Anda di halaman 1dari 4

-

Sistem Integumen mudah diperiksa ketika terkena infeksi dan cedera kulit.
Fungsi
1. Proteksi tubuh terhadap pathogen yang akan masuk ke dalam tubuh manusia.
2. Menjaga suhu tubuh tetap konstan
3. Produksi melanin melindungi dari radiasi UV
4. Produksi keratin melindungi dari abrasi
5. Penyimpanan lipid dalam sel lemak pada dermis dan jaringan adipose pada lapisan
subkutan
6. Deteksi rangsangan sentuhan, tekanan, rasa sakit, suhu dan meneruskannya ke sistem
saraf
Terdiri dari
1. Kulit
Epidermis lapisan kulit yang bersisik dan berlapis-lapis dan paling tipis. Sel utama
yang ada pada lapisan ini keratinosit yang berperan mensintesis keratin protein.
1. Stratum basale paling dalam dan terdapat melanosit yang memproduksi pigmen.
Melanin melindungi kulit dari sinar radiasi UV
2. Stratum spinosum keratinosit dari basal bertumbuh dan berkembang kemudian
pindah ke lapisan ini. Jembatan interseluler demosom pemisah stratum spinosum
dan basale. Terdapat pulau Langerhans makrofag dan berperan dalam sistem imun
kulit sbg antigen.
3. Stratum granulosum sel kehilangan inti sel dan sitoplasma menjadi bergranula
4. Stratum lusidium transisi dari granulosum menjadi korneum.
5. Stratum korneum keratinosit berhenti berkembang korneosit.
Dermis dibawah epidermis dan lebih tebal. Terdiri dari lapisan tipis papiler dan lapisan
tebal reticuler. Terdiri dari serat-serat fibroblast kolagen 70% (memberikan dermis
kekuatan), elastin (mempertahankan elastisitas dan fleksibel), roteoglikan struktural,
pembuluh darah, limfatik, sel saraf, kelenjar keringat, kelenjar minyak dan akar rambut.
Hipodermis jaringan areolar dan adipose
Rambut folikel rmbut dibentuk di epidermis tapi terletak di dermis
Kuku sel keratin yang mengeras
Reseptor sensorik

Luka
Pengertian kerusakan kontinuitas kulit, mukosa membran dan tulang atau organ tubuh
lain
- Klasifikasi
- Proses luka
1. Insisi luka terbuka; nyeri; dalam atau dangkal benda tajam (pisau/pisau bedah)
2. Kontusio/memar luka tertutup; terdapat ekimosis (memar) karena kerusakan
pembuluh darah pukulan dari benda tumpul
3. Abrasi luka terbuka; nyeri kikisan/ penggoresan permukaan
4. Luka tusuk luka terbuka luka tembus ke dalam kulit
5. Luka laserasi luka terbuka (bagian tepi tidak beraturan) jaringan terobek akibat
kecelakaan
6. Luka tembus (penetrasi) menembus organ
7. Luka bakar (combustion)
- Status integritas kulit
1. Luka terbuka (robekan pada kulit atau membran mukosa yang memudahkan masuknya
mikroorganisme) trauma oleh benda tajam atau tumpul (luka tembak, insisi bedah)
-

terjadi kehilangan dara dan cairan tubuh dari luka sehingga fungsi bagian tubuh
menurun
2. Luka tertutup (tanpa robekan pada kulit) terpukul oleh benda tumpul, keselelo,
terpelintir perdarahan internal.
3. Luka akut (proses perbaikannya secara terus menerus) trauma akibat benda tajam
mudah dibersihkan dan diperbaiki, tepi luka bersih dan utuh
4. Luka kronik (gagal melewati proses perbaikan) ulkus
Penyebab
1. Disengaja (akibat terapi) insisi bedah, tusukan jarum dalam keadaan steril
2. Tidak disengaja (kecelakaan) cedera traumatik (pisau atau luka bakar) dalam
keadaan tidak steril
Tingkat keparahan
1. Permukaan (superficial) mengenai lapisan epidermis akibat gesekan (abrasi, luka
bakar tingkat I, luka cukur resiko menimbulkan infeksi
2. Penetrasi (penetrating) menyebabkan rusaknya epidermis, dermis benda asing
yang masuk ke dalam jaringan tubuh (luka tembak, luka tusuk) resiko tinggi
mengalami infeksi
3. Perforasi (perforating) penetrasi yang sampai ke organ bagian dalam.
Kontaminasi terhadap luka
1. Luka bersih luka bedah tertutup yang tidak mengenai saluran perncernaan,
pernapasan dll
2. Terkontaminasi-bersih luka bedah yang mengenai saluran pernapasan, pencernaan
dll
3. Terkontaminasi luka terbuka, treumatik, kecelakaan
4. Terinfeksi
Kualitas deskriptif
1. Laserasi (sisi tidak beraturan) cedera traumatik yang berat (pisau, kecelakaan,
pecahan gelas)
2. Abrasi (luka lecert) luka akibat jatuh
3. Kontusio (benda tumpul) memar
Luka berdasarkan penyembuhan
1. Primary healing penyembuhan segera
2. Secondhary healing adanya luka yang luas dan kehilangan dalam jumlah yang besar
3. Tertiary healing biasanya pada luka setelah dilakukannya pembedahan sehingga
membutuhkna waktu ynag lebih lama.
Kedalaman luka
1. Sebagian epidermis dan dermis
2. Penuh epidermis, dermis, jeringan subkutasn, otot dan tulang.
3. Superficial/permukaan/dangkal abrasi pada bagian atas kulit
4. Partial thickness/ketebalan parsial luka mengenai sebagian kedalaman kulit
folikel rambut, kelenjar minyak (tidak selalu)
5. Full thickness luka mengenaiseluruh ketebalan kulit A (belum ada luka
kehitaman) B ada luka kehitaman
Proses terjadinya
Luka memar benturan pembengkakan (pengiriman cairan dan sel-sel sirkulasi darah
ke jaringan interstisial radang
Perbaikan cedera
1. Fase inflamasi perdarahan setelah cedera dan memicu respon inflamasi
2. Fase detruktif (beberapa jam setelah cedera) luka tersebut kering, sel-sel stratum
basal bermigrasi sepanjang tepi luka ada proses fagosit

3. Fase proliferatif adanya pembuluh darah baru yang diperkuat oleh jaringan ikat.
4. Fase maturasi terjadi reepitelasi dan reorganisasi jaringan ikat.
-

Ulkus dekubitus
Pengertian cedera pada kulit dan jaringan yang biasanya diatas penonjolan tulang,
akibat tekanan atau gaya gesek.
Biasanya dijumpai pada orang-orang yang dirawat di tempat tidur atau penurunan
mobilitas.
Proses terjadinya
Tekanan eksternal yang besar tekanan dasar kapiler menghilangkan aliran darah ke
dalam jaringan sekitarnya jaringan menjadi hipoksia -> cedera iskemi
Tiga elemen dasar terjadinya dekubitus
1. Intensitas tekanan dan tekanan yang menutup kapiler
2. Durasi dan besarnya tekanan
3. Toleransi jaringan
Faktor predisposisi terjadi luka dekubitus pada pasien Gangguan persepsi sensorik ,
Gangguan fungsi motorik, Perubahan tingkat kesadaran, Gips, traksi dan alat ortotik
Faktor yang mempengaruhi pembentukan ulkus dekubitus gaya gesek, friksi,
kelembaban, nutrisi buruk, anemia (kekurangan hemoglobin) kakeksia (malnutrisi),
obesitas, demam, gangguan sirkulasi perifer, usia.
Tingkatan
1. Derajat I kulit berwarna merah, hangat, keras
2. Derajat II -> luka sampai ke epidermis dan dermis, terlihat seperti abrasi, lecet atau
lubang yang dangkal
3. Derajat III luka sampai jaringan subkutas
4. Derajat IV luka sampai otot dan kapsul sendi bahkan tulang sampai keliatan
Komplikasi (III dan IV) infeksi, animea, hipoalbuminea, kematian.
Proses penyembuhan
1. Epitelialisasi keratinosit bermigrasi dan mmbelah diri utk melapisi kembali kulit
atau mukosa yang kehilangan.
2. Kontraksi penutupan spontan dari luka kulit
3. Deposisi kolagen dikirimkannya fibroblast ke tempat cedera dan membetuk kolagen.
4. Fibroplasia fase penyembuhan luka yang ditandai oleh sintesi kolagen,
Penatalaksanaan mengurangi beban jaringan, memberikan perawatan ulkus,
memperbaiki status nutrisi, memonitor penyembuhan dan komplikasi.
Cara pembedahan
1. Debridemen tajam pembedahan oleh dokter dengan cara mengeksisi eskar yang mati
2. Debridemen tajam konservatif mengangkat jaringan nekrotik yang longgar
3. Debridemen mekanik penggunaan perban basah hingga kering dan irigasi luka
bertekanan tinggi untuk melunakan dan mengangkat jaringan mati.

Kebersihan diri
- Suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan
fisik dan psikis
- Faktor yang mempengaruhi perawatan diri citra tubuh, sosial dan budaya, preferensi
pribadi, status sosial ekonomi, pengetahuan
- Ruang lingkup kebersihan diri
1. Kulit menggunakan pakaian yang bersih, mandi atau cuci muka.
Mandi menghilangkan akumulasi minyak, keringat, sel kulit mati dan bakteri.

Cleansing bath complete bed bath (perawat membersihkan seluruh tubuh klien
ditempat tidur), sefl-help bed bath (klien dapat mandi sendiri, tapi untuk bagian
belakang dan kaki membutuhkan perawat), partial bath (yang dibersihkan hanya
bagian yang mau dibersihkan oleh klien), bag bath (10 12 waslap setiap area
dibersihkan dengan kain yang berbeda), towel bath (mirip dengan bag bath), bath tub,
shower (klien rawat jalan)
Therapeutic baths (menenangkan kulit atau mengobati perineum)
2. Mulut menjaga kebersihan mulut, gigi, gusi dan bibir. menggosok gigi 4 kali
sehari setelah makan dan sebelum tidur
3. Rambut dan kulit kepala sampo
4. Parineal atau genital
Pada wanita bersihkan dari pubis ke rektum, bersihkan labia majora dan labia minora
Pada laki-laki bersihkan penis dan skrotum.
5. Mata kain bersih yang sudah dibasuhi air
6. Telinga ujung kain basah yang diputar secara lembut ke dalam saluran telinga
7. Hidung mendengus perlahan ke tisu
8. Kaki dan kuku perendaman untuk melembutkan kutikula dan lapisan sel tanduk,
pemberihan dan menggunting kuku
- Common skin problems masalah yang umum terjadi dikulit
1. Abrasi permukaan kulit yang terkelupas atau lecet luka harus tetap bersih dan
kering karena mudah terinfeksi, angkat klien dari tempat tidur, jangan meariknya
2. Kekeringan yang berlebihan kulit tampak kasar atau bersisik berikan lotiun,
kurangi frekuensi mandi, tingkatkan asupan cairan
3. Jerawat inflamasi dengan papula dan pustula kulit harus bersih, lakukan terapi
4. Eritema kondisi kemerahan karena terpajan matahari atau peningkatan suhu tubuh.
cuci, berikan lotiun meningkatkan penyembuhan dan mencegah kerusakan kulit
5. Ulkus dekubitus
- Peran perawat pemberi asuhan keperawatan, pengubah, advokator, kolaborator,
konselor, dan pendidik
- Tingkatan keadaan klien terkait DPD
1. Total dependent ketika seseorang tidak mampu sama sekali untuk melakukan
aktivitas perawatan diri Wholly Compensatory nursing system perawatan secara
keseluruhan pada klien.
2. Partial dependent ketika seseorang dapat melakukan sebagian atau beberapa aktivitas
perawatan diri Partly Compensatory nursing system perawatan parsial pada klien
3. Independent klien sebenarnya mampu melakukan aktivitas perawatan diri
supportive educative nursing system memberi dukungan dan penjelasan kepada klien
mengenai perawatan diri dan caranya yang baik