Anda di halaman 1dari 21

Amenore

Penugasan PPK BLOK 3.1 KEHAMILAN &


MASALAH REPRODUKSI

Rencana Penatalaksanaan
Tatalaksana pengobatan pada amenore
dilakukan berdasarkan penyebab pasti
dari amenore itu sendiri.

VIII.Pembahasan
a. Analisis Anamnesa
Fisiologi Mens
Sistem repro interaksi hormonal
komplekstujuan untuk menghasilkan ovum
matangdiatur hipotalamus.

(Hillegas, 2005)

o
o
o
o
o
o

siklus menstruasi normal rata-rata 28 hari.


tidak membeku. Volume 60-80 ml
Terdapat dua siklus tumpang tindih,
siklus ovarium
fase folikulerfolikel tumbuh dan mensekresi estrogen dalam jumlah yang semakin lama semakin meningkat.
fase lutealkorpus luteum mensekresi estrogen dan progesteron(13-15hari)
Siklus mens:
fase aliran menstruasi (peluruhan endometrium) ,
fase proliferasi (estrogen dari folikel yang sedang tumbuh merangsang endometrium untuk menebal dan mempunyai
pembuluh darah yang semakin banyak )
dan fase sekresi (endometrium terus menebal, arterinya membesar, dan kelenjar endometrium tumbuh)
Perubahan endometrium perluestrogen dan progesteron, yang disekresi oleh korpus luteum setelah ovulasi=fase
sekresi siklus menstruasi sejajar (bersamaan) dengan fase luteal siklus ovarium.
Disintegrasi korpus luteum pada akhir fase luteal mengurangi jumlah estrogen dan progesteron yang tersedia bagi
endometrium, sehingga endometrium meluruh.
Hamilbeberapa mekanisme tambahan mempertahankan kadar estrogen dan progesteron yang tinggi, sehingga
endometrium tidak luruh (Hillegas, 2005; Campbell, et al., 2004).

Respondenmei 2014 sampai oktober 2014Amenore (tidak haid 3 bulan


berturut-turut)

>18th
Primer
Amenore
Sekunder

Never
haid
Pernah
haid
Tak rutin

(Wiknjosastro, 2005)

PCOS (POLYCYSTIC OVARY SYNDROME)

sindrom dimana terjadi pembesaran ovarium (1,5 sampai 3 kali


lebih besar dari ovarium normal) dan terdapatnya kantongkantong berisi cairan atau kistahiperandrogenismeketidak
seimbangan hormonal ovarium dimana terjadi produksi yang
berlebihan dari androgen sehingga dapat menebabkan
hirsuitisme, anovulasi.
Etiologi idiopatikemungkinan berkaitan dgn resistensi
insulinsel-sel tubuh kurang sensitive thd insulin gx kontrol
kadar gula.

(Lange,1997; Heffner, 2006)

Manifestasi klinis :hirsutisme, obesitas, akne, oligo atau


amenore, perdarahan uterus, disfungsi dan infertilitas.
Kriteria lab kadar hormon reproduksi dan insulin.
Pemeriksaan laparoskopi inspeksi langsung ovarium dimana
akan ditemukan keadaan pembesaran dan polikisti.
Diagnosis PCOS 2 dari 3 kriteria (Oligo atau anovulasi,
hiperandrogenisme (akne, pertumbuhan rambut berlebihan,
peningkatan LH dan indeks androgen) serta morfologi ovarium
polikistik pada pemeriksaan USG.

(Lange,1997; Heffner, 2006)

GANGGUAN POROS HIPOTALAMUSHIPOFISIS

sindrom amenore galaktorea (ditemukan


amenore dan dari kelenjar mammae dapat
dikeluarkan air seperti air susu)
gangguan produksi Releasing Factor
kadar FSH dan LH dan gx produksi
inhibitor prolaktin prolaktin

(Wiknjosastro, 2005)

Pada amenore hipotalamik terganggunya fungsi cyclic


centre (untuk LHovulasi).
Pada keadaan ini hanya tonic centre (mengatur produksi
FSH dan LH sehari-hari)
Sehingga hormon gonadotropin tidak cukup untuk
menimbulkan ovulasi karena tidak ada lonjakan LH.

(Wiknjosastro, 2005)

TUMOR HIPOFISIS
jarang
tumor hipofisis amenore (gejala tersering)
.Gejala-gejala sakit kepala dan gangguan penglihatan visus perifer. Biasanya
tumor sudah lama ada sebelum gejala-gejala timbul.
Kecurigaan adanya tumor hipofisis timbul apabila seorang wanita dengan amenore
mengeluh tentang sakit kepala dan gangguan penglihatan.
Diangnosa: Foto rontgen

(Wiknjosastro, 2005)

B. Rencana analisis dan Kemungkinan


Hasil Pemeriksaan Fisik
GENERAL: sehat (Compos mentis) berinteraksi baik
ketika anamnesis.
Tanda vital:
i.
ii.
iii.
iv.

TD 110/80 mmhg,
nadi 78x/menit,
frekuensi pernafasan 25 x/menit,
suhu 370C

Inspeksi :
Pucat (-)
Anemia (-)

B. Rencana analisis dan Kemungkinan


Hasil Pemeriksaan Fisik
Keadaan mulut, lidah dan gigi tampak normal, tidak
didapatkan tanda-tanda infeksi, peradangan,
keadaan gigi juga tidak ditemukan adanya caries.
Pemeriksan leher tidak didapati adanya pembesaran
kelenjar tiroid, pembesaran kelenjar tiroid akan
diindikasikan sebagai hipotiroidisme yang menjadi
salah satu faktor risiko dari amenore.

Inspeksi dada tidak didapati adanya


kelainan, kedua payudara simetris, areola
dan puting tidak mengalami
hiperpigmentasi.
Inspeksi pelvis untuk mengetahui adanya
kelainan anatomi, klitoromegali atau tanda
klinis atrofi vagina (tidak dilakukan)

(Rustam, 2012).

C. Analisis dan Kemungkinan Hasil


Pemeriksaan Penunjang
a) Pemeriksaan Laboatorium
)Pemeriksaan PP negative
)Pemeriksaan kadar FSH (folicel stimulating hormon)
)Penyebab amenore terbanyak yaitu sekitar 50% kasus adalah
akibat PCOs (policystic ovary syndrome) yang terjadi akibat
obesitas dan kelainan reseptor pada insulin
menyebabkan hirsutisme, obesitas dan amenore.
)Hipertiroidisme menyebabkan penurunan androgen
clearance androgen gx menstruasi.

Manifestasi klinis penurunan aktifitas dopaminesekresi GnRH LH


(karean gangguan sistem leptin) lapardi hipotalamus leptin menekan
sintesis dan sekresi neuropeptida Y, yang bekerja menghambat GnRH.
Obesresistensi leptin GnRH dan LH

Gx hipotalamus
Hipertiroidismepenghambatan pada dopamine
(hipotalamus)sekresi TRH meningkat juga
hiperprolaktenemiaGnRH terhambat FSH dan LH tidak
terstimulus ovarium tidak berkembang amenore
Gx pada endometrium syndrome asherman
(endometrium rusak e.c efek mekanis kuretase
pertumbuhan endometrium tidak terjadi dan tidak terdapat
peluruhan ketika menstruasi.
Hipertiroidisme Palpasi-namun hasilnya normal.

USGPolicystic
Hormonal fungsional tes (estro+prog):
Perdarahangangguan pada tingakat hipofisis ,
hipotalamus
Tak Perdarahankerusakan di bagian
endometrium
RespondenUSG normal
Terapibila mengeluh infertil/merasa tergx jika
tidak haid

Jika pasien mengalami amenore dengan hirsutisme dan


virilisasi, dilakukan pemeriksaan berikut ini:
Testosteron total dalam serum
Kadar 17-Hidroksiprogesteron
Dehidroepiandrosteron (DHEA-S)
Karena tanda hirsutisme (-) rambut tumbuh di wajah,
dada dan punggung pasien, suara besar, botak, penurunan
ukuran payudara, pembesaran klitoris dan peningkatan
massa otot (kadar androgen)

Pemeriksaan Provokasi
Progestin.
Untuk memperlihatkan efek estrogen dilevel
endometrium.
Medoxyprogesteroneasetat 10 mg diberikan setiap hari,
dan jika menstruasi mulai timbul dalam waktu 10 hari
setelah terapi selesaipositif dan penderita dapat
menghasilkan estrogen yang cukup besar untuk
menyebabkan proliferasi endometrium.

Pemeriksaan Radiologi Diagnostik.


Perlu dilakukan MRI hipofisis dan hipotalamus pada pasien
yang disertai dengan sakit kepala, defek lapangan penglihatan,
dan hiperprolaktinemia.
kecurigaan tumor yang mensekresi androgen, perlu dilakukan
ultrasonografi pelvis dan dipertimbangkan dilakukan CT scan
atau MRI adrenal.
Pada pasien dengan amenore primer dan kelainan anatomi
pelvis, dapat dilakukan USG.
Responden: negatifanamnesis tidak ditemukan penyerta
seperti sakit kepala, defek lapang pandang.

Genetik

Pada pasien dengan tanda klinis sindrom Turner, yang meliputi:

Anda mungkin juga menyukai