Anda di halaman 1dari 11

Apeksifikasi adalah suatu perawatan endodontik yang bertujuan untuk merangsang

perkembangan lebih lanjut atau meneruskan proses pembentukan apeks gigi yang belum tumbuh
sempurna tetapi sudah mengalami kematian pulpa dengan membentuk suatu jaringan keras pada
apeks gigi tersebut. Apeksifikasi merupakan suatu perawatan pendahuluan pada perawatan
endodontik dengan dengan menggunakan Kalsium Hidroksid sebagai bahan pengisian saluran akar
yang bersifat sementara pada gigi non vital dengan apeks gigi yang terbuka atau belum terbentuk
sempurna. Setelah dilakukan apeksifikasi diharapkan terjadinya penutupan saluran akar pada
bagian apikal. Dengan diperolehnya keadaan tersebut selanjutnya dapat dicapai pengisian saluran
akar yang sempurna dengan bahan pengisian saluran akar yang tetap (gutta percha). (Roedjito,
1989)

Indikasi
1.

Gigi dalam masa pertumbuhan dengan foramen apikalis belum sempurna tertutup

2.

Korona dapat direstorasi

3.

Pulpa nekrosis

4.

Gigi nonvital

5.

Usia pasien tua/muda

6.

Apeks terbuka

(Dharsono, 2006)
Kontraindikasi
1.

Semua fraktur akar, baik vertikal maupun horizontal.

2.

Resorbsi penggantian (ankilosis)

3.

Akar yang sangat pendek

4.

Kerusakan pada periodontium

5.

Pulpa vital
(Walton dan Torabinejad, 2003)

4. Amputasi pulpa pada korona di daerah servikal dilakukan dengan menggunakan ekskavator bulat dan tajam atau menggunakan bur besar bulat steril ukuran 6 atau 8 atau secara bergantian bur intan bulat kecepatan tinggi. Jarum yang digunakan adalah jarum 18-G karena biasanya sesuai dengan ukuran kanal. setiap upaya harus dibuat untuk mempertahankan jaringan pulpa apikal vital yang dapat membantu penutupan apeks imatur. Setelah melakukan debridement dan irigasi. Anestesi dan pemasangan rubber dam Akses kavitas harus mencukupi agar dapat mengakses seluruh bagian dari saluran akar.Teknik Perawatan Apeksifikasi Pada prosedur apeksifikasi. dimasukkan ke dalam kanal hingga kedalaman yang telah ditentukan. Lalu jarum dipasang pada syringe. (Ingle and Bakland. namun ukuran yang lebih kecil juga dapat digunakan apabila perlu. kanal saluran akar dikeringkang dengan menggunakan paper point yang besar. Syringe pre-mixed pulp dent yang berisi pasta kalsium hidroksid-methylcellulose siap untuk diinjeksikan. Cotton pellet digunakan untuk mengkondensasi pasta yang telah didepositkan. 2. Kalsium hidroksid diletakkan di dalam kanal. Dilakukan debridement yakni pembuangan debris-debris nekrosis dan serabut pulpa dari korona sampai daerah yang diamputasi dengan menggunakan barbed broach dan irigasi sodium hipoklorit. 1994) . 3. Pembuatan kavitas akses dengan menggunakan bur kecepatan tinggi dan semprotan air sebagai pendingin. kemudian ditandai dengan menggunakan rubber stop. Kemudian pasta tipis didepositkan. 6. 5. Jarum tersebut diukur agar mencapai 2-3mm dari apeks. Ruang pulpa dan akses kavitas ditutup dengan semen zinc oxide-eugenol dengan material reinforce. Berikut merupakan langkah-langkah teknik perawatan apeksifikasi : 1. Setelah itu cotton pellet tersebut ditinggalkan tetap di orifice koronal dari kanal.

Saluran akar diisi dengan pasta kalsium hidroksid (a) dengan menggunakan syringe dan jarum (b) untuk mendepositkan material.Instrumentasi dari saluran akar yang divergen dilakukan dengan tekanan yang lembut terhadap dinding akar. disertai dengan irigasi. jarum dikeluarkan bersamaan dengan mendepositkan pastanya sampai area servikal . B. A.

semen zink okside eugenol (c).A. B. . cotton pellet (b).Cotton pellet (C) diletakkan pada ruang pulpa. tujuan utama untuk menginduksi batasan jaringan keras (d) Diagram setelah prosedur apeksifikasi untuk mencapai penutupan apical pada pulpa nonvital. Gigi yang sedang menjalani proses apeksifikasi. diikuti dengan ZOE kemudian ditutup dengan tambalan sementara (T). Pasta kalsium hidroksid (a). Pasta apeksifikasi terdiri dari kalsium hidroksid dan CMCP atau kalsium hidroksid dalam metil selulosa dan diletakkan pada saluran akar sedekat mungkin dengan apeks.

Convinience form c. B. prosedur apeksifikasi memiliki tingkat keberhasilan yang baik. Toilet of the cavity . Outline form b. Meskipun demikian gigi yang sangat belum sempurna(dinding dentinya tipis) mempunyai resiko fraktur akar yang sangat tinggi baik selama maupun setelah perawatan. pembentukan barier akan terjadi lebih mudah jika lubang akarnya tidak begitu besar. Juga. Prognosis Pada umumnya. Bukti radiografik dari pemendekan ujung batas apeks. Penutupan kanal dan apeks yang berkelanjutan menjadi normal. resiko fraktur bergantung pada tahap perkembangan akarnya. Apeks tertutup.Empat hasil klinis yang berhasil setelah perawatan apeksifikasi. Tidak ada perubahan radiografik akan tetapi terdapat lapisan semacam tulang yang tipis yang terletak di dekat apeks. A. Removal of remaining carry out dentin and defective restoration d. tetapi kanal nya masih dalam konfigurasi “blunderbuss”. 2003) PROSEDUR PSA Preparasi kamar pulpa -bagian palatinal gigi dibuka dengan round-bur arah tegak lurus sejajar aksis gigi sampai perforasi ke kamar pulpa -Prinsip : a. (Walton dan Torabinejad. Dengan demikian. C. D.

Mengebor dengan round bur. Menentukan titik pengeburan. Setelah email tertembus. posisi bur di rubah . 2.pangkal bur didekatkan ke incisal . Pada gigi Premolar terletak pada mahkota palatinal.gigi tidak mudah patah . sampai bentuk divergen ke arah incisal 1. 3.-Dinding kavitas diratakan dengan tapered fissure bur. 4.supaya tidak mengurangi dinding labial .

.gerakan fissure dari dalam ke luar -agar tidak mengurangi dinding labial . Buang atap dan tanduk pulpa 6.5. Buat convenient form dengan fissure bur .

11. 10 Panjang kerja pada apex muda kira-kira 0. Panjang kerja pada apex tua kira-kira 0. Kira-kira penampang palatinal seperti ini 9.75 mm .5 mm dari ujung akar.7 . Gigi siap dilakukan preparasi biomekanis. Lakukan test convenient form dengan menggunakan sonde lurus 8.

Pulp Debridement -Pengambilan jaringan pulpa dengan ekskavator sampai orifice.Mengukur panjang gigi estimasi pada radiograf diagnostik (radiograf preoperatif) pasien. -Eksplorasi saluran akar untuk mencari jalan masuk ke saluran akar melalui orifice dengan smooth broach atau jarum miller.Masukkan instrumen tadi ke dalam saluran akar hingga stopper terletak pada titik referensinya. Gunakan probe endodontic untuk mencari orifice.Dari perhitungan di atas didapatkan: Panjang kerja = panjang gigi – 1 mm Panjang kerja ini yang akan digunakan untuk preparasi saluran akar. yaitu dari foramen apikal sampai ke titik referensi. b. Pasang rubber stop pada file mulai nomor kecil pada gigi sampai batas rubber stop. Preparasi Saluran Akar secara STEP-BACK a. 4.Preparasi tahap dua / Badan saluran akar •Masukkan file satu nomer di atas MAF dengan mengurangi PK sebanyak 1 mm kemudian rekap . 2. kemudian masukkan file nomer yang lebih besar lalu irigasi lagi dengan NaOCl 2. sebagai faktor pengaman.Buat radiograf lagi 6. • File yang masuk tepat sesuai dengan PK.5%. •Irigasi.Ukur instrumen (file atau reamer) yang akan dipakai untuk mengukur panjang kerja kemudian diberi stopper.Panjangnya kemudian dikurangi 1mm. •Lakukan hingga 3 no diatasnya dengan PK sama dengan rekapitulasi file dengan ukuran yang lebih kecil •File terakhir adalah MAF yang besarnya minimal 3 nomor di atas initial file.Ukur selisih instrumen dengan foramen apikalis pada radiograf. diputar lalu tarik secara reaming (bolak-balik) ¼-½ putaran 2-3 kali hingga terasa longgar. Angka ini merupakan panjang gigi 7.Preparasi tahap pertama (1/3 apikal) • Tentukan initial file yang merupakan file terbesar yang dapat masuk saluran akar sesuai dengan PK sebelum saluran akar di preparasi. Selisih ini kemudian ditambahkan panjang instrumen yang masuk saluran akar. karena kemungkinan terjadi distorsi pada waktu pengambilan radiograf 3. -Ekstirpasi jaringan pulpa saluran akar dengan cara jarum ekstirpasi / barbed broach dimasukkan sedalam 2/3 panjang saluran akar Kemudian putar 180° searah jarum jam lalu ditarik keluar . PENGUKURAN PANJANG KERJA Metode pengukuran yang digunakan ialah metode radiograf secara langsung Caranya: 1. 5. Bila terasa longgar masukkan file nomor berikutnya begitu seterusnya hingga file tidak dapat masuk sesuai PK nya.

Harus tahan terhadap kelembaban 5. material saluran akar dibagi menjadi material plastis. Bersifat bakteriostatik. tidak mengiritasi jaringan periradikular 9. Mudah dikeluarkan dari saluran akar jika dibutuhkan Tehnik Pengisian Saluran Akar Teknik Kondensasi Lateral Dengan teknik preparasi saluran akar secara step back Sering digunakan hampir semua keadaan kecuali pada saluran akar yang sangat bengkok / abnormal Tahapan : . dan pasta. •Saluran akar dikeringkan dengan paperpoint Obturasi Obturasi siap dilakukan setelah saluran akar dibersihkan dan dipreparasi sesuai dengan ukuran dan kelembaban yang optimum. yang berlaku untuk material metal. atau dapat menghambat pertumbuhan bakteri.Ke dalam saluran akar diberi guttap tambahan. plastis dan semen. harus dapat mengisi dinding lateral saluran akar 3. Bersifat radiopak 7.Pencampuran pasta . •Irigasi dilakukan setiap pergantian instrumen dengan bahan irigasi : NaOCl 5% dan H2O2 3%.Guttap point dipotong 1-2mm dibawah orifice dengan eskavator yang telah dipanasi . setiap memasukan guttap di tekan ke arah lateral sampai saluran akar penuh dan spreader tidak dapat masuk dalam saluran akar .Rekap dengan MAF dan PK semula lalu irigasi •Lakukan preparasi sampai 3 sd 4 nomer di atas MAF dengan mengurangi 1 mm setiap kenaikan nomer file lakukan rekapitulasi dengan MAF dengan PK awal setiap pergantian nomer file yang lebih besar dan diirigasi. semen.Guttap point trial disterilkan 70% alcohol dan dikeringkan . Grossman juga menyatakan bahwa terdapat 10 syarat material saluran akar yang ideal. solid. •Masukkan file dengan nomer lebih besar dan PK dikurangi 1 mm. Menurut Grossman. Cara peggunaan bahan irigasi bergantian diawali dan diakhiri dengan NaOCl 5%. . 6. tidak member perwarnaan terhadap struktur gigi 8.Guttap point nomor 25 (MAF) diulasi dengan pasta ke saluran akar sesuai dengan tanda yang telah dibuat dan ditekan kearah lateral menggunakan spreader. c. mengalami pengerutan setelah dimasukkan kedalam saluran akar 4.dengan MAF dan PK semula lalu irigasi. bersifat steril 10.Finishing •Bagian tengah saluran akar dipreparasi dengan hedstroem file •Bagian koronal dipreparasi dG gates glidden drill utk membentuk coronal flaring (corong) dapat diganti dengan hedstroem file •Preparasi saluran diakhiri dengan K file untuk menghaluskan dinding saluran akar. yaitu: 1. harus mudah dimasukkan ke saluran akar 2.

TUMPATAN SEMENTARA TUMPATAN PERMANEN .