Anda di halaman 1dari 2

Pemeriksaan Diagnostik:

1. Manifestasi Klinis Sindrom Down


(lampiran)
2. Analisis kromosom untuk mempertegas
abnormalitas genetik

Sindrom Down
Masalah fisik

Etiologi

95% kelebihan kromosom 21 (kelompok G trisomi


Risti pada wanita lebih tua (>35 tahun)
80% pada wanita < 35 tahun
5% pada ayah usia 55 tahun
3% - 4% translokasi kromosom 15 & 21 atau 22
(aberasi genetik)

Defek septum: pemisahan


darah yang kaya oksigen dan
karbondioksida tidak efektif

Tingkat kerusakan fisik & kognitif b.d. persentase sel


yang tersusun dari kromosom abnormal

MK: Gangguan perfusi jaringan

Adanya stimulasi, perlekatan, &


kasih sayang orang tua

MK: Penurunan curah jantung

MK: Risiko infeksi

MK: Gangguan pertumbuhan dan


perkembangan

Malformasi jantung kongenital


Infeksi saluran pernapasan
Hipotonitas dada dan otot abdomen ekspansi nafas menurun
Disfungsi sistem imun
Disfungsi tiroid = hipotiroidisme
Peningkatan insiden leukemia
Berisiko kompresi medulla spinalis, dengan tanda-tanda: nyeri
leher persisten, kehilangan kemampuan motorik dan kontrol
kandung kemih atau usus yang telah dicapai, perubahan dalam
sensasi
Tulang hidungkurang berkembang drainase mucus tidak
adekuat napas lewat mulut membrane orofaring kering
peningkatan infeksi saluran napas atas
Harapan hidup meningkat : 80% bertahan sampai 30 tahun
Maturitas organ terganggu:
PJK, Hernia (diafragma, umbilical, dll.), atresia esophagus, SSP
dan fungsi vestibular menurun, motilitas lambung menurun

MK: Risiko
cedera

MK: Risiko keterlambatan perkembangan

PNEUMONIA
Berada d hidung & mulut

Klasifikasi:
CAD (didapat dari komunitas)
HAD (didapat dari RS)
Penumonia penurunan sistem imun
Pneumonia aspirasi

Peningkatan produksi mukus

Usaha menghisap menurun


& lidah menonjol
MK: Ketidakseimbangan
nutrisi: kurang dari kebutuhan

Inhalasi ke paru

Berkembang biak &


mengeluarkan toksin pada
membrane mukus alveolus
Infeksi

MK: Ketidakefektifan bersihan


jalan napas

Etiologi:
1. Bakteri:
CAP: Streptococcus pneumonia/ Pneumococcal
pneumonia; Staphylococcus aureus; Mycoplasma
pneumonia.
HAP: E.coli; Haemophilus influenza; Pseudomonas
aerungiosa.
2. Virus: Respiratory Syncytial Virus (RSV); Influenza
virus
3. Jamur: Candida & Aspergillus; Pneumocystis carinii
(PCP) biasanya ditemui pada klien AIDS
4. Aspirasi: penurunan kesadaran / penurunan reflex batuk

Edema paru & eksudat pada alveoli

MK: Gangguan pola napas

Penurunan perluasan untuk pertukaran CO2 & O2

Hipertermi
MK: Gangguan pertukaran gas

Penatalaksanaan terapeutik:
- Koreksi anomali kongenital & kemungkinan cacat fisik
- Evaluasi penglihatan dan pendengaran
- Pengobatan otitis media untuk mencegah kehilangan pendengaran yang
dapat mempengaruhi fungsi kognitif
- Pemeriksaan fungsi tiroid secara periodic, terutama jika pertumbuhan sangat
terlambat

Perawatan:
- Membersihkan hidung dengan pipet sebelum makan atau tampak kotor
- Membersihkan mulut dengan air setelah pemberian makan
- Beri makan sering dengan porsi kecil
- Beri kesempatan waktu untuk istirahat di antara waktu makan
- Uap yang sejuk untuk mempertahankan kelembapan membrane mukosa &
sekresi tetap cair
- Ubah posisi anak dengan sering & lakukan postural drainase & perkusi jika
perlu
- Cuci tangan yang baik, buang benda kotor, seperti tisu dengan tepat
- Antibiotik diselesaikan
-