Anda di halaman 1dari 25

VEGETASI

Pada awal 1930an VM.Goldschmidt, perintis geokimia


membuat observasi bahwa humus dari soil2 di hutan(forest)
sangat kaya akan unsur minor. Berdasarkan itu dia membuat
kesimpulan pertama bahwa analisis material tanaman bisa
menjadi metode prospeksi yang efektif dan kemudian metode
eksplorasi ini dikenal sebagai metode biogeokimia, mengikuti
istilah Vernadsky, ahli geokimia Rusia.
Observasi visual tanaman2, kalau digunakan sebagai
guide untuk bijih yang terpendam, dikenal sebagai prospeksi
geobotani. Jika metode biogeokimia membutuhkan analisis
kimia dari organ2 tanaman, maka metode geobotani
tergantung pada observasi langsung morfologi tanaman
dan distribusi spesies tanaman. Metode geobotani memiliki
keunggulan dibandingkan metode geokimia prospeksi karena
hasil2 surveynya langsung bisa diketahui tanpa adanya
perlakuan/treatment terhadap sample.
Riset metode penginderaan jauh termasuk dalam studi
untuk membedakan antara vegetasi yang tumbuh pada daerah
bijih dan vegetasi yang tumbuh dalam daerah background. Studi
inderaja tersebut, jika berhasil dalam mengembangkan system
praktis dalam eksplorasi, dapat dipakai sebagai ekstensi dari
prospeksi geobotani.


I. UPTAKE/PENYERAPAN BAHAN MINERAL OLEH
TANAMAN2
Prinsip2 studi biogeokimia dan geobotani dari vegetasi/tanaman
sebagai metode untuk melokalisir deposit bijih yang terpendam
pada dasarnya sederhana. Sistem akar pohon, sebagai
mekanisme sampling yang kuat, mengumpulkan larutan2 dari
tanah lembab di bawah permukaan. Larutan tersebut sebagai
sumber garam anorganik mungkin kemudian tersimpan /
terendapkan di bagian atas tanaman, atau memberikan dorongan
untuk tumbuh atau sebaliknya mengubah kebiasaan tumbuh
tanaman. Secara spesifik, faktor2 yang mungkin berpengaruh
dalam pengembangan anomali pada kehidupan tanaman adalah:
(a). kebutuhan nutrisi,
(b). keberadaan unsur2 dalam soil dalam bentuk yang dapat
dicerna oleh tanaman,
(c). reaksi2 pada ujung akar tanaman, dan
(d).
mekanisme gerakan dan penyimpanan unsur2 didalam
tanaman

A. Nutrisi tanaman
Setiap spesies tanaman memiliki kebutuhan individual
nutrisinya sendiri yang beda dari spesies yang lain. Jadi
perbedaan spesies tanaman yang semuanya didukung oleh
larutan2 nutrisi yang identik akan mengandung banyak
unsur2 minor dengan konsentrasi yang bervariasi luas.
Selain unsur2 nutrisi umum (N, K, P, S, Ca, dan Mg), maka
sebagian besar tanaman membutuhkan juga sedikit unsur
minor seperti Cu, Zn, Fe, Mo, Mn, dan B (Brooks,1972, p.92).
Jika larutan2 soil tidak mengandung unsur2 tersebut dalam
jumlah cukup, maka tanaman akan tidak sehat atau tidak
dapat hidup.

B. Keberadaan unsur2 dalam soil.


Unsur bisa terdapat pori2 soil yang lembab dalam berbagai
bentuk, termasuk ion2 bebas, ion2 kompleks, ion yang
terserap pada mineral lempung atau partikel2 koloidal yang
lain, dan mineral2 primer dan sekunder (Mortvedt et
al.,1972).
Ion2 bebas, ion2 yang teradsorpsi dengan lemah, dan
beberapa kompleks organic dan anorganik bisa diserap
langsung oleh tanaman. Unsur2 tersebut tersedia di dalam
soil.
Ketersediaan/availability erat hubungannya dengan
mobility dalam surface environment. Mobiliti dipengaruhi
oleh pH, potensial oksidasi, dan keberadaan agen2
kompleks, presipitan, dan adsorben. Misalkan, Fe sangat
insoluble/tak larut dalam soil yang teroksidasi dekat pH
netral, tetapi mudah larut ketika Fe berada dalam kondisi2
reduksi. Tembaga/Cu dan Zn lebih mobil dalam soil asam
dibandingkan dalam soil netral. Fosfor, satu dari nutrisi
penting tanaman, sangat kuat dipengaruhi oleh adanya Fe,
yang cenderung mengikatnya sebagai senyawa Fephosphate highly insoluble.

B. Keberadaan unsur2 dalam soil (lanjutan).


Keberadaan suatu unsur pada tanaman dapat diukur
secara empiris dengan penentuan jumlah unsur yang dapat
dipindahkan dari soil oleh proses leaching/pelindian
menggunakan reagen kimia, atau dengan menumbuhkan
suatu tanaman dalam soil dan menentukan jumlah unsur
yang diserap tanaman. Metode lainnya dengan
menyeimbangkan soil dengan alat penukar ion dan
mengukur jumlahnya pada exchanger tersebut.

C. Reaksi2 dalam ujung akar tanaman.


Ujung akar suatu tanaman yang tumbuh dapat menyerap
garam2 yang terurai dalam kelembaban soil. Dalam
kondisi2 tertentu, akar tanaman juga memiliki kapasitas
untuk memobilisasi dan menyerap unsur2 yang terikat pada
permukaan partikel2 soil klastik. Menurut konsep2 masa
kini, permukaan ujung akar tanaman dan larutan2 di
sekelilingnya dicirikan oleh tingginya keasaman. Efek
tersebut begitu local sehingga tidak secara umum muncul
jelas dari pH seluruh soil. Penyebab kondisi asam di sini
mungkin hidrolisis dari CO2, yang berpindah melalui akar
dalam jumlah besar. Efek dari melimpahnya ion hydrogen
adalah untuk mengendalikan/mengatur/to set up reaksi2
pertukaran kation aktif antar mineral2 lempung dari soil dan
permukaan akar, yang terlihat memiliki suatu kapasitas
pertukaran ion /exchange yang tinggi. (Fig.17.1). Pada
permukaan mineral2 lempung atau bahan organic koloidal,
ion2 hidrogen bertukar dengan ion2 logam, yang kemudian
bebas menyebar melalui kelembaban soil ke akar2
tanaman. Ketika ion logam mencapai permukaan luar dari
ujung tanaman, ion2 logam tersebut bertukar dengan ion2
hidrogen, yang dilepaskan untuk mengulangi proses2
tersebut

D. Gerakan dan penyimpanan unsur dalam tanaman.


Sekali bahan mineral masuk dalam system pembuluh
tanaman gerakan dan penyimpanan unsure dalam tanaman
dikontrol oleh banyak faktor. Ini termasuk penyebaran bebas
dan terbetas, gerakan pelarut, efek2 termal dan elektrik,
reaksi2 pertukaran ion, mungkin yang paling penting,
akumulasi nutrisi2 mineral dalam molekul2 logam-organik
(Broyer,1947)

II. BIOGEOCHEMICAL ANOMALIES

Anomali Biogeokimia adalah area2 di mana vegetasi


mengandung konsentrasi logam yang secara abnormal tinggi.
Jika kandungan logam dalam sample material tanaman harus
berguna dalam prospeksi, maka kandungan logam tersebut
harus memiliki hubungan dengan kandungan logam dari
bedrock. Faktor lain yang berpengaruh pada background dan
kontras dalam survey biogeokimia termasuk sample spesies
tanaman, sample organ tanaman, umur organ atau tanaman,
kedalaman system akar, kesehatan tanaman, dan
aspek(jumlah dan arah sinar matahari), plus faktor2 pH soil,
Eh, suhu, kelembaban soil, dan keterlibatan unsur2 lain dalam
soil.

A. Variasi antara spesies2 tanaman


Berbeda spesies tanaman menyerap material inorganik dari
soil dalam jumlah yang berbeda. Korelasi terdekat antara
komposisi tanaman dengan komposisi yang mendukung
media tidak ditemukan dalam tanaman yang sangat
diperkaya unsur tertentu tersebut. Setiap tanaman memiliki
kebiasaan khas yang harus ditentukan secara empiris
B. Variasi antara bagian2 tanaman
Bagian tanaman yang dipilih untuk analisis merupakan
faktor kritis. Terdapat 2 pertimbangan penting yaitu;
(1). perbedaan dalam level / tingkat unsur trace dari
satu organ terhadap yang lainnya, dan
(2). stabilitas konsentrasi unsur dalam 1 organ
sebagai fungsi waktu dan lokasi pada tanaman
tunggal
Konsentrasi unsur2 trace sering dijumpai menurun mulai
dari daun, ranting, buah, akar, kulit kayu (Carlisle and
Cleveland, 1958; Brooks, 1972, p.101). Tetapi konsentrasi
dalam daun, ujung2 hijau,dan struktur2 bijih yang tumbuh
aktif cenderung kurang konsisten dengan waktu
dibandingkan konsentrasi2 di dalam ranting.

A. Variasi antara spesies2 tanaman


Berbeda spesies tanaman menyerap material inorganik dari
soil dalam jumlah yang berbeda. Korelasi terdekat antara
komposisi tanaman dengan komposisi yang mendukung
media tidak ditemukan dalam tanaman yang sangat
diperkaya unsur tertentu tersebut. Setiap tanaman memiliki
kebiasaan khas yang harus ditentukan secara empiris
B. Variasi antara bagian2 tanaman
Bagian tanaman yang dipilih untuk analisis merupakan
faktor kritis. Terdapat 2 pertimbangan penting yaitu;
(1). perbedaan dalam level / tingkat unsur trace dari
satu organ terhadap yang lainnya, dan
(2). stabilitas konsentrasi unsur dalam 1 organ
sebagai fungsi waktu dan lokasi pada tanaman
tunggal
Konsentrasi unsur2 trace sering dijumpai menurun mulai
dari daun, ranting, buah, akar, kulit kayu (Carlisle and
Cleveland, 1958; Brooks, 1972, p.101). Tetapi konsentrasi
dalam daun, ujung2 hijau,dan struktur2 bijih yang tumbuh
aktif cenderung kurang konsisten dengan waktu
dibandingkan konsentrasi2 di dalam ranting.

C. Kedalaman penetrasi akar


Tanaman2 berakar dalam yang biasanya mencapai air
dari zona jenuh di bawah muka air tanah disebut sebagai
phreatophytes, sebaliknya tanaman berakar pendek
sebagai xerophytes yang dapat hidup secara eksklusif
pada air vadose/ vadose water dari air hujan (Fig.17.5).

D. Variasi dengan faktor2 lain


Dalam well-drained soils, akar2 tanaman harus mencapai air
lebih dalam. Kondisi2 drainage juga mempengaruhi
keasaman relative dari soil. Variasi dalam pH soil akan
menyebabkan variasi dalam solubilitas relative dari unsur2
dalam soil dan oleh karena itu keberadaan unsur2 tersebut
untuk diserap oleh tanaman2. Gerakan nutrisi2 mineral ke
dalam tanaman bervariasi dengan jumlah sinar matahari
yang diterima. Jadi, komposisi tanaman pada lereng yang
terang kena sinar matahari akan beda dari komposisi
tanaman sama yang tumbuh pada soil yang sama tetapi
pada lereng yang gelap. Tanaman2 bisa juga berubah
komposisi dengan waktu dari tahun, kandungan mineral
sering meningkat dalam musim semi selama periode
pertumbuhan aktif, diikuti oleh penurunan gradual dalam

Kontras nilai anomaly biogeokimia terhadap kandungan


normal background menunjukan hubungan mobilitas unsur
dalam larutan soil. Dari logam2 yang datanya tersedia, Mo
menunjukan kontras yang tinggi dengan jelas dan konsisten,
berkisar 10/1 100/1 dibandingkan rata2 background.
Untuk Co, Pb, Fe, dan U secara normal menunjukan kontras
mencapai 5/1, dan Cu, Zn dan Ag biasanya 2/1 atau 3/1.
Rendahnya tendensi kontras dari anomaly Cu dan Zn,
secara ekstrim, menunjukan kurangnya anomaly Cu dan Zn
pada beberapa deposit logam tersebut. Kurangnya anomali2
itu mungkin sebagian berhubungan dengan fakta bahwa
unsur2 tersebut penting untuk pertumbuhan tanaman dan
dibatasi oleh proses metabolism. Tabel 17.3 menunjukan
kontras Pb lebih besar dibandingkan Ag dalam tanaman dari
area mineralisasi Pb-Zn di Nigeria.

F. Homogeneity
Kandungan mineral dari tanaman merupakan efek
kombinasi dari banyak variable2 besar yang unpredictable,
dari mana sangat sedikit yang dihubungkan walau secara
tidak langsung pad komposisi batuan di bawahnya. Oleh
karena itu tidak mengherankan menemukan bahwa
anomali2 biogeokimia, paling tidak untuk unsur2 mobil,
pada umumnya lebih irregular dibandingkan anomali2 soil
residual yang berkaitan dengan itu. Contoh Fig.17.10

G. Bentuk2 Anomali
Variasi dalam komposisi kimia dari bagian atas tanaman yang
mudah terpengaruh oleh faktor2 modifikasi, sesuai dengan
variasi dalam komposisi larutan yang diterobos oleh system
akar. Jadi bentuk anomali2 biogeokimia hanyalah suatu
gabungan dari bentuk kombinasi anomali2 singenetik,
hidromorfik, dan biogenic dalam soil di bawahnya bersama
dengan apapun anomali2 air tanah yang mungkin ada. Di
mana tanaman mengakar langsung dalam bijih atau dalam
anomaly soil di atas bijih (superjacent), maka anomaly
biogeokimia juga akan superjacent. Di mana anomaly induk
berupa air tanah lateral atau anomaly soil hidromorfik,
maka hasli anomaly biogeokimia akan menunjukan
displacement yang sesuai bijih. Contoh ciri yang bersamaan
dari anomali2 tanaman dan soil tergambar pada Fig.17.11

III.TEKNIK SURVEY BIOGEOKIMIA

Kondisi2 operasi dari satu ke lain area bervariasi banyak


sehingga tidak dapat disarankan penggunaan suatu system
yang dapat dipakai untuk seluruh survey biogeokimia. Namun
ketentuan umum untuk memulai dengan mengkaji
pengalaman2 sebelumnya dalam problem2 serupa dan
mengikutinya dengan hati2 rencana survey orientasi
merupakan ketentuan yang baik untuk diikuti.

A. Survei orientasi
System orientasi awal/preliminary eksperimen persiapan
untuk kerja survey biogeokimia U di Plato/dataran tinggi
Colorado mengikuti pola yang bisa ditiru manfaatnya di
daerah lain. Menurut Cannon dan Kleinhampl (1956), studi
orientasi..Harus termasuk observasi perluasan, kedalaman
dan kemiringan lapisan pembawa bijih, ukuran dan habit
dari tubuh bijih, prakiraan kadar bijih, keberadaan atau
ketiadaan halo kimiawi di sekitar batuan tanpa bijih/barren
rock, dan hubungan lapisan pembawa bijih dengan air tanah
dan akar2 tanaman. Studi2 botani harus dilakukan pada
kebiasaan2 tumbuh spesies yang ada di situ untuk
disampling. Sample2 awal harus dikumpulkan dari tanah
bermineralisasi dan tanah tanpa mineralisasi dan kemudian
dianalisis ubtuk menentukan jumlah U yang terserap
tanaman di daerah studi. Akhirnya, dari informasi geologi
dan botani, lalu ditentukan media sampling, pola sampling,
dan interval sampling.

Faktor2 major yang dievaluasi selama survey orientasi tertera


pada tael 17.4
(i). Spesies optimum, didasarkan pada distribusi (harus
tersebar luas), kontras anomali2, homogeneity anomali2,
mudah dikenali, mudah disampling, dan kedalaman system
akar.
(ii). Bagian tanaman yang disampling (twigs/ranting?, daun,
buah, bark(?), kayu)
(iii). Unsur atau unsur2 indikator terbaik
(iv). Efek dari aspek (sinar matahari), drainage, shading, dan
efek2 antagonis dari unsur2 yang lain.
(v). Jumlah vegetasi yang diperlukan untuk memberikan abu
yang cukup
(vi). Kontaminasi dari debu atau sumber2 lain
(vii). Pola dan interval sampling

Kemungkinan kontaminasi harus diperhatikan dalam studi orientasi.


Kontaminasi sample2 tanaman biasanya sebagian terbesar dari
material2 yang dibawa oleh udara seperti pembuangan otomobil,
gas2 industri, asap/uap peleburan logam, fungisida/larutan anti
jamur, fertilizer/rabuk tanaman, dan debu dari pabrik pengolahan
bijih (table 17.5). Survey biogeokimia pada umumnya tidak
dilakukan di area2 yang sangat terkontaminasi.

B. Pemilihan media sampling


Tanaman berakar dalam pada umumnya lebih dipilih
dibandingkan spesies berakar dangkal. Untuk coverage yang baik,
lebih disukai spesies yang tersebar secara umum dan seragam.
Jika dapat didemonstrasikan bahwa di bawah kondisi yangs sama,
2 spesies atau lebih menyerap jumlah logam yang proporsional,
maka keduanya bisa dimasukan dalam set sample yang sama.
Tahun pertama atau kedua pertumbuhan twigs dari high shrubs
atau pohon telah digunakan dengan sukses dalam beberapa
lingkungan iklim yang berbeda. Kadar logam dari twigs mature
tidak banyak bervariasi melewati perubahan cuaca, sebaliknya
buah, daun, needles atau yang lain secara aktif bertumbuh;
selanjutnya, sample twigs lebih mudah dikumpulkan dan diproses
dibandingkan sample2 bark atau kayu. Thaller shrubs dan kayu
kurang terkontaminasi oleh hujan dibandingkan low shrubs dan
tanaman2 non-kayu. Tetapi di daerah rawa dimana hujan tidak
berbahaya, maka dapat digunakan mosses dan low shrubs dengan
sukses.

C. Pengumpulan dan pemrosesan sample


Di area memiliki banyak spesies untuk disampling, titik2 sampling
bisa dibentangkan dalam jalur2 geometris dari garis2 penampang.
Sedangkan di area yang secara individual spesiesnya tersebar
terpisah2 dan jarang, maka sampling tanaman dan survey
dilakukan di lokasi di mana bisa ditemukannya. Standard pruning
tool sangat baik untuk mengumpulkan sample twigs. 20 g sample
cukup untuk menghasilkan 1 g abu yang digunakan untuk analisis.
Container yang paling umum dipakai adalah amplop kecil atau
paper bag. Peta2 harus disiapkan untuk menunjukan lokasi dari
tempat sample, sample spesies, dan aspek2 geology dari bedrock
dan bentuk2 lahan. Diperlukan SOP untuk pengeringan,
pelembutan, dan homogenisasi tanaman sebelum dilakukan
analisis. Pada iklim kering, sample yang dikoleksi dalam container
kertas secara normal akan cukup kering dalam 2 minggu sehingga
biasanya elapse antara koleksi dan analisis. Pada iklim lembab,
mungkin diperlukan penggunaan oven pemanas sample sebelum
dikirim agar terhindar dari pemuaian sample dan rusaknya kertas
container.

D. Pemilihan metode analisis


Problem dalam analisi kimiawi terhadap material tanaman adalah
kemungkinan adanya kehilanhan unsur2 traces/ jejak pada saat
pembakaran sample menjadi abu. Pembuatan abu biasanya harus
dilakukan dengan suplai oksigen yang rendah sehingga sample
tidak secara aktif terbakar ke dalam nyala api, tetapi dengan
oksigen cukup untuk memperkecil kemungkinan bahan2 organik
yang tidak teroksidasi mengalami volatilisasi (berubah ke fase
gas). Pada umumnya kehilangan unsur sangat kecil jika tanaman
dibuat menjadi abu pada suhu sikitar 450oC, dan meningkat pada
suhu lebih tinggi. Jika diduga terjadi kehilangan selama perabuan,
maka mungkin sebaiknya digunakan metode perabuan basah/ wet
ashing, seperti penggunaan 1/5 campuran perchloric dan asam
nitrit. Abu dari tanaman biasanya 2-5% berat. Selain itu, pemilihan
metode analisis hanya tergantung pada metode ekonomi sebagai
kesetimbangan terhadap presisi dan sensitivitas. Secara normal,
unsur2 tracer dalam tanaman tidak dapat dianalisis dengan
mudah di laboratorium lapangan, tetapi harus ke laboratorium
pusat yang dilengkapi dengan peralatan yang sesuai untuk
melakukan pulverizing dan ashing.
Hasil analisis bisa disajikan dalam istilah kandungan logam
dari abu atau bahan tanaman kering ( pengeringan pada suhu
kamar atau 110oC) tergantung pada metode mana yang
memberikan pola paling baik.

E. Interpretasi data
Problem pertama dalam interpretasi data biogeokimia, seperti
dengan data prospeksi geokimia yang lain, adalah membedakan
antara anomali2 utama yang berhubungan dengan mineralisasi
bedrock dan anomali2 yang dapat digunakan untuk
guide/penuntun/penunjuk eksplorasi, dan pola2 serupa yang
muncul dari faktor alami yang tidak ada hubungannya dengan
anomaly, atau factor artificial/hasil kegiatan manusia
Anomali2 kecil bisa muncul sebagai hasil / akibat variasi2
normal dalam pH soil, kondisi drainage, atau paparan sinar
matahari. Di bawah beberapa kondisi, variasi kandungan logam
dari tanaman disebabkan oleh faktor2 tersebut bisa dihilangkan
sebagian dengan cara penentuan ratio dari 2 unsur yang memiliki
respon serupa terhadap berbagai factor non-geologi
(Brooks,1972,p.125). Warrant et al. (1952) membuat laporan
bahwa meskipun kandungan absolute Cu dan Zn dalam tanaman
di area yang tak termineralisasi bisa bervariasi dalam kisaran
luasvkarena variasi kondisi local, namun rationya akan konstan.
Kecuali ratio konstan tersebut dimodifikasi oleh keberadaan bijih
Cu atau Zn yang terjangkau oleh akar2 tanaman. Warrant
menyimpulkan bahwa ratio Cu/Zn di atas 0.23 akan
mengindikasikan adanya bijih Cu dalam bedrock, dan ratio di
bawah 0.07 akan mengindikasikan adanya bijih Zn.

F. Keunggulan2 dan kelemahan2 Survey Biogeokimia


Kelemahan2 metode biogeokimia adalah rendahnya derajad
keyakinan dalam hasil disebabkan oleh banyaknya komplikasi
pH,Eh, drainage, umur organ tanaman, metabolism tanaman,
mekanisme hilangnya tanaman (plant exclusion mechanism),
jumlah sinar matahari, dan variable2 yang lain. Sebagai tambahan,
survey biogeokimia membutuhkan keahlian dan pengalaman tinggi
dalam identifikasi dan seleksi spesies tanaman, survey orientasi
lebih local dalam aplikasi dibandingkan untuk soil, dan spesies2
mungkin hilang sehingga menyebabkan gap di permukaan.
Metode prospeksi biogeokimia memiliki kelebihan
dibandingkan teknik geokimia yang lain dalam beberapa hal yang
membanggakan. Hal yang paling penting adalah potensi akumulasi
unsur dari tempat yang cukup dalam dari permukaan tanah, dan
kemudahan mengakses tanaman untuk sampling. Di dalam area
transported OB dan immature soil, analisis tanaman dapat
membantu mengenali anomali2 yang tidak terdeteksi di dalam
near-surface soil. Kemudahan dalam koleksi mungkin merupakan
factor penting di area di mana tidak ada soil, membeku,
tersementasi, atau tertutup humus atau salju tebal

IV. INDIKATOR2 GEOBOTANI

Semua tanaman hidup merespon dalam satu arah atau yang lain
terhadap lingkungan biologi, kimia dan fisika nya. Respon tersebut
secara normal berupa bentuk dari ciri kebiasaan pertumbuhannya.
Contohnya, tanaman dalam lingkungan hangat, lembab, dan banyak
nutrisi bisa tumbuh lebih hebat dibandingkan spesies2 yang sama
dalam lingkungan lebih keras (more rigorous) dan kurang subur.
Kondisi di mana terlalu harsh, tanaman sama sekali tidak tumbuh. Di
dalam area yang sama, spesies2 yang lain akan lebih toleran atau
bahkan menyukai lingkungan yang lebih keras. Jadi oleh proses
seleksi alami, pola distribusi spesies tanaman mengikuti variasi2
lokal dari lingkungan.
Geobotani adalah studi tanaman karena hubungan khusus
dengan lingkungan geologinya. Banyak factor yang memiliki sedikit
atau tidak memiliki hubungan dengan geologi dapat memiliki
pengaruh besar pada kesehatan dan distribusi tanaman. Yang
terutama adalah sinar matahari, panjang dan pertumbuhan musim,
elevasi, kebakaran hutan, blights, dan pestisida. Tetapi banyak factor
penting dalam pengembangan alami dari kegiatan tanaman, muncul
langsung atau tidak langsung dari lingkungan geologi dan
geokimianya.

4 aspek distribusi dan kemunculan yang berguna /bermanfaat


dalam eksplorasi mineral:
(i). Distribusi spesies indicator individu
(ii). Distribusi grup atau komunitas tanaman
(iii). Fitur morfologi tanaman, seperti ukuran yang tak
biasa, deformities/perubahan bentuk, atau warna
(iv). Efek gross (total) dari satu atau lebih dari aspek2
tersebut di atas yang terdeteksi oleh foto udara atau
teknik penginderaan jauh yang lainnya.
Spesies indicator individual sudah lama dikenal. Spesies indicator
tersebut menggantikan vegetasi normal daerah karena
pertumbuhannya didukung oleh kondisi2 kimia yang tidak biasa di
atas bijih, atau karena spesies tersebut toleran terhadap kondisi2
di mana spesies normal tidak dapat hidup. Distribusi spesies
indicator bisa ditentukan oleh - logam utama / major metal dari
tubuh bijih yang sedang dicari, - unsure pathfinder yang
berasosiasi dengan bijih, atau beberapa kondisi yang berasosiasi
dengan bijih, seperti pH atau keberadaan air. Penggunaan
Astragalus spesies pengakumulasi/pengumpul Seuntuk mendeteksi
bijih2 U pembawa Se di Plato Colorado USA barat, sebagai contoh
penggunaan spesies yang peka terhadap unsur pathfinder. Dalam
kasus2 utama, tidak diketahui alasan/ penyebab asosiasi suatu
spesies indicator dengan bijih.

Dua tipe tanaman indicator bisa dibedakan sebagai: indicator local


dan indicator universal. Indikator universal dijumpai hanya pada
soil termineralisasi dan tidak tumbuh di tempat lain. Contohnya
Calamine berwarna ungu yang tumbuh hanya pada soil dengan
kandungan anomaly Zn. Biasanya indikator2 universal mempunyai
batas kisaran, tetapi secara mempunyai nilai besar dalam daerah
terbatas dengan iklim, geologi dan topografi serupa.
Indikator lokal adalah spesies yang tumbuh secara istimewa
pada tanah termineralisasi di dalam area terbatas tetapi tumbuh di
atas tanah non-termineralisasi dalam daerah yang lain.
Komunitas, atau asosiasi tanaman, dapat memperluas manfaat /
kegunaan indicator individual dengan melakukan pengenalan tanah
termineralisasi di atas kondisi2 dalam kisaran yang lebih luas, atau
melakukan pengenalan perbedaan yang lebih sedikit. Contohnya,
flora Se termasuk jumlah spesies yang toleran Se dan toleran
terhadap soil yang salin/asin, dan tumbuh secara istimewa di dalam
area yang kaya Se (Cannon, 1960a). Area Serpentin biasa dicirikan
oleh vegetasi2 yang kerdil dan kurus dan spesies2 yang beda
dibandingkan area sekitarnya mungkin karena tingginya kandungan
Ni, Co, Cr yang tidak biasanya, dan elemen2 lain, kekurangan K dan
unsure penting lainnya, atau kurangnya drainage sering berasosiasi
dengan OB yang kaya lempung di atas batuan2 ultramafik.

Perubahan2 morfologi disebabkan oleh konsentrasi anomaly


unsur2 trace termasuk kerdil, bongsor, dan perubahan bentuk yang
lain, bintik2/garis2 dan penguningan daun (chlorosis), dan
perubahan warna yang lain, buah yang abnormal, perubahan warna
bunga, dan kekacauan ritme pertumbuhan dan masa berbunga.
Warna2 dan fitur morfologi tanaman yang abnormal yang
disebabkan oleh unsur2 racun dalam larutan soil secara kolektif
menunjukan sebagai symptom racun. Antara level di mana suatu
tanaman dapat toleransi terhadap konsentrasi dari unsur yang ada
dalam larutan soil dan level di mana tanaman tidak dapat bertahan
hidup(survive) adalah zona batas di mana tanaman dapat hidup
tetapi di mana tanaman memperlihatkan kerusakan sebagai akibat
dari efek dari unsure racun. Pada umumnya, racun membuat bentuk
simple kerdilnya pertumbuhan yang tidak dapat berasosiasi sematamata dengan setiap penyebab spesifik. Tetapi, beberapa tanaman
memperlihatkan perkembangan symptom diagnostic aneh yang bisa
langsung diinterpretasikan dalam istilah ekses probable dari unsure
aneh dalam soil (Table 17.6)

Table 17.6
Perubahan physiologi dan morfologi dalam tanaman akibat
keracunan logam

Unsur
Efek
Aluminium
Boron
Chromium
Cobalt
Copper
Iron
Manganese
Molybdenum
Nickel
Uranium
Zinc

Sumber : Cannon (1960b); reprinted from Science by permission

Macam mekanisme perubahan2 tersebut diperkenalkan


(Brooks,1972,p.39). Enzim2 bisa teracuni oleh Cu, Ag, dan Hg.
Nutrisi2 penting seperti P bisa digantikan oleh As dengan efek2
yang merugikan tanaman. Nutrisi2 penting bisa diendapkan atau
terimobilisasi dalam soil atau tanaman; misalkan, P mudah
tertimobilisasi oleh jumlah unsur2 dan mineral2. Mekanisme lain
yang diperkenalkan termasuk dekompopsisi catalytic dari
metabolism, dan efek pada dinding2 cel dan struktur2 lainnya.
Indikator geobotani telah digunakan untuk menentukan lokasi dan
pemetaan air tanah, deposit2 saline/garam, hydrocarbon, dan tipe2
batuan seperti bijih.

A.Indikator air tanah