Anda di halaman 1dari 3

Pohon Filogeni Invertebrata dan Vertebrata

1. Filogeni Invertebrata dan Vertebrata


KingdomAnimalia biasanya dibagi menjadi dua kelompok utama: invertebrata
dan vertebrata. Vertebrata dibedakan oleh adanya tulang punggung dan merupakan
organisme tentang hewan seperti ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia. Invertebrata
terbagi menjadi 8 filum meliputi Porifera, Cnidaria, Platyhelminthes, Nematoda,
Annelida, Arthropoda, Mollusca, Echinodermata.
Evolusia vertebrata dimulai dari nenek moyang berupa protista yang hidup di
laut. Ketika itu evolusi biologis berlangsung semakin cepat dibandingkan dengan
evolusi biologis pertama kali. Protista bercabang tiga, dimulai dari filum Porifera,

filum Cnidaria, dan filum Platyhelminthes. Plathyhelminthes bercabang tiga, cabang


pertama bercabang tiga lagi menjadi filum Mollusca, filum Annelida, dan filum
Arthropoda. Cabang kedua menjadi filum Nematoda. Sedangkan cabang ketiga menjadi
dua filum yaitu Echinodermata dan filum Chordata.
Salah satu filum yang muncul tiba-tiba pada jaman Kambrium adalah Chordata,
makhluk yang memiliki sistem saraf pusat yang terlindung dalam suatu tengkorak dan
notochord atau tulang belakang. Vertebrata adalah satu bagian dari chordata. Dari
evolusi invertebrata dapat diketahui bahwa evolusi vertebrata berasal dari nenek
moyang

berupa

Echinodermata

(Campbell,

2003:247).

Echinodermata

akan

berkembang menjadi Echinodermata modern yang ada sekarang ini, misalnya bintang
laut, bulu babi, Hemichordata, Chordata primitif (seperti Tunicata dan Lanceleolatus).
Vertebrata modern meliputi Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia. tidak
semua vertebrata memiliki tulang punggung atau kerangka terbuat dari tulang. Bentuk
yang lebih primitif, seperti hiu dan pari yang memiliki kerangka seluruhnya terbuat dari
tulang rawan.Evolusi vertebrata merupakan transisi dari air ke darat. Setelah di darat,
vertebrata berkembang, untuk menempati beragam habitat dan gaya hidup yang sangat
aktif. Awal dalam sejarah evolusi vertebrata adalah ikan. Ikan awalnya tidak memiliki
rahang. Mereka lebih memilih menghisap daging mangsa daripada menggigitnya.
Contohnya hagfish dan lamprey. Ikan yang muncul kemudian, termasuk hiu dan ikan
bertulang yang memiliki rahang. Rahang jauh lebih efisien dan efektif digunakan untuk
menangkap, makan, dan menelan mangsanya.
Agar vertebrata berhasil di darat, mereka harus bisa bernapas dan bergerak di
sekitar. Adaptasi ini pertama kali terlihat dalam kelompok primitif ikan, contohnya
lungfish. Meskipun mereka mengambil oksigen terutama melalui insang, mereka juga
memiliki paru-paru. Sirip yang berdaging didukung oleh tulang, dan mereka bisa
berjalan-jalan di habitatnya. Amfibi diperkirakan telah berevolusi dari ikan seperti ini.
Untuk hidup secara eksklusif di darat membutuhkan kemampuan untuk
menghindari dehidrasi. Adaptasi berikutnya dalam evolusi vertebrata termasuk kulit
yang bertindak sebagai penghalang kedap air. Berkembang dari amfibi, reptil adalah
kelompok vertebrata pertama yang menunjukkan adaptasi ini. Reptil juga memiliki apa
yang disebut telur amniote. Telur amniote mengandung pasokan air mereka sendiri dan

dikelilingi oleh cangkang yang keras. Burung diketahui telah berevolusi dari reptil, juga
memiliki amniote telur. Bulu mereka benar-benar dimodifikasi oleh sisik.
Burung dan mamalia memiliki adaptasi yang dikenal sebagai endotherm. Hal ini
terjadi karena suhu tubuh diatur secara internal menggunakan panas yang disediakan
oleh pembakaran makanan untuk bahan bakar. Dengan adaptasi ini, burung dan
mamalia telah berevolusi lebih lanjut untuk memiliki beragam cara makan,
menghindari predator, menemukan habitat yang cocok, dan bereproduksi.