Anda di halaman 1dari 19

Apabila

Belum tentu merupakan pemahaman


dan persetujuan pasien:

KOMUNIKASI HOLISTIK
DOKTER LAYANAN PRIMER
INDONESIA
Mora Claramita - Arief Alamsyah Herqutanto - Endang
Basuki Risma A Sakura

TRAINING FOR TRAINER DOKTER LAYANAN PRIMER INDONESIA

Role-Play
Seorang dokter merasa sangat bersalah ketika seorang batita
akhirnya meninggal karena diare dengan dehidrasi.
Dokter tersebut berkata:
Saya sudah memberikan seluruh informasi yang saya
ketahui berdasarkan bukti ilmiah terkini, termasuk
penggunaan Oralit, bagiamana bila harus menghubungi
rumah sakit sewaktu-waktu, dan saya memberikan nomor
HP saya bila diperlukan setiap saat. Ibu batita itu bilang:
Ya,ya,ya, saya kira dia sudah paham..

Cerita 1 dari Philadelphia

2 decades ago

Dr Beckmann adalah seorang ahli Kebidanan dan


Kandungan yang pada suatu hari diminta oleh
residennya untuk segera datang, karena residen itu
tidak bisa menangani suatu masalah yang seharusnya
dilakukan SC, tapi pasien menolak.
Pasien adalah Ibu yang akan melahirkan. Dia dan suami
baru saja pindah dari Afrika
Dr. Beckmann berusaha berkomunikasi dan
mengekplorasi pemahaman pasien bila tidak bersedia
menandatangani informed-consent untuk SC.

Beckmann CRB and Dysart D. Challenge of Multicultural Medical Care. Multilingual


Multicultural Health Care. Journal of Contemporary OB-GYN. Vol 45 (2). Pp: 12-13

2 decades ago

Pasangan itu berkata: Kami paham resikonya, Dok


Tapi bukan kami yang bisa ttd.
Dr Beckmann: Lalu siapa? (Tuhan? dia berpikir)
Pasangan itu menjawab: Kepala Desa kami di
Afrika.
Dr. Beckmann lalu berusaha dengan berbagai cara
supaya Kepala Desa tsb bisa ditelepon. Beruntung ia
lulusan universitas di LN dan bisa berbahasa Inggris
dan sedang berada di Eropa.

Beckmann CRB and Dysart D. Challenge of Multicultural Medical Care. Multilingual


Multicultural Health Care. Journal of Contemporary OB-GYN. Vol 45 (2). Pp: 12-13

2 decades ago

US Africa telephone communication (2 decades ago!)


Respon Kepala Desa: Siapa kamu? Saya harus merasa
yakin bahwa kamu adalah orang yang tepat
menangani anggota penduduk desa saya.
Dr. Beckmann: Oh, saya seroang Guru Besar penuh di
bidang Obgin
Oke. Saya pikir kamu cukup mampu. Kamu boleh
mengoperasi anggota penduduk desa saya itu hanya
kalau dalam 1 jam lagi ia bertambah parah
kondisinya.
Beckmann CRB and Dysart D. Challenge of Multicultural Medical Care. Multilingual
Multicultural Health Care. Journal of Contemporary OB-GYN. Vol 45 (2). Pp: 12-13

Cerita 2 dari Indonesia


Interview dengan seorang Ibu yang anak ketiganya
tidak dapat diselamatkan oleh karena terlambat
dilakukan operasi SC: Kita sangat berterima kasih,
semua sudah ditangung asuransi.
Interview dengan ahli Kandungan: Rujukan disini selalu
terlambat, bukan karena Bidan atau Dokter Umum tidak
Kompeten, tetapi entah karena banyak sebab..
Interview dengan Dokter Puskesmas: Sebenarnya kita
tahu bahwa Ibu itu harus di SC sejak awal kehamilan.
Tetapi disini, perlu lebih dari 3 minggu bagi sebuah
keluarga besar untuk memutuskan. Nenek buyutnya
yang memutuskan dan yang punya uang, apalagi dua
anak sebelumnya lahir normal.
Claramita et al, 2012. Evaluation of Jampersal insurance for the remote areas of Ternate-Indonesia. Senior
researcg rant reports. Faculty of Medicine, Gadjah Mada University

Cross cultural resources


http://geert-hofstede.com/countries.html
Power Distance (PDI)
Individualism versus collectivism
(IDV)
Masculinity versus femininity (MAS)
Uncertainty avoidance (UAI)
Long-term versus short-term
orientation (LTO)
Indulgence versus Restraint (IND)

Kleinmanns studies
Kleinman, Arthur. 1980. Patients and
Healers in the Context of Culture: an
Exploration of the Borderland Between
Anthropology, Medicine, and Psychiatry
Kleinman, a psychiatrist, trained in anthropology, reports on his
studies of health care in Taiwan. He describes his observations of
clinical interviews between various medical practitioner, folkhealers, temple medicine men, and Chinese-style and Westernstyle physicians - and their patients. He stress the importance of
adopting the proper cultural perspective, making ones
interpretations within that framework

Time to think
Coba
berdiskusi
antar
3
orang,
bagaimana
pengalaman komunikasi yang dipengaruhi budaya
pernah anda alami. Tulis ke depan 3 faktor Komunikasi
Holistik (Berbasis Biopsikososial) dan Komprehensif
(Interprofessional Communication) yang anda pikirkan

FAKTOR-FAKTOR KOMUNIKASI
HOLISTIK
KOMUNIKASI DOKTER LAYANAN
PRIMER
Komunikasi Holistik
(Biopsikososiokulturalspiritual)

BUKTI ILMIAH TERKINI 20102014


1. Seluruh pasien, dokter dan mahasiswa
kedokteran menginginkan komunikasi
partisipatif antara dokter-pasien
2. Dokter secara tidak sengaja
menggunakan pola komunikasi 1 arah
karena pengaruh budaya paternalistik di
Indonesia

BUKTI ILMIAH TERKINI 20102014


4. Informasi pada proses pengambilan
keputusan klinik tidak hanya diperoleh
dari petugas kesehatan tapi juga
keluarga, teman, dan lingkungan
5. Jarak-Sosial ditemukan dalam
komunikasi dokter-pasien dan dokterperawat.

The ideal
desired
style:

Limited
time - high
patient
load
The desire
of an ideal
style

Unprepared
patients for
participatory
style

Unprepare
d
clinicians
for
participat
ory style

Trust
Equity
Two-way

A more common
practiced One-way style

Barriers in approaching the ideal style of clinician-patient


communication in a Southeast Asian context

CLINICIA
NS
MAINTAINING
SOCIAL
1.Hierarchical
DISTANCEgap
2.Superficialrelationship
3.Individual
interpretation
4.Traditional planning
habit

PATIENT
S
DESIRE CLOSER
1.RELATION
Closer relationship
2. Strong family
support
3. Non-verbal
politeness
4. Traditional
medicine

Different perceptions between clinicians - patients

Time of
interaction

Professional: ClinicianPatient

Higher education: Professor-Student

Primary school: Teacher-Student

Early Childhood: Caregiver-Child

Quantity of
interaction

Top of iceberg of hierarchical interaction


between groups in Southeast Asia

Budaya di Indonesia
1. Terdapat jarak hirarki sosial antara dokter-pasien,
dokter-nakes lain, nakes-pasien, tua-muda, gurumurid
2. Terdapat pola komunikasi non-verbal yang sangat
dominan tetapi sulit dikenali (misal: Ibu sakit, Bu?,
Tidak (sambil mengernyitkan muka)
3. Terdapat pola membuat keputusan klinik yang bisa
dipengaruhi keluarga/ komunitas
4. Terdapat kebiasaan menggunakan obat-obat
alternatif/ tradisional baik di kalangan pendidikan
tinggi maupun rendah

The Greet-Invite-Discuss
(GID) Guideline
Adapted from
the Calgary-Cambridge
Observation Guide (CCOG)
A printed table will be distributed to show how
GID complimentary the CCOG core framework of
communicating with patients

Satu-satunya tanda untuk menyelamatkan pasien


mungkin hanyalah: Tanda Non Verbal.
Kita harus selalu memperhatikan apa yang tidak
terucap dari pasien