Anda di halaman 1dari 5

Apa itu Kanker Serviks

Kanker serviks adalah keganasan yang terjadi pada leher


rahim. Kanker serviks disebut juga kanker leher rahim
atau kanker mulut rahim dimulai pada lapisan serviks.
Kanker serviks terbentuk sangat perlahan. Pertama,
beberapa sel berubah dari normal menjadi sel-sel prakanker dan kemudian menjadi sel kanker. Ini dapat terjadi
bertahun-tahun, tapi kadang-kadang terjadi lebih cepat.
Perubahan ini sering disebut displasia. Mereka dapat
ditemukan dengan tes Pap Smear dan dapat diobati
untuk mencegah terjadinya kanker.

Tiga jenis utama dari pengobatan untuk kanker serviks adalah operasi, radioterapi,
dan kemoterapi.
Stadium pra kanker hingga 1A biasanya diobati dengan histerektomi. Bila pasien
masih ingin memiliki anak, metode LEEP atau cone biopsy dapat menjadi pilihan.
Untuk stadium IB dan IIA kanker serviks:
Bila ukuran tumor < 4cm: radikal histerektomi ataupun radioterapi
dengan/tanpa kemo
Bila ukuran tumor >4cm: radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin,
histerektomi, ataupun kemo berbasis cisplatin dilanjutkan dengan
histerektomi
Kanker serviks stadium lanjut (IIB-IVA) dapat diobati dengan radioterapi dan
kemo berbasis cisplatin. Pada stadium sangat lanjut (IVB), dokter dapat
mempertimbangkan kemo dengan kombinasi obat, misalnya hycamtin dan

cisplatin.
Jika kesembuhan tidak dimungkinkan, tujuannya pengobatan adalah untuk
mengangkat atau menghancurkan sebanyak mungkin sel-sel kanker. Kadangkadang pengobatan ditujukan untuk mengurangi gejala-gejala. Hal ini disebut
perawatan paliatif.
Faktor-faktor lain yang mungkin berdampak pada keputusan pengobatan Anda
termasuk usia Anda, kesehatan Anda secara keseluruhan, dan preferensi Anda
sendiri. Seringkali cukup bijak untuk mendapatkan pendapat kedua (second
opinion) yang memberikan Anda perspektif lain dari penyakit Anda.

Kanker Serviks
Kanker Leher Rahim /
Cervical Cancer)

Penyebab Kanker Serviks

Faktor Resiko Kanker Serviks


Faktor-faktor resiko dibawah ini dapat meningkatkan peluang seorang
wanita terkena kanker serviks:
Infeksi Virus Human Papilloma (HPV)

Pada kanker serviks, faktor risiko yang terpenting adalah infeksi HPV
(human papilloma virus). HPV adalah sekelompok lebih dari 100 virus
yang berhubungan yang dapat menginfeksi sel-sel pada permukaan
kulit, ditularkan melalui kontak kulit seperti vaginal, anal, atau oral seks.
Virus HPV berisiko rendah dapat menimbulkan genital warts (penyakit
kutil kelamin) yang dapat sembuh dengan sendirinya dengan kekebalan
tubuh. Namun pada Virus HPV berisiko tinggi tipe (tipe 16, 18, 31, 33
and 45), virus ini dapat mengubah permukaan sel-sel vagina. Bila tidak
segera terdeteksi dan diobati, infeksi Virus HPV ini dalam jangka
panjang dapat menyebabkan terbentuknya sel-sel pra kanker serviks.
Melakukan hubungan seks tidak aman terutama pada usia muda atau
memiliki banyak pasangan seks, memungkinkan terjadinya infeksi HPV.
Tiga dari empat kasus baru infeksi virus HPV menyerang wanita muda
(usia 15-24 tahun). Infeksi Virus HPV dapat terjadi dalam 2-3 tahun
pertama mereka aktif secara seksual.
Pada usia remaja (12-20 tahun) organ reproduksi wanita sedang aktif
berkembang. Rangsangan penis/sperma dapat memicu perubahan sifat
sel menjadi tidak normal, apalagi bila terjadi luka saat berhubungan
seksual dan kemudian infeksi Virus HPV. Sel abnormal inilah yang
berpotensi tinggi menyebabkan kanker serviks.
Saat ini sudah ada beberapa vaksin yang mencegah terjadinya infeksi
dari beberapa jenis HPV.
Faktor Resiko Lainnya
Merokok: Wanita yang merokok berada dua kali lebih mungkin
mendapat kanker serviks dibandingkan mereka yang tidak. Rokok
mengandung banyak zat racun/kimia yang dapat menyebabkan kanker
paru. Zat-zat berbahaya ini dibawa ke dalam aliran darah ke seluruh

tubuh ke organ lain juga. Produk sampingan (by-products) rokok


seringkali ditemukan pada mukosa serviks dari para wanita perokok.
Infeksi HIV: HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang
menyebabkan penyakit AIDS- tidak sama dengan HPV. Ini dapat juga
menjadi faktor resiko kanker serviks. Memiliki HIV agaknya membuat
sistem kekebalan tubuh seorang wanita kurang dapat memerangi baik
infeksi HPV maupun kanker-kanker pada stadium awal.
Infeksi Klamidia : Ini adalah bakteri yang umum menyerang organ
wanita, tersebar melalui hubungan seksual. Seorang wanita mungkin
tidak tahu bahwa ia terinfeksi kecuali dilakukan tes untuk klamidia
selama pemeriksaan panggul. Beberapa riset menemukan bahwa wanita
yang memiliki sejarah atau infeksi saat ini berada dalam resiko kanker
serviks lebih tinggi. Infeksi dalam jangka panjang juga dapat
menyebabkan masalah serius lainnya.
Diet : Apa yang Anda makan juga dapat berperan. Diet rendah sayuran
dan buah-buahan dapat dikaitkan dengan meningkatnya resiko kanker
seviks. Juga, wanita yang obes/gemuk berada pada tingkat resiko lebih
tinggi.
Pil KB: Penggunaan pil KB dalam jangka panjang dapat meningkatkan
resiko terjadinya kanker serviks. Riset menemukan bahwa resiko kanker
serviks meningkat sejalan dengan semakin lama wanita tersebut
menggunakan pil kontrasepsi tersebut dan cenderung menurun pada saat
pil di-stop. Anda harus membicarakan dengan dokter Anda tentang pro
kontra penggunaan pil KB dalam kasus Anda. Memiliki Banyak
Kehamilan: Wanita yang menjalani 3 atau lebih kehamilan utuh
memiliki peningkatan resiko kanker serviks. Tidak ada yang tahu
mengapa ini dapat terjadi.
Hamil pertama di usia muda: Wanita yang hamil pertama pada usia
dibawah 17 tahun hampir selalu 2x lebih mungkin terkena kanker

serviks di usia tuanya, daripada wanita yang menunda kehamilan hingga


usia 25 tahun atau lebih tua
Penghasilan rendah: Wanita miskin berada pada tingkat resiko kanker
serviks yang lebih tinggi. Ini mungkin karena mereka tidak mampu
untuk memperoleh perawatan kesehatan yang memadai, seperti tes Pap
Smear secara rutin.
DES (diethylstilbestrol): DES adalah obat hormon yang pernah
digunakan antara tahun 1940-1971 untuk beberapa wanita yang berada
dalam bahaya keguguran. Anak-anak wanita dari para wanita yang
menggunakan obat ini, ketika mereka hamil berada dalam resiko terkena
kanker serviks dan vagina sedikit lebih tinggi.
Riwayat Keluarga: Kanker serviks dapat berjalan dalam beberapa
keluarga. Bila Ibu atau kakak perempuan Anda memiliki kanker serviks,
resiko Anda terkena kanker ini bisa 2 atau 3x lipat dari orang lain yang
bukan. Ini mungkin karena wanita-wanita ini kurang dapat memerangi
infeksi HPV daripada wanita lain pada umumnya.