Anda di halaman 1dari 22

Maintenance Instrumen

Analitik Gas Cromatograph


(GC)

Instrumen GC mempunyai bagian penting, yaitu


Valve untuk menginjeksikan sampel kedalam kolom
separasi
Kolom untuk separasi komponen sampel yang di tes
Pemanas kolom, untuk menjaga temperatur kolom pada
harga yang sesuai
Detektor untuk mendeteksi kuantitas komponen dalam
sampel.
Unit gas inlet untuk mengatur tekanan dan aliran gas
carrier, H2 dan udara masuk kedalam kolom dan
detektor.

Desain dan program maintenance preventif


yang baik akan memperbaiki waktu on-line
proses chromatograph.
Preventif maintenance termasuk :
Mencek tegangan dan arus kunci,
Memantau status botol gas carrier,
Memantau aliran dan tekanan
Menyimpan copi dari hasil (laporan hardcopy
atau chromatogram mentah)

Penyimpangan dari data reference yang dianggap


sebagai standar,mengindikasikan adanya masalah
maintenance yang dapat dikoreksi sebelum
menjadi masalah yang lebih besar.
Dalam hal terjadi masalah yang besar, data
sebelumnya yang baik dapat dibandingkan dengan
data yang sekarang, untuk menolong
mengidentifikasi perbedaannya dan sebab yang
mungkin.
Data referens akan sangat berguna untuk mencari
akar masalah.

GC adalah instrumen analitis yg kompleks


dan memerlukan operator yang telah dilatih
dan trampil.
Orang maintenance GC akan setuju jika
dikatakan bahwa analizer GC itu sendiri
merupakan alat yang sangat berguna untuk
troubleshoot masalah proses GC.
Trend dan hasil perhitungan dapat
memberikan informasi tertentu.

Perubahan luas total menyatakan masalah pada


detektor, sampel valve dan pengkondisi sampel.
Baseline yang noisi mengindikasikan masalah
elektronik dan detektor.
Pergeseran baseline secara halus menyatakan
adanya bleed kolom, bocoran carrier, masalah
kontrol tekanan atau berbagai masalah separasi
Perubahan bentuk puncak menyatakan sejumlah
hal, termasuk perubahan matriks sampel, masalah
pembebanan kolom, komponen ganda pada satu
peak, saturasi detektor dan deteriorasi kolom

Prosedur maintenance analizer harus memasukkan


tip troubleshooting untuk sistem tertentu.
Bagian maintenance dan troubleshooting dari
manual jangan diabaikan.
Setiap vendor tahu instrumen yang dia jual dan
menerima feedback dari personil maintenance.
Kesempatan adalah tip yang harus dimasukkan
untuk mengidentifikasi masalah atau kelemahan
dari desain analizer.
Setiap instrumen mempunyai kelemahan pada satu
atau dua komponen, terutama model sebelumnya.

Check List Rutin


Jalur Aliran: perlu dites beberapa hal penting,
yaitu:
Tes bocoran gas diperlukan jika ada penggantian
detektor atau kolom. Cara yang termudah:
dengan menutup jalur aliran tersebut selama beberapa
waktu dan mengamati apakah terjadi penurunan
tekanan.
bocoran sambungan diperoleh dengan memberi larutan
sabun pada bagian tersebut dan ditunggu munculnya
gelembung sabun.
Bocoran dapat terjadi pada jalur aliran gas carrier, gas
hidrogen dan udara.

Pada Gas Carrier


Mencek tekanan pada 3 pressure gage, apakah
tetap 6 kg/cm2, 15 30 menit setelah gas carrier
atau gas HC dihubungkan pada fitting masuk
bagian depan. Jika drop tekanan sekitar 0,1
kg/cm2 per jam, maka ada indikasi bocoran.
Dengan tekanan gas carrier pada 6 kg/cm2, stop
valve dibuka, larutan deterjen diusapkan pada
swage lock cap nut, jika ada gelembung artinya
ada bocoran, dan cap nut harus dikuatkan.
Jika tidak ada bocoran pada cap nut, maka
bocoran ada pada plumbing gage atau rotameter.

Pada Gas Hidrogen


Jalur hidrogen dihubungkan dengan outlet
gage dan disambungkan dengan baik.
Kemudian dilakukan seperti pada tes
bocoran gas carrier, tetapi tekanan gas
diatur pada 2 kg/cm2 dan waktu
pengamatan 15 menit.

Pada Udara
Jalur udara dipasangseperti pada gas
hidogen dan dilakukan tes bocoran seperti
pada gas carrier, tetapi tekanan gas diatur
pada 11 kg/cm2 dan waktu pengamatan 15
menit

Aliran Gas
Sebab gejala abnormal GC karena aliran gas tak normal.
Cara untuk mentes fluks dari setiap gas adalah.
Gas carrier diset 50-60 cc/menit dengan memutar valve
needle CARRIER 1, dan mengacu pada karta aliran rotameter. Jika pelampung rotameter tidak atau bergerak
secara tidak halus, maka pada rotameter ada sumbatan
(kotoran dalam tabung gelas). Dan rotameter harus
dibersihkan dari kotoran dan debu. Prosedur ini dapat
efektif dilakukan dengan menaik-turunkan batang
rotameter secara berulang. Sth dipasang kembali pada
GC dan pelampung rotameter masih naik-turun (tidak
stabil) atau aliran diubah tetapi tidak mengubah posisi
pelampung, maka rotameter tersebut tidak berfungsi
dan harus diganti. Catatan : Dalam hal ini, tekanan
primer harus 6 kg/cm2.

Tes aliran hidrogen dilakukan dengan menghubungkan


meter aliran (meter aliran soap atau rotameter) ke adaptor
aliran FID, stop valve dibuka dan aliran diukur. Kolom
harus ada pada tempatnya dan semua valve gas lain ditutup
Dlm hal ini, tekanan 0,6 kg/cm2G harus memberikan aliran
40 50 ml/menit. Jika ada udara atau gas lain pada jalur
aliran, aliran akan berkurang, karena itu pengukuran dilakukan setelah 10 15 hidrogen mengalir. Jika aliran lebih
besar, perlu dipertimbangkan bocoran dari rubber gasket,
sedangkan jika aliran lebih kecil harus dipertimbangkan
terjadinya penyumbatan kotoran pada pipa. Dalam hal ini
rubber gasket atau pipa perlu diganti, tergantung situasi.
Metoda yang sama dilakukan untuk cek aliran hidrogen di
udara. Dalam hal udara, jika tekanan di set pada 0,5
kg/cm2G, aliran harus 400 500 ml/menit. Jika alirannya
berbeda, perbaiki seperti pada situasi aliran hidrogen.

Molecular seive
Filter gas carrier mengandung molecular seive
filter yang secara efektif akan menghilangkan
bahan lain dari gas carrier. Filter harus dibakar
paling sedikit 2 kali pertahun untuk menjaga filter
dari saturasi dari bahan kontaminan gas carrier.
Supaya dapat dibakar, filter harus dikeluarkan dari
instrumen, ditiup dengan gas carrier dengan
dimeletakkannya pada port injeksi dan aliran diset
pada 40 50 ml/menit.
Filter dibakar pada 300 350oC selama beberapa
jam. Filter dipasang kembali setelah dingin.

Kolom
Jika kolom digunakan lebih dari suatu
perioda usia hidup kolom, pembandingan
dengan data sebelumnya diperlukan untuk
memastikan bahwa kolom masih
mempunyai efisiensi yang baik sesuai
persyaratan.

Kompresor dan Gel Silika Pengering


Jika digunakan kompresor udara sebagai sumber
udara untuk FID, uap air di udara terakumulasi
dalam kompressor dan menimbulkan masalah
pada analisis FID.
Karena itu udara dari kompressor perlu dilewatkan
melalui gel silika. Gel silika akan berwarna hijau,
yang jika telah menyerap uap air secara gradual
akan menjadi warna merah. Jika gel silika telah
berwarna merah, perlu diganti dengan yang baru
atau dikeringkan dengan oven supaya dapat
digunakan lagi. Tangki kompresor juga perlu
mempunyai saluran air untuk mengeluarkan air.

Septum Injection Port


Setelah digunakan beberapa kali, penyekat akan
bocor dan perlu diganti. Jika digunakan jarum
yang lebih tebal dari microsyringe, maka penyekat
akan bocor lebih cepat.
Untuk mengganti septum, tekanan pada port
injeksi harus direndahkan untuk menjaga supaya
kolom tidak pecah.
Untuk mejaga supaya tidak muncul puncak palsu
septa perlu dikondisikan dahulu sebelum digunakan, dengan cara sederhana yaitu mensrap septum
pada aluminium foil dan membakarnya selama 20
30 menit pada temperatur 250 275oC

Gelas Port Injeksi Pemasukan


Setelah digunakan beberapa kali untuk bahan yang
mempunyai residue boiling karbon tinggi dalam
gas yang dimasukkan, maka akan terjadi moving
baseline, peak tailing, ghost peak dan sensitivitas
yang lebih rendah. Pencucian dilakukan dengan
menggosok secara lembut dengan sikat dlm campuran deterjen. Jika ada endapan pengangkatan
endapan secara fisik dilakukan dengan kawat.
Setiap penggantian, port injeksi selalu terkontaminasi ada cotton tip aplicator untuk membersihkan.

FID (Flame ionization Detector)


Setelah FID lama digunakan, elektrode dan
jet cam dapat terkontaminasi. Gejala terjadinya adalah adanya noise dan pengurangan
sensitivitas.
Untuk menanggulangi harus dibersihkan.
Harus berhati hati menangani hal ini, karena
teknik yang salah atau detergen yang salah
dapat memperburuk keadaan.

Teknik Pembersihan FID


Kolektor FID dikeluarkan, dibersihkan dgn sikat kawat
dan kemudian dicuci dgn larutan deterjen. Kolektor dibilas
bersih dan dikeringkan dalam oven selama 10 menit pada
temperatur 120oC.
Jika kolektor kotor sangat mungkin jet juga kotor atau
tersumbat. Sementara kolektor dikeluarkan, jet juga
dikeluarkan. Lewatkan kawat melalui jet untuk
memastikan bahwa jet bersih. Jet jangan dipaksa atau
dilengkungkan karena terbuat dari SiO2. Jika jet rusak
harus diganti.
Jika FID longgar, dipertimbangkan bahwa item kotor
karena debu pada clip adiabator dan bagian lebih bawah
sel lepas. Untuk menanggulanginya, bagian bawah sel
yang longgar dibersihkan sebelum memasang jet.

Cek Tegangan tinggi dari FID


Di antara jet FID dan kolektor dipasang tegangan
tinggi. Tegangan Jet FID1 dgn chassis 200 V dan
antara jet FID2 dgn chassis 200V, tegangan
dikatakan normal jika menunjukkan 150 170 V
jika diukur Voltmeter dengan impedansi 10 MW.
Jika harga tegangan berbeda dari harga ini, dapat
disebabkan karena kesalahan kontak kabel
tegangan tinggi atau unit kontroller.
Kontak kabel tegangan tinggi perlu dicek dan
diganti jika perlu, atau kontroller FID diganti jika
kabel tegangan tinggi tidak rusak.

Ignitor (Pemantik)FID

FID dilengkapi dengan pemantik api.


Kondisi normal untuk menyalakan seperti
pada aliran H2 0,6 0,8 kg/cm2 dan aliran
udara 1 kg/cm2 harus dipenuhi untuk setiap
penyalaan. Jika api tidak menyala, maka
aliran H2 atau perletakan filamen pemantik
tidak benar.