Anda di halaman 1dari 32

Pemeriksaan Darah lengkap

DARAH LENGKAP

Yang termasuk dalam pemeriksaan Darah Lengkap ialah:


1. Patologi Klinik R.S.U.D. Dr. Soetomo / F.K. Unair
a. Kadar Hemoglobin (Hb)
.......................
g/dl
b. Laju Endap Darah.....................................
/jam
c. Jumlah Sel Darah Putih..........................
x 10 g/dl
d. Hitung Jenis Sel Darah Putih
e. Evaluasi hapussan darah
2. Barbara & Brown (1980)
a. Kadar Hemoglobin
b. Hematokrit (HCT) atau Pack Cell Volume (PCV)
c. Jumlah sel darah putih
d. Hitung Jenis Sel Darah Putih
e. Evaluasi hapussan darah
Pemeriksaan Kadar Haemoglobin
1.
2.
3.
4.

Metode
Metode
Metode
Metode

grafiditas spesifik
gasometrik
kimia
kolorimetri

Metode Kalori Metri


1. Metode direct matching
- Prosedur Tallovist
- Prosedur dasic
- Procedur Spencer
Prinsip: warna darah dibandingkan dengan warna standard yang
menggambarkan jumlah kadar hemoglobin yang sudah diketahui
Keuntungan: Cepat, sederhana, menyenangkan
Kerugian: Kesalahan besar, tidak tepat
2. Metode alkali Hematin
Prinsip: Darah diencerkan dengan NaOH, kemudian didihkan.
Hemoglobin dirubah menjadi larutan warna hijau biru dari larutan
alkali hematin dan dibandingkan dengan standard yang telah
diketahui atau di ukur dengan spectro photometer.

Pemeriksaan Darah lengkap

Keuntungan: Akurat
Kerugian: Untuk Pengukuran hemoglobin bayi tidak akurat karena
darah bayi mengandung hemoglobin yang tahan alkali.
3. Metode Oxyhemoglobin
Prinsip: Darah dicampur dengan larutan sodium carbonat atau
Amonium hydroksida yang akan mengubah hemoglobin menjadi
oxyhemoglobin. Perubahan warna yang terjadi diukur dengan
kolorimetri (spectrophotometer)
Keuntungan: cepat, akurat
Kerugian: Bila ada cemaran dari Coper (Cu) dapat terjadi perubahan
Oxyhemoglobin menjadi methemoglobin sehingga hasilnya akan
lebih rendah.
4. Metode Cyanmethemoglobin ( banyak digunakan)
Prinsip: Darah dicampur dengan larutan Drabkins, Potassium
Ferricyanida

(K3Fe(CN)6)

(dalam

Drabkins)

mengoksidasi

hemoglobin (Fe2+) menjadi methemoglobin (Fe3+). Methemoglobin


diubah oleh Potassium Cyanida (KCN) dalam Drabkins menjadi
Cyanomethemoglobin. Perubahan warna yang terjadi diperiksa
dengan

spectrophotometer

standard Hemoglobin.
Keuntungan: cepat, teliti,

542nm

dapat

dibandingkan

mengukur

semua

dengan
bentuk

Hemoglobin, kecuali sulfhemoglobin.


Kerugian: mengandung Cianida yang bersifat racun
5. Metode Asam Hematin ( Sahli Helige; Harden Hausser)
Prinsip: darah dicampur dengan asam klorida. Hemoglobin diubah
HCL 0.1 N, menjadi asam hematin. Setelah pembentukan asam
hematin

sempurna(minimal

10

menit),

di

encerkan

dengan

aquadest dan dibaca pada skala di tabung sahli setelah warnanya


disamakan dengan warna standard.
Alat alat: Haemoglobinometer ( Hemometer) dari Sahli Adam
yang terdiri dari:
a. Gelas yang berwarna coklat ( warna Standard)
b. Tabung Hemometer dengan pembagian dalam g% dan % dari
normal
c. Pipet Sahli yang merupakan kapiler dan mempunyai volume 20
mm3
d. Pengaduk dari gelas

Pemeriksaan Darah lengkap

e. Pipet pasteur
Bahan:
a. Larutan HCL 0.1 N
b. Aquadest
Tehnik:
1. Tabung hemometerdiisi dengan larutan HCL 0.1N sampai tanda
2g%
2. Darah kapiler atau darah vena dengan antikoagulansia dihisap ke
dalam pipet sahli sampai pada tanda 20 mm3
3. Bagian luar dari pipet dibersihkan dengan kapas kering (jangan
menghisap darah yang ada dalam pipet)
4. Darah segera ditiup hati hati ke dalam larutan HCL 0.1N dalam
tabung hemometer tanpa menimbulkan gelombang udara.
5. Sebelum dikeluarkan, pipet dibilas dulu dengan penghisap dan
meniup HCL yang ada dalam tabung beberapa kali. Bagian luar
dari pipet juga dibilas dengan beberapa tetes larutan HCL 0.1N
atau aquadest.
6. Ditunggu 10 menit untuk pembentukan asam hematin (95%)
7. Asam Hematin ini diencerkan dengan aquadest tetes demi tetes
sambil diaduk sampai kita dapat warna yang sama dengan warna
standard.
8. Miniskus dari larutan di baca dan dinyatakan dalam g%.
Nilai normal:
Pria

: 13.4 17.7 g%

Wanita

: 11.4 15.1 g%

Anak

: 10 16 g%

Bayi baru lahir

: 12 24 g%

Penurunan Hb terdapat pada penderita anemia, kanker, penyakit


ginjal, pemberian cairan IV berlebihan, dan penyakit Hodkins. Dapat
juga disebabkan oleh obat obatan misalnya: antibiotika, aspirin,
antineoplastik (obat kanker), indometasin, sulfonamida, primaquin,
rifampin, dan trimetadion.

Pemeriksaan Darah lengkap

Peningkatan Hb terdapat pada pasien dehidrasi, polisitemia,


COPD, CHF, dan luka bakar hebat, obat metildopa, dan gentamisin.
Keuntungan: cepat, sederhana dan tidak mahal.
Kerugian : Kurang teliti, faktor kesalahan relatif besar ( 5-10%)
Catatan :

PENGHITUNGAN ERITROSIT DAN LEUKOSIT


Prinsip: Darah diencerkan serta dicat dengan sutu larutan tertentu, lalu sel
selnya dihitung dalam kamar penghitung (improved neubauer) dibawah
mikroskop
Alat dan Bahan
Alat alat:
1.
2.
3.
4.
5.

Kamar penghitung ( improved neubauer) dan gelas penutup


Pipet pengencer Thoma untuk eritrosit
Pipet pengencer Thoma untuk Leukosit
Mikroskop
Semprit dan Tourniquet

Bahan:

Pemeriksaan Darah lengkap

1. Larutan Hayem, untuk pengecatan pada perhitungan eritrosit, terdiri


dari:
a.
b.
c.
d.

HgCl2
0.25
NaCl
0.50
Na2SO4 2.50
Aquadest

ml
ml
ml
100 ml:

2. Larutan Turk, untuk pengecatan pada perhitungan Leukosit, tersiri


atas:
a. Asam asetat glacial 3 ml
b. Gentian Violet
1 ml
c. Aquadest
100 ml
Cara Kerja Perhitungan Eritrosit
Tehnik Pelaksanaan:
1. Pertama tama kamar penghitung harus dipersiapkan, yaitu gelas
penutup diletakkan di atas kamar penghitung, sehingga gelas
penutup menutupi kedua daerah penghitung.
2. Darah kapiler atau darah vena dengan antikoagulansia dihisap
kedalam

pipet

melampaui

thoma

batas

eritrosit

sedikit

sampai

darah

dapat

tanda

0.5.

Apabila

dikeluarkan

dengan

menyentuh nyentuhkan ujung pipet dengan ujung jari. Bagia luar


dari pipet dihapus dengan menggunakan kapas kering untuk
menghilangkan darah yang melekat disitu.
3. Segera larutan Hayem di hisap sampai kita tepat mencapaitanda
101. Selama penghisapan pipet harus diputar putarkan melalui
sumbu panjangnya, supaya darah dan larutan Hayem mencampur
dengan baik.
4. Kedua ujung pipet ditutupp dengan ibu jari dan jari tengah lalu
dikocok dengan gerakan tegak lurus pada sumbu panjangnya
selama 2 menit, sekaligus menghindari trauma terhadap eritrosit
yang berlebihan dari pengadukan pada pipet Thoma.
5. Larutan Hayem yang terdapat dalam bagian kapiler dan yang tak
mengandung darah dibuang dengan meneteskan keluar isi pipet 3
tetes.
6. Larutan darah dimasukkan ke dalam kamar penghitung dengan
menempatkan ujung pipet pada tepi gelas penutup. Karena adanya

Pemeriksaan Darah lengkap

daya kapiler maka larutan darah akan mengalir masuk, antara gelas
penutup dan kamar penghitung dan mengisi daerah penghitung.
Larutan darah yang dimasukkan tidak boleh terlalu banyak, cukup
bila darah sudah mengisi daerah penghitung. Apabila terlalu banyak
maka gelas penutup akan mengapungdan bila ini terjadi maka kita
harus mengulangi dan tidak boleh menghisap larutan darah yang
terlalu abnayk tersebut dengan kertas saring, kapas, tisu, dan lain
lain, karena ini akan menimbulkan gangguan distribusi sel sel
dalam kamar penghitung.
7. Kamar penghitung yang sudah terisi ini diletakkan di bawah
mikroskop, dan penghitungan dilakukan dengan menggunakan
obyektif 45x
Cara Menghitung:
1. Dihitung jumlah eritrosit yang terdapat dalam 4 persegi A, B, C, D,
dan E ( lihat gambar). Kelima empat persegi ini masing masing
mempunyai Volume 1/250 cm3.
2. Sel sel yang terletak dan menyinggung garis batas sebelah kiri
dan

atas

dihitung

sedangkan

sel

sel

yang

terletak

dan

menyinggung garis batas sebelah kanan dan bawah tidak dihitung,


dengan tujuan agar sel sel tidak terhitung berkali kali.
3. Cara menghitung sel sel harus sistematik
Kalkulasi
Misalkan jumlah eritrosit yang terdapat dalam kelima empat persegi
tersebut adalah N. Jumlah volume ke lima empat persegi tersebut adalah
5/250 cm3 atau 1/50cm3 dengan asumsi tebal larutan 0.1mm.
Jadi N eritrosit terdapat dalam 5/250cm3 = 1/50cm3
Dalam volume 1cm3 terdapat ( 1:1/50) x N eritrosit = 50 N eritrosit.
Pengenceran larutan darah adalah 200x jadi jumlah Eritrosit/cm3 darah
ialah:
200 x 50N = 10000N

Pemeriksaan Darah lengkap

Untuk perhitungan eritrosit yang teliti maka perhitunagn harus dilakukan


pada kedua daerah penghitung dengan memakai 2 buah pipet masing
masing untuk 1 daerah penghitung dan di hitung harga rata ratanya.
Harga Normal :
Pria

: 4.330.000 5.950.000 /cmm

Wanita

: 3.900.000 4.820.000 /cmm

Catatan :
Pengenceran yang lazim dipakai untuk menghitung jumlah eritrosit ialah
200 x, tetapi menurut keadaan (eritrositosis atau anemia) dapat diubah
sesuai keadaan itu. Untuk mengecilkan kesalahan teknik haruslah
sekurang kurangnya 400 eritrosit dihitung dalam kamar hitung.
Tindakan menghitung eritrosit dengan kamar hitung jauh lebih sukar
daripada menghitung leukosit, ketelitian untuk orang yang cermat bekerja
dan yang telah mahir ialah 15%. Orang ceroboh yang tidak
berpengalaman mungkin membuat kesalahan yang jauh lebih besar dari
itu.
Kesalahan kesalahan pada tindakan menghitung eritrosit
Pada

umumnya

sama

seperti

telah

diterangkan

pada

tindakan

menghitung leukosit. Satu kesalahan khusus yang sering dibuat ialah


menghitung jumlah eritrosit memakai lensa objektif kecil, yaitu objektif 10
x, sehingga sangat tidak teliti hasilnya.
PENGHITUNGAN LEUKOSIT
Teknik pelaksanaan:
1. Darah kapiler atau darah vena denagn antikoagulansia dihisap
sampai tanda 0.5 kemudian disusul dengan larutan Turk sampa
11. Jadi pengenceran adalah 20x.
2. Penghitungan cukup 1x saja dengan menggunakan 1 pipet asal
dikerjakan denganm teliti.

Pemeriksaan Darah lengkap

3. Penghitungan dilakukan atas leukosit leukosit yang terdapat dalam


persegi 1, 2, 3, 4 (lihat gambar)
4. Digunakan obyektif untuk memeriksa
Cara Menghitung
1. Dihitung jumlah eritrosit yang terdapat dalam 4 persegi 1, 2, 3, dan
4 (lihat gambar). Keempat persegi ini masing masing mempunyai
Volume 0.1 cm3.
2. Sel sel yang terletak dan menyinggung garis batas sebelah kiri
dan

atas

dihitung

sedangkan

sel

sel

yang

terletak

dan

menyinggung garis batas sebelah kanan dan bawah tidak dihitung,


dengan tujuan agar sel sel tidak terhitung berkali kali.
3. Cara menghitung sel sel harus sistematik
Kalkulasi
Misalkan jumlah leukosit yang terdapat dalam keempat empat
persegi tersebut adalah N. Jumlah volume keempat empat persegi
tersebut adalah 4/10 cm3 atau 0.4 cm3 dengan asumsi tebal larutan
0.1mm.
Jadi N leukosit terdapat dalam 0.4cm3 = 4/10cm3
Dalam volume 1cm3 terdapat ( 1:0.4cm3) x N leukosit = 2.5 N
Leukosit.
Pengenceran larutan darah adalah 20x jadi jumlah Leukosit/cm3
darah ialah:
20 x 2.5N = 50N
Untuk perhitungan Leukosit cukup dilakukan 1x saja ( 1 kamar
hitung saja), asalkan dilakukan dengan teliti.
Nilai Normal :
Pria
: 4.700 10.300 / cmm
Wanita
: 4.300 11.300 /cmm
Peningkatan jumlah leukosit (lekositosis) menunjukkan adanya
proses infeksi atau radang akut, misalnya pneumonia, meningitis,
apendiksitis, TBC, tonsilitis, dan lain lain.
Dapat juga terjadi pada miokard infark, sirosis hepatis, luka bakar,
kanker, leukemia, penyakit kolagen, anemia hemolitik, anemia sel

Pemeriksaan Darah lengkap

sabit, penyakit parasit, dan stress karena pembedahan maupun


gangguan emosi. Obat obatan, misalnya aspirin, prokainamid,
alopurinol, kalium yodida, sulfoamida, heparin, digitalis, epinefrin,
litium, ampicillin, eritromisin, kanamisin, metisillin, tetracycline,
vankomisin, dan sterptromycin
Penurunan jumlah leukosit (leukopeni) dapat terjadi pada
penderita infeksi tertentu , terutama virus, malaria, alkoholik, SLE,
reumatoid artritis, dan penyakit hemopoetik (anemia aplastik,
anemia

pernisiosa).

sulfonamida,

PTU,

Obat

obatan,

barbiturate,

terutama

kemoterapi

asetaminofen,

kanker,

diazepam,

diuretika, antidiabetika oral, indometasin, metildopa, rifampin,


fenotiazin, penicillin, cefalosforin, kloramfenikol.
Catatan
Pengenceran darah yang lazim dipakai untuk menghitung
leukosit ialah 20 x, tetapi menurut keadaan (leukositosis tinggi atau
leucopenia) pengenceran itu dapat diubah sesuai dengan keadaan
itu, pengenceran dijadikan lebih tinggi pada leukositosis dan lebih
rendah pada leucopenia. Jagalah dalam segala tindakan agar
pengenceran uyang telah dicapai dalam pipet itu tidak terganggu,
itu menimbulkan kesalahan. Dalam darah oxalate yang tidak segera
dipakai ada kemungkinan leukosit leukosit akan bergumpal,
peristiwa itu sangat mengurangi ketelitian kerja. Jika darah tepi
mengandung banyak sel darah merah berinti, maka sel sel itu
akan ikut diperhitungkan seperti leukosit. Koreksi dapat diadakan
dengan memeriksa sediaan apus yang dipakai untuk hitung jenis
leukosit, persentasi sel darah merah berinti dicatat. Misalnya
didapat 10.000 leukosit/ul darah dan dari hitung jenis ternyata
bahwa di samping tiap 100 leukosit ada 25 sel drah merah berinti,
maka jumlah leukosit yang sebenarnya ialah:
10.000 (

25
x 10.000 ) = 8.000 per ul darah.
100 25

Pemeriksaan Darah lengkap

Dengan memakai alat alat baik dan dengan teknik


sempurna, ketelitian tindakan menghitung leukosit ialah kira kira
10%.
Kesalahan kesalahan pada tindakan menghitung leukosit
1. Jumlah darah yang diisap ke dalam pipet tidak tepat jika:
a. Bekerja terlalu lambat sehingga ada kebekuan darah
b. Tidak mencapai garis tanda 0,5.
c. Membaca dengan paralaks
d. Memakai pipet basah
e. Mengeluarkan lagi sebagaian darah yang telah diisap karena
melewati garis tanda 0,5.
2. Pengenceran dalam pipet salah jika:
a. Kehilangan cairan dari pipet, karena mengalir kembali ke
dalam botol berisi larutan Trk
b. Tidak mengisap cairan Trk tepat sampai garis 11
c. Terjadi gelembung udara di dalam pipet pada waktu mengisap
larutan Trk
d. Terbuang sedikit cairan pada waktu mengocok pipet atau pada
mencabut karet pengisap dari pipet.
3. Tidak mengocok pipet segera setelah mengambil larutan Trk
4. Tidak mengocok pipet sebentar sebelum mengisi kamar hitung
5. Tidak membuang beberapa tetes dari isi pipet sebelum mengisi
kamar hitung
6. Yang bertalian dengan kamar hitung dan teknik menghitung:
a. Kamar hitung atau kaca penutup kotor
b. Ada gelombang udara termasuk bersama dengan cairan
c. Letaknya kaca penutup salah
d. Meja mikroskop tidak rata air
e. Salah menghitung sel yang menyinggung garis garis batas
f. Kaca penutup tergeser karena disentuh dengan lensa
mikroskop.

NILAI ERITROSIT RATA RATA


Mean corpuscular values atau nilai eritrosit rata rata member
keterangan

mengenai

ukuran

rata

rata

eritrosit

dan

mengenai

banyaknya hemoglobin per eritrosit. Nilai yang banyak dipakai ialah:


1. Mean Corpuscular Volume (MCV), ialah Volume Eritrosit Rata rata
(VER) yaitu volume rata rata sebuah eritrosit disebut dengan
femtoliter (fL).

Pemeriksaan Darah lengkap

2. Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH), ialah Hemoglobin Eritrosit


Rata rata (HER), yaitu banyaknya hemoglobin per eritrosit
disebut dengan pikogram (pg).
3. Mean Corpuscular Hemoglobin

Concentration

(MCHC),

ialah

Konsentrasi Hemoglobin Eritrosit Rata rata (KHER), yaitu kadar


hemoglobin yang didapat per eritrosit, dinyatakan dengan persen
(%). Meskipun nilai KHER biasanya disebut dengan %, satuan yang
lebih tepat adalah gram hemoglobin per dl eritrosit.

a. Cara
Nilai eritrosit rata rata itu diperhitungkan dari hasil penetapan:
a. jumlah eritrosit
b. kadar hemoglobin, dan
c. nilai hematokrit
dengan menggunakan rumus rumus di bawah ini. Dalam rumus itu:
Ht

: nilai hematokrit disebut dengan %.

Hb

: nilai hemoglobin disebut dengan gram per dl.

: jumlah eritrosit disebut dengan juta per mikroliter.

MCV =

10 xHt
Jml.eritrosit

MCH =

Hbx10
Jml.eritrosit

MCHC=

Hbx100
Ht

b. Nilai Normal
1. MCV

Pemeriksaan Darah lengkap

Laki Laki Dewasa

: 80 98 fL

Perempuan Dewasa

: 81 99 fL

Anak

: 82 92 fL

Bayi baru lahir

: 96 108 fL

Penurunan
defisiensi

Kadar

besi,

MCV,

terdapat

keganasan,

pasien

arthritis

anemia

rheumatoid,

mikrositik

thalassemia,

anemia sel sabit, keracunan timah, dan radiasi.


Peningkatan Kadar MCV, terdapat pada anemia aplastik, anemia
hemolitik, anemia pernisiosa, defisiensi asam folat, penyakit hati
kronis, hipotiroidisme, efek obat vitamin B12, antikonvulsan, dan
antimetabolik.
2. MCH
Nilai normal : 27 31 pikogram
Penurunan

MCH,

terdapat

pada

anemia

mikrositik,

anemia

hipokromik.
Peningkatan MCH, terdapat pada anemia defisiensi zat besi.

3. MCHC
Nilai normal : 32 37 %
Penurunan MCHC, terdapat pada penderita anemia hipokromik
dan thalassemia.
Peningkatan MCHC, terdapat pada anemia defisiensi zat besi.

c. Catatan

Pemeriksaan Darah lengkap

MCV dan MCHC di setiap sel merupakan hal penting dalam


mengevaluasi anemia dan kelainan hematologic lain. Ukuran sel
dapat digambarkan sebagai normositik dengan MCV normal,
mikrositik

apabila

MCV

lebih

kecil

daripada

normal,

dan

makrositik dengan MCV yang lebih besar daripada normal. Derajat


hemoglobinisasi sel dapat diperkirakan dengan mengukur MCH dan
dapat digambarkan sebagai memiliki hemoglobin rerata normal
(normokromik) atau hemoglobin rerata yang kurang daripada
normal (hipokromik).
Gangguan tertentu berkaitan dengan ukuran sel darah merah
yang saling bervariasi, tetapi ukuran rerata tidak berubah. Hasil
MCV yang normal dapat menyesatkan. Pemeriksaan hapusan darah
dapat mendeteksi hal ini, tetapi hal ini juga dapat dikuantifikasi
secara elektronis sebagai lebar distribusi sel darah merah (RDW).
Agar supaya index index tersebut dapat dipakai dalam klinik,
haruslah semua macam penetapan dilaksanakan dengan sangat
teliti dan tepat. Penetapan kadar hemoglobin hendaknya dilakukan
secara fotoelektrik (cara visual Sahli tidak dapat dipakai) dan
menghitung eritrosit harus dilakukan in duplo dengan hasil yang
saling sesuai dalam batas kesalahan 5 %.
Nilai normal untuk MCV 82 92 femtoliter, untuk MCH 27 31
pikogram dan untuk MCHC 32 37 %. Baiklah selalu juga
mengontrol pendapat itu dari sediaan apus darah yang baik,
sekiranya morfologi eritrosit pada sediaan apus tidak sesuai dengan
nilai nilai eritrosit rata rata, perlu mengulangi penetapan MCV,
MCH, dan MCHC dengan sekali lagi melakukan pemeriksaan Hb, Ht,
dan E.
Index index ini yang menggunakan satuan satuan mutlak
menggantikan index index yang usang, seperti index warna, index
saturasi, dan lain lain.
2. Lebar Distribusi Sel Darah Merah

Pemeriksaan Darah lengkap

Lebar distribusi sel darah merah (red cell distribution


width, RDW) adalah rasio lebar kurva distribusi (histogram)
terhadap volume sel darah merah.
a. Cara
RDW dihitung dari Coulter counter dan merupakan indeks
variasi ukuran sel. RDW juga dihitung dari rasio lebar kurva
distribusi (histogram) terhadap volume sel darah merah.
b. Nilai Normal
Nilai normal : 11,6 14,6 %
Peningkatan

RDW,

terdapat

pada

defisiensi

besi,

thalassemia, anemia sideroblastik


c. Catatan
Inspeksi terhadap kurva distribusi ukuran yang dihasilkan oleh
penghitung otomatis mungkin mengungkapkan adanya populasi sel
darah merah tertentu yang volume selnya berlainan. Semakin besar
RDW, semakin besar variasi ukuran sel. Variasi ini dapat disebabkan
oleh sel yang terlalu besar atau terlalu kecil, campuran keduanya,
atau fragmen sel.

PEMERIKSAAN HEMATOCRIT
Prinsip: darah ditambahkan anti koagulan kemudian dipusingkan dengan
alat centrifuge, dan kolom sel darah merah yang dimampatkan dibaca
sebagai Hematocrit dan dinyatakan dalam prosentase volume sel darah
merah terhadap volume darah seluruhnya. Hematocrit ini digunakan

Pemeriksaan Darah lengkap

untuk parameter dalam menentukan kriteria anemia disamping kadar


hemoglobin dan jumlah sel darah merah.
Teknik :
1. Darah dengan antikoagulansia EDTA, Heller dan Paul atau heparin
dimasukkan ke dalam tabung dari Wintrobe lalu dicentrifuge dengan
kecepatan 300 rpm selama 30 menit
2. Volume % eritrosit di tentukan
3. Menggunakan tabung tabung kapiler yang di dalamnya telah
dilapisi dengan heparin. Darah vena atau darah perifer dimasukkan
ke dalam tabung kapiler ini lalu setelah salah satu ujungnya ditutup,
diputar dalam alat centrifugeyang khusus dan volume % dari
eritrosit dibaca 5-10 menit setelah didiamkan.
4. Harga Normal:
Laki laki : 45-47%
Perempuan : 40-42%
Keuntungan: Cara pemeriksaannya mudah, cepat, teliti dan merupakan
salah satu test

hematologi yang cukup akurat.

Penurunan HCT, terjadi pada pasien yang mengalami kehilangan darah


akut, anemia, leukemia, penyakit Hodkins, limfosarcoma, myeloma
multiple, gagal ginjal kronik, sirosis hepatis, malnutrisi, defisiensi vitamin
B dan C, kehamilan, SLE, arthritis rheumatoid, dan ulkus peptikum.
Peningkatan HCT, terjadi pada hipovolemia, dehidrasi, polisitemia vera,
diare berat, asidosis diabetikum, emfisema paru, TIA, eklampsia, efek
pembedahan, dan luka bakar.

Catatan
Padatnya kolom eritrosit yang didapat dengan memusing darah
ditentukan oleh factor: radius sentrifuge, kecepatan sentrifuge, dan

Pemeriksaan Darah lengkap

lamanya pemusingan. Dalam centrifuge yang cukup besar, dengan


memakai makrometode dicapai kekuatan pelantingan (relative centrifugal
force) sebesar 2.260 g. untuk memadatkan sel sel darah merah dengan
memakai sentrifuge itu diperlukan waktu rata rata 30 menit. Sentrifuge
mikrohematokrit mencapai kecepatan yang jauh lebih tinggi, maka dari itu
lamanya pemusingan dapat diperpendek.
Tabung mikrokapiler yang khusus dibuat untuk mikrohematokrit
panjangnya 75 mm dan diameter dalamnya 1,2 sampai 1,5 mm. ada
tabung yang telah dilapisi heparin, tabung itu dapat dipakai untuk darah
kapiler, ada pula tabung kapiler tanpa heparin yang diipergunakan
dengan darah oxalate atau darah EDTA dari vena. Penetapan HCT dapat
dilakukan sangat teliti, kesalahan metodik rata rata 2%. Laporkan juga
pada makrometode tebalnya buffy coat dengan mm, tiap 1 mm buffy coat
secara

kasar sesuai dengan 10.000

leukosit

per

ul darah. Pada

mikrometode buffy coat sukar dilihat, sedangkan intensitas warna kuning


plasma juga kurang nyata.
Lama kelamaan penetapan nilai HCT dengan mikrometode
menggeserkan makrometode karena hasilnya dapat diperoleh dalam
waktu singkat. Hasil itu kadang kadang sangat penting untuk
menentukan keadaan klinis yang menjurus kepada tindakan darurat.

Pemeriksaan Darah lengkap

PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH


Prinsip: Darah vena dengan antikoagulansia tertentu dimasukkan kedalam
tabung tertentu dan dicatat kecepatan pengendapan dari eritrosit
eritrosit. Ada beberapa cara untuk menentukan LED yang kita pakai dalam
praktikum ini adalah:
a. Cara dari Westergreen
b. Cara dari Wintrobe Landsberg
Cara dari Westergreen
1. Alat alat
a. Tabung dari westergreen
- Panjang tabung 300 mm
- Garis tengah dalam 2.5 mm
- Diberi pembagian dari 0-200 mm
- Isi tabung 1.0ml
- Kedua ujung tabung tersebut terbuka
b. Rak dari Westergreen
- Untuk menempatkan tabung westergreen dalam keadaan
-

vertikal
Dibagian bawah terdapat karet untuk penutup lubang tabung
Dibagian atas terdapat pegas untuk menekan tabung ke

bawah
2. Antikoagulansia yang dipakai
- Larutan Citras Natricus 3.8% 0.2 ml untuk tiap tiap 0.8ml
-

darah atau
EDTA kering, 1 mg untuk tiap tiap ml darah, darah dengan
EDTA perlu di encerkan dengan garam fisiologis, Empat

volume darah dengan satu volume garam fisiologis.


3. Tehnik
a. Darah vena dengan EDTA atau Citrat Natricus di hisap ke dalam
tabung Westergreen sampai tanda 0
b. Lubang atas dari tabung ditutup dengan jari lalu ditempatkan di
rak dari westergreen. Keadaan tabung harus tetap vertikal.
c. Permukaan atas dari kolom eritrosit di baca setelah satu jam.
4. Harga Normal
Laki laki

: 2-13 mm/jam

Pemeriksaan Darah lengkap

Perempuan : 2-20 mm/jam


Cara dari Wintrobe Landsterberg
1. Alat alat
a. Tabung dari Wintrobe
- Panjang tabung 120 mm
- Garis tengah dalam 2.5 mm
- Diberi pembagian dari 0-100 ke bawah dan ke atas
- Isinya 1.0 ml
b. Pipet untuk tabung Wintrobe
c. Rak untuk tabung Wintrobe
2. Antikoagulansia
a. EDTA : 1 mg untuk tiap tiap ml darah atau
b. Antikoagulansia dari Heller dan Paul : 2 mg untuk tiap tiap ml
darah
3. Tehnik
a. Darah vena dengan EDTA atau Heller dan Paul dimasukkan ke
dalam tabung dari wintrobe dengan memakai pipet, pipet
tersebut (yang sudah diisi dengan darah) di masukkan ke dalam
tabung Wintrobe sehingga ujungnya menyentuh dasar tabung
lalu darah dipijat keluar pelan pelan.
b. Tabung ditempatkan di rak, keadaannya harus tetap vertikal
c. Pembacaan dilakukan sesudah 1 jam
4. Harga Normal
a. Cara Wintrobe
Pria
: < 10 mm/jam
Wanita : < 20 mm/jam
b. Cara Westergen
Pria
: < 10 mm/jam
Wanita : < 15 mm/jam

Dalam pemeriksaan LED harus diperhatikan:


1.
2.
3.
4.
5.
6.

Antikoagulansia dan darah harus dicampur dengan baik


Tidak boleh terjadi hemolisis
Tabung yang dipakai harus bersih dan kering
Keadaan tabung harus tepat vertikal
Kolom darah tidak boleh mengandung gelembung darah
Penentuan LED sebaiknya dilakukan tidak lebih dari dua jam
sesudah pengambilan darah.

Pemeriksaan Darah lengkap

Penurunan LED, dapat terjadi pada polisitemia vera, CHF, anemia sel
sabit, MNI, defisiensi factor V pembekuan, arthritis degenerative, dan
angina pectoris. Obat obatan etambutol, quinine, aspirin, dan
kortison.
Peningkatan LED, terjadi pada arthritis rheumatoid, IMA, kanker
(lambung, colon, payudara, hepar, dan ginjal), penyakit Hodkins,
myeloma multiple, limfosarkoma, infeksi bakteri, Gout, Eritoblastosis
Foetalis, kehamilan trimester II dan III, operasi dan luka bakar.
Catatan
Indahkanlah segala petunjuk yang telah diberikan pada waktu
melakukan pungsi vena, statis dalam vena menyebabkan darah
mengental dan berakibat kesalahan. Penting sekali untuk menaruh
pipet atau tabung LED dalam sikap tegak lurus, selisih kecil dari garis
vertical sudah dapat berpengaruh banyak terhadap hasil LED.
Oleh karena LED dipengaruhi oleh jumlah eritrosit, maka ada yang
menghendaki supaya nilai LED cara Wintrobe dikoreksi terhadap nilai
HCT. Koreksi semacam itu memerlukan grafik khusus.
Hasil pemeriksaan LED memakai cara Westergen dan cara Wintrobe
tidak seberapa selisihnya jika LED itu dalam batas batas normal. Akan
tetapi nilai itu berselisih jauh pada keadaan mencepatnya LED. Dengan
cara Westergen didapat nilai yang lebih tinggi, hal itu disebabkan pipet
Westergen yang hampir dua kali lebih panjang pipet Wintrobe.
Kenyataan

tadi

menyebabkan

para

klinisi

lebih

menyukai

cara

Westergen daripada cara Wintrobe.


Pada upaya mengisap darah dengan mulut ke dalam pipet
Westergen ada bahaya terjadi infeksi kepada pelaku tindakan, oleh
karena itu sangat dianjurkan memakai pipet Westergen yang dapat
diisi tanpa mengisap pipet berisi darah dengan mulut.

PENGHITUNGAN TROMBOSIT
Prinsip : Pada praktikum digunakan metode Langsung ( direct) yaitu
darah diencerkan serta di cat (diisikan ) dengan suatu larutan tertentu

Pemeriksaan Darah lengkap

( larutan Rees-Ecker) kemudian sel selnya (trombosit ) dihitung dalam


kamar penghitung Improved Neubauer
Alat dan Bahan
Alat:
1.
2.
3.
4.
5.

Mikroskop
Kamar penghitung Improved Neubauer dan gelas penutup.
Pipet pengencer Thoma untuk eritrosit
Semprit dan torniquet
Gelas obyek

Bahan bahan
Larutan Rees Ecker untuk pengecatan trombosit yang terdiri dari:
a.
b.
c.
d.

Sodium Citrate
38 gram
Brilliant Chresyl Blue1 gram
Formalin 40%
2 gram
Aquadest
100 ml

Cara Pelaksanaan:
1. Bagian pipet kapiler Thoma untuk eritrosit harus di bilas dahulu
dengan larutan Rees Ecker
2. Kamar Penghitung harus disiapkan, yaitu gelas penutup diletakkan
di atas kamar penghitung sehingga gelas penutup menutupi kedua
daerah penghitung.
3. Darah kapiler atau darah vena dengan antikoagulan dihisap ke
dalam pipet Thoma eritrosit sampai tanda 0.5
4. Segera larutan Rees-Ecker di hisap sampai

kita

tepat

mencapaitanda 101. Selama penghisapan pipet harus diputar


putarkan melalui sumbu panjangnya, supaya darah dan larutan
Rees - Ecker mencampur dengan baik.
5. Kedua ujung pipet ditutupp dengan ibu jari dan jari tengah lalu
dikocok dengan gerakan tegak lurus pada sumbu panjangnya
selama 2 menit, sekaligus menghindari trauma terhadap eritrosit
yang berlebihan dari pengadukan pada pipet Thoma.

Pemeriksaan Darah lengkap

6. Larutan Reez - Ecker yang terdapat dalam bagian kapiler dan yang
tak mengandung darah dibuang dengan meneteskan keluar isi pipet
3 tetes.
7. Larutan darah dimasukkan ke dalam kamar penghitung dengan
menempatkan ujung pipet pada tepi gelas penutup. Karena adanya
daya kapiler maka larutan darah akan mengalir masuk, antara gelas
penutup dan kamar penghitung dan mengisi daerah penghitung.
Larutan darah yang dimasukkan tidak boleh terlalu banyak, cukup
bila darah sudah mengisi daerah penghitung. Apabila terlalu banyak
maka gelas penutup akan mengapungdan bila ini terjadi maka kita
harus mengulangi dan tidak boleh menghisap larutan darah yang
terlalu abnayk tersebut dengan kertas saring, kapas, tisu, dan lain
lain, karena ini akan menimbulkan gangguan distribusi sel sel
dalam kamar penghitung.
8. Kamar penghitung yang sudah terisi ini diletakkan di bawah
mikroskop, dan penghitungan dilakukan setelah kita tunggu 10
menit dengan tujuan supaya trombosit trombosit mengendap dan
kemudian dengan menggunakan obyektif 45x kita hitung trombosit.
Cara Penghitungan
1. Dihitung jumlah eritrosit yang terdapat dalam 4 persegi A, B, C,
dan D (lihat gambar). Kelima empat persegi ini masing masing
mempunyai Volume 0.10 cm3.
2. Sel sel yang terletak dan menyinggung garis batas sebelah kiri
dan atas dihitung sedangkan sel sel yang terletak dan
menyinggung garis batas sebelah kanan dan bawah tidak
dihitung, dengan tujuan agar sel sel tidak terhitung berkali
kali.
3. Cara menghitung sel sel harus sistematik
Kalkulasi
Misalkan jumlah trombosit

yang terdapat dalam keempat empat

persegi tersebut adalah N. Jumlah volume ke lima empat persegi


tersebut adalah 4/10 cm3 dengan asumsi tebal larutan 0.1mm.

Pemeriksaan Darah lengkap

Jadi N trombosit terdapat dalam 4/10cm3 = 0,4cm3


Dalam volume 1cm3 terdapat ( 1:4/10) x N eritrosit = 2.5 N
trombosit.
Pengenceran larutan darah adalah 200x jadi jumlah trombosit/cm3
darah ialah:
200 x 2.5N = 500N
Untuk perhitungan trombosit yang teliti maka perhitunagn harus
dilakukan pada kedua daerah penghitung dengan memakai 2 buah
pipet masing masing untuk 1 daerah penghitung dan di hitung
harga rata ratanya.
Nilai Normal : 200.000 400.000 per microliter darah.
Catatan :
Karena sukarnya

dihitung,

penilaian semikuantitatif tentang

jumlah trombosit dalam sediaan apus darah sangat besar artinya


sebagai pemeriksaan penyaring.
Sediaan basah untuk menghitung retikulosit juga dapat dipakai
secara tak langsung untuk menghitung trombosit, sediaan basah itu
harus sangat tipis dibuat sehingga eritrosit eritrosit terpisah
letaknya.
Larutan menurut Dameshek dapat dipakai sebagai pengganti
larutan magnesium sulfat 14% dalam cara tak langsung : sacharosa
8 g, natrium sulfat 0,04 g, aqua dest. 100 ml, kemudian ditambah
brilliant-cresyblue 150 mg dan 3 tetes larutan formaldehyde 10%.
Cara langsung menghitung trombosit dengan menggunakan
electronic

particle

counter

mempunyai

keuntungan

tidak

melelahkan petugas lab. jika harus banyak melakukan pemeriksaan


menghitung trombosit. Akan tetapi cara ini masih dilekati macam

Pemeriksaan Darah lengkap

macam kelemahan, jika hendak memakainya perlu mengadakan


control dengan ketat.
PENGHITUNGAN RETICOLOSIT
Prinsip: metode basah (wet), darah di cat secara supravital, kemudian
jumlah retikulosit dibandingkan dengan jumlah eritrosit dan dinyatakan
dalam prosen atau promil. Pengecatan menggunakan Brilliant Chrecyl
Blue dalam larutan garam fisiologis.
Alat:
1)
2)
3)
4)
5)

Mikroskop
Kamar penghitung Improved Neubauer dan gelas penutup.
Pipet pengencer Thoma untuk eritrosit
Semprit dan torniquet
Gelas obyek

Bahan:
Larutan Brilliant Chrecyl Blue dalam larutan garam garam Fisiologis, untuk
pengecatan Reticulosit , yang terdiri dari:
a.
b.
c.
d.

Brilliant Chrecyl Blue


NaCl
Citras Natricus
Aquadest

1 gram
0.85 gram
0.40 gram
100 ml

Penghitungan Reticulosit:
Metode basah (wet)
1. Dua tetes darah kapiler atau arah vena dengan antikoagulansia dan
dua tetes salah satu cat tersebut di masukkan ke dalam botol kecil.
2. Kemudian kita campur dengan baik dan tunggu sampai 15 menit.
3. Sesudah itu dikocok lagi dengan baik, setelah itu di buat sediaan
untuk menghitung retikulosit dengan metode basah
4. Satu tetes larutan darah tersebut ditempatkan diatas gelas penutup.
Gelas penutup ini ditekan supaya terjadi lapisan darah yang tipis

Pemeriksaan Darah lengkap

antara gelas obyek dan gelas penutup. Tepi gelas penuup diberi
vaselin atau bahan lain9 apabila ada) untuk mencegah kekeringan.
5. Kemudian diperiksa di bawah mikroskop dengan lensa obyektif
100x. Oleh karena itu pada pemeriksaan digunakan emersi oil.
6. Kita hitung daam beberapa lapangan pandang sebanyak 1000
eritrosit dan diantara 1000 eritrosit tersebut kita catat ada berapa
retikulositnya.
7. Hasil pemeriksaan di bawah mikroskop dinyatakan dalam prosen
atau promil.

Hasil Percobaan
Penghitungan trombosit:
Ruang A

=..........trombosit

Penghitungan Reticulosit
Lap.

Pandang

1=......eritrosit,....reticulosit
Ruang B

=.........trombosit

Lap.

Pandang

Lap.

Pandang

Lap.

Pandang

2=......eritrosit,....reticulosit
Ruang C

=.........trombosit

3=.....eritrosit,.....reticulosit
Ruang D

=.........trombosit

4=......eritrosit,.....reticulosit
_______________________________________
_________________________________________________
TOTAL

=.........................................

TOTAL

=..........eritrosit,.......reticulosit
Jadi:
Total Trombosit

= ...............x500

Total Reticulosit

=.................x100% =........................Reticulosit/ml darah

Nilai Normal :

=.........................Trombosit/ml darah

Pemeriksaan Darah lengkap

Dewasa

: 5 15 (promil) atau 0,5 1,5% dari sel darah


merah atau

Anak

: 0,5 2% SDM

Bayi

: 0,5 3,5% SDM

Bayi baru lahir

: 2,5 6,5% SDM

2500 7500 U/L

Peningkatan retikulosit disertai kadar Hb yang normal mengindikasikan


adanya penghancuran atau penghilangan eritrosit yang berlebihan yang
diimbangi

dengan

peningkatan

aktivitas

sumsum

tulang.

Penyakit

tersebut antara lain anemia hemolitik, sel sabit, thalassemia mayor,


leukemia, eritroblastosis foetalis, HBC dan D positif, kehamilan, dan pascaperdarahan berat.
Peningkatan

retikulosit

disertai dengan kadar Hb yang rendah

menunjukkan bahwa respon tubuh terhadap anemia tidak adekuat.


Penurunan retikulosit yang seharusnya justru tinggi terdapat pada kondisi
krisis aplastik, missal pada anemia hemolitik kronik karena HBS, anemia
pernisiosa, anemia defisiensi asam folat, anemia aplastik, terapi radiasi,
hipofungsi adrenocortical, hipofungsi hipofise anterior, dan sirosis hati.
Catatan
Cara yang lebih baik menyebut jumkah eritrosit per ul darah. Nilai
normal 25.000 75.000 retikulosit per ul darah.
Baik sediaan kering maupun basah harus dibuat tipis benar, karena
eritrosit eritrosit harus Nampak terpisah satu dari yang lain. Untuk
memudahkan menghitung retikulosit di antara eritrosit, baiklah dalam
okuler mikroskop dipasang bundaran logam berlubang untuk memperkecil
lapangan penglihatan. Pemeriksaan harus dilakukan dengan minyak
imersi.

Pemeriksaan Darah lengkap

EVALUASI

HAPUSAN

DARAH

TEPI

&

PENGHITUNGAN

DIFERENSIAL
Prinsip: Setetes darah (droplet) darah dipaparkan di atas gelas obyek
lalu di cat dan diperiksa dibawah mikroskop.
Alat dan Bahan
Alat:
1. Mikroskop
2. Gelas obyek dan gelas penghapus
3. Semperite, Tourniquet dan botol penampung darah berisi anti
koagulan
Bahan:
1. Wright Stain, yang terdiri dari:
a. Eosin mempunyai sifat asam
b. Methilen blue mempunyai sifat basa
c. Metanol, sebagai pelarut
2. Larutan buffer phosphat (pH=6.4) yang mempunyai komposisi:
a. KH2PO4
6.63gram
b. Na2HPO4
3.20gram
c. Aquadest
1 liter
d. Kapas dan Alkohol
e. Emersi Oil
Cara Kerja
Pembuatan hapusan Darah

Pemeriksaan Darah lengkap

1. Setetes darah kapiler atau darah vena dengan antikoagulan


diletakkan dekat salah satu ujung dari gelas obyek
2. Gelas penghapus dipegang sedemikian rupa sehingga

gelas

penghapus ini membuat sudut 30 dengan gelas obyek dan


teteskan darah tadi diletakkan di dalam sudut tersebut.
3. Gelas penghapus ini digeserkan kearah tetesan darah sehingga
menyentuh dan darah tadi akan merata antara ujung gelas
penghapus dan gelas obyek.
Pemeriksaan Eritrosit
Digunakan imersi oil , Eritrosit eritrosit yang normal tidak berinti.
Bentuknya bulat dan tipis, bagian tengah tipis dari bagian tepinya.
Gambaran normal ini sering disebut Discocyte atau biasa juga disebut
Central Pallor.
Penghitungan Differensial
Penghitungan Differensial dilakukan dengan mengadakan identifikasi dan
penghitungan paling sedikitnya 100 leukosit. Penghitungan differensial
dilakukan pada daerah penghitung (counting area), dimulai dari satu sisi
dan bergerak menuju sisi yang lain, lalu pindah sejauh 2-3 lapangan
pandang ke kiri atau ke kanan dan menuju sisi semula dan seterusnya.
Untuk memudahkan penghitungan dapat digunakan cara sebagai berikut:
kita membuat kolom kolom untuk bermacam macam leucosit dan
masing masing di bagi menjadi sepuluh. Leukosit leukosit yang kita
lihat mula mula dicatat dalam kolom 1, bila jumlahnya sudah sepuluh
kita pindah mengisi kolom kedua dan dan seterusnya. Jadi apabila setiap
kolom sudah terisi, 10 leukosit, maka kita sudah mendapat 100 sel.
Sekarang kita hitung berapa jumlahnya masing masing leukosit,hasilnya
kita tulis sebagai berikut:
Eo/Ba/St/Seg/Ly/Mo
Keterangan:
Eo

: Eosinofil

Seg

: Segmen neutrofil

Pemeriksaan Darah lengkap

Ba

: Basofil

Ly

: Lmnphosit

St

: Stab Neutrofil

Mo

: Monosit

Lap.

10

Total

10

10

10

10

10

10

10

100

Pandang
Eosinofil
Basofil
Stab
Segment
Lymphos
it
Monosit
TOTAL

Hasil:

Eo/Ba/St/Seg/Ly/Mo

Pernandingan hasil percobaan dengan nilai standard


Sel Darah

Nilai

Nilai

Relative(%)
1-3
0-0.75
0-6
54-62
25-33
3-7

( Jml/mm3)

Eosinofil
Basofil
Stab/Band
Segment
Limfosit
Monosit

Hasil (%)

Keterangan

Keterangan:
1. Eritrosit
Deskripsi:
a. Tidak berinti
b. Bentuknya bulat dan tipis ( Bikonkav)
c. Bagian tengah lebih tipis dari bagian tepinya ( Central
Pallor/Discocyte)
d. Ukuran................

Pemeriksaan Darah lengkap

2. Neutrofil
Deskripsi:
a. Ukuran
b. Nucleus
c. Nucleolus
d. Kromatin
e. Cytoplasma
f. Granula
g. N/C

( Stab/ Band)
:
:
:
:

3. Neutrofil ( segment)
Deskripsi:
a. Ukuran
:
b. Nucleus
:
c.
d.
e.
f.
g.

10-15
2-5 lobus, dihubungkan dengan filament

tipis, chromatin tidak tampak.


Nucleolus
:
Tidak Tampak
Kromatin
:
Berkelompok, kasar
Cytoplasma
:
Pucat, merah muda atau biru
Granula
:
sedikit, jarang, tampak halus
N/C
:
Sitoplasma lebih dominan

4. Basofil
Deskripsi:
a. Ukuran
b. Nucleus
c.
d.
e.
f.

:
10-15
Bentuk Band, Kromatin tampak bergerombol
:
Tidak Tampak
:
Berkelompok, kasar
Pucat, merah muda atau biru
sedikit
Sitoplasma lebih dominan

( Segment)
:
:

10-14
pada umumnya 2 lobus, dihubungkan

dengan filament tipis, chromatin tidak tampak.


Nucleolus
:
Tidak Tampak
Kromatin
:
Berkelompok, kasar
Cytoplasma
:
Pucat, merah muda atau biru
Granula
:
sedikit, jarang, tampak halus

Pemeriksaan Darah lengkap

g. N/C

5. Eosinofil ( Segment)
Deskripsi:
a. Ukuran
:
b. Nucleus
:
c.
d.
e.
f.
g.

Sitoplasma lebih dominan

12-17
2-3 lobus, dihubungkan dengan filament

tipis, chromatin tidak tampak.


Nucleolus
:
Tidak Tampak
Kromatin
:
Berkelompok, kasar
Cytoplasma
:
Pucat, dapat dijumpai dengan tepi tidak rata
Granula
:
sedikit, jarang, tampak halus
N/C
:
Sitoplasma lebih dominan

6. Monosit
Deskripsi:
a. Ukuran
b. Nucleus

:
:

12-20
bervariasi, bulat, tapal kuda, bentukan ren

appearance,cerebral sagital slicing.


c. Nucleolus
:
Tidak Tampak
d. Cytoplasma
:
Biru keabuan, dapat didapatkan
pseudopods
e. Granula
:
f. N/C
:

jernih, tampak ground glass appearences


Bervariasi

Pemeriksaan Darah lengkap

7. Limfosit
Deskripsi:
a. Ukuran
b. Nucleus
c. Nucleolus
d. Kromatin

:
:

7-18
bulat atau oval, ramping bertakuk.
:
jarang
:
Berkondensasi, tampak gelap

(renggang) atau gelap sekali.


e. Cytoplasma
:
sedikit dibandingkan dengan nucleusnya
f. Granula
:
sedikit, mengandung granula azurofilik
g. N/C
:
3-5 : 1

Gb. 1 Hemoglobinometer Sahli Adam

Gb. 2 Pipet Sahli

Pemeriksaan Darah lengkap

Gb. 3 Perangkat Improved Naubauer Gb. 4 Tabung Wintrobe

Gb. 5 Pipet Thoma Eritrosit dan Leukosit