Anda di halaman 1dari 16

MOTIVASI DAN

KEPUASAN KERJA
Anisah Lukitasari
130012092/Kel 1-6C

MOTIVASI
Motivasi adalah perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang melakukan
pekerjaan atau menjalankan kekuasaan, terutama dalam berperilaku (Nursalam,
2014).
Memotivasi adalah proses manajemen untuk mempengaruhi tingkah laku
manudia berdasarkan pengetahuan mengenai apa yang membuat orang tergerak
(Stoner & Freeman, 1995).
Menurut bentuknya, motivasi terdiri dari berikut ini.
1. Motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang datangnya dari dalam diri individu.
2. Motivasi ekstrinsik, yaitu motivasi yang datangnya dari luar individu.
3. Motivasi terdesak, yaitu motivasi yang muncul dalam kondisi terjepit secara
serentak dan menghentak dengan cepat sekali.

UNSUR-UNSUR MOTIVASI
Motivasi
Motivasi mempunyai
mempunyai tiga
tiga unsur
unsur
utama
utama yaitu
yaitu kebutuhan,
kebutuhan, dorongan,
dorongan,
dan
dan tujuan.
tujuan.

Kebutuhan
Kebutuhan terjadi
terjadi bila
bila individu
individu
merasa
merasa ada
ada ketidakseimbangan
ketidakseimbangan
antara
antara apa
apa yang
yang mereka
mereka miliki
miliki
dengan
dengan apa
apa yang
yang mereka
mereka harapkan.
harapkan.

Dorongan
Dorongan merupakan
merupakan kekuatan
kekuatan
mental
mental yang
yang berorientasi
berorientasi pada
pada
tujuan
tujuan tersebut
tersebut merupakan
merupakan inti
inti
daripada
daripada motivasi.
motivasi.

Pada
Pada dasarnya
dasarnya motivasi
motivasi
mempunyai
mempunyai sifat
sifat siklus
siklus
(melingkar),
(melingkar), yaitu
yaitu motivasi
motivasi timbul,
timbul,
memicu
memicu perilaku
perilaku tertuju
tertuju kepada
kepada
tujuan
tujuan (goal),
(goal), dan
dan akhirnya
akhirnya
setelah
setelah tujuan
tujuan tercapai,
tercapai, motivasi
motivasi
itu
itu berhenti.
berhenti.

Pada dasarnya motivasi


dapat dibedakan menjadi
dua yaitu sebagai berikut
(Sadirman, 2003).

Motivasi
Motivasi internal
internal :: Motivasi
Motivasi yang
yang
berasal
berasal dari
dari dalam
dalam diri
diri seseorang
seseorang
(fisiologis:
(fisiologis: rasa
rasa lapar,
lapar, haus,
haus, psikologis:
psikologis:
rasa
rasa kasih
kasih syg,
syg, mempertahankan
mempertahankan diri,
diri,
mengembangkan
mengembangkan kepribadian)
kepribadian)

Motivasi
Motivasi eksternal
eksternal :: Motivasi
Motivasi yang
yang
timbul
timbul dari
dari luar
luar atau
atau lingkungan.
lingkungan.
(motivasi
(motivasi eksternal
eksternal dalam
dalam belajar
belajar antara
antara
lain
lain berupa
berupa penghargaan,
penghargaan, pujian,
pujian,
hukuman,
hukuman, atau
atau celaan
celaan yang
yang diberikan
diberikan
oleh
oleh guru,
guru, teman
teman atau
atau keluarga)
keluarga)

TEORI-TEORI MOTIVASI

Landy dan Becker mengelompokkan banyak pendekatan modern pada teori dan praktik,
yaitu:
1.
Teori Kebutuhan : berfokus pada kebutuhan orang untuk hidup berkecukupan.
2.
Teori Keadilan : teori keadilan didasarkan pada asumsi bahwa faktor utama dalam
motivasi pekerjaan adalah evaluasi individu atau keadilan dari penghargaan yang
diterima.
3.
Teori Harapan : teori ini menyatakan cara memilih dan bertindak dari berbagai
alternatif tingkah laku berdasarkan harapannya (apakah ada keuntungan yang
diperoleh dari tiap tingkah laku).
4.
Teori Penguatan : teori penguatan, dikaitkan oleh ahli psikologi B.F Skinner dengan
teman-temannya, menunjukkan bagaimana konsekuensi tingkah laku di masa lampau
akan mempengaruhi tindakan di masa depan dalam proses belajar siklis.
5.
Teori Prestasi (McClelland) : kebutuhan individu diperoleh dari waktu ke waktu
dan dibentuk oleh pengalaman hidup seseorang

PRINSIP DALAM MEMOTIVASI KERJA PEGAWAI


1.

2.

3.

4.

5.

Prinsip partisipatif : Pegawai perlu diberikan kesempatan untuk ikut berpartisipasi


menentukan tujuan yang akan dicapai oleh pemimpin dalam upaya memotivasi kerja.
Prinsip komunikasi : Pemimpin mengomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan
dengan usaha pencapaian tugas. Informasi yang jelas akan membuat kerja pegawai lebih
mudah untuk dimotivasi.
Prinsip mengakui andil bawahan : Pemimpin mengakui bahwa bawahan (pegawai)
mempunyai andil dalam usaha pencapaian tujuan. Dengan pengakuan tersebut, pegawai
akan lebih mudah dimotivasi.
Prinsip pendelegasian wewenang : Pemimpin akan memberikan otoritas atau
wewenang kepada pegawai bawahan untuk dapat mengambil keputusan terhadap
pekerjaan yang bersangkutan menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan
oleh pemimpin.
Prinsip memberi perhatian : Pemimpin memberikan perhatian terhadap apa yang
diinginkan pegawai bawahannya, sehingga bawahan akan termotivasi bekerja sesuai
dengan harapan pemimpin.

PERAN MANAJER DALAM MENCIPTAKAN MOTIVASI

1.

2.

3.
4.
5.

6.

7.

8.

Mempunyai harapan yang jelas terhadap


stafnya dan mengomunikasikan harapan
tersebut kepada para staf.
Harus adil dan konsisten terhadap semua staf
atau karyawan.
Pengambilan keputusan harus tepat dan sesuai.
Mengembangakn konsep kerja tim.
Mengakomodasikan kebutuhan dan keinginan
staf terhadap tujuan organisasi.
Menunjukkan kepada staf bahwa manajer
memahami perbedaan-perbedaan dan
keunikan dari masing-masing staf.
Menghindarkan adanya suatu kelompok atau
perbedaan antar staf.
Meminta tanggapan dan masukan kepada staf
terhadap keputusan yang akan dibuat
diorganisasi.

9.

10.

11.

12.

13.

14.
15.

Memberikan kesempatan kepada staf untuk


menyelesaikan tugasnya dan melakukan suatu
tantangan-tantangan yang akan memberikan
pengalaman yang bermakna.
Memastikan bahwa staf mengetahui dampak
dari keputusan dan tindakan yang akan
dilakukannya.
Memberi kesempatan setiap orang untuk
mengambil keputusan sesuai tugas limpah
yang diberikan.
Menciptkan situasi saling percaya dan
kekeluargaan dengan staf.
Memberikan kesempatan pada staf untuk
melakukan koreksi dan pengawasan terhadap
tugas.
Menjadi role model bagi staf.
Memberikan dukungan yang positif.

PERAN MENTOR SEBAGAI INSTRUMEN PENINGKATAN MOTIVASI KERJA


1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Model: seseorang yang perilakunya menjadi contoh


dan panutan.
Envisioner: seseorang yang dapat melihat dan
berkomunikasi arti keperawatan profesional dan
keterkaitannya dalam praktik keperawatan.
Energizer: seseorang yang selalu dinamis dan
memberikan stimulasi kepada staf untuk berpartisipasi
terhadap program kerjanya.
Investor: seseorang yang menginvestasikan waktu
dan tenaga kerja dalam perkembangan profesi dan
organisasi.
Supporter: seseorang yang memberikan dukungan
emosional dan menumbuhkan rasa percaya diri.
Standard procedure: seseorang selalu berpegang
pada standar yang ada dan menolak aktivitas yang
kurang atau tidak memenuhi stndar.
Teacher-coach: seseorang yang mengajarkan
tentang kemampuan skill interpersonal, dan politik
yang penting dalam pengembangan.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

Feedback giver: seseorang yang memberikan umpan


balik, baik secara tulus positif atau positif dalam
perkembangan.
Eye-opener: seseorang yang telah memberikan
wawasan atau pandangan yang luas tentang situasi
terbaru yang terjadi.
Door-opener: seseorang yang selalu membuka diri dan
memberikan kesempatan kepada staf untuk
berkonsultasi.
Idea bouncher: seseorang yang selalu berdiskusi dan
mendengar pendapat.
Problem solver: seseorang yang akan membantu
dalam mengidentifikasi dan penyelesaian masalah.
Career counselor: seseorang yang membantu anda
dalam pengembangan karier (cepat atau lambat).
Challenger: seseorang yang mendorong untuk
menghadapi perubahan atau tantangan secara kritis dan
pantang menyerah.

MOTIVASI DIRI UNTUK MANAJER

Motivasi diri sendiri dari manajer yang merupakan


variabel yang menentukan motivasi pada semua
tingkatan, khususnya kepuasan kerja staf dan untuk tetap
bertahan bekerja pada institusi tersebut.
Sikap yang positif, semangat, produktif, dan
melaksanakan kegiatan dengan baik merupakan faktor
utama yang harus dimiliki manajer.
Secara kontinu manajer selalu memonitor tingkat
motivasinya dan menjadikan motivasinya sebagai panutan
bagi staf.

Hal penting yang harus dilaksanakan manajer keperawatan adalah perawatan diri. Ada beberapa
strategi untuk mempertahankan self care (Summers, 1994), yaitu sebagai berikut:
1.

2.
3.

4.

5.

Mencari konsultan dan kelompok


pendukung yang memungkinkan
manajer untuk selalu memperhatikan
staf dan mendengarkan keinginannya.
Mempertahankan diet dan aktivitas.
Mencari aktivitas yang membantu
manajer untuk dapat santai.
Memisahkan urusan pekerjaan dari
kehidupan di rumah.
Menurunkan harapan yang terlalu
tinggi dari diri sendiri dan orang lain.

6.

7.

8.

9.

10.

Mengenali keterbatasan atau


kelemahan.
Menyadari bahwa bukan hanya
manajer yang dapat menyelesaikan
semua pekerjaan, belajarlah
menghargai kemampuan staf.
Berani mengatakan tidak jika tidak
dapat melaksanakan pekerjaan yang
akan dibebankan.
Bersantai, tertawa, dan berkumpul
dengan teman-teman.
Menanamkan bahwa semua yang
dikerjakan adalah untuk kemaslahatan
umat dan sebagai ibadah

KONSEP PENAMPILAN KEPUASAN


KERJA
Bekerja

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAMPILAN DAN


KEPUASAN KERJA
Motivasi

KUNCI UTAMA DALAM KEPUASAN KERJA


(ROWLAND DAN ROWLAND, 1997)

KEBERHASILAN PENYELESAIAN TUGAS SEBAGAI STRATEGI


MENINGKATKAN KEPUASAN KERJA
Setelah
Tujuan
Rencana
manajer
utama
pembagian
menyusun
keperawatan
tugas
rencana
terdiri
menentukan
pembagian
atas tiga
bahwa
aspek,
tugas
program
yakni
tersebut
pengembangan
keperawatan
adalah untuk
dan
iklim
meningkatkan
organisasi
tugas,
efektivitas
tidak
keterlibatan
kondusif,
dan efisien
dalam
mereka
staf
tugas,
harus
dalam
dan
merancang
rotasi
melaksanakan
tugas.
strategi
tuganya.
untuk
menciptakan situasi yang kondusif.

Produktivitas (Menurut Kopelman (1986),


faktor penentu organisasi yakni kepemimpinan
dan sistem imbalan, berpengaruh pada kinerja
individu atau organisasi melalui motivasi,
sedangkan faktor penentu organisasi, yakni
pendidikan, berpengaruh pada kinerja individu
atau organisasi melalui variabel pengetahuan,
keterampilan atau kemampuan

TERIMA KASIH