Anda di halaman 1dari 4

A.

Baist Khaerul Umam


1127040001
Kimia VI/A

Produksi Radionuklida
Penggunaan radionuklida dalam ilmu fisika dan biologi dapat dibagi menjadi tiga
kategori, yaitu :
-

Radiotracer
Pemindaian 95 % (keperluan medis) SPECT (99mTc, 201Tl, 123I) PET (11C, 13N, 15O, 18F)
Terapi (5 % keperluan medis), brachytherapy (103Pd), targeted therapy (211At, 213Bi).

Parameter fisis yang bisa digunakan yaitu, tipe emisi (, +, -, ), energi emisi, waktu

paruh, dosis radiasi.


Radionuklida dapat diproduksi dengan reaktor nuklir dan akselerator partikel (biasanya
cylotron)

Pemindaian

transmisi

vs emisi

(M. Silari)

Skema peluruhan (M. Silari)

Cara Produksi
Semua

radionuklida

yang

biasa

digunakan

kepada

pasien

dalam bidang nuklir medis diproduksi.


Terdapat 3 cara produksi :
-

REAKSI (n, ) (reaktor nuklir) : nuklida yang diperoleh memiliki kesamaan sifat

kimia dengan nuklida target


Fisi/pembelahan (reaktor nuklir)
Siklotron : Salah satu jenis akselerator melingkar dan digunakan untuk mempercepat
partikel bermuatan listrik

Cara produksi (M. Silari)


Produksi radionuklida dengan reaktor vs akselerator
Produksi radionuklida dengan reaktor dimana peluruhannya secara spontan melalui fisi
nuklir dan menghasilkan reaksi berantai yang menghasilkan banyak proton, neutron, alpha
partikel dll
Reaksi : 235U + n 236U*
Untuk memproduksi isotop yang diinginkan Kita dapat menggunakan berbagai jenis
reaksi seperti :
REAKSI (n, )

Pada reaksi ini, inti yang terbentuk memiliki KELEBIHAN MASSA 1 sma,
dibandingkan dengan inti semula dan melepaskan sinar gamma.

Karena hasil reaksi merupakan isotop dari sasaran, maka terdapat kesulitan untuk
memisahkannya.

Hal itu dikarenakan radioisotop yang terbentuk seakan-akan diencerkan oleh isotop
yang stabil, sehingga radioisotop yang diperoleh memiliki aktivitas yang rendah.

REAKSI (n,p)
Dalam reaksi ini terbentuk nuklida yang berlainan sehingga mudah untuk dipisahkan.
REAKSI (n,)
Dalam reaksi ini nuklida yang dihasilkan berupa radioisotop bebas pengemban,
mudah dipisahkan.
REAKSI (n,f)

Bila U-235 dan Pu-239 ditembak dengan netron, akan terjadi reaksi pembelahan.

Hasil pembelahan ini banyak diperoleh radioisotop sebagai hasil samping.

Dengan daya reaktor yang tinggi, fisi dapat diisolasi secara ekonomis dalam jumlah
yang besar.

REAKSI (n,)

Reaksi (n, ) diikuti dengan peluruhan beta, dimana reaksi (n,) hanya digunakan
sebagai reaksi antara untuk membuat isotop tertentu.

Cara ini berbeda dengan reaksi (n, ) biasa, karena hasilnya akan senantiasa bebas
pengemban.

Produksi radionuklida dengan akselerator

Energi ikat nukleon dalam inti rata-rata 8 MeV

Jika energi dari proyektil yang masuk> 8 MeV, maka reaksi yang dihasilkan akan
menyebabkan ada partikel lain yang harus dikeluarkan dari target inti.

Pemilihan target inti dilakukan dengan hati-hati, pembombardiran terhadap


partikel dan menghasilkan energi, yang memungkinkan untuk menghasilkan
radionuklida yang spesifik.

Hal-hal Penting Dalam Produksi Radionuklida Dalam Akselerator


1. Akselerasi partikel bermuatan terjadi dalam siklotron.
2. Transportasi beam (atau tidak) ke stasiun iradiasi melalui transfer line.
3. Iradiasi target (padat, cair, gas) internal atau eksternal.
4. Reaksi nuklir erjadi di target.

Target
Bahan yang akan diradiasi disebut SASARAN/ target yang dapat berupa padatan, cairan

dan gas.
Internal (beam is not extracted from the cyclotron)
External (extracted beam + beam transport to target)
Untuk mendapatkan sasaran yang baik, perlu diperhatikan beberapa persyaratan sbb:
- Apakah sasaran tersebut mudah diperoleh
- Apakah sasaran tersebut memerlukan
perlakuan
khusus?
- Seberapa jauh sasaran mengalami perubahan fisik dan kimia?
- Apakah sasaran terdiri dari umur yang hanya
menghasilkan jenis radioisotop
-

yang diinginkan
Kemurnian sasaran itu secara kimiawi
Beberapa hal yang dapat menyebabkan adanya kontaminasi pada sasaran adalah

adanya reaksi (n,p) dan (n,), kombinasi dari sasaran dan kelimpahan dari sasaran.
Misalnya: produksi Na-24, lebih baik menggunakan sasaran Na 2CO3 daripada NaCl,
karena hanya akan terbentuk Na-24, sedangkan bila digunakan NaCl dapat terjadi
kontaminasi

Cl-38, P-32, S-35 sehingga menyulitkan dalam pemisahannya.

Radionuklida Untuk Terapi


Produk peluruhan LET

tinggi

(Auger

elektron,

partikel

beta

atau

partikel alfa).
Radionuklida

menentukan tumor.
Beta memancarkan radionuklida yang kaya neutron umumnya diproduksi dalam reaktor.

terkait

dengan

molekul

biologis

aktif

yang

dapat

Generator radionuklida

Generator isotop adalah suatu sistem yang terdiri dari 2 macam radionuklida,
dimana satu radionuklida mempunyai waktu paruh panjang dan menghasilkan

radioisotop yang lain yang mempunyai waktu paruh lebih rendah.


Aktivitas sistem ini menurun mengikuti waktu paruh induk dan primitip

generator ini adalah memisahkan nuklida anak dari induknya.


Dengan cara ini memungkinkan pemakaian radioisotop dengan waktu paruh

pendek pada tempat yang jauh dari pusat reaktor.


Hal ini penting pada bidang kedokteran mengingat radioisotop yang dihasilkan
mempunyai waktu paruh pendek sehingga tidak membahayakan pasien.