Anda di halaman 1dari 3

Rezim Hukum Laut.

BY DAMANG SEPTEMBER 12, 2012

Pada abad ke 16 dan ke 17,


Negara-negara kuat maritim diberbagai kawasan Eropa saling
merebutkan dan memperdebatkan melalui berbagai cara untuk
menguasai lautan di dunia ini. Negara- negara tersebut yaitu
adalah Negara-negara yang terkenal kuat dan tangguh di lautan
yaitu antara Spanyol dan Portugis.
Spanyol dan Portugis yang menguasai lautan berdasarkan
perjanjian Tordesillas tahun 1494, ternyata memperoleh
tantangan dari Inggris (di bawah Elizabeth 1) dan Belanda.
Konferensi Internasional utama yang membahas masalah laut
teritorial ialah codificationconference (13 Maret 12 April 1930)
di Den Haag, di bawah naungan Liga Bangsa Bangsa, dan dihadiri
delegasi dari 47 negara.
Konferensi ini tidak mencapai kata sepakat tentang batas luar dari
laut teritorial dan hak menangkap ikan dari negara-negara pantai
pada zona tambahan. Ada yang menginginkan lebar laut teritorial
3 mil (20 negara), 6 mil (12 negara), dan4 mil.
Setelah perdebatan panjang dan tidak menemukan kata
kesepakatan diantara negara-negara yang bersengketa tentang
wilayah maritim, maka PBB yang sebelumnya bernama Liga
Bangsa-Bangsa mengadakan konferensi hukum laut pertama
pada tahun 1958 dan konfrensi hukum laut yang kedua pada
tahun 1960 yaitu yang lebih dikenal dengan istilah UNCLOS 1
danUNCLOS 2. Dalam konfrensi hukum laut pertama ini
melahirkan 4 buah konvensi, dan isi dari konvensi Unclos pertama
ini adalah:

1.

Konvensi tentang laut teritorial dan jalur tambahan


(convention on the territorial sea and contiguous zone) belum
ada kesepakatan dan diusulkan dilanjutkan di UNCLOS II.
2. Konvensi tentang laut lepas (convention on the high seas) a.
Kebebasan pelayaran, b. Kebebasan menangkap ikan, c.
Kebebasan meletakkan kabel di bawah laut dan pipa-pipa, d.
Kebebasan terbang di atas laut lepas.
3. Konvensi tentang perikanan dan perlindungan sumbersumber hayati di laut lepas (convention onfishing and
conservation of the living resources of the high sea).
4. Konvensi
tentang
landas
kontinen
(convention
on
continental shelf). Konvensi ini telah disetujui. Pada tanggal 17
Maret 26 April 1960 kembali dilaksanakn konferensi hukum
laut yang kedua atau UNCLOS II, membicarakan tentang lebar
laut teritorial dan zona tambahan perikanan, namun masih
mengalami kegagalan untuk mencapai kesepakatan, sehingga
perlu diadakan konferensi lagi.
Pada pertemuan konfrensi hukum laut kedua, telah disapakati
untuk
mengadakan
kembali pertemuan
untuk
mencari
kesepakatan dalam pengaturan kelautan maka diadakan kembali
Konferensi Hukum Laut PBB III atau Unclos III yang dihadiri 119
negara. Dalam pertemuan ini,disepakati 2 konvensi yaitu:

Konvensi hukum laut 1982 merupakan puncak karya dari PBB


tentang hukum laut, yangdisetujui di Montego Bay, Jamaica (10
Desember1982), ditandatangani oleh 119 negara.

Ada 15 negara yang memiliki ZEE besar: Amerika Serikat,


Australia, Indonesia, New Zealand,Kanada, Uni Soviet, Jepang,
Brazil, Mexico, Chili, Norwegia, India, Filipina, Portugal,
danRepublik Malagasi.
Dalam dekade abad ke-20 telah 4 kali diadakan usaha
untuk memperoleh suatu himpunan tentang hukum laut,
diantaranya:

1.Konferensi kodifikasi Den Haag (1930) di bawah naungan


LigaBangsa-Bangsa
2.Konferensi PBB tentang hukum laut I (1958) UNCLOS I
3.Konferensi PBB tentang hukum laut II (1960) UNCLOS II
4.Konferensi PBB tentang hukum laut III (1982) UNCLOS III.
Kepentingan dunia atas hukum laut telah mencapai puncaknya
pada abad ke-20. Faktor-faktor yang mempengaruhi Negaranegara di dunia membutuhkan pengaturan tatanan hukum laut
yang lebih sempurna adalah:
1.
2.
3.
4.
5.

Modernisasi dalam segala bidang kehidupan.


Tersedianya kapal-kapal yang lebih cepat
Bertambah pesatnya perdagangan dunia
Bertambah canggihnya komunikasi internasional.
Pertambahan
penduduk
dunia
yang
membawa
konsekuensi bertambahnya
perhatian
pada
usaha
penangkapan ikan.
Dari penjelasan-penjelasan sejarah konfrensi hukum laut diatas,
terdapat 4 pengaturan hukum laut internasional yang telah
disepakati oleh beberapa Negara dalam konvensi-konvensi yang
selanjutnya dikatakan sebagai rezim-rezim hukum laut.