Anda di halaman 1dari 15

BILANGAN KUANTUM

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kimia Anorganik
Dosen pengampu :

Disusun oleh :
1)

Hanif Khoirun Nisa

NIM 2119120107

2)
Nur Ela hayati
3)

Euis Samrotul F

DAFTAR ISI

NIM 2119120013
NIM 2119120034

KATA PENGANTAR............................................................................

DAFTAR ISI..........................................................................................

ii

DAFTAR TABEL..................................................................................

iii

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................
A.

Latar Belakang..................................................................................

B.

Rumusan Masalah.............................................................................

C.

Tujuan Makalah.................................................................................

D.

Manfaat Makalah..............................................................................

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................

A.

Mekanika uantu Modern Sebagai Bilangan Kuantm.......................

1.

Bilangan kuantum utama (n)......................................................

2.

Bilangan kuantum azimut (l)......................................................

3.

Bilangan kuantum magnetik (m)................................................

4.

Bilangan kuantum spin (s)..........................................................

10

B.

Azas Larangan Pauli.........................................................................

12

C.

Fungsi Bilangan Kuantum................................................................

13

BAB III SIMPULAN DAN SARAN....................................................

16

A. Simpulan ............................................................................................

16

B. Saran ..................................................................................................

16

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................

17

KATA PENGANTAR
Puji syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
kesempatan kepadapenulis untuk bisa menyusun makalah ini. Shalawat serta salam
semoga tetap tercurahlimpahkan kepada junjunan kita semua yakni habibana
wanabiyana Muhammad SAW Kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan
kepada tabiit tabiinnya tak lupa kepada kita semua selaku umatnya sampai akhir
zaman. Amin Ya rabbal Alamin

Akhirnya pembuatan makalah Kimia Anorganik yang berjudul Bilangan


Kuantum ini telah selesai dikerjakan dengan lancar meskipun masih
terdapat banyak kekurangan dalam penyampaian materinya.Untuk itu, penulis
berterima kasih kepada pengajar mata kuliah Kimia Anorganik atas pengarahan dan
bimbingan penulisan makalah ini. Juga semua pihak yang telah
membantu penulis baik moril maupun materil.
Penulis berharap dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat
bagi kita semua, dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai Bilangan
Kuantum yang ditinjau dari manfaatnya bagi kita semua. Memang makalah ini
masih jauh dari kata sempurna maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.
Wassalam.

Ciamis, 10 Maret 2013

Penulis

PROGRAM STUDY BIOLOGI


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS GALUH
2012

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang Masalah

Kimia merupakan suatu mata kuliah bagi mahasiswa dan suatu mata pelajaran bagi
siswa yang didalamnya terdapat banyak sekali yang dapat dipelajari baik itu berupa
unsur, senyawa ataupun berupa bentuk yang lainnya yag tentu dalam
penggunaanya akan sangat bermanfaat bila dapat diterapkan dalam kehidupan

sehari-hari. Salah satu materi dari kimia sendiri yaitu bilangan kuantum yang akan
dibahas oleh penulis.
Bilangan kuantum merupakan suatu cara untuk menentukan kedudukan suatu
elektron dalam atom. Dimana dalam menentukannya tidak dilakukan secara asalasalan, namun terdapat beberapa tahap dalam penyelesaiannya sendiri. Misalnya
untuk menentukan kulit utama dalam suatu atom maka dapat dilakukan dengan
penentuan bilangan kuantum dengan bilangan kuantum utama (n) dan begitu
seterusnya.
Erwin Schrodinger, adalah ilmuan asal Austria yang akan memperjelas kemungkinan
ditemukannya elektron melalui bilangan-bilangan kuantum dengan dicetuskannya
Mekanika Kuantum. Mekanika kuantum dapat menerangkan kelamahan teori atom
Bohr tentang garis-garis terpisah yang sedikit berbeda panjang gelombangnya dan
memperbaiki model atom Bohr dalam hal bentuk lintasan elektron dari yang berupa
lingkaran dengan jari-jari tertentu menjadi orbital dengan bentuk ruang tiga dimensi
yang tertentu.
Dalam mempelajari bilangan kuantum kita akan dihadapi dengan beberapa tahap
agar terciptanya suatu kesetaraan. Mempelajari bilangan kuantum akan sangat
bermanfaat karena jika telah menguasai jenis-jenis bilangan kuantum maka akan
dengan mudah mempelajari kajian-kajian lain misalnya dalam konfigurasi elektron,
dalam sistem periodik, keperiodikan unsur dan lain sebagainya lagi karena bilangan
kuantum dapat dikatakan sebagai penunjang materi-materi lainnya.
Karena penulis merasa pentingnya mempelajari bilangan kuantum, maka penulis
membuat makalah ini untuk lebih memperkenalkan kepada para pembaca baik
yang telah mengenal sebelumnya ataupun yang baru mengetahui setelah
membaca makalah ini agar dalam mempelajarinya mendapat suatu kemudahan dan
hasil yang dicapai dapat memuaskan dalam mengerjakan beberapa soal yang
menyangkut mengenai bilangan kuantum.
B.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, agar dalam penulisan memperoleh hasil yang
diinginkan, maka penulis mengemukakan beberapa rumusan masalah. Rumusan
masalah itu adalah :
1)
Bagaimanakah penguraian dari mekanika kuantum modern sebagai bilangan
kuantum ?
2)

Bagaimanakah bunyi dan uraian dari azas larangan Pauli?

3)

Apakah fungsi dari mempelajari bilangan kuantum?

C.

Tujuan Makalah

Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :


1)
Untuk mengetahui penguraian dari mekanika kuantum modern sebagai
bilangan kuantum
2)

Untuk mengetahui bunyi dan uraian dari azas larangan Pauli

3)

Untuk mengetahui fungsi mempelajari bilangan kuantum

D.

Manfaat Makalah

Manfaat yang didapat dari makalah ini adalah :


1)
Mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui mengenai penguraian dari
mekanika kuantum modern sebagai bilangan kuantum
2)
Mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui mengenai bunyi dan uraian dari
azas larangan Pauli
3)
Mahasiswa dapat mengenal dan mengetahui mengenai fungsi mempelajari
bilangan kuantum

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Mekanika Kuantum Modern sebagai Bilangan Kuantum

Model atom Niels Bohr dapat menjelaskan kelemahan dari teori atom Rutherford.
namun, pada perkembangan selanjutnya diketahui bahwa gerakan elektron
menyerupai gelombang. oleh karena itu, posisinya tidak dapat ditentukan dengan
pasti. Jadi, orbit elektron yang berbentuk lingkaran dengan jari-jari tertentu tidak
dapat diterima.
Pada tahun 1927, Erwin Schrodinger, seorang ilmuwan dari Austria, mengemukakan
teori atom yang disebut teori atom mekanika kuantum atau mekanika gelombang.
teori tersebut dapat diterima para ahli hingga sekarang.
Teori mekanika kuantum mempunyai persamaan dengan teori atom Niels Bohr
dalam hal tingkat-tingkat energi atau kulit-kulit atom, tetapi berbeda dalam hal
bentuk lintasan atau orbit tersebut. dalam teori atom mekanika kuantum, posisi
elektron adalah tidak pasti. hal yang dapat ditentukan mangenai keberadaan
elektron di dalam atom adalah daerah dengan peluang terbesar untuk menemukan
elektron tersebut. daerah dengan peluang terbesar itu disebut orbital. Gambaran
sederhana dari model atom Erwinschrodinger dan Wernerhesenberg seperti di
bawah ini :
Gambar 1 : moel atom Erwinschrodinger
Menurut teori atom modern, electron berada dalam orbital dan setiap orbital
mempunyai tingkat energi atau bentuk tertentu. Satu atau beberapa orbital yang
memiliki tingkat energi sama membentuk subkulit.
Untuk menentukan tingkat energi dari electron serta menyatakan kedudukan
electron pada suatu orbital digunakan bilangan kuantum. Schrodinger
menggunakan tiga bilangan kuantum yaitu bilangan kuantum utama (n), bilangan
kuantum azimuth (l), bilangan kuantum magnetic (m). Ketiga bilangan kuantum ini
merupakan bilangan bulat dan sederhana yang memberi petunjuk kebolehjadian
diketemukannya electron dalam atom. Sedangkan untuk menyatakan arah
perputaran elektron pada sumbunya para ahli menggunakan bilangan kuantum
spin (s).
1.

Bilangan kuantum utama (n)

Bilangan kuantum utama (n) menentukan besarnya tingkat energi suatu elektron
yang mencirikan ukuran orbital. Bilangan kuantum utama ini pernah diusulkan oleh
Niels Bohr dan hanya disebut dengan bilangan kuantum saja Sudarmo
Unggal(2006: 6).

Bilangan kuantum utama (n) mewujudkan lintasan elektron dalam atom. n


mempunyai harga 1, 2, 3, .....
Lambang dari bilangan kuantum utama adalah n (en kecil). Bilangan kuantum
utama menyatakan kulit tempat ditemukannya elektron yang dinyatakan dalam
bilangan bulat positif. Nilai bilangan itu di mulai dari 1, 2, 3 dan seterusnya.
Jenis kulit-kulit dalam konfigurasi elektron dilambagkan dengan huruf K, L, M, N dan
seterusnnya. Kulit yang paling dekat dengan inti adalah kulit K dan bilangan
kuantum kulit ini = 1. Kulit berikutnya adalah L yang mempunyai bilangan kuantum
utama = 2 dan demikian seterusnya untuk kulit-kulit berikutnya. Untuk lebih
jelasnya coba perhatikan tabel di bawah ini:
Tabel 1: Hubungan jenis kulit dan nilai bilangan kuantum utama.
Jenis Kulit

Nilai (n)

\
Dari tabel di atas terlihat bahwa bilangan kuantum utama berhubungan dengan
kulit atom sehingga bilangan kuantum utama dapat digunakan untuk menentukan
ukuran orbit (jari-jari) berdasarkan jarak orbit elektron dengan inti atom. Kegunaan
lainnya adalah untuk dapat mengetahui besarnya energi potensial elektron.
Semakin dekat jarak orbit dengan inti atom maka kekuatan ikatan elektron dengan
inti atom semakin besar, sehingga energi potensial elektron tersebut semakin
besar.
n = 1 sesuai dengan kulit K
n = 2 sesuai dengan kulit L
n = 3 sesuai dengan kulit M
dan seterusnya
Tiap kulit atau setiap tingkat energi ditempati oleh sejumlah elektron. Jumlah
elektron maksimmm yang dapat menempati tingkat energi itu harus memenuhi
rumus Pauli = 2n2.
Contoh: kulit ke-4 (n=4) dapat ditempati maksimum= 2 x 42 elektron = 32 elektron

2.

Bilangan kuantum azimuth (l)

Sudarmo Unggal(2006: 6) mengatakan bahwa Mekanika gelombang menunjukan


bahwa setiap kulit (tingkat energi) tersusun dari beberapa subkulit (sub tingkat
energi) yang masing-maisng sub kulit tersebut dicirikan oleh bilangan kuantum
azimut yang diberi lambang l. Nilai bilangan kuantum ini menentukan bentuk
orbital dan besarnya momentum sudut elektron. Misalnya setiap elektron dengan
harga l = 0 akan mempunyai bentuk orbital seperti bola yang berarti kebolehjadian
(probabilitas) untuk menemukan elektron dari inti atom kesegala arah akan bernilai
sama.
Bilangan kuantum azimut (l) menunjukkan sub kulit dimana elektron itu bergerak
sekaligus menunjukkan sub kulit yang merupakan penyusun suatu kulit.
Bilangan kuantum azimuth mempunyai harga dari 0 sampai dengan (n-1) untuk
setiap n, dan menunjukan letak elektron dalam subkulit. Setiap kulit terdiri dari
subkulit (jumlah subkulit tidak sama untuk setiap elektron), dan setiap subkulit
dilambangkan berdasarkan pada harga bilangan kuantum azimut (l).
n = 1 ; l = 0 ; sesuai kulit K
n = 2 ; l = 0, 1 ; sesuai kulit L
n = 3 ; l = 0, 1, 2 ; sesuai kulit M
n = 4 ; l = 0, 1, 2, 3 ; sesuai kulit N
dan seterusnya
Sub kulit yang harganya berbeda-beda ini diberi nama khusus:
Subkulit yang mempunyai harga l = 0 ; diberi lambang s (s = sharp)
Subkulit yang mempunyai harga l = 1 ; diberi lambang p (p = principle)
Subkulit yang mempunyai harga l = 2 ; diberi lambang d (d = diffuse)
Subkulit yang mempunyai harga l = 3 ; diberi lambang f (f = fundamental)
Lambang s, p, d dan f diambil dari nama spektrum yang dihasilkan oleh logam alkali
dari Li sampai dengan Cs yang terdiri dari empat deret, yaitu tajam (sharp). Utama
(principal), kabur (diffuse) dan dasar (fundamental). Untuk harga l selanjutnya (jika
mungkin) digunakan lambang huruf berikutnya, yaitu g, h, i, dan seterusnya. Agar
lebih jelas dalam pengelompokannya dibawah ini menunjukan keterkaitan jumlah
kulit dengan banyaknya subkulit serta jenis subkulit dalam suatu atom.
Tabel 2 : Hubungan subkulit sejenis dalam kulit yang berbeda pada atom.
Kulit

Bilangan

Bilangan

Jenis

Jumlah

kuantum utama
(n)

kuantum azimut
yang mungkin

subkulit

subkulit

1s

2s

2p

3s

3p

3d

4s

4p

4d

4f

3.

Bilangan kuantum magnetik (m)

Bilangan kuantum magnetik (m) mewujudkan adanya satu atau beberapa tingkatan
energi di dalam satu sub kulit. Bilangan kuantum magnetik (m) mempunyai harga (l) sampai harga (+l).
Bilangan kuantum magnetik menyatakan orbital tempat ditemukannya elektron
pada subkulit tertentu dan arah momentum sudut elektron terhadap inti. Sehingga
nilai bilangan kuantum magnetik berhubungan dengan bilangan kuantum azimut
dan bernilai dari - l hingga + l (l = nilai bilangan kuantum azimutnya). Bilangan
kuantum magnetik menentuka arah orientasi dari orbital didalam ruang relatif
terhadap orbital yang lain. Dengan demikian untuk setiap satu subkulit terdapat
beberapa orbital yang dicirikan dengan nilai m.
Misalnya subkulit s mempunyai nilai l = 0 maka bilangan kuantum
magnetiknya (m) = 0. Angka nol ini melambangkan satu-satunya orbital yang ada
pada subkulit s. Sub kulit p mempunyai nilai l = 1 maka bilangan kuantum
magnetiknya = - 1, 0, +1. Angka-angka tersebut melambangkan 3 orbital yang ada
pada subkulit p. Subkulit d mempunyai nilai l = 2 maka bilangan kuantum
magnetiknya = - 2, - 1, 0, + 1, + 2. Angka-angka tersebut melambangkan 5 orbital
yang ada pada subkulit d dan demikian seterusnya.
Tabel 3 : Hubungan bilangan kuantum azimut dengan bilangan kuantum
magnetik.

Bilangan
Kuantum
Azimut

Tanda
Orbital

Bilangan Kuantum
Magnetik

-1, 0, +1

-2, -1, 0, +1, +2

-3, -2, -1, 0, +1, +2, +3

Gambaran
Orbital

Jumlah
Orbital

Dari tabel di atas terlihat bahwa nilai magnetik (m) diantara - l sampai + l (l =
bilangan kuantum azimut). Nilai bilangan kuantum magnetik suatu elektron
tergantung pada letak elektron tersebut dalam orbital. Nama-nama kotak di atas
sesuai dengan bilangan kuantum magnetiknya. Dan perlu diingat juga dengan
mengabaikan tanda -/+ maka nilai m tidak mungkin lebih besar dari nilai l.
4.

Bilangan kuantum spin (s)

Bilangan kuantum spin (s) merupakan bilangan kuantum yang terlepas dari
pengaruh momentum sudut. Hal itu berarti bilangan kuantum spin tidak
berhubungan secara langsung dengan tiga bilangan kuantum yang lain Sudarmo
Unggal(2006: 6).
Bilangan kuantum spin bukan merupakan hasil dari penyelesaian persamaan
gelombang, tetapi didasarkan pada pengamatan Otto stern dan Walter Gerlach
terhadap spektrum yang dilewatkan pada medan magnet, dan ternyata didapatkan
dua spektrum yang terpisah dengan kerapatan yang sama. Kesimpulan yang
diperoleh bahwa terjadinya pemisahan garis spektrum oleh medan magnet
dimungkinkan karena elektron-elektron tersebut selama mengelilingi inti berputar
pada sumbunya dengan arah yang berbeda. Dapat diandaikan bumi berotasi pada
sumbunya selama mengelilingi matahari. Berdasarkan hal tersebut diudulkan
adanya bilngan kuantum spin untuk menandai arah putaran (spin) elektron pada
sumbunya. Setiap elektron dapat brputar pada sumbunya sesuai dengan arah jarum
jam atau berlawanan dengan jarum jam, maka probabilitas elektron berputar searah
jarum jam adalah , dan probabilitas berputar berlawanan dengan jarum jam juga
mempunyai harga . Untuk membedakan arah putarannya maka diberi tanda
negatif dan positif. Jadi, harga bilangan kuantum spin yaitu atau + .
Bilangan kuantum spin (s) menunjukkan arah perputaran elektron pada
sumbunya. Dalam satu orbital, maksimum dapat beredar 2 elektron dan kedua
elektron ini berputar melalui sumbu dengan arah yang berlawanan, dan masingmasing diberi harga spin +1/2 atau -1/2.

Pertanyaan:
Bagaimana menyatakan keempat bilangan kuantum dari elektron 3s 1 ?
Jawab:
Keempat bilangan kuantum dari kedudukan elektron 3s 1 dapat dinyatakan sebagai,
n= 3 ; l = 0 ; m = 0 ; s = +1/2 ; atau -1/2
Tabel 4 : Hubungan ke empat bilangan kuantum.

Kulit N L M

Sub Gambaran
kulit Orbital

100

1s

200

2s

2p

3s

1 -1, 0, +1

3p

2 -2, -1, 0, +1, +2

3d

10

4s

1 -1, 0, +1

4p

2 -2, -1, 0, +1, +2

4d

10

3 -3, -2, -1, 0, +1, +2, +3

4f

14

1 -1, 0, +1
300

400

B.

Jumlah Orbital
Jumlah Maksimum
Orbital
Subkulit Kulit
2

18

32

Azas Larangan Pauli

Gambar 2 : Wolfgang Pauli (Pencetus Azas Larangan Pauli)


Dengan adanya bilangan kuantum, suatu elektron mempunyai posisi ruang yang
berbeda dari yang lainnya. Pada tahun 1925, seorang Ilmuan dari Austria, Wolfgang
Pauli mengemukakan teori yang dikenal dengan nama azas larangan pauli.
Menurut azas larangan pauli, dalam suatu sistem, baik atom atau molekul, tidak
terdapat dua elektron yang mempunyai keempat bilangan kuantum yang sama. Hal
ini berarti bahwa setiap orbital maksimum hanya dapat ditempati oleh 2 elektron.

Maka dari itu W. Pauli (1924) mengemukakan Azas Larangan Pauli Tidak boleh ada
elektron dalam satu atom yang memiliki ke empat bilangan kuantum yang sama.
C.

Fungsi Bilangan Kuantum

Keempat bilangan kuantum tersebut digunakan untuk menunjukkan letak elektron


terakhir (terluar) dari suatu atom. Dimulai dari letak kulit atom (bilangan kuantum
utama), subkulit atom (bilangan kuantum azimut), letak orbital (bilangan kuantum
magnetik) hingga perputaran elektronnya (bilangan kuantum spin). Sehingga
bilangan kuantum ini bersifat spesifik sesuai dengan azas larangan pauli.
Selanjutnya kita gabungkan keempat bilangan kuantum tersebut untuk menentukan
identitas suatu elektron. Agar dapat menentukan dengan tepat maka kita harus
paham dengan konfigurasi elektron dan diagram orbital terlebih dahulu.
Berdasarkan beberapa bilangan kuantum diatas, agar dalam penerapannya dapat
mudah untuk dipahami maka dapat disimpulkan bahwa kedudukan suatu elektron
dalam suatu atom dinyatakan oleh empat bilangan kuantum, yaitu:
1)

Bilangan kuantum utama (n) menyatakan kulit utamanya.

2)

Bilangan kuantum azimuth (l) menyatakan subkulitnya.

3)

Bilangan kuantum magnetik (m) menyatakan orbitalnya.

4)

Bilangan kuantum spin (s) menyatakan spin atau arah rotasinya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:


a)
Sampai saat ini, elektron-elektron baru menempati subkulit-subkulit s, p, d,
dan f. Sedangkan subkulit g, h, dan i belum terisi elektron.
b)
Setiap kulit mengandung subkulit sebanyak nomor kulit dan dimulai dari
subkulit yang paling sedikit orbitalnya. Kulit pertama hanya mengandung subkulit s;
kulit ke-2 mengandung s dan p; kulit ke-3 mengandung subkulit s, p, dan d; dan
seterusnya.
Tabel 5 : Pembagian Kulit Kulit dalam Atom
Nomor Kulit

Jumlah Subkulit Jumlah Orbital Elektron Maksimum

Kulit ke-1 (K) S

1 orbital

2 elektron

Kulit ke-2 (L) s, p

4 orbital

8 elektron

Kulit ke-3 (M) s, p, d

9 orbital

18 elektron

Kulit ke-4 (N) s, p, d, f

16 orbital

32 elektron

Kulit ke-5 (O) s, p, d, f, g

25 orbital

50 elektron

Kulit ke-6 (P) s, p, d, f, g, h

36 orbital

72 elektron

Kulit ke-7 (Q) s, p, d, f, g, h, i 49 orbital

98 elektron

Kulit ke-n

2n2 elektron

n buah subkulit n2 orbital

Sebagai contoh konfigurasi elektron dan diagram orbital dari sulfur (S) seperti di
bawah ini :
Untuk menentukan bilangan kuantum dari elektron terakhirnya kita cukup
memperhatikan subkulit terluarnya yakni 3p :
Penggambaran elektron terakhir yang diberi tanda merah. Elektron tersebut terletak
pada kulit 3 berarti bilangan kuantum utamanya (n) = 3. Terletak di subkulit p
berarti bilangan kuantum azimutnya(l) = 1. Sedangkan untuk menentukan bilangan
kuantum magnetiknya kita perlu menamai tiap-tiap orbital dalam subkulit 3p
tersebut yakni angka yang berwarna hijau. Sesuai dengan diagram di atas maka
nilai bilangan kuantum magnetiknya (m) = - 1. Dan karena tanda panahnya ke
bawah maka bilangan kuantum spinnya (s) = - .

BAB III
SIMPULAN DAN SARAN
A.

Simpulan

Untuk menentukan kedudukan suatu elektron dalam atom, digunakan 4 bilangan


kuantum, diantaranya yaitu :
1)

Bilangan kuantum utama (n)

2)

Bilangan kuantum azimut (l)

3)

Bilangan kuantum magnetik (m)

4)

Bilangan kuantum spin (s)

Bunyi dari azas larangan Pauli yaitu ; Tidak boleh ada elektron dalam satu atom
yang memiliki ke empat bilangan kuantum yang sama.
Fungsi dari keempat bilangan kuantum dapat digunakan untuk menunjukkan letak
elektron terakhir (terluar) dari suatu atom. Dimulai dari letak kulit atom (bilangan
kuantum utama), subkulit atom (bilangan kuantum azimut), letak orbital (bilangan
kuantum magnetik) hingga perputaran elektronnya (bilangan kuantum spin).
B.

Saran

Sebagai bahan pembelajaran yang menjadi dasar untuk dapat mempelajari bab-bab
berikutnya dalam mata kuliah Kimia, maka penulis menyarankan agar dalam
mempelajari bilangan kuantum dilaksanakan dengan sebaik mungkin agar dapat
dipahami betul maksud dari bilangan kuantum sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
CareraHerzigovina, Rio.2013. Model Atom Mekanika Kuantum/ Modern.
(Online) (http://www.rainbow-chz.info/2012/02/model-atom-mekanika-kuantummodern.html, Diakses 12 Maret 2013)
http://id.wikipedia.org/wiki/Asas_larangan_Pauli
Kita, Kimia.2000.Bilangan-Bilangan Kuantum.(Online)
(http://bebas.vlsm.org/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Kimia/0225%20Kim%202-10c.htm , diakses pasa Rabu, 07
Maret 2013 )
Mraz, Jaltson.2013.Azas Larangan Pauli.(Online) (http://centraleducation.blogspot.com/2012/02/asas-larangan-pauli.html, diakses pada 10 Maret
2012)
Sudarmo, Unggul. 2006. Kimia untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta ; Phibeta