Anda di halaman 1dari 7

Penyimpanan Memori Jangka Panjang

Dina Alfila Lubis


4132141002
Faculty of Biology
Universitas Negeri Medan
Abstract
Memory is important for human life.Memory is a vital thing in human life. Remember
about self,past,social interactions, even memory skills needed to perform complex tasks.
Memory is very important for learning is the ability to store and retrieve information related
to previous experience. Human memory is formed by two short-term tahapan.Memori reflect
immediate sensory perception of an object and idea, which occurs before the shadow saved.
mnemonic is a strategy or technique learned to help the performance of memory that can be
optimized with exercise.
Kata kunci : memori jangka pendek, memori jangka panjang, mnemonic

A. PENDAHULUAN

mendapatkan kembali informasi yang

B. Memori12sangat penting bagi


kehidupan

manusia.

Memori

berkaitan

dengan

pengalaman

sebelumnya.Memori

manusia

merupakan hal yang sangat vital

terbentuk

dalam

tahapan.Memori

kehidupan

manusia.

melalui
jangka

dua
pendek

Mengingat identitas diri, masa lalu,

mencerminkan persepsi sensoris yang

interaksi sosial, bahkan kemampuan

bersifat segera mengenai suatu objek

memori

dan

dibutuhkan

mengerjakan

ide,

yang

terjadi

sebelum

yang

bayangan tersebut disimpan.Memori

kompleks.
C. Memori yang sangat penting

jangka pendek memumingkan Anda

untuk

tugas-tugas

untuk

pembelajaran

adalah

kemampuan untuk menyimpan dan

memutar

nomor

telepon

setelah

mencarinya tanpa melihatnya secara


langsung.Jika Anda sering menelepon
1

nomor tersebut, maka nomor tersebut

G. Terkait

dengan

akan disimpan dalam memori jangka

proses

panjang dan masih dapat diingat

adalah proses awal sebelum proses

beberapa

short-term memory ataupun long-

minggu

setelah

saat

pertama Anda memandnagnya.

sensori

sensory storage atau sensory register

Memori adalah suatu proses

penyimpanan

memori

term memory. Memori sensori atau

D. PEMBAHASAN
E.

memori,

rangkaian

dan

akan

merekam

informasi

atau

pengeluaran

stimulus yang masuk dan ditangkap

kembali informasi yang didapat dari

oleh panca indera seperti visualiasai

proses belajar. Suatu pengalaman bisa

melalui

menjadi memori apabila pengalaman

telinga, rabaan melalui kulit, bau

tersebut

menghasilkan

melalui hidung maupun rasa lewat

perubahan baik struktur maupun

lidah. Informasi yang masuk ini dapat

fungsi pada bagian otak tempat

dideteksi melalui salah satu panca

dimana

indera

mampu

pengalaman

disimpan.

tersebut

atau

auditori

bisa

juga

melalui

melalui

suatu

kombinasi panca indera (Atkinson,

informasi hingga menjadi memori

1994).
H. Ketika informasi itu terekam

harus

Pengelolaan

mata,

melalui

berbagai

tahapan

proses. Proses ini dibagi menjadi tiga


tahap yaitu penerimaan informasi,
penyimpanan

informasi

dan

pemanggilan kembali informasi yang


F. Memori

dapat

diklasifikasikan

menggunakan

cara

bergantung

pada

kriteria yang dipakai. Klasifikasi


memori berdasarkan durasi dapat
dibedakan sebagai berikut:
1. Memori

jangka

pendek

memory)
2. Memori jangka menengah
3. Memori jangka panjang
memory).

yang

dipengaruhi

oleh

perhatian

(attention). Apabila informasi itu


tidak mendapatkan perhatian maka
informasi itu akan rusak dan hilang

telah disimpan.

berbagai

maka akan ada dua kemungkinan

(Short-term

(decay). Namun bila mendapatkan


perhatian, maka informasi itu akan
diproses lebih lanjut ke dalam shortterm memory (Styles,1997). Sifat
yang dimiliki memori sensori ini
antara

lain

adanya

kemampuan

menyimpan informasi yang sangat


cepat

dan

waktu

pemprosesan

informasi pada memori sensori ini


(Long-term

pendek.Informasi yang ada di shortterm

memory

tersebut

apabila
2

dilakukan pengulangan atau rehersal

neuron terdapat ion Na+, K+, dan Cl-

secara terus menerus maka akan

untuk menjaga perbedaan potensial

disimpan

tersebut. Setiap neuron akan terus

ke

dalam

long-term

memory. Di dalam long-term memory

meneruskan

inilah informasi yang disimpan tadi

yang masuk. Meskipun informasi-

akan dapat dipakai di lain waktu

informasi itu berjumlah jutaan dan

(Matlin,1998).
I. Suatu

dalam
informasi

dapat

menjadi bagian dari memori apabila


terjadi perubahan fungsional dan
struktural secara menetap pada otak.
Perubahan itu dikenal dengan istilah
plastisitas. Istilah plastisitas pertama
kali dicetuskan oleh William James
pada 1890. Plastisitas didefinisikan
sebagai perubahan pada jaras neuron
yang

terjadi

berkaitan

dengan

pengalaman karena suatu kebiasaan


yang didapat (Byrne & Roberts,
2004).

Menurut

Setyawati,

Hebb

2008),

(dalam

pengalaman

menyebabkan terjadinya perubahan


pada struktur dan kimia neuron serta
pada sirkuit neuron (sinapsis).
J.
Neuron adalah struktur
terkecil dari sistem neuron. Neuron
bertugas menyampaikan informasi
yang masuk. Cara kerjanya yakni
dengan cara mengubah permeabel
membran sehingga dapat dilalui ion
listrik. Muatan listrik pada luar
membran

bermuatan

sebaliknya

muatan

positif
sisi

dan
dalam

membran bermuatan negatif. Dalam

informasi-informasi

waktu

yang

cepat.

Kesemuanya itu pada akhirnya akan


bermuara pada otak dan diolah
menjadi

memori.

Pada

dasarnya

memori disimpan dalam berbagai


area di otak. Setiap bagian otak
memiliki peran tersendiri. Begitu
juga dengan jenis memori, akan
berbeda

pula

wilayah

penyimpanannya. Misalnya menurut


Broca (dalam Garrett, 2003 dan
Pinel, 2007), memori episodik dan
memori eksplisit akan tersimpan
dalam lobus temporal, amygdale
(berhubungan
serebellum

dengan
(berhubungan

keterampilan),
(tempat

emosi),

dan

hippocampus

konsolidasi

Informasi
hippocampus

yang
akan

dengan
memori).

ada

dalam

melakukan

konsolidasi sebelum dipindahkan ke


cortex. Memori yang masih berada di
hippocampus masih berupa memori
jangka pendek. Namun ketika sudah
di pindahkan ke Cortex menjadi
memori jangka panjang (Garrett,
2003; Pinel, 2007). Sebagian dari
informasi baru yang diperoleh akan
3

dikode

terlebih

dahulu

untuk

dalam

artian dapat

berlangsung

kemudian disimpan sebagai memori

bermenit-menit, berjam- jam, hingga

jangka pendek (Nolte, 2009). Memori

sepanjang hidup manusia.

jangka

b. Pemrosesan Informasi ke dalam

pendek

harus

mengalami

konsolidasi sebelum dapat diperoleh


kembali

beberapa

minggu

memori jangka Panjang

atau

M.

Atkinson dan Shiffrin

beberapa tahun kemudian bahkan

(dalam Atkinson, 1998) menjelaskan

apabila akan diubah menjadi memori

pemrosesan

jangka panjang. Konsolidasi memori

memori

jangka

digambarkan

pendek

mengandung

pengertian bahwa ada perubahan baik

informasi ke

jangka

panjang

seperti

pada

berikut

dalam
dapat
bagan
:

secara kimia, fisik, maupun anatomis


yang

terjadi

pada

sinaps-sinaps.

Perubahan inilah yang kemudian


akan merubah memori jangka pendek
menjadi memori jangka panjang.
Proses konsolidasi memori jangka
pendek ini memerlukan paling cepat
antara lima sampai sepuluh menit
sedangkan paling lama memerlukan
waktu satu jam atau lebih (Guyton
dan Hall, 2000).
K.
1. Memori Jangka Panjang
a. Pengertian
Memori

Jangka

Panjang
L.

Memori

jangka

panjang didefinisikan oleh Atkinson


dan Shiffrin (dalam King, 2010)
sebagai suatu proses penyimpanan
yang relatif permanen. Hal tersebut
diperjelas oleh Hudmon (2006) yang
menyatakan

bahwa

penyimpanan

memori jangka panjang sangat luas

N. Gambar 1 Proses Memori Menurut


Atkinson dan Shiffirin
O.
c. Pengukuran

Memori

Jangka

Panjang
P.

Suharnan

(2005)
4

mengungkapkan bahwa pengukuran

untuk

memori

yang

jangka

panjang dapat

membantu kinerja
dapat

ingatan

dioptimalkan dengan

dilakukan dengan menggunakan tes,

latihan. Hal tersebut menunjukkan

diantaranya tes recall, tes rekognisi,

bahwa penggunaan teknik mnemonic

tes

dapat diajarkan pada seseorang untuk

pengetahuan

leksikal,

konsepsual,

perseptual,

dan

tes

dapat

mengoptimalkan

kinerja

pengetahuan prosedural. Tes yang

memori.Teknik

dapat

digunakan oleh siapapun tanpa harus

digunakan untuk

memori

hasil

mengukur

belajar

pendidikan harus

dalam

bersifat

tes

memiliki

tersebut

kemampuanotak

dapat
yang

spesial. Kemampuan seseorang dalam

ingatan langsung, artinya disengaja.

menggunakan

Tes yang bersifat langsung yaitu tes

semakin

recall dan tes rekognisi. Tes recall

tersebut semakin sering digunakan.


V.
Metode
mnemonic

merupakan

tes

memori

yang

objektif, namun memiliki kelemahan


yaitu kerancuan

dalam

penentuan

benar atau salah pada saat terjadi


kekeliruan penulisan
Q. jawaban atau jawaban subjek yang

teknik

optimal

mnemonic

ketika

teknik

dapat menarik semangatsiswa untuk


belajar

dan

memudahkan

siswa

untukmengingat materi sesuai pola


pikir dan kreativitassiswa itu sendiri.
Dengan

menggabungkan

tidak lengkap. Kelemahan tersebut

model

dapat

mnemonic ini, siswadiajarkan cara

diatasi menggunakan

tes

artikulasi

untuk

jawaban.

tes

baikdan mengolah materi-materi agar

rekognisi sangat representatif untuk

lebih mudah diingatdikemudian hari.

digunakan

Hal ini dapat mengubah paradigma

memori

karena itu

dalam
hasil

pengukuran

belajar

dalam

pendidikan.

pelajaran

metode

rekognisi yang menyediakan pilihan


Oleh

menerima

dan

antara

yang

tentang pengajaran hanya berpusat


pada guru, karena sesuai dengan

R.
S.
T.

kurikulum

yang

ada

konsep

pengajaran diperuntukkan bagi siswa

2. Teknik Mnemonic
a. Pengertian teknik mnemonic
U. Suharnan

(2005)

(Student Centered). Abdul (2011)


menyatakan dan telah membuktikan

menyebutkan

bahwa mnemonic merupakan

suatu

strategi atau teknik yang dipelajari

metode mnemonic sangat membantu


meningkatkan

memori jangka

panjang dalam pembelajaran biologi


5

dan dapat

dikolaborasikan

dengan

Kegagalan

encoding

model-model pembelarajan yang ada,

retrieval

karena pada dasarnya kemampuan

memaksimalkan proses penyandian

mengingat ini dimiliki oleh setiap

yang disesuaikan dengan prinsip-

manusia dan yang menjadi perhatian

prinsip penyandian memori jangka

adalah cara manusia itu sendiri untuk

panjang yaitu pemaknaan, asosiasi,

mau mengasah daya ingatnya dan

imajinasi,

menjadi mampu.

pengulangan.Imajinasi

b. Prinsip-prinsip teknik menmonic

memberikan gambaran yang lebih

W.

dan

diatasi

dengan

organisasi,

dapat

luas

bahwa

memaknai suatu informasi dengan

mnemonic merupakan suatu strategi

lebih kreatif.Imajinasi didukung oleh

dalam penyediaan informasi agar

asosiasi yaitu proses menghubungkan

informasi tersebut dapat disimpan

suatu informasi dengan informasi

dengan baik dan mudah untuk diingat

yang

kembali.Teknik

organisasi

menyebutkan

sesuai

mnemonic

dengan

bekerja

prinsip-prinsip

sehingga

dan

Tavris

(2007)

Wade

dapat

maupun

telah

seseorang

dimiliki

dapat

sebelumnya,

memudahkan

dalam

pengelompokan sehingga informasi

penyandian memori jangka panjang

lebih

yaitu pemaknaan, asosiasi, imajinasi,

bermakna untuk diingat.Pengulangan

dan pengulangan.

berfungsi

X.

tertata

dan

menjadi

memperkuat

lebih

informasi

sehingga dapat ditransfer ke dalam


c. Pengaruh

teknik

mnemonic

terhadap memori jangka panjang.


Y.
Z.
merupakan
berfungsi

Teknik
suatu
untuk

mnemonic
strategi

yang

memaksimalkan

memori jangkan panjang.


AA.
AB.
AC.
AD.
AE.
PENUTUP
1) Memori
adalah

suatu

proses memori dan menekan kendala

penyimpanan

dalam penggunaan memori jangka

kembali informasi yang didapat dari

panjang
terjadinya

yang

menyebabkan

kelupaan.King(2010)

menyebutkan bahwa lupa disebabkan


oleh

dua

hal

yaitu

kegagalan

encoding dan kegagalan retreival.

dan

proses

pengeluaran

proses belajar.
2) Model
pembelajaran
dengan

menggunakan

artikulasi
metode

mnemonic sangat baik jika model ini


diterapkan dalam pembelajaran di
sela-sela

penggunaan

model
6

pembelajaran

konvensional,

untuk

menciptakan
suasana berbeda yang lebih variatif se
hingga

menghilangkan

kejenuhan

siswa. Dengan tetap memerhatikan


dan menyesuaikan kecocokan antara
model dan metode pembelajaran
dengan materi ajar.
AF.
AG.
AH.
AI.
AJ.
AK.
AL.
AM.
AN.
AO.
AP.
AQ.
AR.
AS.
AT.
AU.
AV.DAFTAR PUSTAKA
AW. Abdul, M., Halim., dkk., (2011),
Keefektifan Teknik Mnemonic untuk M
eningkatkan Memori Jangka Panjang
dalam Pembelajaran Biologi Kelas
VIII SMP Al-Islam 1 Surakarta,1: 4-5.
AX.

AY. Atkinson, R.L., Atkinson, R.C., Smith,


E.E.,dan
Bem, D., J., (1994),
Pengantar
psikologi,
Interaksara,
Batam.
AZ.
BA. Byrne, J., H., dan Roberts, J., L.,
(2004), From Molecules To Networks:
An Introduction To Cellular And
Molecular Neuroscience ,Elsevier,
Hongkong.
BB.

BC. Campbell, et all, (2003), Biologi Jilid 3


Edisi Kelima, Erlangga, Jakarta.
BD.
BE.
Garrett., (2003),Brain and
Behavior,
BF.
Wadsworth & Thomson,
California.
BG.
BH. Guyton, A.C. & Hall, J.E. (2000).
Textbook of Medical Physiology. 10th
ed, WB Saunders, Philadelpia.
BI.
BJ. Hudmon, Andrew, (2006), Learning
and Memory, Infobase Publishing,New
York.
BK.
BL. King, L.A., dkk., (2006), Positive
Affect and The Experience of Meaning
In Life. Journal of Personality and
Social Psychology, 90(1) : 179-196.
BM.
BN. Matlin, M.,W., (1998), Cognition, 4th
edition, Harcout Brace College
Publisher Fort Worth, Texas.
BO.
BP. Nolte, J., (2009), The human brain, an
introduction to its functional anatomy.
6th ed, Mosby, China.
BQ.
BR. Setyawati, D., (2008), Bahan Kuliah
Psikologi Belajar, Fakultas Psikologi
UGM, Yogyakarta.
BS.
BT. Styles, E., A., (1997), The Psychology
of Attention,Psychology Press.,Ltd.,
UK.
BU.
BV. Suharnan, (2005), Psikologi Kognitif,
Srikandi, Surabaya.
BW.
BX. Wade, C., dan Tavis, C., (2007),
Psikologi Edisi Kesembilan Jilid 2,
Erlangga, Jakarta.
BY.
BZ.
CA.

Anda mungkin juga menyukai