Anda di halaman 1dari 55

Pola Pangan Harapan Berbasis Sumberdaya Wilayah

Oleh :
Posman Sibuea

Matak kuliah Ketahanan Pangan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian


Fakultas Pertanian Unika Santo Thomas SU dan FKM USU
2012

PENDAHULUAN
Pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan
air, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diperuntukkan
sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk
bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lain yang
digunakan dalam proses penyiapan pengolahan dan atau pembuatan
makanan dan minuman.
( UU No 7 th 1996 tentang Pangan ) dan PP 68 /2002 tentang
Ketahanan Pangan, Pasal 9 .

PENGANEKARAGAMAN PANGAN
Upaya untuk memantapkan dan membudayakan
pola konsumsi pangan yg beranekaragam dan
seimbang serta aman dalam jumlah dan komposisi
guna memenuhi kebutuhan gizi untuk hidup
sehat, aktif dan produktif
Akam menberi dorongan dan insentif pada
penyediaan produk pangan yang lebih beragam
untuk dikonsumsi

PENGANEKARAGAMAN PANGAN

VERTIKAL :
Dengan memanfaatkan
Olahan pangan
Singkong: tepung/mie
Rasi, aruk
Gonyong: mie, tepung
Kedele : tempe, tahu, susu
Ikan
: abon, pindang

HORIZONTAL :
Jenis Pangan
pangan pokok
lauk-pauk
sayur
buah

GIZI SEIMBANG - Makanan yang sehat


adalah makanan :
a.
b.

c.

Yang seimbang atau yang memenuhi


kebutuhan gizi tubuh.
Mengandung
karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mi
neral dan air.
Dalam bentuk sesuai kebutuhan
masing--masing golongan.
masing

TRI GUNA MAKANAN, PIRAMIDA, PPH DAN 3 B


Dan
GIZI SEIMBANG
Zat
Zat
pembangu
pengatur
(100/3 %) (100/3 %)

Zat tenaga
(100/3 %)

Tri Guna Makanan

Piramida Makanan

Pola Pangan Harapan (Skor


6% PPH
3% 100)
5%
3%

5%

50%

10%
12%

6%

Padi-padian
Pangan Hewani

Umbi-umbian
Minyak dan Lemak

Pola Pangan Harapan

Panganku 3B

Zat

Zat
pembangun
pengatur
(100/3 %) (100/3 %)

.. a. TRIGUNA MAKANAN

Zat tenaga
(100/3 %)

Sumber Tenaga
(KH, lemak)

Tiga
Guna
Makanan

Sumber Zat
Pembangun
(Protein)
Sumber Zat
Pengatur (Vit &
Mineral)

1. Serealia
2. Umbi-umbian/
makanan berpati
3. Minyak & lemak
4. Biji dan buah
Berminyak
5. Gula
1. Pangan hewani
2. Kacang-kacangan

Sayur dan Buah

33,3

33,3

33,3

b. PIRAMIDA PANGAN

1p = 50 gram tempe
(padanannya)

1p = 50 gr daging
(padanannya
1p = 100 gr sayur

1p. = 75 gr pisang
(padanannya)

1p = 100 gr nasi
(padanannya)

c. POLA PANGAN HARAPAN


Kebutuhan konsumsi perorang/hari : 2000 kalori
Energi
%
Kal
( AKG)

Pola Pangan Harapan (Skor PPH 100)

5%

5%

6%

3%
50%

3%

10%

12%

6%

Padi-padian

Umbi-umbian

Pangan Hewani

Minyak dan Lemak

Buah/biji berminyak

Kacang-kacangan

Gula

Sayuran dan buah

Lain-lain

Padi Padian
Pangan Hewani
Umbi--Umbian/
Umbi
Umbian/
makanan berpati
Buah Bj Berminyak
Minyak dan Lemak
Gula
Kacang 2 an
Sayur dan Buah
Lain lain

Gram

: 1000
: 120

50
6

275
150

:
:
:
:
:
:

240
200
60
100
100
120

12
10
3
5
5
6

100
30
30

60

35
250

d. PANGAN 3 B :

3 : Triguna makanan
Sumber Karbohidrat
: Beragam , Bergizi
Sumber Protein
: Beragam, Bergizi
Sumber Vitamin dan Mineral : Beragam, Bergizi

B :
Beragam : Beragam Sumber Kh, Protein, Vitamineral
Bergizi
: Kandungan gizi sumber Kh, Protein, Vitamineral.
Berimbang : Keseimbangan konsumsi antar kelompok
pangan ( Kh, Protein, Vitamineral)

GAMBARAN KONSUMSI PENDUDUK


INDONESIA
(diversifikasi--gizi seimbang)
(diversifikasi

1.Dari sisi kuantitas Konsumsi pangan


penduduk per kapita per hari periode 1999
2009 mengalami perbaikan telah
mendekati AKE.Rekomendasi WNPG
VIII,tahun 2004 sebesar 2000
kal//kap
kal
kap/hr,
/hr, demikian pula dengan konsumsi
protein yang telah diatas anjuran 52
gram/orang
gram/
orang//hari
hari..
11

GAMBARAN KONSUMSI PENDUDUK INDONESIA


Konsumsi Energi Penduduk Indonesia Tahun 1999 - 2008
2100

2038

2050

1986

kkal/kapita/hari
hari

2000

1991

2015
1986

1997

1950

1927

1900

1851
1850
1800
1750
1999

2002

2003

2004

2005

Tahun

2006

2007

2008

AKE
2000
kkal/kap/h
ari

GAMBARAN KONSUMSI PENDUDUK INDONESIA

Konsumsi Protein Penduduk Indonesia Tahun 1999 - 2008


60,0

57,7

58,0

55,4

gram/kapita/hari

56,0

54,1

54,6

57,5

55,2
53,7

54,0

AKP
52
gram/kap/hari

52,0
50,0

48,7

48,0
46,0
44,0
1999

2002

2003

2004

2005

Tahun

2006

2007

2008

2. Keragaman dan keseimbangan konsumsi pangan


tahun 2008 semakin baik ditunjukkan oleh capaian
skor PPH, dari 66
66,,3 pada tahun 1999,
1999, menjadi 81
81,,9
tahun 2008

3.1%

KONDISI PPH TAHUN


2008
5.0%
Skor PPH
1.8% : 81.9
4.7%

2.1%

2.9%

5%
3%

4.4% 4.2% 1.8%

6% 3%
5%

1.9%

10.2%
7.8%

PPH IDEAL
Skor PPH : 100

KONDISI PPH TAHUN 2009


Skor PPH : 75.7

64.1%

50%

10%

9.8%
61.8%

7.4%

12%
6%

2.4%

3.1%

Padi-padian

Umbi-umbian

Pangan hewani

Minyak dan lemak

Buah/biji berminyak

Kacang-kacangan

Gula

Sayur dan buah

Lain-lain

7
14

3.Kontribusi terbesar masih berasal dari


kelompok padipadi-padian, sedangkan kelompok
pangan hewani, umbiumbi-umbian dan kacangkacangkacangan masih di bawah anjuran
KONTRIBUSI MASING-MASING KELOMPOK PANGAN
(kondisi konsumsi penduduk Indonesia Tahun 2008)
2,08

3,11

4,71

5,02

Padi-padian

1,79

Umbi-umbian
Pangan hewani

10,19

Minyak dan lemak

64,07

Buah/biji berminyak
Kacang-kacangan

7,83
Gula

3,11

Sayur dan buah


Lain-lain

Pgn
Minyak & Buah/biji Kacanghewani
lemak berminyak kacangan
326,0
51,7
90.0
22,8
7,6
24,4
Keterangan : dalan gram/kapita/hari
Padi2an

Umbi2an

Gula
25,8

Sayur &
buah
241,7

Lain-lain
51,9

PERKEMBANGAN KONSUMSI PANGAN PENDUDUK INDONESIA


TAHUN 2002 2009 (dalam gram/kap/hari)
Tahun

Kelompok Bahan Pangan


2002
Padi-padian
a. Beras
b. Jagung
c. Terigu
II. Umbi-umbian
a. Singkong
b. Ubi jalar
c. Kentang
d. Sagu
e. Umbi lainnya
III. Pangan Hewani
a. Daging ruminansia
b. Daging unggas
c. Telur
d. Susu
e. Ikan
IV. Minyak dan Lemak
a. Minyak kelapa
b. Minyak sawit
c. Minyak lainnya
V. Buah/biji berminyak
a. Kelapa
b. Kemiri
VI. Kacang-kacangan
a. Kedelai
b. Kacang tanah
c. Kacang hijau
d. Kacang lain
VII. Gula
a. Gula pasir
b. Gula merah
VIII. Sayuran dan buah
a. Sayur
b. Buah
IX. Lain-lain
a. Minuman
b. Bumbu-bumbuan

2003

2004

2005

2006

2007

2008

2009

I.

316.4
9.4
23.2

300.58
7.76
19.76

293.15
8.67
21.00

288.30
9.09
23.03

285.04
8.34
22.60

274.03
11.55
31.07

287.26
8.02
30.72

280.06
6.07
28.28

35.0
7.7
4.9
0.7
1.3

32.76
9.14
4.43
0.71
1.71

41.38
14.71
5.00
1.14
2.00

41.19
10.87
4.78
1.42
1.71

34.65
8.71
4.57
1.29
1.57

37.09
6.84
5.76
2.06
1.27

35.32
7.60
5.59
1.43
1.72

26.21
6.56
4.74
1.11
1.53

4.5
9.9
15.2
3.5
46.1

4.82
11.54
14.86
3.36
51.37

5.37
11.02
15.83
3.49
48.89

4.96
11.14
16.76
3.86
50.91

3.82
8.77
15.90
4.05
48.67

5.03
12.10
18.58
6.10
49.01

4.68
11.53
17.46
5.84
50.45

4.37
10.73
17.45
5.36
46.83

10.4
12.0
0.4

9.71
11.89
0.32

8.80
12.80
0.33

8.98
13.05
0.43

8.57
13.14
0.39

6.39
16.18
0.41

4.94
17.50
0.36

3.44
17.96
0.38

8.2
1.0

8.68
0.86

7.75
0.93

8.18
1.08

7.14
1.03

7.71
1.07

6.59
1.02

5.94
0.87

19.5
2.1
2.1
0.6

18.99
1.57
1.77
0.44

19.79
1.80
1.71
0.43

21.33
1.89
1.79
0.48

22.76
1.34
1.41
0.30

23.63
2.02
1.59
0.47

21.01
1.50
1.41
0.45

19.66
1.27
1.05
0.46

25.2
3.1

25.84
3.70

25.46
3.69

24.41
2.71

22.01
2.31

23.63
2.99

23.10
2.69

21.66
2.17

130.1
74.4

138.98
80.57

134.16
74.14

139.13
86.96

139.96
64.71

158.26
93.41

154.30
87.40

136.29
63.20

28.0
11.9

29.65
12.05

31.75
12.16

36.72
12.07

28.03
12.40

39.11
11.61

40.57
11.34

42.73
10.92

Sumber : Susenas 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, dan 2009, BPS diolah Pusat KKP, BKP, Deptan

PERKEMBANGAN KUALITAS KONSUMSI PANGAN


PENDUDUK INDONESIA TAHUN 2002 2009
Th. 2002
N
o

Kelompok
Pangan

1
.

Padi-padian

2
.

Umbi-umbian

49.6

Pangan
79.2
hewani
dan
4Minyak
22.8
.
lemak
5Buah/biji
9.3
.
berminyak
6Kacang24.3
.
kacangan
Gula

8
.

Sayur
buah

9
.

Lain-lain
Total
Skor PPH

28.3
dan

Th. 2004

Th. 2005

Th. 2006

Th. 2007

Th. 2008

Th. 2009

Sko
%
%
% Sko
% Sko
% Sko
%
%
r
Ener
Skor Gra Ener % Skor Gra Ener
Skor
Ener
Gra Ener
Ener
Gra Ener
Skor
Energ
AK r
AK r Gram
AK r
AK
Gram
AK
Gram
AK
AK
Gram
gi
PPH m
gi AKG PPH m
gi
PPH
gi
m
gi
gi
m
gi
PPH
i
PP
G PPH
G PPH
G PPH
G
G
G
G
H
1235.
348.9 1253 62.7 25.0 328.1 1252 62.6 25.0322.8 1248 62.4 25.0 319.1 1241 62.1 25.0316.0 122461.2 25.0 316.6 124462.2 25.0326.0 128164.1 25.0 314.4
61.825.0
8

3
.

7
.

Th. 2003

70 3.5 1.8 48.8

66 3.3 1.7 64.2

77 3.9

1.9 60.0

73 3.6 1.8 50.8

61 3.1 1.5 53.0

62 3.1 1.6 51.7

62 3.1 1.6 40.2 47.7 2.4 1.2

117 5.9 11.7 85.9 138 6.9 13.8 84.6 134 6.7 13.4 87.4

139 7.0 13.9 81.9 129 6.5 12.9 90.8

155 7.8 15.5 90.0 157 7.8 15.7 84.8 148.0 7.414.8

205 10.3 5.0 21.9 195 9.8 4.9 21.9195.0 9.8

199 9.9 5.0 22.1 196 9.8 4.9 23.0

20310.1 5.0 22.8 20410.2 5.0 21.8 195.1 9.8 4.9

52 2.6 1.0

9.5

62 3.1 6.2 22.8

56 2.8 1.0

8.7 47.0 2.4

62 3.1 6.2 23.7

4.9 22.4
1.0

9.1

51 2.6 1.0

8.2

45 2.2 1.0

8.8

47 2.3 1.0

7.6

42 2.1 1.0

6.8 37.3 1.9 0.9

64 3.2

6.4 25.5

67 3.4 6.7 25.8

66 3.3 6.6 27.7

73 3.6 7.3 24.4

62 3.1 6.2 22.4 57.5 2.9 5.7

96 4.8 2.4 29.5 101 5.1 2.5 29.1 101 5.1

2.5 29.0

99 5.0 2.5 24.3

89 4.4 2.2 26.2

96 4.8 2.4 25.8

94 4.7 2.4 23.8 87.0 4.4 2.2

204.6

78 3.9 19.5 219.6

90 4.5 22.4208.3

87 4.4 21.7 223.4

93 4.7 23.3204.7

83 4.2 20.8 251.7

39.9

53 2.7 0.0 41.7

31 1.6 0.0 43.9

33 1.7

35 1.8 0.0 40.4

33 1.7 0.0 50.7

1986 99.3

1991 99.6
72.6

0.0 48.8

1986 99.3
77.5

1997 99.8
76.8

192796.3
79.1

100 5.0 25.1241.7 100 5.0 25.1 199.5 84.0 4.221.0


35 1.8 0.0 51.9
2015

74.9

100.
7

36 1.8 0.0 53.6 35.1 1.8 0.0


2038

82.8

Sumber
: Susenas 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, dan 2009; BPS diolah Pusat KKP
Keterangan : Angka Kecukupan Energi 2000 kkal/kap/hari (Widya Karya Pangan dan Gizi VIII, 2004)
- Energi : dalam kkal
- Gram : untuk berat jenis pangan menurut kelompok
- AKG : Angka Kecukupan Gizi

101.
9

192796.4
81.9

75.7

SITUASI KONSUMSI PANGAN


(diversifikasi pangan)
Perkembangan Pola Konsumsi Pangan Sumber Karbohidrat
Pola Konsumsi Pangan Sumber Karbohidrat Tahun 1999

Keterangan :
B = Beras
T = Terigu

J = jagung
Uj = Ubi Jalar

Uk = Ubi Kayu
S = Sagu

Pola Konsumsi Pangan Sumber Karbohidrat Tahun 2002

Keterangan :
B = Beras
T = Terigu

J = jagung
Uj = Ubi Jalar

Uk = Ubi Kayu
S = Sagu

Pola Konsumsi Pangan Sumber Karbohidrat Tahun 2005

Keterangan :
B = Beras
T = Terigu

J = jagung
Uj = Ubi Jalar

Uk = Ubi Kayu
S = Sagu

Pola Konsumsi Pangan Sumber Karbohidrat Tahun 2007

Keterangan :
B = Beras
T = Terigu

J = jagung
Uj = Ubi Jalar

Uk = Ubi Kayu
S = Sagu

Konsumsi Beras, Umbi-Umbian & Terigu Nasional


Konsumsi Beras

Konsumsi Terigu

Tahun :
2003 = 300,
300, 56
2006 = 285,
285, 04
2007 = 273,
273,97
2008 = 287.
287.26

g/kap/hr
g/kap/hr
g/kap/hr
g/kap/hr

Tahun :
2003 = 19,8 g/kap/hr
2006 = 22,6 g/kap/hr
2007 = 31,07 g/kap/hr
2008 = 30.72 g/kap/hr

Konsumsi UmbiUmbi-umbian
Tahun :
2003 = 49,0
2006 = 50,8
2007 = 53,0
2008 = 51,7

g/kap/hr
g/kap/hr
g/kap/hr
g/kap/hr

Konsumsi beras memang menurun tetapi konsumsi


terigu selalu meningkat, sedangkan konsumsi umbiumbian (pangan lokal) sangat rendah

OLEH KARENA ITU MANFAATKANLAH PANGAN LOKAL SUMBER


KARBOHIDRAT NON BERAS YANG ADA DI BUMI INDONESIA

Konsumsi Umbi-umbian
(Sumber Karbohidrat selain beras)
Konsumsi UmbiUmbi-umbian
Tahun 2008 :
51.67 g/kap/hari
Anjuran :
100 g/kap/hari

Persepsi masyarakat :
Belum Makan Kalau
Belum Makan Nasi

Sumbangan Energi Setara 100 gr Nasi :


1) 100 gram Singkong
2) 50 gram Jagung
3) 200 gram Kentang
4) 50 gram Sagu
5) 150 gram Ubi

GIZI SEIMBANG 3 B
DALAM MENU SEHARI UNTUK HIDUP SEHAT
( jumlah dan jenis)

Padi Padian
Pangan Hewani
Umbi--Umbian/
Umbi
makanan berpati
Buah Bj Berminyak
Minyak dan Lema
Gula
Kacang 2 an
Sayur dan Buah
Lain lain

:
:

275 gram
150 gram

:
:
:
:
:
:
:

100 gram
10 gram
20 gram
30 gram
35 gram
250 gram
-

PERLUNYA DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN


DAN GIZI SEIMBANG( berbasis sumberdaya lokal)

1. Belum tercapainya skor mutu keragaman dan


keseimbangan gizi konsumsi sesuai harapan karena
Skor PPH baru mencapai 82,8 pada tahun 2008 dan
selama ini pencapaiannya berjalan sangat lamban
dan fluktuatif;
2. Masih terjadi kecenderungan menurunnya konsumsi
pangan sumber karbohidrat lokal;
3. Cukup tingginya kesenjangan mutu gizi konsumsi
pangan antara masyarakat desa dan kota

25

4. Lambatnya perkembangan dan penyebaran serta penyerapan


teknologi pengolahan pangan lokal untuk meningkatkan
kepraktisan dalam pengolahan, nilai gizi, nilai ekonomi, nilai
sosial serta citra dan daya terima
5. Kurangnya fasilitasi kebijakan makro, perdagangan, dukungan
anggaran dan kemitraan untuk mendorong dan memberikan
insentif bagi dunia usaha dan masyarakat dalam
mengembangkan aneka produk olahan pangan lokal
6. Kurangnya fasilitasi pemberdayaan ekonomi dan pengetahuan
untuk meningkatkan aksesibilitas pada pangan beragam,
bergizi seimbang dan aman

Melalui Pengembangan Pangan Lokal


Mengapa pangan lokal ?

 Pengembangan produksi, penelitian dan


pembinaan petani bias pada beras;
Bahkan data aneka pangan lokal tidak tersedia di
Departemen Pertanian

 Pengembangan lebih pada onon-farm, sangat


kurang pada offoff-farm
 Kebijakan belum berpihak pada pangan lokal
(kebijakan harga, dll) yang mengakibatkan
kurangnya insentif pengembangan pangan lokal

UPAYA PERCEPATAN
DIVERSIFIKASI KONSUMSI PANGAN

Kebijakan Percepatan Diversifikasi Konsumsi


Pangan( PERPRES 22/2009)
A . Mendorong diversifikasi pola konsumsi masyarakat berbasis
pangan lokal agar hidup sehat dan produktif

B.

Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang makanan


yang beragam, bergizi seimbang, dan aman pada sejak anak
usia dini

C.

Mendorong pengembangan teknologi pengolahan, pangan


sumber karbohidrat non beras dan terigu terutama pangan
lokal , guna meningkatkan nilai tambah dan nilai sosialnya

Dengan Jagung Sosoh Instan


Pembuatan Bassang bisa dipersingkat dari
18-24 jam menjadi jam

PENTAHAPAN PERCEPATAN DIVERSIFIKASI PANGAN 2015


- Fasilitasi pada UMKM utk
pengembangan bisnis pangan
- Skor PPH 85 pada tahun 2011

Penguatan modal usaha dan


pengembangan industri pangan lokal

2015
2012-2014

Kondisi Awal : Skor PPH


79,1 pada tahun 2005

PPH MENDEKATI IDEAL (100)


KONSUMSI BERAS PERKAPITA TURUN
PANGAN AMAN DIKONSUMSI

2
Evaluasi program dan pembinaan untuk keberlanjutan
Penguatan kampanye nasional advokasi dan sinkronisasi diversifikasi konsumsi pangan
Penguatan pendidikan gizi seimbang di sekolah sejak usia dini
Penguatan industri pangan lokal berskala mikro, kecil dan menengah (UMKM) terintegrasi dengan
pembangunan ekonomi pedesaan
Sosialisasi dan penerapan standar keamanan pangan pada UMKM pangan berbasis sumberdaya lokal
Pemberian penghargaan kepada pelopor dan pengembang diversifikasi konsumsi pangan

2008-2011
2005

Monitoring, Evaluasi program dan pembinaan




Kampanye nasional advokasi dan sinkronisasi diversifikasi konsumsi pangan berbasis


sumberdaya pangan lokal untuk aparat, individu, kelompok masyarakat maupun industri

Pendidikan diversifikasi konsumsi pangan secara sistematis melalui pendidikan formal dan non
formal sejak usia dini

Peningkatan kesadaran masyarakat untuk memproduksi, mengedarkan/memperdagangkan, dan


mengkonsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal yang aman

Fasilitasi pengembangan bisnis pangan segar, industri pangan olahan dan pangan siap saji
berbasis sumberdaya lokal

 P emberian penghargaan kepada kelompok masyarakat yang dinilai telah berperan/pelopor dalam
pengembangan dIversifikasi pangan
- Kondisi konsumsi dan diversifikasi pangan tahun 2005 skor PPH 79,1 dicirikan oleh dominan beras, serta rendahnya
pangan sumber karbohidrat alternatif, rendah sayuran, buah, pangan hewani, kacang-kacangan
- Banyak terjadi kasus keracunan makanan dan penggunaan bahan tambahan berbahaya pada makanan

SASARAN KONSUMSI PANGAN 3 B

Seluruh anggota keluarga


Golongan rawan
- Bumil
- Buteki
- Balita
- Anak sekolah (SD/MI)

BEBERAPA KEGIATAN YANG TELAH


DILAKSANAKAN DALAM
PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI
PANGAN ( 2002 2009)
A. Inventarisasi Potensi Pangan Lokal

PETA POTENSI PANGAN SPESIFIK WILAYAH


KALIMANTAN TENGAH

RIAU
 Kota Pekanbaru

 Kab. Sukamara

Singkong : beras kufu

Sagu : mie sagu

 Kab. Seruyan

 Kab. Pelelawan

Sukun : tepung,

Jewawut (sokui) : biji, tepung*)

SUMATERA UTARA

 Bebilar=Beras Ubi Jalar*)

KALIMANTAN BARAT
 Kab. Pontianak
Sagu : mie sagu*)

 Kab. Indra Giri Hilir


Sagu : Sagu rendang (butiran)

mie*)

KALIMANTAN SELATAN

 Kab. Tanah Laut


Sukun, pisang, bengkuang,
sirsak, labu kuning : tepung*)

 Kab. Sampit
Sagu

MALUKU UTARA
 Kab. Halmahera Tengah

Buah bakau : butiran, tepung*)

KALIMANTAN TIMUR
 Kab. Nunukan
Singkong : iluy

BANGKA BELITUNG
 Kab. Bangka Barat
Singkong : Beras aruk**)

 Kab. Kutai Kertanegara


Pisang : tepung*)

SULAWESI BARAT
 Kab. Polewali Mandar

Jewawut (tareang) : biji, tepung**)

JAMBI
 Kab. Kerinci

SULAWESI SELATAN

 Kab. Bone

Singkong : Beras singkong*)

Sukun : tepung, mie*)

SUMATERA SELATAN
 Kab. Oku Selatan

Pisang : tepung**)

LAMPUNG
 Kab. Lampung Timur
Singkong : tepung

 Kab. Tulang Bawang


Singkong : tepung

JAWA BARAT
 Kota Cimahi

 Kab. Bandung
Singkong : beras

singkong**)

 Kab. Ciamis

Singkong : tepung, oyek**)


Ganyong : tepung, mie**)

 Kab. Kuningan

Ubi jalar : chip, tepung***)


pasta

Sagu : tepung
Hotong/hotoburu

 Kab. Pasuruan

Ubi : tepung, mie***)

 Kab. Trenggalek

JAWA TENGAH

 Kab. Cilacap

Singkong : tepung
Garut : tepung

Sukun : tepung, pati **)

 Kota Malang***)

 Kab. Boyolali
Singkong : mie

Singkong : tiwul, gathot

basah**)

 Kab. Magelang

Jagung : beras jagung**)

 Kab. Purbalingga

Ganyong : tepung, mie**)

 Kab. Sragen
Garut : pati*)

Buah bakau : butiran, tepung *)

Buah Bakau : tepung*)


Jagung : jagung titi

PAPUA BARAT
 Kab. Manokwari
Buah bakau : tepung *)

Sorghum : biji

DIY
 Kab. Bantul

 Kab. Flores Timur

 Kab. Gunung Kidul

 Kab. Ende

Singkong : mie kering***)

Ganyong : tepung**)
Singkong : tiwul, gathot**)
Pisang : tepung*)
Ubi jalar : tepung*)

PAPUA
 Kab. Keerom

NTT
 Kab. Lembata

 Kab. Rote Ndao

 Kab. Banjarnegara

Ganyong : tepung, mie**)

Keterangan :
*) Produksi TP PKK/KWT
**) Produksi Kelompok Tani/Gapoktan
***) Produksi Kelompok Usaha

MALUKU
 Kota Ambon

JAWA TIMUR

Singkong : beras singkong**)

dan Kab. Alor


Jagung : jagung titi
Jagung : jagung bose

SULAWESI TENGGARA

 Kota Kendari

Sagu : Soun sagu***)

BADAN KETAHANAN PANGAN

B. HASIL UJI PROKSIMAT BEBERAPA PANGAN LOKAL


SPESIFIK WILAYAH
No

Bahan Pangan

I.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
II.
A
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

Padi-padian
Beras
Gandum lokal
Jawawut/sokui
Sorghum/lena
Sorghum Jagung Rote
Hermada (tepung)
Hotong (hotoburu)
Jali/nyolai
Tepung Jagung
Umbi-umbian
Ubi Kayu
Ubi kayu putih
Ubi kayu kuning
Berasan :
Beras Singkong (Rasi)
Beras Aruk
Beras Kufu
Oyek
Tiwul
Lempengan :
Jeppa
Tepung/pati :
Iluy mentah
Tepung kasava
Tapioka (pati singkong)
Mie :
Mie bendo

Zat Gizi
Lemak
Kh
(gr)
(gr)

Abu
(gr)

Air
(gr)

BDD (%)

78.9
73
73.4
58.8
69
86
73.4
61
77.1

1.4
6.6
1.1
1.2
2.4
1.4

13
10.6
11.9
5.6
11.9
9
10.7
10.3

100
100
100
100
100
100
100
90
100

0.3
0.3

34.7
37.9

62.5
60

75
75

1.4
0.6
2.3
2.3
1.1

0.9
0.8
0.1
0.1
0.5

86.5
85.9
83.1
83.1
88.2

1.9
0.2
-

7.8
12.5
-

100
100
100
100
100

352

1.3

1.1

84.1

1.3

12.2

100

352
363
362

6.2
1.1
0.5

1.3
0.5
0.3

79
88.2
86.9

1.1
-

12.4
-

100
100
100

350

0.4

0.9

85

0.3

13.3

100

Energi
(kkal)

Prot
(gr)

360
360
334
395
385
367
366
289
374

6.8
13.4
9.7
20.3
10.6
2.4
9.9
11
7

0.7
1.6
3.5
8.73
7.4
1.5
3.6
4
4.2

146
157

1.2
0.6

359
353
342
342
363

No
B

Abu
(gr)

Air
(gr)

BDD (%)

27.9

86

0.55
0.6
0.35

89.5
90
88

100
100
100

2.5

0.7

25.4

0.8

70.5

95

0.11

22.6

75

356

1.53

84.6

0.23

16.6

100

341

1.1

0.85

82.1

0.4

15.6

100

364

0.6

0.8

88.6

0.9

9.1

100

353

0.7

0.2

84.7

14

100

382
152
385

4.5
0.9
2.5

0.98
5.6
1.4

88.9
24.4
90.5

1.6
1.6
1.2

4
4
4.4

100
100
100

349

0.8

0.6

85.8

1.4

11.4

Garut
Tepung :
40 Tepung garut

355

0.7

0.2

85.2

100

Talas
Tepung :
41 Tepung talas

376

3.4

0.8

88.7

1.4

5.7

100

Ubi Jalar
25 Ubi jalar
Tepung :
26 Tepung ubi jalar ungu
27 Tepung ubi jalar kuning
28 Tepung ubi jalar putih
Mie :
29 Mie telo
Bentuk asli :
30 Ubi banggai
Ganyong
Asli :
31 Ganyong (umbi)
Tepung :
32 Tepung ganyong
Mie :
33 Mie ganyong

D
34
35
36
37
38
39
E

Bahan Pangan

Zat Gizi
Lemak
Kh
(gr)
(gr)

Sagu
Berasan :
Sagu rendang
Tepung :
Tepung sagu
Mie :
Mie sagu kering
Mie sagu basah
Soun sagu
Lainnya:
Sagu mentah kerug

Energi
(kkal)

Prot
(gr)

123

1.8

0.7

375
375
371

3
2.5
4

118

c.

Pendampingan dan Pelatihan Pengolahan


( Bantuan alat/mesin pengolahan)

UBI KAYU
Berasan

Tepung

Beras Singkong

Oyek

Beras Aruk

Mie

Mie Singkong

UBI JALAR

Tepung

Mie

Pasta

Pasta ubi
jalar ungu
Tepung Ubi Jalar
Ungu

Pasta ubi
jalar orange

SAGU

Mie

Berasan

Tepung

Mie Sagu
Basah

Mie kering

Ganyong - UMBI

Ganyong
 Tepung Ganyong
Kandungan Gizi per 100 g :
Energi

: 356,0 kkal

Protein :

1,0 gram

 Mie Ganyong

TANAMAN GANYONG

BUAH
a. Pisang
Bentuk
Bahan

: tepung
: pisang olahan
(pisang kepok, raja, tanduk, siam)

Kandungan Gizi per 100 g :


Energi : 364 kkal;
Protein : 4,1 g

b. Sukun
 Tepung Sukun
Bahan

: sukun

Kandungan Gizi per 100 g :


Energi : 365 kkal
Protein : 5,7 g

 Mie Sukun

c. Buah Bakau
Bentuk : buah bakau kering atau basah
Kandungan Gizi per 100 g :
Energi : 371 kkal;
Protein : 4,2 g
Asal

: Kabupaten Lembata, daerah pesisir pantai di Propinsi


Nusa Tenggara Timur; serta daerah Kabupaten Keerom
Propinsi Papua

d. Lainnya
Aneka tepung yang berasal dari buah-buahan lainnya, seperti tepung
bengkuang, tepung sirsak, tepung sawo, tepung nangka, dan tepung
mangga

PADI PADIAN

Jawawut
Telah dimanfaatkan oleh masyarakat di
Provinsi Riau dengan nama daerah sokui
dan di Provinsi Sulawesi Barat dengan
nama daerah toreang
Kandungan Gizi per 100 g :
Energi : 334,0 kkal;
Protein : 9,7 gram

TANAMAN JEWAWUT

JEWAWUT (BUTIRAN)

C. CONTOH HASIL UJI DAPUR BERBAHAN PANGAN


LOKAL SPESIFIK WILAYAH
Aneka Olahan Berbahan Baku Tepung Ganyong

Aneka Olahan Berbahan Baku Rasi dan Jalejo

Aneka Olahan Berbahan Baku Tepung Ubi Jalar

Aneka Olahan Berbahan Baku Sukun dan Tepung Sukun

Aneka Olahan Berbahan Baku Pisang dan Tepung Pisang

Aneka Olahan Berbahan


Baku Mie Metro dan
Mie Bendo

Kata Kunci
Pangan / Menu 3 B

DIVERSIFIKASI GIZI SEIMBANG

1. BERAGAM :
a. Pangan segar :

Sumber karbohidrat

Sumber protein

b. Pangan Olahan : Karbohidrat, Protein dan Vitramin Mineral

2. BERGIZI
Memilih bahan pangan dengan kandungan gizi
tinggi dalam kelompok
a. Pangan Sumber karbohidrat
b. Pangan sumber Protein
c. Pangan sumber vitamin dan mineral

3. BERIMBANG
a. Keseimbangan asupan (konsumsi) zat gizi dengan
kebutuhan tubuh
b. Berimbang jumlah antar kelompok pangan (pangan
pokok, lauk-pauk, sayur dan buah)
c. Berimbang jumlah antar waktu makan

Pola Makan 3 B (Seimbang )


2000 Kalori/kap/hari dan PPH 100

 Karbohidrat (55 60 %)
 Protein (12 15 %)
 Lemak (25 30 %)
 Vitamin dan mineral dari
sayuran dan buah.
 Minum air sebanyak 8
gelas sehari









Padi/padian
Umbi-umbian
Protein hewani
Protein nabati
Lemak
Sayuran dan buah
Gula

275 gram
100 gram
150 gram
35 gram
25 gram
250 gram
20 gram

Zat
pengatur
(100/3 %)

Zat
pembangun
(100/3 %)

Zat tenaga
(100/3 %)

Triguna Makanan