Anda di halaman 1dari 19

MATA PELAJARAN

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA


(ROM : RANGE OF MOTION)
Oleh:
Yuyun, S. Kep.,Ns

PROGRAM KEAHLIAN KEPERAWATAN SOSIAL


SMK KESEHATAN YAPKESBI BANJARBARU
2013/2014

Teknik Range of Motion (ROM) dalam keperawatan

A. Definisi ROM
Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk
mempertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakan
persendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot dan
sebagai dasar untuk menetapkan adanya kelainan ataupun untuk menyatakan batas
gerakan sendi yang abnormal.
B. Jenis ROM
1. ROM Pasif
Pasif adalah latihan ROM yang di lakukan pasien dengan bantuan perawat
setiap-setiap gerakan. Indikasi latihan fasif adalah pasien semikoma dan tidak sadar,
pasien dengan keterbatasan mobilisasi tidak mampu melakukan beberapa atau semua
latihan rentang gerak dengan mandiri, pasien tirah baring total atau pasien dengan
paralisis ekstermitas total (suratun, dkk, 2008). Rentang gerak pasif ini berguna untuk
menjaga kelenturan otot-otot dan persendian dengan menggerakkan otot orang lain
secara pasif misalnya perawat mengangkat dan menggerakkan kaki pasien.
2. ROM Aktif
Latihan ROM aktif adalah Perawat memberikan motivasi, dan membimbing
klien dalam melaksanakan pergerakan sendi secara mandiri sesuai dengan rentang
gerak sendi normal. Hal ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi
dengan cara menggunakan otot-ototnya secara aktif
C. Tujuan ROM
1. Mempertahankan atau memelihara kekuatan otot
2. Memelihara mobilitas persendian
3. Merangsang sirkulasi darah
4. Mencegah ke lainan bentuk

Prinsip Dasar Latihan ROM


1. ROM harus diulang sekitar 8 kali dan dikerjakan minimal 2 kali sehari
2. ROM di lakukan berlahan dan hati-hati sehingga tidak melelahkan pasien

3. Dalam merencanakan program latihan ROM, perhatikan umur pasien, diagnosa, tandatanda vital dan lamanya tirah baring.
4. Bagian-bagian tubuh yang dapat di lakukan latihan ROM adalah leher, jari, lengan, siku,
bahu, tumit, kaki, dan pergelangan kaki.
5. ROM dapat di lakukan pada semua persendian atau hanya pada bagian-bagian yang di
curigai mengalami proses penyakit.
6. Melakukan ROM harus sesuai waktunya. Misalnya setelah mandi atau perawatan rutin
telah di lakukan.
Manfaat ROM
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Meningkatkan mobilisasi sendi


Memperbaiki toleransi otot untuk latihan
Meningkatkan massa otot
Mengurangi kehilangan tulang
Menentukan nilai kemampuan sendi tulang dan otot dalam melakukan pergerakan
Mengkaji tulang sendi, otot
Mencegah terjadinya kekakuan sendi
Memperlancar sirkulasi darah
Memperbaiki tonus otot

Gerak gerakan ROM


1. Leher, spina, serfikal
Fleksi

: Menggerakan dagu menempel ke dada, rentang 45

Ekstensi

: Mengembalikan kepala ke posisi tegak, rentang 45

Hiperektensi

: Menekuk kepala ke belakang sejauh mungkin, rentang 40-45

Fleksi lateral

: Memiringkan kepala sejauh mungkin sejauh mungkin kearah setiap


bahu, rentang 40-45

Rotasi

: Memutar kepala sejauh mungkin dalam gerakan sirkuler, rentang


180 Ulangi gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.

2. Bahu
Fleksi

: Menaikan lengan dari posisi di samping tubuh ke depan ke posisi di


atas kepala,rentang 180

Ekstensi

: Mengembalikan lengan ke posisi di samping tubuh, rentang180

Hiperektensi

: Mengerkan lengan kebelakang tubuh, siku tetap lurus, rentang 45-60

Abduksi

: Menaikan lengan ke posisi samping di atas kepala dengan telapak


tangan jauh dari kepala, rentang 180

Adduksi

: Menurunkan lengan ke samping dan menyilang tubuh sejauh


mungkin, rentang 320

Rotasi dalam

: Dengan siku pleksi, memutar bahu dengan menggerakan lengan


sampai ibu jari menghadap ke dalam dan ke belakang, rentang 90

Rotasi luar

: Dengan siku fleksi, menggerakan lengan sampai ibu jari ke atas dan
samping kepala, rentang 90

Sirkumduksi

: Menggerakan lengan dengan lingkaran penuh, rentang 360

Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.


3. Siku
Fleksi

: Menggerakkan siku sehingga lengan bahu bergerak ke depan sendi


bahu dan tangan sejajar bahu, rentang 150

Ektensi

: Meluruskan siku dengan menurunkan tangan, rentang 150

4. Lengan bawah
Supinasi

: Memutar lengan bawah dan tangan sehingga telapak tangan


menghadap ke atas, rentang 70-90

Pronasi

: Memutar lengan bawah sehingga telapak tangan menghadap ke


bawah, rentang 70-90

Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.


5. Pergelangan tangan
Fleksi

: Menggerakan telapak tangan ke sisi bagian dalam lengan bawah,


rentang 80-90

Ekstensi

: Mengerakan jari-jari tangan sehingga jari-jari, tangan, lengan bawah


berada dalam arah yang sama, rentang 80-90

Hiperekstensi

: Membawa permukaan tangan dorsal ke belakang sejauh mungkin,


rentang 89-90

Abduksi

: Menekuk pergelangan tangan miring ke ibu jari, rentang 30

Adduksi

: Menekuk pergelangan tangan miring ke arah lima jari, rentang 30-50

Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.

6. Jari- jari tangan


Fleksi

: Membuat genggaman, rentang 90

Ekstensi

: Meluruskan jari-jari tangan, rentang 90

Hiperekstensi

: Menggerakan jari-jari tangan ke belakang sejauh mungkin,rentang

30-60
Abduksi

: Mereggangkan jari-jari tangan yang satu dengan yang lain,rentang

Adduksi

: Merapatkan kembali jari-jari tangan, rentang 30

30
Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
7. Ibu jari
Fleksi

: Mengerakan ibu jari menyilang permukaan telapak tangan,rentang

Ekstensi

: menggerakan ibu jari lurus menjauh dari tangan, rentang 90

Abduksi

: Menjauhkan ibu jari ke samping, rentang 30

Adduksi

: Mengerakan ibu jari ke depan tangan, rentang 30

Oposisi

: Menyentuhkan ibu jari ke setiap jari-jari tangan pada tangan yang

90

sama
Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.
8. Pinggul
Fleksi

: Mengerakan tungkai ke depan dan atas, rentang 90-120

Ekstensi

: Menggerakan kembali ke samping tungkai yang lain, rentang 90-120

Hiperekstensi

: Mengerakan tungkai ke belakang tubuh, rentan 30-50

Abduksi

: Menggerakan tungkai ke samping menjauhi tubuh, rentang 30-50

Adduksi

: Mengerakan tungkai kembali ke posisi media dan melebihi jika


mungkin, rentang 30-50

Rotasi dalam

:Memutar kaki dan tungkai ke arah tungkai lain, rentang 90

Rotasi luar

:Memutar kaki dan tungkai menjauhi tungkai lain, rentang 90

Sirkumduksi

: Menggerakan tungkai melingkar

Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.


9. Lutut
Fleksi

: Mengerakan tumit ke arah belakang paha, rentang 120-130

Ekstensi

: Mengembalikan tungkai kelantai, rentang 120-130

Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.


10. Mata kaki
Dorsifleksi

: Menggerakan kaki sehingga jari-jari kaki menekuk ke atas,rentang

20-30
Flantarfleksi

: Menggerakan kaki sehingga jari-jari kaki menekuk kebawah, rentang


45-50

Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.


11. Kaki
Inversi

: Memutar telapak kaki ke samping dalam, rentang 10

Eversi

: Memutar telapak kaki ke samping luar, rentang 10

Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali.


12. Jari-Jari Kaki
Fleksi

: Menekukkan jari-jari kaki ke bawah, rentang 30-60

Ekstensi

: Meluruskan jari-jari kaki, rentang 30-60

Abduksi

: Menggerakan jari-jari kaki satu dengan yang lain, rentang 15

Adduksi

: Merapatkan kembali bersama-sama, rentang 15

Ulang gerakan berturut-turut sebanyak 4 kali

RANGE OF MOTION

Figure 2-11. Range-of-motion exercises for the neck.

Figure 2-12. Range-of-motion exercises or the shoulder.

Figure 2-13. Range-of-motion exercises motion exercises for the elbow.

. Figure 2-14. Range-of-motion exercises motion exercises for the forearm.

Figure 2-15. Range-of-motion exercises for the wrist.

Figure 2-16. Range-of-motion exercises for the thumb.

Figure 2-17. Range-of-motion exercises for the fingers.

Figure 2-18. Range-of-motion exercises for the hip.

Figure 2-19. Range-of-motion exercises for the knee.

Figure 2-20. Range-of-motion exercises for motion exercises for the ankle.

Figure 2-21. Range-of-motion exercises for the foot

Figure 2-22. Range-of-motion exercises for the toes.

Range of motion (ROM)


Latihan pasif anggota gerak atas
(Latihan ini di bantu oleh perawat,terapis atau penolong).

Gerakan menekuk dan meluruskan sendi bahu.

Gerakan menekuk dan meluruskan sendi bahu

Gerakan menekuk dan meluruskan siku.

Gerakan menekuk dan meluruskan siku

Gerakan memutar pergelangan tangan

Gerakan memutar pergelangan tangan

Gerakan menekuk dan meluruskan pergelangan tangan.

Gerakan memutar ibu jari.

Gerakan menekuk dan meluruskan jari-jari tangan.

Gerakan menekuk dan meluruskan jari-jari tangan.

Latihan Pasif Anggota Gerak Bawah.

Gerakan menekuk dan meluruskan pangkal paha.

Gerakan menekuk dan meluruskan pangkal paha

Gerakan menekuk dan meluruskan lutut.

Gerakan menekuk dan meluruskan lutut

Gerakan untuk pangkal paha.

Gerakan untuk pangkal paha

Gerakan memutar pergelangan kaki

Gerakan memutar pergelangan kaki

PENGATURAN POSISI
1.

Posisi Fowler
Posisi fowler adalah posisisetengah duduk atau duduk, di mana bagian kepala tempat tidur
lebih tinggi atau dinaikkan. Posisi ini dilakukan untuk mempertahankan kenyamanan dan
memfasilitasi fungsi pernapasan pasien.

Cara posisi fowler


Sumber. Belland dan Wells 1986
2.

Posisi Sim
Posisi sim adalah posisi miring ke kanan atau kiri. Posisi ini dilakukan untuk memberi
kenyamanan dan memberikan obat (Supositoria) melalui anus.

Cara posisi sim (dengan posisi pasien miring ke kiri)


Sumber. Belland dan Wells 1986

3.

Posisi Trendelenburg
Posisi trandelenburg adalah posisi berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih
rendah dari bagian kaki. Posisi ini dilakukan untuk melancarkan peredaran odarah ke otak.

Cara posisi trandelenburg

Sumber. Belland dan Wells 1986


4.

Posisi Dorsal Recumbent


Posisi dorsal recumbent adalah posisi berbaring terlentang dengan kedua lutut fleksi (ditarik
atau direnggangkan) di atas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk merawat dan memeriksa
genetalia serta proses persalinan.

Cara posisi trandelenburg


Sumber. Belland dan Wells 1986
5.

Posisi Litotomi
Posisi litotomi adalah posisi berbaring terlentang dengan mengangkat kedua kaki dan
menariknya ke atas bagian perut. Posisi ini dilakukan untuk memeriksa genetalia pada proses
persalinan.

Cara posisi trandelenburg


Sumber. Belland dan Wells 1986
6.

Posisi Genu Pektoral


Posisi genu pektoral adalah posisi menungging dengan kedua kaki ditekuk dan dada
menempel pada bagian alas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk memeriksa daerah
rektum dan sigmoid.

Cara posisi trandelenburg


Sumber. Belland dan Wells 1986