Anda di halaman 1dari 9

NAMA: RAHMAWATI RAHMAN

NIIM : TK145924
KELAS

: TEKIM I A

PENGETAHUAN BAHAN TEKNIK


Proses Pembuatan Baja
Baja Paduan adalah terdiri dari baja (Fe = Besi + Karbon = C) ditambah
dengan unsur logam lain.
Untuk memperoleh besi dari biji besi dilakukan proses reduksi dengan
menggunakan bahan reduktor yang kuat (Biasanya Karbon) dan fluks
dengan pemanasan. Fluks berfungsi sebagai bahan pengikat kotoran
sehingga kotoran mudah mencair dam menjadi retak.
Cara yang selama ini banyak digunakan adalah dengan reduksi
bertingkat yang dilakukan dalam dapur tinggi (Blast Furnance).
Konvertor adalah bejana yang berbentuk bulat lonjong terbuat dari
pelat baja. Bagian dalam dilapisi dengan batu tahan api yang berfungsi
untuk menyimpan panas yang hilang sekaligus menjaga supaya pelat
baja tidak lekas aus.
Pemurnian Besi

Prinsip dasar : Menghilangkan kandungan oksigen dalam bijih besi.

Cara tradisional : blomery, pada proses ini bijih besi dibakar dengan
charcoal, dimana banyak mengandung carbon sehingga terjadi
pengikatan
oksigen,
pembakaran
tersebut
menghasilkan
karbondiokasida dan karbon monoksida yang terlepas ke udara,
sehingga
besi
murni
didapat
dan
dikeluarkan
dari
dapur,kekurangnya tidak semua besi dapat melebur sehingga
terbentuk spoge, spoge berisi besi dan silica.
Proses lebih modern adalah dengan blas furnace, blast furnace
diisi oleh bijih besi, charcoal atau coke (coke adalah charcoal yang
terbuat dari coal) dan limestone (CaCO3). Angin secara kencang dan
kontinu ditiupkan dari bawah dapur. Hasil peluburan besi akan
berada di bawah, cairan besi yang keluar ditampung dan disebut
dengan pig iron.

Pembuatan baja dengan cara konvertor


Pembuatan Baja dengan cara ini yang diolah adalah besi cair, yang
diperoleh dari dapur tinggi atau peleburan lain. Besi cari ditunagkan ke
dalam konventor kemudian dihembuskan udara /oksigen sehingga bahan
dan unsur pengotoran akan terbakar dan keluar dari besi cair berupa gas
atau terak. Cara ini mula-mula diperkenalkan oleh Henry Bessemer.

Proses pembuatan baja dapat diartikan sebagai proses yang bertujuan


mengurangi kadar unsur C, Si, Mn, P dan S dari besi mentah dengan
proses oksidasi peleburan.
Konventer untuk proses oksidasi berkapasitas antara 50-400
ton. Besi kasar dari tanur yang dituangkan ke dalam konventer
disemburkan oksigen dari atas melalui pipa sembur yang bertekanan
kira-kira 12 atm.
Pengisian dilakukan saat posisi horizontal dan dilanjutkan dengan
mengembalikannya ke posisi vertikal sambil dihembuskan udara dari
bawah. Hal ini menyebabkan terjadinya reaksi
2Fe + O2 ------------------------- 2 FeO

Sebagian oksida besi ini menjadi terak dan yang lainnya bereaksi dengan
Si dan Mn ,
Si + 2FeO -------------------------- SiO2 + 2Fe
Mn + FeO ------------------------- MnO + Fe
Reaksi-reaksi itu akan menyebabkan panas (exothermic) dan akan
menaikkan temperature cairan. Oksida mangan dan oksida silicon ini
akan menjadi terak pada saat Si dan Mn hampir habis temperature
menjadi sangat tinggi dan karbon mulai terbakar,
C + FeO -------------------------- Fe + CO
CO berupa gas dan keluar melalui mulut konventor, disini CO akan
terbakar dan menjadi CO2. Hal ini di tandai dengan nyala api yang
panjang dan terang. Bila nyala api mulai meredup dan yang ada adalah
asap kemerahan hal ini berarti C sudah habis terbakar, dan hembusan
angin harus segera dihentikan, agar besi tidak habis terbakar. Kemudian
konvertor dimiringkan dan cairan besi dikeluarkan. Karena dalam cairan
baja ini masih banyak oxygen maka perlu diberikan oksidan
(ferromangan, ferrosilikat, atau alumunium) untuk menghilankannya.
Sedangkan pengaturan kadar karbon dapat dilakukan dengan
menambahkan sejumlah besi kasar ke dalam baja cair.
Penyemburan Oksigen berlangsung antara 10-20 menit. Penambahan
waktu penyemburan akan mengakibatkan terbakarnya C, P, Mn dan Si.
Konvertor dibuat dari plat baja dengan sambungan las atau paku
keling. Bagian dalamnya dibuat dari batu tahan api. Konvertor disangga
dengan alat penyangga yang dilengkapi dengan trunnion untuk
mengatur posisi horizontal atau vertikal Konvertor.
Pada bagian bawah konvertor terdapat lubang-lubang angin
(tuyer)sebagai saluran udara penghembus (air blast). Batu tahan api
yang digunakan untuk lapisan bagian dalam Konvertor dapat bersifat
asam atau basa tergantung dari sifat baja yang diinginkan.
Secara umum proses kerja konverter adalah :
a. Dipanaskan dengan kokas sampai suhu 15000C.
b. Dimiringkan untuk memasukkan bahan baku baja (+1/8 dari volume
konverter).
c. Konverter ditegakkan kembali.
d. Dihembuskan udara dengan tekanan 1,5 2 atm dengan kompresor.
e. Setelah 20 25 menit konverter dijungkirkan untuk mengeluarkan
hasilnya.

Batu kapur sebagai bahan tambahan gunanya untuk mengikat abu


kokas dan batu-batu ikutan hingga menjadi terak yang dengan mudah
dapat dipisahkan dari besi kasar. Terak itu sendiri di dalam proses
berfungsi sebagai pelindung cairan besi kasar dari oksida yang mungkin
mengurangi hasil yang diperoleh karena terbakarnya besi kasar cair itu.
Batu kapur (CaCO3) terurai mengikat batu-batu ikutan dan unsur-unsur
lain.

Proses Baja dalam Dapur Tinggi


Dapur tinggi terbuat dari susunan batu tahan api yang diperkuat
dengan tiang-tiang baja, Dalam dapur tinggi akan terjadi proses reduksi
bijih besi menjadi besi kasar (besi mentah). Selain itu juga reaksi-reaksi
kimia yang menyertai proses reduksi tersebut.
Dapur tinggi berukuran tinggi 30 m garis tengan maksimum 7 m,
garis tengah puncak 4,5 m, garis tengah bawah 4m. Dapur tinggi
didirikan diatas fondasi yang diperkuat oleh tiang-tiang baja. Bagian
dalam dapur tinggi dilapisi batu tahan api yang mempunyai sifat tahan
terhdap suhu tinggi dan merupakan penyekat panas.
Pada bagian atas dapur terdapat corot pengisi yang bekerja
bergantian sehingga kehilangan gas dapur tinggi dapat dicegah. Serta
dilengkapi dengan alat pemanas udara dan alat pemisah debu.
Bahan-bahan yang dimasukkan pada dapur tinggi : bijih besi,
kokas, dan batu kapur. Bahan ini disimpan dedekat dapur tinggi supaya
pengisiannya mudah. Bahan-bahan diangkut ke puncak dapur tinggi
dengan alat pengangkut selapis demi selapis secara terus-menerus.
Prinsip dari proses dapur tinggi adalah prinsip reduksi. Pada proses
ini zat karbon monoksida dapat menyerap zat asam dari ikatan-ikatan
besi zat asam pada suhu tinggi. Pada pembakaran suhu tinggi + 18000 C
dengan
udara
panas,
maka
dihasilkan
suhu
yang
dapat
menyelenggarakan reduksi tersebut.
Agar tidak terjadi pembuntuan karena proses berlangsung maka
diberi batu kapur sebagai bahan tambahan. Bahan tambahan bersifat

asam apabila bijih besinya mempunyai sifat basa dan sebaliknya bahan
tambahan diberikan yang bersifat basa apabila bijih besi bersifat asam.
Gas yang terbentuk dalam dapur tinggi selanjutnya dialirkan keluar
melalui bagian atas dan ke dalam pemanas udara. Terak yang menetes
ke bawah melindungi besi kasar dari oksida oleh udara panas yang
dimasukkan, terak ini kemudian dipisahkan. Proses reduksi di dalam
dapur tinggi tersebut berlangsung sebagai berikut:
Zat arang dari kokas terbakar menurut reaksi : C+O2 CO2
sebagian dari CO2 bersama dengan zat arang membentuk zat yang
berada ditempat yang lebih atas yaitu
gas CO. CO2+C 2CO Di bagian atas dapur tinggi pada suhu 3000
sampai 8000 C oksid besi yang lebih tinggi diubah menjadi oksid yang
lebih rendah oleh reduksi tidak langsung dengan CO tersebut menurut
prinsip :
Fe2O3+CO 2FeO+CO2
Pada waktu proses berlangsung muatan turun ke bawah dan terjadi
reduksi tidak langsung menurut prinsip :
FeO+CO FeO+CO2
Reduksi ini disebut tidak langsung karena bukan zat arang murni
yang mereduksi melainkan persenyawaan zat arang dengan oksigen.
sEdangkan reduksi langsung terjadi pada bagian yang terpanas dari
dapur, yaitu langsung di atas pipa pengembus. Reduksi ini berlangsung
sebagai berikut.
FeO+C Fe+CO
CO yang terbentuk itulah yang naik ke atas untuk mengadakan
reduksi tidak langsung tadi. Setiap 4 sampai 6 jam dapur tinggi dicerat,
pertama dikeluarkan teraknya
dan baru kemudian besi. Besi yang keluar dari dapur tinggi disebut besi
kasar atau besi mentah yang digunakan untuk membuat baja pada
dapur
pengolahan baja atau dituang menjadi balok-balok tuangan yang
dikirimkan pada pabrik-pabrik pembuatan baja sebagai bahan baku. Besi
cair dicerat dan dituang menjadi besi kasar dalam bentuk balok-balok
besi kasar yang digunakan sebagai bahan ancuran untuk pembuatan
besi tuang (di dalam dapur kubah) atau masih dalam keadaan cair
dipindahkan pada bagian pembuatan baja (dapur Siemen Martin).
Terak yang keluar dari dapur tinggi dapat pula dimanfaatkan
menjadi bahan pembuatan pasir terak atau wol terak sebagai bahan
isolasi atau sebagai bahan campuran semen. Besi cair yang dihasilkan
dari proses dapur tinggi sebelum dituang menjadi balok besin kasar
sebagai bahan ancuran di pabrik penuangan, perlu dicampur dahulu di
dalam bak pencampur agar kualitas dan susunannya seragam. Dalam
bak pencampur dikumpulkan besi kasar cair dari bermacam-macam

dapur tinggi yang ada untuk mendapatkan besi kasar cair yang sama
dan merata. Untuk menghasilkan besi kasar yang sedikit mengandung
belerang di dalam bak pencampur tersebut dipanaskan lagi
menggunakan gas dapur tinggi.
Bahan-bahan pengisi daput tinggi ini akan mengalami proses fisika
dan kimia sebagai berikut :
1. Mula-mula dilakukan pemanasan pendahuluan, didalam dapur
tinggi gas-gas hasil pembakaran yang suhunya masih panas akan
naik ke atas sambil memanaskan bahan-bahan yang disikan.,
sehingga air dan zat-zat yang mudah menguap dalam zat-zat
pengisi akan segera menguap hingga bahan2 mencadi cukup
kering.
2. Langkah berikutnya adalah proses reduksi, dalam dapur tinggi
yang bertemperatur antara 800C sd 1400C , akan terjadi
serangkaian reaksi-reaksi kimia antara lain reaksi reduksi bijih besi,
reaksi pembakaran kokas, dan peruraian batu kapor. Karena
pengaruh udara panas kokas akan terbakar menurut reaksi
C+CO CO2
Gas CO yang terjadi akan mereduksi bijih besi menurut reaksi
sebagai berikut.
CO2+ C 2CO
Gas CO yang terjadi akan mereduksi bijih besi menurut reaksi
berikut.
Fe3O4 +CO 3FeO+CO2
Fe2O3 + CO 2 FeO + CO2
Kedua reaksi tersebut dinamakan reaksi tidak langsung. Pada
daerah reduksi juga terjadi peruraian batu kapur dan mungkin juga
peruraian MgCO3 ataupun FeCO3 yang mungkin terdapat dalam
batu kapur tersebut menurut reaksi berikut:
CaCO3 CaO + CO2
MgCO3 MgO +CO2
FeCO3 FeO + CO2
Gas CO2 hasil dari peruraian ini akan bersinggungan dan
bereaksi dengan lapisan kokas menurut reaksi berikut:
CO2 + C 2CO
3. Langkah berikutnya adalah proses peleburan, Pada temperature
1400C sd 1600C akan terjadi peleburan hasil reduksi tak langsung
dan juga terjadi pembentukan terak. Disamping itu juga akan

terjadi reduksi langsung FeO oleh kokas. Reaksi kimia yang terjadi
pada daerah ini adalah sebagai berikut.
a. Reaksi langsung FO + C Fe + CO
b. Pembentukan terak CaO + SiO2 Ca SiO3
Kalau bijih besi mengandung mangan MnO + SiO2 MnSiO3
Karena berat jenis terak lebih ringan daripada berat jenis
besi, maka terak akan mengapung pada bagian atas. Besi mentah
yang dihasilkan bukan merupakan besi murni tetapi masih
mengandung unsur yang lainnya yaitu karbon(C), yang berasal dari
kokas, sisilium (Si), Mangan(Mn), dan Phosphor (P) yang berasal
dari bijih besi. Oleh karena itu besi mentah masih harus mengalami
proses pengerjaan lanjutan.
Pembuatan Baja dengan Open Head Furnace
Pada furnace ini udara dan bahan bakar gas akan bercampur dan
terbakar menghasilkan panas yg tinggi , pembakaran menghasilkan
panas yang tinggi karena bahan bakar maupun uadara sudah dipanaskan
didalam suatu regenerator. Karena temperature yang tinggi pada ruang
bakar maka muatan dapur yang diletakkan diruang bakar akan mencair
dan cairan ini akan mendidih sehingga reaksi oksidasi dari unsur
pengotoran/pembentuk terak akan dapat berlangsung.
Muatan pengisian dimasukkan melalui pintu pengisian (charging door)
muatan ini dapat berupa bahan padat ataupun besi cairan. Pada proses
basa juga ditambahkan batu kapur sebagai pembentuk terak / pengikat
phosphor. Reaksi yang berlangsung sama seperti pada konventor.
Sebagian Fe, Si,Mn akan teroksidasi dan menjadi terak. Terak ini akan
mengapung dipermukaan cairan sehingga menghalangi kontak antara
cairan dan udara, untuk menjamin kelangsungan reaksi maka kedalam
cairan ditambahkan bijih besi.
Proses dalam dapur ini berlangsung sangat lambat 6-14 jam
sedangkan pada konventor hanya 15 menit atau kurang). Karena proses
dalam dapur sangat lambat maka dapat dilakukan analisa kimia dari
cairan pada sitiap saat dan komposisinya dapat dikontrol dengan
mudah. Dan karena cairan besi tidak bersentuhan dengan udara luar
maka baja yang dihasilakan tidak mengandung nitrogen.

Pembuatan baja dengan electric furnace


Pembuatan baja dengan cara ini lebih luas digunakan karena, metoda
ini akan menghasilkan panas yang sangat tinggi sehingga pemaduan

dengan unsur-unsur yang memiliki titik leleh yang sangat tinggi dapat
dilakukan. Diasmping itu atmosfir di permukaan cairan dapat dikontrol
dengan mudah sehingga dapat menghasilkan baja yang lebih bersih.
Kelemahannya pada kapasitasnya yang tidak terlalu tinggi, sehingga
biasanya dipergunakan pada pabrik baja yang tidak terlalu besar.atau
hanya untuk membuat special steel dalam jumlah yang terbatas, atau
hanya dipergunakan untuk pengolahan besi tua ( remelling) dan pabrik
pengecoran (foundry).
Electric furnace ini pada dasarnya ada dua yaitu:
1. Electrical Arc Furnace
2. Induction Furnace
PROSES SIEMENS MARTIN
menggunakan sistem regenerator ( 3000 0C.) fungsi dari regenerator
adalah:
1. memanaskan gas dan udara atau menambah temperatur dapur
2. sebagai Fundamen/ landasan dapur
3. menghemat pemakaian tempat
Bisa digunakan baik besi kelabu maupun putih,
Besi kelabu dinding dalamnya dilapisi batu silika (SiO2),
besi putih dilapisi dengan batu dolomit (40 % MgCO 3 + 60 %
CaCO3)
PROSES BASIC OXYGEN FURNACE
logam cair dimasukkan ke ruang baker (dimiringkan lalu
ditegakkan)
Oksigen ( 1000) ditiupkan lewat Oxygen Lance ke ruang bakar
dengan kecepatan tinggi. (55 m3 (99,5 %O2) tiap satu ton muatan)
dengan tekanan 1400 kN/m2.
ditambahkan bubuk kapur (CaO) untuk menurunkan kadar P dan S.
Keuntungan dari BOF adalah:
BOF menggunakan O2 murni tanpa Nitrogen
Proses hanya lebih-kurang 50 menit.
Tidak perlu tuyer di bagian bawah
Phosphor dan Sulfur dapat terusir dulu daripada karbon
Biaya operasi murah
Referensi :
staff.ui.ac.id/system/files/users/ir.bambang61/material/prosespembuatanbesida
nbaja.pdf

http://ibnukrisna.blogspot.com/2013/05/proses-pembuatan-baja.html
yudhi anggani makalah dapur pembuatan baja.html.