Anda di halaman 1dari 7

Kadar padatan tersuspensi lebih besar daripada kadar padatan terlarut.

Hal ini
disebabkan karena ukuran partikel tersuspensi lebih besar daripada partikel terlarut.
Ukuran ini disebabkan oleh kandungan dari padatan tersuspensi dan padatan
terlarut tersebut dimana kandungan padatan tersuspensi terdiri dari semua zat
padat (pasir, lumpur, dan tanah liat) atau partikel-partikel yang tersuspensi dalam
air dan dapat berupa komponen hidup (biotik) seperti fitoplankton, zooplankton,
bakteri, fungi, ataupun komponen mati (abiotik) seperti detritus dan partikel-partikel
anorganik. Sedangkan kandungan padatan terlarut terdiri dari ion-ion terlarut
seperti Merkuri (Hg), Timbal (Pb), Arsenik (As), Cadmium (Cd), Kromium (Cr), nikel
(Ni), serta garam magnesium dan kalsium.

http://chemistryismyworld.blogspot.com/2011/05/analisa-kimiasampel-air-sungai_07.html
SUMBER
TOTAL SOLID
gangguan yang mungkin terjadi dan akan membuat hasil analisis tidak tepat.yaitu diantaranya
Partikel besar yang tidak homogen mengambang dan tenggelam dalam sampel air harus dihilangkan
Minyak dan lemak yang terkandung dalam sampel harus tetap ikut dianalisis
Garam-garam yang telah mengendap sangat higroskopis sehingga pada saat penimbangan harus
segera.

http://pratamahendrik.blogspot.com/2010/10/air-bab-2.html
TOTAL DISOLVED SOLID
Aplikasi yang umum digunakan adalah untuk mengukur kualitas cairan biasanya
untuk pengairan, pemeliharaan aquarium, kolam renang, proses kimia, dan
pembuatan air mineral. Setidaknya, kita dapat mengetahui air minum mana yang
baik dikonsumsi tubuh, ataupun air murni untuk keperluan kimia misalnya
pembuatan kosmetika, obat-obatan, dan makanan

http://goelanzsaw.blogspot.com/2013/02/analisa-tds-dan-tss-dalamair.html
Penyebab utama terjadinya TDS adalah bahan anorganik berupa ion-ion yang umum
dijumpai di perairan. Sebagai contoh air buangan sering mengandung molekul
sabun, deterjen dan surfaktan yang larut air, misalnya pada air buangan rumah
tangga dan industri pencucian.

http://goelanzsaw.blogspot.com/2013/02/analisa-tds-dan-tss-dalamair.html

Banyak zat terlarut yang tidak diinginkan dalam air. Mineral, gas, zat organik yang
terlarut mungkin menghasilkan warna, rasa dan bau yang secara estetis tidak
menyenangkan. Beberapa zat kimia mungkin bersifat racun, dan beberapa zat
organik terlarut bersifat karsinogen.

http://goelanzsaw.blogspot.com/2013/02/analisa-tds-dan-tss-dalamair.html
analisa total padatan terlarut digunakan sebagai uji indikator untuk menentukan kualitas umum dari
air . Sumber utama untuk TDS dalam perairan adalah limpahan dari pertanian, limbah rumah
tangga, dan industry
Kandungan TDS yang berbahaya adalah pestisida yang timbul dari aliran permukaan. Beberapa
padatan total terlarut alami berasal dari pelapukan dan pelarutan batu dan tanah.

https://budiono48.wordpress.com/2014/06/06/total-disolved-solidtds-dantotal-suspended-solid-tss/
Pada air minum, kebanyakan merupakan materi terlarut yang terdiri dari garam anorganik, sedikit materi
organik, dan gas terlarut. Total zat padat terlarut dalam air minum berada pada kisaran 20 1000 mg/L.

http://www.tokokimia.org/artikel/zat-kimia/
TDS tidak diinginkan dalam badan air karena dapat menimbulkan warna, rasa, dan bau yang tidak sedap.
Beberapa senyawa kimia pembentuk TDS bersifat racun dan merupakan senyawa organik bersifat
karsinogenik. Akan tetapi, beberapa zat dapat memberi rasa segar pada air minum.
Kesadahan dan kekeruhan akan bertambah seiring dengan semakin banyaknya TDS. Analisis TDS
biasanya dilakukan dengan penentuan Daya Hantar Listrik (DHL) air. TDS terdiri dari ion-ion sehingga
kadar TDS sebanding dengan kadar DHL air.

http://www.tokokimia.org/artikel/zat-kimia/
Aplikasi yang umum digunakan adalah untuk mengukur kualitas cairan biasanya
untuk pengairan, pemeliharaan aquarium, kolam renang, proses kimia, pembuatan
air mineral, dll.

http://misnanidulhadi.blogspot.com/2011/03/praktikum-tekniklingkungan-total.html
Penyebab utama terjadinya TDS adalah bahan anorganik berupa ion-ion yang umum
dijumpai di perairan. Sebagai contoh air buangan sering mengandung molekul
sabun, deterjen dan surfaktan yang larut air, misalnya pada air buangan rumah
tangga dan industri pencucian

http://misnanidulhadi.blogspot.com/2011/03/praktikum-tekniklingkungan-total.html
Tingginya nilai parameterTDS dapat mengindikasikan bahwa daerah aliran
sungai tersebut telah terjadipenggundulan hutan, dan akan mengakibatkan
pendangkalan/sedimentasi didalam sungai
http://www.academia.edu/8015687/Analisa_Parameter_Fisika_Pengol
ahan_Air_Minum_di_PDAM_Tirta_Daroy_Banda_Aceh
Pada analisa TDS, hasilyang didapati telah memenuhi standar persyaratan airminum yang telah
diterapkan oleh menteri kesehatan dimana TDS yang diperolehdibawah 500 mg/L. Padatan yang
larut dalam air bersih lebih sedikit dibandingkandengan air baku, karena pada air bersih
telahterjadinya proses pembubuhan alumpada saat koagulasi, dimana koagulasi merupakan
proses destabilisasi muatan koloidpadatan tersuspensi termasuk bakteri dan virus, dengan suatu
koagulan. sehinggaakan terbentuk flok-flok halus yang dapat diendapkan
http://www.academia.edu/8015687/Analisa_Parameter_Fisika_Pengol
ahan_Air_Minum_di_PDAM_Tirta_Daroy_Banda_Aceh
Dalam penentuan TDS pun terdapat gangguan yang dapat mengganggu proses analisis, yaitu : Air
yang kadar mineralnya tinggi (Ca2+, Mg2+, Cl- dan SO42-) dapat bersifat higroskopis sehingga
memerlukan pemanasan yang lama, pendinginan dalam eksikator yang baik, dan penimbangan yang
cepat.

http://pratamahendrik.blogspot.com/2010/10/air-bab-2.html
Aplikasi dasar dari TDS ialah studi mengenai mutu air untuk aliran, sungai, dan danau,
meskipun TDS secara umum tidak dianggap sebagai suatu zat cemar yang utama (misalnya,
TDS tidak dianggap terkait dengan efek kesehatan) TDS digunakan sebagai satu petunjuk
estetika karakteristik air minum dan sebagai suatu indikator agregat dari adanya pengukuran
yang luas kontaminan-kontaminan zat kimia.

https://wawasanilmukimia.wordpress.com/2014/03/28/total-zatpadat-terlarut-tds-sebagai-petunjuk-estetika-karakteristik-airminum/

TOTAL SUSPENDED SOLID


Material tersuspensi mempunyai efek yang kurang baik terhadap
kualitas badan air karena dapat menyebabkan menurunkan
kejernihan air dan dapat mempengaruhi kemampuan ikan untuk
melihat dan menangkap makanan serta menghalangi sinar matahari
masuk ke dalam air. Endapan tersuspensi dapat juga menyumbat
insang ikan, mencegah telur berkembang. Ketika suspended solid

tenang di dasar badan air, dapat menyembunyikan telur dan terjadi


pendangkalan pada badan air sehingga memerlukan pengerukan
yang memerlukan biaya operasional tinggi. Kandungan TSS dalam
badan air sering menunjukan konsentrasi yang lebih tinggi pada
bakteri, nutrien, pestisida, logam didalam air (Margareth, 2009).
http://goelanzsaw.blogspot.com/2013/02/analisa-tds-dan-tss-dalamair.html
Zat Padat Tersuspensi (TSS) adalah padatan yang menyebabkan kekeruhan air, tidak terlarut dan
tidak dapat langsung mengendap, terdiri dari partikel-partikel yang ukuran maupun beratnya lebih
kecil dari sedimen, misalnya tanah liat, bahan-bahan organik tertentu, sel-sel mikroorganisme, dan
sebagainya (Nasution,M.I, 2008).
TSS berhubungan erat dengan erosi tanah dan erosi dari saluran sungai.

https://budiono48.wordpress.com/2014/06/06/total-disolved-solidtds-dantotal-suspended-solid-tss/

Dari hasil penelitian dapat diketahui kadar padatan tersuspensi di lokasi hulu ratarata sebesar 340 ppm. Kadar padatan tersuspensi pada bagian tepi hulu sebesar
474 ppm, tengah sebesar 120 ppm, dan bagian dalam sebesar 426 ppm. Dari data
tersebut dapat diketahui bahwa kadar padatan tersuspensi paling besar adalah
pada bagian tepi hulu sungai. Hal ini disebabkan karena bagian tepi hulu dan pada
bagian dalam sungai dekat dengan daratan dan dasar sungai sehingga partikelpartikel tersuspensi lebih banyak, pada bagian permukaan tengah sungai paling
jauh dengan daratan maupun dasar sungai sehingga kadar padatan tersuspensinya
paling sedikit. Selain itu juga dipengaruhi oleh aliran air sungai dimana pada bagian
tengah permukaan alirannya lebih besar daripada bagian dalam karena aliran yang
deras menyebabkan partikel suspensi yang terbawa pada saat sampling menjadi
sedikit sebaliknya semakin tenang aliran, maka partikel tersuspensi yang terbawa
pada saat sampling menjadi semakin banyak. Sedangkan untuk bagian tepi sungai
dipengaruhi oleh tabrakan air sungai dengan daratan yang disebabkan oleh
gelombang air sungai sehingga menambah jumlah partikel suspensi.

http://chemistryismyworld.blogspot.com/2011/05/analisa-kimiasampel-air-sungai_07.html
Selanjutnya, Pada analisa TSS ini hasil yang diperoleh pada sampel airbersih yaitu
0-4 mg/L telah memenuhi persyaratan air minum yang layak untuk dikonsumsi
dimana baku mutunya adalahsebesar 50 mg/L. Adapun perbedaan darikedua
sampel ini disebabkan karena masih terdapatnya kandungan pasir, tanah,sampah
dan kandungan-kandungan lainnya serta pada air baku belum adanya prosespenyaringan

sedangkan air bersih telah terjadinya proses penyaringan sehinggapartikel-partikel


kecil yang larut dalam air seperti tanahdan lain sebagainya telahtersaring

http://www.academia.edu/8015687/Analisa_Parameter_Fisika_Pengol
ahan_Air_Minum_di_PDAM_Tirta_Daroy_Banda_Aceh
Dalam anlisis TSS, gangguan yang mungkin timbul yaitu:
Tersumbatnya pori-pori penyaring sehingga mengakibatkan turunnya filtrat menjadi lama. Hal ini
dapat diatasi dengan menyaring sampel memakai labu isap dan pompa vakum
Bila terlalu banyak zat tersuspensi pada penyaring akan mengakibatkan banyaknya air yang
terperangkap dalam padatan sehingga perlu waktu lama saat pengeringan padatan tersuspensi.

http://pratamahendrik.blogspot.com/2010/10/air-bab-2.html
ANALISA LUMPUR KASAR
METODA LAIN
Elektrikal Konduktiviti
Konduktivitas listrik air secara langsung berhubungan dengan konsentrasi padatan terlarut
yang terionisasi dalam air. Ion dari konsentrasi padatan terlarut dalam air menciptakan kemampuan
pada air untuk menghasilkan arus listrik yang dapat diukur menggunakan konduktivity meter.
Elektrikal konduktiviti ini adalah mengukur konduktivitas listrik bahan-bahan yang terkandung dalam
air. Semakin banyak bahan (mineral logam maupun nonlogam) dalam air, maka hasil pengukuran
akan semakin besar pula. Sebaliknya, bila sangat sedikit bahan yang terkandung dalam air maka
hasilnya mendekati nol, atau yang kita sebut dengan air murni (pure water) (Insan, 2008).
Prinsip kerja elektrikal konduktiviti adalah dua buah probe dihubungkan ke larutan yang akan
diukur, kemudian dengan rangkaian pemprosesan sinyal akan mengeluarkan output yang
menunjukkan besar konduktifitas/daya hantar listrik sampel air tersebut. (Endrah, 2010)

http://goelanzsaw.blogspot.com/2013/02/analisa-tds-dan-tss-dalamair.html
Metode pemisahan merupakan suatu cara yang digunakan untuk memisahkan atau
memurnikan suatu senyawa atau skelompok senyawa yang mempunyai susunan
kimia yang berkaitan dari suatu bahan, baik dalam skala laboratorium maupun
skala industri. Metode pemisahan bertujuan untuk mendapatkan zat murni atau
beberapa zat murni dari suatu campuran, sering disebut sebagai pemurnian dan
juga untuk mengetahui keberadaan suatu zat dalam suatu sampel (analisis
laboratorium).

JENIS-JENIS METODE PEMISAHAN


1. Filtrasi
Filtrasi atau penyaringan merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari
cairannya dengan menggunakan alat berpori (penyaring). Dasar pemisahan metode ini adalah
perbedaan ukuran partikel antara pelarut dan zat terlarutnya. Penyaring akan menahan zat padat
yang mempunyai ukuran partikel lebih besar dari pori saringan dan meneruskan pelarut.
Proses filtrasi yang dilakukan adalah bahan harus dibuat dalam bentuk larutan atau berwujud cair

kemudian disaring. Hasil penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaring
disebut residu. (ampas).
Metode ini dimanfaatkan untuk membersihkan air dari sampah pada pengolahan air,
menjernihkan preparat kimia di laboratorium, menghilangkan pirogen (pengotor) pada air suntik
injeksi dan obat-obat injeksi, dan membersihkan sirup dari kotoran yang ada pada gula.
Penyaringan di laboratorium dapat menggunakan kertas saring dan penyaring buchner. Penyaring
buchner adalah penyaring yang terbuat dari bahan kaca yang kuat dilengkapi dengan alat
penghisap.
2. Sublimasi
Sublimasi merupakan metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa
melalui fasa cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. bahanbahan yang menggunakan metode ini adalah bahan yang mudah menyublim, seperti kamfer dan
iod.
3. Kristalisasi
Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam
suatu larutan. Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dan perbedaan titik
beku. Kristalisasi ada dua cara yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan.
Contoh proses kristalisasi dalam kehidupan sehari-hari adalah pembuatan garam dapur dari
air laut. Mula-mula air laut ditampung dalam suatu tambak, kemudian dengan bantuan sinar
matahari dibiarkan menguap. Setelah proses penguapan, dihasilkan garam dalam bentuk kasar
dan masih bercampur dengan pengotornya, sehingga untuk mendapatkan garam yang bersih
diperlukan proses rekristalisasi (pengkristalan kembali)
Contoh lain adalah pembuatan gula putih dari tebu. Batang tebu dihancurkan dan diperas
untuk diambil sarinya, kemudian diuapkan dengan penguap hampa udara sehingga air tebu
tersebut menjadi kental, lewat jenuh, dan terjadi pengkristalan gula. Kristal ini kemudian
dikeringkan sehingga diperoleh gula putih atau gula pasir.
4. Destilasi
Destilasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair
yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang mempunyai titik didih yang berbeda. Dasar
pemisahan adalah titik didih yang berbeda. Bahan yang dipisahkan dengan metode ini adalah
bentuk larutan atau cair, tahan terhadap pemanasan, dan perbedaan titik didihnya tidak terlalu
dekat.
Proses pemisahan yang dilakukan adalah bahan campuran dipanaskan pada suhu diantara
titik didih bahan yang diinginkan. Pelarut bahan yang diinginkan akan menguap, uap dilewatkan
pada tabung pengembun (kondensor). Uap yang mencair ditampung dalam wadah. Bahan hasil
pada proses ini disebut destilat, sedangkan sisanya disebut residu.
Contoh destilasi adalah proses penyulingan minyak bumi, pembuatan minyak kayu putih, dan
memurnikan air minum.
5. Ekstraksi
Ekstraksi merupakan metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut
yang sesuai. Dasar metode pemisahan ini adalah kelarutan bahan dalam pelarut tertentu.

6. Adsorbsi
Adsorbsi merupakan metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya
dengan cara penarikan bahan pengadsorbsi secara kuat sehingga menempel pada permukaan
bahan pengadsorbsi. Penggunaan metode ini dipakai untuk memurnikan air dari kotoran renik
atau mikroorganisme, memutihkan gula yang berwarna coklat karena terdapat kotoran.
7. Kromatografi
Kromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan pelarut
pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut
tertentu, daya absorbsi oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan). Contoh proses
kromatografi sederhana adalah kromatografi kertas untuk memisahkan tinta.
http://joviendar.blogspot.com/