Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Omfalokel adalah adanya protrusi (keadaan menonjol kedepan) pada
waktu lahir dibagian usus yang melalui suatu defek besar pada dinding
abdomen di umbilikus dan usus yang menonjol hanya ditutupi oleh membran
tipis transparan yang terdiri dari amnion, dan peritoneum (W. A. Newman
Dorland, 2002)
Omfalokel merupakan defek (kecacatan) pada dinding anterior abdomen
pada dasar dari umbilikal cord dengan herniasi dari isi abdomen. Organ-organ
yang berherniasi dibungkus oleh peritoneum parietal. Setelah sepuluh minggu
gestasi, amnion dan Wharton Jelly juga membungkus masa hernia (LelinOkezone, 2007).
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian omfalokel?
2. Bagaimana etiologi omfalokel?
3. Bagaimana tanda dan gejala omfalokel?
4. Bagaimana prognosis omfalokel?
5. Bagaimana patofisiologi omfalokel?
6. Bagaimana maniestasi klinis omfalokel?
7. Bagaimana pemeriksaan diagnostik omfalokel?
8. Apasaja komplikasi omfalokel?
9. Bagaimana penatalaksanaan omfalokel?
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian omfalokel
2. Mengetahui bagaimana etiologi omfalokel
3. Mengetahui bagaimana tanda dan gejala omfalokel
4. Mengetahui bagaimana prognosis omfalokel
5. Mengetahui bagaimana patofisiologi omfalokel
6. Mengetahui bagaimana maniestasi klinis omfalokel
7. Mengetahui bagaimana pemeriksaan diagnostik omfalokel
8. Mengetahui apa saja komplikasi omfalokel
9. Mengetahui bagaimana penatalaksanaan omfalokel

Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. 1

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Omphalokel
Defek midline yang tertutup membran tembus pandang avaskular tempat
tali pusat melekat, ukurannya berkisar antara 4-12cm, dan berpusat pada
cincin umbilical. Defek dapat meliputi usus besar dan kecil, lambung serta
hepar, semuanya usus non rotasi ; bisa ruptur prenatal atau saat kelahiran.
Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. 2

Hernia tali pusat biasanya berdiameter <4cm ; tipe omfalokel yang tidak
begitu berat berisi sedikit atau tidak ada untal usus.
Omfalokel adalah penonjolan dari usus atau isi perut lainnya melalui akar
pusat yang hanya dilapisi oloeh peritoneum (selaput perut) dan tidak lapisi
oleh kulit. Omfalokel terjadi pada 1 dari 500 kehamilan. Usus terlihat dari luar
melalui selaput peritoneum yang transparan (tembus pandang).
B. Etiologi omfalokel
Omalokel disebabkan oleh kegagalan otot dalam kemali ke rongga
abdomen pada waktu janin berumur 10 minggu hingga menyebabkan
timbulnya omfalokel. Kelainan ini dapat terlihat dengan adanya prostrusi
(sembilan) dari kantong yang serisi usus dan visera abdomen melalui defek
dinding abdomen pada umbilicus (umbilicus terlihat menonjol keluar). Angka
kematian kelainan ini tinggi bila amfolekel besar karena kantong dapat pecah
dan terjadi infeksi. Kelainan dapat terlihat dengan adanya kantong usus yang
berisi usus dan fisera abdomen melalui defek dinding abdomen pada
umbilicus (umbilicus terlihat menonjol keluar).
Penyebab pasti terjadi omphalokel belum jelas sampai sekarang. Beberapa
factor resiko atau factor-faktor yang berperan menimbulkan terjadinya
omphalokel diantaranya adalah infeksi, penggunaan obat dan rokok pada ibu
hamil, defisien asam folat, hipoksia, penggunaan salisilat, kelain genetic serta
polihidramnion.
Menurut Glasser ada beberapa omfalokel, yaitu :
1. Factor kehamilan dengan resiko tinggi, seperti ibu hamil sakit dan
terinfeksi, penggunaan obat-obatan, merokok dan kelainan geneik.
Faktor-faktor tersebut berperan pada timbulnya insufisiensi plasenta
dan lahir pada umur kehamilan kurang atau bayi premature,
daiantaranya bayi dengan gastroschizis dan omfalokel paling sering
dijumpai.
2. Defisiensi asam folat, hipoksia dan salisilat menimbulkan defek
dinding abdomen pada percobaan dengan tikus kemaksaannya secara
klinis masih sebatas perkiraan. Secara jelas peningkat MSAFP
(Maternal Serum Alfa Feto Protein) pada pelacakan dengan
ultrasonografi memberikan suatu kepastian telah terjadi kelainan
Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. 3

structural pada fetus. Bila suatu kelainan didapati bersamaan dengan


adanya omfalokel, layak untuk dlakukan amniosintesis guna melacak
kelainan genetic.
3. Polihidramnion, dapat diduga adanya atresia intestinal fetus dan
kemungkinan tersebut harus dilacak dengan USG.
Pada 25%-40% bayi yang menderita omfalokel, kelaianan ini
disertai oleh kelainan bawaan lainnya, seperti kelainan:
1. Masalah genetic atau abnormalitas kromosom
2. Factor kehamilan seperti penyakit maternal dan infeksi, penggunaan
obat

(antibiotic

oxytetracycline),

merokok,

factor

tersebut

dikonstribusikan dengan insufisiensi plasenta dan kelahiran dengan


3.
4.
5.
6.
7.
8.

usia kehamilan atau kehamilan premature.


Hernia diafragmatika kongenital
Kelainan jantung atau defek jantung
Defisiensi asam folat
Defisiensi salisilat
Hypoxia (penurunan suplai oksigen ke jaringan )
Kandungan lemah

C. Tanda dan Gejala Omfalokel


Omfalokel yaitu hernia umbilikalis inkomplet terdapat waktu, lahir ditutup
oleh peritoneum, selai warton dan selaput amnion. Hernia umbilikalis
biasanya tanpa gejala, jarang yang mengeluh nyeri.
Banyaknya usus dan organ perut lainnya yang menonjol pada omfalokel
berfariasi, tergantung kepada besarnya lubang di pusar. Jika lubangnya kecil,
mungkin hanya usus yang menonjol, tetapi jika lubangnya besar hati juga bisa
menonjol melalui lubang tersebut.
D. Prognosis Omfalokel
Penutupan segera defek dengan diameter kurang lebih 5 cm biasanya
bnerhasil defek yang lebih besar mungkin perlu ditutup secara bertahap.
Prognosis ditentukan tidaksaja oleh ukuran cacat tetapi juga dietiologi dan
kelainan yang menyertai. Ditemukannya omfalokel mengharuskannya
dilakukan efaluasi janin yang lenmgkap termasuk penentuan kariotip.
E. Patofisiologi Omfalokel
Disebabkan oleh kegagalan alat dalam untuk kembali ke rongga abdomen
pada waktu janin berumur 10 minggu sehingga menyebabkan timbulnya
Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. 4

omfalokel atau omphalocel. Kelainan ini dapat segera dilihat yaitu berupa
protrusi dari kantong yang berisi usus dan visera abdomen melalui defek
dinding abdomen pada umbilius. Angka kematian tinggi apabila omfalokel
besar karena kantong pecah dan terjadi infeksi.
Suatu portusi pada dinding abdomen sampai dasar talipusat. Selama 6
sampai 10 minggu kehamilan. Protrusi tersebut tumbuh dan keluar dari dalam
abdomen, pada tali pusat karena abdomen berisi terlalu sedikit sekitar 10
sampai 11 minggu, normalnya usus akan berpindah kembali kedalam
abdomen. Ketidakmampuan usus untuk bermigrasi secara normal akan
menyebabkan omphalocle. Biasanya ditutupi oleh membrane yang dilindungi
oleh visera. Bayi dengan omphalocle mempunyai insiden yang tinggi terhadap
abnormalitas yang lain, seperti imperforasi, agenesis colon dan defek
diafragma atau jantung (Jacksone, D.B Dan Sounders, 1993).
Pada janin usia 5 sampai 6 minggu isi abdomen terletak diluar embrio
dirongga selom. Pada usia 10 minggu terjadi pengembangan lumen abdomen
sehingga usus dari ekstra pertonium akan masuk ke rongga perut.
Bila proses ini terhambat maka akan terjadi kantong di pangkal umbilikus
yang berisi usus, lambung radang hati.
Dindingnya tipis terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion yang
keduanya bening sehingga isi kantong tengah tampak dari luar, keadaan ini
disebut omfalokel. Bila usus keluar dari titik terlemah di kanan umbilicus,
usus akan berada di luar rongga perut tanpa dibungkus peritoneum dan
amnion, keadaan ini disebut gastroschisis. Pangkal umbilicus sering kali
terkena infeksi stapilococus aureus. Hal ini dapat terjadi jika penanganan alatalat yang dipakai tidak steril maupun pada perawatan sehari-hari (peralatan
tali pusat). Pada tempat ini terjadi radang dan dapat mengeluarkan nanah,
sekitarnya merah dan terdapat oedem. Pada keadaan berat, infeksi dapat
menjalar ke hepar melalui ligamen falsiforme dan menyebabkan abses yang
multiple. Pada keadaan kronik dapat terjadi glanuloma pada umbilicus.
F. Maniestasi Klinis Omfalokel
Omfalokel dapat dilihat dengan jelas, karena isi abdomen menonjol atau
keluar melewati area perut yang tertekan. Berikut ini perbedaan ukuran
omfalokel, yaitu :

Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. 5

1. Omfalokel kecil hanya khusus yang keluar atau menonjol, sedangkan


2. Omfalokel besar : usus, hati atau limpha yang mungkin bisa keluar dari
tubuh yang sehat.
Omfalokel memperlihatkan sedikit pembesaran pada dasar tali pusat atau
kantong membrane yang menonjol pada umbilicus. Kantong tersebut
berukuran dari kecil sampai berukuran raksasa dan mengenai hati, lmpha
dan tonjolan besar pada bowel (isi perut). Tali pusat biasanya diimsersi
kedalam kantong jika kantong ruptur pada uterus, maka usus akan terlihat
gelap dan edematous. Jika tidak ditutup maka selama pelepasan usus
menunjukkan normal yang esensial. Kira-kira 1 dari 3 bayi dengan
omfalokel diasosiasikan sebagai kongenital anomali atau abnormal.
G. Pemeriksaan Diagnostik atau Penunjang Omfalokel
1. Pemeriksaan Fisik
Pada omfalokel tampak kantong yang berisi usus dengan atau tanpa hati
di garis tengah pada bayi yang baru lahir.
2. Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan Maternal Serum Alfa Fetoprotein (MSAFP). Diagnosis
prenatal defek pada dinding abdomen dapat dideteksi dengan penngkatan
MSAFP. MSAFP dapat juga meninggi pada spinabifida yang disertai
dengan peningkatan asetilkolinesterae dan pseudokolinesterase.
1. Pemeriksaan Radiology
Fetal sonography dapat menggambarkan kelainan genetik dengan
memperlihatkan

marker

struktural

dari

kelainan

karyotipik

echocardography fetus membantu mengidentifikasi kelainan jantung.


Untuk mendukung

diagnosis kelainan

genetik diperjelas dengan

amniosentesis. Pada omfalokel tampak kantong yang berisi usus dengan


atau tanpa hepar digaris tengah pada bayi yang baru lahir.
H. Komplikasi Omfalokel
1. Menurut Marshall Klaus, komplikasi dari omphalokel adalah :
Infeksi usus
2. Kematian jaringan usus yang bisa berhubungan dengan kekeringan atau
trauma oleh karena usus yang dilindungi.
3. Komplikasi dini adalah infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada
permukaan yang telanjang.
4. Kekurangan nutrisi dapat terjadi sehingga perlu balans cairan dan nutrisi
yang adekuat misalnya dengan nutrisi parenteral
Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. 6

5. Dapat terjadi sepsis terutama jika nutrisi kurang dan pemasangan


ventilator yang lama.
6. Nekrosis
7. Kelaian kongenital dinding perut ini mungkin disertai kelainan bawaan
lain yang memperburuk prognosis.
I. Penatalaksanaan Omfalokel
Terapi :
Pengobatan yang diberikan ialah local dapat diberikan salep yang
mengandung neomisin dan basitroasin, selain itu dapat dipakai juga
gentamisin. Bilan terdapat granulosa kelainan ini dapat diberi orgentinitra
3%. Pencegahan dapat dilakukan dengan perawatan tali pusat yang baik
sebelum dilakukan pembedahan.
Medis :
Operasi dilakukan segera setelah lahir tetapi mengingat bahwa memasukkan
semua usu dan alat visera sekaligus ke dalam rongga abdomen akan
menimbulkan tekanan yang mendadak pada paru hinggaa timbul ganggu
pernafasan, maka operasi biasanya ditunda beberapa beberapa bulan.
Perawatan :
Masalah perawatan yang dapat terjadi adanya resiko sebelum dilakukan
operasi bila kantong belum pecah, dioleskan merkurokrom setiap hari untuk
mencegah infeksi. Operasi ditunda beberapa bulan menunggu terjadinya
penebalan selaput yang menutupi kantong tersebut setelah diolesi
merkurokrom, ditutup dengan kasa steril, diatasnya ditutup lagi dengan kapas
agak tebal baru dipasang gurita. Bila bayi dipulangkan, pesankan kepada
ibunya untuk mencegah infeksi dan ajarkan cara merawatnya seperti yang
dilakukan di RS serta kapan harus dating konsultasi. Perawatan sehari-hari
yang bisa dilakukan adalah :
a. Hindari kelembaban
b. Setelah mandi dibersihkan dengan kasa steril
c. Diberi betadine, ditutup 2 lembar kasa steril, dipakaikan gurita tetapi tidak
terlalu kencang

BAB III
Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. 7

ASKEB (7 LANGKAH VARNEY)


ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR DENGAN OMFALOKEL
I.
PENGKAJIAN
A. Subyektif
1. Biodata
Nama
Umur bayi

: bayi A
: BBL (biasanya terjadi pada janin 10 minggu pada

kegagalan otot dalam kemali ke rongga abdomen)


Umur orang tua
: biasanya terjadi pada perempuan dibawah umur 20
tahun atau perempuan usia 40 tahun yang lebih cenderung melahirkan bayi
dengan omphalokel (usia resti)
Pendidikan orang tua : untuk mengetahui pengetahuan yang berhubungan
dengan klien
Pekerjaan orang tua (Untuk mengetahui taraf hidup sosial ekonomi yang
berhubungan dengan nutrisi) : status sosial ekonomi rendah dan kehidupan
sosial yang tidak stabil
2. Keluhan Utama
Bayi lahir dengan isi perut terlihat dari luar melalui selaput peritoneum
3. Alasan Datang
: mengetahui keluhan ibu tentang bayinya
Riwayat Kesehatan Ibu
a) Riwayat kesehatan yang lalu, kesehatan sekarang, dan kesehatan
keluarga,hal tersebut tidak semua mempengaruhi terjadinya omfalokel
pada bayi, tetapi genetic cukup mempengaruhi terjadinya omfalokel
pada bayi.
b) Riwayat kesehatan bayi, terjadinya hipoksia dan ususnya keluar dari
rongga abdomen.
4. Riwayat Obstetri
a. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu : tidak mempengaruhi
a. Riwayat kehamilan sekarang : ibunya sakit dan infeksi, penggunaan
obat-obatan, merokok, adanya kelainan genetic, defisiensi asam folat
hipoksia dan salisilat serta adanya polihidramnion.
b. Riwayat persalinan sekarang : jika janin yang mengalami omfalokel
saat kehamilan telah diketahui sebelumnya, maka dilakukan secsio
cesarean.
5. Riwayat perkawinan : usia menikah, lamanya menikah, satus menikah
mempengaruhi psikologis ibu pada masa kehamilan.

Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. 8

6. Riwayat imunisasi bayi : 7. Pola kehidupan sehari-hari


Ibu
:
a. Penggunaan obat-obatan berbahaya, merokok
b. Asupan gizi yang tak seimbang
c. Salisilat dapat menyebabkan defek pada dindidng abdomen
d. Unsur polutan logam berat dan radioaktif yang masuk dalam tubuh ibu
hamil.
Bayi :
a. Tempatkan bayi pada ruangan vang asaeptik dan hangat untuk
mencegah kehilangan cairan, hipotermi dan infeksi.
b. Posisikan bayi senyaman mungkin dan lembut untuk menghindari bayi
menagis dan air swallowing. Posisi kepala sebaiknya lebih tinggi untuk
memperlancar drainase.
c. Lakukan penilaian ada/tidaknva distress respirasi yang mungkin
membutuhkan alai bantu verltilasi seperti intubasi endotrakeal.
Beberapa macam alat bantu ventilasi seperti mask tidak dianjurkan
karena dapat menyebabkan masuknya udara kedalam traktus
gastrointestinal
d. Pasang pipa nasogastrik atau pipa orogastrik untuk mengeluarkan
udara dan cairan dari sistem usus sellinop dapat mencegah muntah,
mencegah aspirasi, mengurangi distensi dan tekanan (dekompresi)
dalam sistem usus sekaligus mengurangi tekanan intra abdomen,
demikian pula perlu dipasang rectal tube untuk irigasi dan untuk
dekompresi sistem usus.
e. Pasang kateter uretra untuk mengurangi distensi kandung kencing dan
mengurangi tekanan intra abdomen.
f. Pasang jalur intra vena (sebaiknva pada ektremitas atas) untuk
pemberian cairan dan nutrisi parenteral sehingga dapat menjaga
tekanan intravaskuler dan menjaga kehilangan protein vang mun(jkin
terjadi karena ganggLlan sistem usus, dan untuk pemberian antibitika
broad spektrum.
B. Data Obyektif
Data fokus Pengkajian
1. Mengkaji kondisi abdomen
a. Kaji area sekitar dinding abdomen yang terbuka

Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. 9

b. Kaji letak defek, umun nya berada disebelah kanan umbilicus


c. Perhatikan adanya tanda-tanda infeksi/iritasi
d. Nyeri abdomen, mungkin terlokalisasi atau menyebar, akut/kronis
sering disebabkan oleh inflamasi dan obstruksi.
e. Distensi abdomen, kontur menonjol dari abdomen yang mungkin
disebabkan oleh perlambatan pengosongan lambung, akumulasi
gas / feses, inflamasi/obstruksi.
2. Mengukur temperature tubuh
a. Demam, manifestasi umum dari penyakit pada anak-anak dengan
gangguan GI, biasanya berhubungan dengan dehidrasi, infeksi atau
inflamasi.
b. Lakukan pengukuran suhu secara kontinyu tiap 2 jam
c. Perhatikan apabila terjadi peningkatan suhu secara mendadak
3. Kaji sirkulasi
a. Kaji adanya sianosis perifer
4. Kaji distress pernapasan
a. Lakukan pengkajian fisik pada dada dan paru
b. Frekuensi : Cepat (Takipneu), Normal atau lambat
c. Kedalaman

: Normal.

Dangkal (Hipopnea), terlali dalam

(Hipernea)
d. Kemudahan : Sulit (Dispneu), Otophnea
e. Irama : Fariasi dalam frekuensi dan kedalaman pernapasan
f. Opservasi adanya tanda-tanda infeksi, batuk, sputum,dan nyeri
dada
g. Kaji adanya suara nafas tambahan (Mengi/wheezing)
h. Perhatikan bila pasien tampak pucat/ sianosis
II.

INTERPRETASI DATA
Diagnosis omphalokel adalah sederhana, namun perlu waktu khusus
sebelum operasi dikerjakan, pemeriksaan fisik secara iengkap dan perlu suatu
rontgen dada serta ekokardiogram pada saat lahir, ornphalokel diketahui
sebagai defek dinding abdomen pada dasar cincin urnbilikus. Defek tersebut

Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. 10

lebih dari 4 cm (bila defek kurang dari 4 cm secara umum dikenal sebagai
hernia umbilikalis ) dan dibungkus oleh suatu kantong membran atau amnion.
Pada 10,o sampai 18,10, kantong mungkin ruptur dalam rahim atau sekitar
4 o saat proses kelahiran.
Omphalokel raksasa (gnant omphalocele) mempunyai suatu kantong vani),
menempati harnpir seluruh dinding, abdomen, berisi hampir semua organ
intraabdomen dan berhubungan dengan tidak berkembangnya r ongga
peritoneum serta hipoplasi pulrnoner.
Diagnosis omphalokel ditegakkan berdasarkan gambaran klinis dan dapat
ditegakkan pada waktu prenatal dan pada waktu postnatal
a. Diagnosis prenatal
Diagnosis prenatal terhadap omphalokel sering ditegakkan dengan bantuan
USG. Defek dinding abdomen janin biasanya dapat dideteksi pada saat
minggu ke 13 kehamilan, dimana pada saat tersebut secara normal
seharusnya usus telah masuk seluruhnya kedalam kavum abdomen janin.
b. Diagnosis postnatal (setelah kelahiran)
Gambaran klinis bayi baru lahir dengan omphalokel ialah terdapatnya
defek sentral dinding abdomen pada daerah tali pusat. Defek bervarasi
ukurannya, dengan diameter mulai 4 cm sampai dengan 12 cm,
mengandung herniasi organ-organ abdomen baik solid maupaun
berongga dan masih dilapisi oleh selaput atau kantong serta tampak tali
pusat berinsersi pada puncak kantong. Kantong atau ,elaput tersusun atas 2
lapisan yaitu lapisan luar berupa selaput amnion dan lapisan dalam berupa
peritoneum. Diantara lapisan tersebut kadang-kadang terdapat lapisan
Warton's jelly. Warton's jelly adalah jaringan mukosa yang merupakan
hasil deferensiasi dari jaringan mesenkimal (mesodermal).
Pre Op :
Resiko infeksi berhubungan dengan pertahanan tubuh primer yang tidak
adekuat
Hipertermi berhubungan dengan dehidrasi
Defisiensi pengetahuan orang tua tentang penyakit berhubungan dengan
keterbatasan kognitif
Post Op :
Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik
Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. 11

Kecemasan orang tua berhubungan dengan status kesehatan


Defisiensi pengetahuan orang tua tentang cara perawatan anak post op
berhubungan dengan keterbatasan kognitif
III.

DIAGNOSA POTENSIAL
Komplikasi dini merupakan infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada
permukaan yang telanjang. Kelainan kongenital dinding perut ini mungkin
disertai kelainan bawaan lain yang memperburuk prognosi.
komplikasi dari omphalokel adalah :
1. Komplikasi dini adalah infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada
permukaan yang telanjang.
2. Kekurangan nutrisi dapat terjadi sehingga perlu balans cairan dan nutrisi
yang adekuat misalnya dengan nutrisi parenteral.
3. Dapat terjadi sepsis terutama jika nutrisi kurang dan pemasangan
ventilator yang lama.
4. Nekrosis
5. Kelainan kongenital dinding perut ini mungkin disertai kelainan bawaan
lain yang memperburuk prognosis.

IV.

KEBUTUHAN

TINDAKAN

SEGERA,

KONSULTASI

DAN

KOLABORASI
Apabila terdiagnosa omphalokel pada masa prenatal maka sebaiknya
dilakukan informed consent pada orang tua tentang keadaan janin, resiko
terhadap ibu, dan prognosis. Informed consent sebaiknya melibatkan ahli
kandungan, ahli anak dan ahli bedah anak.
V.

PERENCANAN
Penatalaksanaan prenatal pada ompalokel
Apabila terdiagnosa omphalokel pada masa prenatal maka sebaiknya
dilakukan informed consent pada orang tua tentang keadaan janin, resiko
terhadap ibu, dan prognosis. Informed consent sebaiknya melibatkan ahli
kandungan, ahli anak dan ahli bedah anak. Keputusan akhir dibutuhkan guna
perencanaan dan penatalaksanaan berikutnya berupa melanjutkan kehamilan
atau mengakhiri kehamilan. Bila melanjutkan kehamilan sebaiknya dilakukan
observasi melalui pemeriksaan USG berkala juga ditentukan tempat dan cara
melahirkan.
Penatalaksanan postnatal (setelah kelahiran)

Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. 12

Penatalaksannan postnatal meliputi penatalaksanaan segera setelah lahir


(immediate postnatal), kelanjutan penatalakasanaan awal apakah berupa
operasi atau nonoperasi (konservatif) dan penatalaksanaan postoperasi. Secara
umum penatalaksanaan bayi dengan omphalokele dan gastroskisis adalah
hampir sama. Bayi sebaiknya dilahirkan atau segera dirujuk ke suatu pusat
yang memiliki fasilitas perawatan intensif neonatus dan bedah anak. Bayi-bayi
dengan omphalokel biasanya mengalami lebih sedikit kehilangan panas tubuh
sehingga lebih sedikit membutuhkan resusitasi awal cairan dibanding bayi
dengan gastroskisis.
Konservatif
Dilakukan bila penutupan secara primer tidak memungkinkan, misalnya pada
omfalokel dengan diameter > 5 cm. Perawatan dilakukan dengan cara sebagai
berikut :
a.
Bayi dijaga agar tetap hangat
b.
Kantong ditutup kasa steril dan ditetesi NaCl 0,9%
c.
Posisi penderita miring
d.
NGT diisap tiap 30 menit
Penatalaksanaan dengan operasi
Tujuan mengembalikan organ visera abdomen ke dalam rongga
abdomen dan menutup defek. Dengan adanya kantong yang intak, tak
diperlukan operasi emergensi, sehingga seluruh pemeriksaan fisik dan
pelacakan kelainan lain yang mungkin ada dapat dikerjakan. Keberhasilan
penutupan primer tergantung pada ukuran defek serta kelainan lain yang
mungkin ada (misalnya kelainan paru). Operasi dapat dilakukan dengan 2
metode yaitu primary closure (penutupan secara primer atau langsung) dan
staged closure (penutupan secara bertahap).
VI.

IMPLEMENTASI DATA
Melakukan tindakan yang sudah direncanakan

VII.

EVALUASI
a. Bayi bebas dari gejala infeksi
b. Keseimbangan intake dan out put.

Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. 13

BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Omfalokel (eksomfalokel) adalah suatu hernia pada pusat, sehingga isi
perut keluar dan dibungkus suatu kantong peritoneum.Penanganannya adalah
secara operatif dengan menutup lubang pada pusat.Kalau keadaan umum bayi
tidak mengizinkan, isi perut yang keluar dibungkus steril dulu setelah itu baru
dioperasi.
Agar tidak terjadi cedera pada usus dan infeksi perut, segera dilakukan
pembedahan untuk menutup omfalokel. Sebelum dilakukan operasi, bila
kantong belum pecah, harus diberi merkurokrom dan diharapkan akan terjadi
penebalan selaput yang menutupi kantong tersebut sehingga operasi dapat
ditunda sampai beberapa bulan. Sebaiknya operasi dilakukan segera sesudah
lahir, tetapi harus diingat bahwa dengan memasukkan semua isi usus dan otot
visera sekaligus ke rongga abdomen akan menimbulkan tekanan yang
mendadak pada paru sehingga timbul gejala gangguan pernapasan.
B. Saran
Melihat betapa bahayanya yang akan ditimbulkan pada bayi dengan adanya
penyakit omfalokel, maka diharapkan semua ibu harus memperhatikan tentang
kesehatan diri dan factor resiko yang mempengaruhi terjadinya omfalokel
seperti adanya infeksi dan penyakit pada ibu, penggunaan obat-obatan
berbahaya, merokok, kelainan genetic, defesiensi asam folat, hipoksia, asupan
gizi yanga tak seimbang, unsur polutan logam berat dan radioaktif yang masuk
ke dalam tubuh ibu hamil.

Daftar Pustaka

Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. 14

Nanda. 2009. Diagnosis Keperawatan definisi dan Klasifika. EGC: Jakarta


Omfalokel_neonatus.pdf-adobe reader
Prawiroharjo. 2012. Ilmu Kebidanan. Bina pustaka: Jakarta.
Smeltzer, suzanna. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Egc: Jakarta.
http://yasninenifitriyanti.wordpress.com/author/yasninenifitriyanti/page/2/html.
(diakses, 4 Oktober 2014)
http://ilmukeperawatankardivaskuler.com/2013/10/askep-omfalokel.html
(diakses, 9 Oktober 2014)
http://ririhris. wordpress.com/2013/04/06/omfalokel/.html (diakses,
10 Oktober 2014)
http://mypondokiklan.blogspot.com/2011/04/omphalokel.html (diakses,
10 0ktober 2014)

Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto. 15