Anda di halaman 1dari 28

Kelompok 5

1.Dewi Adriana Putri


2.Wiwit Puji Lestari
3.Tiara Farah Hidayah
4.Zuhrotul Lutfia
5.Lubabah Putri Dhuha

Transport
elektron

overview
Rantai transpor elektron merupakan serangkaian reaksi oksidasi
reduksi (redoks), masing-masing melibatkan oksidasi dari satu
molekul (donor elektron) disertai dengan reduksi dari molekul
lain (akseptor elektron).
Rantai transpor elektron menerima elektron dari produk hasil
perombakan glikolisis dan siklus Krebs dan mentransfer elektron
dari satu molekul ke molekul lain. Energi yang dilepaskan dari
setiap pelepasan elektron tersebut digunakan untuk membuat
ATP.
Dalam biokimia, kecenderungan dari suatu molekul untuk
mendapat atau melepaskan elektron ditentukan oleh Potensial
Reduksi Standard (E0)

Transport Elektron terjadi didalam membran mitokondria


Pada tahap ini elektron yang dibawa oleh produk Glikolisis
dan siklus kreb (NADH dan FADH2) akan dipindahkan
melalui beberapa molekul yang sebagian besar berupa
protein. Dan kemudian energi yang dihasilkan dari proses
ini akan diubah dalam bentuk ATP.
Pada sistem ini, oksigen bertindak sebagai akseptor
elektron terakhir. Setelah menerima elektron , O2 akan
tereduksi menjadi H2O

Berikut reaksinya:

Pembawa elektron dalam transpor elektron antara lain


protein FMN, besisulfur (FeS) dan sitokrom. Selain
itu terdapat pula senyawa ubikuinon yang bukan
merupakan protein.

Kompleks i (NADH-Coenzyme
Q Reductase)
Kompleks I terdiri dari FMN dan
FeS. FMN berfungsi sebagai gugus
prostetik dan mengkatalis reaksi
NADH + H+ + FMN <=> NAD+ +
FMNH2
Mempunyai pusat besi-sulfur yang
mentransfer elektron dari FMNH2
ke karier berikutnya yaitu Coenzim
Q (Ubiquinon)
Kompleks I juga disebut NADHcoenzyme Q reductase karena
elektron yang terlibat dalam reaksi
ini digunakan untuk mereduksi
koenzim Q
Penghambat : amytal, rotenone dan
piericidin A

Kompleks iI (Suksinatkoenzim q reduktase)

Merupakan enzim TCA yang terikat pada membran

Merupakan titik masuknya FADH2 yang diproduksi oleh suksinat


dehidrogenase

Elektron dari FADH2 akan didonorkan ke ubiquinone

Mempunyai pusat Fe-S

Kompleks iII(Q-cytochrome c
reductase)
Kompleks III
terdiri dari berbagai protein karier elektron yaitu:
sitokrom B, pusat Fe-S dan sitokrom C1
Proses transfer elektron terkait dengan transport proton dari
matriks ke ruang antar membran. Dijumpai dlm bentuk dimer,
dengan masing masing memiliki 11 subunit
Pergerakan elektron dr Cyt b Fe-S dpt diblok oleh antimycin A
2,6-dichlorophenol-indophenol diketahui mampu menerima
elektron yg berasal dr Fe-S Komplek III

Merupakan protein kecil dalam sistem transport elektron dan


satu satunya protein yang tidak dalam bentuk kompleks
Menerima elektron dari kompleks III dan mentransfernya ke
kompleks IV
Karier elektron artifisial seperti tetramethyl-p-phenylene
diamine dapat menerima elektron dari cyt C

Kompleks IV (cytochrome c
oxidase)
Bertugas mentransfer elektron dari cyt C ke O2

Terdiri dari 3 sub unit : sub unit I, II dan III

Sub unit I mengandung gugus heme Cyt a dan Cyt a3 serta ion tembaga. Cyt a3
dan Cu menerima elektron dr Cyt a dan mentranser ke O2 yg terikat pd Cyt a

Sub unit II mengandung ion Pb yg terikat pd residu sistein membtuk pusat


berinti ganda yg disebut CuA

Dapat dihambat oleh cyanida, azide dan CO

Fosforilasi
Oksidatif

Fosforilasi
oksidatif
merupakan
proses
pembentukan ATP akibat transfer elektron
dari NADH atau FADH2 ke O2 melalui
serangkaian pengemban elektron.
Proses ini terjadi
mitokondria.

pada

membran

dalam

Proses
ini
merupakan
sumber
utama
pembentukan ATP pada organisme aerob.

Proses pembentukan ATP secara enzimatis dari ADP


dan fosfat anorganik dengan menggunakan energi yang
dikeluarkan selama proses transpot elektron
Setiap pasang elektron yg melalui rantai respirasi dari
NADP O2 menghasilkan
NADH + H+ + O2 + 3 Pi + 3 ADP NAD
H 2O

+ 3 ATP +

Pasangan elektron yang dihidrogenasi oleh FAD


dehidrogenase menghasilkan 2 ATP

Fosforilasi
oksidatif
merupakan
proses
pembentukan ATP akibat transfer elektron
dari NADH atau FADH2 ke O2 melalui
serangkaian pengemban elektron.
Proses ini terjadi
mitokondria.

pada

membran

dalam

Proses
ini
merupakan
sumber
utama
pembentukan ATP pada organisme aerob.

Proses pembentukan ATP secara enzimatis dari ADP


dan fosfat anorganik dengan menggunakan energi yang
dikeluarkan selama proses transpot elektron.
Reaksi pembentukan ATP dari ADP oleh ATP sintase
adalah sebagai berikut:
NADH + H+ + O2 + 3 Pi + 3 ADP NAD
H 2O

ATP
Sintase
Energi

+ 3 ATP +

Kemiosmosis

Skema terciptanya suatu gradien konsentrasi


proton (H+) sepanjang membran bagian dalam
mitokondria oleh transpor elektron

Diagram yang
disederhanakan
mengenai produksi
ATP dengan
gradien H+ yang
ditimbulkan oleh
transpor elektron
yang bertindak
sebagai kekuatan
pendorong

Struktur knob dan stalk ATP


sintase

Berikut ialah diagram yang menunjukkan tahapan fosforilasi oksidatif, serta


inhibitor yang berperan untuk mengendalikan proses tersebut.

Antimisin A dan sianida dapat menghambat proses fosforilasi oksidatif. Hal ini
dapat kita korelasikan dengan gejala keracunan akibat sianida, dimana terjadi
gangguan pada sistem respiasi.

Conclusion
Sejak reaksi glikolisis sampai siklus Krebs, telah
dihasilkan NADH sebanyak 10 dan FADH2 2 molekul.
Dalam transpor elektron ini, kesepuluh molekul NADH
dan kedua molekul FADH2 tersebut mengalami
oksidasi sesuai reaksi berikut

Setiap oksidasi NADH menghasilkan kira-kira 3 ATP


Dan kira-kira 2 ATP untuk setiap oksidasi FADH 2.
Jadi, dalam transpor elektron dihasilkan kira-kira 34 ATP.
Ditambah dari hasil Glikolisis (2 ATP) dan siklus Krebs (2
ATP), maka secara keseluruhan reaksi respirasi seluler
menghasilkan total 38 ATP
Jadi dari satu molekul glukosa menghasilkan total 38 ATP.
Akan tetapi, karena dibutuhkan 2 ATP untuk melakukan
transpor aktif, maka hasil bersih dari setiap respirasi
seluler adalah 36 ATP.