Anda di halaman 1dari 13

BIOPORI

BIOPORI

Tujuan Percobaan
Tujuan pembuatan biopori ini adalah untuk :
1. Dapat membuat Biopori secara sederhana
2. Dapat memahami tentang teknologi biopori
3. Dapat membuat kompos dengan teknologi biopori

Dasar Teori
a. Pengertian Lubang Biopori
Lubang resapan biopori adalah metode resapan air
yang ditujukan untuk mengatasi banjir dengan cara
meningkatkan daya resap air pada
tanah. Metode ini dicetuskan oleh Dr.
Kamir R Brata, salah satu peneliti dari
Institut Pertanian Bogor.
Peningkatan daya resap air pada
tanah dilakukan dengan membuat
lubang
pada
tanah
dan
menimbunnya dengan sampah organik untuk menghasilkan kompos. Sampah organik yang
ditimbunkan pada lubang ini kemudian dapat menghidupi fauna tanah, yang seterusnya mampu
menciptakan pori-pori di dalam tanah. Teknologi sederhana ini kemudian disebut dengan nama
biopori.

b. Tujuan biopori

BIOPORI

Tujuan biopori adalah untuk :


1.Memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah.
2. Membuat kompos alami dari sampah organik.
3. Mengurangi genangan air yang menimbulkan penyakit.
4. Mengurangi air hujan yang dibuang percuma
5. Mengurangi resiko banjir di musim hujan.
6. Maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah.
7. Mencegah terjadinya erosi tanah dan bencana tanah longsor.

c. Manfaat biopori
Tim Biopori IPB (2009) menjelaskan keunggulan dan manfaat biopori sebagai berikut
Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk
mengatasi banjir dengan cara
a. Meningkatkan daya resapan air
Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air,
setidaknya sebesar luas kolom atau dinding lubang. Sebagai contoh bila lubang dibuat dengan
diameter 10 cm dan dalam 100 cm maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140
cm 2 atau hampir 1/3 m 2. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran
dengan diamater 10 cm, yang semula mempunyai bidang resapan 78,5 cm 2 setelah dibuat
lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya menjadi 3218 cm
2
.
Dengan adanya aktivitas fauna tanah pada lubang resapan maka biopori akan terbentuk
dan senantiasa terpelihara keberadaannya. Oleh karena itu, bidang resapan ini akan selalu
terjaga kemampuannya dalam meresapkan air. Dengan demikian kombinasi antara luas bidang
resapan dengan kehadiran biopori secara bersama-sama akan meningkatkan kemampuan
dalam meresapkan air.
b. Mengubah sampah organik menjadi kompos
Lubang resapan biopori diaktifkan dengan memberikan sampah organik
kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk
melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekompoisi ini
dikenal sebagai kompos.. Dengan melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori
selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus berfungsi sebagai "pabrik" pembuat

BIOPORI

kompos. Kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai
pupuk organik pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman hias, sayuran, dan jenis tanaman
lainnya. Bagi mereka yang senang dengan budidaya tanaman atau sayuran organik maka
kompos dari LRB adalah alternatif yang dapat digunakan sebagai pupuk sayurannya.

c. Memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman


Seperti disebutkan di atas, Lubang Resapan Biopori (LRB) diaktikan oleh organisme
tanah, khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktivitas merekalah yang selanjutnya
akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah yang akan dijadikan
"saluran" air untuk meresap ke dalam tubuh tanah. Dengan memanfaatkan aktivitas mereka
maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga
keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan
langsung dari manusia untuk pemeliharaannya. Hal ini tentunya akan sangat menghemat
tenaga dan biaya. Kewajiban faktor manusia dalam hal ini adalah memberikan pakan kepada
mereka berupa sampah organik pada periode tertentu. Sampah organik yang dimasukkan ke
dalam lubang akan menjadi humus dan tubuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke
atmosfer sebagai gas rumah kaca; berarti mengurangi pemanasan global dan memelihara
biodiversitas dalam tanah.
http://nursyahirahazizan.blogspot.com/2010/05/teknik-lubang-resapan-bioporilrb.html

Gambar
Resapan Biopori

c. Perancangan Lokasi

4.

Keunggulan

Lubang

BIOPORI

Dalam hal perancangan pembuatan biopori, agar kinetik kerja biopori lebih maksimal
perlu tempat-tempat yang khusus dan tepat. Jika kita menempatkan biopori ditempat yang tepat,
maka biopori tersebut akan lebih leluasa dalam segi kinerjanya dan hasil yang kita terima pun
akan lebih maksimal. Oleh karena itu, perlu perhatikan secara cermat untuk memilih lokasi
pemasangan biopori. Dalam sub-sub bab ini, penulis akan menjelaskan pemilihan tempat
perancangan biopori dari beberapa sumber, yaitu

1. Sumber pertama menurut Perpus Online (2008) dalam penjelasannya ada tiga
lokasi yang disarankan dan ketiga lokasi itu juga disertai gambar yang mendukung.
Inilah ketiga lokasi tersebut :
a. Pada alas saluran air hujan di sekitar rumah, kantor, sekolah, dsb.

http://beritabaik.wordpress.com/2008/07/11/lubang-resapan-biopori-lrb/

Gambar 5. LRB pada Dasar Saluran

BIOPORI

2. Di sekeliling pohon.
http://biopori.innov.ipb.ac.id/2011/10/11/lokasi-pembuatan/

Gambar 6 . LRB di Sekeliling Pohon

3. Pada tanah kosong antar tanaman atau batas tanaman.


http://biopori.innov.ipb.ac.id/2011/10/11/lokasi-pembuatan/

Gambar 7. LRB pada Batas Taman

Adapun Persyaratan Lokasi menurut Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia


/Nomor : P. 32/MENHUT-II/2009 /Tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi

BIOPORI

Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai (RTkRHL-DAS), menyebutkan untuk setiap 100
lahan idealnya Lubang Resapan Biopori (LRB) dibuat sebanyak 30 titik dengan jarak antara 0,5 1 m. Dengan kedalam 100 cm dan diameter 10 cm setiap lubang bisa menampung 7,8 liter
sampah. Sampah dapur dapat menjadi kompos dalam jangka waktu 15-30 hari, sementara
sampah kebun berupa daun dan ranting bisa menjadi kompos dalam waktu 2-3 bulan

Alat dan Bahan


a. alat
1. Pipa paralon diameter 10 cm

2. Linggis Biopori

3.

Jaring Kawat

BIOPORI

b.

Bahan

Sampah organic (daun-daun kering)

BIOPORI

MSPaeesmn cdbaluaurbhi tenlmugbapyantngygsaetinlglsdachroisd idbkiuuaant,tukhekrsludmabernumkgtabdnuisadmtialpum-sbeinatnapgri 1bn0ioappchmrraid,loynna idtkeuendgaalnmdaianm1e0t rcm1 0


LTutb pn glu bdai sn gdbeio pa nrisa m p h o g a n ik se p rt d a u , sa m h d a p u r, t g
dycmaisneygkitnnagarmsbpiehonhtfgeurnnsu,gisaakludunaratunlmka ilrguedbsaa/nnkugosaeptkbkaahngulsuinbyaanb gio.p ri
pd oe hn g a ,n ska mwp ath m a k a n d a p r n o im , d sb
Langkah Kerja Pembuatan Lubang Biopori

BIOPORI

Data Pengamatan
Pembuatan lubang biopori dilakukan pada hari jumat 11 Oktober 2013, pembuatan lubang
biopori dilakukan di depan gedung TKA Teknik Kimia. Berdasarkan literature , kompos alami
akan jadi setelah 1 sampai dengan 3 bulan setelah sampah organic disimpan. Ini adalah data
pengamatan keadaan biopori di setiap minggunya. Lubang biopori telah menghasilkan kompos di
minggu ketujuh setelah dipasang yaitu pada 28 November 2013. Pengamatan dilakukan setiap
minggu, mengacu pada hari pembuatan kompos.

Minggu
ke0

Foto

Kondisi
Ini adalah pengamatan
pertama
setelah
pemasangan
lubang
biopori. Daun-daun kering
sudah dimasukkan ke
dalam lubang, sehingga
tinggal menunggu kapan
kompos dalam lubang
akan jadi.

ini adalah pengamatan


pada minggu pertama,
daun-daun kering yang
dimasukkan terlihat sudah
menyatu dengan tanah dan
sudah tidak terlihat lagi
tekstur dari daun-daun
tersebut.

BIOPORI

ini adalah pengamatan


pada minggu ketiga stelah
lubang biopori dibuat,
disini terlihat daun-daun
kering yang sudah
semakin hancur dan sudah
hampir menjadi kompos
alami.
ini adalah pengamatan
pada minggu kelima
setelah lubang biopori
dibuat, kawat penutup
telah dibuka dan
ditambahkan daun-dau
lagi karena volume
sampah didalam lubang
sudah semakin sedikit
karena sampah organic
telah diurai oleh
mikroorganisme tanah
untuk menjadi kompos.
Ini adalah pengamatan
pada minggu keenam,
daun yang disimpan di
minggu kelima sudah
hancur dan sudah terurai
dan menyatu dengan
sampah organic yang telah
disimpan terlebih dahulu
untuk menjadi kompos.
Pada pengamatan minggu
ketujuh terlihat volume
sampah organic semakin
sedikit ini tandanya
kompos telah jadi karena
tekstur sampah didalam
sudah seperti tanah.

10

BIOPORI

Pembahasan
Biopori adalah teknologi sederhana yang dibuat untuk menahan laju air hujan dan
meresapkannnya kedalam tanah. Biopori dapat dibuat dengan sedrhana, langkah pertama yang
harus dilakukan adalah menentukan letak biopori yang akan dibuat. Tempat tempat yang
cocok untuk dibuat menjadi lubang biopori adalah tempat yang berada di sekitar pohon
(tanaman) dan tempat yang dekat dengan aliran air, hal ini dimaksudkan agar saat menggali
lubang biopori tanah tidak keras dan lubang biopori menjadi susah dibuat. Sesudah letak lubang
ditentukan, gali lubang biopori dengan menggunakan linggis sedalam 1m. apabila tanah
cukup sulit untuk dilubangi,maka harus diberikan sedikit air agar tanah menjadi mudah untuk
digali. Sesudah lubang tergali, letakkan pipa paralon di lubang tersebut. Lalu, simpan sampah
organic didalam lubang tersebut. Penyimpanan sampah organic bertujuan untuk membuat
kompos alami. Dan secara tidak langsung, kompos alami yang terbentuk akan menyuburan
tanah yang ada disekitar lubang biopori. Manfaat yang bisa didapat dengan adanya lubang
biopori adalah dapat menahan laju air hujan dan meresapkannya kedalam tanah, menambah
cadangan air tanah, menahan erosi, dan menyuburkan tanah. Maka dari itu, pembauatan lubang
biopori sangat bermanfaat dengan cara pembuatan yang relatif singkat dan sederhana, sehingga
cocok untuk dilakukan sendiri seperti di rumah atau di lungkungan sekitarnya.
Lubang diisi dengan sampah organik seperti sisa sayuran,daun-daunan dan sisa buah.
Sampah yang dimasukkan tidak boleh mengandung protein karena dapat menghambat kerja
mikroba untuk menguraikan senyawa organik pada sampah tersebut dan juga menghindari
datangnya hewan untuk merusak lubang yang disebabkan oleh aroma sampah yang
mengandung protein. Lubang yang telah diisi sampah kemudian ditutup dengan jaring kawat
atau yang sejenisnya untuk menghidari rusaknya lubang maupun tertutupnya lubang.

11

BIOPORI

KESIMPULAN
Berdasarkan prakrikum pembuatan biopori yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan,yaitu:

Dapat membuat biopori dengan tata cara yang benar.


Biopori berfungsi untuk menambah pori tanah agar dapat menyerap air
hujan,memperkaya air tanah,serta memnyuburkan tanah.
Kompos alami yang dihasilkan dari biopori dapat diperoleh setelah 2-3 bulan disimpan
dalam lubang biopori.

12

BIOPORI

DAFTAR PUSTAKA

http://muhammadkhoirurridho11.blogspot.com/2012/11/biopori.html
http://organisasi.org/pengertian-biopori-cara-membuat-lubang-resapan-biopori-airlrb-pada-lingkungan-sekitar-kita
www.biopori.com

13