Anda di halaman 1dari 17

KARAKTERISTIK IBU

DENGAN PERDARAHAN
POST PARTUM DI RUMAH
SAKIT UMUM INDRASARI
RENGAT TAHUN 2008
RINI SUSANTI

LATAR BELAKANG

AKI & AKB


Kematian ibu

PERDARAHAN
Perdarahan Antepartum
Perdarahan Postpartum

Perdarahan Postpartum :
Atonia uteri
Robekan jalan lahir
Retensio plasenta,
Sisa plasenta
inversio uteri

RISIKO :
Um

ur
Par
itas
Sos
ial Eko
nomi
Car
a pe r s
alinan

Rumusan Masalah
Bagaimanakah karakteristik
ibu dengan perdarahan post
partum di Rumah Sakit Umum
Indrasari Rengat Tahun 2008 ?

Tujuan Penelitian
Tujuan Umum

mengetahui karakteristik ibu dengan


perdarahan postpartum di Rumah Sakit
Umum Indrasari Rengat Tahun 2008.

Tujuan Khusus
1.

Untuk mengetahui karakteristik ibu dengan


perdarahan
postpartum berdasarkan umur ibu.
2. Untuk mengetahui karakteristik ibu dengan
perdarahan
postpartum berdasarkan sosial ekonomi ibu.
3. Untuk mengetahui karakteristik ibu dengan
perdarahan
postpartum berdasarkan paritas.
4. Untuk mengetahui karakteristik ibu dengan
perdarahan

Ruang Lingkup
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
karakteristik ibu dengan perdarahan postpartum
di RSU Indrasari Rengat Tahun 2008, dengan
pembatasan pada variabel umur, sosial
ekonomi, paritas dan cara persalinan.
Metode penelitian ini berbentuk deskriptif,
dengan menggunakan data sekunder yang
didapat dari rekam medik dan register di
Ruangan Kebidanan RSUD Indrasari Rengat.

Kerangka Teori
Ibu Nifas
Karakteristik Resiko ::
Umur
Paritas
Sosial Ekonomi
Cara persalinan

Etiologi post partum :


Atonia uteri
Robekan jalan lahir
Retensio plasenta
Sisa Plasenta
Inversio Uteri

Perdarahan
Postpartum

Kerangka Konsep
OUTPUT :
Ibu Nifas di
RSU Indrasari
Rengat Th 08

Karakteristik
- Umur
- Paritas
- Sos Ek
- Cr salin

UMUR
PARITAS
SOS EK
CARA
PERSALINAN

METODOLOGI
PENELITIAN

DESKRIPTIF

Data sekunder Rekam medik


seluruh ibu nifas yang
mengalami perdarahan post
partum di RSU Indrasari Rengat
Tahun 2008

SAMPEL

Sampling Jenuh

ANALISA dan PEMBAHASAN


Tabel 5.1 Distribusi frekuensi Ibu Bersalin dengan
Perdarahan Post Partum di Rumah Sakit Umum
Indrasari Rengat Tahun 2008 Berdasarkan Umur

N
o

Umur

Frekuensi

Persentase
(%)

1
2
3

< 20 Tahun
20 35 Tahun
> 35 Tahun

3
22
8

9,1
66,7
24,2

Jumlah

33

100,0

Tabel 5.2 Distribusi frekuensi Ibu Bersalin


dengan
Perdarahan Post Partum di RSU
Indrasari Rengat Tahun 2008 Berdasarkan
Paritas

N
Umur
o
1
Primipara
2
Multipara
3 Grande Multi
Jumlah

Frekuensi
5
24
4

Persentas
e (%)
15,2
72,7
12,1

33

100,0

Tabel 5.3 Distribusi frekuensi Ibu Bersalin dengan


Perdarahan Post Partum di RSU Indrasari Rengat
Tahun 2008 Berdasarkan Sosial
Ekonomi

N
o

Umur

Frekuensi

Persentase
(%)

1
2
3

Jamkesmas
Umum
Askes

17
14
2

51,5
42,4
6,1

Jumlah

33

100,0

Tabel 5.4 Distribusi frekuensi Ibu Bersalin dengan


Perdarahan Post Partum di RSU Indrasari Rengat
Tahun 2008 Berdasarkan CARA PERSALINAN

N
o

Umur

Frekuensi

Persentase
(%)

1
2
3
4

Spontan
Pervaginam
Vakum Ekstraksi
Ekstraksi Forceps
Seksio Sesaria

30
1
1
1

91,0
3,0
3,0
3,0

Jumlah

33

100,0

KESIMPULAN
Mayoritas ibu bersalin dengan perdarahan post partum berada
pada umur yang tidak beresiko yaitu 66,7%
Mayoritas ibu bersalin dengan perdarahan post partum berada
pada paritas aman yaitu 72,7%
Mayoritas ibu bersalin dengan perdarahan post partum
berlatar belakang sosial ekonomi kurang mampu yaitu 51,5%
Mayoritas ibu bersalin dengan perdarahan post partum terjadi
dengan cara persalinan spontan pervaginam yaitu 91,0%

SARAN

Diharapkan kepada Kepala Dinas Kesehatan agar


memberikan pengarahan agar petugas kesehatan
yang ada di desa desa dapat memberikan
penyuluhan tentang arti penting pemeriksaan
kehamilan secara dini sehingga dapat mengurangi
resiko perdarahan post partum.
Bagi RSU Indrasari Rengat, dapat memberikan
pelayanan kesehatan yang baik kepada semua ibu
bersalin yang melakukan persalinan sehingga angka
kejadian perdarahan post partum dapat ditekan.
Bagi Institusi pendidikan, dapat lebih melengkapi
buku buku sebagai sumber literatur dalam
penyusunan penelitian