Anda di halaman 1dari 7

Tugas Geologi Teknik

Liquefaction

Kelompok 1
Fiqih Kurniadi (072.12.081)
Ghalih Saputra (072.12.)
Giovanni Claudia (072.12.)
Hanggoro Hutomo (072.12.101)
Islammia Nasution (072.12.)
Teknik Geologi
Fakultas Teknologi Kebumian Dan Energi
Universitas Trisakti
Jakarta
2014

I. Pengertian
Liquefaction atau Likuifaksi adalah fenomena di mana kekuatan dan kekakuan tanah
berkurang dikarenakan gempa atau pergerakan tanah lainnya. Hal ini merupakan suatu proses
atau kejadian berubahnya sifat tanah dari keadaan padat menjadi keadaan cair, yang
disebabkan oleh beban siklik pada waktu terjadi gempa sehingga tekanan air pori
(porewater) meningkat mendekati atau melampaui tegangan vertikal. Likuifaksi telah
bertanggung jawab atas sejumlah besar kerusakan dalam sejarah gempa bumi di seluruh
dunia.

Likuifaksi terjadi di tanah jenuh, yaitu tanah di mana ruang antara partikel individu benarbenar penuh dengan air. Air ini memberikan suatu tekanan pada partikel tanah yang
mempengaruhi seberapa erat partikel itu sendiri ditekan bersamaan. Sebelum gempa, tekanan
air relatif rendah. Namun, getaran gempa dapat menyebabkan tekanan air meningkat ke titik
di mana partikel tanah dengan mudah dapat bergerak terhadap satu sama lain.
Getaran gempa sering memicu peningkatan tekanan air namun kegiatan konstruksi yang
terkait seperti peledakan juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan air. Ketika likuifaksi
terjadi kekuatan tanah menurun dan kemampuan deposit tanah untuk mendukung pondasi
untuk bangunan dan jembatan menjadi berkurang.
Tanah yang mengalami likuifaksi juga tekanannya lebih tinggi pada dinding penahan yang
dapat menyebabkan struktur tersebut menjadi miring atau geser. Gerakan ini dapat
menyebabkan penurunan tanah (settlement) dan kerusakan struktur pada permukaan tanah.

Tekanan air yang meningkat juga bisa memicu tanah longsor dan menyebabkan runtuhnya
bendungan.
II. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Soil Liquefaction

Seperti fenomena alam yang lain, soil liquefaction juga mempunyai faktor-faktor yang
mempengaruhi terjadinya fenomena tersebut (Chassagneux et al.,1998), antara lain:
a. Faktor Permanen
Yang menjadi faktor permanen dari peristiwa soil liquefaction ini adalah karakteristik serta
parameter-parameter tanah itu sendiri. Seperti pada Tanah pulvurent/quicksand rentan
mengalami fluidization apabila tanah tersebut terkena tekanan. Dimana tekanan ini
disebabkan oleh peningkatan tekanan pori tanah akibat bertambah atau berkurangnya
kandungan air yang dimiliki oleh tanah tersebut.
b. Faktor Pemicu
Faktor pemicu utama terjadinya peristiwa soil liquefaction adalah terjadinya gempa bumi dan
beban siklis yang disebabkan oleh gelombang laut pada suatu daerah tertentu. Dimana energy
yang ditimbulkan tersebut dapat menyebabkan tanah kehilangan kohesivitas dan akan
membuat tanah mengalami fenomena soil liquefaction

Kenapa Likuifaksi Bisa Terjadi?


Untuk memahami likuifaksi penting untuk mengenali kondisi yang ada di deposit tanah
sebelum gempa bumi. Deposit tanah terdiri dari satu himpunan partikel tanah individu. Jika
kita melihat secara dekat partikel-partikel ini, kita dapat melihat bahwa setiap partikel berada
dalam kontak dengan sejumlah partikel lainnya. Berat partikel tanah yang saling melapisi
menghasilkan kekuatan kontak antara partikel, kekuatan ini menahan partikel individu di
tempatnya dan merupakan sumber perkuatan dari tanah.

*kolom biru pada sudut kanan bawah gambar menunjukkan tingkat tekanan air pori dalam
tanah
Panjang panah mewakili ukuran kekuatan kontak antara individu butir tanah. Kekuatan
kontak menjadi besar ketika tekanan air pori rendah.
Likuifaksi terjadi ketika struktur pasir jenuh yang longgar rusak karena pergerakan tanah.
Sebagaimana struktur rusak, individu partikel yang longgar berusaha untuk pindah ke
konfigurasi yang padat. Dalam gempa bumi, bagaimanapun tidak ada cukup waktu untuk air
di pori-pori tanah untuk dapat diperas / dikeluarkan dari tanah. Sebaliknya air "terjebak" dan
mencegah partikel tanah untuk bergerak lebih dekat satu sama lain. Hal ini disertai dengan
peningkatan tekanan air yang mengurangi kekuatan kontak antara individu partikel tanah ,
sehingga terjadi pelunakan dan melemahnya deposit tanah.

Amati betapa kecil kekuatan kontak yang ada karena tekanan air yang tinggi. Dalam kasus
ekstrim tekanan air pori dapat menjadi sangat tinggi sehingga banyak partikel tanah
kehilangan kontak dengan satu sama lain. Dalam kasus tersebut tanah akan memiliki
kekuatan yang sangat sedikit dan akan berperilaku lebih seperti cairan daripada padat - maka
kejadian ini dinamakan "Liquefaction" / "likuifaksi" (pencairan).