Anda di halaman 1dari 5

Ciri-ciri umum Tumbuhan Lumut

Tumbuhan kecil, mempunyai talus (akar, batang dan daun sukar dibezakan)
Kitar hidup selangan Genussi
Genussi dominan adalah gametofit
Sporofit kekal melekat pada gametofit
Tinggi kurang daripada 15 cm
Gametofit Bryophyta mempunyai bentuk badan seperti daun
Ada yang mempunyai jasad taloid seperti piring yang pipih secara dorsiventral
Ada yang mempunyai paksi utama seperti batang yang mengeluarkan apendaj berupa

daun

Daun tiada kutikel berlilin dan batang tiada berkas vaskular


Tumbuhan gametofit mempunyai struktur berfilamen seperti akar yang disebut rizoid
Rizoid melekatkan tumbuhan kepada batuan atau substrat yang lain
Rizoid bukan akar sebenar, ia selebar satu sel dan tiada jidal akar

KLASIFIKASI Tumbuhan lumut:


Lumut dapat diklasifikasikan berdasarkan struktur tubuhnya menjadi 3 Yaitu:
1. Lumut Hati
Ciri umum dari lumut hati adalah :

Tubuhnya masih berupa talus dan mempunyai rizoid .


Gametofitnya membentuk anteredium dan arkegonium yang berbentuk seperti

payung

Sporofit pertumbuhannya terbatas karena tidak mempunyai jaringan maristemati


Berkembangbiak secara generative dengan oogami dan secara vegetasif dengan fragmentasi

,tunas dan kuncup eram

Habitat nya di tempat yang lembab

2. Lumut Daun
Ciri umum nya :

Tubuhnya mempunyai truktur yang mirip batang,daun akar (rizoid)

Gametofit dibedakan dengan dua tingkatan yaitu:protonema yang bertalus berbentuk benang
dan gametofora yang berupa tumbuhan lumut

Sporofitnya terdiri dari bagian seta ,apofiksi ,kapsul ,gigi peristom, dan kaliptra

Spora terdiri dari dua lapisan ,yaitu endospora dan eksospora ,

Habitatnya pada tempat lembab

Spesies yang berperan cukup besar adalah spagnum sp.

3. Lumut Tanduk
Ciri umumnya:

Tubuhnya mirip dengan lumut hati


Gametofitnya berupa talus yang lebar dan tipis dengan tepi yang berkeluk
Rhizoid berada pada bagian ventral
Habitatnya di dearah yang mempunyai kelembapan tinggi

Marchantiophyta (Hepaticophyta) atau lumut hati banyak ditemukan menempel di bebatuan,


tanah, atau dinding tua yang lembab. Bentuk tubuhnya berupa lembaran mirip bentuk hati dan
banyak lekukan. Terdapat rizoid berfungsi untuk menempel dan menyerap zat-zat makanan.
Tubuhnya memiliki struktur yang menyerupai akar, batang, dan daun. Hal ini menyebabkan
banyak yang menganggap kelompok lumut hati merupakan kelompok peralihan dari tumbuhan
Thallophyta menuju Cormophyta. Lumut hati beranggota lebih dari 6000 spesies.
Tubuhnya terbagi menjadi dua lobus sehingga tampak seperti lobus pada hati. Siklus hidup
lumut ini mirip dengan lumut daun. Didalam spongaria terdapat sel yang berbentuk gulungan
disebut alatera. Elatera akan terlepas saat kapsul terbuka , sehingga membantu memencarkan
spora. Lumut ini juga dapat melakukan reproduksi dengan cara aseksual dengan sel yang
disebut gemma, yang merupakan struktur seperti mangkok dipermukaan gametofit. Contoh
lumut hati adalah Marchantia polymorpha dan porella.
Kebanyakan lumut hati hidup di tempat-tempat yang basah, oleh sebab itu tubuhnya mempunyai
struktur yang higromorf. . Bentuk lain jarang ditemukan, meskipun ada pula yang terdapat pada
tempat-tempat yang amat kering, misalnya pada kulit-kulit pohon, di atas tanah atau batu cadas,
sehingga tubuhnya perlu mempunyai stuktur yang xeromorf. Dalam tubuh terdapat alat
penyimpan air, atau dapat menjadi kering tanpa mengakibatkan kematiannya. Yang bersifat epifit
ada yang dapat hidup pada daun pohon-pohon dalam rimba daerah tropika, dan karena
hidupnya di atas daun itu lumut tadi merupakan suatu bentuk ekologi yang khusus yang
dinamakan epifit.
Sebagian besar lumut hati mempunyai sel-sel yang mengandung minyak. Minyak itu terdapat
dalam bentuk yang spesifik, kebanyakan berupa kumpulan tetes-tetes minyak atsiri. Dalam
Berdasarkan bentuk talusnya, lumut hati di bagi menjadi dua kelompok yaitu: lumut hati bertalus
dan lumut hati berdaun. Pada kedua kelompok tumbuhan tersebut tubuhnya berbentuk
dorsiventral, yakni tubuh bagian atas bagian atas di sebut dorsal dan bagian bawah di sebut
ventral.bentuk demikian minyak tadi tidak dapat ditemukan pada tumbuhan lain.
Ciri umum dari lumut hati :
1. tubuhnya masih berupa talus dan mempunyai rhizoid.
2. gametofitnya membentuk anteredium dan arkegonium yang berbentuk seperti payung.
3. sporofit perumbuhannnya terbatas karena tidak mempunyai jaringan meristematik.
4. berkembang biak secara generatif dengan oogami, dan secara vegetatif dengan fragmentasi,
tunas, dan kuncup eram
5. habitatnya ditempat lembab
a. Lumut Hati Berdaun
Kelompok tumbuhan yang terbesar ini diantara lumut hati kadang-kadang disebut juga lumut

sisik. Umumnya tumbuh subur pada balok-balok kayu, tanah lembab atau t7umbuh sebagai epifit
pada batang atau cabang pohon. Contoh dari kelompok ini adalah Porella. Tubuh tumbuhan ini
khas dorsiventral, dan tersusun dari suatu sumbu dengan bentuk-bentuk seperti pada daun.
Tidak ada atau sedikit saja diferensiasi internal dalam jaringannya. Struktur yang seperti daun itu
tumbuh lateral pada kedua sisi sumbu. Dunia lateral kadang-kadang terbagi menjadi dua bagian.
Daun tingkat ketiga muncul dari permukaan ventral. Terkadang-kadang lumut hati berdaun
dikeluarkan dengan lumut sejati, tetapi dapat diperbedakan jika diperhatikan struktu vegetativnya
secara berhati-hati. Lumut sejati bentuknya simetri radial, artinya daun-daunnya melekat
sekeliling batang, berlawanan dengan lumut hati yang telah dujelaskan di atas. Selain itu, lumut
sejati mempunyai tulang tengah yang tidak terdapat pada lumut hati.
Organ seksual macam lumut ini tumbuh pada generasi gametifit. Anterida tumbuh pada ketiak
daun dan arkegonia tumbuh di ujung, pada apeks pucuk utama atau cabang-cabangnya.
Sporofit dilengkapi dengan kaki, tangkai, dan kapsul, yang membuka dengan empat katup.
b. Marchantia
Struktur talus kelompok ini lebih kompleks dibandingkan dengan Riciciocarpus. Talusnya
(gametofit) lebih terspesialisasi, dan organ seksual betina pada banyak spesies muncul di atas
talus yang bertangkai yang disebut reseptakel. Juga anteridia terdapat pada dasar buah yang
bertangkai. Marchantia polymorpha adalah suatu tumbuhan yang tersebar luas pada ngarai yang
lembab dan ternaung. Beberapa hasil pengamatan menyatakan bahwa tumbuhan ini sering
tumbuh di daerah-daerah rusak akibat terbakar, terutama di daerah yang lembab. Dalam
keadaan demikian tumbuhan itu dapat berkembang dengan subur menjadi hamparan padat
selama bertahun-tahun, secara berangsur digantikan oleh lumut, rumput, dan semaiaan
tumbuhan berkayu.
Reproduksi seksual pada Marchantia melibatkan dua jenis tumbuhan, yaitu tumbuhan jantan,
yang mengandung reseptakel anteridium dan tumbuhan betina yang mengandung reseptakel
arkegonium. Penyerbukan berlangsung sebelum terjadinya pemanjangan tangkai dasar bunga.
Anteridia merekah di ujungnya, dan sperma melepaskan diri dengan bantuan air hujan kea rah
arkegonia yang dekat tumbuhan tersebut. Penyerbukan selanjutnya berlangsung seperti pada
Ricciocarpus. Pada tahap-tahap awal perkembangannya, generasi sporofit Marchantia seluruh
hidupnya bergantung pada jaringan gametofit dalam hal nutrisinya. Meskipun demikian, lebih
kemudian tangkai, dinding kapsul, elater, dan bahkan kaki sporofit menjadi hijau. Sel-sel
jaringan-jaringan tersebut berisi kloroplas amat banyak dan mampu mengadakan fotosintesis.
Sebagian besar kloroplasnya mengandung butir-butir pati. Bila sporofit itu matang, kloroplas
menjadi luruh. Suku Marchantiaeceae dengan contoh-contoh:
- Marchantia polymorpha, dulu dipergunakan sebagain bahan obat obat penyakit hepar(hati).
Dari sebab itu lumut ini dinamakan lumut hati
M. geminatai
Reboulia hemispherica
Suku Ricciaceae, contoh-contoh Riccia Fluitans, R. nutans, R. trichocarpa.

C. Lumut hati bertalus


Kelompok tumbuhan ini menarik karena bentuknya bercabang-cabang. Setiap kali kali talu
membagi diri, pembagianya mengarpu menjadi dua cabang yang sama atau lebih.
Pertumbuhanya terjadi melalui aktifitas dari satu atau lebih sel ujung yang ada pada lekukanlekukan talus. Talus bercabang ini bentknya serupa dengan hati mamalia, oleh karena itu
dinamakan lumut hati atau hepaticeae.
Contoh dalam kelompok ini antara lain adalah Ricciciocarpus natans biasanya tumbuh terapung
di air atau pada tanah yang lembab. Berbaga spesies Riccia, yang lebih banyak cabangnya, dan
biasanya membentuk raset bila tumbuh pada tanah lembab. Recciciocarpus dan Riccia yang
bekerabat dekat merupakan lumut hati yang sederhana.
Setelah spora Ricciciocarpus berkecambah, terjadi perkembangan talus berbentuk hati yang
lebarnya lebih kurang 1 cm. masa besar talusnya mengapung pada permukaan air kolam dan
sungai kecil yang mengalir lambat. Pada bagian ventral terdapat beberapa rizoid dan banyak
sekali sisik yang berwarna kecoklat-coklatan. Keduanya berfungsi untuk absorbsi air bila tumbuh
di atas tanah, rizoid bertambah banyak dan jumlah sisik-sisik di permukaan dorsal talus itu
terdapat pori yang terbuka dan merupakan ruang udara yang internal.
Reproduksi tumbuhan ini di lakukan melalui fragmentasi talus dan melalui spora yang di bentuk
pada proses seksual. Organ seksual pada Ricciciocarpus terdapat pada dasar alur-alur di bagian
dorsal talusnya. Arkogenium yang merupakn organ betina, berbentuk botol atau labu. Dan berisi
sel telur di dasarnya. Di atas sel telur terdapat semacam sumbat yang di namakan sel kanal
ventral. Leher labu arkegonium berisi sederetan sel yang di namakan sel kanal leher. Anteridium
bentuknya oval dengan dinding satu lapis sel. Dinding yang berbentuk pagar ini melingkupi masa
sel yang amat kecil yang berkembang menjadi sperma atau sel jantan atau di sebut juga
anterozoid.
Sel telur yang sudah di buahi mengalami pembesaran dan di bungkus dengan membrane
selulosa yang tipis. Hasil perkawinan, yaitu zigot, menjalani serangkaian pebelahan sel dan
membentuk suatu masa sel yang bundar yang di sebut janin (embrio). Sel-el janin pada
permulaanya sama,tetapi akhirnya lapisan sel yang paling luar menjadi lebih jelas di bandingkan
dengan bagian yang di tutupinya. Lapisan paling luar disebut dinding kapsul. Ketika janin
menjadi matang, sel-sel dalam kapsul terpisah-pisah menjadi bulat, dan berfungsi menjadi sel
induk spora. Bersamaan dengan pembesaran janin, dasar arkegonium berkembang menjadi
setebal dua sel.
Setiap sel induk spora di dalam kapsul spora menjalani meiosis sehingga menjdi 4 spora. Pada
Ricciciocarpus, jumlah kromosom pada sel telur yang sudah di buahi sel induk spora, dan sel-sel
kapsulnya ialah delapan. Oleh karena itu jumlah n setiap spora setelah meiosis adalah empat.
Pada lumut hati yang lain, umumnya ialah n=8 dan 2n=16.
Spora yang di bentuk dari sel induk spora cenderung membentuk kumpulan yang bundar yang
terdiri dari empat spora, kumpulan ini disebut tetrad. Bersamaan dengan masaknya spora,

kapsul juga pecah sehingga gerakan spora menjadi lebih bebas. Akhirnya spora terlepas kerena
talus membusuk, dan berkecambah pada musim yang berikutnya.
Siklus hidup Ricciocarpus sebagaimana tampak adalah gambaran umum siklus hidup semua
lumut hati dan lumut sejati. Spora, tubuh tumbuhan, organ seksual, dan gamet-gamet semuanya
terdapat pada generasi gametofit atau generasi n. setelah penyerbukan dan pengandaan jumlah
kromosom, tumbuhlah zigot yang terkembang menjadi kapsul yang berisi sel induk spora.
Struktur ini merupakan generasi 2n. generasi gametofit pada semua lumut hati dan lumu sejati
adalah autotrof. Embrio, kapsul, dan induk spora pada Ricciocarpus mengandung klorofil, tetapi
tidak terbentuk pati dan tidak ada bukti bahwa buat bahan makanan di dalamnya.
Perkembangan generasi sporofit bergantung pada generasi gametofit dalam hal keperluan air,
dan sebagian besar, mungkin semua, bahan makanan untuk pembentukan dan pematangan
spora. Pada lumut hati dan lumut daun yang lain, generasi sporofit dapat memproduksi sejumlah
makanan. Oleh karena itu tidak seluuhnya bergantung pada generasi gametofit.