Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH AVERTEBRATA AIR

BINTANG LAUT
(Acanthaster planci)

OLEH:
L. FIRMAN YAYANG A.
NIM:2013154243008

PROGRAM STUDI AVERTEBRATA AIR


JURUSAN BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERIKANAN
UNIVERSITAS 45 MATARAM
MATARAM
2014

KATA PENGANTAR
Puji syukur terhadap tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya saya
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Bintang Laut, yang membahas; habitat bintang
laut, sistem klasifikasi bintang laut, morfologi bintang laut, anatomi bintang laut, sistem
pencernaan bintang laut, dan reproduksi bintang laut.
Saya sadar makalah ini masih sangat jauh dari sempurna, saya berharap semoga makalah
ini dapat berguna semua pihak sesuai dengan tujuan pembuatan makalah ini yaitu memberikan
wawasan atau gambaran dari hewan avertebrata air yaitu bintang laut. Selain itu saya sangat
mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah saya yang akan datang .saya
juga berterima kasih kepada semua pihak dan sumber-sumber referensi yang telah mambantu
penulisan makalah ini.

Mataram, 15 Oktober 2014

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..

DAFTAR ISI .

ii

BAB I Pendahuluan
Landasan Teori
Rumusan Masalah ..
Tujuan .

1
1
2
2

BAB II Pembahasan ..
Habitat bintang laut
Sistem klasifikasi bintang laut
Morfologi bintang laut
Anatomi bintang laut ..
Sistem pencernaan bintang laut ..
Reproduksi bintang laut .
Peranan Bintang Laut .

3
3
3
3
4
4
4
5

BAB III Penutup


Kesimpulan .

6
7

DAFTAR PUSTAKA .. .

BAB I
2

1.1 Pendahuluan
Invertebrata atau Avertebrata adalah sebuah istilah yang diungkapkan oleh Chevalier de
Lamarck untuk menunjuk hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Invertebrata mencakup
semua hewan kecuali hewan vertebrata (pisces, reptil, amfibia, aves, dan mamalia). Contoh
invertebrata adalah serangga, ubur-ubur, hydra, cumi-cumi, dan cacing. Invertebrata mencakup
sekitar 97 persen dari seluruh anggota kingdom Animalia.
Jenis hewan yang termasuk dalam kelompok hewan avertebrata memiliki ciri-ciri
utama sebagai berikut :

Tidak memiliki tulang belakang


Biasanya susunan syaraf berada pada bagian ventral atau perut, tepatnya di bawah bagian
saluran pencernaan.

Biasanya Hewan Avertebrata memiliki rangka luar

Otak hewan avertebrata tidak terlindungi oleh tengkorak

Avertebrata air dapat didefinisikan sebagai hewan yang tidak bertulang belakang, yang
sebagian atau seluruh daur hidupnya hidup di dalam air, seperti salah satu hewan yng akan saya
bahas pada makalah ini, yaitu bintang laut (Acanthaster planci). Bintang laut, walaupun dalam
bahasa Inggris ia dikenal dengan sebutan starfish, hewan ini sangat jauh hubungannya
dengan ikan.
Bintang
laut
merupakan
hewan invertebrata yang
termasuk
dalam filum Echinodermata, dan kelas Asteroidea. Bintang laut bebas dengan menggunakan
kaki-kaki tabungnya, merayap sepanjang dasar laut dalam kecepatan yang cukup rendah untuk
kebanyakan spesies.

1.2 Landasan Teori


Bintang laut (Acanthaster planci) merupakan hewan invertebrata yang termasuk
dalam filum Echinodermata, dan kelas Asteroidea. Echinodermata (dalam bahasa yunani, echino
= landak, derma = kulit) adalah kelompok hewan triopoblastik selomata yang memilki ciri khas
adanya rangka dalam (endoskeleton) berduri yang menembus kulit. Walaupun dalam bahasa
Inggris ia dikenal dengan sebutan starfish, hewan ini sangat jauh hubungannya dengan ikan.
Sesuai dengan namanya itu, jenis hewan ini berbentuk bintang dengan 5 lengan. Bintang laut
termasuk hewan simetri radial dan umumnya memiliki lima atau lebih lengan. Mereka bergerak
dengan menggunakan sistem vaskular air. Bintang laut sebenarnya adalah makhluk hidup yang
bebas, namun dikarenakan ketiadaannya organ gerak yang memadai, bintang laut hanya bergerak
mengikuti arus air laut.
2

1.3 Rumusan Masalah


A. Dimana habitat bintang laut?
B. Bagaimana sistem klasifikasi bintang laut?
C. Bagaimana morfologi bintang laut?
D. Bagaimana anatomi bintang laut?
E. Bagaimana sistem pencernaan bintang laut?
F. Bagaimana reproduksi bintang laut?
G. Apa peranan bintang laut?

1.4 Tujuan Penulisan


A. Mengetahui diman habitat bintang laut
B. Mengetahui bagaimana sistem klasifikasi bintang laut
C. Mengetahui bagaimana morfologi bintang laut
D. Mengetahui bagaimana anatomi bintang laut
E. Mengetahui bagaimana sistem pencernaan bintang laut
F. Mengetahui bagaimana reproduksi bintang laut
G. Mengetahui apa peranan bintang laut

BAB II
PEMBAHASAN
A) Habitat Bintang Laut
Habitat bintang laut ini adalah di terumbu karang, terutama di lereng terumbu pada
kedalaman 2 sampai 6 m. Ada yang ditemukan di paparan terumbu yang terbuka pada saat air
surut dan ada yang ditemukan di terumbu karang hidup pada kedalaman 33 m. Di Great Barrier
Reef, Australia, hewan ini dijumpai di semua kedalaman yang tidak melebihi 60 m.
B) Sistem Klasifikasi Bintang Laut
Kerajaan

: Animalia

Filum

: Echinodermata

Kelas

: Asteroidea

Ordo

: -Brisingida

-Spinulosida

-Forcipulatida

-Valvatida

-Paxillosida

-Notomyotida

C) Morfologi Bintang Laut


Tubuh bintang laut umumnya berbentuk simetris radial (cakram) dengan 4-5 lengan. Pada
beberapa jenis tertentu, jumlah lengan dapat mencapai 40 buah. Mulut bintang laut terletak di
tengah cakram pada sisi bawah tubuh. Di bawah lengan bintang laut terdapat alur yang dalam
mulai dari mulut hingga ujung lengan yang disebut celah ambulakral. Di dalam celah ambulakral
bintang laut terdapat kaki tabung dengan ujung yang lengket berfungsi sebagai alat untuk
4

beregerak. Bintik mata yang peka terhadap cahaya terdapat di ujung lengan.
Di sisi atas (daerah aboral) bintang laut terdapat anus dan lubang tempat masuknya air yang
disebut madreporit. Kulit atas bintang laut umumnya kasap, keras dan ada yang berduri untuk
mempertahankan diri.Makanan bintang laut terdiri dari ikan , tiram, kerang, teritip, keong,
cacing, polipkarang, crustacean dan lain-lain. Lubang madreporit berjumlah 6-13, sedangkan
lubang anus berjumlah 1-6 buah. Bintang laut (A. planci) mempunyai lengan antara 8-21 buah.
Duri-duri yang beracun berukuran 2-4 cm menghiasi permukaan aboral tubuh cakram dan
lengan-lengannya. Warna tubuh A. planci dapat bervariasi antar lokasi. Di perairan Thailand dan
Maladewa (Maldive) warna tubuh biru keunguan, di GBR berwarna merah dan kelabu,
sedangkan di Hawaii. Dan sebagainya.

D) Anatomi Bintang Laut


Rongga tubuh bintang laut sangat besar dan dapat dibagi menjadi beberapa bagian yang
jelas. Bagian periviceral bintang laut mengelilingi saluran pencernaan dan melebar ke dalam
lengan. Bagian tersebut dilapisi peritoneum dan terisi air laut yang mengandung sejumlah
albumin. Oksigen diambil ke dalam cairan rongga tubuh tubuh bintang laut dan CO2 dibuang
melalui dorongan keluar dari dinding tubu8Ih yang dikenal sebagai papula atau insang kulit
(dermal barnchiae). Rongga tubuh bintang la7ut juga memiliki fungsi ekskresi karena sel-sel dari
peritoneum masuk (lepas) kedalam cairan rongga tubuh dimana mereka berkeliaran sebagai
amebosit yang mengumpulkan kotoran. Sel-sel ini menuju ke insang kulit dan melalui dinding
insang ini amebosit keluar dan terpecah.
Sifat pembuluh air pada bintang laut sangat spesifik. Air masuk kedalam saluran batu
melalui madreporit menuju saluran cincin. Selanjutnya air masuk kedalam saluran meruji menuju
ke masing-masing lengan di atas alur ambulakral. Air kemudian masuk ke saluran lateral menuju
kaki tabung. Hewan ini bernafas dengan menggunakan insang kulit, yaitu penonjolan dinding
rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini di lindungi oleh silia dan pediselaria.

E) Sistem Pencernaan Bintang Laut


Sistem pencernaan bintang laut sangat pendek dan termodifikasi. Mulut bintang laut
membuka ke oseophagus menuju perut yang berupa sebuah kantong berdinding tipis. Kantong
ini bintang bersambung dengan kantong pilorik. Dari kantong pilorik bintang laut terdapat
sebuah tabung lewat menuju ke setiap lengan menuju ke kantung lateral. Di atas kantong pilorik
bintang laut terdapat rectum yang ramping menuju anus.

F) Reproduksi Bintang Laut


Bintang laut memiliki kelamin terpisah. Alat perkembangbiakan bintang laut berbentuk
dendritic, dua di dasr setiap lengan. Pembuahan bintang laut bersifat eksternal dengan melepas
sperma dan sel telur ke air malalui pori-pori pada sisi aboral pada permukaan, di antara dua

lengan yang berdekatan. Kemampuan regenerasi lengan bintang laut yang putus atau hilang
sangat tinggi. Lengan bintang laut yang tumbuh menjadi individu baru disebut komet.
Bintang laut dapat bereproduksi dengan cara berikut ini :
1. Seekor bintang laut betina diperkirakan dapat bertelur antara 12 sampai 24 juta butir telur.
2. Dalam 10 menit hewan jantan mulai membuahi si betina. Proses ini bisa menyebabkan air di
sekitarnya berwarna putih seperti susu.
3. Dari beberapa jantan yang membuahinya, hanya terlihat seekor betina yang dibuahi. Ia
berada pada jarak lebih dari 1 m dari jantannya.
4. Telur tertuangkan dan mengalir terus menerus dari beberapa gonopora ke dalam air dan
langsung disebar oleh arus air.
5. Hewan ini melepaskan sel kelamin ke air dan hasil pembuahannya akan tumbuh menjadi
larva mikroskopis yang lengannya bersillia, disebut pluteus. Pleteus kemudian mengalami
metamorfosis menjadi bentuk seperti bintang laut.
Perkembang-biakan mahkota duri terjadi melalui sederetan perkembangan larva yang
planktonik. Gonad hewan ini berwarna kuning, meskipun gonad jantan agak lebih pucat. Pada
puncak musim perkelaminan, gonad berukuran besar dan mengisi seluruh volume tubuh. Seekor
bintang laut betina yang matang telur rata-rata diperkirakan berisi antara 12 juta dan 24 juta butir
telur. Cara memijah adalah dengan mengangkat lengan dan menggoyang-goyangkannya. Dalam
10 menit hewan jantan mulai berpijah yang menyebabkan air di sekitarnya berwarna putih
seperti susu. Dari beberapa jantan yang memijah, hanya terlihat seekor betina yang memijah. Ia
berada pada jarak lebih dari 1 m dari jantan-jantan yang memijah. Telur tertuangkan dan
mengalir terus menerus dari beberapa gonopora ke dalam air dan langsung disebar oleh arus air.
Pemijahan kedua kelamin hewan itu berlanngsung sekitar 30 menit.

G) Peranan Bintang Laut


Bintang laut yang tersedia di bumi nusantara ini ternyata bisa digunakan untuk
mengobati sakit asma. Demikian hasil riset ilmuwan di London yang bisa menjadi referensi bagi
kita. Penyakit asma selama ini diketahui belum ada obat yang bisa menyembuhkannya, begitu
pula dengan radang sendi atau arthritis. Tapi studi terbaru dari ilmuwan kelautan menunjukkan
bahwa bintang laut bisa menjadi obat untuk penderita asma dan radang sendi.
Sebuah tim peneliti dari Scottish Association for Marine Science telah mempelajari
substansi atau bahan berlendir yang melapisi tubuh bintang laut berduri.Peneliti menemukan
bahwa bahan licin pada bintang laut lebih baik dari Teflon untuk menghentikan puing-puing
menempel pada tubuh bintang laut, sehingga bisa menjaga kebersihannya.
Dan peneliti percaya bahwa bahan tidak lengket ini dapat dijadikan senjata baru yang
penting untuk mengobati penyakit inflamasi atau peradangan seperti asma dan radang sendi.
Penyakit peradangan seperti asma dan radang sendi merupakan kondisi yang terjadi ketika
respon alami tubuh terhadap infeksi dipercepat diluar kendali.

Hal ini membuat sel darah putih (leukosit) yang bertugas memerangi infeksi mulai
menumpuk di pembuluh darah dan menempel pada sisi-sisinya, sehingga dapat menyebabkan
kerusakan jaringan.
Lendir bintang laut dapat digunakan untuk melapisi pembuluh darah yang akan
membiarkan sel darah putih mengalir dengan mudah, sel-sel darah putih harus tetap mengalir
pada pembuluh darah. Jadi tim peneliti mulai mempelajari bagaimana lendir bintang laut dapat
mengatasi hal ini dan mencegah terjadinya peradangan pada tubuh manusia.
Ini dapat mengurangi jumlah obat yang harus diminum pasien asma dan radang sendi,
yang sering memiliki efek samping yang tidak diinginkan, bintang laut sangat efektif dan telah
banyak membantu pengobatan manusia. Namun, bintang laut sering dianggap merugikan oleh
pembudidaya tiram mutiara dan kerang laut karena merupakan predator hewan-hewan budidaya
tersebut

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Bintang laut adalah hewan avertebrata yang habitatnya di terumbu karang, terutama di
lereng terumbu pada kedalaman 2 sampai 6 m. Tubuh bintang laut umumnya berbentuk simetris
radial (cakram) dengan 4-5 lengan. Bintang laut betina diperkirakan dapat bertelur antara 12
sampai 24 juta butir telur. Selain itu bintang laut juga dapat digunakan sebagai obat asma.

DAFTAR PUSTAKA
Marine Resource Database, (2013) Bintang Laut 2: [online]. Tersedia di:
http://marineresourcesdatabase.wordpress.com/2013/12/29/bintang-laut-2/
Satwa, (2013) Hewan Avertebrata: [online]. Tersedia di:
http://www.satwa.net/320/hewan-avertebrata.html
Jurusan Biologi, (2014) Morfologi dan Anatomi Bintang Laut: [online]. Tersedia di:
http://jurusanbiologi.blogspot.com/2014/05/morfologi-dan-anatomi-bintang-laut.html
Dunia Perairan, (2012) Bintang Laut: [online]. Tersedia di:
dunia-perairan.blogspot.com/2012/10/bintang-laut.html
Malinda Uci, (2012) Bintang Laut: [online]. Tersedia di:
uci-marlinda.blogspot.com/2012/11/bintang-laut-kelas-asteroidea.html