Anda di halaman 1dari 1

Tujuan hukum Islam, baik secara global maupun secara detail, mencegah kerusakan pada

manusia dan mendatangkan kemaslahatan bagi mereka: mengarahkan mereka kepada


kebenaran, dan kebajikan, serta menerangkan jalan yang harus dilalui oleh manusia.
Hukum Islam disyariatkan oleh Allah dengan tujuan utama untuk merealisasikan dan
melindungi kemaslahatan umat manusia, baik individu ataupun kolektif untuk menjamin,
melindungi dan menjaga kemaslahatan tersebut Islam menetapkan sejumlah aturan, baik
berupa perintah atau larangan. Perangkat aturan ini disebut hukum pidana Islam. Sedangkan
tujuan pokok dalam penjatuhan hukum dalam syariat Islam ialah pencegahan dan pengajaran
serta pendidikan.
Oleh karena tujuan hukum adalah pencegahan, maka besarnya hukuman harus sedemikian
rupa yang cukup mewujudkan tujuannya, dan dengan demikian maka terdapat prinsip
keadilan dalam menjatuhkan hukuman. Dengan demikian, maka hukuman dapat berbedabeda terutama hukuman tazir.
Menurut definisi mutakalimin, agama ditujukan untuk kemaslahatan hamba di dunia dan di
akhirat. Islam sebagai agama memiliki hukum yang fungsi utamanya terhadap kemaslahatan
umat. Adapun fungsi adanya hukum Islam adalah sebagai berikut:
Fungsi Ibadah
Hukum Islam adalah aturan Tuhan yang harus dipatuhi umat manusia dan kepatuhan
merupakan ibadah yang sekaligus juga merupakan indikasi keimanan seseorang.
Fungsi Amar Maruf Nahi Mungkar
Hukum Islam telah ada dan eksis mendahului masyarakat karena ia adalah bagian dari kalam
Allah yang qadim. Namun dalam prakteknya hukum Islam tetap bersentuhan dengan
masyarakat. Penetapan hukum tidak pernah mengubah atau memberikan toleransi dalam hal
proses pengharamannya. Contoh: Riba dan khamr tidak diharamkan secara sekaligus tetapi
secara bertahap oleh karena itu kita memahami fungsi kontrol sosial yang dilakukan lewat
tahapan riba dan khamr.
Fungsi Zawajir
Fungsi hukum Islam sebagai sarana pemaksa yang melindungi warga masyarakat dari segala
bentuk ancaman serta perbuatan yang membahayakan.
Fungsi Tanzim wa Islah al-Ummah
Fungsi tersebut adalah sarana untuk mengatur sebaik mungkin dan memperlancar proses
interaksi sosial sehingga terwujudnya masyarakat harmonis, aman dan sejahtera.
Referensi Makalah
Kepustakaan:
Jamal D. Rahman, (Ed)., Ali Yafie, Wacana Baru Fiqh Sosial, (Bandung: Mizan, 1997).
Ahmad hanafi, Asas-Asas Hukum Pidana Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1967).