Anda di halaman 1dari 6

TUGAS FILSAFAT

MASALAH MANUSIA

OLEH
EGIA TERULIN PINEM
200852020

PROGRAM PENDIDIKAN KEDOKTERAN


UNIVERSITAS CENDERAWASIH
JAYAPURA
2009

MASALAH MANUSIA
APAKAH MANUSIA?
Manusia merupakan suatu objek penyelidikan yang berharga, karena ia sendiri yang
menyelidiki dirinya dan pikirannya dikacaukan oleh dirinya sendiri. Dibawah ini terdapat
beberapa diantara contoh tersebut.
- Manusia dan binatang kedua-duanya persis sama
- Setiap manusia merupakan suatu kemustahilan saat ia dilahirkan
- Manusia merupakan hasil karya besar Tuhan
- Manusia yang mulia merupakan sekadar citra Tuhan
Metode-metode Penyelesaian Manusia
Orang menggunakan istilah manusia secara tepat ditinjau dari segi tata bahasa,
namun tidak mengetahui apa makna yang dikandungnya. Artinya, ia tidak dapat
mendefinisikan istilah tersebut. Yang demikian itu juga merupakan satu ungkapan pikiran
yang sah, tetapi kita perlu membahas, bukan bagaimana istilah itu dipergunakan
melainkan keadaan-keadaan dimana istilah itu dipakai, untuk menyimpulkan makna yang
sudah dianggap terdapat didalam penggunaan istilah tersebut.
Metode untuk menyelidiki manusia ialah dengan jalan meneliti apa yang telah
dikerjakan manusia dan apa yang telah mereka hasilkan, dan kemudian berusaha
menyimpulkan hakekat penghasil tersebut berdasarkan hasil yang telah diperolehnya..
Ada tiga jenis jawaban yang memuaskan:
1. jawaban itu mengandung keruntutan. Artinya, tidak menimbulkan pertentanganpertentangan didalam dirinya sendiri;
2. jawaban itu semua seuai dengan bahan-bahan bukti. Artinya, dapat dikukuhkan
oleh bahan-bahan yang menopangnya
3. jawaban itu koheren dengan keyakinan-keyakinan kita yang lain. Artinya, cocok
dengan pandangan umum dunia yang kita anut tanpa menimbulkan kontradiksikontradiksi.

Beberapa Istilah Dan Makna Yang Dikandungnya


Pemakaian kata manusia bermakna ganda, seperti yang dibuktikan dalam
kalimat-kalimat berikut ini:
a. manusia tiada lain hewan
b. manusia merupakan hasil sejarah
c. manusia adalah makhluk rohani
d. ia mencoba mempertahankan kemanusiaannya di dalam keadaan yang gawat itu.
Beberapa Penggunaan Istilah Diri
diri juga mengacu kepada ego. Bila seseorang mengatakan aku melihat
sebatang pohon, tentu yan dimaksudkannya adalah, ada aku yang dapat melihat
sesuatu yang bukan dirinya sendiri, dalam hal ini pohon. Kata aku kiranya mengacu
kepada suatu kemampuan melakukan pencerapan. Dengan demikian, melakukan
pencerapan merupakan ciri khas aku atau ego tersebut.

Perbedaan Antara Diri Dan Ego


Menurut definisi M. Sherif dan H. Cantril ego terdiri dari sikap-sikap yang
banyak jumlahnya sejak mulai masa anak-anak, yang berhubungan dengan
pengalaman-pengalaman aku, ku, kepunyaanku yang tidak tertentu batasbatasnya, yang berbeda-beda, dan yang bertumpuk-tumpuk.
Makna sejarah
Mungkin belum tepat dikatakan definisi manusia adalah makhluk yang
mempunyai sejarah, tetapi ungkapan ini kiranya dapat memberikan kejelasan mengenai
masalah tersebut. Usaha memahami hakekat manusia lebih memperoleh kemudahan
apabila orang mempertimbangkan sejarahnya.
Secara singkat, sebuah sejarah melukiskan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa
lampau, dan karena itu istilah sejarah menunjukkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di
masa lampau.
Sangkut Paut Kekesejahteraan
Ditinjau dari sudut filasafat manusia, istilah sejarah tentu mengacu pada
peristiwa-peristiwa yang mempunyai arti penting bagi manusia. Dengan mangadakan
penelitian atas peristiwa-peristiwa tersebut, dapat diperoleh kejelasan tentang masalah
apakah manusia itu? dengan dua cara.
Pertama, peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau mungkin menunjukkan
sesuatu yang menyangkut pelaku yang terlibat dalam peristiwa-peristiwa tersebut.
Kedua, macam penafsiran yang dilakukan terhadap peristiwa-peristiwa ini
mungkin menunjukkan sesuatu yang menyangkut hasrat-hasrat serta keadaan yang di
dambakan oleh manusia.
Makna Kebebasan
Dalam hubungannya manusia, kebebasan dikatakan bersangkutan dengan :
a. perbuatan
b. pilihan
Ada dua syarat pokok bagi adanya kebebasan:
a. kebebasan memilih dalam arti yang sebenarnya
b. tidak adanya paksaan yang bersifat lahiriah atau yang berasal dari luar

1. Penyelesaian Realisme KLASIK


Manusia mempunyai hakekat rangkap
Apabila orang memperhatikan dirinya sendiri atau manusia yang lain, dia akan
menyadari, terdapat segi fisik dan segi yang tidak bersifat material, terbukti dari keadaan
dirinya yang terkenal oleh perubahan dan individuasi. Selain itu, manusia, individu,
mempunyai kualitas-kualitas fisik seperti bangun tubuh, warna, bobot, dan menempati
ruang dan waktu bersama-sama dengan segala sesuatu yang lain berekstensi dan terdapat
di alam.
Makhluk Hylomorfis

Pertama-tama, manusia merupakan barang sesuatu yang alami atau substansi yang diberi
tambahan bentuk manusia. Dengan demikian manusia mempunyai dua unsure dirinya:
materi, yang dapat menerima bentuk manusia, dan bentuk manusia itu sendiri.
Ciri terpokok bentuk ini, yang oleh Wild juga dinamakan jiwa atau physche,
merupakan kemampuan berpikir.
Sesungguhnya manusianya terdiri dari materi dan roh. Pandangan yang tepat berasal dari
Aristoteles: manusia merupakan makhluk yang hylomorfis, yang mempunyai dua bagian
yang hakiki dan dua prinsip yang menyusunnya:
1) Raga material yang teroganisir; dan
2) Hidup rasional yang menggerakannya.
Segi-segi Bentuk
Physche merupakan susunannya yang formal dan merupakan suatu kebulatan tersusun
yang terdiri dari pelbagai bagian bentuk. Hakekat animal mendasari kemampuankemampuan pengindraan dan gerakan. Dan akhirnya, bentuk rasionalitas mendasari
kemampuan-kemampuan akal dan kehendak.
Manusia sesungguhnya seperti halnya air terhadap hydrogen dan oksigen, artinya sesuatu
yang baru yang timbul dari kombinasi diantara kedua hal tersebut.
Sarana yang Harus Ada dan yang Tidak Harus Ada
Sebagai makhluk materi kita tentu membutuhkan makanan, dan sejauh itu kita tidak
mungkin bebas untuk makan. Begitu juga sebagai manusia kita dipaksa berpikir dan
sekali lagi kita tidak mungkin bebas untuk tidak berpikir. Kebebasan kehendak yang
sejati terletak pada kemampuan kita mengadakan pilihan diantara sarana-sarana yang
tidak harus ada, dan mengadakan pilihan untuk melakukan suatu perbuatan yang berjenis
khusus.
Kebebasan di Dalam Lingkungan Ketidakharusan
Perhatikanlah bahwa bebas menyangkut pengetahuan tentang tujuan atau sarana dan
kemampuan untuk mengadakan pilihan-pilihan diantara sarana-sarana yang tidak harus
ada, dan bahkan untuk merencanakan sarana-sarana yang tidak harus ada yang dapat
dipilih. Hanya pengetahuan tentang keadaan orang seorang, termasuk juga sejarah umat
manusia, yang dapat membantu seseorang untuk bebas. Penentuannya terletak pada
pembawaan kita sendiri. Sesungguhnya kebebasan merupakan pilihan diantara saranasarana yang menuju kepada kesempurnaan.
Kebebasan sebagai Penentuan Diri Sendiri
Apa yang dikatakan diatas berarti definisi tentang kebebasan tidak dihubungkan dengan
tidak adanya penentuan atau paksaan, melainkan dengan adanaya penentuan diri sendiri.

2. Penyelesaian Teologisme
Hubungan Manusia Dengan Tuhan Bersifat Khas
Bila kita memasuki unsur-unsur transenden, maka mau tidak mau kita telah mendekati
pandangan-pandangan teologi. Pada roh para ahli teologi meletakkan esensi manusia

dengan manusia dengan kata lain, pertanyaan apakah manusia itumenghendaki suatu
jawaban yang akan menunjukkan hakekat manusia bukan sebagai hewan, bukan sebagai
makhluk fisik, melainkan sebagai manusia yang sejati.
Kodrat Manusia Dan Pertentangan-Pertentangannya
Perhatikanlah dengan seksama makhluk yang berupa manusia. Tentu orang berpendapat,
manusia merupakan suatu hewan yang aneh. Apabila ia tidak lebih dari seorang anak
alam, sekurang-kurangnya ia sering mendakwakan diri sebagai makhluk yang demikian
itu. Apabila ia tidak mendasarkan diri semata-mata atas akalnya, sesungguhnya ia
mengkhianati dirinya juga serupa dengan binatang.
Dua Lingkungan Suasana Hidup Manusia
Menurut niebuhr jika kita memperhatikan dengan seksama segala pertentangan yang
terdapat di dalam kodrat manusia, tampaklah dua macam keadaan. Keadaan pertama
merupakan: anak alam, mengalami perubahan, dipaksa oleh kebutuhan-kebutuhan yang
mutlak, didorong oleh detak hatinya dan terbatas waktunya sesuai dengan bentuk-bentuk
organisnya yang beraneka ragam.
Sudut Pandangan Kristiani
Menurut neibuhr, dengan demikian pemahaman tentang manusia harus didasarkan atas
proposisi-proposisi berikut ini.
1. manusia merupakan suatu kesatuan yang diciptakan yang terdiri dari raga dan
rohseperti Tuhan.
2. ditinjau dari sudut pandang Tuhan, manusia merupakan suatu makhluk yang
lemah, yang tergantung, yang mengenal akhir
3. manusia ialah penanggung dosa

3. Penyelesaian Idealisme
Manusia Dan Hasil - Hasil Karyanya
Kedua macam penyelesaian diatas mencoba mendeskripsikan manusia berdasarkan
substansi atau menghubungkan penjelasan tentang manusia dengan apa yang dinamakan
rahasia yang lebih besar Tuhan.
Manusia Menggunakan Simbol-Simbol
Manusia tidak hanya hidup dengan akalnya; ia mengalami rasa takut, mempunyai
harapan-harapan, dan ia menafsirkan pengalaman-pengalaman berdasarkan atas agama
dan mitos.

4. Penyelesaian Materialise Historis.


Hakekat Manusia Yang Berubah-Ubah
Materialisme yang dianut oleh Marx untuk memepertahankan pendiriannya,Marx perlu
membuktikan :
1) bahwa apa yang dinamakanhakekat manusia sesungguhnya mengalami

perubahan
2) bahwa mugkin pula untuk membuat gambaran tentang cara dan metode
perubahan-perubahan tersebut secara alami
3) bahwa mungkin pula untuk menunjukkan apakah yang menyebabkan
perubahan itu.
Tingkah Laku Menentukkan Hakekat Manusia
Marx secara harvia menganut pendirian, manusia ialah apa yang mereka kerjakan. Sebab
itu, yang menentukkan hakekat manusia ialah tingkah laku, dan bukan esensi.
Manusia dan Hewan
Perbedaan antara manusia dengan binatang adalah dalam kemampuannya menguasai
alam melalui teknologi untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah direncanakan.
Sesungguhnya Marx mengatakan bahwa manusia berbeda dengan hewan-hewan, begitu
mereka mulai menghasilkan sarana untuk hidup mereka dengan cara yang dipikirkan,
direncanakan terlebih dahulu.
Dialektika
Segala perubahan atau keadaan saling mengubah ini terjadi menurut pola tertentu yang
dinamakan dialektika, yang terdapat dalam lingkungan alam. Pengertian yang pokok
dalam dialektika ialah dan ini yang penting perubahan merupakan akibat dari adanya
pertentangan diantara kekuatan-kekuatan yang saling berlawanan dan tidak dapat
didamaikan. Bila mana pertentangan ini mencapai suatu intensitas tertentu, secara tibatiba terjadilah suatu perubahan bentuk. Karena perubahan didalam hakekat manusia
tergantung kepada cara-cara produksi, maka perubahan-perubahan tersebut diakibatkan
dan hanya diakibatkan oleh konsekwensi adanya pertentangan-pertentangan diantara
kekuatan-kekuatan yang mendasarinya, yang berusaha untuk menguasai alat-alat
produksi tersebut.