Anda di halaman 1dari 6

merupakan modulus Young dan merepresentasikan Poisson rasio dari material bola.

Pada
eff

bagian

Rmm ' = ( , ) / ( + , ) merepresentasikan radius efektif, dimana = +

merupakan perpindahan dengan adalah radius material yang

berinteraksi. A adalah parameter dissipasi [11,12,13],


12 v mm

(1v 2m m )

2
3
1 m m
Amm =

3 3 m + 2 m
'

'

'

'

'

konstanta viskos dan berkaitan dengan tensor dissipative stress [11,12].


Ada beberapa formulasi yang diperuntukan untuk komponen tangensial

FTmm ,

( r ,t ) .

Seperti viskositas, elastisitas juga gaya gravitasi merupakan penyusun komponen tangensial ini.
Formulasi ini selalu diasumsikan bahwa material saling sliding satu sama lain pada kasus
dimana kondisi potensial Coulomb

N
T

F mm ,
F mm ,

viskos juga bisa muncul [14]. Ini menunjukkan bahwa


efektifnya ialah

eff

mmm ' mm mm /(m m +m m )


'

'

muncul, dan beberapa hambatan

Fmm ,

( r ,t ) meff
mm ' , dimana massa

[6]. Karena pada kasus ini, perbandingan yang

sangat jauh antara massa bola dengan massa powder

m p /mb 0

eff
maka mbp mp , maka gaya

tumbuk tangensial dapat diabaikan untuk pendekatan yang lebih baik.


normalnya hampir mendominasi keseluruhan potensial impact, yaitu

Fimp
mm ,

Potensial impact
N
( r ,t )
F mm
, ( r ,t )

. Hal ini menghasilkan potensial impact seperti tertulis pada Pers. (2.4) yang berhubungan
dengan persamaan Euler Lagrange,
dV d dv

F=
+ ( )
d r dt d v

karena pengaruh kecepatan material muncul hanya pada komponen tangensial

Fmm ,

( r ,t )

[12].
Disamping interaksi antar-material itu sendiri, juga dimungkinkan adanya potensial
eksternal yang bekerja didalam sistem. Misalnya pada bola, karena ukurannya yang cukup besar
maka potensial gravitasi akan muncul,
Zm

gr av
ext

nm

=mm G
i=1

disini, G adalah konstanta gravitasi. Sedangkan untuk material powder potensial ini menjadi
tidak begitu berarti karena ukurannya yang sangat kecil.
Disamping itu, bisa juga dengan sengaja diberikan medan elektromagnetik eksternal yang
menyelimuti sistem untuk memberikan pengaruh muatan pada material. Potensial ini dihasilkan

E +
vm
B
EM
oleh gaya Lorentz,
Fm =Qm ), menghasilkan,

v m 1 .
A

nm

V EM
ext =Q m
i =1

yang sesuai dengan Pers. (2.7). dan adalah elektromagnetik skalar dan potensial vektor yang

terkait dengan medan listrik dan magnet

E=

A
dan
B=

A
. Cakupan potensial
t

shift elektromagnetik bagian kinetik pada Pers. (2.2) seperti berikut,


2
p m iQm
A + nm Qm
nm

1
H 0 H 0+ EM =

2 mm
i=1

Fokus pada pembahasan proses terbentuknya material dengan ukuran baru, maka dinamika
powder akan lebih dikhususkan. Dari Pers. (2.1), (2.2), (2.3), (2.4) dan (2.9), Hamiltonian total
untuk powder menjadi,
H p=
2
p m iQm
A +n m Q m
np

2 mp
i=1
pp ij

F imp
pp ij

0
np

np

2 i( j) j =1
pp ij

imp

F pp ij

0
np

j =1

np

m ;b , v i=1

untuk 0. Dua potensial terakhir merepresentasikan potensial impact total seluruh powder;
powder dengan vial; powder dengan bola. Interaksi antar-bola
dengan vial

imp

V bb

dan interaksi antara bola

V imp
bv tidak perlu dihitung karena tidak berpengaruh pada powder. Disini terlihat

kemudahan dari metode Hamiltonian.

Ini yg C
untuk energi bebas,
P m=

F m F m
=
V
V

untuk tekanan didalam vial dengan volume V.


Untuk melihat kontribusi interaksinya, maka dapat dilakukan normalisasi fungsi partisinya yaitu,
nm

Zm
Z =
=
Z0m
'
m

d p i d r iexp dt H m

i=1
0

nm

d p iexp dt H m
i=1

dan selanjutnya,
P'm=F 'm

Fm Zm
=
F0m Z0m

Dengan mengintegralkan terhadap waktu (t), secara langsung dapat diperoleh fungsi partisi
bergantung waktu. Integral

merupakan integral Gaussian decoupled. Untuk kasus Pers.

(2.11) dihasilkan,
np

np

2 mp 2
d r iexp dt H ' p

i=1
0
Z p =
nm

Z ' p = d r i exp dt H ' p


i=1

dimana normalisasi Hamiltonian interaksinya menjadi,


pp ij

Fimp
pp ij

np

H ' p=n p Q p

np

1

2 i ( j ) j=1

pp ij

F imp
pp ij

0
np

j =1

np

m ;b , v i=1

Dari persamaan diatas, jelas bahwa hanya potensial skalar pada medan elektromagnetik
eksternal yang memberikan kontribusi pada energi total sistemnya. Dengan kata lain medan

magnet B

tidak memberikan pengaruh kepada sistem ball-mill, sedangkan medan listrik

berpengaruh.
Untuk mengobservasi lebih jauh, maka diperlukan integrasi terhadap
5

pp ij2
n
n
pp
2
Q p
Reff
2 pp
15 i ( j) j=1 1v pp
p

nm

Z ' p= d r i exp
i=1

ij

np

5
2
pm ij
nm


pm

4
1v 2 Reffpm
15 m
;b , v i =1 j=1
pm
Dari hasil diatas, besaran temodinamik terlihat jelas tidak dipengaruhi oleh bagian dissipasi,
bagian kedua pada Pers. (2.5). Kemudian juga dihasilkan,
P' m=1 F 1(

2mp
)

untuk pengintegralan yang sama. Berurutan dengan,


5

pp ij2
np

n
n
pp
2
F 2 d r i Q p
Reff
2 pp
15 i( j) j =1 1v pp
i=1
p

np

5
2
pm ij
nm


pm

4
1v 2 Reffpm
15 m
;b , v i =1 j=1
pm
Persamaan diatas mengisyaratkan perilaku umum untuk tekanan bergantung-temperatur,
struktur geometris dan pergerakan vial yang terangkum didalam fungsi energi bebas, . Dari

Pers. (2.21) juga terlihat daerah dengan arti fisis untuk

2 m p K B 1
0<T <

dan

T T th

. Kondisi

ini equivalent dengan,


F K B T th (2 m p K B T th )

dan

T th

nilainya selalu lebih besar dari

temperatur terlihat jelas pada Gambar 2.3.

2 mp K B 1
. Perilaku tekanan bergantung