Anda di halaman 1dari 25

Detail Desain PLTM Sepakek

BAB V
PERENCANAAN PLTM SEPAKEK

5.1 UMUM
Secara

umum

perencanaan

dasar

PLTM

Sepakek

terdiri

dari

perencanaan dasar bangunan sipil (intake, kolam penenang, dan


rumah pembangkit). Sistem PLTM Sepakek ini tidak menggunakan
penstock, air dari kolam penenang langsung dimasukkan ke turbin, hal
ini dilakukan karena power house dan kolam penenang dapat
diletakkan dengan posisi berimpitan.

5.2 PERENCANAAN DASAR BANGUNAN SIPIL


5.2.1 Sistem Pengambilan PLTM Sepakek
PLTM Sepakek merupakan minihidro dengan konsep memanfaatkan
saluran induk Jurang Sate. Aliran air di saluran Jurang Sate disadap
untuk menggerakan turbin menuju pipa pesat, saluran keluaran dan
dikembalikan lagi ke saluran Jurang Sate. Saluran jurang sate di hulu
talang BJS.3 dibangun pintu untuk mengalihkan aliran ke kolam
penenang masuk ke sistim PLTM dan dialirkan kembali pada hilir
bangunan talang BJS.3.
5.2.2 Bendung (weir)
Bendung PLTM Sepakek berupa bendung gerak (bendung berpintu).
Bendung ini berfungsi untuk mengalihkan aliran air disaluran Jurang
Sate menuju bangunan PLTM.
Data teknis bendung PLTM Sepakek :
-

Tipe Weir
Dimensi
Elevasi dasar saluran
Elevasi tanggul
Elevasi Muka Air

CV. VRANGLOID RAIT

: Bendung Gerak (Pintu Sorong 2 buah)


: 2,0 m x 2,0 m
: EL 230,0 m
: EL 233,5 m
: EL 233,0 m

5-1

Detail Desain PLTM Sepakek

Saluran
Eksisting

Headpond

Penstok

Power House

Tail
Race

Saluran
Eksisting

Gambar 5.1 Site Plan PLTM Sepakek


CV. VRANGLOID RAIT

5-2

Detail Desain PLTM Sepakek

5.2.3 Kolam Penenang (head pond)


Headpond pada bangunan ini memanfaatkan saluran induk jurangsate.
Headpond

direncanakan

dengan

konstruksi

pasangan

batu

kali.

Headpond dilengkapi dengan trashrack untuk menghalangi benda


masuk ke dalam turbin.
Fungsi headpond adalah sebagai berikut :
a)

Menyediakan sebuah reservoir dengan permukaan bebas yang


dekat dengan mekanisme pengaturan debit.

b)

Menyuplai

tambahan

air

yang

dibutuhkan

selama

naiknya

kebutuhan beban hingga kecepatan aliran di saluran meningkat


sampai kondisi yang tetap (steady).
c)

Menyimpan

air

selama

terjadi

pengurangan

beban

hingga

kecepatan aliran di saluran menurun sampai kondisi yang tetap


(steady)
d)

Menjamin modulasi muka air akibat perubahan beban baik dengan


nilai yang besar maupun kecil

Direncanakan headpond dengan dimensi lebar 4,00 m dan panjang


6,00 m, pada kondisi full supply level (FSL) muka air pada EL. 233,00
m.

5.2.4 Pipa Pesat (penstock)


a. Penempatan Pipa Pesat
Pipa pesat merupakan pipa yang direncanakan untuk dapat
menahan tekanan tinggi, yang berfungsi untuk mengalirkan air dari
kolam penenang menuju turbin.
Pipa pesat ditempatkan pada tanah yang memiliki sabilitas yang
baik, sehingga menjamin tercapainya daya dukung tanah terhadap
pondasi pipa pesat pada posisi flange dan belokan vertikal.
-

Dari data kolam penenang, diketahui elevasi dasar

= + 228.80

Elevasi dasar pipa pesat

= + 229.00

CV. VRANGLOID RAIT

5-3

Detail Desain PLTM Sepakek

Elevasi dasar pipa bagian bawah (turbin)

= +

228.50
Jarak horizontal dari inlet pipa pesat ke turbin

54.81

b. Perencanaan Diameter Pipa Pesat


Untuk

mendapatkan

diameter pipa pesat dapat disesuaikan

dengan tinggi jatuh dan debit yang akan direncanakan, dengan


menggunakan formula berikut :
1. Cara Engineering Manual Small Schale Generation, untuk
H<50m
D
= 0.794 x Qp0.404
= 0.794 x 6.50^0.404
= 1.69 m ~ 1.7 m
2. Cara Hydropower Ilynich

Q3

5.2
H

0.14

1.1 C

dimana
:
C
= Korosi yang diijinkan = 0.0015m

3.

= [(5.2x(Q3/H))0.14x1.1]+C
= 2.52 m ~ 2.6 m

P
0.175
H

0.466

Cara Handbook of Applied Hydraulics hal


536
D

=
= 0.175X(P/H)0.466
= 1.31 m ~ 1.4m

CV. VRANGLOID RAIT

5-4

Detail Desain PLTM Sepakek

Berdasarkan uraian diatas maka diameter penstock diambil ratarata dari ketiga analisis diatas yaitu sebesar 1,90 m ~ 2,0 m.

c. Material Pipa Pesat


Beberapa material yang digunakan sebagai pipa pesat adalah Besi
Cor (Welded steel), Polyethilene, Cast Irone dan dutii Iron,
Pipa pesat PLTM Sepakek direncanakan menggunakan Besi Cor
(welded steel), dengan spesifikasi ;
Modulus Elastisitas Young (E) N/m2 = 206
Linier expansion (n/m QC)

= 12

Kuat Tarik Ultimate (N/m2)

= 400

N (Roughness Koefisien)

= 0.012,

Dengan menggunakan meterial welded steel (Besi Cor), dapat


ditentukan tebal pipa (tp) minimum yang akan digunakan, dengan
perhitungan sebagai berikut ;
Perhitungan tebal pipa pesat menggunakan persamaan dari
Baloms Formula, untuk perhitungannya digunakan data-data
sebagai berikut :
tp = (P i .D/ 2sf.Kf)+ts
dimana :
ts

= adalah penambahan ketebalan pipa untuk faktor korosi,


diambil sebesar 1,5 mm.

Pi

= tekanan hidrostatik, kNi P mm2, adalah tinggi Head, 4,50 m


dan volume air pada bentang 7,5 m sebesar 23,55 m3 =
28,05 m

CV. VRANGLOID RAIT

5-5

Detail Desain PLTM Sepakek

= diameter dalam pipa, 2,00 m

Kf = faktor pengelasan sebesar 0,9 untuk pengelasan dengan


inspeksi

x-ray

faktor

pengelasan

sebesar

0,8

untuk

pengelasan biasa
Sf = desain tegangan pipa yang diijinkan= 1250 kg/cm2 = 12500
ton*m2.
Tp

(9,9*2.00 / (2 * 1250 * 0.8)+0,0015

= 0,0114 m ~ 11,0 mm

c. Kehilangan Tinggi Tekan


Besarnya kehilangan tinggi tekan pada pipa tekan disebabkan oleh
trashrack, pemasukan, gesekan dalam pipa, belokan dan katub.
Yang selanjutnya secara rinci akan dibahas mengenai besarnya
kehilangan tinggi tersebut antara lain ;

1. Trashrack
Perhitungan kehilangan tinggi tekan akibat adanya trashrack
diuraikan sebagai berikut :

t
ht sin
b

4
3

v2
2g

dimana
b

= 1.79

koefisien trashrack shape bulat

= 70o kemiringan trashrack

= 10 mm

tebal batang trashrack

= 25 mm

jarak antar batang trashrack

sehingga,
ht

= 2.43xsin 70x(10/25)4/3 X 0.612/2x9.81

CV. VRANGLOID RAIT

5-6

Detail Desain PLTM Sepakek

= 0.008 m ~ 0.01 m
2. Pemasukan
Koefisien kehilangan tinggi tekan masuknya air ke terowongan
dihitung sebagai berikut (Dake, 1985:77) :

hP (

1
v2

1
)
*
2g
C2

dengan :
hP = kehilangan karena pemasukan (m)
C

= koefisien kecepatan
(Sebagian besar mulut pipa memiliki koefisien kecepatan
antara 0,85 dan 1.00).

= kecepatan aliran di dalam kolam penenang (m/detik)

= percepatan gravitasi (g = 9.81 m/detik2)

hP = (1/0.85^2-1) * 0.52/(2*9.81)
= = 0.010 m ~ 0.01 m
3. Gesekan (kekasaran pipa)
Ada beberapa teori dan formula untuk menghitung besarnya
kehilangan tinggi tekan mayor (hf) diantaranya yaitu HanzenWilliams, Darcy-Weisbach, Manning, Chezy, Colebrook-White, dan
Swamme-Jain (Haestad, 2001: 278).
a. Hanzen-Williams. Persamaannya ditulis dalam bentuk
(Webber, 1971, 121):

ki

10,67 L
1,85 4 ,87
Chw
D

h f kiQ1,85
dengan :
V

= kecepatan aliran pada pipa (m/dt)

Chw

= koefisien kekasaran Hanzen-William (tabel)

CV. VRANGLOID RAIT

5-7

Detail Desain PLTM Sepakek

ki

= diameter pipa (m)

= kemiringan garis energi

= debit aliran pada pipa (m3/dt)

= panjang pipa (m)

hf

= kehilangan tinggi tekan mayor (m)

= (10,67*55)/(130^1,85*2,0^4,87)
= 0,003

hf

= 0,003*6,5^1,85
= 0,1 m

b. Darcy Weisbach
Hfriction
= .L.V2 / 2.g.D
= 0,014 X 55 X V2/2 * 9,81 * D
V
= Q/Apipa
= 2.29 m3/det
Hfriction
= 0,014 X 55 X 2.29^2/(2 X 9,81 X 2.0)
= 0.109
m
Kehilangan tinggi akibat gesekan rata-rata, Hfriction

0.10 m

4. Belokan
Koefisien kehilangan tinggi tekan akibat belokan ada dua macam
yaitu belokan lengkung dan belokan patah, akan tetapi belokan
lengkunglah yang banyak dipergunakan. Untuk belokan lengkung
sering dipakai rumus Fuller sebagai berikut (Sularso, 1983:34) :

hB [0,131 0,163(

D 3. 5 0 , 5 v 2
) ( ) ]*
2R
90
2g

dengan :
hB = kehilangan karena belokan (m)
D

= diameter dalam pipa (m)

= jari-jari lengkung sumbu belokan (m)

= sudut belokan ()

= kecepatan aliran dalam saluran (m/detik)

= percepatan gravitasi (g = 9.81 m/detik2)

CV. VRANGLOID RAIT

5-8

Detail Desain PLTM Sepakek

hB = (0.131+0.163*(2.0/(2*10.98))^3.5*(22,5/90)^0.5)*2.29^2/
(2*9.81)
= 0,04 m
Belokan Pipa Pesat pada PLTMH Sepakek terdapat 1 titik, yaitu di
hulu powerhouse. Dengan dimensi belokan 22,50.

5. Katup
Berdasarkan kehilangan tinggi karena adanya katup dipengaruhi
oleh jenis katup yang digunakan serta bukaan katup.

hk k u *

V2
2g

dimana :
hk = kehilangan tinggi tekan karena katup (m)
ku = Koefisien kehilangan pada katup
v

= kecepatan aliran di dalam pipa (m/detik)

Direncanakan menggunakan katup kupu-kupu, adapun koefisien


debit adalah 0.6.
Hk = 0.15*2,29^2/(2*9.81)
= 0,04 m
Total kehilangan tinggi Tekan pada pipa pesat dari pemasukan
hingga katup adalah sebagai berikut :
H-Loses Total

= (0,01) + (0,01) + (0.10) + (0.04) + (0.04) =

0,20 m

5.2.5 Perencanaan Dudukan (support) Pipa Pesat


Tumpuan pipa pesat, dengan menggunakan pondasi anchor block,
saddle support, berfungsi untuk mengikat dan menahan penstock.

CV. VRANGLOID RAIT

5-9

Detail Desain PLTM Sepakek

Jarak antar tumpuan (L) ditentukan oleh besarnya defleksi maksimum


penstock yang diijinkan. Jarak maksimum dudukan pondasi penstok
dapat dihitung dengan formula:
L = 112.61 x {[(D + 0.0147) 4 - D4 ]/ p} 0.333
D = diameter dalam penstock (m), 2.00 m
P = berat satuan dalam keadaan penuh berisi air (kg/m).
Berat satuan pipa pesat dihitung dengan formula
W pipa = D x t x l x wbaja
Di mana ;
W pipa = kg 1 m pipa pesat
t

= tebal pipa (m), sebesar 0.030 m.

p baja = 7860 kg/m3


Berat air di dalam pipa dihitung sebesar :
Di mana :
W air

= kg 1 m pipa pesat

= panjang pipa satuan, 1 m

p air

= 1000 kg/m3

W air

= 0.25*3.14*D 2 x 1 x pair

Berat satuan pipa berisi penuh air adalah, P = W pipa + W air .


Wair

= (0.25*3.14*2.0^2)*1*1
= 314 kg/m

Wpipa = (7860*3.14*2.0*0.03)
= 1480,824 kg/m

CV. VRANGLOID RAIT

5 - 10

Detail Desain PLTM Sepakek

= 4620,824 kg/m

= 112.61*(((2.00+0.0147)^4-2.00^4)/ 4620,824)^0.333
= 5,29 m.

Pada perencanaan PLTMH ini, jarak antar tumpuan pipa pesat rata-rata
adalah 6 m pada as atau sebesar 5,00 m pada ujung support, maka
dari panjang pipa pesat 55,00 m akan digunakan 11 titik pondasi
angker block. Berdasakan hasil pembacaan nilai tegangan tanah qc =
200 kg/cm2,

berada

pada kedalaman

2.30 m

sampai

dengan

kedalaman 3.20 m. Struktur pondasi dudukan (support) pipa pesat


menggunakan pondasi dangkal struktur batu kali
5.2.6 Perencanaan Rumah Pembangkit (Power House)
a. Penempatan Rumah Pembangkit
Penampatan Rumah Pembangkit PLTM Sepakek didasarkan pada
beberapa hal, antara lain ;
- Didapatkan tinggi jatuh yang tertinggi,
- Memiliki kemampuan daya dukung pondasi tanah yang baik.
- Secara topografi, memiliki area yang memenuhi dan kemungkinan
akses yang lebih mudah menuju ke rumah pembangkit.
Rumah pembangkit PLTM Sepakek ditempatkan disebelah hilir
bangunan kolam penenang (kanan talang terjunan BJS.3).
b. Dimensi Rumah Pembangkit
Disain dimensi rumah pembangkit didasarkan pada kebutuhan
kapasitas dari instalasi pembangkit, yakni dimensi turbin dan
generator serta panel-panel listrik. Sistem pembangkit PLTMH
Sepakek didesain dengan sistim otomatis, jadi ruang operator
ditiadakan.
Berdasarkan disain pembangkit maka diketahui beberapa dimensi
instalasi pembangkit ;
- Dimensi rotor turbin sebesar 200 cm, maka ditentukan ruang
kosong untuk turbin 6.00 x 7.00 m, dengan jumlah 1 unit (lantai
1)
CV. VRANGLOID RAIT

5 - 11

Detail Desain PLTM Sepakek

- Dimensi Generator Listrik 200 x 200 cm, maka ditentukan besar


ruang kosong generator 6.00 x 7.00 m, dengan jumlah 1 unit
(lantai 2)
- Ruang Panel 6.00 x 2.00 m.
Rumah pembangkit PLTM Sepakek didisain 2 lantai dengan dimensi
6.00 x 7.00 m.
5.2.7

Perencanaan Kolam Pembuang Akhir (Tail Race)

Elevasi muka air pada bagian tail race akan sangat menetukan dalam
penentuan energi yang dihasilkan dari system pembangkit
Penentuan elevasi muka air tail race pada PLTM Sepakek adalah

didasarkan elevasi dasar saluran jurang sate extension bagian hilir


talang (+227,00 m).
Adapun tipe dari turbin yang digunakan adalah tipe kaplan, maka

elevasi muka air di taillrace berada di bawah pipa lepas/draft tube.


Secara rinci data teknis pembuang akhir adalah sebagai berikut :
-

Elevasi minimum operasi

Elevasi optimum

5.3

= 232,40 m

= 233,00 m

PERENCANAAN DASAR PERALATAN MEKANIKAL-ELEKTRIKAL

5.3.1 Perencanaan Turbin


a. Pemilihan Type Turbin
Turbin berperan untuk mengubah energi air (energi potensial, tekanan
dan energi kinetik) menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran
poros. Putaran poros turbin ini akan diubah oleh generator menjadi
tenaga listrik. Berdasarkan prinsip kerjanya , turbin air dibagi menjadi
dua kelompok :
-

Turbin impuls (cross-flow, pelton & turgo)


Untuk jenis ini, tekanan pada setiap sisi sudut geraknya/runnernya
bagian turbin yang berputar sama.

Turbin reaksi ( francis, kaplan l propeller)


Untuk jenis ini, digunakan untuk berbagai keperluan (wide range)
dengan tinggi terjun menengah (medium head )

CV. VRANGLOID RAIT

5 - 12

Detail Desain PLTM Sepakek

Daerah aplikasi berbagai jenis turbin air relatif spesifik. Pada beberapa
daerah operasi memungkinkan digunakan beberapa jenis turbin.
Pemilihan jenis turbin pada daerah operasi yang overlaping ini
memerlukan perhitungan yang lebih mendalam. Pada dasarnya daerah
kerja operasi turbin menurut Keller dikelompokkan menjadi :
-

Low head powerplant


Medium head powerplant

: dengan tinggi jatuhan air (head)


: dengan tinggi jatuhan antara low

head dan high head


High head powerplant

: dengan tinggi jatuhan air yang

memenuhi persamaan
H 100 (Q
dimana, H = head, m Q = desain debit,
m3/s
Tabel 5.1 Daerah Operasi Turbin
Jenis Turbin
Kaplan
Propeller
Francis

dan

Pelton
Crossfiow
Turgo

Variasi
Head, m
2 < H < 20
10 < H <
350
50 < H <
1000
6 < H < 100
50 < H <
250

PLTM Sepakek mempunyai head 3,83 m sehingga berdasarkan kriteria


tsb, turbin yang cocok adalah jenis Kaplan.

b. Kriteria Pemilihan Jenis Turbin


Pemilihan jenis turbin dapat ditentukan berdasarkan kelebihan dan
kekurangan dari jenis-jenis turbin, khususnya untuk suatu desain yang
sangat spesifik. Pada tahap awal, pemilihan jenis turbin dapat
diperhitungkan

dengan

mempertimbangkan

parameter-parameter

khusus yang mempengaruhi sistem operasi turbin, yaitu :


-

Faktor tinggi jatuhan air efektif (Net Head) dan debit yang akan
dimanfaatkan untuk operasi turbin merupakan faktor utama yang

CV. VRANGLOID RAIT

5 - 13

Detail Desain PLTM Sepakek

mempengaruhi pemilihan jenis turbin, sebagai contoh : turbin pelton


efektif untuk operasi pada head tinggi, sementara turbin propeller
-

sangat efektif beroperasi pada head rendah.


Faktor daya (power) yang diinginkan berkaitan dengan head dan

debit yang tersedia.


Kecepatan (putaran) turbin ang akan ditransmisikan ke generator.
Sebagai

contoh

untuk

sistem

transmisi

direct

couple

antara

generator dengan turbin pada head rendah, sebuah turbin reaksi


(propeller) dapat mencapai putaran yang diinginkan, sementara
turbin pelton dan crossflow berputar sangat lambat (low speed)
yang akan menyebabkan sistem tidak beroperasi.
Ketiga faktor di atas seringkali diekspresikan sebagai "kecepatan
spesifik,Ns".

Untuk

perhitungan

nilai

Ns

turbin

Propeller/Kaplan

menurut Moody dapat digunakan formula dibawah ini :

Ns

9431
155
H 9.75

Dimana :
NS = kecepatan spesifik
H

= head efektif (m)

Output turbin dihitung dengan formula :


P = 9.81 Q H turbin
Dimana :
P

= daya Turbin (kW)

= debit air (m3/s)

= efektif head (m)

turbin = efisiensi turbin


= 0.8 - 0.85 untuk turbin pelton
= 0.8 - 0.9 untuk turbin francis
= 0.7 - 0.8 untuk turbin crossflow
= 0.8 - 0.9 untuk turbin propeller/Kaplan
Kecepatan spesifik setiap turbin memiliki kisaran (range) tertentu
berdasarkan data eksperimen. Kisaran kecepatan spesifik beberapa
turbin air adalah sebagai berikut :

CV. VRANGLOID RAIT

5 - 14

Detail Desain PLTM Sepakek

Turbin pelton
12 Ns 25
TurbinFrancis
60 Ns 300
Turbin Crossflow 40 Ns 200
Turbin Propeller 250 Ns 1000

Dengan mengetahui besaran kecepatan spesifik maka dimensi dasar


turbin dapat diestimasi (diperkirakan).
Seperti uraian pemilihan tipe turbin diatas disimpulkan bahwa kondisi
lokasi PLTM Sepakek ini dipilih turbin jenis Kaplan. Dengan spesifikasi
sebagai berikut :
-

Type Turbin
Output Turbin

: Kaplan
: 9,81 Q H turbin
: 9,81 x 6,5 x (233-228,5-0,574-0,1) x 0,9
: 270,238 kW = 270 kW

Kecepatan Spesifik (Ns)

: ((9431/(3,827+9,75))+155

: 849,63 rpm
Dari Kecepatan spesifik 849,63, yakni diantara Ns = 500 sampai
dengan Ns = 1000 maka dipilihkan turbin propeler dengan sudut
dapat diatur (type Kaplan) dengan poros mendatar.

Gambar 5.2 Turbin Kaplan dengan sudut dapat diatur

5.3.2 Generator

CV. VRANGLOID RAIT

5 - 15

Detail Desain PLTM Sepakek

Generator adalah merupakan suatu alat yang dapat merubah energi


gerak (mekanis) menjadi energi listrik. Dalam kajian ini akan dibahas
mengenai klasifikasi generator, data generator, efek roda gila dan
berat generator.
a. Klasifikasi Generator
Menurut Arismunandar (1991: 77), klasifikasi generator berdasarkan
porosnya meliputi
1. Generator dengan poros datar (horizontal)
Golongan poros datar ini sesuai untuk mesin-mesin berdaya kecil
atau mesin-mesin berputaran tinggi.
2. Generator dengan poros tegak (vertikal)
Golongan poros tegak ini sesuai untuk mesin-mesin berputaran
rendah. Penggunaan golongan poros tegak sangat sesuai bagi
generator turbin air, karena memerlukan luas yang lebih kecil
dibandingkan dengan golongan poros datar.
Dalam studi ini direncanakan menggunakan generator poros tegak
(vertical).

b. Daya Generator
Daya generator arus bolak-balik diukur dalam kilovolt-Ampere (kVA)
untuk suatu kenaikan suhu tertentu, dimana kenaikan suhu tersebut
masih aman terhadap bahan-bahan isolasi. Daya semu (kVA) dari
suatu generator berbeda dari daya nyatanya. Faktor daya tidak
mungkin lebih besar dari 1. Nilainya tergantung dari nilai induktansi
yang sangat kecil, misalnya beban penerangan, akan mempunyai
faktor daya yang mendekati 1. Beban jaringan yang umum biasanya
mempunyai

faktor daya yang berkisar antara 0,8 dan 0,9, tetapi

bila bebannya meliputi banyak motor induksi, maka faktor dayanya


dapat serendah 0,5 (Linsley, 1991: 170).
Dari kondisi daerah yang akan dilayani di Pulau Lombok maka dalam
studi ini digunakan faktor daya sebesar 0.85.
5.3.3 Transformator

CV. VRANGLOID RAIT

5 - 16

Detail Desain PLTM Sepakek

Tipe Transformator
Transformator utama yang akan digunakan pada PLTMH Sepakek,
adalah transformator 3 fase jenis pasangan luar, sisi tegangan
primernya sama dengan tegangan ou put generator, yaitu 6 kV,
sedangkan sisi tegangan sekundernya sama dengan jaringan
distribusi tegangan menengah, yaitu 20 kV. Kontruksi transformer ini
harus sederhana agar perawatanya seminimal mungkin dan tipenya
hermatically sealed.
Karena

keandalan

tansformator

modern

sudah

cukup

tinggi,

sehingga tidak perlu transformator cadangan. Agar keandalannya


terjamin, maka kapasitas transformator yang akan dipasang dipilih
lebih besar dari

kapasitas generator.

Karena kapasitas yang

terbangkit di PLTMH Sepakek sebesar 191,07 kVA, maka dipilih


transformator utama dengan kapasitas sebesar 500 kVA.
Tipe pendingin yang diusulkan adalah tipe ONAN (Oil Natural Air
Natural),

karena

hal

ini

merupakan

system

pendingin

yang

sederhana, efisiensinya tinggi dan tidak memerlukan peralatan


bantu. Disamping itu daya transformator yang digunakan relatif
masih kecil, sehingga tipe pendinginnya dipilih jenis ONAN.
-

Spesifikasi Transformator
Spesifikasi lengkap transformator utama adalah sebagai berikut:

Kapasitas

500 kVA

Frekwensi

50 Hz

Besar tegangan :
- Sisi tegangan tinggi

: 20 kV (sekunder)

- Sisi tegangan rendah

: 6 kV (primer)

Sistem Pendinginan

: ONAN

Kelas Isolasi (IEC 76)

: A

Kenaikan maksimum temperatur belitan

: 650C

Kenaikan maksimum temperatur minyak

: 550C

Vektor Group :

Ynd - 5

Tap tanpa beban

: + 2 % dengan step 2,5 %

Tingkat isolasi
a. Sisi tegangan 20 kV
- Tegangan ketahanan impuls

CV. VRANGLOID RAIT

: 125 kV

5 - 17

Detail Desain PLTM Sepakek

- Tegangan ketahanan daya untuk 1menit

50 kV

b. Sisi tegangan 6 kV
-

Tegangan
impuls

: 60 kV

- Tegangan ketahanan daya untuk 1menit


Persen impedansi

ketanahan

20 kV

: 6%

5.3.4 Jaringan
Sesuai dengan keluaran tegangan pada transformator utama sebesar
20 kV, maka PLTMH Pringgarata direncanakan di integrasi/ interkoneksi
pada tegangan 20 kV Existing yang ada di Desa Sepakek. Adapun
penyaluran daya dari PLTMH Pringgarta melalui Express Feeder 20 kV.
Analisis aliran beban menunjukkan bahwa interkoneksi pada tegangan
20 kV dengan menggunakan conductor penghantar jenis AAAC dengan
luas penampang 70 mm cukup memadai dengan system jaringan tiga
fase empat kawat dan tiang beton sebagai penyangga, adapun
kontruksi penghantar udara campuran alumunium telanjang (AAAC)
sesuai dengan Standard Nasional Indonesia (SNI) Peraturan Umum
Instalasi Listrik (PUIL) 700-9-1987 dapat dilihat pada Tabel 5-2.

CV. VRANGLOID RAIT

5 - 18

Detail Desain PLTM Sepakek

Tabel
Kontruksi

Penghantar

Udara

Alumunium

5-2

Telanjang

(AAAC) (SNI PUIL 700-8-1987)

CV. VRANGLOID RAIT

5 - 19

Detail Desain PLTM Sepakek

Sedangkan kemampuan antar arus menerus penghantar sesuai dengan


SNI PUIL 710-38-1987 dapat dilihat pada Tabel 5 3.

Tabel

Kemampuan Hantar Arus Terus Menerus Penghantar


Udara Campuran Alumunium Telanjang (AAAC) (SNI PUIL
710-38-1987)

Jaringan ini akan dilalui daya dengan kapasitas 190 kW (pada fakor
daya 0,8). Adapun jarak tempuh PLTMH Sepakek ke jaringan eksisting
adalah 1,2 KM.

CV. VRANGLOID RAIT

5 - 20

Detail Desain PLTM Sepakek

Adapun rute express feeder 20 kV yang direncanakan melalui jalan


inspeksi saluran Jurang Sate.
Pada saat pembangunan nanti di estimasikan memerlukan antara lain:
-

Jumlah tiang penghantar 24 batang

Panjang conductor penghantar 1,236 KM dibulatkan = 1,3 KM (Jarak


+ factor andongan 3 %)

Isolator dan perangkat keras (cross arm)

Untuk mengantisipasi

terjadinya pencurian conductor penghantar

yang sering terjadi diusulan kawat netral diletakkan dibagian atas


saluran.

5.4 ANALISIS OPERASIONAL PLTMH


5.4.1 Reliability/Keandalan
Reliability atau keandalan operasional PLTMH adalah nilai probabilitas
bahwa operasional PLTMH sukses menjalani fungsinya, dalam jangka
waktu dan kondisi operasi tertentu.
Data Perencanaan :
-

Debit maksimum : 6,50


Debit minimum
Debit pemeliharaan
Tinggi jatuh ef
Efisiensi turbin
Efisiensi generator

m3/det
: 2,60 m3/det
: 0,5 m3/det
: 3,63 m
: 90,00 %
: 80 % - 90 %, dalam kajian ini digunakan

87 %.

CV. VRANGLOID RAIT

5 - 21

Detail Desain PLTM Sepakek

Berdasar data perencanaan diatas maka operasional PLTMH Sepakek dapat diuraikan seperti pada tabel dibawah ini.
Tabel 5.4 Tabel operasional debit PLTMH Sepakek

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa reliabilitas/keandalan operasional PLTMH Sepakek adalah sebesar 75,0 %.

CV. VRANGLOID RAIT

5 - 22

Detail Desain PLTM Sepakek

5.4.2 Perhitungan Daya


Pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) adalah suatu bentuk
perubahan tenaga air dengan ketinggian tertentu menjadi tenaga
listrik, dengan menggunakan turbin dan generator.
Data Perencanaan :
-

Debit maksimum : 6,50 m3/det


Tinggi jatuh ef
: 3,83 m
Efisiensi turbin
: 90,00 %
Efisiensi generator
: 80 % - 90 %, dalam kajian ini digunakan
87 %.

Maka daya listrik yang dibangkitkan adalah sebagai berikut :


-

Daya bangkitan turbin


P

= t*g*Q*Hef
= 0.9*9.81*6.50*3,363
= 190 kW

Daya keluaran PLTM


P

= t*g*Q*Hef
= 0.87*0.90*9.81*8.00*3,907
= 235,17 kW. = 235 kW

Selengkapnya perhitungan pembangkitan Daya PLTM Sepakek disajikan


pada tabel dibawah ini.

CV. VRANGLOID RAIT

5 - 23

Detail Desain PLTM Sepakek

Tabel 5.5 Pembangkitan Daya PLTMH Sepakek dengan debit rencana 6,5 m 3/det

5.4.3 Energi Listrik Tahunan


Untuk mendapatkan energi listrik tahunan, PLTM Sepakek direncanakan beroperasi penuh dalam satu hari. Operasi PLTM
didasarkan operasional debit di saluran jurangsate untuk irigasi, sehingga jika saluran mengalami perbaikan maupun
pemeliharaan rutin PLTM akan berhenti beroperasi. Hal ini akan digunakan untuk mengadakan pemeliharaan dan
penggantian bagian-bagian dari instalasi pembangkit yang mengalami kerusakan dan perlu penggantian.
Berdasarkan hasil analisis didapat energi tahunan PLTM Sepakek sebesar 924.552 kWh. Perhitungan energi tahunan
yang dihasilkan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 5.6 Perhitungan Energi Tahunan PLTMH Sepakek dengan debit rencana 6,5 m 3/det

CV. VRANGLOID RAIT

5 - 24

Detail Desain PLTM Sepakek

CV. VRANGLOID RAIT

5 - 25