Anda di halaman 1dari 4

ETIOLOGI

Beberapa tumor ganas yang sering bermetastasis ke tulang antara lain :


1. Ca. Prostat
Paling sering bagi pria, hampir semua jenis osteblastik.
2. Ca. Mammae
Paling sering bagi wanita, kira - kira 2/3 kasus menunjukkan metastasis ke tulang.
Hampir semuanya jenis osteolitik, kira-kira 10% osteoblastik, 10% campuran.
3. Ca. Paru
1/3 dari kasus, hampir semua jenis osteolitik
4. Ca. ginjal
sering soliter sehingga sulit dibedakan dari tumor primer, jenisnya adalah osteolitik.
PATOFISIOLOGI
Penyebaran sel kanker primer terjadi melalui tiga mekanisme yaitu: penyebaran langsung
ekspansi, melalui aliran vena, emboli tumor yang menyebar melalui sirkulasi darah.
Metastasis suatu kanker atau karsinoma adalah penyebaran sel - sel kanker keluar dari tempat
asalnya (primary site) ke tempat lain atau bagian tubuh yang lain. Sel - sel kanker dapat
keluar dari suatu tumor primer menjadi ganas, dan kemudian menyebar ke bagian tubuh
lainnya melalui peredaran darah ataupun aliran limfe. Metastasis juga dapat terjadi melalui
penyebaran langsung. Apabila sel kanker melalui aliran limfe, maka sel - sel tersebut dapat
terperangkap di dalam kelenjar limfe, biasanya yang terdekat dengan lokasi primernya.
Apabila sel berjalan melalui peredaran darah, maka sel - sel tersebut dapat menyebar ke
seluruh tubuh, mulai tumbuh, dan membentuk tumor baru.
MANIFESTASI KLINIK

Nyeri tulang.
Nyeri tulang adalah gejala yang paling sering dijumpai pada proses metastasis ke tulang
dan biasanya merupakan gejala awal yang disadari oleh pasien. Nyeri timbul akibat
peregangan periosteum dan stimulasi saraf pada endosteum oleh tumor. Nyeri dapat

hilang-timbul dan lebih terasa pada malam hari atau waktu beristirahat.
Fraktur
Adanya metastasis ke tulang dapat menyebabkan struktur tulang menjadi lebih rapuh dan
beresiko untuk mengalami fraktur. Kadang -kadang fraktur timbul sebelum gejala gejala lainnya. Daerah yang sering mengalami fraktur yaitu tulang - tulang panjang di

ekstremitas atas dan bawah serta vertebra.


Penekanan medula spinalis

Ketika terjadi proses metastasis ke vertebra, maka medula spinalis menjadi terdesak.
Pendesakan medula spinalis tidak hanya menimbulkan nyeri tetapi juga parese atau mati

rasa pada ekstremitas, gangguan miksi, atau mati rasa disekitar abdomen.
Peninggian kadar kalsium dalam darah
Hal ini disebabkan karena tingginya pelepasan cadangan kalsium dari tulang. Peninggian
kalsium dapat menyebabkan kurang nafsu makan, mual, haus, konstipasi, kelelahan, dan

bahkan gangguan kesadaran.


Gejala lainnya
Apabila metastasis sampai ke sumsum tulang, gejala yang timbul sesuai dengan tipe sel
darah yang terkena. Anemia dapat terjadi apabila mengenai sel darah merah. Apabila sel
darah putih yang terkena, maka pasien dapat dengan mudah terjangkit infeksi.
Sedangkan gangguan pada platelet, dapat menyebabkan perdarahan.

DIAGNOSIS
1. Foto polos tulang
Foto tulang atau pemeriksaan skeletal, memberikan informasi tentang penyebaran
tumor pada tulang seperti ukuran dan bentuknya secara umum (pada umumnya jika
sudah metastase ditemukan lebih dari satu lesi). Pada foto tulang biasanya muncul
gambaran berupa bintik hitam. Tetapi pada foto tulang biasanya tidak muncul kecuali
jika telah terjadi kerusakan pada separuh jaringan pada tulang tersebut.
2. Bone Survey (foto polos seluruh tubuh)
Bone Survey atau pemeriksaan tulang - tulang secara radiografik konvensional adalah
pemeriksaan semua tulang - tulang yang paling sering dikenai lesi - lesi metastatik
yaitu skelet, ekstremitas bagian proksimal. Sangat jarang mengenai distal siku atau
lutut. Apabila dicurigai adanya tumor yang bersifat metastasis atau tumor primer yang
dapat mengenai beberapa bagian tulang.
Foto bone survey dapat memberikan gambaran klinik yaitu :
Lokasi lesi lebih akurat apakah daerah epifisis, metafisis, dan diafisis atau pada
organ-organ tertentu.
Apakah tumor bersifat soliter atau multiple.
Jenis tulang yang terkena.
Dapat memberikan gambaran sifat - sifat tumor
3. CT scan
CT menghasilkan gambaran jaringan dan kontras yang sempurna. Destruksi tulang
dan deposit sklerotik dapat terlihat, dan setiap perluasan metastase tulang pada
jaringan juga dapat ditunjukkan. CT merupakan cara yang sesuai untuk mendiagnosis
metastase tulang belakang, namun tidak semua gambaran dari tulang belakang dapat
terlihat. CT sangat berguna untuk penilaian lanjut pada pasien yang tidak didapati

kelainan melalui foto polos tulang tetapi menunjukkan gejala - gejala adanya
metastasis. Pada CT Scan dapat terlihat osteolitik, osteoblastik dan campuran.
4. MRI
MRI mempunyai kelebihan dari CT dalam menghasilkan gambar. MRI dapat
memberikan informasi adanya tumor dalam tulang, tumor berekspansi ke dalam sendi
atau ke jaringan lunak. Deteksi metastase tulang oleh MRI tergantung dari intensitas
MR pada jaringan dan sumsum tulang normal.
5. Scintigraphy (nuclear medicine)
Skintigrafi adalah metode yang efektif sebagai skrining pada seluruh tubuh untuk
menilai metastasis ke tulang. Edelstyn, mendapatkan bahwa lesi metastase tulang baru
akan tampak pada pemeriksaan radiodiagnostik apabila telah terjadi demineralisasi
sebanyak 50 - 70%. Pemeriksaan ini berbeda dengan pemeriksaan radiografi,
sehingga adanya proses metastase pada tulang yang dini sekalipun dapat cepat
terdeteksi.
TATALAKSANA
1. Bisfosfonat
Bisfosfonat berfungsi untuk menekan laju destruksi dan pembentukan tulang yang
berlebihan akibat metastasis. Bisfosfonat mengurangi resiko fraktur, mengurangi rasa
sakit, menurunkan kadar kalsium dalam darah, dan menurunkan laju kerusakan tulang.
2. Kemoterapi dan terapi hormonal
Obat-obat kemoterapi digunakan untuk membunuh sel-sel kanker didalam tubuh.
Kemoterapi dapat diberikan per-oral maupun intravena. Terapi hormon digunakan untuk
menghambat aktivitas hormon dalam mendukung pertumbuhan kanker. Sebagai contoh,
hormon seperti esterogen dapat meningkatkan pertumbuhan beberapa jenis kanker
seperti kanker payudara. Tujuan kemoterapi dan terapi hormonal adalah untuk
mengontrol pertumbuhan tumor, mengurangi nyeri, dan mengurangi resiko terjadinya
fraktur.
3. Radioterapi
Radioterapi berguna untuk menghilangkan nyeri dan mengontrol pertumbuhan tumor di
area metastasis. Radioterapi juga dapat dapat digunakan untuk mencegah fraktur atau
sebagai terapi pada kompresi medula spinalis.
4. Pembedahan
Pembedahan dilakukan untuk mencegah atau untuk terapi fraktur. Biasanya pembedahan
juga dilakukan untuk mengangkat tumor. Dalam pembedahan mungkin ditambahkan
beberapa ornament untuk mendukung struktur tulang yang telah rusak oleh metastasis.
5. Terapi lainnya

Terapi lain yang bisa digunakan yaitu terapi simptomatik baik medikamentosa maupun
nonmedikamentosa untuk mengurangi nyeri. Beberapa kombinasi obat yang digunakan
untuk mengatasi nyeri pada metastasis tulang antara lain tipe NSAID seperti Aspirin,
Ibuprofen, Naproxen yang menghambat prostaglandin. Pendekatan non medikamentosa
seperti terapi panas dan dingin, terapi relaksasi, dan terapi matras.
KOMPLIKASI
Metastase tulang dapat merusak dan memperlemah tulang, dan dapat pula mengganggu
fungsi normal dari tulang tersebut. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi yang serius,
kejadian ini disebut sebagai skeletal related events (SREs). Adapun komplikasi pada tulang
yang dapat menyebabkan nyeri dan kelumpuhan, antara lain :

Fraktur tulang
Fraktur dan kerusakan tulang yang diakibatkan oleh metastase, penyembuhannya lebih
lama daripada fraktur tulang yang normal.
Kerusakan jaringan saraf pada tulang belakang
Metastase tulang dapat merusak kolumna vertebra (tulang - tulang dari tulang belakang)
dan dapat menyebabkan kompresi pada jaringan saraf dalam tulang belakang. Tekanan
tersebut dapat menyebabkan nyeri dan paralysis. Masalah ini disebabkan oleh metastase
tulang dimana terjadi terlalu banyak pelepasan kalsium dari tulang ke dalam darah. Hal
ini disebut sebagai hiperkalsemia maligna. Dan apabila tidak diobati, hiperkalsemia ini
dapat menjadi serius dan berakhir dengan koma.