Anda di halaman 1dari 5

PATOFISISOLOGI ABNORMALITAS PROTEIN

A. PROTEIN
Senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang terdiri dari asam amino yang
diikat dengan ikatan peptida . Molekul protein mengandung : Carbon, Hidrogen, Oksida,
Nitrogen (C,H,O,N)
B. SINTESA PROTEIN
Asam amino dari vbkvhjvhvmakanan
Penguraian protein jaringan
Asam amino hasil aminasi fragmen carbon dari metabolisme lipid dan karbohidrat
C. METABOLISME

D. Patofisiologi Abnormalitas Protein


1. Hipoproteinemia
Penurunan jumlah protein plasma menyebabkan anoreksi, tropi otot, kovalansi
yang lambat setelah sakit, penyembuhan luka yang jelek, anemia hipokronik,
kosentrasi albumin plasma menurun, dan kerusakan hati. Hypoproteinemia terjadi
akibat :
- gangguan dalam metabolisme protein sehingga jumlah protein tidak terpecahkan
menjadi peptide sehingga tidak diserap oleh usus.
Pembentukan albumin terganggu seperti pada penyakit hati
Absorbsi albumin berkurang akibat kelaparan atau penyakit usus dan juga pada

penyakit ginjal
Keadaan yang menyebabkan hipoproteinemia :
a. Sindrom nefrotik
- Perubahan fisiologis awal sindrom nefrotik adalah perubahan sel pada membran
dasar glomerula. Hal ini mengakibatkan membran tersebut menjadi
hipermeabel ( karena berpori-pori) sehingga banyak protein yang terbuang
dalam urine (proteinuria). Banyaknya protein yang terbuang dalam urine
menyebabkan albumin dalam serum menurun ( hipoalbuminemia). Kurangnya
albumin serum mengakibatkan berkurangnya tekanan osmotik serum. Tekanan
hidrostatik kapiler dalam jaringan seluruh tubuh menjadi lebih tinggi daripada
tekanan osmotik kapiler. Oleh karena itu, terjadi edema diseluruh
tubuh.semakin banyak cairan yang terkumpul dalam jaringan ( edema ),
semakin berkurang volume plasma yang menstimulasi sekresi aldosteron untuk
menahan natrium dan air. Air yang ditahan ini juga akan keluar dari kapiler dan
-

memperberat edema.
Pasien juga mengalami anoreksia, dan merasa cepat lelah. Pasien wanita dapat

mengalami amenorrhea ?????


Oedema

b. Sirosis hepatis (sering)


- Penurunan fungsi sel hati sehingga pembentukan albumin dihati terganggu.,
jika hati mengalami kegagalan maka albumin yang terbentuk sedikit atau
bahkan tidak terbentuk sama sekali serta terjadi penurunan sintesis protein
plasma . Kurangnya albumin serum mengakibatkan berkurangnya tekanan
osmotik serum. Tekanan hidrostatik kapiler dalam jaringan seluruh tubuh
menjadi lebih tinggi daripada tekanan osmotik kapiler. Oleh karena itu, terjadi
edema diseluruh tubuh.semakin banyak cairan yang terkumpul dalam jaringan (
edema ), semakin berkurang volume plasma yang menstimulasi sekresi
aldosteron untuk menahan natrium dan air. Air yang ditahan ini juga akan
keluar dari kapiler dan memperberat edema.
c. KEP ( Kekurangan Energi Protein )
Bentuk Kekurangan Energi Proein (KEP), berdasarkan penyebab dan gambaran
klinisnya dibedakan menjadi :
Marasmus : akibat kekurangan energi
Kwasiorkor : akibat kekurangan protein
Marasmus Kwasiorkor : akibat kekurangan energi dan protein, dimana
gambaran klinisnya merupakan gabungan dari kedua kelainan tersebut
a) Kwashiorkor
Bentuk malnutrisi protein berat yang disebabkan oleh intake protein yang
inadequate dengan intake karbohidrat yang normal.
Patofisiologi :
Gejala :
1. Kaki bengkak
Edema adalah penyakit yang jika ditekan, sulit kembali seperti
semula. Edema disebabkan kekurangan protein, sehingga tekanan onkotik
intravaskuler menurun. Jika hal ini terjadi, maka akan terjadi extravasasi
plasma keintertisial. Plasma masuk kedalam intertisial, tidak keintrasel,
karena pada penderita kwashiorkor tidak ada kompensasi dari ginjal untuk
reabsorbsi natrium.

Natrium berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Pada


penderita kwashiorkor, selain defisiensi protein juga defisiensi multinutrien.
Jika ditekan, maka plasma pada intertisial lari ke darah sekitarnya karena
tidak

terfiksasi

oleh

membrane

sel

dan

mengembangankannya

membutuhkan waktu yang lama karena posisi sel yang rapat. Dan biasanya
terjadi pada ekstremitsas bahwa karena pengaruh gaya gravitasi, tekanan
hidrostatik dan onkotik (sadewa,2008)

2. Perut Buncit
Jika konsentrasi protein plasma sangat berkurang (misalnya akibat
malnutrisi protein berat), cairan tidak ditarik kembali ke kompartemen
intravaskular dan tertimbun di ruang ekstavaskular, yaitu suatu keadaan
yang dikenal dengan edema. Edema memiliki banyak sebab; defisiensi
protein adalah salah satunya; karena perut buncit merupakan salah satu
bagian dari edema, maka siklus yang telah dijelaskan di atas dapat
menyebabkan perut buncit seperti pada kasus.
3. Rambut kemerahan dan mudah rontok
Karena defisiensi protein menyebabkan defisiensi pigmen danndefisiensi
zat keratin pada rambut akibatnya rambut kemerahan dan mudah rontok
4. Tubuh lemas hal ini diakibatkan karena protein dalam tubuh menurun
sehingga enzim juga ikut menurun akibatnya pencernaan makanan tidak
sempurna sehingga energi tubuh kuraang yang mengakibatkan tubuh lemas.
5. \Anemia ringan
Protein menurun transport zat-zat pembentuk darah terganggu sehingga
pembentukan komponen darah terganggu anemia.
6. Rambut mudah dicabut
Kekuranganm asupan protein sehingga proses regenerasi rambut terhambat.
Penurunan ekskresi hidroksi prolin kolagen berkurang rambut mudah
dicabut
7. Hepatomegali
Tubuh mengalami kekurangan protein sehingga menyebabkan penurunan
pembentukan lipoprotein. Lipoprotein menurun maka VLDL dan LDL
menurun lemak dihepar sulit ditransport ke jaringan penumpukan lemak
dihati .

d. Protein Losing enteropathy(diare)


Karena terjadi mal absorbsi protein sehingga proteinm dalam tubuh berklurang.
e. Luka bakar luas
karena akan terjadi peningkatan permeabilitas pembuluh darah sehingga air,
clorida, protein akan keluar dari dalam sel sehingga akan terjadi oedem dan
menyebabkan hipovolemia dan hemokonsentrasi.
2. Hiperproteinemia
hyperproteinemia merupakan suatu keadaan meningkatnya kadar protein plasma
diatas ambang normal, protein plasma ini berfungsi untuk proses pembekuan darah,
mempertahankan berat badan, mempertahankan kadar Hb. Jika Protein dalam jumlah
tak terbatas maka akan diserap usus halus dan dibawa dalam sirkulasi darah, sehingga
kadar protein dalam darah akan meningkat yang disebut hyperproteinemia.
a. Dehidrasi