Anda di halaman 1dari 12

A.

ANATOMI SISTEM PERKEMIHAN


Sistem perkemihan merupakan tempat organ-organ tubuh yang bekerja sama
untuk mencapai tujuan yang sama. Organ sistem perkemihan terdiri dari ginjalureter-vesika urinari-uretra dan struktur yang dihubungkan dalam produksi dan
ekskresi urine. Meskipun cairan dan elektrolit dapat hilang melalui jalur lain dan
ada organ lain yang turut serta dalam mengatur keseimbangan asam-basa, namun
organ yang mengatur lingkungan kimia internal tubuh secara akurat adalah ginjal,
dan traktus perkemihan lainnya. Fungsi ekskresi diperlukan untuk mempertahankan
mempertahankan kehidupan serta memiliki terapi yang dapat dilakukan untuk
menggantikan fungsi-fungsi tertentu dari ginjal, seperti misalnya proses dialysis
(ginjal artificial). (Brunner & Suddart, 2001)
Sistem perkemihan terdiri dari :
a) Dua ginjal (Ren) yang menghasilkan urin
b) Dua ureter yang membawa urin dari ginjal ke vesika urinaria (kandung kemih)
c) Satu vesika urinaria (VU) tempat urin dikumpulkan
d) Satu uretra, urin dikeluarkan dari vesika urinaria
1. Ginjal (Ren)
Ginjal terletak pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum pada kedua
sisi vertebra thorakalis ke 12 sampai vertebra lumbalis ke 3. Ginjal merupakan organ
berbentuk seperti kacang merah Berat ginjal pada pria dewasa 150-170 gram dan
wanita dewasa 115-155 gram dengan bentuk seperti kacang. Sisi dalam menghadap ke
vertebrae thorakalis, sisi luarnya cembung dan sisi di atas setiap ginjal terdapat sebuah
kelenjar suprarenal. (Setiadi, 2007)

(sumber: http://anfisdeny.blogspot.com)
Ginjal mempunyai panjang 12cm,tebal 1-2cm,lebar 5-7cm dan tinggi 2,2
cm. Ginjal merupakan organ yang berpasangan dan setiap ginjal memiliki berat
kurang lebih 125 gram. Ginjal terletak pada dinding posterior abdomen,terutama di
daerah lumbal,di sebelah kanan dan kiri tulang belakang. Di bungkus lapisan lemak
yang tebal di belakang peritoneum,dan karena itu diluar rongga peritorium.
Kedudukan ginjal dapat di perkirakan dari belakang, mulai dari ketinggian vertebra
tolakaris terakhir sampai vertebra lumbalis ke tiga. Ginjal kanan sedikit lebih
rendah dari kiri, karena hati menduduki ruang banyak di sebelah kanan

a. Struktur Ginjal
Secara anatomis ginjal dibagi menjadi 2 bagian yaitu korteks dan medulla
ginjal. didalam korteks terdapat berjuta nefron sedangkan didalam medulla
banyak terdapat duktus ginjal. Darah yang membawa sisa hasil metabolisme
tubuh difiltrasi di dalam glomerulus kemudian di tubili ginjal, beberapa zat
yang masih diperlukan tubuh mengalami reasorbsi dan zat-zat hasil sisa
metabolisme mengalami sekresi bersama air membentuk urine. Setiap hari
kurang lebih 180 liter cairan tubuh difiltrasi diglomerulus dan menghasilkan
urine 1-2 liter. Urine yang terbentuk didalam nefron disalurkan melalui
piramida ke sistem pelvikalis ginjal untuk kemudian disalurkan kedalam ureter.
Sistem pelvikalis ginjal terdiri atas kaliks minor, infundi-bulum, kaliks mayor,
dan pileum/ pelvis renalis. Mukosa sistem pelvikalis terdiri atas epitel
transisional dan dindingnya terdiri atas otot polos yang mampu berkonsentrasi
untuk mengelirkan urin sampai ke ureter

Bila dibuat irisan frontal vginjjal dibagian tengah melalui hilus renalis , maka
tampak bahwa ginjal ada dua bagian , yaitu korteks renalis dan medulla renalis.
Korteks renalis

1.
2.
3.
4.

Kapsula bowman
Glomerulus
Tubulus kontortus proksimalis
Tubulus konturtus distalis

Struktur ginjal
1. Lengkung henle (pars asenden, pars
Medulla renalis

desenden)
2. Duktus koligentes
3. Duktus belini (duktus papilaris)

1) Korteks renalis
Korteks renalis merupakan bagian luar ginjal yang warna merah coklat
terletak langsung dibawah kapsula fibrosa dan berbintik-bintik. Bintikbintik korteks renalis karena adanaya korpuskulus renalis dari Malphigi
yang terdiri atas Bowman dan Glomerulus.
a) Kapsula Bowmann
Kapsula bowman merupakan permulaan dari saluran ginjal yang
meliputi glomerulus. Diantara darah dalam glomerulus dan ruangan
berisi cairan dalam kapsula bowman terdapat tiga lapisan:
Kapiler selapis sel endothelium pada glomerulus
Lapisan kaya protein sebagai membran dasar
Selapis sel epitel melapisi dinding kapsula bowman (podosit)
b) Glumerulus
Glomerulus merupakan anyam pembuluh-pembuluh darah pada ginjal.
Secara fisiologis pada bagian glomerulus terjadi filtrasi darah untuk
mengeluarakann zat-zat yang tidak digunakan oleh tubuh.

c) Tubulus renalis
Tubulus renalis merupakan bagian korteks yang masuk kedalam
medulla diantara piramida renalis , sering disebut kolumna renalis
(Bertini)
2) Medulla renalis
Medulla renalis terletak dekat hilus, sering terlihat berupa garis-garios
putih oleh karena adanya saluran-saluran yang terletak dalampiramida
renalis . tiap piramida renalis mempunhyai basis yang menjurus kearah

korteks dan aspeknya bermuara kedalam ka;liks minor sehingga


menimbulkan tonjolan yang dinamakan papilla renalis yang merupakan
dasar sinus renalis . dalam satu kaliks minor bermuara 1-3 papila renalis.
Pada pail ini terdapat lubang-lubang keluar dari saluran-saluran ginjal
sehingga disebut juga lamina kribrosa (jumlah duktus papilaris ginjal
kurang lebih (18-20 buah). Jaringan medulla dari piramida renalis ada
yang menonjol masuk kedalam jaringan korteks disebut Fascilus radiates
ferreini. Saluran-saluran di dalam medulla gelung Henle (pars asenden dan
Pars desenden), duktus koligentes, dan duktus Bellini (duktus Papilaris)
b. Fungsi Ginjal :
1) Memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun,
2) Mempertahankan suasana keseimbangan cairan, bila terjadi pemasukan /
pengeluaran yang abnormal ion-ion akibat pemasukan garam yang
berlebihan atau penyakit perdarahan (diare, muntah) ginjal akan
meningkatkan eksresi ion-ion yang penting (mis. Na, k, cl, ca dan fosfat).
3) Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh
mengatur keseimbangan asam basa cairan tubuh bergantung pada apa yang
dimakan, campuran makan menghasilkan urine yang bersifat agak asam,
ph kurang dari 6 ini disebabkan hasil akhir metabolism protein. Apabila
banyak makan sayur-sayuran, urine akan bersifat basa. Ph urine bervariasi
antara 4,8 8,2. Ginjal mensekresi urine sesuai dengan perubahan ph
darah.
4) Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum, kreatinin
dan amoniak.
5) Mengatur volume air (cairan) dalam tubuh. Kelebihn air dalam tubuh akan
di ekskresikan oleh ginjal sebagai urine (kemih) yang encer dalam jumlah
besar, kekurangan air (kelebihan keringat) menyebabkan urine yang
dieksresikan berkurang dan konsentrasinya lebih pekat sehingga susunan
dan volume cairan tubuh dapat di pertahankan relative normal.
6) Fungsi hormonal dan metabolism. Ginjal menyekresi hormone renin yang
mempunyai perananpenting mengatur tekana darah (system rennin
angiotensin aldosteron) membentuk eritropoiesis mempunyai peranan
penting untuk memproses pembentukan sel darah merah (eritropoiesis) di

samping itu ginjal juga membentuk hormone dihidroksi kolekalsiferol


(vitamin d aktif) yang diperlukan untuk absorbsi ion kalium di usus.
c. Fascia Renalis terdiri dari :
Fasia prarenalis
Fasia retrorenals
Fiksasi Ginjal
Kapsula adiposa
Kapsula fibrosa
1) Fasia suprarenalis
Fasia suprarenalis merupakan penebalan jaringan extraperitoneal yang
terletak venteral dari ginjal. Ke medial menutup aorta abdominalis dan
kava inferior kemudian bargabung dengan fasia yang kontralateral. Ke
cranial setelah menutup glandula suprarenalis, fasia ini bergabung dengan
fasia retrorenalis kemudian melekat pada fasicies inferior diafragma. Ke
arah lateral mengabung dengan fasia retrorenalis kemudian ada beberapa
pendapat yang mengatakan melanjutkan diri menjadi fasia transversa
abdominnis,

sedangkan

retrorenalis,

tetapi

tetap

pendapat
terbuka

tidak

bergabung

dan

menghilang

dengan
jadi

fasia

jaringan

ekstraperitonela sekitar ureter


2) Fasia retrorenalis
Perjalanan fasia retrorenalis sama dengan fasia prerenalis, bedanhya
kearah medial ia melekat pada komumna vertebrarlis dan letaknhya dorsal
dari ginjal. Kedua fasia renalis ini dipisahkan dari kapsula fibrosa oleh
suatu yang dinamakan spatiumperirenalis yang terisi oleh jaringan
lemall perirenal. Jaringan lemak di luar fasia renalis disebut jaringan
lemak parrarenal . diduga tidak ada hubungan antara spatium perirenalis
yang kiri
3) Kapsula fibrosa
Kapsula bibrosa merupakan jaringanikat / membrane yang melekat
langsung pada jaringan ginjal dan menjadi dasar, serta atap sinus renalis.

Memberikan septa-septa kea rah fasia renalis sehingga memperkuat fiksasi


ginjal.
4) Kapsula adipose
Kapsula adipose merupakan jaringan lemak yang berada antara kapsula
fibrosa dengan fasia renalis. Jadi, bagian ini merupakan jaringan lemak
perirenal.
Vaskularisasi ginjal.
Vaskularisasi ginjal dimulai dari cabanhg aorta abdominalis dari arteri mesenterika
superior yang kanan dorsal dari vena kava inferior sebelum mencapai hilus telah
bercabang-cabang jadi aa. Segmentales, biasanya 3 anterior dari pelvis renalis dan 1
cabang di posterior dari pelvis renal;is. Setel;ah mencapai hilus renalis masing-masing
arteri renalis bercabang jadi 4-5 cabang yang dinamakan: arteri interlobaris. Sebelum
mencapai hilus ia member cabang untuk glandula suprarenalis, ureter, dan jaringan
lemak pararenal.
Kadang- kadang ada sebuah arteri renalis aksesoris yang juga keluar dari aorta
abdominalis langsung menuju ke polus dari ginjal tanpa melaui hilus. Arteri-arteri
interlobularis berjalan di dalam medulla (dalam kelumna renalis dan Bertini) yang
akhirnya masing-masing membelok untuk membentuk arteri arkuata yang berjalan di
superficial basis piramida renalis ( pada perbatasan koprteks medulla).
Aliran Limfa
a) Pleksus limfasius di dalam jatringan ginjal membentuk 4-5 trankus limfasius, cairan
limfa kemudian dialirkan ke nodus limfa dalam hilus renalis akhirnya ke nodus
limfa lumbalis ( nodus limfa paraaortikus ).
b) Pleksus limfaseus di dalam kapsula adip[osa dialirkan ke nodus limfa pada hilus
renlis akhirnya juga ke nodus limfa lumbalis
c) Pleksus limfaseus profundus dari kapsula fibrosa dialirkan ke nodus limfa pada
hilus renalis akhirnya ke nodus limfa lumbalis.
d) Terdapat hubungan timbal balik antara pleksus limfaseus dalam kapsula adipose
yang terletak profundus dari kapsula fibrosa.
2. Ureter
Ureter adalah saluran untuk urine yang berasal dari ginjal (melalui pelvis renalis) ke
vesika urinaria (buli-buli). Terdiri dari dua saluran pipa masing-masing bersambung dari

ginjal ke vesika urinaria. Panjangnya 25-30 cm, dengan penampang 0,5 cm. Ureter
sebagian terletak pada rongga abdomen dan sebagian lagi terletak pada rongga pelvis.
Lapisan dinding ureter terdiri dari :
a) Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa)
b) Lapisan tengah lapisan otot polos
c) Lapisan sebelah dalam lapisan mukos
Lapisan dinding ureter menimbulkan gerak-gerakan peristaltic yang mendorong
urin masuk ke dalam kandung kemih.
Saluran ureter terbagi atas dua bagian , yaitu : pars abdominalis (pada dinding
dorsal abdomen) dan pars pelvina (pada dinding pelvis)
a) Pars abdominalis
Secara anatomi, pars abdominalis panjangnya kurang lebih 25-35 cm. terletak
turun ke bawah ventral dari tepi medial muskulus psoas mayor yang
memisahkan dari ujung prosesus transverses vertebrata lumbalis 2-5 dan
merupakan lanjutan dari pelvis renalis yang terletak dorsal dari vasa renalis,
ureter dekstra berjalan dorsal dari pars desenden duodeni, arteri spermatika
interna, arteri kolika dekstra, dan arteri iliokoloka serta berada di sebelah kanan
vena kava inferior. Ureter sinistra berjalan dorsal dari arteri spermatika interna,
arteri kolika sinistra, dan kolon sigmoid.
b) Pars pelvivica
Setelah masuk kedalam kavum pelvis , ureter berjalan ke kaudal pada dinding
lkateral pelvis yang tertutup oleh peritoneum. Mula-mula terletak ventrokaudal dari arteri venous iliaka interna kemudian menyilang medial dari
(korda) arteri umbilicus dan arterivananervus,obturatoria. Pada tempat setinggi
spina iskiadika ia membelok kea rah ventromedial
Pars abdominalis
Ureter

Pars pelvika
Kemudian mencapai bagian dorsal
vesika urinaria kurang lebihs etinggi 4 cm
cranial dari tuberkulum pubikum.
Perjalanan selanjutnya terdapat perbedaan antara ureter pria dengan wanita.
Pada pria, ureter melallui ligamentum lateralis dari vesika urinaria di mana
pada tempat ini dia di silang oleh duktus deferens dari sebelah ventral yang

kemudian berada di medial ureter. Pada waktu mencapai vesika urinaria, ia


terletak ventral dari bagiankranial vesikula seminalisdan lateral dari duktus
deferens.
Pada wanita setelah berada dalam kavum pelvis, ureter terletak dorsal dari ovarium
kemudian berjalan di dalam ligamentum kardinale (bagian terbawah plika lata) sampai
pada tempat kurang lebih 1,2 cm lateral dari serviks (porsio supravaginalis). Di sini
ureter disilangoleh arteri uterine yang terletak di ventrokranialnya. Setelah berada 1,2
cm lateral dari serviks uteri, ureter membelok klearah medial berjalan di dalam
legamentum lateralis dari vesika urinaria, yaitu di sebelah ventral dari batas lateral
vagina kearah vesika urinaria . jadi, di sini ureter berhubungan erat sekali dengan
serviks uteri dan vagina. Pada waktu dilakukan operasi uterus (histerektomi) hal-hal
tersebut di atas penting untuk di ingat.
Terdapat tiga tempat penyempitan pada lumen ureter, diantaranya : 1) peralihan
dari pelvis renalis menjadi ureter : 2) peralihan dari pars abdominalis ke pars pelvina,
yaitu pada waktu ureter masuk ke dalam kavum pelvis dimana ia menyilang arteri
iliaka komunis/ bingkai pelvic, ventral dari artikulasio sakroiliaka:dan 3) saat ureter
m,asuk kedalam vesika urinaria.
Vakularisasi ureter. Vasukularisari arteri ureter dimulai dari cabang-cabang areteri
renalis, arteri ovarika/spermatika interna, dan arteri vesikalis inferior. Terkadang
vaskularisasi arteri mendapat cabang langsung dari aorta, sedangkan vaskularisasi vena
mengikuti perjalanan arteri.
Persarafan Ureter Persarafan ureter merupakan cabang dari pleksus mesenterikus
inferior, pleksus spermatiku, dan pleksus pelvis ; sepertiga dari nervus vagus ; rantai
eferens dan nervus vagus ; rantai eferen dari nervus torakali ke XI dan ke XII dan
nervus lumbalis ke I, dan nervus vagus mempunyai rantai aferen untuk ureter.
3. Vesika Urinaria (Kandung Kemih)
Kandung kemih merupakan suatu kantung berotot yang dapat mengempis, terletak
di belakang simfisis pubis. Kandung kemih memiliki 3 muara yaitu 2 muara ureter dan
1 muara uretra. Sebagian besar kandung kemih tersusun dari otot (muskulus destrusor).
Dua fungsi kandung kemih:
a. Tempat penyimpanan urin sementara sebelum meninggalkan tubuh.
b. Mendorong urin keluar tubuh dengan dibantu uretra.

Gambar : kandung kemih


(sumber: http://www.urologyhealth.org)
Vesika urinaria bekerja sebagai penampung urin. Organ ini berbentuk seperti
kerucut yang dikelilingi oleh otot yang kuat, berhubungan dengan ligamentum vesika
umbilikalis medius. Letaknya di belakang simfisis pubis di dalam rongga panggul.
Vesika urinaria dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet.
Dinding kandung kemih terdiri dari :
a) Lapisan sebelah luar (peritoneum)
b) Tunika muskularis (lapisan berotot)
c) Tunika submukosa
Submukosa terdiri atas jaringan ikat kendur dengan serabut-serabut elastic
kecuali pada trigonum lietodi di mana mukosanya melekat erat pada jaringan
otot di bawahnya.
d) Lapisan mukosa (lapisan bagian dalam)
Mukosa merupakan jaringan ikat kendur sehingga dalam keadaan kosong
mukosa vesika urinaria membentuk lipatan-lipatan yang disebut sebagai rugai
vesika . rugae ini menghilang bila vesika urinaria terisi penuh sehingga
mukosanya tampak licin.
Vaskularisasi arteri vesika urinaria
Dimulai dari fascies superior dari arterivesika superior. Basis dari :arteri deferensialis
( pria), arteri vaginalis (wanita). Fascies inferior dar : arteri vesikalis inferior , arteri

vaginalis. Vaskularisasi vena vesika urinaria dialirkan kedalam pleksus venosus


vesikalis/prostatikus menuju ke iliaka interna.
Persarafan Vesika Urinaria
Persarafan vesika urinaria berasal dari pleksus hipogastrica inferior. Serabut ganglion
simpatikus berasal dari ganglion lumbalis ke I dan II yang berjalan turun ke vesika
urinaria melalui pleksus hipogatricus. Serabut preganglion para simpatis yang keluar
dari nervus splenikus pelvis yang berasal dari nervus sakralis II, II, dan IV berjalan
melalui hipogastricus inferior mencapai dinding vesika urinaria. Sebagian besar serabut
aferen sensoris yang keluar dari vesika urinaria menuju system susunan saraf pusat
melalui nervus splanikus pelvikus berjalan bersama saraf simpati melalui pleksus
hipogastrikus masuk kedalam segmen lumbal ke I dan ke II medulla splinalis.
4. Uretra
Uretra adalah saluran kecil yang dapat mengembang, berjalan dari kandung kemih
sampai keluar tubuh. Panjang pada wanita 1, 5 inci dan laki laki 8 inci. Muara uretra
keluar tubuh disebut meatus urinarius.
Uretra pada laki laki:
a) Uretra prostatia
Uretra prostatia dikelilingi oleh kelenjar prostate. Menerima dua duktus
ejakulator yang terbentuk dari penyatuan duktus aferen dan duktus kelenjar
vesikel seminalis.
b) Uretra membranosa
Uretra membranosa adalah bagian yang berdinding tipis dan dikelilingi otot
rangka sfingter uretra eksterna.
c) Uretra kavernosa
Uretra karvenosa merupakan bagian yang menerima duktus kelenjar
bulbouretra dan merentang sampai orifisium uretra eksternal pada ujung penis.
Uretra pada wanita
Lapisan uretra wanita terdiri dari :
1. Tunika muskularis (lapisan sebelah luar)
2. Lapisan spongeosa
3. Lapisan mukosa (lapisan sebelah dalam)
Panjangnya kira-kira 3,7 6,2 cm (Taylor) 3 5 cm (Lewis). Sphincter uretra
terletak di sebelah atas vagina (antara clitoris dan vagina) dan uretra disini
hanya sebagai saluran ekskresi. Uretra pada wanita, terletak di belakang simfisi

pubis berjalan miring sedikit ke arah atas , penjangnya kurang lebih 3 4 cm.
Lapisan uretra wanita terdiri dari tunika muskularis ( sebelah luar ), lapisan
spongeosa merupakan pleksus dari vena-vena dan lapisan mukosa (lapisan
sebelah dalam ). Muara uretra pada wanita terletak di sebelah atas vagina
(antara klitoris dan vagian) dan uretra disini hanya sebagai saluran ekstresi.
Apabila tidak berdilatasi dimeternya 6 cm. Uretra ini menembus fasia difragma
urogenitalis dan orifisium ekterna langsung di depan permukaan vagina, 2,5 cm
dibelakang gland klitoris. Glandula uretra bermuara ke uretra, yang terbesar
diantarany adalah glandula pars uretralis (skene) yang bermuara kedalam
orifisum uretra yang hanya berfungsi sebagai saluran ekskresi. Diafragma
urogenitalis dan orifisium eksterna langsung di depan permukaan vagian dan
2,5 cm di belakang gland klitoris.
Uretra wanita jauh lebih pendek dari pada uretra pria dan terdiri dari lapisan
otot polos yang diperkuat oleh sfingter otot rangka pada muaranya penonjolan
berupa kelenjar dan jaringan ikat fibrosa longgar yang ditandai dengan banyak
sinus venosus mirip jaringan kavernosus.
Vaskularisasi.
Vaskularisasi arteri uretra pria diantaranya arteri haemorrhoidalis media, arteri vesikalis
kaudalis, arteri bulbi penis, dan arteri uretralis. Vaskularisasi vena uretra pria berjalan
melalui pleksus vesikopudendalis dialirkan ke vena pudendalis interna.