Anda di halaman 1dari 7

Program Keluarga Berencana (KB)

Egy Pradana Yudhistira


102012247 / F 7
Fakultas Kedokteran UKRIDA
Jakarta / 2012 - 2013
egypradana14@yahoo.com

Pendahuluan
Latar belakang
Di dalam kehidupan, kita mengenal yang namanya program KB atau keluarga berencana. KB
merupakan usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Untuk dapat
mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara untuk mencegah/menunda kehamilan dan
penyakit menular yaitu kontrasepsi. Namun ada beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan
kontrasepsi antara lain efektivitas, keamanan, dan efek samping, serta kemauan dan kemampuan
untuk melakukan kontrasepsi secara teratur dan benar. Selain hal tersebut, pertimbangan
kontrasepsi juga didasarkan atas biaya serta peran dari agama dan budaya mengenai hal tersebut.
Hal yang paling baik ialah tidak berhubungan seksual, efektif mencegah kehamilan 100% dan
mencegah penyakit menular.
Tujuan
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Skill lab tentang penyuluhan dan untuk memahami
akan program keluarga berencana (KB).

Isi
Keluarga Berencana (KB)
Keluarga berencana (KB) merupakan salah satu upaya untuk mencapai kesejahteraan dengan
jalan memberi nasihat perkawinan, pengobatan kemandulan, dan penjarangan kehamilan.
Keluarga berencana (KB) merupakan salah satu usaha membantu keluarga/individu
merencanakan kehidupan berkeluarganya dengan baik, agar dapat mencapai keluarga
berkualitas.1

Adapun manfaat keluarga berencana (KB) :


1. Untuk ibu ialah perbaikan kesehatan badan karena tercegahnya kehamilan yang berulang
kali dalam jangka waku yang terlalu pendek dan adanya waktu yang cukup untuk
mengasuh anak-anak, untuk istirahat, dan menikmati waktu luang, serta melakukan
kegiatan lain.1
2. Untuk anak yang dilahirkan ialah dapat tumbuh secara wajar karena ibu yang
mengandungnya berada dalam keadaan sehat dan sesudah lahir anak tersebut akan
memperoleh perhatian, pemeliharaan, dan makanan yang cukup. Ini disebabkan oleh
kehadiran anak tersebut yang memang diinginkan dan diharapkan.1
3. Untuk anak yang lain ialah memberi kesempatan perkembangan fisiknya lebih baik
karena memperoleh makanan yang dari sumber yang tersedia dalam keluarga,
perkembangan mental dan sosial lebih sempurna karena pemeliharaan yang lebih baik
dan lebih banyak waktu yang diberikan oleh ibu untuk anak dan perencanaan kesempatan
pendidikan yang lebih baik karena sumber pendapatan keluarga tidak habis untuk
mempertahakan hidup semata-mata.1
4. Untuk ayah ialah memperbaiki kesehatan fisiknya dan memperbaiki kesehatan mental
dan sosial karena kecemasan berkurang serta lebih banyak waktu luang untuk
keluarganya.1
Evaluasi yang perlu dilakukan dalam memberi asuhan kepada ibu nifas dan rencana KB,
antara lain ibu mengetahui pengertian KB dan manfaatnya, ibu dapat menyebutkan
macam-macam metode kontrasepsi untuk ibu menyusui, ibu dapat menyebutkan beberapa
keuntungan pemakaian alat kontrasepsi dan ibu dapat memilih metode kontrasepsi yang
dirasa cocok bagi dirinya.1
Sejak program keluarga berencana menjadi program nasional pada tahun 1970 berbagai cara
kontrasepsi telah ditawarkan dalam pelayanan KB Indonesia. Mulai dari cara tradisional, sistem
kalender, barier, hormonal (pil, suntikan, susuk KB) alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) dan
kontrasepsi mantap (KONTAP). Cara kontap sebenarnya berperan penting dalam mengendalikan
pertumbuhan penduduk dan menjanjikan perlindungan fertilitas yang amat tinggi. Keunggulan
kontap adalah cara kontrasepsi paling efektif karena angka kegagalannya kecil sehingga sesuai
bagi pasangan yang tidak mau menambah jumlah anak lagi, prosedur pelaksanaannya hanya satu
kali, risiko komplikasi dan kematian sangat kecil, dan relatif lebih murah.2
Metode KB yang dapat digunakan ialah
1. Metode sederhana
Kondom
Spermiside
Koitus interuptus(senggama terputus)
Pantang berkala.3
2. metode efektif
a) hormonal
Pil KB (progesterone only pill, pil KB kombinasi, pil KB sekuensial
Suntikan KB: depoprovera tiap 3 bulan, norigest tiap 10 minggu, cyclofem tiap
sebulan


b)

c)

Susuk KB: nonplant tiap 5 tahun, implanon tiap 3 tahun.3


Mekanis
Alat kontrasepsi dalam rahim/AKDR (Copper T, Medusa, Seven Copper)
Metode KB darurat.3

Konsep pemilihan alat kontrasepsi yang rasional.3


Fase menunda kehamilan
Metode sederhana
Pil KB
Suntikan KB
Menghilangkan hamil
20-21 tahun

Fase menjarangkan hamil


Metode MKE
Kecuali kontap
Metode sederhana
Menghilangkan hamil

Fase mengakhiri kehamilan


Metode MKE
Metode sederhana
Menghilangkan hamil
30-35 tahun

Waktu yang paling baik untuk ber-KB.3


Waktu
Postpartum dan Puerperium

Postmenstrual regulation
Post abortus
Saat menstruasi

Masa internal

Post koitus/pasca hubungan senggama

Jenis KB
Suntikan KB
Norplant (susuk KB) / Implanon
AKDR
Pil KB hanya progesterone
Kontap
Metode sederhana
Suntikan KB
Susuk KB atau implanon
AKDR
Kontap
Metode sederhana
Suntikan KB
Susuk KB atau implanon
AKDR
Kontap
Metode sederhana
KB Darurat

Kontrasepsi hormonal

Pil KB kombinasi merupakan salah satu jenis KB yang mudah dilakukan. Pil KB
mengentalkan lendir leher rahim sehingga sperma akan sulit masuk dan mencapai sel
telur. Lapisan dinding rahim juga akan dirubah sehingga tidak siap menerima dan
menghidupi sel telur yang telah dibuahi. Pil KB juga dapat mencegah indung telur
melepaskan sel telur setiap bulannya (ovulasi). Pil KB juga dapat mengatasi berbagai
gangguan kesehatan seperti mengatasi nyeri haid, mencegah kurang darah dan mencegah

penyakit kanker. Tidak semua pil KB bisa digunakan oleh ibu menyusui. Hampir
sebagian pil KB (terutama pil KB dengan hormon kombinasi progesteron dan estrogen)
dapat menghentikan produksi ASI.4
Suntikan KB ada yang setiap 1 bulan atau 3 bulan sekali. Suntik KB aman digunakan
bagi ibu menyusui setelah 6 minggu pascapersalinan. Efek samping yang bisa terjadi
adalah keluar flek-flek, perdarahan ringan di antara dua masa haid, sakit kepala, dan
kenaikan berat badan. Jika menghentikan penggunaannya bisa menyebabkan hamil.4
Susuk KB digunakan dengan cara memasukkan pada lengan bagian atas. Ada beberapa
jenis susuk yang masa penggunaannya berbeda. Susuk 1 dan 2 batang bisa digunakan
selama 3 tahun, sedangkan susuk 6 batang digunakan selama 5 tahun. Susuk KB aman
digunakan bagi ibu menyusui dan dapat dipasang setelah 6 minggu pascapersalinan.
Efek samping yang biasanya terjadi adalah perubahan pola haid dalam batas normal,
perdarahan ringan di antara masa haid, keluar flek-flek, dan tidak haid serta sakit kepala.4
IUS (Intra Uterine System) cara kerjanya ialah menggabungkan kontrasepsi jenis IUD
dan kontrasepsi hormonal dengan cara menambahkan hormon (levonorgestrel) ke dalam
IUD. Bentuk IUS seperti IUD. Setiap harinya IUS akan melepaskan sejumlah hormon
levonorgestrel di dalam rahim untuk mencegah pembuahan. Selain itu, juga
mengentalkan lendir rahim sehingga pergerakan sperma di dalam rahim dan tuba falopi
dapat dicegah. IUS sangat praktis karena dapat dipasang dan dilepas dengan mudah
setiap waktu. Kontrasepsi ini merupakan kontrasepsi jangka panjang karena dapat
digunakan selama 5 tahun. Efek yang mungkin timbul ialah menjadikan menstruasi lebih
pendek, ringan, dan mengurangi rasa sakit ketika menstruasi.4

Kontrasepsi Nonhormonal

Kondom merupakan kontrasepsi yang mudah dan praktis digunakan . selain mencegah
kehamilan, kondom juga dapat mencegah terjadinya infeksi HIV/AIDS. Kondom efektif
menunda kehamilan jika digunakan dengan benar.4
Alat kontrasepsi dalam rahim(AKDR) atau IUD (Intra Uterine Device) terbuat dari
bahan plastic yang lentur dan dimasukkan ke dalam rongga rahim. Bentuknya kecil dan
dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama sekitar 8 tahun.IUD sangat efektif
mencegah kehamilan. Efek samping yang mungkin timbul antara lain masa haid lebih
lama dan banyak, serta terdapat infeksi panggul.4
Metode sederhana atau Vagina. Pengguna KB juga dapat melakukan kontrasepsi
dengan menggunakan spermisid atau tisu KB, diafragma dan kap dapat dipakai sendiri
oleh perempuan. Caranya adalah dengan memasukkannya ke dalam vagina sebelum
berhubungan seks. Alat ini efektif jika digunakan dengan benar, efek sampingnnya adalah
kemungkinan terjadinya infeksi saluran kencing.4
Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan)
seseorang perempuan dengan cara mengikat dan memotong atau memasang cincin pada
saluran tuba sehingga ovum tidak dapat bertemu dengan sel sperma. Tubektomi
merupakan cara KB permanen bagi perempuan yang yakin tidak ingin mempunyai anak.
Tubektomi dilakukan dengan cara operasi yang sederhana, hanya membutuhkan bius
local. Cara ini sangat efektif mencegah kehamilan dan belum ditemukan adanya efek
samping jangka panjang, hanya rasa tidak nyaman setelah melakukan operasi.4

Vasektomi adalah pemotongan vas deferens (saluran yang membawa sperma dari testis).
Vasektomi dilakukan oleh ahli bedah urolog dan memerlukan waktu sekitar 20 menit.
Laki-laki yang menjalani vasektomi sebaiknya tidak segera menghentikan pemakaian
kontrasepsi, karena biasanya kesuburan masih tetap ada sampai sekitar 15-20 kali
ejakulasi. Setelah pemeriksaan laboratorium terhadap 2 kali ejakulasi menunjukkan tidak
ada sperma, maka dikatakan bahwa pria tersebut telah mandul. 4

Tujuan keterpaduan KB Kesehatan


Tujuannya ialah mempercepat penurunan angka kematian bayi dan balita serta angka kelahiran,
dalam rangka mempercepat penurunan angka kematian bayi dan balita serta angka kelahiran, dan
dalam rangka mempercepat terwujudnya Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera
(NKKBS).5
Adapun aspek keterpaduannya terbagi menjadi :

Aspek keterpaduan dalam wilayah (Puskesmas Pembantu dan Posyandu memberikan


penyuluhan tentang manfaat mengikuti program KB, untuk pencapaian tujuan bersama
yaitu penurunan angka kelahiran, kematian bayi & balita).5
Aspek keterpaduan dalam tenaga petugas ( bidan desa, petugas imunisasi lapangan,
petugas PLKB dapat memberikan penyuluhan KB).5
Aspek keterpaduan dalam target populasi. Sasaran utamanya adalah sekelompok
masyarakat yang perlu mendapat perhatian dan penanganan khusus seperti wanita PUS
(Pasangan Usia Subur) yang diberikan penyuluhan agar mengerti dan mengikuti program
KB.5

Penutup
Kesimpulan
Program KB merupakan program yang diberlakukan pemerintah untuk menekan laju
pertumbuhan penduduk yang semakin tahun semakin meningkat. Program KB juga mempunyai
lebih banyak keuntungan daripada kerugiannya, maka dari itu kita juga harus mendukung
pemerintah dalam melaksanakan program KB dengan cara memberikan informasi kepada para
tetangga dan ikut berpatisipasi dalam rangka penyuluhan program KB dari desa ke desa.

Daftar Pustaka
1. Bahiyatun. Buku ajar asuhan kebidanan nifas normal. Jakarta: EGC; 2008.p.84-5.
2. Hanafiah J, Amir A. Etika kedokteran dan hukum kesehatan. Edisi 4. Jakarta: EGC;
2007.p.109.
3. Manuaba IBG. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan keluarga berencana untuk
pendidikan bidan. Jakarta: EGC; 1998.p.437-8.
4. Siswosuharjo S, Chakrawati F. Panduan super lengkap hamil sehat. depok: Penebar Plus;
2011.p.271-5.
5. Chandra B. Ilmu kedokteran pencegahan komunitas. Jakarta: EGC; 2006.p.248-9.