Anda di halaman 1dari 8

Kelebihan dan Kekurangan Struktur Baja

Kelebihan Baja

Kuat tarik tinggi.

Tidak dimakan rayap

Hampir tidak memiliki perbedaan nilai muai dan susut

Bisa di daur ulang

Dibanding Stainless Steel lebih murah

Dibanding beton lebih lentur dan lebih ringan

Dibanding alumunium lebih kuat

Kekurangan Baja :

Bisa berkarat.

Lemah terhadap gaya tekan.

Tidak fleksibel seperti kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai profile

Tidak kokoh

Tidak tahan api

Aplikasi Konstruksi Baja Pada Bangunan


Banyak kita jumpai berbagai bangunan dan jembatan yang menggunakan baja sebagai struktur
utamanya. Contohnya, jembatan kereta api dan jembatan jalan raya yang melintasi sungai yang
cukup lebar. Kemudian ada bangunan pabrik maupun gudang yang besar. Jembatan terpanjang di
Indonesia saat ini, yakni Jembatan Suramadu, juga menggunakan kabel baja sebagai strukturnya.
Sebenarnya, apa sih struktur baja itu? Apakah dia memiliki keunggulan dibanding beton?
Ada 3 jenis struktur baja yang sering diterapkan sebagai struktur bangunan:
Tipe Rangka atau frame structure
Dengan menyusun batang baja dengan bentuk struktur tertentu, batang baja mampu memperkuat
satu sama lain. Hal ini banyak diterapkan pada struktur atap, bangunan pabrik, pergudangan,
jembatan serta tower BTS (Base Transceiver Station) operator seluler. Yang populer di dunia,
adalah Menara Eiffel, yang sebagian besar menggunakan batang-batang baja yang disusun secara
struktural hingga bisa berdiri megah hingga kini.
Tipe cangkang atau shell-type structure
Struktur baja tipe cangkang diterapkan pada bangunan stadion, gelora, maupun bangunan lain
yang membutuhkan kubah / dome diatasnya. Salah satu contoh adalah struktur atap pada
Sapporo Dome, salah satu stadion yang dipakai dalam Piala Dunia 2002.
Tipe suspensi atau suspension-type structure
Suspensi bisa juga disebut tarikan. Baja pada sistem struktur ini menahan beban dengan kekuatan
tarikannya. Contohnya, biasa dimanfaatkan sebagai kabel baja pada jembatan.

Baja memiliki kekuatan tarik yang tinggi, jauh lebih tinggi dibanding beton. Bila diberi gaya
tarikan terus menerus hingga melewati batas elastisitasnya, baja akan mengalami regangan yang
cukup besar sebelum benar-benar runtuh.
Artinya, gedung berstruktur baja, saat mengalami stress yang hebat -semisal gempa bumi- tidak
akan langsung rubuh. Biasanya akan meregang dulu (miring), baru kemudian bila gaya sudah
melebihi batas kritis, baru bangunan tersebut akan patah / runtuh. Sama halnya pada struktur
jembatan. Hal ini memberi kesempatan bagi penghuni gedung untuk menyelamatkan diri.
Beda dengan beton biasa yang akan langsung runtuh bila gaya melebihi batas kritisnya.
Baja sering digunakan sebagai struktur utama bangunan karena memiliki beberapa keunggulan:
1. Mempunyai kekuatan yang tinggi meski berukuran lebih ringkas daripada beton. Sehingga
dapat mengurangi ukuran struktur, serta mengurangi beban sendiri struktur. Baja sangat cocok
diterapkan pada struktur jembatan. Beton jauh lebih berat dibandingkan baja.
2. Homogenitas tinggi. Baja bersifat homogen, sehingga kekuatannya merata. Beda dengan beton
yang merupakan campuran dari beberapa material penyusun, tidak mudah mengatur agar kerikil
dan pasir bisa merata ke semua bagian beton.
3. Keawetan tinggi. Baja akan tahan lama bila perawatan yang dilakukan terhadapnya sangat
baik. Misalnya, rutin mengecat permukaan baja agar terhindar dari korosi.
4. Bersifat elastis. Baja berperilaku elastis sampai tingkat tegangan yang cukup tinggi. Baja akan
kembali ke bentuk semula asalkan gaya yang terjadi tidak melebihi batas elastisitas baja.
5. Daktilitas baja cukup tinggi. Selain mampu menahan tegangan tarik yang cukup tinggi, baja
juga akan mengalami regangan tarik yang cukup besar sebelum runtuh. Seperti yang saya
jelaskan diatas.
6. Kemudahan pemasangan dan pengerjaan. Penampang baja bisa dibentuk sesuai yang
dibutuhkan. Penyambungan antar elemen pada struktur baja juga mudah, hanya tinggal
memasangkan baut atau bisa menggunakan las, sehingga akan mempercepat kegiatan proyek.
Meski demikian, baja juga memiliki kelemahan sebagai struktur:
1. Pemeliharaan rutin. Baja membutuhkan pemeliharaan khusus agar mutunya tidak berkurang.
Konstruksi baja yang berhubungan langsung dengan udara atau air harus dicat secara periodik.
2. Baja akan mengalami penurunan mutu secara drastis bahkan kerusakan langsung karena
temperatur tinggi. Misalnya saat terjadi kebakaran.
3. Baja memiliki kelemahan tekuk pada penampang langsing.
Sekarang ini, banyak juga yang memanfaatkan baja ringan sebagai sistem rangka atap. Selain
murah, ringan, dan pengerjaannya mudah, baja juga lebih awet.
Baja sudah banyak menggantikan peran kayu dalam konstruksi. Jaman kayu sebagai atap
mungkin sudah hampir punah. Mengingat hutan-hutan di seluruh Indonesia sudah dibabat habis
oleh para penebang kayu. Bisa-bisa hutan kita akan gundul semua bila kita terus menggunakan
kayu sebagai bahan bangunan

Untuk meminimalkan kerugian yang timbul akibat kerusakan konstruksi gedung, jembatan, dan
infrastruktur lain, yang disebabkan oleh gempa, struktur baja tahan gempa jadi hal penting.
Indonesia adalah negara kepulauan, tempat pertemuan dua lempengan besar sehingga rentan
gempa bumi. Demikian ungkap Irvan K. Hakim, Co Chairman Indonesian Iron and Steel
Industry Associatioan (IISIA) pada saat seminar IISIA 2010 yang digelar Senin (16/12). Marzan
A. Iskandar, kepala BPPT menambahkan, "Oleh karena itu, struktur baja tahan gempa sangat
penting."
Konstruksi bangunan tahan gempa diawali dengan filosofi desain dan struktur bangunan. BPPT
mampu melakukan audit teknologi proses konstruksi baja tahan gempa dari segi keselamatan
publik
serta
pengawasan
keselamatan
dalam
masa
konstruksi.
Baja, menurut Marzan, merupakan material bangunan yang lebih baik daripada beton. "Baja
punya sifat elastis, tidak patah, dan cepat dibangun," jelas Marzan.

3. SIFAT MATERIAL BAJA


3.1. Umum
Material baja unggul jika ditinjau dari segi kekuatan, kekakuan dan daktilitasnya. Jadi
tidak mengherankan jika di setiap proyek-proyek konstruksi bangunan (jembatan atau gedung)
maka baja selalu ditemukan, meskipun tentu saja volumenya tidak harus mendominasi.Tinjauan
dari segi kekuatan, kekakuan dan daktilitas sangat cocok dipakai mengevaluasi struktur yang
diberi pembebanan. Tetapi perlu diingat bahwa selain kondisi tadi akan ada pengaruhlingkungan
yang mempengaruhi kelangsungan hidup struktur bangunannya. Jadi pada suatukondisi tertentu,
suatu bangunan bahkan dapat mengalami kerusakan meskipun tanpa
diberikan beban sekalipun (belum berfungsi). Jadi ketahanan bahan material konstruksi terhadapl
ingkungan sekitarnya adalah penting untuk diketahui agar dapat diantisipasi baik.
3.2. Material buatan pabrik
Kelebihan material baja dibandingkan material beton atau kayu adalah karena buatan
pabrik,yang tentunya mempunyai kontrol mutu yang baik. Oleh karena itu dapat dipahami
bahwakualitas material baja yang dihasilkannya relatif
homogen
dan
konsisten
dibanding materiallain, yang berarti juga
lebih dapat diandalkan mutunya
.Di sisi lain karena merupakan hasil produk industri, maka agar prosesnya menguntungkan
harusdiusahakan mencapai kondisi optimum. Untuk itu diperlukan suatu kuantitas tertentu
yangterkesan relatif monoton serta tidak mudah dibuat variasinya. Itulah pentingnya dibuat
standarisasi

bentuk profil. Dari tabel profil baja yang ada terlihat banyak sekali profil yang

tersedia, tetapi dalam kenyataannya jika peminatnya relatif sedikit maka profil yang
jarangdipakai tentunya tidak diproduksi banyak. Jadi akhirnya tidak semua profil pada tabel
dapatdipilih. Hanya profil-profil tertentu yang memang umum (banyak) digunakan. Hal ini
perludiketahui insinyur perencana konstruksi baja, jangan hanya berpedoman teoritis hitungan,
karenakalau sampai mengubah profil rencana dengan profil tersedia, kemungkinan berubah pula
detailsambungan yang dibuat. Jika ini tidak dipikirkan waktu dapat terbuang sia-sia.Tidak ada
jaminan bahwa lokasi pabrik baja akan berdekatan dengan proyek atau bengkelfabrikasi,
sehingga panjang profil baja ditentukan oleh kemampuan
kendaraan transportasi
pengangkut (truk atau kapal) dan
jalur transportasi
(darat atau air) yang akan dilaluinya.
3.3. Ketahanan korosi
Baja unggul ditinjau dari segi kemampuannya menerima beban, tetapi ketika dibiarkan
tanpa perawatan khusus di lingkungan terbuka, terlihat lemahnya. Baja yang unsur utamanya bes
imengalami korosi, yaitu suatu proses elektrokimia. Jika itu terjadi, maka pada bagian besi
yang bertindak sebagai anode akan terjadi oksidasi yang merusak dan menghasilkan karat besiFe
2O3.nH2O, zat padat berwarna coklat kemerah-merahan. Volume baja berkurang karenamenjadi
karat tadi. Mengenai bagian besi yang bertindak sebagai anode dan bagian mana
yang bertindak sebagai katode tergantung pada banyak faktor, misalnya zat pengotor, atau adany
a perbedaan rapatan logam itu, atau ada jenis logam lain yang bersinggungan.Kemungkinan
terjadinya korosi pada baja merupakan kelemahan konstruksi baja disbandingkontruksi beton.
Oleh sebab itu saat perencanaan faktor ini harus diantisipasi dengan baik.Korosi yang terjadi
pada konstruksi baja adalah ibarat kanker, senyap tetapi akibatnya biassangat mematikan.
Bahkan itu dapat terjadi di negara maju sekalipun, yang mana sebenarnyatelah banyak dilakukan
penelitian tentang hal itu, tetapi ternyata bisa juga kecolongan.

Meskipun umur konstruksi relatif masih muda (+ 40 tahun), tetapi jembatan I-35 di
sungaiMississippi, Minneapolis, Minnesota, USA, yang dibangun tahun 1967 tiba-tiba runtuh
pada hariRabu, tanggal 1 Agustus 2007. Kebetulan saat jam sibuk. Setelah melalui penyelidikan
diketahui bahwa penyebabnya adalah korosi logam (Sumber : en.wikipedia.org).Kata kunci
pencegahannya adalah selalu waspada, saat awal perlu hati-hati dalam pemilihansistem
pencegahan korosi yang tepat dan terakhir dukungan perawatan yang berkelanjutan.
3.4. Perilaku pada suhu tinggi
Bangunan konstruksi baja memang tidak akan terbakar jika terkena panas api saat
kebakaran,tetapi akibat suhu yang tinggi dapat mengalami penurunan kekuatan drastis, bahkan
tidak kuatmemikul berat sendiri. Sehingga bila terjadi kebakaran yang lama maka bisa saja
fungsi sebagaistruktur pemikul beban menjadi hilang dan bangunan mengalami keruntuhan total.