Anda di halaman 1dari 49

KASUS GIT

KASUS 1
Seorang Mahasiswa berumur 18 tahun datang ke poliklinik unram dengan keluhan nyeri ulu hati
yang dialami sejak kemarin.. Mahasiswa tersebut juga merasa mual dan ingin muntah. Sejak
kuliah dia memang sudah sering mengalami keluhan yang sama, namun beberapa hari terakhir
keluhan memberat. Dari anamnesa dokter diketahui belakangan ini ia memang sangat sibuk
dengan tugas kuliah sehingga merasa stress dan sering telat makan. Tentukan pengobatan yang
rasional pada pasien ini dan tuliskan resepnya dengan benar.
a. Permasalahan
Nyeri ulu hati
Mual
Ingin muntah
Keluhan semakin memberat (pasien sibuk dengan tugas kuliah (stress) dan sering telat
makan)
Diagnosa: suspect gastritis akut
b. Tujuan terapi
Terapi simptomatis: mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri ulu hati, mual dan ingin
muntah.
Istirahat dan diet yang baik dan sesuai
c. Daftar kelompok obat yang manjur sesuai tujuan terapi
Terapi simptomatis :
Penetral asam lambung : Antacid
Mengurangi atau menghentikan asam lambung: Antacid, Proton Pump Inhibitor (PPI),
Antagonis H2 Receptor
d. Penilaian kelompok obat yang manjur
Golongan obat yang dapat mengurangi atau menghentikan asam lambung
Antacid
Efficacy:
Mekanisme kerja: Mengurangi keasaman lambung dengan menetralisir asam lambung
(HCl). Antasida melindungi mukosa lambung terhadap asam (dengan netralisasi) dan
terhadap pepsin (yang menjadi inaktif pada pH di atas 5 dan diinaktifkan oleh tambahan
aluminium dan magnesium).
Farmakokinetik: antacid memiliki perbedaan dalam tingkat absorbsinya dan efeknya
terhadap konsistensi feses. Mudah terabsorbsi dalam usus. (Mg[OH] 2)efek laksatif dan
(Al[OH]3)efek konstipasi.
Safety:
Efek samping: alkalosis sistemik, retensi cairan (NaHCO 3), hiperkalsemia, nefrolitiasis,
milk-alkaline syndrome (CaCO3), konstipasi, hipofosfatemia (Al[OH]3), diare,
hipermagnesia (pada penderita insufisiensi ginjal) (Mg[OH]2).
1

Suitability:
Kontraindikasi: pasien dengan gangguan ginjal.
Cost: Rp. 30 Rp. 2700
H2 reseptor antagonist
Efficacy:
Mekanisme kerja: Terikat secara selektif dan berkompetisi dengan reseptor histamine H 2
pada membran basolateral sel parietal. Menghambat pelepasan asam lambung dari
histamine dengan menghambat asetilkolin dan gastrin yang berhubungan dengan sekresi
asam.
Safety:
Efek samping: hipotensi, efek samping yang jarang: Sakit kepala, kelelahan, bingung, rash,
diare, konstipasi, sedasi, ginekomasti, libido berkurang, impoten.
Suitability:
Kontraindikasi: penderita yang hipersensitif terhadap obat-obat yang termasuk golongan
H2 reseptor antagonist.
Cost: Rp. 72 Rp. 200
PPIs (proton pump inhibitors)
Efficacy:
Mekanisme kerja: secara irreversible memblok H+/K+ ATPase pada sel parietal lambung.
Farmakokinetik: Pada umumnya, absorbsi dari PPIs tidak berpengaruh jika diberikan
bersamaan dengan makanan. Untuk omeprazol, lansoprazole, esomeprazole dipengaruhi
sedikit absorbsinya oleh makanan, namun tidak memiliki efek yang signifikan terhadap
efikasi obat. Rentang waktu paruh eliminasinya = 0,5-2 jam, efek maksimal biasa
didapatkan dalam 2-3 hari.
Safety:
Efek samping: sakit kepala, mual,diare, nyeri perut,lemah,ngantuk. Efek samping yang
jarang: rash, gatal-gatal, flatulen,konstipasi, cemas,depresi, berkurangnya absorbs vit.B12
dalam penggunaan PPIs jangka panjang, eritema multiforme,pancreatitis, Steven Johnson
Syndrome.
Suitability:
Kontraindikasi: penderita yang hipersensitif terhadap obat-obat yang termasuk golongan
PPIs.
Cost: Rp. 400 Rp.1700
Skoring golongan obat:
Kemanjuran
(Efficacy)
Antacid
85
Antagonist H2
78
receptor
PPIs
78

Keamanan
(Safety)
75

Kecocokan
(Suitability)
70

70
65

Biaya (Cost)

Total Skor

80

310

68

80

296

65

60

268

Dari skoring di atas, untuk penanganan pasien dipilih golongan antacid.


Obat-obat golongan antacid:
NaHCO3
2

Efficacy: bereaksi dengan asam dan mengurangi nyeri dalam beberapa menit.
Safety:
Efek samping: Peregangan lambung,perdarahan cerebral, udem, hipokalsemi, hipokalemi,
asidosis intracranial, alkalosis metabolic, hiperosmolaritas, hipernatremi.
Suitability:
Kontra indikasi: Alkalosis metabolic maupun respiratori, hipokalsemia,pasien yang
mengalami banyak kehilangan klorida akibat muntah maupun suction GI secara continue,
dan pada pasien dengan resiko mengalami alkalosis hipokloremik yang diinduksi oleh
diuretic.
Interaksi obat: dapat meningkatkan toksisitas/kadar amfetamin, efedrin, pseudoefedrin,
flekainid, quinidin, dan quinine akibat alkalinasi urin. Dapat menurunkan efek kadar
litium, clorpropamide dan salisilat akibat alkalinasi urine. Penggunaan natrium bikarbonat
dengan besi dapat menurunkan absorbs besi.
CaCO3
Efficacy: Mula kerja cepat dan kapasitas penetralan asam lambung cukup tinggi.
Safety:
Efek samping: hiperkalsemia, nefrolitiasis.
Suitability:
Kontra indikasi: Alkalosis, hipernatremia.
Interaksi obat: Jangan dicampur dengan larutan yang mengandung kalsium dan
magnesium.
Al(OH)3
Efficacy: Menetralkan asam lambung
Safety:
Efek samping: konstipasi, hipofosfatemia.
Suitability:
Kontra indikasi: Hipersensitivitas terhadap garam aluminum.
Interaksi obat: Obat yang diberikan dalam waktu bersamaan akan diadsorpsi dalam kadar
tertentu. Hal ini dapat menyebabkan adsorpsi obat tersebut berkurang dan menurunkan
bioavailabilitasnya.
Mg(OH)3
Efficacy: Bereaksi cepat dengan HCl gastrik.
Safety:
Efek samping: Diare, hipermagnesemia (pada penderita dengan insufisiensi ginjal).
Suitability:
Kontra indikasi: Pasien dengan penyakit ginjal kronik.
Skoring jenis obat:
NaCO3
CaCO3
Al(OH)3
Mg(OH)3

Kemanjuran
(Efficacy)
75
70
85
85

Keamanan
(Safety)
70
65
75
75

Kecocokan
(Suitability)
75
70
75
73

Total Skor
220
205
235
233
3

Yang dipakai adalah Kombinasi antara Al(OH)3 dan Mg(OH)3 Antasida DOEN
Bekerja menetralkan asam lambung (kombinasi aluminium hidroksida 200 mg dan magnesium
hidroksida 200 mg) mempunyai kapasitas menetralisir asam dan menginaktifkan pepsin sehingga
rasa nyeri ulu hati akibat iritasi oleh asam lambung dan pepsin berkurang. Di samping itu efek
laksatif dari Magnesium hidroksida akan mengurangi efek konstipasi dari Aluminium
Hidroksida.
Indikasi : Digunakan Untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam
lambung, gastritis, tukak lambung, tukak pada duodenum dengan gejala-gejala seperti mual,
nyeri lambung, nyeri ulu hati, kembung dan perasaan penuh pada lambung.
Bentuk sediaan: tablet kunyah dan suspensi.

e. Resep yang lege artis


Dr. SORAYA
SIP No: 006/046/UP/DINKES
Praktek:
Jl. Sriwijaya no. 103A Mataram
Tlp: 644066
Mataram, 5 Mei 2010
R/ Tab. Antasida DOEN 200 mg

no. XII

S. p.r.n. 3 d.d. tab I. a.c.


Paraf

Pro

: Nn. Cherry

Umur : 18 tahun
Alamat: Jl. Surabaya no.5 Mataram

Kasus 2
Seorang perempuan, berumur 35 tahun, dibawa ke UGD RSU dengan ditandu karena nyeri ulu
hati yang sangat berat. Keluhan ini dirasakan sejak tadi pagi. Berdasarkan anamnesis dari
keluarga yang mengantarkannya, dia sempat pingsan karena kesakitan. Nyeri yang dirasakan
oleh pasien hilang timbul, dan rasanya menusuk sampai ke punggung dan pinggang. Keluhan
seperti ini sudah sering dirasakan, terutama bila terlambat makan atau minum kopi, tetapi saat ini
sangat memberat. Tadi sempat muntah hitam. Hasil pemeriksaan fisik: KU lemah, hiperhidrosis,
TD 90/60 mmHg, nadi 100 x/menit, pernapasan 22 x/menit, suhu 36 C. Tentukan pengobatan
yang rasional pada pasien ini dan tuliskan resepnya dengan benar.
1. Permasalahan
- nyeri ulu hati, hilang timbul dan menusuk sampai sampai ke punggung dan pinggang.
- muntah hitam
Dx: Peptic ulcer (suspect)
2. Tujuan terapi
mengurangi sekresi berlebih asam lambung, menetralkan asam lambung, memperbaiki keadaan
umum.
3. Kelompok obat yang manjur sesuai tujuan
Terapi simptomatis
Acid Suppresing Drugs
1. Antacid
2. H2 Receptor antagonist : Cimetidine, Ranitidine, Famotidine, Nizatidine
3. Proton Pump inhibitor : Omeprazole, Lansoprazole, Rabeprazole, Pantoprazole,
Esomeprazole
Mucosal protective agents
1. Sucralfate
2. Prostaglandin analogue : Misoprostol
3. Bismuth-containing compounds: Bismuth subsalicylate (BSS)

Mucosal protective agents


6

No

Golongan

Efikasi

Keamanan

Bismuthcontaining
Compounds
(Bismuth
subsalicylate
(BSS))

Pada pH yang rendah


bismuth
salisilat
bereaksi dengan asam
hidroklorida
membentuk bismuth
oksiklorida dan asam
salisilat.

Efek samping mual


dan kram pada
perut.feses
dapat
berwarna kehitaman
akibat bismuth ini.

Prostaglandi
n
analog
(Misoprostol
)

Analog
sintetis Efek
samping
prostaglandin
yang berupa
diare,
berfungsi
sebagai abdominal
pain,
antisekretori
dan dyspepsia,
mual
protektif.BNF7
dan muntah.BNF7

Kecocokan

Keterangan

Bismuth
salisilat
telah
digunakan
secara luas untuk
pencegahan
dan
pengobatan traveler
diare, tetapi juga
KI terhadap pasien efektif dalam bentuk
yang
mengalami lain diare episodic
Mempunyai efek
gagal ginjal dan dan
antisekretori, kehamilan
Gastroenteritis akut
antiinflamasi,
dan
antimikroba.
Bismuth
aman
digunakan
asal
Sekarang lebih banyak
sesuai dosis yang
digunakan
untuk
direkomendasikan,
mengobati infeksi yg
kecuali pada bayi
disebabkan helicobacter
dan pasien dengan
pylori
keadaan umum yang
lemah

Dieksresikan
urine

melalui

Dosis
untuk
profilaksis terhadap
ulkus
yang
disebabkan NSAID
( 18 tahun keatas 200
mg 2-4 kali sehari
diberikan bersama
NSID).
Ulkus gastric dan
duodenal jinak,dan
ulkus
yang
disebabkan
NSID
( dewasa 18 tahun
keatas 800 mg sehari
terbagi dalam 2-4
dosis,bersama
sarapan) BNF7

Sucralfate

Golongan obat
Bismuth
subsalicylate
Prostaglandin
analog
Sucralfate

Sucralfate
sebaiknya Efek
samping
diberikan
1 jam constipation;
less
sebelum makan.
frequently
diarrhoea,
Sucralfate
bekerja nausea,flatulence,
dengan
memproteksi gastric discomfort,
mukosa lambung dan back
pain,
duodenum.
dizziness, headache,
drowsiness

Sucralfate
seharusnya
diberikan
penderita
ginjal

efikasi
80

safety
75

suitability
75

total
230

75

75

75

225

80

80

80

240

tidak
pada
gagal

Berdasarkan skoring obat yang digunakan adalah Sucralfate.


Bentuk sediaan obat: tablet
Dosis: 1gram
Cara pemberian: per oral
Interval: 4 kali sehari, sebelum makan dan sebelum tidur
Lama pemberian: 4-6minggu
Acid Suppresing Drugs
Golongan
suitability
Efficacy
obat
Safety
antacid
Indikasi:
- Efek samping :
- Hipersensitivitas
- menetralkan asam lambung. - Gastrointestinal:konstipasi,
terhadap garam
Meninggikan pH sehingga
kram lambung, fecal
aluminum atau bahanmenurunkan aktifitas pepsin.
impaction, mual, muntah,
bahan lain dalam
- Menetralkan HCl dalam
perubahan warna feses
formulasi.
lambung dengan membentuk
(bintik-bintik putih).
- Toksisitas : konstipasi
garam Al(Cl)3 dan H2O
- Endokrin dan metabolisme:
(terutama akibat garamhipofosfatemia,
garam aluminium dan
hipomagnesemia.
kalsium) atau diare
(terutama akibat garamInteraksi
dengan
obat garam magnesium)
digitalis,
INH,- Hiperfosfatemia dapat
barbiturate,salisilat, kinidin
terjadi pada pengunaan
jangka lama atau dosis
besar; intoksikasi
aluminium dan
osteomalasia dapat
8

terjadi pada pasien


dengan uremia.

H2 receptor
antagonist

Proton
Pump
Inhibitor

Menghambat secara kompetitif


histamin pada reseptor H2 selsel parietal lambung, yang
menghambat sekresi asam
lambung.
diabsorbsi
cepat
setelah
diminum oral, dengan peak
serum concentrations 1-3 jam

Efek samping :
diare,
sakit
kepala,
mengantuk, lelah, nyeri otot,
dan konstipasi. Efek pada
CNS : confusion, delirium,
halusinasi, slurred speech,
and sakit kepala terjadi pada
penggunaan intravena.

Obat-obat
yang
menghambat
sekresi
asam lambung seperti
antacid
akan
memperlambat absorbsi
dan bioavailabilitas H2receptor antagonist.

Menghambat kerja enzim mual, nyeri perut, konstipasi,


H+/K+ ATPase (proton pump) flatulence dan diare. Miopati
yang akan memecah H+/K+
sub akut, atralgia, sakit
ATP menghasilkan energy kepala dan kulit kemerahan.
yang
digunakan
untuk
mengeluarkan
HCl
dari Interaksi obat:
kanalikuli sel parietal kedalam warfarin
(esomeprazole,
lumen lambung.
lansoprazole,
omeprazole,
rabeprazole),
Mencegah pengeluaran asam diazepam
(esomeprazole,
lambung,
menyebabkan omeprazole),
pengurangan rasa sakit pasien cyclosporine
(omeprazole,
tukak, mengurangi aktivitas rabeprazole).
faktor agresif pepsin dengan
pH<4
Penatalaksanan kronis dengan
omeprazole dapat
Pada dosis tipikal, obat ini
mengurangi penyerapan
mengurangi produksi asam
vitamin B12
perhari sebesar 80% - 95%.
Absorbs cepat, ikatan protein
tinggi, dimetabolisme di hepar
particularly CYP2C19 and
CYP3A4

Golongan obat yang kami pilih dalam kasus ini adalah acid suppressing drugs yaitu H2R
antagonist dengan tujuan agar asam lambung dapat dinetralkan dan mucosal protecting-agent
yaitu Sucralfate untuk meberikan proteksi pada mukosa lambung sehingga mengurangi nyeri dan
mempercepat penyembuhan tukak.
Scoring golongan obat
Golongan
efikasi
Safety
suitability
Cost
total
obat
antacid
65
75
75
80
285
H2 receptor 80
80
80
80
320
antagonist
9

Proton Pump
Inhibitor

85

80

80

60

295

Kami memilih H2 receptor antagonist sebagai obat yang menetralkan asam karena selain efikasi
dan efek sampingnya sama dengan Proton Pump inhibitor, harganya juga lebih terjangkau.
Nama obat
Cimetidine

Ranitidine

Efikasi
Absorpsi : Simetidine
diabsorpsi
secara
cepat
setelah
pemakaian per oral.
Bioavailabilitas oral
60-70%
setelah
mengalami
metabolisme
lintas
pertama di hati.2,7
Waktu
untuk
mencapai konsentrasi
puncak
pada
pemberian oral yaitu
45 - 90 menit
Metabolisme (1) :
metabolit utama yaitu
sulfoxide.
Distribusi (2,7) :
Simetidine
terikat
dengan protein plasma
15-20%,
volume
distribusi 1 L/kg.
Eliminasi (2) : waktu
paruh Simetidine 2
jam
pada
pasien
dengan fungsi ginjal
normal.
Setelah
pemberian IV, 8090%
Cimetidine
diekskresi
melalui
urin dalam waktu 24
jam.
50-73%
diekskresi
dalam
bentuk tidak berubah.
10%
diekskresi
melalui feses.
Absorpsi oral : 50%.
Distribusi : volume
distribusi untuk fungsi

safety
Efek samping :

suitability
KI:
Hipersensitif
Kemerahan, diare, pusing, terhadap
Simetidine
sakit
kepala, atau komponen lain
gynaecomastia
dalam produk

Terbatas dan tidak KI : Hipersensitivitas


berbahaya:
aritmia, terhadap ranitidin atau
vaskulitis,
pusing, bahan-bahan
lain
10

famotidine

nizatidine

Skoring
Nama obat
Cimetidine
Ranitidine
famotidine
nizatidine

ginjal normal : 1,7


L/kg; Clcr 25-35
ml/menit:1,76 L/kg;
penetrasi
melalui
sawar darah otak
minimal; berdistribusi
ke dalam ASI; ikatan
dengan protein 15%;
Waktu paruh eliminasi
oral : untuk fungsi
ginjal normal : 2,5-3
jam;
Clcr
25-35
ml/menit:4-8
jam;
waktu paruh eliminasi
IV untuk fungsi ginjal
normal : 2-2,5 jam.
Waktu
untuk
mencapai
kadar
puncak dalam serum :
oral : 2-3 jam, IM :
<=15
menit.
Ekskresi : di dalam
urin : oral = 30%, IV
= 70%(dalam bentuk
tak berubah), feses
(sebagai metabolit).
Sama dengan H2
receptor
antagonis
lainnya

halusinasi,
sakit dalam formulasi.
kepala,
confusion,
mengantuk, vertigo,
eritema multiforme,
kemerahan,
pankreatitis, anemia
haemolitic acquired,
agranulositosis,
anemia
aplastik,
granulositopenia,
leukopenia,

anorexia,
cholestatic jaundice,
interstitial pneumonia,
anxiety, paraesthesia,
insomnia, decreased
libido, dry
mouth, and taste
disturbances
Sama dengan H2 Berkeringat,
receptor
antagonis hiperurikemia
lainnya

Efikasi
70
80
80
80

safety
70
80
70
70

suitability
70
80
70
70

cost
80
75
70
70

total
280
335
290
290

11

Berdasarkan skoring, obat yang digunakan adalah Ranitidine.


bentuk sediaan obat: injeksi
dosis: 50 mg
cara pemberian: intramuskular
interval: tiap 6-8jam
lama pemberian: 3 hari, dilanjutkan dengan pemberian obat secara per oral.
Sebelum pengobatan pasien terlebih dahulu dihidrasi agar kondisi pasien membaik dengan
memberikan cairan infuse berupa Ringer Laktat dengan tetesan permenit disesuaikan

12

Resep
dr.Adi Kusuma
SIP No : 110/456/UP/DINKES
Praktek: Jln.Swadaya no 10,Mataram Telp.(0370)654178
Mataram, 8 Mei 2010
R/ inj. Ranitidine vial No. VI
S.b.d.d.vial I i.m.
Paraf
R/ inf. Ringer lactat

No. III

S pro inf.
R/ spuit 3 ml

No. II

S pro inf.
R/ Abocath 18 G

No. I

S pro inf.
R/ infus set

No. I

S pro inf.
_____________________________ paraf
Pro : Mumun
Alamat : jln gili nangu no 1
Umur: 35 th

13

Kasus 3
Seorang perempuan, umur 25 tahun, saat ini sedang hamil 6 bulan, datang dengan keluhan nyeri
ulu hati dan rasa panas di dada, mual dan beberapa kali muntah. Keluhan ini sejak sebelum hamil
sudah dirasakan, tetapi memberat 2 minggu terakhir. Hasil pemeriksaan fisik: TD 100/60 mmHg,
nadi 90x/menit, pernapasan 20x/menit, suhu 37C.
1. Masalah:
nyeri ulu hati, rasa panas di dada, mual, dan muntah
2. Diagnosis: Refluks Gastroesofagus
3. Tujuan terapi:
menghilangkan gejala nyeri ulu hati dan rasa panas di dada dengan menurunkan
keasaman lambung

menghilangkan gejala mual dan muntah

4. Terapi:
A. Terapi untuk menghilangkan gejala nyeri ulu hati dan rasa panas di dada
1. Antasida
Efikasi: Bekerja dengan menurunkan keasaman intragaster dengan cara bereaksi dengan
HCl membentuk garam dan air. Selain itu, meningkatkan pertahanan mukosa lambung
melalui stimulasi produksi prostaglandin mukosa.

Keamanan: Antasida yang mengandung magnesium dapat menyebabkan diare, sedangkan


antasida yang mengandung aluminium dapat menyebabkan konstipasi. Antasida yang
mengandung magnesium dan aluminium dapat mengurang efek samping tersebut.

Kecocokan: Dapat diberikan pada ibu hamil dengan gangguan pada saluran pencernaan.

Obat dalam golongan antasida yang diberikan adalah Al-Mg Antasida.


Bentuk sediaan obat: suspensi

Dosis: 10 ml

Cara pemberian: per oral

Interval: 3-4 kali sehari, 1 jam setelah makan dan malam hari sebelum tidur

Lama pemberian: diberikan selama 1 minggu terlebih dahulu, kemudian pasien


kembali ke dokter untuk kontrol

Harga: Magasida 150 ml Rp 9.281


B. Terapi untuk menghilangkan gejala mual dan muntah
Golongan Obat
Efikasi
Keamanan
Antagonis
85
70
Dopamin
Antagonis 5-HT3
75
70

Kecocokan

Jumlah

80

235

65

210
14

Keterangan:
1. Antagonis dopamin
Efikasi : Bekerja dengan memblok reseptor dopamin. Absospsinya cepat jika diberikan
secara oral.
Keamanan: dapat memberikan efek ekstrapiramidal seperti distonia serta gejala-gejala
Parkinson.
Kecocokan: dapat diberikan pada ibu hamil dengan keluhan mual dan muntah.
Memiliki aktivitas prokinetik sehingga meningkatkan pengosongan lambung dan
cocok untuk pasien refluks gastroesofagus.
2. Antagonis 5-HT3
Efikasi : Bekerja dengan menghambat reseptor serotonin pada sistem serebral dan
saluran pencernaan. Obat ini ditoleransi dengan baik dan sangat efektif.
Keamanan: dapat menyebabkan konstipasi, diare, dan sakit kepala.
Kecocokan: dapat diberikan pada ibu hamil dengan keluhan mual dan muntah, tetapi
lebih cocok digunakan pada pengobatan mual muntah karena kemoterapi.
Berdasarkan skor, golongan obat antiemetik yang digunakan adalah golongan antagonis
dopamin.
Golongan Obat
Efikasi
Keamanan
Kecocokan
Harga
Total
Metoclopramide
85
70
80
85
320
Domperidon
85
70
80
60
295
Keterangan:
Efikasi : Bekerja dengan memblok reseptor dopamin (reseptor D 2) sehingga memiliki
aktivitas prokinetik. Meningkatkan amplitudo peristaltik esofagus, meningkatkan
tekanan sfingter esofagus bagian bawah (LES), dan meningkatkan pengosongan
lambung. Absospsinya cepat jika diberikan secara oral.
Keamanan: dapat memberikan efek ekstrapiramidal seperti distonia serta gejala-gejala
Parkinson.
Kecocokan: Dapat diberikan pada ibu hamil dengan keluhan mual dan muntah serta
dengan gangguan refluks pada esofagus.
Harga: Metoclopramide: sirup 5mg/5ml 60 ml Rp 1.919,Domperidone: suspensi 5 mg/5ml 60ml Rp 12.650,-

Obat yang diberikan adalah Metoclopramide:


Bentuk sediaan : Sirup
Dosis obat : 10 mg
Cara pemberian : per oral
15

Interval: tiap 8 jam (3 kali sehari)


Lama pemberian: diberikan selama 1 minggu terlebih dahulu, kemudian
pasien kembali ke dokter untuk kontrol.

Kesimpulan:
Obat yang diberikan pada pasien adalah Antasida yang mengandung Aluminium-Magnesium
untuk mengatasi nyeri ulu hati dan rasa panas di dada dengan menetralkan asam lambung dan
Metoclopramide untuk mengatasi keluhan mual dan muntah sekaligus sebagai prokinetik dan
meningkatkan tekanan sfingter esophagus bagian bawah.

Resep:
dr. Yayuni
SIP No: 006/030/UP/DINKES
Praktek:
Jl.Pariwisata No.54 C, Mataram
Tlp: 626262

16

Mataram, 15 Mei 2010


R/ Susp. Magasida 150 ml Lag.II
S. 4 d.d. cth. II p.c. et. h.s.
Paraf
R/ Metoclopramide syr. 60 ml Lag.IV
S.
3
d.d.
Paraf

cth.

II

a.c.

Pro: Ny.Dewi
Umur : 25 tahun
Alamat : Jl. Pemuda No.3, Mataram
Informasi pada pasien:
Posisi kepala harus lebih tinggi untuk mengurangi refluks dari lambung ke esofagus;
menghindari makanan dengan kandungan lemak yang tinggi, coklat, kopi, dan jeruk; dan makan
makanan yang cukup gizi vitamin dan mineral.

17

Kasus 4
Seorang anak laki-laki, umur 5 tahun, dibawa ke Puskesmas dengan keluhan mual-muntah dan
nyeri ulu hati. Keluhan ini dirasakan di sekolahnya tadi pagi. Keluhan ini sering berulang sejak
sekolah dan terutama dirasakan bila dia dipaksa masuk sekolah. BAB dan BAK normal.
Pemeriksaan fisik nyeri tekan ulu hati +, peristaltik kesan normal. Tentukan pengobatan yang
rasional pada pasien ini dan tuliskan resepnya dengan benar.
Jawaban:
Pasien mengalami gejala dyspepsia fungsional , kemungkinan akibat stres
Permasalahan : mual-muntah, nyeri ulu hati
Tujuan terapi :
Utama: Mengurangi atau menghilangkan kecemasan anak
Pemberian edukasi pada orang tua agar orang tua dapat menenangkan anaknya.
Mengatur sekresi asam lambung dengan pemberian obat-obatan sehingga dapat
mengurangi gejala gastrointestinal tersebut (mual, muntah, nyeri ulu hati)
Untuk mengatur sekresi asam lambung
Nama Obat
Efficacy
Pompa
proton Menghambat pompa
inhibitor
proton
pada
sel
parietal lambung. PPI
mengalami perubahan
menjadi sulfenamide
yang bereaksi secara
kovalen dengan H+/K+
ATPase dan secara
irreversible
menginaktivasi enzim.
Sediaan oral berupa
salut enteric untuk
mencegah inaktivasi
asam dalam lambung.
Cepat dimetabolisme
di hati dengan waktu
paruh 1-2 jam. Durasi
24 jam. PPI sangat
efektif terhadap ulkus
peptikum
yang
disebabkan oleh H.
Pylori dan NSAID
Antagonis H2
Antagonis H2 bekerja
dg
menghambat
secara
kompetitif
pada reseptor H2 sel
parietal dan menekan
produksi asam yang

Safety
Suitability
Efek
samping
:
gangguan GI seperti
mual, muntah, diare,
nyeri perut, flatulensi,
konstipasi; dan sakit
kepala.
Pemberian
jangka
panjang
dapat
menyebabkan
hipergastrinemia jika
pemberian dihentikan
secara
mendadak
(harus di taperingoff).

Memiliki
efek Dapat diberikan pada
samping kurang dari anak-anak
3%
dari
seluruh
pasien,
termasuk
diare, sakit kepala,
lemas, nyeri otot dan
18

distimulasi
oleh konstipasi.
makanan. Antagonis
H2 sangat selektif dan
tidak berefek pada
reseptor H3. Volume
dari sekresi asam
lambung
dan
konsentrasi
dari
pepsin juga direduksi.
Scoring
Golongan obat
PPI
Antagonis H2
Antagonis H2
Nama obat
Cimetidine

Ranitidine

Famotidine

Efficacy
90
90

Safety
75
80

Efficacy
Menghambat reseptor
H2 secara selektif dan
reversible.
Mengurangi volume
dan
kadar
ion
hydrogen
sehingga
menurunkan sekresi
asam
lambung.
Cimetidine
1000mg/hari
menyebabkan
penurunan
sekresi
asam lambung kirakira 50%.
Menghambat reseptor
H2 secara selektif dan
reversible.
Mengurangi volume
dan
kadar
ion
hydrogen
sehingga
menurunkan sekresi
asam
lambung.
Ranitidine 300mg/hari
menyebabkan
penurunan
70%
sekresi
asam
lambung.
Merupakan antagonis

Suitability
85
90

Safety
ES biasa
sangat
takikardi,
interstitial

Total
250
260

Suitability
alopesia; Dapat diberikan pada
jarang anak-anak
nepritis

ES : jarang takikardi, Dapat diberikan pada


agitasi,
gangguan anak-anak.
penglihatan, alopesia,
vaskulitis;
sangat
jarang
nefritis
interstitial.
Ranitidine
lebih
jarang berinteraksi dg
obat
lain
dibandingkan
dg
cimetidine
ES : sangat jarang Tidak
19

reseptor H2
anorekia, pneumonia direkomendasikan
Dr. Ratna, Sp,A
interstitial, ansietas, pada anak-anak
SIP No: 110/456/UP/DINKES
insomnia
Praktek:
Rumah:
Nizatidine
Merupakan antagonis ES
biasanya Tidak
Jl. Penjitilar no. 8A Mataram
Jl.berkeringat;
Sriwijaya no.26jarang
Mataram
reseptor H2
direkomendasikan
Tlp: 640555
Tlp:
640444
hiperurisemia
pada anak-anak
Mataram, 6 Mei 2010
Nama
obat HCl tabEfficacy
Safety
R/
piridoksin
10 mg
No. IV
Cimitidine
80
80
S.p.r.n 1d.d. tab. d.c.
Ranitidine
90
# 85
Paraf
R/ ranitidine tab 150 mg
No. III
Sacch. Lact. q.s
m.f.l.a.pulv.d.t.d no. IX
S.p.r.n.b.d.d pulv. I
#
Paraf
Pro: Laki- laki
Umur: 5 thn
Alamat: Jl. Barito no. 16 Mataram

Scoring
Suitability
80
80

Total
240
255

20

Informasi kepada pasien:


Tenangkan anak sebelum sekolah, agar tidak menimbulkan gejala nyeri ulu hati
Periksakan anak ke psikiater, agar mendapatkan terapi lebih lanjut

KASUS 5
Seorang laki-laki berumur 60 tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan sering BAB encer.
Keluhan ini sudah dialami sejak 2 minggu yang lalu. Dalam sehari BAB encer lebih dari 3 kali,
kadang-kadang disertai dengan bercak darah. Sebelum BAB pasien merasa nyeri perut yang
melilit yang mereda setelah BAB. Pasien kadang-kadang merasa demam. Dari pemeriksaan fisik
ditemukan TD : 140/90 mmHg, Nadi: 70x/menit, Suhu 38C. Tentukan pengobatan yang tepat
pada pasien ini dan tuliskan resepnya dengan benar.
a. Permasalahan
Keluhan:
Sering BAB encer sejak 2 minggu yang lalu, lebih dari 3 kali dalam sehari, kadangkadang disertai bercak darah
Sebelum BAB: nyeri perut melilit yang mereda setelah BAB
Merasa demam (kadang-kadang)
Px fisik:
TD: 140/90 mmHg
Nadi: 70 x/menit
Suhu 38C
Diagnosa: suspect Shigellosis atau disentri basiler
21

b. Tujuan terapi
Istirahat
Mencegah atau memperbaiki dehidrasi
Pemberian antibiotik untuk eradikasi bakteri penyebab
Antidiare tidak diberikan pada shigellosis, pemberian antimotility drug diduga dapat
memperparah penyakit oleh karena obat ini akan menunda pengeluaran organisme
penyebab dan memfasilitasi invasi lebih lanjut pada mukosa, berpotensi meningkatkan
kecenderungan terjadinya komplikasi berupa toxic megacolon. Pada penderita dewasa,
obat-obat ini dikontraindikasikan pada fase disentrik.
Antipiretik tidak diberikan: antipiretik yang termasuk dalam golongan NSAID
dikhawatirkan akan menyebabkan dyspepsia, mengingat usia pasien telah mencapai 60
tahun (usia lanjut).
c. Daftar kelompok obat yang manjur sesuai tujuan terapi
Pengganti cairan tubuh:
Ringer laktat
NaCl isotonik
Pasien tidak mengalami muntah-muntah sehingga cairan dapat diberikan melalui minuman
atau pemberian air kaldu, atau dapat juga oralit.
Antibiotik:
Golongan penisilin (ampisilin)
Kombinasi (trimetoprim-sulfametoksazol)
Golongan fluorokuinolon (siprofloksasin)
Golongan makrolide (azithromisin)
Golongan lainnya (kloramfenikol)
d. Penilaian kelompok obat yang manjur
Cairan Pengganti
Ringer laktat
Efficacy: Mengandung elektrolit. Pemberian IV, mengisi intravaskuler bagian, mengisi
interstitial bagian.
Safety: Tanpa reaksi imunologis. Dapat timbul pulmonary edem dan konsekuensi
kardiopulmoner yang muncul pada mobilisasi cairan yang terjadi belakangan.
Suitability: Bentuk sediaan: cairan infus intravena
Cost: Rp. 4600
Oralit
Efficacy: Mengandung elektrolit. Penyerapan melalui mukosa saluran cerna, onset kerja
lebih lama dibandingkan cairan IV.
Safety: Aman (fisiologis).
Suitability: Bentuk sediaan: serbuk
Cost: Rp.305 Rp. 360

Skoring cairan pengganti:


22

Ringer laktat
Oralit

Kemanjuran Keamanan
(Efficacy)
(Safety)
90
70
90
90

Kecocokan
(Suitability)
90
90

Biaya (Cost)
70
80

Total Skor
320
350

Dari skoring di atas, untuk cairan pengganti dipilih oralit.


Golongan antibiotik
Golongan penisilin (ampisilin)
Efficacy:
Mekanisme kerja: merusak dinding sel bakteri dengan cara (1) perlekatan pada protein
mengikat penisilin yang spesifik (PBPs) yang berlaku sebagai obat reseptor pada bakteri,
(2) penghambatan sintesis dinding sel, dan (3) pengaktifan enzim autolitik.
Absorbsi: umumnya lengkap dan cepat setelah pemberian PO.
Distribusi: luas ke dalam cairan tubuh dan jaringan.
Ekskresi: sebagian besar melalui urin.
Waktu paruh: umumnya -1 jam
Safety:
Efek samping: alergi.
Toksisitas: iritasi serebrokortikal, penisilin dalam dosis besar yang diberikan PO dapat
menyebabkan gangguan saluran cerna, terutama mual, muntah, dan diare.
Suitability:
Bentuk sediaan: oral, injeksi.
Cost: Rp. 240 Rp. 3400
Kombinasi (trimetoprim-sulfametoksazol)
Efficacy:
Mekanisme kerja: meghambat sintesis asam folat.
Absorbsi: baik dan cepat, setelah 4 jam sudah mencapai puncaknya dalam darah.
Distribusi: semua jaringan, ludah, dan LCS sangat baik.
Ekskresi: melalui ginjal sebagai zat aktif yaitu 20-25% (sulfametaksazol) dan 50-60%
(trimetoprim).
Waktu paruh: 10-12 jam.
Safety:
Efek samping: mual, muntah, diare, sakit kepala, hiperkalemia, rash, glositis, stomatitis,
kerusakan hati, pancreatitis, colitis yang berhubungan dengan antibiotik, miokarditis,
batuk, napas pendek, infiltrasi pulmonal, meningitis asepsis, depresi, konvulsi, neuropati
perifer, ataksia, tinnitus, vertigo, halusinasi, hipoglikemia, gangguan darah, hiponatremia,
gangguan ginjal, arthralgia, mialgia, vaskulitis, SLE.
Suitability:
Bentuk sediaan: oral, injeksi.
Cost: Rp. 100 Rp. 2900
Golongan fluorokuinolon (siprofloksasin)
Efficacy:
Mekanisme keja: menghambat sintesis asam nukleat dengan cara menghambat kerja DNA
girase.
23

Absorbsi: baik setelah pemberian PO


Distribusi: sebagian besar jaringan tubuh.
Ekskresi: umumnya melalui ginjal melalui sekresi tubulus secara aktif. Beberapa obat
dieksresi melalui metabolisme hepatic dan ekskresi bilier
Waktu paruh: 3-8 jam dan 10-20 jam untuk obat yang dieliminasi melalui rute nonrenal
Safety:
Efek samping: distress GIT, ruam kulit, pusing, insomnia, tendonitis
Toksisitas: fototoksisitas
Suitability:
Bentuk sediaan: oral, injeksi.
Cost: Rp. 240 Rp. 265
Golongan makrolide (azithromisin)
Efficacy:
Mekanisme kerja: bekerja dengan menghambat sintesis protein mikroba. Terikat pada
subunit 50S ribosom dan dapat berkompetisi dengan linkomisin pada tempat pengikatan.
Makrolida dapat mengganggu pembentukan kompleks pemula untuk sintesis rantai peptide
atau dapat mengganggu reaksi translokasi aminoasil.
Absorbsi: absorbsi azitromisin terganggu oleh adanya makanan sedangkan obat-obat yang
lainnya memiliki bioavaibilitas oral yang baik.
Distribusi: konsentrasi plasma rendah, tetapi di jaringan lebih tinggi.
Ekskresi: eritromisin diekskresikan melalui empedu, klaritromisin melalui metabolisme
hepatik dan urin, dan azitromisisn melalui urin.
Waktu paruh: lama yaitu sekitar 40-60 jam atau 2-4 hari (di jaringan) untuk azitromisin dan
2-5 jam untuk eritromisin dan klaritromisin.
Safety:
Efek samping: mual-muntah, abdominal discomfort, diare, urtikaria, rash, reaksi alergi,
kehilangan pendengaran yang reversible, kolestatis, pancreatitis, berefek pada jantung
(termasuk nyeri dada dan aritmia), miastenia gravis, steven jonhson syndrome, anoreksia,
dispepsia, flatulent, bingung, sakit kepala, konvulsi, artralgia, dan gangguan pembauan dan
perasa.
Suitability:
Kontra indikasi: gangguan hepar berat
Bentuk sediaan: oral.
Cost: Agak mahal
Golongan lainnya (kloramfenikol)
Efficacy:
Mekanisme kerja: menghambat sintesis protein mikroba, terikat secara reversible pada
tempat reseptor subunit 50S ribosom bakteri.
Absorbsi: cepat dan lengkap setelah pemberian PO.
Distribusi: luas ke semua jaringan dan cairan tubuh.
Ekskresi: kloramfenikol aktif dan produk degradasi inaktif terjadi melalui urin. Sebagian
kecil melalui empedu atau tinja.
Waktu paruh: di plasma rata-rata 3 jam.
Safety:

24

Efek samping: gangguan darah (anemia aplastik), neuritis perifer, neuritis optikus, sakit
kepala, depresi, urtikaria, eritema multiformis, mual, muntah, diare, stomatitis, glositis,
mulut kering.
Suitability:
Bentuk sedian: oral, injeksi
Cost: Rp. 150 Rp. 3370
Skoring antibiotik:
Penisilin
Kombinasi:
kotrimoksazol
(trimetoprimsulfametaksazol)
Fluorokuinolon
Makrolida
Lainnya
(kloramfenikol)

Kemanjuran
(Efficacy)
80
80

Keamanan
(Safety)
80
60

Kecocokan
(Suitability)
80
80

70
70

310
290

90
90
70

80
60
70

80
70
80

80
50
60

330
270
280

Biaya (Cost)

Total Skor

Dari skoring di atas, golongan antibiotik yang dipilih adalah florokuinolon.


Golongan florokuinolon yang digunakan untuk mengobati penyakit disentri basiler adalah
Ciprofloxacin.
Bentuk sediaan: tablet 250 mg dan tablet 500 mg.
Dosis ciprofloxacin: 500 750 mg dua kali sehari.

25

e. Resep yang lege artis


Dr. SORAYA
SIP No: 006/046/UP/DINKES
Praktek:
Jl. Sriwijaya no. 103A Mataram
Tlp: 644066
Mataram, 13 Mei 2010
R/ Tab. Ciprofloxacin 500 mg

no. IV

S. 2 d.d. tab I
Paraf
R/ Garam oralit serbuk

no. XX

S. u.n.
Paraf

Pro

: Tn. Gary

Umur : 60 tahun
Alamat: Jl. Surabaya no.5 Mataram

26

Kasus 7
Amir, 18 tahun suatu malam, di bawa ke UGD RSU Provinsi NTB karena mengalami mencret
disertai muntah-muntah. Keluhan ini mulai dialami sejak tadi subuh. Frekuensi BAB Amir sudah
tak terhitung jumlahnya. Pada awalnya fesesnya masih disertai ampas, tapi selanjutnya tanpa
ampas, praktis hanya air. Warna BAB seperti air cucian beras. Hasil pemeriksaan fisik, keadaan
umum Amir sangat lemah, nadi sangat lemah, frekuensi denyut jantung 120 kali/menit,
pernapasan 40 kali/menit, suhu 36 C, peristaltik kesan sangat meningkat, mata cekung, bibir
kering dan turgor menurun. Menurut pengakuan Amir, dia sama sekali belum buang air kecil
sejak tadi siang.
1. Masalah
- Muntah-muntah
- Frekuensi BAB tak terhitung jumlahnya, warna BAB seperti air cucian beras.
- nadi sangat lemah, frekuensi denyut jantung 120 kali/menit, pernapasan 40
kali/menit, suhu 36 C, peristaltik kesan sangat meningkat, mata cekung, bibir kering
dan turgor menurun, belum buang air kecil sejak tadi siang akibat dehidrasi
2. Diagnosis : suspek diare spesifik (kolera) dengan dehidrasi berat
3. Tujuan terapi :
- Rehidrasi
- Menghilangkan gejala muntah
- Eradikasi kuman penyebab
4. Terapi
A. Rehidrasi
Untuk mengatasi dehidrasi berat diberikan infus Ringer laktat 110 ml/kgBB selama 3 jam
pertama sampai nadi teraba kuat, sisanya dibagi dalam 2 jam berikutnya.
Harga: Rp 8.000,-/botol
B. Terapi untuk menghilangkan gejala muntah
Vitamin B6 merupakan obat yang aman bila diberikan pada pasien ini untuk menghilangkan
gejala muntah.
BSO : tablet
Dosis : 75 mg/hari
Cara pemberian: per oral
Interval: tiap 8 jam
Durasi : hingga keluhan muntah hilang
C. Pemilihan terapi untuk eradikasi kuman (causal)
Golongan Obat
Efikasi
Keamanan
Tetrasiklin
90
70
Kloramfenikol
75
65
Co-Trimoxazole
75
70
Florokuinolon
80
70

Kecocokan
80
80
80
80

Total
240
220
225
230

Keterangan:
1. Tetrasiklin

27

Efikasi : bekerja dengan menghambat sintesis protein dengan menghambat


perlekatan aminoasil-tRNA yang bermuatan. Pada kolera, tetrasiklin
dengan cepat menghambat perkembangan bakteri Vibrio cholera.
Keamanan : efek samping yang ditimbulkan yaitu mual, muntah, diare,
toksisitas pada fungsi hati, dan trombosis vena.
Kecocokan : dapat diberikan pada pasien usia 18 tahun yang menderita
diare akibat bakteri V.cholera.
2. Kloramfenikol
Efikasi : Penghambat kuat terhadap sintesis protein mikroba. Bersifat
bakteriostatik untuk kebanyakan bakteri melawan bakteri aerob dan
anaerob serta Gram positif dan Gram negatif.
Keamanan: dapat menimbulkan efek samping yaitu mual, muntah, dan
diare, depresi sumsung tulang, diskrasia darah : anemia aplastik, anemia
hipoplastik, trombositopenia, granulositopenia, reaksi neurotoksik seperti
sakit kepala, neuritis optik, neuritis perifer dan reaksi hipersensitivitas:
demam, urtikaria, angiodema.
Kecocokan: tidak dapat diberikan pada pasien dengan riwayat alergi
kloramfenikol, dapat diberikan pada pasien usia 18 tahun.
3. Co-Trimoxazole
Efikasi :
Berkompetisi dengan PABA dan enzim dihidrofolat sintetase bakteri
sehingga membentuk analog asam folat yang tidak berfungsi.
Menghambat enzim dihidrofolat reduktase bakteri yang mengubah
asam dihidrofolat menjadi asam tetrahidrofolat.
Keamanan: efek samping yang ditimbulkan adalah mual, diare, sakit
kepala, hiperkalemia, rash (kasus yang jarang Steven-Johnson syndrome,
toxic epidermal necrolysis, fotosensitivity).
Kecocokan: dapat diberikan pada pasien dengan usia 18 tahun.
4. Florokuinolon
Efektifitas: merupakan analog dari asam nalidixic yang aktif melawan
bakteri Gram positif dan Gram negatif. Obat ini memblok sintesis DNA
dengan cara menghambat enzim topoisomerase II (DNA gyrase) dan
topoisomerase IV. Obat ini memiliki aktivitas bakterisidal dan lebih efektif
melawan bakteri Gram negatif dibandingkan bakteri Gram positif.
Keamanan: efek samping pada saluran cerna terutama berupa mual dan
hilang nafsu makan, pada susunan syaraf pusat umumnya bersifat ringan
berupa sakit kepala, vertigo, dan insomnia.
Kecocokan: dapat diberikan pada pasien dengan usia 18 tahun
Berdasarkan skoring, golongan obat yang dipilih adalah: Tetrasiklin
Obat yang dipilih adalah Oksi Tetrasiklin HCl:
Efikasi : bekerja dengan menghambat sintesis protein dengan menghambat perlekatan
aminoasil-tRNA yang bermuatan. Pada kolera, tetrasiklin dengan cepat menghambat
perkembangan bakteri Vibrio cholera.
28

Keamanan : efek samping yang ditimbulkan yaitu mual, muntah, diare, toksisitas pada
fungsi hati, dan trombosis vena.
Kecocokan : dapat diberikan pada pasien dengan usia 18 tahun dan merupakan
pengobatan lini pertama untuk kolera.
BSO : injeksi
Dosis: 100 500 mg
Cara pemberian: intramuskular
Interval: 6-12 jam
Durasi: 3 hari
Harga: Vial 50mg/ml, 10 ml Rp 84.095,Kesimpulan:
Pada pasien ini diberikan terapi rehidrasi untuk memperbaiki keadaan umum yang buruk akibat
dehidrasi berat. Pasien juga diberikan terapi simptomatis berupa vitamin B6 untuk
menghilangkan gejala muntah-muntah dan terapi kausal yaitu injeksi tetrasiklin untuk
mengeradikasi kuman penyebab (Vibrio cholera). Pada kasus ini, tidak diberikan obat anti diare
karena anti diare tidak jelas manfaatnya dan dapat menyebabkan kontak bakteri yang lama dalam
saluran cerna sehingga memperlama penyembuhan.

Resep 1
dr. Cinta, SpPD
SIP No: 110/456/UP/DINKES
Praktek :
JL. Pariwisata No.33 Mataram
Tlp: (0370) 621954

29

Mataram, 15 Mei 2010


R/ Inj. Terramycin vial 10 ml No. VI
S.2 d.d. vial I i.m.
Paraf
R/ Spuit 5 cc No. II
S.i.m.m.
Paraf
R/ Inf. Ringer Laktat 500 ml flash No.VI
Abocath No.18
No.II
Infus set
No.II
S.i.m.m.
Paraf

Pro: Tn.Amir
Umur : 18 tahun
Alamat : Jl. Pemuda No.45, Mataram

Resep 2
dr. Cinta, SpPD
SIP No: 110/456/UP/DINKES
Praktek :
JL. Pariwisata No.33 Mataram
Tlp: (0370) 621954

30

R/ Tab. Vit. B6 25 mg
S.p.r.n. 3.d.d. tab. I d.c.

Mataram, 15 Mei 2010


No. XV
Paraf

Pro: Amir
Umur : 18 tahun
Alamat : Jl. Pemuda No.45, Mataram
Informasi pada pasien:
Pasien harus istirahat total dan makan makanan yang cukup gizi, vitamin, dan mineral.

31

Kasus 8
Anita, 10 bulan, di bawa ke UGD Puskesmas Aikmel oleh orang tuanya karena mengalami
mencret. Keluhan ini mulai dialami sejak tadi malam, dalam perjalanan pulang mudik lebaran
dari Jawa. Sehari sebelum kepulangan, BAB anita sudah mulai lunak dan frekwensinya 3 kali.
Dalam perjalanan itu, susu formula yang biasa dikonsumsi oleh Anita habis, sehingga orang
tuanya membelikan susu kotak siap minum untuk Anita. Sejak itu, anita mengalami mencret.
Frekwensi BAB Anita sudah tak terhitung jumlahnya. Pada awalnya fesesnya masih disertai
ampas, tapi selanjutnya tanpa ampas. Anita juga beberapa kali mengalami muntah. Hasil
pemeriksaan fisik, keadaan umum Anita lemah, nadi sangat lemah, frekwensi denyut jantung 120
kali/menit, pernapasan 40 kali/menit, suhu 36 C, peristaltik kesan sangat meningkat, mata
cekung, bibir kering dan turgor menurun, pada daerah anus terlihat kemerahan dan lecet.
Tentukan pengobatan yang rasional pada pasien ini dan tuliskan resepnya dengan benar.
(Kelompok IV)
Masalah :
1.
2.
3.
4.

BAB lebih dari 3 kali


Fesesnya lebih banyak air yang keluar
Terdapat muntah
mata cekung, bibir kering dan turgor menurun dehidrasi

Diagnose : diare karena terjadi sindroma malabsorpsi


Tipe diare merupakan diare osmotic, yang terdapat bagian yang tidak tercerna pada feses. Jika
terjadi perubahan volume lumen usus dapat menyebabkan rasa mual, muntah, dan peningkatan
peristaltic hal tersebut terjadi pada intoleransi laktosa dimana laktosa yang tidak terdigesti akan
ikut menarik air sehingga feses keluar air.
Tujuan

terapi

1. Rehidrasi
2. menghilangkan factor penyebab yaitu menghentikan susu dewasa yang diberikan
3. terapi supportive :
pemberian zinc untuk perbaiki keadaan mukosa vili usus.
antisekresi untuk mengurangi pengeluaran cairan tapi obat-obatannya kontraindikasi pada
bayi sehingga tidak usah diberikan
obat antispasme tidak diperlukan karena bisa menyebabkan efek samping flatulen dan
kontraindikasi pada anak di bawah 4 tahun

32

obat pengeras tinja seperti kaolin, pectin, charcoal, tabonal tidak diperlukan untuk kasus ini
karena manfaatnya kurang.
Antiemetic tidak perlu karena reaksinya tidak ada di otak, hanya merupakan reaksi karena
terjadi peningkatan peristaltic usus.
Antibiotika tidak diperlukan karena penyebabnya bukan bakteri selain itu etiologi yaitu susu
telah distop pemberiannya.
Perhitungan rehidrasi pada bayi ini yaitu:
Menunjukkan gejala dehidrasi berat sesuai dengan gejala diatas diberikan cairan secara
parenteral karena muntah. Diberikan cairan Umur 1 tahun :
- 1 jam pertama 30 ml/kgBB 8,5 x 30 ml 255 ml
- 5 jam berikutnya 70 ml/kgBB 8,5 x 70 ml 595 ml
Pada dehidrasi berat hilang cairan untuk anak umur 10 bulan rata-rata beratnya 8,5 kg
(berdasarkan standar WHO) kita berikan cairan Ringer Laktat
Zink
Efikasi : diberikan pada kekurangan zink akibat intake kurang atau malabsorpsi.
Safety : jika terakumulasi dapat menyebabkan gagal ginjal akut
Suitability : cocok untuk balita yang menderita diare akut
Pemberian preparat zink dengan dosis bayi kurang 6 bulan 10 mg dan > 6 bulan 20 mg.

33

Resep
Dr. Z
SIP No: 110/456/UP/DINKES
Praktek:
Rumah:
Jl. Penjitilar no. 8A Mataram
Jl. Sriwijaya no.26 Mataram
]
Tlp: 640444
Tlp: 640555
Mataram, 9 Mei 2010
R/ RL flash
Abocath no 24
Infus set
S. i.m.m

No.III
No I
No I
#

R/ Solvazinc 40 mg
s.1.d.d.tab 1/2 p.c.

Paraf
no.III

Paraf

Pro: Anita
Umur: 10 bulan
Alamat: Jl. Barito no. 16 Mataram

Informasi yang diberikan kepada pasien:

Jika pasien ingin minum berikan saja ASI semaunya agar rehidrasi tetap terjadi
Minum obat sesuai jadwal dan aturan pakai
Jangan mengkonsumsi susu kotak siap minum lagi

KASUS 9
34

Seorang pasien laki-laki umur 68 tahun, datang ke UGD dengan keluhan berak disertai darah
segar. Pada anamnesis tidak ada mencret, nyeri, demam. Dalam beberapa minggu terakhir pasien
mengeluh beraknya menjadi lebih jarang. Konsistensi berak padat. Mual-muntah disangkal,
darah segar bercampur dengan feses, menetes di akhir berak. Tidak ada riwayat penyakit kuning.
Keluhan dirasakan sejak satu bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan nyeri
abdomen atau hepatomegali, pemeriksaan colok dubur ditemukan ada massa dalam rektum.
Tentukan pengobatan yang rasional pada pasien ini dan tuliskan resepnya dengan benar.
a. Permasalahan
Berak disertai darah segar, konsistensi padat
Darah segar bercampur dengan feses dan menetes diakhir berak
Konstipasi
Keluhan sejak satu bulan yang lalu
Pemeriksaan colok dubur ditemukan massa dalam rektum
Diagnosa: Hemoroid
b. Tujuan terapi
Mengatasi konstipasi
c. Daftar kelompok obat yang manjur sesuai tujuan terapi
Golongan obat laxatives
Bulk forming laxative
Osmotic laxatives
Faecal softeners
Stimulant laxatives
d. Penilaian kelompok obat yang manjur
Golongan obat laxatives
Bulk forming laxative
Efficacy:
Mekanisme kerja: menghilangkan konstipasi dengan cara menambah massa feses sehingga
menstimulasi peristaltik. Berguna untuk manajemen pasien hemoroid.
Safety: aman untuk pasien lanjut usia
Efek samping: perasaan kembung dan banyak angin (flatulensi), gejala ini dapat dikurangi
dengan penakaran awal rendah yang berangsur-angsur dinaikan, bila diminum dengan
terlalu sedikit air obstipasi justru bisa memburuk atau bahkan terjadi obstruksi usus.
Suitability: tidak ada kontraindikasi untuk orang lanjut usia.
Cost: Rp.300 - Rp.1500
Osmotic laxatives
Efficacy:
Mekanisme kerja: menambah jumlah air di dalam lumen colon, salah satunya dengan
dengan cara menarik air dari tubuh ke usus atau dengan menahan pengaturan air.
Safety:

35

Efek samping: perasaan kembung dan banyak angin (flatulensi), gejala ini dapat dikurangi
dengan penakaran awal rendah yang berangsur-angsur dinaikan, gangguan fungsi ginjal
(magnesium sitrat), mengakibatkan mual muntah (natrium sulfat), diare (sorbitol).
Suitability:
Kontraindikasi: sorbitol dikontraindikasi pada gangguan fungsi hati dan encok.
Hati-hati bila diberikan pada orangtua, dapat menyebabkan dehidrasi, hipovolemia, dan
gangguan elektrolit.
Cost: Rp.20000 Rp. 60000
Faecal softeners (emollients)
Efficacy:
Mekanisme kerja: melunakkan feses dengan cara menurunkan tekanan cairan dalam lumen
usus sehingga lebih banyak air dalam feses.
Safety:
Efek samping: jarang dan ringan, antara lain gangguan lambung-usus, ruam kulit dan iritasi
tenggorok. Penggunaan mineral oil dalam jangka panjang dapat mengganggu absorbsi
vitamin larut lemak (A,D,E,K).
Suitability:
Dapat digunakan pada orang dewasa yang lemah.
Cost: Rp. 940
Stimulant laxatives
Efficacy:
Mekanisme kerja: meningkatkan motilitas usus.
Safety: dapat diberikan untuk lanjut usia.
Efek samping: perasaan kembung dan banyak angin (flatulensi), bila digunakan dalam
waktu lama dapat melumpuhkan motilitas usus, kram abdomen, penggunaan berlebihan
akan menyebabkan diare, hipokalemia.
Suitability:
Kontra indikasi: pasien dengan obstruksi usus.
Cost: Rp. 350 Rp. 5000
Skoring golongan obat laxative:
Kemanjuran
(Efficacy)
70
Bulk forming
laxative
Osmotic laxatives 70
Faecal softeners 70
70
Stimulant
laxatives

Keamanan
(Safety)

Kecocokan
(Suitability)

Biaya
(Cost)

Total Skor

70

80

70

290

80
80
80

50
80
70

50
80
70

250
310
290

Dari skoring di atas, golongan obat laxative yang dipilih adalah faecal softeners.
Obat-obat faecal softener:
Docusate sodium (dioctyl sodium sulphosuccinate)
Efficacy: Bekerja dalam 1-2 hari
Safety: Sama dengan golongan faecal softeners.
36

Suitability: Jangan diberikan bersama-sama dengan liquid paraffin, pemberian perrektal


tidak di indikasikan untuk hemoroid dan anal fissure.
Cost: Rp. 991/tablet (Laxatab)
Liquid paraffin
Efficacy:
Safety: Efek samping: rembesan parafin pada anus dan menyebabkan iritasi setelah
penggunaan jangka panjang, reaksi granulomatous dapat disebabkan absorbsi liquid
paraffin dalam jumlah kecil (khususnya bentuk emulsi), lipoid pneumonia, dan gangguan
absorbsi vitamin larut lemak.
Liquid paraffin selalu diberikan dalam bentuk emulsi bersama dengan magnesium
hidroksida.
Suitability: Dapat digunakan pada orang dewasa yang lemah.
Cost: emulsi botol 60 mL : Rp. 9700, botol 110 mL : Rp. 14950 (Laxadine: fenolftaleina
dan cairan paraffin)
Skoring jenis obat:
Liquid paraffin
Docusate sodium

Kemanjuran
(Efficacy)
70
80

Keamanan
(Safety)
40
70

Kecocokan
(Suitability)
70
80

Biaya
(Cost)
70
80

Total
Skor
250
310

Dari skoring di atas, obat faecal softeners yang dipilih adalah docusate sodium (dioctyl sodium
sulphosuccinate).
Dosis docusate sodium (dioctyl sodium sulphosuccinate): 500 mg sehari dalam dosis terbagi.

37

e. Resep yang lege artis


Dr. SORAYA
SIP No: 006/046/UP/DINKES
Praktek:
Jl. Sriwijaya no. 103A Mataram
Tlp: 644066
Mataram, 13 Mei 2010
R/ Tab. Laxatab 50 mg

no. XII

S. p.r.n. 3 d.d. tab II


Paraf

Pro

: Tn. Gary

Umur : 68 tahun
Alamat: Jl. Surabaya no.5 Mataram

Kasus 10
38

Seorang pasien laki-laki, 45 tahun datang ke RSU Provinsi NTB dengan mengerang kesakitan,
gelisah dan kelihatan pucat. Sakit dirasakan pada semua bagian perutnya. Pasien mengaku mual,
sudah tidak bisa BAB sejak 7 hari dan sejak 3 hari ini tidak bisa kentut. Pada pemeriksaan
didapatkan tekanan darahnya 120/80 mmHg, nadi 118 kali/menit dan frekwensi nafasnya 24
kali/menit, suhu 37,5 C. Ditemukan juga nyeri tekan pada perut kiri bawah tanpa defans
muscullar dan bising usus meningkat (metalic sound). Tentukan pengobatan yang rasional pada
pasien ini dan tuliskan resepnya dengan benar.
Permasalahan: Mual, tidak BAB 7 hari, 3 hari tdak kentut, KU lemah
Diagnosis: suspect obstruksi colon et causa feses yang mengeras (konstipasi)
Tujuan terapi:
a.

Melunakakan feses yang mengeras


Memperbaiki KU
Mengatasi mual-mual
Mengurangi udara di saluran cerna
Golongan obat yang digunakan untuk konstipasi
Golongan obat
Bulk laxative

Macam-macam obat
Ispaghula, sterculia, bran, methylselulose,

Fecal softeners

saline chatarrtics, dan psyllium


docusate

Golongan obat
Bulk laxative

Keterangan
-Eficacy: membentuk masa feses sehingga bisa
dikeluarkan , harus digunakan beberapa hari
untuk mendapatkan efektifitas obatnya
-Safety: efek samping: flatulens
-Suitability: tidak meningkatkan peristaltik usus
-Eficacy: meningkatkan sekresi dari cairan
intestinal, menyembuhkan konstipasi dalam
1 atau 2 hari
-Safety: efek samping diare
-Suitability: efek meningkatkan motilitas usus
lemah

Fecal softeners

Scoring
Gol. Obat
Eficacy
Bulk laxative
70
Fecal softeners 80

Safety
50
70

suitability
70
60

total
190
210

b. Antiflatulants
39

Golongan obat
antiflatulants

Nama obat
simeticon

Golongan obat
Antiflatulants

Keterangan
- Eficacy: menghilangkan gas dalam Gi
tract dengan cara mendispersikan
gas, tidak diabsorpsi di GI tract,
distribusi di lumen usus dan
dikeluarkan bersama feses
- Safety: efek samping tidak diketahui
- Suitability: tidak ada interaksi dengan
obat lain secara signifikan

c. Mengatasi mual-mual
Golongan Obat
Muscarinic receptor antagonis
Phenothiazine
Vitamin B6
Gol. Obat
Muscarinic
antagonis

Macam-macam obat
Dimenhydrinat, scopolamin
Phenothiazine
piridoksin

Keterangan
receptor Efikasi: bekerja dengan memblok reseptor muskarinik,
diberikan secara oral untuk mengatasi mual dan vertio.
Safety: efek samping: sedasi, penglihatan kabur, retensi urin,
hiposalivasi
Suitability: mencegah pergerakan dari gastrointestinal tract
dan menyebabkan gastrointestinal relaksasi.

Piridoksin

Efikasi: Suatu koenzim yang digunakan sebagai transaminasi


dan membantu berbagai metabolisme. Piridokin diberikan
untuk kelainan-kelainan metabolisme yang disebabkan oleh
kekurangan piridoksin. Contohnya homosistinuria, anemia
sideroblastik hereditar dan hiperoksaluria primer. Digunakan
untuk Premenstrual Tension, muntah-muntah, dan mual
muntah akibat terapi radiasi
Safety: Efek samping piridoksin adalah sensorineuropati
apabila diberikan dalam dosis yang tinggi.
40

Suitability: dapat diberikan pada semua golongan umur


Phenothiazine

Efikasi : Agen antipsikotik yg dpt digunakan sbg antiemetic


karena bekerja menghambat

reseptor dopaminergik dan

muskarinik. Indikasi : nausea, vomiting, labyrinthine


disorders, motion sickness; premedication.
Safety : menimbulkan efek samping ekstrapiramidal,
gangguan GIT, efek sedasi sangat tinggi pd anak dan orang
tua.
Suitability : hindari pada penderita penyakit hati berat karena
dapat menimbulkan koma dan bersifat hepatotoksik.

Scoring
Gol. Obat
Muscarinic
antagonis
Phenothiazine
Vitamin B6

Eficacy
receptor 70
70
80

Safety
60

suitability
70

total
200

60
70

60
80

190
250

d. Memperbaiki KU dengan memberikan infuse ringer laktat


Jadi obat-obat yang digunakan adalah:
e.

Obat konstipasi: docusate (dosis: 240 mg diberikan 1 kali sehari)


Obat antiflatulants: simeticon (dosis: 80 mg diberikan 3-4 kali sehari)
Mengatasi mual: piridoksin (dosis: 10 mg perkali minum diberikan 3 kali sehari)
Perbaikan KU: Ringer Laktat
Resep

41

Dr. Ana mariana


SIP No: 110/456/UP/DINKES
Praktek :
Jl. Budi Kemuliaan no. 8A Mataram
Tlp : 640555
Mataram, 13 Mei 2010
R/ Ringer lactat

No. III

S. Pro. Inj.
Abocath 18

No. I

S. Pro. Inj.
Infuse set

No. I

S. Pro. Inj.
R/ Tab Piridoksin mg 10
S.p.r.n.t.d.d tab I p.c
R/ Caps. DC softgels mg 240
S. p.r.n.s.d.d caps I
R/ Caps. Simetikon mg 80
S.p.r.n.t.d.d.Caps I

Paraf
No. IX
Paraf
No. III
Paraf
No. IX
Paraf

Pro: Dewi
Umur: 5 tahun
Alamat: jln. Akasia no 1 Mataram
Jika causa berupa tumor atau neoplasma kolon maka indikasi untuk bedah.

Kasus 11
42

Seorang anak umur 10 bulan, dibawa oleh ibunya ke UGD puskesmas karena menangis terus.
Menangisnya makin kencang jika dia mengedan. Menurut pengakuan orang tuanya, dia belum
buang air besar 3 hari ini. Biasanya buang air besar 2 kali sehari. Hasil pemeriksaan fisik : perut
terlihat cembung. Peristaltik meningkat.
1. Masalah :
- belum BAB tiga hari
- perut terlihat cembung
- peristaltik meningkat
2. Diagnosis : Konstipasi
3. Tujuan pengobatan
- memperlancar BAB
4. Terapi:
A. Terapi untuk memperlancar BAB
Golongan Obat
Efektifitas
Laksansia
90
osmotik
Laksansia
90
lubrikan
Emolin
90

Keamanan
60

Kecocokan
85

Jumlah
235

60

70

220

60

80

230

Keterangan:
1. Laksansia osmotik
Efektifitas: Menarik cairan menuju ke lumen usus besar sehingga meningkatkan kadar
air dalam lumen usus besar dan merangsang dinding usus untuk berkontraksi.
Keamanan: Beberapa obat dapat memberikan efek samping berupa kram perut,
flatulence, gangguan elektrolit, dan diare.
Kecocokan: Dapat diberikan pada bayi dengan keluhan sulit BAB.
2. Laksansia lubrikan
Efektifitas: Melubrikasi tinja dan mukosa usus serta mencegah reabsorbsi air dari lumen
usus yang meningkatkan peristaltik sebaik mungkin. Diberikan secara oral atau melalui
rektal, diabsorbsi secara minimal, dan didistribusikan ke nodus limpatikus mesenterikus,
mukosa usus halus, hati, dan spleen, dan diekskresikan melalui tinja.
Keamanan: Obat ini dapat mengakibatkan distress pada saluran cerna.
Kecocokan: Digunakan untuk mengobati konstipasi dan menjaga tinja agar tetap lunak,
tetapi penggunaan pada bayi tidak diketahui.
3. Emolin
Efektifitas: Obat ini merupakan pelunak tinja yang digunakan secara oral, diabsorbsi, dan
diekskresi melalui empedu di dalam feses. Bekerja dengan menurunkan tegangan
permukaan feses menyebabkan percampuran antara air dan substansi lemak di dalamnya,
melembutkan feses, dan memudahkan defekasi. Selain itu, obat ini dapat menstimulasi
cairan intestinal dan sekresi elektrolit ( diduga melalui peningkatan cAMP pada mukosa
usus dan mengubah permeabilitas mukosa usus ).

43

Keamanan: Reaksi yang tidak diinginkan jarang terjadi. Obat ini dapat mengakibatkan
kolik.
Kecocokan: Dapat diberikan pada bayi dengan keluhan sulit BAB.

Golongan obat pilihan


: Laksansia Osmotik
Skoring obat golongan Laksansia Osmotik
Nama Obat
Efektifitas
Keamanan
Kecocokan
Harga
Jumlah
Laktulosa
80
70
80
75
305
Gliserin
90
70
80
80
320
Keterangan:
1. Laktulosa
Efektifitas: Obat ini absorbsinya minimal dan langsung menuju usus. Obat ini
dimetabolisme oleh bakteri kolon dan dikeluarkan melalui feses. Onset kerjanya
setelah 48 jam.
Keamanan: Efek yang tidak diinginkan pada dosis tinggi adalah kram, flatus dan rasa
tidak nyaman pada abdomen, diare, dan gangguan elektrolit.
Kecocokan: Dapat diberikan pada anak dengan keluhan sulit BAB.
Harga: sirup 60 ml Rp 19.000,2. Gliserin
Efektifitas: bekerja langsung pada usus besar, tidak diabsorpsi, dan mengakibatkan
retensi air dalam lumen usus besar. Retensi air menstimulasi peristaltik usus besar
dalam kurun waktu kurang dari satu jam.
Keamanan: Gliserin suppositoria dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada area
pemberian, rasa panas, hiperemia, dan sedikit perdarahan. Beberapa gliserin
suppositoria mengandung sodium stearat yang dapat menyebabkan iritasi lokal. Obat
ini juga dapat menimbulkan diare karena dapat menstimulasi peristaltik usus.
Kecocokan: Obat ini dapat digunakan sebagai pengobatan untuk mengatasi konstipasi
pada bayi.
Harga: suppositoria Rp. 13.000,Obat pilihan : Gliserin
Bentuk sediaan obat : suppositoria
Dosis : 1 gram/dosis
Cara pemberian: per rektal
Interval: satu kali sehari
Lama pemberian: diberikan hingga keluhan sulit BAB menghilang
Kesimpulan:
Pasien diberikan pengobatan untuk memperlancar BAB yaitu Gliserin suppositoria karena pada
bayi lebih mudah diberikan melalui per rektal.

Resep:
44

dr. Muhammad
SIP No: 110/456/UP/DINKES
Praktek :
JL. Sriwijaya, No.8 Mataram
Tlp:640555
Mataram, 2 April 2010
R/ Supp. Gliserin
Tub. No.V
S. 1 d.d. tub. I per rectal
Paraf

Pro: Putra
Umur : 10 bulan
Alamat : Jl. Brawijaya No.11 Seganteng, Mataram
Informasi pada ibu pasien:
Pasien tetap diberikan ASI. Makanan pendamping yang diberikan harus sesuai dengan usia
pasien.

45

KASUS 12
Seorang perempuan, umur 25 tahun, saat ini sedang hamil 7 bulan, datang dengan keluhan sulit
BAB sejak hamil. Tapi sejak kehamilannya mencapai 6 bulan, semakin sulit. Dia sudah makan
pepaya, minum air, tapi tetap saja, paling hanya 2 kali BAB setiap minggu, dan setiap BAB
harus mengedan. Sampai sakit anusnya bila BAB. Dia menjadi takut untuk BAB karena sakit itu.
Tentukan pengobatan yang rasional pada pasien ini dan tuliskan resepnya dengan benar.
JAWABAN
Permasalahan
Sulit buang air besar sejak hamil semakin lama semakin sulit
BAB anusnya sakit
Hamil 7 bulan
Diagnosis : Konstipasi dalam kehamilan
Konstipasi dalam kehamilan dapat di sebabkan oleh :

Peningkatan dari hormone progesterone yang menyebabkan relaksasi otot sehingga


peristaltik usus kurang efisien.

Pada kehamilan trimester ketiga dimana perut sudah membesar, konstipasi ditambah oleh
penekanan rahim yang membesar di daerah perut.

Tablet Zat Besi (iron) yang diberikan oleh dokter biasanya menyebabkan masalah
konstipasi ini juga, selain itu tablet zat besi akan menyebabkan warna feses(tinja) anda
kehitaman, jadi jangan kuatir.

Suatu penelitian menyebutkan bahwa terjadinya konstipasi semakin berkurang dengan


bertambahnya usia kehamilan. Gandum atau makanan yang mengandung serat efektif di dalam
menangani konstipasi. Apabila nyeri perut dan konstipasi yang terjadi tidak ada perbaikan
dengan asupan makanan berserat, maka penggunaan laksatif sebagai perangsang lebih efektif
dibandingkan laksatif yang membentuk masa tinja. Efek samping penggunaan laksatif
diantaranya adalah diare dan nyeri perut

Tujuan pengobatan
Melancarkan pengeluaran feses
Pengobatan
Obat yang di gunakan untuk konstipasi adalah golongan peningkatan motilitas usus dan laksatif,
dimana obat yang bekerja meningkatan motilitas usus termasuk dalam kategori C. Obat yang
aman digunakan pada wanita hamil adalah obat laksatif. Laksatif terdiri dari beberapa golongan
yaitu irritant, bulk-forming, Stool-softening, lubricating. Untuk golongan irritant tidak
dimasukan dalam skoring, ini di karenakan golongan ini di kontraindikasikan untuk wanita hamil
terutama pada trimester ke tiga.
46

Effication

Suitability

Safety

Bulk-forming
Memicu refleks kontraksi usus, meningkatkan volume feses
sekaligus melunakkan feses
Cocok di gunakan pada wanita hamil
Cocok di gunakan setiap hari dan untuk konstipasi kronik,
sehingga untuk kasus ini dapat di gunakan
Aman digunakan untuk wanita hamil

Cost

Harga relatif terjangkau


Stool-softening
Melunakan feses dengan cara meningkatkan jumlah cairan di
usus
Dapat di berikan per rektal
Dapat digunakan pada wanita hamil, karena pada wanita hamil
terjadi penurunan motilitas usus, dan golongan ini cocok
digunakan pada pasien denagn penurunan motilitas usus.
Aman digunakan untuk wanita hamil
Tidak boleh diberikan bersamaan dengan lubrican laksatif
karena akan meningkatkan absorbsi dari lubrican laksatif

Effication

Suitability

Safety

Cost

Harga relatif terjangkau

Effication
Suitability
Safety

Lubricating
Melicinkan feses melewati rektum
Dapat digunakan pada wanita hamil
Aman digunakan bagi wanita hamil

Cost

Harga lebih mahal

Skoring
Bulkforming
Stoolsoftening
lubricating

effication
75

Suitability
80

safety
80

Cost
50

jumlah
285

85

80

80

70

315

70

80

70

60

280

Jadi berdasarkan nilai skoring, dipilih obat laksatif golongan stool-softening. Obat yang dapat
digunakan Dulcolax dan microlax .
Dulcolax
Melunakan feses dengan cara meningkatkan jumlah cairan di
Effication
usus
Komposisi : bisacodyl
47

Suitability
Safety
Cost

Effication

Suitability
Safety
Cost

Dapat digunakan pada wanita hamil


Aman digunakan bagi wanita hamil
Termasuk dalam kategori B
Harga lebih mahal dibandingkan microlax
Microlax
Microlax bekerja melunakkan massa feses dan melumasi
saluran rectum sehingga memudahkan buang air besar tanpa
mempengaruhi otot usus sehingga tidak menyebabkan
melilit. Bekerja lokal langsung pada massa feses sehingga
bekerja cepat dan aman digunakan.
Onset kerjanya singkat (1 detik)
Komposisi : Na lauryl sulfoacetate 45 mg, Na citrate 450 mg,
sorbic acid 5 mg, PEG 400 625 mg, sorbitol 4465 mg.
Dapat digunakan pada wanita hamil
Aman digunakan bagi wanita hamil
Termasuk dalam kategori B
Harga lebih terjangkau

Skoring
Dulcolax
Microlax

Effication
80
80

Suitability
80
80

safety
80
80

Cost
50
70

jumlah
290
310

Jadi berdasarkan skoring, obat yang digunakan adalah microlax


Informasi yang di berikan pada pasien
Banyak minum air
Tetap mengkonsumsi makanan berserat
Dosis Obat
Diberikan bila diperlukan
1 tub digunakan sekali pakai

Resep

48

Dr. Z
SIP No: 110/456/UP/DINKES
Praktek:
Rumah:
Jl. Penjitilar no. 8A Mataram
Jl. Sriwijaya no.26 Mataram
Tlp: 640555
Tlp: 640444
Mataram, 16 Mei 2010
R/ Microlax suppos. 5 ml
Tub. No.III
S.p.r.n. 1 d.d Tub I per rectal
Paraf
#
Pro: Ny. Siti
Umur: 25 thn
Alamat: Jl. Barito no. 16 Mataram

49