimpangan dari standar dicatat untuk dianalisis. Hasil
analisis pengendalian mutu tersebut digunakan untuk dijadikan pedoman atau perbaikan
sistem kerja sehingga produk yang bersangkutan sesuai dengan standar yang
ditentukan. Pelaksanaan pengawasan mutu dan kegiatan produksi harus dilaksanakan
secara terus-menerus untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyimpangan dari
rencana standar agar dapat dengan segera diperbaiki.
Intinya, maksud dari pengawasan mutu adalah agar standar spesifikasi produk yang
telah ditetapkan sebelumnya tercermin dalam hasil produk akhir.
Secara umum tujuan pengawasan mutu adalah sebagai berikut.
a) Produk akhir mempunyai spesifikasi sesuai dengan standar mutu yang telah
ditetapkan.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Fatah Nurdin MT.

PENGENDALIAN MUTU

b) Agar biaya desain produk, biaya inspeksi, dan biaya proses produksi dapat ber
alan secara efisien.
Bila dua hal tersebut dapat terlaksana, yakni produk yang dihasilkan bermutu baik
dengan harga jual yang logisc maka perusahaan dapat meningkatkan dayas saingnya.
Di bawah ini akan bahas lebih rinci tentang ruang lingkup pengendalian mutu.
Kegiatan pengendalian mutu merupakan bidang pekerjaan yang sangat luas dan
kompleks karena semua variabel yang memengaruhi mutu harus diperhatikan. Secara
garis besar, pengendalian mutu dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
1. Pengendalian mutu bahan baku.
2. Pengendalian dalam proses pengolahan (work in process).
3. Pengendalian mutu produk akhir.
1. Pengendalian Mutu Bahan
Mutu bahan akan sangat memengaruhi basil akhir dari barang yang dibuat.
Bahan baku dengan mutu yang jelek akan menghasilkan mutu barang yang jelek.
Sebaliknya, bahan baku yang baik dapat menghasilkan barang yang baik. Pengendalian
mutu bahan harus dilakukan sejak penerimaan bahan baku di gudang, selama
penyimpanan, dan waktu bahan baku akan dimasukkan dalam proses produksi (work in
process).
Kelainan mutu bahan baku akan memberi akibat mutu produk yang dihasilkan berada di
luar standar mutu yang direncanakan. Contohnya, mutu terigu yang baik dapat
menghasilkan roti yang baik. Sebaliknya, bila mutu terigu jelek maka roti yang dihasilkan
pun jelek. Rusaknya mutu bahan baku dapat terjadi karena sistem penggudangan yang
jelek.
2. Pengendalian Mutu dalam Proses Pengelolaan
Sesuai dengan DAP (Diagram Alur Produksi) dapat dibuat tahap-tahap
pengendalian mutu sebelum proses produksi berlangsung. Anda simak kembali materi
yang lalu bahwa dalam membuat suatu produk diperlukan beberapa urutan proses
produksi agar produk yang dihasilkan dapat sesuai dengan yang direncanakan. Tiap
tahap proses produksi diawasi sehingga kesalahan yang terjadi dalam proses produksi
dapat diketahui, untuk selanjutnya segera dilakukan perbaikan (koreksi).
Terdapat beberapa cara pengendalian mutu selama proses produksi berlangsung.
Misalnya melalui contoh (sampel), yakni hasil yang diambil pada selang waktu yang

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Fatah Nurdin MT.

PENGENDALIAN MUTU

sama. Sampel tersebut dianalisis secara statistik untuk memperoleh gambaran apakah
sampel tersebut sesuai dengan yang direncanakan atau tidak. Bila tidak sesuai berarti
proses produksinya salah. Selanjutnya, kesalahan tersebut harus diteruskan kepada
operator (pelaksanaan) untuk dilakukan perbaikan. Pengawasan dilakukan terhadap
seluruh tahapan proses produksi dari awal hingga akhir tanpa kecuali. Bila salah satu
tahapan produksi diabaikan berarti pengendalian mutu tidak cermat. Di sinilah perlunya
kerja saling mendukung antara karyawan satu dengan yang lain, termasuk pihak
manajemen.
3. Pengendalian Mutu Produk Akhir
Produk akhir harus diawasi mutunya sejak keluar dari proses produksi hingga
tahap

pembungkusan,

penggudangan,

dan

pengiriman

ke

konsumen.

Dalam

memasarkan produk, perusahaan harus berusaha menampilkan produk yang bermutu.


Hal ini hanya dapat dilaksanakan bila atas produk akhir tersebut dilakukan pengecekan
mutu agar produk rusak (cacat) tidak sampai ke tangan konsumen.
F. FAKTOR TEKNIS YANG MEMENGARUHI MUTU
Dalam suatu perusahaan manufaktur di mana proses produksi dikerjakan oleh
mesin yang telah terus-menerus bekerja secara berulang-ulang, tentu saja lamakelamaan mesin tersebut ukuran dan kerjanya menjadi tidak akurat lagi karena aus.
Oleh karena itu, makin berat beban kerja mesin, makin berpengaruh pada hasil produk
yang dihasilkan. Jadi, mesin harus bekerja sesuai dengan kemampuan. Artinya, ada
batas-batas kemampuan yang dicapai perusahaan sesuai dengan kemampuan
kapasitas yang tersedia. Demikian pula dengan standar mutu harus disesuaikan dengan
kapasitas teknologi yang dimiliki. Selain itu, standar mutu yang direncanakan harus
disesuaikan dengan teknologi yang digunakan. Standar spesifikasi produk yang
direncanakan harus realistis ditinjau dari segi kemampuan teknologi produksi yang
dimiliki dan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.
Jadi, standar mutu barang harus direncanakan dengan saksama lebih dahulu agar
standar spesifikasi yang ditentukan merupakan kompromi dari kedua segi, yakni
teknologi dan kebutuhan konsumen.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Fatah Nurdin MT.

PENGENDALIAN MUTU

G. KENDALI MUTU DAN BAHAN SISA


Sebenarnya terdapat manfaat dan tujuan lain dalam mengawasi suatu proses
produksi, yakni agar dapat mengurangi bahan sisa. Bahan-bahan sisa yang terbuang
harus diupayakan sesedikit mungkin. Oleh karena itu, pengendalian atas bahan sisa
harus dilakukan terus-menerus dengan saksama. Dalam hal ini terkait aspek efisiensi
penggunaan bahan baku. Memang bahan sisa tidak dapat dihindari, tapi upayakan
sekecil mungkin.
Selain itu, efisiensi proses produksi tergantung pada seluruh proses produksi yang
harus dilaksanakan. Barang yang sama dapat dihasilkan oleh proses produksi yang
berbeda dengan biaya produksi yang berbeda. Tingkat efisiensi yang berbeda, karena
skala produksi yang berbeda pula. Selain itu, berbeda dalam proses produksi atau
berbeda teknologi yang digunakan dapat juga mengakibatkan perbedaan jumlah bahan
sisa. Tentu saja jumlah bahan sisa yang sedikit berarti penggunaan bahan baku yang
efisien. Idealnya sebuah perusahaan dapat menggunakan teknologi yang ekonomis
dalam berbagai hal termasuk pemakaian tenaga kerja, tenaga listrik, bahan baku, dan
sebagainya.
H. UNIT ORGANISASI KENDALI MUTU
Seperti telah dikemukakan sebelumnya bahwa kegiatan pengendalian mutu di
suatu perusahaan mempunyai tujuan ganda, yakni selain untuk memperoleh mutu
produk atau mutu jasa yang sesuai dengan standar, juga agar produk yang dijual sesuai
dengan mutu yang dibutuhkan masyarakat sehingga pengendalian mutu suatu produk
sebenarnya bertujuan untuk menjamin pangsa pasar yang dikuasai. Bahkan bila
mungkin, pangsa pasar tersebut diperluas. Implikasi yang diharapkan adalah menjamin
kelangsungan hidup perusahaan dengan usaha mengembangkan volume penjualan dan
keuntungan. Oleh karena itu, pengendalian mutu merupakan kegiatan yang berfungsi
banyak, walaupun tujuannya satu, yakni meningkatkan volume penjualan.
Dalam upaya melaksanakan fungsi pengendalian mutu, umumnya setiap struktur
organisasi perusahaan mempunyai unit untuk pengendalian mutu. Unit kerja pengendali
mutu, bisa berstatus seksi atau bagian atau divisi, tergantung pada besar kecilnya skala
usaha perusahaan tersebut.
Namun, dapat tedadi bahwa suatu perusahaan tidak mempunyai unit kerja pengendali
mutu yang formal. Mengapa demikian? Dalam hal ini, pihak manajemen berpendapat
bahwa pekerjaan tersebut dapat dilakukan oleh petugas lain yang merangkap. Hal ini

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Fatah Nurdin MT.

PENGENDALIAN MUTU

hanya tedadi pada perusahaan skala kecil, misalnya perusahaan pembuat furnitures, di
mana pemeriksaan mutu hasil produksinya dilakukan oleh pemilik perusahaan. Akan
tetapi, bila perusahaannya bertambah besar, biasanya skala organisasi perusahaan pun
makin besar dan luas. Dalam hal ini, pembagian tugas harus semakin jelas, termasuk
petugas pemeriksa mutu barang.
Dalam struktur organisasi yang mapan, semua petugas (pegawai) di setiap unit kerja
mempunyai tugas khusus tertentu sesuai dengan rincian kerja (job description) yang
mereka punyai. Dalam organisasi yang mapan tersebut, divisi produksi hanya
melaksanakan kegiatan produksi, di mana setiap, orang telah mempunyai wewenang
dan tanggung jawab masing-masing atas barang yang dihasilkan.
Oleh karena itu, tugas wewenang dari berbagai kegiatan bisa sangat beraneka ragam.
Dalam hal pengendalian mutu pun dapat merupakan pekerjaan yang tidak mudah serta
kompleks, karena menyangkut berbagai orang di berbagai tahapan kegiatan produksi.
Namun demikian, semua tugas pengendalian mutu di setiap jenjang proses produksi,
bertanggung jawab terhadap manajer produksi untuk bekerja secara saksama dan
penuh tanggung jawab. Manajer produksi sangat berperan untuk mengkoordinasikan
pengendalian mutu. Sekadar untuk mengingatkan kembali, berikut diungkap kembali
tentang total quality control.
Kegiatan pengendalian mutu pada berbagai jenjang kegiatan yang berhubungan dengan
mutu, yakni sebagai berikut.
1) Pengawasan bahan-bahan di gudang meliputi penerimaan, penyimpanan, dan
pengeluaran.
2) Pengendalian kegiatan di berbagai jenjang proses produksi, sesuai dengan DAP.
3) Mengawasi pengepakan dan pengiriman produk ke konsumen atau langganan.
Jadi jelaslah, khususnya unit pengendalian mutu mempunyai peranan besar dalam
usaha menghasilkan produk sesuai dengan spesifikasi standar barang yang
direncanakan. Hal ini dapat memengaruhi nama baik perusahaan sekaligus menjamin
kelangsungan hidup perusahaan. Oleh karena itu, seyogianya setiap perusahaan harus
memperhatikan kegiatan pengawasan mutu, mengingat perannya yang penting
terhadap hasil produksi perusahaan dan nama baik serta kelangsungan hidup usaha.
Untuk memberikan keterangan yang lebih jelas tentang peranan pengendalian mutu dan
posisinya dalam suatu perusahaan, dalam bab ini disajikan mengenai struktur organsiasi
suatu perusahaan manufaktur. Walaupun yang disajikan di sini adalah struktur
organisasi

perusahaan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

manufaktur,

namun

diharapkan

Fatah Nurdin MT.

Anda

dapat

PENGENDALIAN MUTU

pula

10

menganalogikan

dengan

struktur

organisasi

perusahaan

yang

nonmanufaktur

(perusahaan jasa, seperti hotel, travel agent, losmen, dan sebagainya). Anda perlu tahu
bahwa pada perusahaan nonmanufaktur tidak ada divisi atau unit kerja produksi yang
mengelola mesin dan fasilitas produksi. Mengapa? Karena pada perusahaan jasa tidak
mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Walaupun demikian, perusahaan tersebut
harus menjaga mutu jasa yang dijualnya.
Secara umum struktur organisasi perusahaan manufaktur dapat dilihat padaq Gambar
7.5. Sedangkan struktur perusahaan nonmanufaktur (jasa) dapat dilihat pads Gambar
7.6.
Seyogianya, baik perusahaan manufaktur maupun jasa mempunyai unit pengendali
mutu atas barang (jasa) yang harus dijual. Misalnya hotel dan perusahaan pelayaran.
Hotel atau penginapan harus mempunyai standar mutu kebersihan dan kenyamanan
yang ditawarkan kepada para tamu.
Contoh:

Kamar hotel harus bersih dengan pelayanan yang menyenangkan, di samping


aman dan nyaman untuk dihuni oleh tamu hotel.

Kursi tempat duduk pads bus antarkota harus nyaman dan bersih, bila perlu berAC dengan sopir yang terampil dan hati-hati.

Silakan Anda mengamati dan membaca tentang penjelasan struktur organisasi di bawah
ini. Hanya satu hal yang Anda perlu ingat bahwa kegiatan pengendalian mutu dalam
perusahaan mempunyai ruang lingkup sebagai berikut.
Walaupun unit kerja pengendali mutu produk (jasa) hanya merupakan suatu unit di
bawah divisi produksi, namun divisi-divisi lain pun sebenarnya turut bertanggung jawab
atas mutu barang yang dihasilkan. Oleh karena itu, sebenarnya seluruh divisi sangat
berperan dalam pengendalian mutu. Walaupun tugas dan tanggung jawab terbesar
adalah di divisi produksi, khususnya unit quality control, namun semua karyawan
sesungguhnya harus bertanggung jawab atas mutu barang yang dihasilkan.
Kasus di perusahaan penerbitan
Dalam rangka mencetak buku untuk masyarakat, mutu buku tersebut tergantung pada
hal-hal sebagai berikut. Pertama, penulis yang andal dalam penguasaan materi dan
mampu menyusun bahasa tulis yang baku dan jelas (bahan baku). Kedua, ketelitian
para editor, korektor, setter, layouter, desainer, dan semua bagian produksi. Bila staf-staf
tersebut ceroboh maka buku yang dihasilkan adalah buku yang tidak dimengerti oleh
pembacanya. Tetapi, bila semua staf tersebut teliti dan ahli di bidangnya masing-masing

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Fatah Nurdin MT.

PENGENDALIAN MUTU

11

maka buku yang diterbitkan adalah buku yang bagus dan dimengerti pembacanya. Jadi,
jelas bahwa dalam membuat sesuatu barang, seluruh karyawan yang terlibat dalam
proses pembuatannya turut bertanggung jawab atas mutu barang atau jasa yang
dihasilkan. Demikian pula pada usaha-usaha lainnya.
Intinya, mutu suatu produk tergantung pada seluruh unit-unit kerja yang terdapat di
perusahaan bersangkutan. Bukan saja tanggung jawab unit produksi, tetapi unit-unit lain
pun turut bertanggung jawab. Bukan saja tanggung jawab manajer produksi, tetapi juga
seluruh pimpinan paling atas sampai karyawan terendah.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Fatah Nurdin MT.

PENGENDALIAN MUTU

12