Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM 3

AMPERE METER

Oleh :
Awang Karisma Asad A

121910201069

LABORATORIUM LISTRIK DASAR


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO STRATA 1
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JEMBER
2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala rahmat dan karunia-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Matapraktikum Pengukuran Listrik
ini. Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat telah menyelesaikan
praktikum.
Penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh
karena itu penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1. Dosen pengampu Matapraktikum Pengukuran Listrik;
2. Bapak Ruhyat dan Ibu Eni serta sekeluarga yang telah memberikan dorongan
dan doanya demi terselesaikan laporan ini;
3. rekan kelompok praktikum yang telah membantu memahami analisis
praktikum; juga temanku yang telah memberi dorongan/semangat;
4. semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Penulis juga menerima segala kritik dan saran dari semua pihak demi
kesempurnaan laporan ini. Akhirnya penulis berharap, semoga laporan ini dapat
bernanfaat.

Jember, 28 Maret 2015

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN SAMPUL i
KATA PENGANTAR . ii
DAFTAR ISI ... iii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Tujuan Praktikum 1
1.2 Latar Belakang .. 1
BAB II LANDASAN TEORI . 2
2.1 Landasan Teori . 2
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM .3
3.1 Gambar Rangkaian ...3
3.2 Alat dan Bahan .. 3
3.3 Prosedur Praktikum . 3
BAB IV ANALISA DATA . 4
4.1 Data Hasil Praktikum ...4
4.2 Analisa Perhitungan . 5
4.3 Analisa Pembahasan . 6
BAB V PENUTUP .. 8
5.1 Kesimpulan 8
DAFTAR PUSTAKA .. 9
LAMPIRAN

10
1. Biodata Praktikan ... 10
2. Biodata Asisten 11
3. Foto Praktikum ... 12

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa mampu memahami prinsip kerja dari ampermeter.
2. Mahasiswa mampu memahami cara penggunaan dari ampermeter.
1.2 Latar Belakang
Dewasa ini, listrik merupakan salah satu kebutuhan yang penting bagi
manusia. Gejala kelistrikan ditimbulkan oleh aliran muatan listrik antara dua
titik. Semua alat listrik yang setiap hari kita gunakan merupakan susunan
komponen-komponen listrik yang membentuk jalur tertutup yang disebut
rangkaian.
Kepentingan alat-alat ukur dalam kehidupan kita tidak dapat disangkal
lagi. Hampir semua alat ukur berdasarkan energi elektrik, karena setiap
kuantitas fisis mudah dapat diubah kedalam kuantitas elektrik, seperti
tegangan, arus, frekuensi, perputaran dan lain-lainnya. Misalnya, alat untuk
mengukur tegangan ialah Voltmeter. Hal tersebut merupakan salah satu contoh
dari kemajuan teknologi dibidang pengukuran.
Dimana voltmeter merupakan suatu peralatan listrik yang digunakan
untuk mengukur tegangan listrik dari suatu rangkaian. Secara garis besar
voltmeter digolongkan menjadi dua jenis, yaitu voltmeter analog dan
voltmeter digital. Adapun pengukuran voltmeter, yaitu pengukuran voltmeter
arus searah (DC) dan voltmeter arus bolak-balik (AC).
Dengan demikian pengukuran listrik sangatlah penting untuk kita
ketahui, terkhusus untuk mahasiswa elektro. karena tanpa pengukuran listrik
maka kita akan sangat sulit untuk mengetahui besaran - besaran listrik yang
sangat kita perlukan dalam membuat suatu perencanaan, pemasangan atau
pembuatan barang - barang elektronika dan listrik.
BAB II
LANDASAN TEORI
1.1 Landasan Teori

Ampermeter adalah alat untuk mengukur kuat arus. Bagian terpenting


dari Ampermeter adalah galvanometer. Galvanometer bekerja dengan prinsip
gaya antara medan magnet dan kumparan berarus. Galvanometer dapat
digunakan langsung untuk mengukur kuat arus searah yang kecil. Semakin
besar arus yang melewati kumparan semakin besar simpangan pada
galvanometer. Ampermeter terdiri dari galvanometer yang dihubungkan
paralel dengan resistor yang mempunyai hambatan rendah. Tujuannya adalah
untuk menaikan batas ukur ampermeter. Hasil pengukuran akan dapat terbaca
pada skala yang ada pada ampermeter. Alat ini sering digunakan oleh teknisi
elektronik yang biasanya menjadi satu dalam multitester atau avometer.
Avometer adalah singkatan dari ampermeter, voltmeter, dan ohmmeter.
Ampermeter yang sering digunakan di laboratorium sekolah,
kemampuan pengukurannya terbatas sesuai dengan nilai maksimum yang
tertera dalam alat ukur itu. Ada yang maksimumnya 5 A, 10 A, dan 20 A.
Amperemeter

bisa

jadi

tersusun

atas

mikroampermeter dan shunt.

Mikroampermeter berguna untuk mendeteksi ada tidaknya arus melalui


rangkaian karena nilai kuat arus yang kecilpun dapat terdeteksi. Untuk
mengukur kuat arus yang lebih besar dibantu dengan hambatan shunt
sehingga kemampuan mengukurnya disesuaikan dengan perkiraan arus yang
ada. Jika kita memperkirakan dalam rentang miliamper, dapat kita gunakan
shunt yang tertera 100 mA atau 500 mA.

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Gambar Rangkaian

3.2 Alat dan Bahan


1 VU DC
2 Jumper
3 Resistor
4 Potensiometer
5 Voltmeter analog
6 Power supply
7 Dioda
3.3 Prosedur Praktikum
1.
2.
3.
4.
5.

Mencari nilai Rm.


Mencari nilai Idp.
Menghitung nilai Rsh.
Atur potensiometer sesuai dengan nilai Rsh yang dihitung.
Rangkai sesuai gambar dan bandingkan hasil VU DC dengan Avometer

BAB IV
ANALISA DATA
4.1 Data Hasil Praktikum
Range

Arus

VU Meter

AVO

1 mA

2,5

1,5

mA

mA

2 mA

10
mA

25 mA

15
mA

20
mA

4.2 Analisa Perhitungan

Data Hasil Praktikum


Rm = 0,842 K
Idp = 0,54 mA

Range 2,5 mA
Ish=2,5 mA1
1,5 mA
Rsh=

IdpRm
Ish
0,54 x 103 x 0,842 x 103
3
1,5 x 10

303,12

Range 25 mA
Ish=25 mA1
24 mA
Rsh=

IdpRm
Ish
0,54 x 103 x 0,842 x 103
24 x 103

18,945

Range 500 mA
Ish=500 mA1
499 mA
Rsh=

IdpRm
Ish
0,54 x 103 x 0,842 x 103
499 x 103

0,911

4.3 Analisa Pembahasan


Pada praktikum ini, akan dilakukan beberapa percobaan berhubungan
dengan ampermeter. Ampermeter Adalah suatu alat yang digunakan untuk
mengukur kuat arus. Sama seperti praktikum-praktikum yang telah dilakukan
sebelumnya, komponen utama yang digunakan adalah VU DC, yang tidak
lain merupakan sebuah galvanometer. Pada rangkaian ampermeter sederhana
ini terdapat beberapa komponen penting, yaitu VU DC yang dirangkai paralel
dengan potensiometer yang mempunyai hambatan rendah, dengan tujuan
untuk menaikan batas ukur ampermeter, kemudian ada potensiometer kedua
yang digunakan sebagai beban pada rangkaian agar bisa menghasilkan arus.
Hasil pengukuran arus dapat terbaca pada skala yang ada pada VU DC. Untuk
mengukur kuat arus yang lebih besar dibantu dengan hambatan shunt
sehingga kemampuan mengukurnya disesuaikan dengan perkiraan arus yang
ada.
Dalam percobaan ini, ada beberapa alat dan bahan yang digunakan,
yaitu VU DC, jumper, resistor, potensiometer, voltmeter analog, power
supply, dan dioda. Setelah alat dan bahan disiapkan, hal pertama yang
dilakukan yaitu mencari nilai Rm atau hambatan dalam pada VU DC. Setelah
Rm diketahui, dilanjutkan dengan mencari nilai Idp atau arus skala penuh pada
VU DC. Untuk mengetahui kedua nilai tersebut, diperlukan bantuan sebuah
avometer analog untuk mengetahui nilai arus yang sebenarnya, dan sebagai
perbandingan agar skala pada VU DC dapat mempunyai akurasi yang
mendekati aslinya. Selanjutnya dilakukan perhitungan menggunakan rumus
untuk mencari nilai hambatan shunt atau Rsh, yang merupakan hasil perkalian
perkalian Idp dengan Rm, yang kemudian dibagi oleh arus shunt atau Ish. Ish
sendiri dapat diketahui dengan mengurangi arus Irange dengan satu. Setelah
diketahui nilai hambatan Rsh, hal selanjutnya yang dilakukan adalah mengatur
nilai hambatan potensiometer agar sesuai dengan nilai Rsh yang dihitung.
Setelah melakukan hal-hal tersebut, selanjutnya adalah merangkai rangkaian
sesuai gambar rangkaian dan membandingkan hasil VU DC dengan avometer.
Setelah rangkaian terhubung sempurna, dilakukan percobaan
pengukuran. Data yang diperoleh seteah melakukan percobaan yaitu, Rm

sebesar 0,842 K dan Idp sebesar 0,54 mA. Kemudian perhitungan hambatan
Rsh yang dilakukan pada tiga range arus yang berbeda, yaitu 2,5 mA, 25 mA,
dan 500 mA. Pada range 2,5 mA, hasil perhitungan mendapatkan nilai arus
shunt sebesar 1,5 mA dan Rsh sebesar 303,12 . Kemudian, nilai Rsh tersebut
digunakan untuk mengatur hambatan beban pada potensiometer, setelah itu di
lihat besar penyimpangan jarum pada avometer dan VU DC. Lalu di
bandingkan. Ketika sudah terkalibrasi, kemudian dilakukan perubahan pada
sumber tegangan atau beban, agar arus yang dihasilkan sesuai dengan data
yang ingin di ambil. Untuk range 2,5 mA, data yang diambil adalah 1 mA,
1,5 mA dan 2 mA. Adapun data ini dapat dilihat pada data hasil praktikum.
Selanjutnya, range yang digunakan adalah 25 mA. Setelah dilakukan
perhitungan, maka didapatkan nilai arus shunt sebesar 24 mA, dan hambatan
Rsh sebesar 18,945 . Seperti percobaan sebelumnya, nilai hambatan Rsh
tersebut dijadikan nilai hambatan pada potensiometer, dengan cara mengukur
hambatan potensiometer dengan avometer, kemudian merubah hambatannya
agar sesuai dengan hasil perhitungan. Setelah sesuai dengan hasil
perhitungan, dilakukan perbandingan persimpangan jarum antara avometer
dan VU DC, kemudian diambil sebagai data. Adapun data yang ingin di cari
adalah 10 mA, 15 mA dan 20 mA. Data ini sendiri dapat dilihat pada tabel
data hasil percobaan. Untuk percobaan terakhir, menggunakan range sebesar
500 mA. Setelah dilakukan perhitungan sesuai rumus yang sudah diketahui
sebelumnya, dapat diketahui shunt sebesar 499 mA, dan Rsh sebesar 0,911 .
Namun, pada range ini tidak dilakukan percobaan dan pengambilan data,
karena keterbatasan range pengukuran arus pada avometer yang digunakan.
Setelah dilakukan percobaan-percobaan dan mendapatkan data-data
yang dibutuhkan, dapat diketahui bahwa arus yang diukur menggunakan VU
DC adalah arus yang mengalir pada beban atau R beban, dalam hal ini, Rbeban
menggunakan potensiometer. Untuk mendapatkan arus dibutuhkan yang
sesuai dengan tabel, hal yang dilakukan adalah merubah nilai tegangan yang
dihasilkan oleh sumber tegangan, yaitu power supply, sedangkan nilai
hambatan Rbeban tidak dirubah karena tegangan sumber yang diubah. Namun,

apabila arus yang ingin di ukur tidak bisa mencapai nilai yang di inginkan,
maka yang dirubah adalah Rbeban. Sesuai dengan teori, hambatan Rsh yang
dipasang paralel dengan VU DC digunakan untuk merubah range dari VU
DC, karena apabila VU DC digunakan untuk mengukur arus secara langsung
tanpa menggunakan Rsh, maka VU DC hanya dapat mengukur arus yang
kecil. Karena hal itulah dibutuhkan Rsh sebagai perubah range atau resolusi
pengukuran arus yang dapat ditampilkan pada VU DC. Adapun cara kerja
perubah range ini adalah dengan cara membagi arus yang masuk kedalam VU
DC, karena disusun paralel.
Pada data hasil praktikum dapat dilihat bahwa simpangan jarum VU
DC dan avometer menunjukkan simpangan yang hampir sama. Simpangan
jarum ini tidak bisa sama persis karena ada beberapa faktor yang
mempengaruhi, antara lain adanya ketidakakuratan pengukuran nilai
potensiometer pada Rbeban, nilai resistansi tambahan yang disebabkan adanya
jumper, kondisi alat ukur, dan error yang terjadi karena kesalahan baca pada
alat.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari praktikum ampermeter yang telah dilakukan, maka dapat
diambil enam kesimpulan sebagai berikut.
1. Arus yang diukur baik pada avometer maupun VU DC adalah arus yang
mengalir karena adanya hambatan dari R beban, semakin besar Rbeban maka
semakin kecil arus yang terukur, dengan catatan sumber tegangannya
tetap.
2. Tegangan juga berpengaruh pada arus yang dihasilkan, semakin besar
tegangan maka arus juga akan semakin besar, dengan nilai hambatan pada
Rbeban tetap.
3. Rsh digunakan untuk merubah range pengukuran pada VU DC, semakin
besar Rsh maka semakin kecil arus yang dapat di ukur oleh VU DC,
terbukti ketika Rsh sebesar 0,911 , maka arus maksimal yang dapat di
ukur adalah 500 mA, sedangkan ketika R sh sebesar 18,945 , maka range
arus terbesar yang dapat di ukur adalah 25 mA.
4. Nilai Rsh ketika range pengukuran 2,5 mA adalah 303,12 .
5. Arus shunt atau Ish berbanding lurus dengan perubahan range arus yang
diukur, ketika range pengukuran sebesar 2,5 mA, maka arus shunt sebesar
1,5 mA, dan ketika range pengukuran sebesar 25 mA, maka arus shunt
sebesar 24 mA.
6. Ketidakselarasan penyimpangan jarum pada VU DC dan avometer
disebabkan beberapa faktor, antara lain karena ketidakakuratan perubahan
nilai potensiometer Rbeban dengan hasil perhitungan.

10

11

DAFTAR PUSTAKA
Sajadah, Sakinatus dkk. 2012. Alat Ukur Listrik.
http://alawiyahmaulidyah.blogspot.com/2012/02/alat-ukur-listrik-tugas-matakuliah.html [Diakses tanggal 16 Maret 2015]
Zemansky. 1962. Fisika Universitas. Jakarta: Erlangga.

12

BIODATA PRAKTIKAN
PRAKTIKUM KE-3
MATA PRAKTIKUM PENGUKURAN LISTRIK
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nama
Tempat Tanggal Lahir
NIM
Nomor HP/PIN BB
Email
Alamat di Jember
Alamat Asal

: Awang Karisma Asad A


: Jember, 6 Mei 1994
: 121910201069
: 089626336634 / 743815DB
: awang.n6600@gmail.com
: Perum GMI Blok EE 13
:-

3x4

13

BIODATA ASISTEN
PRAKTIKUM KE-3
MATA PRAKTIKUM PENGUKURAN LISTRIK
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nama
Tempat Tanggal Lahir
NIM
Nomor HP/PIN BB
Email
Alamat dijember
Alamat Asal

: Choirul Umam
:
:
:
:
:
:

14

FOTO PRAKTIKUM