Anda di halaman 1dari 109

Will You Marry Me?

Karya:
Fatma Sudiastuty Octaviani

Bab 1

SUASANA SMA 114 sudah sangat sepi sore itu. Maklum, hari Sabtu, hari nge-date sedunia.
Anehnya, selain Pak Bon penjaga sekolah, masih aja ada yang betah tinggal sampai sesore itu.
Selma Amalia namanya.
Gadis mungil berambut sebahu itu tampak asyik di depan komputer sekretariat OSIS. Dia sedang
menyelesaikan proposal bakti sosial yang menjadi tanggung jawabnya sebagai sekretaris OSIS.
Sebenernya sih, tuh tugas nggak harus selesai hari ini. Masih banyak waktu untuk
mengerjakannya.
Tapi Selma yang memegang teguh prinsip "Jangan Tunda Apa yang Bisa Kamu Lakukan Hari
Ini", kekeuh menyelesaikan tugasnya hari itu juga.
Namun selain itu ternyata ada alasan lain yang membuatnya berusaha bertahan di sekolah sampai
sesore itu. Selma ingin memberi waktu untuk Bagas dan Iren, dua sohib kentalnya yang udah
jadian untuk berduaan saja di malam nge-date ini.
Selma tahu dirilah. Karena dia jomblo, bukan berarti waktu pacaran sohibnya harus terganggu
untuk nemenin dia, kan? So, dengan alasan menyelesaikan tugas OSIS-nya, Selma berhasil
menggiring kedua sohibnya untuk pulang duluan tanpa dirinya.
"Selesai juga akhirnya." Selma meregangkan kedua tangannya.
"Capek juga ngendon di sini sesorean." Dibuangnya napas panjang penuh kelegaan, lalu
diliriknya jam dinding di atas komputer.
"Hah?! Setengah enam!" teriaknya kaget. Dengan gerak cepat Selma mematikan komputer dan
meninggalkan ruang OSIS setelah menguncinya lebih dulu.
Selma berjalan menyusuri koridor sekolah. Bang Amir dan Pak Bon yang biasanya selalu di situ,
entah pergi ke mana. Sepi. Selma jadi bergidik sendiri. Apalagi saat terngiang cerita Sherly siang
tadi.
"Lo tau nggak, cerita sepasang kekasih yang meninggal bunuh diri di ruang laboratorium sekolah
kita?" Sherly si ratu gosip mulai mengobral story.
"Katanya nih, Sel, mereka suka menampakkan diri menjelang magrib." Sebenernya Selma paling
nggak percaya cerita-cerita hantu begituan.
Tapi suasana sore ini sangat mendukung terjadinya hal-hal mistik. Selma jadi kepikiran cerita
Shely. Ia berjalan setengah berlari.

Bahkan saat melewati ruang laboratorium, Selma lari betulan. Dalam hati ia berharap bisa segera
mencapai pintu gerbang. Di pintu gerbang Selma merasa lega luar biasa.
"Woi! Coba aja kejar gue kalo bisa!" teriaknya congkak ke arah halaman sekolah yang kosong.
Entah kepada siapa teriakan itu ditujukan.
Tapi yang pasti, dengan senyum penuh kemenangan Selma berbalik dan bersiap pulang ke rumah
yang jaraknya nggak jauh dari sekolah.
Ya, Selma memang tinggal di kompleks perumahan yang jaraknya cuma lima belas menit dari
sekolah. Dan ia baru saja akan melangkahkan kakinya, ketika...
"Selma." Siapa itu? pikir Selma. Jantungnya berdebar tak beraturan. Jangan-jangan tuh setan
bener-bener ngikutin gue.
Wah, bisa nggak pulang selamanya nih gue... Selma berdiri terpaku. Ia tak berani menengok ke
arah asal suara.
"Selma." Ah, suara itu lagi. Apa mungkin itu Bagas, ya? Dia pasti nggak tega liat gue sendirian,
terus ngajak Iren jemput gue ke sini. Ya, ya... kenapa mesti takut kalo begitu? Perlahan Selma
menengok. Tak ada Bagas ataupun Iren.
Satu-satunya manusia yang berdiri bersandar di gerbang sekolah adalah seorang cowok asing
yang tengah asyik merokok. Dan nggak mungkin banget tuh cowok yang manggil Selma.
Seumur-umur Selma belum pernah melihat cowok itu.
Aduuh... nggak ada siapa-siapa, lagi. Masa sih hantu-hantu itu bener-bener ada? Kalo memang
ada, terus kenapa mesti gue yang diganggu? Sebodo ah. Gue kan nggak berbuat jahat sama
mereka. Jadi, sekali lagi ada yang manggil gue, gue tantangin aja sekalian. Dikiranya takut, apa?
Dari rasa takut yang sangat, Selma kini jadi marah karna merasa dipermainkan.
"Selma." Suara itu lagi... Kali ini habis sudah kesabaran Selma. Dengan garang ia menoleh ke
belakang.
Bukan ke halaman sekolah, kali ini ia menantang langit sore yang mulai gelap.
"Heh! Keluar lo kalo berani!" ucapnya lantang.
"Hi... hi... hi..."
"Eh, malah ketawa! Ayo keluar! Kalo lo pikir gue takut, lo salah besar. Keluar lo!"
"Ha... ha... ha... Gue juga udah keluar kok dari tadi, lagi. Itu kalo lo menganggap gue
penampakan. Ha... ha... ha..." Selma tertegun.
Pandangannya beralih ke cowok asing yang kini memandang dan tersenyum ke arahnya.

. LARI. Yang ada malah nasihat Mbok Sum yang tahu-tahu terngiang di telinganya... berhenti. Karna toh sepertinya Nathan bukan tipe yang bakal melepas mangsanya begitu saja. Sel. Ia bingung dengan perkataan Mbok Sum yang sudah seperti neneknya sendiri itu. cowok yang mengaku bernama Nathan akan dengan mudah menggapai Selma. jangan lari!" Tuh. Biasanya.. Zaman sekarang ini banyak orang pada nekat. Setidaknya. .. "Selma. Dan biasanya korbannya cewek ABG ayu kayak Mbak Selma gini. Jangan mudah percaya sama orang yang baru dikenali. jangan-jangan orang kayak begini nih yang dimaksud Mbok Sum. kecil-kecil cepat juga larinya. pembantu kesayangan keluarga Selma bernasihat ria seperti biasa.. Penculikan. "Sialan.!!! Dan perintah itulah yang menyelamatkan Selma. pembunuhan sudah jadi hal biasa.. siapa nih cowok? Kok kenal gue? Bermacam pertanyaan singgah di kepala Selma." "Siapa lo?" "Nathan." "Ya. Mbak...." gumam Nathan sambil terus mengejar. kan? "Selma. gue. pemerkosaan." Wuaaa. Jadi."Lo.. gimana dong? Sementara Selma sibuk dengan pikirannya.. "Apa hubungannya zaman ama cantik. "Hei. Apalagi Mbak Selma kan ayu.. itu cuma kedok. Mbok?" tanya Selma. Aduh. Makanya Mbak Selma mesti ati-ati.!" teriak Nathan. Cah Ayu. "Zaman sekarang ini Mbak Selma kudu ati-ati. untuh sementara.." Mbok Sum.. "Lho ya hubungannya erat sekali toh. Dasar bodoh! Mikir! Dua langkah." Nathan? Siapa Nathan? Memangnya gue pernah punya temen Nathan? Perasaan nggak ada tuh. berpikirlah! perintah Selma pada dirinya.. Tiga langkah.. Ayolah.. Apalagi yang keren dan kelihatan kaya. berhenti!" panggilnya lagi. Tapi tak satu pun keluar dari mulutnya.

.! Wuaa. Lo nggak bakal dapat apaapa!" Gila. Tapi begitu sadar dirinya tengah berada dalam gendongan orang yang sama sekali nggak dia kenal. melindungi nona mudanya dari cowok yang kini mengejarnya. Hah. gue bisa ikut jatuh. Perlahan dia berbalik. tau!" Selma tak menggubris kata-kata cowok itu. kan. tolong.. dia bisa ngumpet di belakang Mbok Sum yang pasti dengan senang hati akan mempersenjatai dirinya dengan sapu dan kemoceng. Dia cepat-cepat berdiri.. Nathan semakin mendekat. Kalaupun hamba harus mati hari ini. lantas duduk dengan lutut setengah ditekuk. Berarti dia pemerkosa dong? Atau pembunuh.. "Apa-apaan sih lo?! Lepasing! Gue masih kecil. Ketakutan mulai merayapi hati dan pikiran Selma. Dia terus membayangkan home sweet home-nya yang berada tepat di balik taman perumahan itu..." Selma tersentak. kalau sang kakak belum pulang kuliah. ngapain juga gue sahutin? Dasar bodoh. Gue ini cuma anak yatim. pake lari-lari segala.. jangan biarkan hamba mati dalam keadaan ternoda. Sekonyong-konyong Selma merasa tubuhnya diangkat. "Heh! Bisa diam. dia nggak minta tebusan. itu semua cuma angan-angan. lari aja. Dia berjongkok di samping Selma.. Pandangannya jadi samar dan tanpa sengaja kakinya tersandung batu... Sayangnya. tapi kalo lo bergerak terus. dia malah memukul-mukul Nathan dengan kedua tangan mungilnya. Nathan sudah berdiri di dekatnya.. kok tubuh gue tiba-tiba melayang? Masa sih gue udah mati? Secepat ini? Kok nggak kerasa apa-apa? Tapi. Ya Tuhan. Dia tidak segera menyadari apa yang terjadi. Atau... tapi dadanya sesak.. Lo sih.. Sel. Darah mengucur deras dari lututnya. Jatuh deh....! Selma mempercepat larinya. Gadis berhidung lancip ini terlalu lelah dan lapar. tolonglah hamba. "Aduh.. Tuhan. Selma langsung menjerit dan memberontak. nggak? Lo emang kecil. tolonglah hamba... Nyusahin orang aja. Lepasin!" Selma terus menjerit dan meronta dalam bopongan Nathan."Lo yang berhenti! Ortu gue tuh miskin. "Tuh." Selma jatuh tersungkur tepat di taman kompleks perumahan.... Diperhatikannya gadis mungil yang sedang memejamkan mata di depannya itu. Mbok Sum. Udah. "Gue nggak peduli walaupun lo cuma gelandangan! Gue nggak butuh harta lo!" Nah lho. Rencananya sesampai di rumah dia akan minta tolong kakaknya yang jago karate untuk menciat-ciat orang yang kemungkinan besar pemerkosa sekaligus pembunuh itu. Selma terus berdoa sebisanya... bau harum apa ini? Wangi banget! Bau taman surgakah? Perlahan Selma membuka mata.

Dia nggak terima diketawain cowok asing yang menjengkelkan. "Lo. Tau-tau lo ada di belakang gue... "Oke. ha... "Tapi. Nathan memandangnya. Gadis itu terus saja diam tanpa berhenti memikirkan masa depannya yang kini terancam. di sini kan enak. "Nah...." Selma melongo tak percaya. Siapa Mbok Sum? Nggak disangka cowok keren berperawakan tinggi itu malah ketawa lagi.. ha. "Punya tisu?" tanyanya kemudian. ha.. Mbok Sum memang selalu aneh-aneh pikirannya. apa dong namanya? Gue kan nggak kenal siapa lo.. Mbok Sum." Selma mengerutkan dahi. manggil gue.... Tapi sesaat kemudian.... ha. anak kecil. Nathan akan bertanya. "Ha. lagi. "Lo. ha.. lo kenal Mbok Sum?" Nathan menghentikan tawanya... meski tidak cukup berhasil... Masa sih pemerkosa menertawakan dirinya sendiri? Nggak mungkin. lo percaya gitu aja omongannya Mbok Sum."Turunin gue! Turunin!" Sial. "Kok ketawa?!" tanyanya bingung.. di bawah lampu hias yang mulai menyala di sekeliling taman.. Dia nggak mungkin lari dengan lutut terluka. Selma benar-benar pasrah sekarang. Tapi masa sih gue pemerkosa? Dapet pikiran konyol dari mana sih lo?" "Dari Mbok Sum. "Ha...... ha.. merkosa a. Ia nggak langsung menjawab. ha.. "Ha.. lo nggak bakal me." Tadinya Selma mengira." "Habis.. ha. Tapi entah kenapa tawa Nathan membuat rasa takut Selma perlahan memudar. ha.. kan?! Pikiran itu membuat Selma sedikit tenang. Dia tetap membopong cewek mungil itu tanpa menggubris teriakannya.. Ha. oke. Nathan sama bandelnya dengan Selma. kan?" tanya Selma terbata sambil menelan ludah. Ia heran mendengar ucapan cewek itu.. Tapi lebih aneh lagi.. bener juga. ha. Kini matanya tertuju pada luka di kaki Selma. ya?" Cowok yang mengaku Nathan itu mulai ngajak ngobrol. Gue maklum.. emang apa yang ada di pikiran lo tentang cowok asing sok aksi gitu?!" protes Selma. tersenyum ke gue.... pake lari segala. gitu? Picik juga pikiran lo tentang gue. Ha." Nathan menurunkan Selma di kursi taman. "Kok diam? Udah capek marah. Mbok Sum?" . Jadi lo kira gue pemerkosa. Nathan berusaha menghentikan tawanya.. Jatuh. Kalo lo jadi gue..

. Ngerti?!" "I." Selma merogoh tasnya dan menyerahkan tisu yang diminta Nathan.. iya. gitu?" "Bu. perih sedikit. Selma dongkol banget. bukan begitu. "Hei." "Kalaupun gue cuma punya satu." Selma menjawab gugup. finis. main ngatur orang seenaknya aja. meski sialnya. Sial. diem dan jangan banyak protes. Ditatapnya Selma tajam. tunggu dulu!" pekik Selma tiba-tiba. iya ngerti. kalo mesti ngeluh di depan cowok nyebelin dan sok ngatur yang sedang berjongkok membersihkan lukanya ini." Nathan menghentikan kesibukannya." jawab Nathan tanpa menghentikan aktivitasnya. Harga diri bisa jatuh bo! Setelah lukanya bersih. "Lo kira gue cuma punya satu saputangan." Selma tampak ketakutan. Ditiup-tiupnya luka Selma hingga kering. gue masih bisa beli yang baru." Dengan lembut Nathan membersihkan luka Selma. Nggak seru dong. "Bukan begitu.. "Eh..." Selama mengangguk cepat."Punya nggak?" suara Nathan meninggi." Nathan kembali melanjutkan membebat luka Selma. Nathan mengambil saputangan dari saku celananya. Sebentar-sebentar Selma meringis. Tapi kalo kaki lo yang sakit itu infeksi dan akhirnya diamputasi. punya. "Kalo ngerti. Tapi. siapa sih nih cowok? Kenal aja nggak. "Ya udah sini. dan kembali lagi dengan tisu basah di tangan.. lalu diikatnya saputangan itu hingga luka Selma terlindung. "Tahan bentar. Nanti sampai rumah.. lo nggak bakal bisa nemuin kaki yang sama di toko mana pun. tapi ditahannya sakitnya. pu." .. ia harus membenarkan semua ucapan Nathan.. pergi ke air keran di sudut taman. Cowok misterius itu berdiri. Sebel! "Nah. Saputangan lo bisa kotor kena darah gue. kasih gue. minta tolong Mbok Sum bersihin lukanya pake antiseptik. "I. "Kenapa? Sakit ya? Tahan bentar..

Dan nggak mungkin Nathan punya indra keenam yang bisa membaca pikiran orang.. Sel. "Aow. Tentang pangeran tampan."Lo siapa sih?" tanya Selma. Bahkan Iren dan Bagas yang sohib kentalnya aja nggak tahu tentang cinta dalam khayalannya. Ya Tuhan. Karna toh saat ini Selma nggak lagi mikirin cinta khayalannya itu. .. Ya.. Gue tanya. Tapi cowok asing ini.. Pandangannya menerawang. gue mau merit sama lo. Jadi. "Gue Nathan. Selma terkejut mendengar ucapan Nathan barusan.. Dan. Tapi toh ia tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan sikap kurang ajar cowok yang kini tengah menatapnya tersebut. matanya membelalak tak percaya. Dibawanya jemari Selma ke bibir dan lantas dikecupnya mesra. Debar jantung Selma langsung berantakan. Gitu?! Ini gila. lo pasti bingung dengan semua ini. Ditambah lagi. Menurut lo. nama gue Nathan. kan? Tidak ada kebetulan kayak begini... Selma bahkan baru melihatnya hari ini.. Gue juga nggak naik kuda putih. Yang gue bawa hanya cinta. dicubitnya sendiri lengannya. Pokoknya semuanya." katanya tenang. gue mesti gimana? Tersenyum lalu bilang.. Cinta tulus gue buat lo. kejutan lain kembali menyusul.. Serta-merta ia menarik tangannya. Sakit. dan bahkan yang gue kira penculik. kan?! Karna gue bukan pangeran.. Sial. Tak mungkin ini hanya kebetulan. dia tahu segalanya. dan mawar putih. lagi. apa sih maunya cowok kurang ajar ini? geramnya. Gue dilamar sama orang yang nggak gue kenal. sekaligus pembunuh.. "Gue nggak nanya nama lo. lo siapa?" Nathan tak langsung menyahut. gue nggak bawa mawar putih buat lo. Itulah makanya gue cuma bisa bilang." Selma mengamati wajah Nathan penuh selidik. "Will you marry me?" Dueer." Sumpah. kemudian tersenyum. kuda.. tau! Atau jangan-jangan lo orang sinting. Nathan mengamatinya lembut. "Gue tau. Nathan balas menatap." jawabnya singkat. Tatapannya penuh selidik. "Ya terang aja gue bingung.!" Selma menjerit..!!! Mulut Selma menganga. Tapi cowok ini.. "Gue nggak bisa nyebut diri gue pangeran tampan berkuda putih yang datang mempersembahkan mawar putih ke elo. yang wajahnya aja baru gue liat hari ini.... pemerkosa. ini bukan mimpi! Dan cowok itu. dari mana cowok ini bisa tahu segalanya? Belum lagi Selma mengungkapkan rasa penasarannya. Beberapa kejap kemudian. Nathan tiba-tiba menggenggam tangannya.

lo mau percaya gue apa nggak. main teka-teki lagi. Yang jelas gue kenal siapa lo. capek. Nada memerintah. Ngademin pikiran." Tuh. mendekatkan tubuhnya ke punggung cowok itu. Gue mau pulang. Nathan bangkit berdiri. Dasar sableng. Lagi-lagi Selma mengumpat dalam hati. lo belum jawab lamaran gue. "Hei. lo bakal mengenal gue. lagi begini kaki malah nggak bisa diajak kompromi. Ia menyeret kakinya selangkah ke arah Nathan. kan?!" Selma udah nggak sanggup terkejut lagi saat Nathan menggambarkan letak rumahnya dengan sangat tepat. Sepertinya pergelangan kaki kirinya terkilir saat jatuh tadi." Selma berusaha berdiri. Buktinya. nggak usah bawel. "Udah deh. didamprat habis baru tau rasa lo! Tapi melihat gelagat Nathan yang sepertinya nggak mau ngalah dan langit sore yang mulai gelap serta kakinya yang memang sakit. Bisa ikut-ikutan gila gue. . "Memangnya meritnya besok?" jawab Selma sekenanya. dia tetap aja nyerocos tanpa menghentikan langkah. Selma akhirnya menerima tawaran cowok misterius itu. Coba aja kalo nanti ketemu Bunda. kan. dari mana gue bisa tau kalo lo nggak lagi menipu gue?" "Terserah. "Ayo naik! Tunggu apa lagi?!" tawar Nathan. "Izinkan gue masuk ke hati lo. sebaik gue kenal elo. Yang jelas." "Oh ya? Caranya?" Selma tersenyum sinis. apa?! Kaki terkilir begitu! Lagian rumah lo cuma di belakang taman ini. Selma ngerti banget maksudnya. Memangnya dia kira dia siapa? Beraninya sama anak kecil." Menggendong Selma ternyata bukan apa-apa bagi Nathan. lagi! batin Selma kesal. Dan lo juga bakal kenal gue. laper. Gimana gue bisa tau siapa lo kalo begini terus kejadiannya. Sial. naik sini!" Nathan berjongkok membelakangi Selma. kalo kelamaan sama lo. lalu berjalan menuju rumah Selma. Emangnya lo mau terbang. gue nggak bakal nyakitin orang yang udah nyelametin nyawa gue. Sel. dan merangkulkan kedua tangannya di leher cowok yang baru dikenalnya sore itu. bahkan lebih dari gue mengenal diri gue sendiri." jawab Selma keras kepala. Setelah itu. gue pusing. Nathan mau menggendong dan mengantarnya pulang! Emang dikiranya dia siapa? "Makasih! Gue bisa pulang sendiri kok. Tapi sia-sia." "Oh ya?! Lalu."Nggak perlu panik kayak begitu. "Udah deh. "Udah.

"Ya, nggaklah. Gue mesti nyelesain sekolah gue. Lo juga mesti lulus dulu. Baru setelah itu kita
merit. Tapi untuk sementara kita kan bisa pacaran dulu. Biar lebih saling mengenal. Gue juga
pengennya lo nikah sama gue karna cinta. Bukan terpaksa. Dan itu perlu waktu. Ya, dua
tahunanlah."
"Kalo begitu gue nggak harus jawab sekarang, kan?! Lagian lo belum ketemu Bunda. Coba aja
kalo lo bisa naklukin Bunda. Asal lo tau aja, Bunda itu paling anti liat anaknya pacaran. Jadi, sori
ya kalo gue nggak bisa terima tawaran lo," Selma berkata penuh kemenangan.
Dia nggak bohong. Bunda memang AMAT SANGAT KERAS soal pacaran.
Dan Bunda bakal langsung ngomong ketus sama Nathan kalo beliau tahu tujuan Nathan. Apalagi
Nathan nganter putrinya pulang dalam keadaan terluka.
Hei, kamu apakan putriku?! Pergi dari sini dan jangan pernah kembali! Selma tersenyum sendiri
membayangkan Bunda marah-marah didampingi Mbok Sum yang lengkap dengan senjata
bersih-bersihnya.
"Kalo gue bisa ngadepin bunda lo, apa hadiahnya?" tanya Nathan tiba-tiba.
E..., dia nantang nih! Oke, siapa takut?
"Mm... apa ya?"
"Kalo hadiahnya lo jadi pacar gue?!" Hm... belum tau rasanya kalah, rupanya.
"Oke. Tapi kalo Bunda tetap kekeuh ngusir lo, elo mesti pergi dari kehidupan gue, selamanya."
"Deal. Berapa hari waktu gue?"
"Mm... tiga hari."
"Oke!" He... he... bersiaplah untuk pulang dengan wajah tertunduk, cowok sok! Dan gue bakal
ngejalanin hidup gue dengan normal kembali.
Hi... hi... Di atas punggung Nathan, Selma senyum-senyum sendirian.

Bab 2

"LHO, bukannya itu Selma?" Iren menunjuk cewek yang baru turun dari Kawasaki Ninja hitam
metalik.
"Hah?! Masa sih? Motor Kak Randy kan warnanya merah, kok jadi hitam? Apa dituker baru
ya?" Bagas yang berangkat bareng Iren pagi itu ikut menyipitkan mata, menajamkan
penglihatannya.
Sementara kedua sohibnya merhatiin dari jauh dengan pandangan nggak yakin, Selma buru-buru
turun dari boncengan cowok yang nggak lain nggak bukan adalah Nathan.
Ia tidak mengucapkan salam perpisahan atau terima kasih pada sang pengantar. Ia malah
bergegas lari menghampiri dua sohibnya yang masih bengong memandangnya dari jauh.
"Hi, guys..." sapa Selma seraya memaksakan senyum. Bagas dan Iren tak segera menjawab.
Mereka masih melongo dan malah berpandang-pandangan. Belum secuil pun pertanyaan terucap
dari mulut mereka, Nathan yang melihat ketiga sahabat itu berkumpul, menghampiri mereka
dengan motornya.
"Hai, kalian pasti Bagas an Iren, kan?" sapanya sok akrab. Diulurkannya tangannya tanpa turun
dari motor.
"Gue Nathan. Cowoknya Selma." Mulut Bagas dan Iren menganga mendengar ucapannya.
Antara sadar dan nggak, mereka menyambut uluran tangan Nathan.
"Udah dulu ya, gue bisa terlambat nih. Nanti kita ketemu lagi. Oke?" Pandangan Nathan beralih
dari dua sohib Selma ke arah cewek itu.
"Berangkat dulu ya, Sayang. Ingat, jangan selingkuh." Nathan tersenyum. Dicubitnya hidung
lancip Selma dengan sayang. Selma diam saja sambil memanyunkan mulut, kesal.
Nathan pun melaju dengan motornya.
"Sel, kayaknya ada yang mesti kita omongin deh," kata Iren tanpa lepas memandang kepergian
Nathan.
"Dan harus dibahas terperinci," tambah Bagas yang juga masih memandang motor Nathan.
Lalu tanpa dikomando keduanya memandang Selma dan berkata bersamaan,
"Sekarang!" Selma cuma bisa pasrah. Dia tahu kedua sohibnya bakal bereaksi seperti itu. Dan
dia sudah siap merespons reaksi mereka.

"Gue tau. Kita bolos jam olahraga, gimana?" tawar Selma yang langsung disetujui kedua
sohibnya.

@@@

"Hah?!" lagi-lagi mulut Bagas dan Iren menganga lebar.
Dan untuk kesekian kali Selma harus menempelkan telunjuknya ke mulut supaya mereka nggak
berisik. Sayang usahanya sia-sia. Petugas UKS menghampiri mereka.
"Kalian sudah baikan?" tanyanya.
"Belum, Pak," jawab Iren cepat.
"Kok teriak-teriak?"
"Perut saya sakit lagi, Pak."
"Kamu biasa minum obat apa? Biar Bapak ambilkan."
"Terima kasih, Pak. Saya sudah bawa obat sendiri."
"Lho?! Kalau begitu cepat diminum. Atau Bapak akan mengirim kalian kembali ke lapangan.
Ngerti?!"
"Ya, Pak," ketiganya menjawab serempak.
Untungnya Pak UKS percaya bualan Iren. Dia langsung ngeloyor pergi begitu melihat anggukan
kepala ketiga murid itu. Ada-ada aja! Hanya untuk mendengar cerita Selma, mereka rela nggak
ikut jam olahraga.
Yang bilang sakit perut karna lagi datang bulanlah. Jatuh saat basketlah. Dan untungnya, luka
Selma pas jatuh Sabtu kemarin masih membekas hingga tak sulit untuk minta izin nggak ikut
olahraga. Dan sekarang mereka asyik ber-story ria di ruang UKS.
"Lo lagi ngarang novel ya, Sel? Bagus. Bisa jadi best seller tuh cerita lo," komentar Iren.
"Jangan lupa traktir kita-kita kalo dapet royalti, ya," Bagas ikut nyambung.
"Kalian kok nggak percaya sih sama gue? Gue serius. Kalo kalian kira gue bohong, terus siapa
dong cowok yang nganter gue tadi? Dan ingat, dia langsung tau nama kalian. Padahal gue belum
pernah cerita apa pun soal kalian ke dia." Selma tampak kesal karna dua sohibnya nggak
percaya. Bagas dan Iren berpandang-pandangan.

Sel? Kamu kenapa sampai gendongan begitu?" tanya Bunda seraya menghampiri Selma dan Nathan.." Selma memanggil Bunda yang duduk-duduk di teras depan rumahnya. Sel." Selma melongo mendengar ucapan Bunda. ternyata. tentang bisa nggak dia naklukin Bunda. Itu pun terpaksa!" protes Selma cepat. dia sendiri yang ngalamin belum bisa memercayai apa yang terjadi. lagi. Bunda juga menyebut cowok itu dengan panggilan Nak Nathan. Nah. kamu malah marah-marah. kan? Itu lho. Dan. udah. Anggep aja kita sekarang percaya cerita lo. "Mau istri kek.. cowok lancang." kata Bagas. "Tapi cerita lo tuh fiksi banget.. Bersiaplah untuk pergi secara tidak terhormat. Dia sudah nunggu kamu dari tadi. tapi gue bukan istrinya. nggak baik menyebut pacar sendiri dengan sebutan orang ini. gitu loh. motornya ditinggal di sini kok. dengan gamblang Bunda bilang nggak baik menyebut pacar sendiri "orang ini"." "Selma. orang ini yang. "Udah. batinnya penuh semangat.. Apa karna Nak Nathan jemputnya jalan kaki terus kamu marah? Tuh. e. pacar kek. "Lho... kamunya nggak pulang-pulang.. Jangankan dua sohibnya atau orang-orang di sekolah. Giliran dijemput. "Bunda. "Ini nih.."Iya sih. Baru pacarnya. Gas. "Sori. Bunda. terserah. ya?!" Bagas geleng-geleng kepala. apa lo terima gitu aja jadi istri cowok yang nggak jelas asal-usulnya begitu? Lo gila. Masalahnya. ." @@@ Selma sudah sangat senang ketika akhirnya ia melihat pagar rumahnya terbuka lebar. Selma hanya bisa membenarkan kata-kata Iren. Kasihan kan Nak Nathan. Bukan cuma nggak surprise atas kehadiran Nathan. Coba aja lo cerita ke semua orang di sekolah kalo lo baru dilamar orang yang sama sekali nggak lo kenal dan tu cowok keren. Lo bakal dicap pembohong besar deh!" tambah Iren panjang-lebar. Tapi kenapa lo mau?" "Denger dulu dong! Lo masih inget perjanjian gue sama Nathan.

. namun kemudian memandang putrinya sambil tersenyum lembut." Selma mengerutkan kening. kamu sudah gadis. Sayang. Sayang.. ada apa sih sebenarnya? Selma tertunduk lesu. dia pasti belain Selma. bagaimana mungkin. Bunda salah menilai putri Bunda. Selma juga sudah nggak kaget lagi saat Randy yang baru muncul dari dalam langsung ngobrol akrab dengan Nathan. dia udah mampir di rumah? Pantesan dia hafal banget rumah gue. Nathan itu gampang akrab dengan siapa saja. dan meminta Mbok Sum membersihkan lagi lukanya.. Berbagai pikiran bercampur aduk. Nathan tampak asyik bercanda dengan Randy di ruang tamu. Bunda mengacungkan kedua ibu jarinya.. "Tapi.. Iya kan. Mbak Selma ndak usah bingung begitu. Mbok akan beritahu satu rahasia. Dan gadis yang baik seperti kamu. Bunda. Bunda tersenyum. "Untuk itu Bunda harus minta maaf sama kamu.. membuat Selma terdiam seribu bahasa.. Selma malah makin bingung. Yah? Tapi percuma. Dan kamu benar. tapi Mbak Selma jangan marah sama Mas Nathan.. ya? Padahal biasanya Bunda paling anti liat gue pacaran. Selma. bagaimanapun Ayah nggak ada.Bunda bahkan mengumumkan motor Nathan ditinggal di rumah.. Nggak! Kalo Ayah di sini. Sial! Jadi begitu? Sebelum jemput gue. Apalagi sama orang yang sama sekali nggak dikenal. Kamu nggak salah milih pacar.." Sambil berkata demikian. seolah-olah mereka udah lama berteman karib.. Tapi. Dia oke untukmu. "Maksud Bunda?" "Maksud Bunda. Seandainya Ayah masih hidup. Ya Tuhan. ya?" Mbok Sum ikut nimbrung dan duduk di sebelan Bunda. pasti nggak bakal salah memilih kekasih. lagi.?" tanya Selma ragu saat Bunda mengoleskan parem kocok ke pergelangan kakinya yang terkilir. ayahmu di surga juga akan setuju dengan pilihanmu. kenapa Bunda bisa menerima kehadiran Nathan begitu aja. "Bunda kok nggak marah Selma pulang digendong cowok? Biasanya kan.. Dia bahkan cuma bisa menurut saat Nathan menurunkannya di ruang tamu. Bunda selalu menganggap kamu masih kecil. Bawa-bawa Ayah segala. "Bunda juga yakin.. "Kita sebenarnya sudah tau Mbak Selma jadian sama Mas Nathan sejak setengah bulan lalu. Ternyata." "Sudah." "Haaah?! Setengah bulan? Tapi." bukannya jadi jelas. Dan gue bener-bener terpojok sekarang." Bunda menerawang sesaat. Bunda suka kamu jadian sama Nathan.

" Mbok Sum tersenyum bahagia. Kalian tau." sambung Bunda. tapi seneng. gue bukan tipe cewek yang suka obral janji. Nathan datang ke sini sejak setengah bulan lalu?" "Iya. Sebel nggak seeeeh?!!! @@@ "Begitulah. Mas Nathan yang jantan itu datang ke sini... Mas Nathan waktu itu janji akan buktiin serius. .. Atau dalam tinju disebut KO. Nathan memang sengaja merahasiakan semua ini dari kamu. Mbak Selma sengaja backstreet soalnya takut dimarahi Nyonya. Bagaimana bisa dia mencuri hati orang di rumah ini tanpa gue sadari? "Nggak usah bingung. Mbak Selma ndak perlu sembunyi-sembunyi lagi pacarannya. tapi lama-lama kita seneng banget dengan kunjungan Mas Nathan. Nathan curang. Terus. apa itu namanya. Mbak. Mbok. "Makanya. Jangan marah sama dia. Sel. Sel. Dan gue nggak mungkin dong menjilat ludah gue sendiri. Mbok juga oke. Jadi bisa dibilang lo kalah telak.. kami tau Mbak Selma sengaja." tambah Iren yang emang getol nonton olahraga fisik." Selma mengakhiri penjelasannya. Mulanya sih kita biasa saja. ini untuk kalian juga. ya.. Mana pesanan Mas Nathan selalu dalam partai besar. lagi. "Dan sialnya. "Gila! Bener-bener gila! Kayaknya lawan lo udah profesional nih." "Backstreet. kan?" ucap Bunda sambil mengelus kepala anak gadisnya. Nyonya udah oke kok. Kedua sohibnya lagi-lagi melongo." Selma melongo nggak percaya. Mbak. dia tau semua kelemahan lo. Apalagi Mas Nathan nggak cuma sekali-dua kali aja mesen katering ke kita. Kita sampai kewalahan lho. Mas Nathan minta izin sama Nyonya untuk jadi pacarnya Mbak Selma."Iya. Dia udah ngerencanain semua ini jauh-jauh hari. Dia bikin keluarga gue mengkhianati gue. Katanya sebagai hadiah untuk kamu." kata Bagas. Makanya dia selalu ke sini pas kamu nggak ada. Dia ngelangkahin gue seenaknya." "Jadi. Tujuan Nathan kan baik. akhirnya gue kalah taruhan. kan.. Mbak. "Iya. backstreet..

Jadi.. gue cuma tau namanya Nathan. "Sel. Sel?" "Hm. lalu memandang Selma yang tampak putus asa. Iren kembali memutar otak. "Oh ya? Gimana?" Selma kembali bersemangat." Bagas menggaruk kepalanya yang nggak gatal. lo bisa lepas dari dia. Mendengar pertanyaan itu. sekarang tinggal nyelidikin siapa Nathan sebenernya." ucap Iren tiba-tiba. dia jagonya. Please. dia nggak pakai seragam sekolah negeri deh.." Iren mengembuskan napas. nggak salah dong Selma cerita semua ini ke dia. Itu berarti dia sekolah di SMA swasta." Selma hampir menangis mendengar pernyataan dua sohibnya. ada satu jalan yang bisa nyelametin lo.. Nggak satu pun ucapan mereka memberinya harapan untuk terlepas dari Nathan. "Sel.. "Yah. Lo punya informasi apa aja tentang dia?" tanya Iren. "Lo mesti tau kelemahan Nathan. kok lo malah melamun sih? Selma kan minta tolong ke elo juga. lo inget seragam yang dia pakai.." Selma mencoba mengingat-ingat. .. nggak? Seinget gue. semangat Selma redup kembali. Tapi gue lupa motifnya seragamnya. Pandangannya tertuju ke cowoknya yang sejak tadi terdiam.. Kayaknya dia kecewa idenya sia-sia..."Kok kalian malah nakut-nakutin gue sih? Bantuin bebasin gue dari dia dong. Kebiasaannya kalo mengingat-ingat sesuatu. "Hm.. Mereka mengangkat bahu bersamaan. "Nah." "Lainnya?" Selma menggeleng tak berdaya. Bagas dan Iren berpandang-pandangan. bener juga. Atasannya putih dengan dasi sewarna celana panjang. Tapi di mana ya? Gue lupa. percuma deh." "Hah? Sesulit itu? Jangan-jangan sekolahan elite tuh!" Sambil berkata begitu. Lo ingat nggak. dilengkapi rompi warna senada." Selma mengangguk-angguk." "Justru itu! Rasanya gue pernah liat tampang Nathan deh. wajahnya yang mungil jadi keliatan lucu..." Iren memang jenius! Kalo soal menyelesaikan masalah. "Gue. Dan lo bisa bongkar kelemahan itu di depan Bunda. Dengan begitu. celana panjang kotak-kotak campuran antara biru tua dan merah. "Gas. "Kalo nggak salah. Tapi tiba-tiba Iren menjentikkan jari.

"Terserah deh. Lo cnba aja inget-inget lagi, siapa tau berguna. Terus, sementara nyari tau siapa
Nathan, kita juga mesti menyusun strategi supaya Nathan kapok deket-deket lo."
"Oke juga tuh. Tapi gimana caranya?"
"Gampang... serahkan aja sama gue. Lo tinggal menjalankan perintah." Iren tersenyum penuh
teka-teki. Mendengar itu Selma kembali tersenyum.
"Tapi serius nih, lo mau ngelepas Nathan? Kayaknya orangnya tajir lho, bo. Keren, lagi." Garagara ucapannya itu, Iren mendapat dua pasang tatapan tajam dari dua manusia di hadapannya.
Dan seperti biasa, dia cuma cengengesan.
"Anak-anak, jam olahraga sudah selesai. Apa kalian sudah kuat kembali ke kelas?" suara pak
UKS membuat tiga sahabat itu tersentak.
"Eh, iya, Pak. Terima kasih," ucap ketiganya bersamaan. Mereka berdiri dan meninggalkan
ruang UKS. Sambil memandangi ketiga murid itu, Pak UKS geleng-geleng kepala.
Entah jin apa yang bersarang di ruang UKS. Sampai-sampai yang sakit langsung sembuh begitu
jam olahraga berakhir, begitu pikirnya.

Bab 3

"SELMAAA...!!!" Itu suara Iren.
Dari nadanya, sepertinya Iren baru saja menemukan sesuatu.
Dan benar saja. Iren telah menemukan strategi yang dinamakan Strategi Menggilas Nathan.
"Nah, strategi pertama akan kita lancarkan hari ini. Yaitu... shopping!" Tadinya Selma nggak
ngerti maksud Iren, tapi begitu Iren menjelaskan, Selma manggut-manggut.
"Siap ya... kita akan melancarkan strategi ini sepulang sekolah nanti." Iren tampak bersemangat.
Melihat itu Selma makin mantap. Sementara Bagas asal he-eh saja.

@@@

Selasa.
Jam pulang sekolah.
"Than, temen-temen gue, Bagas dan Iren, lo tau, kan..." Selma memandang Iren dan Bagas yang
melambai dari kejauhan. Siang itu Nathan menjemputnya.
"Ya, terus? Ada apa dengan dua sobat lo?"
"Hm... mereka minta ditraktir macem-macem sama lo. Sebagai ganti..., mmm..., lo sama gue
jadian tanpa seizin mereka." Selma tampak takut-takut mengatakan permintaannya.
"Begitu, ya?"
"Iya. Mereka maksa. Katanya kalo lo nggak mau, berarti lo cuma main-main sama gue."
"Hmm... kalo gitu tunggu apa lagi? Ayo berangkat, mereka boleh minta apa aja yang mereka
mau," jawab Nathan santai. Selma langsung memberi kode pada dua sohibnya agar mendekat.
Karna memang sudah direncanakan, Bagas bawa mobil bokapnya. Jadi motor Nathan dititip dulu
di rumah Selma sebelum mereka ngacir ke mal.
"Than, kita makan di McDonald, ya," pinta Iren blakblakan. Nathan yang duduk di depan sama
Bagas cuma manggut-manggut.

"Apa aja deh, asal setelah itu kalian izinin gue jalan sama bidadari cantik teman kalian." Bagas
melirik ke belakang.
Iren dan Selma berpandang-pandangan.
"Dia cuma sok, liat aja, ntar kita kerjain!" bisik Iren.
Selma hanya bisa mengangguk. Dalam hati diam-diam Selma tersanjung mendengar perkataan
Nathan barusan.
Tapi tentu saja perasaan itu tidak dia ungkapkan. Mobil berhenti di sebuah mal. Tujuan pertama
mereka: makan di McDonald. Iren yg memesan. Dia benar-benar sudah gila. Mesennya kayak
orang kesurupan, sampai-sampai semua kekenyangan.
"Habis ini kita ke dalam. Katanya Selma mau beli baju dan sebagainya. Ya kan, Sel?" Iren
menginjak kaki Selma.
"Eh, i... iya," jawab Selma kaget.
"Up to you, ladies. Everything... Lo setuju, kan, Gas, kita manjain nona-nona ini?" kata Nathan
tak gentar, sambil melirik Bagas. Bagas mengangguk.
"Yoi banget, man," jawabnya. Keduanya tertawa. Iren menginjak kaki Bagas dan menatapnya
galak. Sebenernya lo di pihak siapa sih? batinnya kesal. Bagas cuma senyam-senyum ditatap
galak banget sama pacarnya. Itu sih udah biasa buat Bagas. Mereka menuju konter pakaian. Iren
udah gila beneran. Dia borong baju banyak banget, sampai Selma kewalahan membawanya.
"Nah, ini pas banget buat lo, Sel. Satu buat lo, satu buat gue, kita kembaran, ya? Terus ini untuk
acara ultah Meira, lusa. Terus ini pitanya..., kosmetiknya..., sepatunya..., underwear-nya..."
"Ren, lo gila, ya? Gimana kalo Nathan nggak bawa uang? Kan kasihan," bisik Selma. Iren
kelihatan nggak peduli. Sohibnya itu terus aja memilih dan memilah barang belanjaan.
"Tenang dong, Sel. Kan tujuannya memang mempermalukan dia! Biar dia kapok deketin lo.
Begitu, kan?"
"Iya sih. Tapi, Ren..."
"Udah, nggak ada tapi-tapian. Eh, ini tasnya lucu nih. Lo satu, gue satu. Bagus, kan?" Selma
cuma bisa geleng-geleng kepala.
Akhirnya dia nurut aja apa kata Iren. Toh ini semua demi kebebasannya. Sementara itu Nathan
dan Bagas berjalan di belakang mereka sambil nggak lepas mengawasi kekasih mereka yang
lincah-lincah.

" Nathan tak lepas-lepas menatap Selma yang masih aja ditarik ke sana kemari oleh Iren. gue kenal Selma. sebesar apa pun pengorbanan yang diminta untuk mewujudkannya. "Jangan!" sahut Selma cepat.... Lalu meninggalkan Nathan di kasir. batin Bagas." Iren menekankan kata membayar dengan sangat jelas."Lo tau nggak. Gue minta maaf aja kali.. Benarkah sebesar itu cinta lo ke Selma. Bagas mengawasi Nathan dengan pandangan tak percaya. "Hei. "Guys. Tapi uang lo bisa abis. kalo aja gue inget. kan? Kali ini kita makan di Pizza Hut." Selma mengurungkan pertanyaan Dari mana lo tau makanan kesukaan gue? ketika ingat Nathan tahu segala hal tentang dirinya. ." Benar saja." sorak Iren senang. Gas.. Gas? Gue akan melakukan apa pun untuk membuat bidadari gue tetep tersenyum.. "Kenapa. di mana gue pernah liat lo. akan gue lakukan!" kata Nathan saat pandangannya tak sengaja bersirobok dengan Selma yang cepat-cepat membuang muka. membayar. girls. "Hore. Tuan Muda. sekarang giliran Anda untuk. Berapa pun uang yang harus gue keluarkan. "Nah. "Oke. "Silakan aja minta maaf kalo lo pengen rencana ini gagal!" Iren mengeluarkan jurus galaknya. Nathan datang dengan plastik-plastik belanjaan di kedua tangannya. Belum sempat Selma membela diri. tenang. Than? Atau lo hanya bersandiwara supaya gue menyampaikannya ke Selma? Ah. Setumpuk belanjaan sudah antre di kasir. sementara ia bergabung dengan Bagas dan Selma yang menunggu tak jauh dari situ. Sayang? Gue tau lo paling suka pizza. "Kok lo bisa begitu yakin sama Selma sih? Lo sama sekali belum kenal dia.. Bagas tertegun. kalian pasti udah laper lagi." "Hah?!" "Iya. ya? Kan kasihan kalo uangnya kurang. lebih dari dia mengenal dirinya sendiri. kan?!" "Ee. cowok. "Siapa yang bisa bantu gue?" Bagas yang tadinya bengong langsung menghampiri dan membawa separo. iya sih." Selma tampak sangat kawatir. dia ke sini.." kata Nathan. Bagas bergumam pada mereka.. kan?" "Lo salah. kita selesai!" seru Iren.. "Ren. kayaknya kita keterlaluan deh.

Gas. tapi please. Iren sudah percaya Nathan serius. Kalo dia berhasil melewati strategi ini. Ren. waktu kita di mal Selasa kemarin. Masa sih kita mau ngerjain dia lagi?" Selma terus aja protes saat Iren mendandaninya dengan dandanan yang amat sangat urakan dan norak. Asal lo tau. Bagas. Dia tahu banget. Lagian ini sebagai rasa terima kasih gue ke Bagas dan Iren yang udah jagain lo sebelum gue ketemu lo. Gas." "Bukan. Sabtu. @@@ Strategi Kedua. Nathan tuh serius sama Selma." Diam-diam Iren.." "Iya. tapi dari kata-katanya. kayaknya lo kali ini keterlaluan deh. Iren mengerutkan dahi. sebesar apa pun pengorbanan yang diminta untuk mewujudkannya akan gue lakukan. Sebaik itukah Nathan? Strategi pertama dinyatakan gagal. tanpa Bagas menceritakan itu pun. Selma seperti berperang dengan hatinya sendiri." Bagas ikut berkomentar. "'Lo tau nggak.' "Kalo lo jadi gue.. ini strategi kedua sekaligus ketika dan terakhir. Berapa pun uang yang harus gue keluarkan. Tanpa hal seperti ini pun gue yakin kok.. juga Selma merasa sangat bersalah. tapi dengan dandanan kayak gini ke bioskop? Bareng temen-temen Nathan pula. . "Gue tau. gue akan lakukan apa pun untuk membuat bidadari gue tetep tersenyum. jam 19. berarti dia benar-benar cinta mati sama lo. apa lo nggak bakal percaya."Nggak usah mikir itu. Nathan bilang ke gue. sekali ini aja. Iren yang anak tunggal sangat menyayangi Selma seperti adiknya sendiri. Ren. Yang bener aja dong.15 "Udah deh." Bagas tersenyum mendengarnya. setelah itu akan gue serahkan sobat gue ke dia kalo emang terbukti dia cinta mati sama Selma. "Lo tenang aja deh. Sebenarnya. gue nggak ikut campur lagi. Setelah itu.... Sel. dan dia nggak bakal menyerahkan adiknya ke sembarang orang... Ren?" Iren sempat melongo mendengar penjelasan Bagas. "Oh ya? Dari mana lo tau? Tatapannya? Naif banget sih lo. Ini untuk mereka." "Iya. Gue masih nggak enak nih sama peristiwa Selasa kemarin. Ren.

Nathan memerhatikannya sejenak. Rok mini yang dikenakannya membuatnya nggak nyaman. berangkat. lagi. Selma memandang Iren dan Bagas bergantian. Selma mulai membuka hatinya dan membiarkan Nathan membelai-belai hati itu dengan kasih sayangnya yang tak pernah pupus. gue panggilin pasangan lo ya. Yuk. Selma." katanya pada setiap temannya. lo cocok juga dandan begini. Strategi Tiga ada di sana. Mereka benar-benar surprise melihat dandanan Selma. Sejak Nathan menyanjungnya dengan kata bidadari. . Ren... Kalo lo lulus malam ini. @@@ 19.. Pokoknya dandanan Gotik yang seru punya. "Tapi liat.. Ditambah tank top dan jaket jins belel plus sisiran awut-awutan. "Ya udah." Iren dan Bagas mengangguk bersamaan.. Bukannya sok. Di sana teman-teman Nathan sudah menunggu. man. Apakah semua ini akan abadi selamanya? Apakah Nathan bisa menerima dirinya bagaimanapun rupanya? Apakah Nathan nggak malu memperkenalkannya kepada teman-temannya? Untuk itulah Selma harus rela didandani supernorak oleh Iren.!" teriak Iren." bisik Iren. "Dia lulus ujian Strategi Dua. "Ini calon istri gue.. Herannya Nathan dengan santai memperkenalkan Selma pada teman-temannya tanpa memedulikan pendapat mereka. cuma kasihan Selma kalo pulangnya mesti kedinginan. Tapi ada satu yang masih mengganjal hati Selama. Selma muncul. Gas." komentarnya. Tapi toh tak satu pun yang berani berkomentar." Iren menunjuk seorang gadis bertubuh indah dan seksi.. Mereka pun berangkat ke Twenty One. gue akan serahkan hati gue ke elo sepenuhnya. Rasanya semua kebencian dan keraguan sirna begitu saja.. Tuan Kurang Ajar. Than. "Eh.. hai. Terus Bagas mengatakan hal yang baik tentang Nathan.20 Nathan menjemput Selma di rumah Iren.Sejak peristiwa di mal itu. Sejak itu perasaannya pada Nathan mulai berubah.. Mau berangkat? Oke. kali ini pakai mobil gue aja ya. "Hmm.

. Sel.. cewek norak yang di sebelah kamu tadi ya? Kamu serius mau pacaran dengannya?" "Sori. Menangis saking terharunya. Gue sama pacar gue kok. "Apa aja deh. dandanin gue kayak biasanya. Tak ada lagi yang mengganjal hatinya. "Ren. Dan bisa dibayangkan dong. Dan Nathan pun pergi meninggalkannya di lobi bioskop. Gue bahkan sudah mencintainya sebelum gue ketemu dia... Pokoknya imut abis. Dan lo bisa denger dari sini percakapan mereka." Iren masih berbisik. Habis ini Nathan pasti beli snack dan cewek itu akan menggodanya. doa Iren dalam hati. "Oke. ya... Gue rela ngelepas lo buat orang seperti Nathan. Nathan nggak perlu membuktikan apa-apa lagi padanya. dia pacar gue." Adegan itu pun berakhir.. lalu mengangguk. "Sel." Lagi-lagi Selma hanya mengangguk.." "Mm. Semoga kebahagiaan selalu bersama lo. Seperti apa pun dandanannya. Selma hanya mengangguk.. Lo nggak berhak ngomentarin dandanannya. kan?" Iren tersenyum." pamit Nathan pada teman-temannya. "Lebih amannya kita ke toilet aja yuk." HP Iren mulai beraksi. cowok.. "Hei." jawab Selma singkat. Ngerti?!" Ada jeda sebentar. tapi lebih karna hatinya." "Mmm. gue nggak hanya cinta fisiknya. lo udah keterlaluan. ya? Lo bawain baju ganti buat gue. lo jangan liat ke arah Nathan. gue beli snack dulu ya. Bisa curiga dia." kata Iren memperingatkan. Selma menangis sekarang. lo pengen apa?" tawarnya pada Selma. Mereka pun pergi ke toilet.."Dia temen gue. kok sendirian?" "Lo salah. Perlu lo tau. mau nonton film apa nih?" "Kenapa memangnya?" "Nggak. "Bagus.. apa yang terjadi saat Selma keluar dari toilet dengan dandanan kebanggaannya: kaus dan jins 7/8 ditambah make-up sangat minimalis yang justru menampilkan aura kecantikan Selma yang sesungguhnya. Ditunjukkannya HP-nya yang tersambung dengan HP cewek seksi itu. "Halo. "Ya.

.. serasa melayang deh pokoknya.. "Pinter juga lo cari istri. tidak." Aduh. tapi wajah lo kali inilah yang paling gue kagumi. Ketika Selma sudah hendak menyerahkan tugas penyelidikan itu kepada Iren. Tidak.Sampai-sampai Nathan bilang. malah dialah yang mengetahui rahasia sekolah Nathan itu secara tidak sengaja. Bukan strategi lagi. Tapi kata-kata Iren ada benarnya juga. "Lo tuh memang punya seribu wajah cantik yang gue kagumi. Ditambah lagi waktu teman Nathan ikut berkomentar. Sebenarnya Selma sudah malas dengan hal-hal begituan. Pipinya memerah. Semuanya berawal dari sebuah penggaris. Selma harus mulai mengenal siapa calon suaminya. Akhirnya malam itu jadi malam terindah bagi Selma. . Ia bahkan nggak peduli kalau Nathan ternyata sekolah di SMA swasta paling jelek sekalipun. tapi penyelidikan SMU-nya Nathan." Selma jadi malu karnanya.. Dia sampai lupa masih ada satu lagi misi yang harus dijalankan.

lagi. "Kalo iya. kenapa?" jawab Randy santai tanpa menghentikan aktivitasnya. Sebel. "Selma tuh lagi pusing mikirin PR Matematika..Bab 4 SELMA sedang mengerjakan PR Matematika-nya ketika sadar penggarisnya lenyap dari tas sekolahnya. tau. Sekolah Nathan? Kakak tau di mana sekolah Nathan? "Emangnya di mana sekolah Nathan?" tanya Selma penuh semangat." Selma mendorong pintu kamar kakanya tanpa permisi. "Sebodo! Dasar tukang ngadu. cerewet! Kalo nggak bisa ngerjain PR. Memang di mana lagi? Lo mau ngetes gue ya? Lo kira gue nggak tau. Weeek. main-main kepala. Nyadar dong. tau rasa lo." Randy menoyor kepala Selma.. Dua hari ini kan Nathan nggak bisa ke sini. apalagi waktu tiba-tiba Selma memeluknya. Udah susah. ." Setelah berkata begitu Selma berlalu dari kamar Randy. "Kakak. Selma bilangin Bunda ya." "Laporin aja kalo bisa. kan?" ia menuduh Randy yang tengah asyik mengguntingtempel kliping bangunan.. "Ya di SMA Teitan lah. ditambah nggak ada penggaris. marahnya jangan sama gue dong." Selma tambah marah oleh perlakuan Randy." "Hei. Gue juga lagi pusing nih ngerjain kliping. Mereka memang nggak pernah akur. Nggak sopan. apa?" Selma sudah tidak menggubris lagi reaksi kakaknya selanjutnya." Mendengar ini Selma kayak dapet durian runtuh. bukannya malah tanya kalo iya kenapa?" Selma menirukan gaya bicara Randy dengan memonyongkan bibir. kalo salah tuh minta maaf. Cerewet lo. "Kakak yang ambil penggaris Selma. "Aduh. Kak. ceritanya udah basi. "Kakak nih ya. Kak Randy baik deh. Jadi.. "Makasih ya. masa masih mau ngadu ke Bunda terus? Gue laporin Nathan. Kak Randy." "Ya gue ke sekolahnya dong. Nggak jauh kok dari kampus gue. giliran dia ke sini. lo kan udah mau merit. Dan Selma tahu banget di mana ia bisa menemukan barang-barangnya yang tiba-tiba lenyap begitu.

" jawab Bagas sok ke-Inggris-inggrisan. dengerin dulu!" Cowok berpotongan rambut bros itu mencoba tetap tenang. lagi. Bahkan mulai kelas dua. bahasa pengantarnya bahasa Inggris. tapi sori aja ya." Pernyataan Bagas membuat dua cewek di depannya mengalihkan pandang kepadanya. lagi. Ntar ternyata itu cuma khyalan lo aja. hampir selalu lima. Sedang Bagas. Denger juga baru hari ini. Gas?" Selma dan Iren berkata serempak. Dari mulut Kak Randy. So.. Dia dan Bagas tengah berkumpul di kamar Selma waktu cewek itu mengabarkan penemuan berharganya. Untung saja rumah Iren satu kompleks dengan rumah Selma. Perjalanan dari rumahnya ke rumah Selma cuma lima belas menit. "Jangan sok deh. tapi keduanya sepakat untuk mendengarkan penjelasan Bagas. "E." komentar Iren. kenapa nggak ikut nimbrung? "Memangnya SMA Teitan itu ada?" tanya Iren bingung. "Tunggu-tunggu. Randy sendiri terbengong-bengong melihat sikap adiknya itu. Hiiy. walaupun rumahnya agak jauh. Ren. @@@ "SMA Teitan?" Iren mengerutkan kening. "More than serious.Dia bahkan sudah lupa tujuan awalnya mengambil penggaris." Selma garuk-garuk kepala. dan sebagainya dan sebagainya.. SMA Teitan tuh sekolah swasta internasional." Selma dan Iren bertukar pandang. kalo harus melewatkan saat-saat bersama dengan kekasih dan sohibnya. Terus ngerasukin si Selma. gue sendiri bingung. Iren bisa langsung muncul di depan pintu rumah Selma. gue tau. begitu pikirnya.30. "Gue tuh ngomong gini karna ada temen SMP gue yang juga sekolah di sana. Rupanya teka-teki soal Nathan sudah jadi misteri yang penuh tantangan bagi mereka. . " Kalo nggak salah nih. Ada SMA Piri. jadi begitu telepon berdering minta berkumpul. Padahal pelajaran bahasa Inggris-nya nggak ada yang dapet emam. "Itu dia. baru jam 18.. SMA De Britto. yang jelas bukan SMA Teitan." "Serius lo. Jangan-jangan jin ifrit mampir ke sini nih. Apalagi hari belum malam.. Gas.

Gue juga baru denger. Dan gue nggak pernah bayangin ada sekolah sebesar itu di kota kita. Ayahnya aja satpam swalayan. soalnya semua keterangan berasal darinya. "Gue pernah ke sana sekali." "Sehebat itu? Pasti sekolahnya bonafide abis." "Seratus untuk my dear. ya?" tanya Bagas waktu itu. Dan juga karna penghuninya tertutup terhadap dunia luar.. pas penjaringan beasiswa. Pokoknya superlengkap deh. itu berarti Nathan borjuis dong?" Iren berkata sambil menyenggol lengan Selma jail. SMA ini impian gue sejak lama. Soalnya setahu gue. kaum borjuis dan kaum intelektual." "Wah. dan dia jelasin dengan gamalang. Perpustakaan dengan sistem komputer." Bagas kembali menjelaskan. pas ujian beasiswa. Dia murid teladan di SMP gue dulu." "Yang bener. Begitu lulus gue langsung bisa kerja di tempat yang udah ditunjuk sekolah. gue punya peluang dapat beasiswa ke luar negeri. Ada loker-loker pribadi untuk siswa. dia lolos dan berhak masuk SMA Teitan." Bagas mulai cerita. "Kalo begitu bisa disimpulkan. sampai kolam renang dan lapangan tenis juga ada. otaknya encer. "Itu saking bonafidenya tuh sekolah. bahasa pengantarnya bahasa Inggris." terang Bagas. "Belum tentu juga sih. Mulai kelas dua. Sementara yang disenggol cuma balas memandang tanpa ekspresi. dan berjuta buku berderet rapi di rak-rak yang besar dan panjang. kayak gimana sih yang namanya SMA Teitan."Namanya Risna. "Waktu itu gue sempet penasaran. Cuma. makanya cuma masyarakat kelas atas yang tau tentang sekolah itu. Soalnya kalo gue bisa mempertahankan beasiswa gue sampai kelas tiga. Gas? Kok gue bisa sampai nggak tau ada sekolah sebonafide itu di kota ini?!" Selma tampak nggak percaya." "SMA Teitan tuh bertaraf internasional. Terus.. Fasilitasnya lebih dari komplet. Dari situ gue akhirnya tanya-tanya ke Risna. "Mayoritas yang sekolah di sana kaum borjuis. . alias manusia supercerdas." katanya sambil mengerling kekasihnya. manusia yang sekolah di SMA Teitan ada dua golongan. Risna tuh bukan dari keluarga borju. Kelasnya luas dan ber-AC. dengan layar proyektor sebagai pengganti papan tulis. Dia merasa istimewa hari itu. "Maksudnya?" Iren lagi-lagi mengerutkan dahi.

Lagian lusa kan ultah gue. "Sama juga boong dong!" gumam Selma. "Apaan sih lo. manusia supercerdas kayak Risna. kita tanya temen lo aja? Siapa tadi namanya? Risna?" "Iya Risna.. senyum-senyum sendiri? Lupa minum obat.. ya?" suara Randy terdengar cukup jelas dari balik pintu tempat Selma dan Bagas berdiri." Tanpa dikomando lagi mereka pun beranjak mengikuti Iren. tanpa beasiswa. Ke mana lagi? Pasar?!" Wajah Iren kembali bersemangat. bisa jadi topeng monyet kita. "Sel. emang lo tau di mana SMA Teitan?" protes Bagas abisabisan. "Ha." tambah Bagas. "Ah... "Apa sebaiknya rencana ini kita urungkan aja? Perasaan gue nggak enak nih. misalnya." suara Selma tiba-tiba terdengar ragu. Gas.. "Ya ke SMA Teitan lah. terus gimana caranya kita nyelidikin Nathan? Masa sih kita mesti ke sekolahnya yang kata lo tertutup itu? Atau." "Lo kira SMA Teitan itu kecil. "Wah.. sampai lo bisa tanya ke sembarang orang kalo lo lagi nyari Risna? Emang Risna selebriti sampai semua orang kenal? Belum lagi kalo si Risna udah pulang. bahkan kita sekalipun nggak bakal sanggup membayar uang sekolahnya. gue nggak mau denger berita buruk di sweet seventeen gue. "Teman-teman. kenapa kita nggak tanya Kak Randy aja?" Iren menjentikkan kedua jarinya dan bangkit menuju kamar Randy tanpa memedulikan keluh-kesah Selma. lo gila ya?" Bagas berteriak spontan." Bagas kelihatan bingung harus bagaimana karna ia tahu kegalauan jelas tergambar di mata Selma. "Ke sana? Ke mana?" tanya Bagas linglung."Dan percayalah. tunggu. Sayangnya. Kenapa kita nggak ke sana aja?" usul Iren tiba-tiba. Soalnya. "Kirain lo tau di mana letaknya SMA Teitan!" Iren kembali terdiam. harus terus mempertahankan prestasinya." tambahnya lirih. gue udah kehilangan jejak dia. Namun Selma hanya tersenyum sambil berkata lirih. tunggu. "Eh. Walaupun nggak ada perayaan spesial. berpikir. Kita ikutin Iren aja yuk." Mendengar itu semangat Iren dan Selma langsung surut. . Lagian. "Nggak papa. "Emangnya kenapa? Kita bisa tanya siapa kek kalo kita lagi cari Risna. Gue udah puas kok dengan Nathan yang sekarang.

Randy memutar kursi belajarnya menghadap ke Iren.. Di sana pos satpamnya dilengkapi komputer yang memuat data seluruh warganya. Yah.." Iren tertunduk lesu. Padahal semua sudah direncanakan. "Selma mau ketemu Nathan.. Jadi kalo ada tamu mereka tinggal mencari data orang yang dicari dan mengumumkan lewat interkom. sebenernya yang mau tanya tuh Selma." sahut Randy singkat. ada hal penting yang mesti diomongin. paling. Tapi HP-nya nggak aktif. terus gimana dong? Padahal penting banget nih.. "Emang deket ya.. "Seratus meteranlah dari kampus gue. di SMA lo aja ada pos satpamnya. "Nggak. taman sekolah. apalagi di SMA Teitan. Tapi dia malu." Iren mengangguk penuh semangat." Iren melonjak senang seakan baru saja mendapat masukan yang brilian.. penasaran dengan reaksi Randy selanjutnya." Randy mengira-ngira sebentar. lo tau nggak?" "He-eh. "Yah. Kalo nggak ada tanggapan." Iren pura-pura kebingungan.. padahal Nathan udah bilang nggak bisa ke sini dua hari ini. "Kakak memang jenius.." jelasnya. Kak? Masa mesti tanya sama semua orang? Kan nggak lucu. "Cari aja di sekolahnya. Kak. seperti kantin.." "Kakak tau aja!" Iren tersenyum senang. walau diam-diam melirik. jadi dia bisa meneruskan sandiwaranya. kita kan nggak tau di mana SMA Teitan." jawab Randy masih sibuk. Kak. gue lagi sibuk nih.. gue nggak tau nomor telepon rumahnya. nggak usah basa-basi deh. Kakak. "Wah. di ruangan mana orang itu berada. Iren kan senyum khusus buat Kakak."Yah. Kak.. Kak. Tapi. bener juga ya. "Gini. baru mereka mengumumkan ke ruang umum. perpustakaan. Kak. atau ruang ekstrakurikuler." jelas Randy panjang-lebar. Kak Randy punya nggak nomor telepon rumahnya?" pancing Iren cerdik.." Untung Iren tidak melihat pelototan Selma di balik pintu. "Kalo kampus gue. "Heh. "Terus gimana caranya nyari Nathan. kok malah dikira lupa minum obat sih?" Iren merayu Randy yang sedang sibuk dengan tugas kuliahnya. sama kampus Kak Randy?" Iren balik bertanya. ." "Heh. Kak. bilang aja lo mau apa.

cepat-cepat dia memutar kursinya ke posisi semula untuk menutupi wajahnya yang merah. "Siapa aja yang merasa namanya dipanggil. "Makasih..."Dari mana kita tau orang yang kita cari ada di tempat apa nggak?" Iren masih belum puas dengan info yang didengarnya." ucapnya seraya tersenyum dipaksakan.... ya.. Ren.. awas lo ya. berarti orang yang dicari nggak ada." godanya. kalo dalam sepuluh menit nggak ada respons.. "Iren." goda Iren puas. gue juga harus tau siapa dia.. "Apaan sih? Besok kita tinggal berangkat. Kalian denger sendiri kan penjelasan Kak Randy. Tapi kelas tiga kayaknya ada kelas sore... "Jelas tau dong!" Beruntung Randy sabar menghadapi teman adiknya yang cerewet ini. "Yes!" Iren bersorak kegirangan. Selma. dapat!" ujar Iren kepada dua manusia yang memandangnya terperangah.. Dan menambahi. atau bisa jadi nggak mau ketemu. tak percaya dengan apa yang telah dilakukannya." "Tapi. Lis siapa." "Wah. . jadi Nathan paling pulangnya magrib.. gue masih normal... begitu merasa aman di balik pintu." "Artinya." Bagas melirik sekilas sahabatnya yang diikuti tatapan penasaran Iren. "Gue mau kedudukan gue dan Nathan seimbang. Dan mereka boleh menentukan mau bertemu di mana dengan tamu mereka. wajib menjawab panggilan lewat interkom yang tersedia di seluruh ruangan di SMA Teitan. membuat Iren mundur perlahan-lahan dari hadapan cowok sok cuek yang baik hati itu. "Lis. Serta-merta Randy meliriknya supertajam. lagi. Selma memandang kedua sahabatnya bergantian. Nah. Ngapain cari-cari Nathan? Mending gue nyamperin Lis. Kak Randy serbatau... Kak?" goda Iren usil.. gue masih banyak tugas nih!" potong Randy tersipu. Kak. "Besok kita sampein salam Kakak buat Lis deh. tau. sana. eh... lalu tersenyum.. Dia tau soal gue." kata Selma yakin.. sana." "He. Jangan-jangan Kak Randy sering kencan ama Nathan di sekolahnya. he. udah deh. "Enak aja." "Kita berangkat. Randy hanya bisa teriak sebal dari tempatnya duduk.

dia memang paling getol urusan beginian."Itu baru sohib gue. "Oke." Dasar Iren. ." tambahnya seraya merangkul Selma. selanjutnya kita susun rencana ke SMA Teitan.

Gas?" akhirnya suara Selma terdengar juga setelah sekian lama hilang ditelan keraguannya sendiri. akhirnya mereka sampai juga di depan gedung megah dengan plakat besar bertuliskan SMA TEITAN INTERNASIONAL. "Lo nggak salah berhenti. jam segini harusnya mereka sudah pulang. bukan gue." "Sial!" Selma mencubit Iren. Lo terima beres aja. Dan berkat petunjuk Randy. jadi nggak nih?" tanya Bagas. kalo lo emang nggak yakin. Siapa coba yang tega melihat kekasih hati kecewa lantaran rencananya batal dilaksanakan? "Makasih. Semoga ini bisa jadi awal yang indah buat lo. maaf aja kalo gue harus ganggu acara kalian berdua. Biar gue sama Iren yang maju. Mereka berangkat dengan mobil bokap Bagas. Bagas cuma geleng-geleng melihat tingkah pujaan hatinya. "Gila.. "Kenapa lo nggak tanya langsung aja ke dia? Kan elo pacarnya. sementara seharian itu Selma tiba-tiba jadi gadis pendiam. Iren memang begitu. Gimana?" Bagas jadi khawatir melihat kondisi teman mungilnya. "Sel.. Makanya jangan heran kalo Iren-lah yang paling bersemangat dengan rencana penyelidikan hari ini. pos satpamnya di sana.!!!" teriak Iren yang tampak begitu bersemangat siang itu. candaan Iren membuatnya lebih santai.." . Tapi gue lebih suka tau sendiri daripada denger dari orang lain. kan. Sepanjang jam pelajaran ia udah nggak konsen. Jadi. "Tuh. paling suka sama yang namanya teka-teki. "Hei. "Kata Kak Randy. sampai-sampai ia ditegur beberapa guru karna cengengesan sendiri. ini sekolah apa hotel?" ucap Iren kagum. batinnya. "Jadi Nathan belum pulang.! Tibalah saat penyelidikan. Gas. Kecuali yang ikut kelas sore dan ekstrakurikuler. Sel. mending lo nggak usah ikut aja. Paling tidak." Bagas tersenyum mendengarnya.Bab 5 "TARAAA. Iren angkat bahu.. Tapi ia juga nggak tega kalau rencana ini harus batal. ya?" tanya Selma setengah melamun." kata Iren.

Beberapa menit kemudian ia menutup gagang telepon dan kembali berjalan ke arah Bagas yang berdiri di depan posnya. Sesaat dia berbicara dengan seseorang. Baru sampai di pos satpam. Ada beberapa satpam perempuan di depan komputer. "Anda diminta ke kantin. "Tunggu sebentar. Ruangan itu tampak sangat besar dan luas. Bagas Zuas Saputra. Anda mau menemuinya di mana?" "Kalo di sini bisa?" tanya Bagas. mereka langsung bergerak. masuk." katanya. "Bagas."Oke. Selamat siang. "Ya udah. Kita coba tanyakan apa temen lo yang namanya Risna itu ada dan mau ketemuan ama kita apa nggak. Satpam di depan komputer langsung sibuk dengan data-datanya. "Kenapa kita nggak tanya langsung aja ke Pak Satpam tentang Nathan?" tanya Selma." Tanpa menunggu Iren berkata dua kali." Satpam itu kembali berkutat dengan teleponnya. "Terima kasih ya. Pak. "Gas. sebelum akhiranya menjawab. dan satpam laki-laki di layanan tamu. Kemudian ditunjukkannya arah menuju kantin." Pak Satpam mengangkat pesawat telepon. tapi paling-paling kita cuma dikasih tau di mana kelasnya dan akan dihubungkan sama dia. "Kantin. "Nona Risna Astantina." Iren memberi komando. Mau ketauan sebelum dapat info apa-apa?" timpal Iren santai. Selma dan Bagas menggeleng bersamaan. "Maaf. Bagas yang kejatuhan tugas bertanya tentang Risna. nama Anda?" tanyanya pada Bagas tanpa menutup telepon. "Bisa aja sih. mereka sudah melongo nggak percaya. Baru setelah itu kita korek keterangan dari dia. kelas II BAHASA B. kita beraksi sekarang. Persis yang digambarkan Randy. masih belum yakin juga dengan keputusannya datang ke sekolah elite yang baginya lebih terlihat menakutkan daripada kesan mewah yang ditampilkan bangunan itu. tunggu apa lagi? Ayo." Bagas segera memgajak Iren dan Selma masuk ke pintu gerbang superbesar." . temen lo itu nunggu di mana?" Selma berjalan menjejeri Bagas di sebelah kirinya.

Harus ada yang ngasih tau tuh." ujar Bagas. sama persis dengan yang digambarkan temen lo itu. temen lo mana sih?" . Sel. baik Selma maupun Bagas ikut-ikutan takjub. "Jangan-jangan mereka lagi nyari sumbangan. Gas. Tak jauh dari taman itu tampak gubuk-gubuk berpayung besar yang ternyata konter-konter yang menawarkan berbagai hidangan mulai dari makanan asli Indonesia sampai yang berasal dari negeri Paman Sam. Tempat itu sangat luas dan dipenuhi pepohonan rindang dan teduh yang dilengkapi bangku-bangku panjang yang kelihatannya memang disediakan untuk beristirahat. pikir Iren. "Bukan. Kalau Bagas tidak berinisiatif menariknya. Kerenan ini. jadi berasa di mal deh. mereka pun sama kagumnya."Lo yakin tau tempatnya?" Iren yang juga menjejeri langkah Bagas di sebelah kanan. "Ada alien kesasar nih!" celetuk seseorang. Bagas dan Selma nggak bisa lagi menahan keingintahuan dan kekaguman Iren. bukan perusahaan. Makanya pas Iren lagi-lagi melongok ke ruangan bertuliskan LIBRARY. Yang lo tunjuk itu taman sekolah. yang paling kelihatan minder. malah. tampak menengok ke kanan-kiri. tapi di belakangnya. "Gila. Kayak ruang kuliahan aja. Koridor sekolah penuh loker." sambung yang lain. Terus terang. "Gas. di sini sekolahan. Tapi dia lupa bilang kalo kursinya sistem individu. "Temen lo pinter banget mendeskripsikan yang dilihatnya." kata Iren saat melihat perpustakaan dengan mata kepalanya sendiri. Tatapan meremehkan membuat mereka tertunduk. Iiihh. Iren pasti tetap nyangkut di kelas itu. bukannya kantin di sebelah sana?" Selma menunjuk kerumunan anak yang mengenakan seragam sama seperti yang dipakai Nathan. Bagas dan Iren memandang ke arah yang ditunjuk Selma. Kelasnya dingin ya. Tiga sahabat itu hanya bisa terdiam. Dia bahkan menyempatkan diri melongok ke salah satu ruang kelas yang kosong dan terpukau beberapa saat. Mereka baru tersadar telah menjadi pusat perhatian saat Bagas menyenggol tangan mereka." Iren tak henti-hentinya berdecak kagum. "Hei. berbisik pelan ke Bagas. Selma.

Bahkan seorang yang ramah pun bisa berubah total menjadi sombong dan nggak pedulian kalau berada di lingkungan kayak begini. ya." Sesaat Risna memandang Selma. Selma dan Iren mengekor di belakangnya. Ini Selma. terus ada apa nih. Mereka duduk di tenda payung tempat Risna menunggu kedatangan mereka. Gue juga nyadar." Ditunjuknya Selma yang tersenyum ayu.." Kembali Risna mengulurkan tangan dan menyebut namanya.. Bagas mengelus dadanya..." Bagas memberi kode dengan matanya ke arah pengunjung kantin SMA Teitan." Cewek berperawakan tinggi langsing dengan kacamata minus itu tidak kelihatan seperti gadis sombong lainnya yang berkeliaran di sekitar situ. "Gue tadinya masih kepikiran.. gue sampai lupa. Risna mengulurkan tangannya pada Selma sembari menyebut nama. "Oh iya." sambung Risna setelah memesankan minum untuk para tamunya. "Gas. dan Selma menengok ke asal suara. sampai rame-rame ke sini? Pasti penting banget deh. Seorang gadis manis melambai ke arah mereka. Lo tambah tinggi. selamet gue. Bagas. gue beda dengan mereka. Bagas!" suara lembut itu berasal dari belakang mereka. Tapi buat temen gue ini. lo belum ngenalin temen-temen lo.. "Lo nggak banyak berubah. Gue kira lo udah berubah kayak mereka. Ah. Sini!" panggilnya seraya tersenyum senang. Bagas siapa ya yang nyari gue sampai ke sini. mana sih temen lo? Dan sebaiknya dia ramah ya. lalu dengan langkah pasti dihampirinya gadis yang tak lain adalah Risna itu." Bagas memerhatikan Risna sesaat. "Ya mungkin buat lo nggak penting.. Dan seragam kalian itu nyolok banget. "Lagian lo cepet banget ngenalin gue. Gue masih punya akal sehat kok. . Bagas tak berani menjawab. bisa bayangin nggak sih. tapi kemudian tersenyum. "Sebelah sini. nggak taunya Bagas elo. "sangat penting. Eh. Ris. "Gue udah deg-degan nih. "Oke." Bagas melirik Selma.. Iren ngamuk di sini? Bisa mati malu gue.. gue aja ketakutan setengah mati bakal nggak ngenalin lo. Dia sendiri ragu apakah Risna yang sekarang sama dengan Risna yang dulu dikenalnya. ya." "Nggaklah. Risna tertawa pelan.."Iya. Cuma sayang aja kalo beasiswa disia-siain. Iren. Nggak taunya. "Dan ini Iren. lain dari yang di sini. atau gue bakal ngamuk di sini!" tambah Iren sambil ikutan berbisik." "Ah. gue langsung bisa nebak itu elo!" ucap Risna dibarengi senyum ramahnya. Makanya.

. Bahkan orang-orang yang dulu membencinya kini mendirikan fan club untuknya. lo nggak pa-pa. Sel. uhuk!" Risna tiba-tiba tersedak minumannya sendiri.. siapa tau aja lo kenal dia. "Nggak pa-pa kok." Demi Tuhan yang menciptakan dunia dan seisinya. Nathan. Tapi. "Ris. "Uhuk."Hmm. "Padahal dulu dia sama sekali tidak menyenangkan. Tapi sesaat kemudian dia menyeruput es jeruknya sekali lagi. Sisa batuknya sudah hilang. Ris?" Selma mengerutkan kening." dan akhirnya batuknya berhenti juga.. "Memangnya kenapa. suatu ketika dia melakukan kesalahan fatal sehingga dia tinggal kelas. Risna tersenyum dan menggeleng. Yah.. seperti kebiasaan Iren kalo lagi penasaran. Uhuk. cewek-cewek mengaguminya karna ketampanannya. Dia bersiap-siap mendengar jawaban apa pun yang bakal terlontar dari bibir mungil Risna.. Guru-guru juga sayang sama dia karna kepandaiannya. "Menurut mereka. Dan kebanyakan para fans berat itu malah menyalahkan orangtua. "Karna cowok yang lo maksud itu public figure di sekolah ini." katanya singkat. dan mau tanya tentang orang ini. "Nathan.. Bahkan petugas di sini menghormatinya karna keramahannya. Terus gue inget lo. Gue sendiri heran. Cuma surprise aja denger nama orang yang lagi deket ama elo itu.. Dia tersenyum sebelum kembali bercerita. Dia disegani semua siswa di sini karna wibawanya. Satu-satunya informasi tentang orang ini adalah dia sekolah di SMA Teitan kelas tiga.... siapa namanya?" ucap Risna sambil menyeruput es jeruknya. gue dengerin. Selma sampai nggak bisa ngomong apa-apa mendengar penjelasan Risna. Nathan terjerumus karna kurang kasih sayang.." "Hah? Maksudnya?" Jantung Selma berdebar cepat. Dan semua berbalik memujanya. Dia dianugerahi jabatan sebagai ketua inti." Cewek berambut ikal yang dikuncir kuda ini menghela napas panjang. "Bagaimanapun dia sekarang berubah. "Dia itu ketuanya ketua murid sekolah ini. sori. "Temen gue nih lagi deket sama seseorang yang misterius." jawab Risna kemudian." "Hmm.." "Uhuk.. kan?" tanya Selma khawatir. Lebih mirip preman daripada pelajar. kekuatan apa sih yang mampu mengubahnya sampai . Sejak itulah dia berubah." Risna memelankan suaranya saat menyebut nama Nathan.. Sifatnya kasar dan suka menindas yang lemah. oke.

ya?" tanya Bagas.seperti ini? Menjadi pribadi yang bertolak belakang dengan pribadinya semula? Apa pun bentuk kekuatan itu. Mengingatkannya pada Iren. dia malah cerita tentang bidadarinya. Atau gue yang nggak kenal dia. Risna memang cewek yang nggak pernah puas dengan jawaban. tapi perasaan minder juga tiba-tiba menyiksanya dengan sangat. "Jadi. nggak taunya. Gas." Bagas mengangguk. karna hari ini gue bertemu bidadari yang diceritakan Nathan. Dan gue yakin banget Nathan yang gue ceritakan inilah yang lo maksud. "Itulah. itu lain cerita. "Nathan perna bilang ke gue. terutama bagi para senior kelas tiga. Tadinya gue kira dia bakal marah dan ngusir gue. Bukan hanya perasaan bangga yang memenuhi hati Selma demi mendengar semua itu. Selma memandang Risna tanpa sanggup berkata-kata. "Lo yakin nggak salah orang. "Bukan. "Hanya ada satu Nathan di sekolah ini. Risna menjawabnya dengan anggukan kepala. pasti sangat kuat dan indah. kan. Gue? Bidadarinya? Kenapa? Padahal dia nggak kenal gue. gue paling nggak bisa tersiksa sama rasa penasaran. Dan beruntung sekali gue. Risna menggeleng pelan. bidadari mungil yang akan disayanginya seumur hidup." "Maksud lo Selma?" tanya Iren yang sedari tadi terdiam. akhirnya gue nekat tanya Nathan. Dia menelan ludah. Ia kemudian menjelaskan. ada seorang bidadari yang telah mengubahnya. cewek sombong sok berkuasa di sekolah. Gue cuma seseorang yang penasaran dengan perubahan Nathan. Seingatnya. "Buat mereka. Tapi mana mungkin gue sih?! Berbagai pertanyaan berputar di kepala Selma. Dan dia bisa sangat pemberani dalam memuaskan rasa ingin tahunya itu." Risna kembali ke inti cerita." Risna kembali tersenyum. Sesaat ditatapnya Selma lekat-lekat." Mata Risna beredar ke sekeliling kantin sekolah. "Sedangkan Nathan itu milik mereka yang berharga." Risna tersenyum." sahut Risna singkat. . lo ini sebenernya sohibnya Nathan. Beruntung banget gue. Dan lo tau banget." "Kok lo bisa seyakin itu?" Selma kembali mengerutkan dahi. "Apalagi gue pernah bermasalah dengan Natasya.. Yah.. Risna tersenyum. Ris?" tanyanya ragu. gue ini cuma orang yang numpang lewat.

"Thanks banget infonya. Apalagi dia. Tapi sepertinya Risna kekeuh dengan pendiriannya. Iren. dan Iren mengurungkan langkah dan menengok ke asal suara. . dia."Sel.. Bagas. "Kita pulang yuk. jadi. Apa enaknya sekolah bagus tapi hati merana?" Iren mengedarkan pandangan ke gerombolan siswa di kantin itu. gue seneng kok." "Apa sih. gue terkucil di sini. Ris? Gue jadi penasaran nih.." sambung Bagas." Selma. " Ha.. nggak usahlah gue kasih tau." kata Bagas. "Sori gue bener-bener harus pergi sekarang. ayo pergi. Tapi inget." Risna tersenyum sekali lagi." kata Selma. Namun baru saja mereka akan melangkah. ya. Risna tersenyum. Dia sudah seperti penguasa Nathan aja. "Aduh. gue nggak bisa nemenin." Risna melihat jam tangannya. sebuah suara tak mengenakkan terdengar. "Nggak usah sungkan. kayaknya gue nggak bisa lama-lama nih." Diulurkannya tangannya ke Bagas dan dua teman barunya... gue jadi kasihan ama Risna. Biar Nathan sendiri yang nanti menjelaskan ke elo. Gue ada ekstra wajib. "Maaf ya. Dia bangkit dari duduknya. ati-ati. kan." Iren merengek meminta penjelasan. "Risna sih orangnya tegar. "Kalian bisa nunggu Nathan di sini kalo mau. gue nggak berhak bicara apa pun tentang hal itu. "Sori udah ganggu waktu break lo." katanya seraya bangkit berdiri.. dia langsung ngomong macam-macam tentang gue. Ah. ha. Yang jelas. jadi bukan masalah besar baginya kalopun dikucilkan seluruh sekolah. lo mesti ati-ati sama yang namanya Natasya. Kapan-kapan main ke sini lagi.. "Nggak deh... bisa aja lo!" Risna ketawa lepas. tau. ya. Risi. kita pulang aja. Hati-hati ya pulangnya." ajak Selma tak lama kemudian. hanya karna gue negur dia gara-gara menindas adik kelas. tikus-tikus got!" Selma. Ris. Udah. dan Bagas ikut berdiri. Makanya gue seneng banget dengan kunjungan kalian. Tapi sori.. lo beruntung bisa jadi bidadari Nathan. dipelototin temen-temen borju lo!" jawab Iran cepat. "Iya nih. lo bisa liat sendiri. "Hei.. Jangan sampai kayak gue..

wah. "O. siapa lo? Ngomong pake aturan dong!" Dasar Iren. "Wah. "Tadinya gue cuma kepingin ngerjain temennya si sok pinter yang sama kumuhnya dengan dia." ucap cewek itu dengan suara tinggi yang jahat.. "Jadi lo ke sini sama kelompok kumel lo itu." Dihampirinya Iren yang berdiri tegak tanpa rasa takut sedikit pun." Iren jelas nggak mau kalah dengan gadis paling menyebalkan yang pernah ditemuinya itu. "Heh.. ia langsung emosi begitu tahu merekalah yang dimaksud dengan tikus got. "Tapi untuk ukuran Nathan. Nggak taunya gue malah dapet mangsa yang tepat. Asal lo tau ya.. jelas banget bakal gue habisi. Di berdiri tepat di depan Iren yang dua senti lebih pendek darinya.. Selma lebih beradab. Tapi sebelum itu rasanya kita perlu melaporkan tukang kebun kita ke Kepala Sekolah. kemarahan Natasya makin meluap. untuk mencari tau soal Nathan? Dasar tikus-tikus nggak tau diuntung. lo udah kecolongan sejak lama. "Habisi aja. Tawa melengkin para pengikutnya menyakitkan telinga.. dan berkomplot dengan si sok pinter Risna. Ngerti?!" . "Lumayan."Iya! Kalian bertiga!" seorang gadis tinggi langsing berkulit putih bersih dan berambut panjang yang dibiarkan tergerai di bahu melangkah mendekati mereka diikuti segerombolan cewek cantik. jadi lo yang namanya Natasya?!" ucap Iren manggut-manggut sambil memerhatikan cewek angkuh itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. lagi. Untuk satpam sini aja tampang kalian nggak layak." lanjutnya. Nona Besar. "Hm. ternyata ada satu yang bisa mencicit.. Iren sama sekali nggak memedulikan desakan Bagas dan Selma untuk segera pergi dari tempat itu. Pipi Natasya yang putih kontan memerah. lo ngaca dulu dong sebelum masuk sini. ee. "Sial. Nathan itu punya gue! Nggak ada yang boleh ngambil dia dari gue! Apalagi tikus kotor kayak lo. masih nekat mau mencuri keju terbaik kami yang bermerek Nathan. Setidaknya. lo nggak ada apa-apanya dibanding Selma." Demi mendengar nama Nathan disebut.. "Memangnya kenapa? Lo takut ya? Terlambat." tambah Natasya.. Natasya!" ujar salah seorang teman cewek angkuh yang ternyata bernama Natasya. Matanya yang indah membelalak menakutkan. Dia kebobolan dengan masuknya tikus-tikus ini ke sekolah kita." Natasya melipat tangannya di dada.

Dia jadi nggak perlu repot-repot menyampaikan ejekannya. pendapat mereka? Jadi.. Banyak banget ya gadis pemimpi sekarang ini. harus nyiapin kursi kalo mau nyium.. begitu juga Bagas. Jangan diem aja. ngomong dong.. mencengkeramnya erat-erat." desak Iren dari belakan. Tapi Selma tetap mengatupkan mulut. gagal meminta dukungan Selma.. lalu mencibir. Lalu ditengoknya gerombolan cewek di belakangnya.. ha.. "Nona Besar. Kepalanya sampai panas dan siap meledak saking marahnya. berulang-ulang. Cewek inilah yang dipilih Nathan sebagai calon istrinya. heh? Atau lo sendiri yang bakal maju? Silakan aja. akui aja deh. "Apa lo? Masih mau mengajukan orang lain bakal jadi istri Nathan.. Ha. Ren. Sohib gue bukannya nggak punya nyali. nggak kayak temen lo yang pengecut ini!" sambil berkata begitu. Walau keningnya berkedut-kedut.. dikibaskannya tangan Bagas dan Selma yang "Ren. ha.. Karna itu sia-sia. meski tangannya terkepal erat. Orang miskin mau jadi putri raja. "Nah. Upik Abu. Dan tawa mereka pun menggelegar. ha. "Pendek begitu mau jadi istrinya Nathan?! Kasihan Nathan dong. Natasya memerhatikan Selma dari atas ke bawah. kampungan abis." sambung yang lain. ha.." Iren menarik Selma ke depannya. toh lo punya nyali. dia cuma." Natasya tampak puas mendengar cercaan teman-temannya barusan. "Sel.. Natasya menatap Selma setengah hati." seru Selma. lo denger sendiri. ha. "Nggak usah cemas. ia semakin emosi. gue nggak bakal ngotorin tangan gue buat mukul cewek bermulut besar ini!" ucap Iren berusah tetap tenang. Dia berusaha memegangi terus tangan Iren. "Coba liat dandanannya. "Ha.Iren sudah kehabisan kesabaran.." suara-suara itu terus sahut-menyahut di telinga Selma. Memangnya dia kira Nathan bakal pede ngenalin dia ke temen dan keluarga?" "Heran. apa lagi yang lo tunggu? Pergi dari sini dan jangan pernah berharap mendapatkan Nathan. cuma. Tapi usaha mereka sia-sia. Ha.. lo bukan cewek pilihan Nathan. ha.. . Yang bener aja?! Ini bukan zaman Cinderella. tikus. masih jauh lebih cantik pembantu gue!" celetuk salah seorang teman Natasya... bawah ke atas. sabar." Suara tawa bala kurawa Natasya kembali menggema menanggapi pernyataan Iren yang menggantung. "Apa lo bilang?!" Natasya terpancing. kan.

Pandangannya berpindah-pindah dari Randy. bilan sama mereka tentang hubungan lo sama Selma. sama artinya gue jadi bagian dari mereka. Tapi pandangannya bukan kepada Selma ataupun Nathan. walau sesungguhnya dia sangat marah atas semua yang terjadi. lalu ke temannya yang paling pendiam yang saat itu berdiri tertunduk di belakangnya. "Gue. Toh gue nggak butuh pengakuan mereka tentang hubungan gue dan Nathan. "Tenang.?" Selma tertegun. ternyata cowok gatel yang ngejar-ngejar lo itu kakaknya si tikus. nggak ada gunanya. Kalo sekarang gue tanggapi. Ia hanya memandang Nathan sekilas sebelum akhirnya melangkah meninggalkan semuanya. "Nathan. Ren.. lebih baik kalian pulang. kan?" Bagas mengangguk. yang sama terkejutnya dengan Selma.. Rupanya keluarga tikus sedang bermimpi memperbaiki keturunan!" ejek Natasya. ya. Ren. namun tiba-tiba sebuah suara yang sudah sangat dikenalnya memanggil namanya. "Hentikan. Kalopun gue marah. ya."Biarin aja anjing menggonggong.. "Beraninya lo ngomong kayak begitu di daerah kekuasaan gue!" Dengan penuh nafsu cewek itu menghampiri Selma. "Gas. "Tolong antar Selma dan Iren pulang. campuran antara marah dan malu. Ia mengangkat tangan ingin menamparnya. melainkan gerombolan gadis pembela Natasya.. dan itu seperti mengumumkan gue kalah dari mereka. lo bawa mobil." jawab Nathan tak memuaskan. mereka ketawa untuk menutupi kekalahan mereka. Bagi gue. Dia berusaha tetap tenang. Keduanya sama sekali tidak menyangka akan bertemu di sana. Hatinya sakit menerima perlakuan Nathan. Gue tau. pengakuan Nathan atas gue udah lebih dari cukup. Lis. gue cuma memastikan apa kalian jadi ke sini apa nggak?!" jawab Randy singkat." Selma bicara sangat tenang. Sebaliknya Natasya semakin marah mendengar ucapan Selma. "Oow. lo pulang sama Bagas. besok gue ke rumah lo.." Selma tidak menjawab. Wajahnya kian memerah. Gue nggak peduli." Lagi-lagi Bagas mengangguk. . "Kakak. Dia nggak mau terbawa emosi.. Air mata mengalir di pipi tanpa meminta persetujuannya. Masa mereka nggak percaya kalian udah jadian?" Iren yang lebih dulu mendekati Nathan. Liat. Tasya!" Nathan datang bersama Randy. "Sel.

Than? Dengan perasaan seperti itu Selma menutup mulutnya rapat-rapat. Dan gue bakal labrak Nathan di mana pun dia berada kalo sampai nggak datang lusa. "Yang penting. maafin gue. Gue yakin semua ini pasti ada penjelasannya." Iren dan Bagas berpandangpandangan. "Tentu. "Sel. Sel. Dia berhenti bicara dengan siapa pun. Terima kasih. kawan-kawan. gue punya kalian. lo bahkan nggak menatap gue? Kenapa? Apakah rahasia yang disimpan Risna itu adalah.. dia belum tau dengan siapa sebenernya dia berurusan!" Selma ketawa samar melihat tingkah Iren. gue tetep pengen tersenyum di hari ultah gue. Lo bahkan mengusir cewek cantik di bioskop itu demi menjaga kesetiaan lo ke gue. Gue akan tunggu Nathan.. bukan salah lo." potong Selma pelan. kalian jangan lupa ngucapin selamat ultah ke gue lusa. gue nggak bermaksud. . lo ternyata pacaran sama Natasya di sekolah ini? Kenapa lo siksa gue dengan perasaan ini. Gadis itu hanya terdiam." "Sudahlah. Liat aja. Dia nggak mau Iren lebih kecewa lagi. Meskipun nggak dirayakan. Than? Semua pasti ada penjelasannya kan. Iren-lah yang merasa paling terpukul melihat diamnya Selma. Ren.. Tapi kenapa giliran dengan Natasya. dia berutang penjelasan atas semua ini.Lo nggak malu ngakuin gue sebagai istri lo di depan teman-teman lo meski dandanan gue amburadul. Paling nggak.. Dan dia juga akan pegang janji Nathan untuk menjelaskan semua ini nanti.

Iren mengeluarkan sebatang cokelat dari tasnya." jawabnya tersenyum pahit. kan. "Dia itu memang nyebelin. "Liat." Selma melepas pelukannya. lalu kembali berkata jenaka kepada foto ayahnya. Bagas dan Iren berpandang-pandangan. Tapi sampai Selma akhirnya terlambat pun. "Sel. bukankah Selma tidak pernah kesepian? Mereka selalu ada buat Selma. Selma ingin semuanya berkumpul hari ini. . "Tapi. Tapi Selma menolak halus. Selma baru menemukan cokelat itu waktu dia iseng membuka tas sekolahnya. Ren. seakan-akan Ayah ada di sana. "Sori. mendengarkan putrinya berkeluhkesah. Tadinya Bagas dan Iren bersikeras mengajak Selma pulang bareng. Mana nggak nelepon. kata nyokap gue. lo jangan terlalu sedih." kata Selma lembut pada bingkai foto yang memuat wajah gagah ayahnya yang mengenakan seragam kebesaran pilot. gue nggak peduli lo larang juga. Dia tersenyum sambil menimbang cokelat pemberian Iren itu. kemudian mengangkat bahu bersamaan.. dia malah bikin Selma tersenyum geli... Namun Selma bahkan baru ingat kalo punya cokelat setelah dia menemukan dirinya ternyata sendirian di rumah. cokelat bisa merangsang perasaan bahagia. "Nih. Pokoknya kalo sampai besok Nathan nggak kasih kabar. Nathan belum kelihatan batang hidungnya.Bab 6 SELMA masih saja berwajah muram. di mana pun. Alih-alih seram. Yah? Janji sendiri mau ngasih penjelasan. Lo boleh abisin sendiri deh." Diraihnya foto ayahnya dan didekapnya erat-erat.. lagi.. Hingga akhirnya Selma bisa melepas kepergian Ayah untuk kebahagiaan Ayah. Seharusnya tadi pagi Nathan menjemputnya di sekolah. Juga Nathan. Semua itu karna mereka juga. gue tetep mau labrak dia. Kawan." "Makasih. "Selma tau Bunda nggak punya banyak uang untuk merayakan ultah Selma. Masa Selma yang mesti nelepon? Gengsi dong!" katanya bersemangat.. hari ini gue bener-bener lagi pengen sendiri. Hanya ada Mbok Sum yang sedang asyik dengan pekerjaan rumahnya." Iren menyingsingkan lengan bajunya geram. Selma rindu Ayah. Dia bahkan tidak menelepon Selma seperti biasa kalau mereka seharian nggak ketemu. Tapi paling nggak. Kapan pun." Dan mereka meninggalkan Selma yang melenggang pulang seorang diri. Ayah. nggak taunya hilang entah ke mana.

memangnya nggak kangen?" Mbok Sum mendekati Selma yang meringkuk di tempat tidurnya.. . "Rasain." "Kalo gitu Mbok Sum aja yang nemenin Nathan. "Lho. Mbok?" Selma malah balik tanya. Selma nggak mau kehilangan dia. Tuh Mas Nathan-nya sudah datang. Ia berharap dapat memandang senyum juragan mudanya lagi setelah lenyap bersama hari-hari Selma tanpa Nathan. Tanpa suara ia meninggalkan kamar Selma. pokoknya bilang aja yang Selma bilang." Nada suaranya melemah. Pembantu setengah baya itu menghela napas panjang. Selma bahkan nggak yakin dia tau ultah Selma." Sambil berkata begitu. "Suruh pulang aja deh. emang enak dikerjain?" gumam Selma seorang diri. waktu Selma ulang tahun. Ayah.. jadi Selma bisa abisin sendiri. mending Selma di sini sama Ayah ngabisin cokelat. Selma membalikkan tubuh. Mbak." "Kak Randy?" "Mas Randy belum pulang kuliah. Mumpung Kak Randy nggak ada. "Sudahlah. Ayah." "Lho. Mbok. Yah. tolong minta sama Tuhan supaya Nathan jangan pernah ninggalin Selma. Mbak Selma."Tapi dia baik. "Hhh." kata Mbok Sum senang." jawab Selma seraya memasukkan cokelat ke mulutnya. "Bunda ke mana sih. Selma lagi males. kok malah Mbok sih. Selma lagi males." Selma menarik napas panjang. "Dia bikin Selma nyaman bila berada di sisinya. kok nggak mau nemuin sih? Kan Mas Nathan udah jauh-jauh ke sini? Apalagi udah dua hari Mbak Selma nggak ketemu Mas Nathan. "Mbak." Dia baru akan mencomot sepotong cokelat saat Mbok Sum muncul di pintu kamarnya. Mbak Selma jangan cemberut terus dong. Bilang aja Selma nggak ada. Mbak?" "Udah." Selma kembali putus asa. Terlebih besok. "Bunda lagi arisan.

" "Serius?" "He-eh. Tapi rupanya dia tetap jaga gengsi dengan bersikukuh pada sikap galaknya.." Nathan berkata tenang. jangan kurang ajar. dandan yang cantik. masuk kamar cewek seenaknya!" ucapnya sewot. batinnya penasaran. Makanya gue sengaja siapin surprise buat lo. Dia menyerahkan sekuntum mawar putih kepada Selma. Gue tunggu di bawah. jelek tau manyun begitu. Selma masih sibuk dengan pikirannya saat Nathan berdiri di ambang pintu kamarnya. Enak aja!" katanya manyun. "Udah dulu marahnya. Dia seperti sedang menyembunyikan sesuatu di belakang tangannya. baru gue kasih tau kejutannya. Udah. "Tuan Putri cantik yang galak." "Nggak bercanda. cepetan ganti baju. hatinya berbunga-bunga seindah bunga yang dipersembahkan Nathan. Atau gue teriak sekarang?!" ancamnya sembari menyiapkan bantal sebagai tameng perlindungan. Jangan-jangan Nathan tau ultah gue. Selma tak bisa berbohong." Nathan mendekati kekasihnya yang sedang merajuk. "Nggak sopan banget sih. "Selma kok deg-degan ya. "O ya? Lebih nggak sopan lagi nggak mau nemuin tamu yang jauh-jauh datang hanya karna alasan malas. Selma melirik cowok yang sekarang berjongkok di sampingnya dan memandangnya lembut. Ganti baju. "Gue udah tau kok lo bakal begini. mesti ngomong apa nih kalo dia ke sini?" Rasa marah yang kemarin mendera hatinya perlahan terkikis oleh kerinduan yang amat sangat.. "Males apa marah nih?" tanyanya singkat. "Jangan lo pikir gue udah maafin lo. kan?" "Nggak. "Awas ya. saya kemari mau meminta maaf. Selma menatap cowok yang sangat dirindukannya itu. ya.Tapi pada foto ayahnya dia menambahkan. oke?" . "Surprise? Buat gue?" Selma mulai tertarik. Maukah Tuan Putri memaafkan saya?" Nathan berlagak seperti pangeran yang melamar putri raja. Yah? Aduh. Diterimanya mawar putih kesukaannya itu.

. ya. Selma melepas helmnya. Semoga saja bukan kenyataan bahwa Nathan ternyata memang pacar Natasya. Selma memeluk erat pinggang Nathan.. Pembantu paruh baya itu hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala mengantar kepergian majikan mudanya. hati-hati. @@@ Motor melaju selama sekita 45 menit. laut. terdengar jelas olehnya debur ombak dari kejauhan... Mas. "Kami keluar dulu. "Wah." ucap Nathan seraya bangkit dari duduknya. udah ada pawangnya. nggak pa-pa.Selma hanya mengangguk. Rambutnya juga sudah tersisir rapi." bisiknya lagi kepada Mbok Sum yang mengantar mereka sampai pintu depan." balas Nathan. Nathan menyusul dan berdiri tenang di samping Selma. gitu kan cantik. Mbok. Liat. Dia bahkan sudah pamit pada foto ayahnya sebelum akhirnya menemui Nathan di ruang tengah." Selma berlari sampai ke pengaman besi. batin Selma harap-harap cemas. "Wah... "Apaan sih?" tanya Selma sewot. Kerinduannya sedikit terobati.. Dia nggak tahu apa yang dimaksud kejutan oleh Nathan. Tadi Nathan udah izin Bunda kok. Nathan baru menghentikan motornya ketika tiba di jalan menanjak yang tepiannya diberi pengaman besi. mataharinya ditelan laut!" jerit Selma kegirangan saat dilihatnya pemandangan sore itu. bagus bangeeet." bisik Mbok Sum sambil melirik Selma. "Tenang. Karna itulah dia bergegas mengikuti perintah Nathan." "Iya.. Than. supaya bisa segera tahu surprise yang disiapkan kekasihnya itu. "Nah. "Yuk berangkat!" Ia melihat jam tangan besar di tangan kanannya. Dibiarkannya rambutnya berantakan dibelai angin. macannya lagi ngamuk. . "Nggak. Mbok. jantungnya terus berpacu kencang. Lima belas menit kemudian Selma sudah siap dengan jins dan kaus fancy kesayangannya.

" "Ya?" Nathan tersenyum. "Lo tau. "Karna gue punya sesuatu yang bakal bikin lo lebih terpesona lagi. jangan mulai lagi. lupa pada gensi dan kemarahannya. lo diem aja sih!" protes Selma pelan. "Jangan salting gitu dong.. Dan itu jadi hari terindah buat gue sama Ayah. dulu Ayah yang ngajakin gue liat matahari ditelan laut pas ultah gue. "Tapi gue lebih suka jadi pacar lo. Apalagi Nathan tak lepas-lepas memandangnya. Akhirnya Selma hanya tertunduk sambil berharap Nathan mengatakan sesuatu. bisa nggak. apa?" tanya Selma berdebar. lautan yang terlihat jelas dari tempat Selma berdiri seperti menelan dan menenggelamkan matahari ke perutnya yang luas. .. Selma jadi salah tingkah. Jantung Selma berpacu nggak keruan. Sinarnya yang terang berpendar seperti kuning telur yang pecah dan menyebar menjadi siluet senja yang indah.. mengingat waktu Ayah yang terbatas untuk gue. "Bisa ya. Sungguh indah melihat kembalinya matahari ke peraduan di atas laut.." jawab Nathan membuat Selma tertunduk malu. "Wajar dong.Matahari terbenam di ufuk barat. Tadi lo mau ngomong apa?" Selma berusaha menutupi rasa malunya. "Habis. Nathan tak langsung menjawab. Selma ikut duduk bersandar di samping Nathan." tambahnya seraya bersandar membelakangi laut pada palang pembatas. "Kita harus nunggu sebentar lagi. gue suka banget. "Udah deh. Nathan tau besok gue ultah? tanyanya dalam hati. Than. "Sel." sahut Nathan. "Jadi. Sekali lagi diliriknya jam tangannya. "Lo suka?" "Iya." lanjutnya. "O ya. soalnya kejutan gue yang satu ini agak pemalu. Tak hanya itu.." Dipandangnya Nathan dengan ragu. jadi ini ya kejutan yang lo maksud?" tanyanya salah tingkah." katanya. Sesaat suasana hening.." jawab Selma spontan.. Mungkin nggak ya.. gue kan lagi terpesona sama wajah pacar gue." jawab Nathan jujur.

Bulan itu... "Hei. "Izinka gue jagain lo. ramah. "Waktu itu gue masih kelas 1 SMA. dari mana lo tau. Padahal Ayah nggak mengidap penyakit jantung.. Selma mengangguk cepat sambil tersenyum. "Bukan senyum Ayah yang gue terima seperti biasa. bagus banget." ralat Nathan cepat. Ia mengembuskan napas panjang. Ini.. Tapi nyatanya Ayah meninggal. sepertinya kejutan gue udah siap. itu sudah lebih dari "Iya" bagi Nathan." Selma kembali menerawang jauh. "Kata Dokter.. "Ayah pilot yang disegani." kata Nathan lirih. Ia benar-benar menikmati pemandangan di hadapannya. Tanpa menunggu jawaban Nathan. ayo berbalik. Selma langsung bercerita." perintah Nathan seraya ikut menggerakkan tubuh Selma ke arah yang ia maksud. melainkan isak tangis Bunda dan Kak Randy yang langsung menghampiri dan memeluk gue sambil mengabarkan Ayah udah meninggal.. Gue malah heran. Ayah kena serangan jantung. Tapi gue bangga banget Ayah bisa menunaikan tugas terakhirnya dengan baik. Pelukan Nathan terasa nyaman. "Oke. sebagai pilot Ayah selalu menjalani cek kesehatan setiap enam bulan sekali. gue.. Direngkuhnya bahu mungil kekasihnya dan dikecupnya mesra kening Selma yang setinggi bahunya.. .. Mau liat. Than. Baik. Lagi pula. kok lo baru tanya sekarang?" tambah mulut mungil itu seraya tersenyum. "Lagian cerita tentang Ayah selalu membanggakan buat gue. "Sori. Mbok Sum menjemput gue di sekolah.. Dan meskipun Selma terdiam. lo boleh nggak jawab kok. Sel. "Gue mau jawab kok. Kami segera menuju rumah sakit tempat Ayah dirawat. Beliau meninggal di kursi kebanggaannya." Perlahan Nathan menghampiri Selma.. nggak?" Nathan memecah kesunyian setelah lagi-lagi melihat ke arah jam tangannya. gue boleh tau nggak tentang bokap lo?" Gadis itu terkejut mendengar pertanyaan yang tak pernah terbayangkan olehnya akan dilontarkan Nathan.. "Wooow. Tapi sayang. Sel." gadis mungil itu menunduk sedih. mengabarkan Ayah pingsan usai mendaratkan pesawatnya dengan selamat. dan sayang sama gue.. Ayah nggak bakal boleh menerbangkan pesawat lagi."Nggg." Selma menerawang jauh.." Selma berdecak kagum tak percaya. Begitu tercatat punya kelainan jantung.." kata Selma yakin.. Selma hanya terdiam.

Perlahan dipeluknya pinggang Selma." gumam Nathan pelan. kenapa lo selalu bikin gue merasa nggak keruan begini? Sampai nggak bisa berkata-kata lagi.. Than. Bagus. "Gue masih punya kejutan lain. Mendengar itu Nathan memeluknya. Bibir itu hangat dan lembut. "Menurut perhitungan Jawa. Sel?" tanya Nathan. Tapi kali ini jantungnya semakin berdebar lagi. "Buka mata lo.. ini tanggal lima belas. "Begitu gue tau lo menyukai keajaiban langit. kan. Apalagi waktu dirasakannya bibir Nathan menyentuh bibirnya. tapi dia tak kuasa menolak." Nathan kian memandang lembut kekasihnya. Dia hanya bisa tertunduk malu. kan?" Nathan tak langsung menjawab. membuat jantung Selma berdesir aneh." tambahnya. Pandangan mereka bertemu. Permukaannya yang bulat dan penuh menyajikan cahaya putih yang indah. Sel. cuma lo yang ada di hati gue." pintanya. .Bulan purnama menyembul dari balik batu karang di selatan lautan. lo udah merencanakan ini sebelumnya." Selma menuruti semua perintah Nathan seperti yang sudah-sudah. "Gue janji. cuma lo aja yang berhak atas diri gue." Nathan menjelaskan penemuannya itu. "Pejamkan mata lo. tapi dari mana lo tau sekarang ini tanggal lima belas? Dan pemandangan di atas laut ini. gue langsung tanya ini-itu sama ahlinya. Satu-dua bintang mengikuti kemunculannya. Selma sempat tersentak. Desiran aneh di dada Selma membuatnya salah tingkah. "Lo nggak marah. Gue juga tanya pembokat gue tentang perhitungan Jawa. Selma tersenyum dan menggeleng pelan. dan itu berarti saatnya bulan purnama. "Dan gue harap. tatapannya tetap lembut. kan?" Kali ini Selma mengangguk. kan? Gue pikir liat matahari terbenam di laut itu indah banget. "Iya. Lo mau tau?" tawar Nathan yang langsung dijawab anggukan kepala Selma. Namun Selma tak berniat menolaknya. Dia tersenyum dan menghampiri Selma. Sel. Dan beginilah hasilnya.. tapi lebih indah lagi melihat terbitnya bulan purnama di atas karang.. "Ini yang pertama buat lo. bagaikan dayang mengantar tuan putrinya ke luar peraduan. Sesaat kemudian Nathan melepas kecupannya. jangan dibuka sampai gue suruh.

gue emang sempat nggak percaya sama lo. Dipeluknya pinggang Selma dari belakang. Tapi yang jelas. sebenernya lo punya berapa kejutan buat gue sih?" kata Selma takjub. Than. Senyum kebahagiaan yang mereka rasakan bersama-sama untuk pertama kalinya. Selma memandang ke arah yang ditunjuk Nathan. apa itu nggak bikin lo sedih?" tanya Nathan ragu. ketidakrelaan kita atas kematian orang yang kita cintai akan menyiksa mereka di alam sana. itu namanya kita egois. Siapa yang menyangka. tapi kalo bertahuntahun tidak merelakan kepergiannya. dan bagi gue itu cukup. kan.. . lalu tersenyum pada laki-laki yang telah membuatnya jatuh cinta itu. mendekat ke palang besi pengaman sepanjang jalan tanjakan itu. "Waah! Ha ha ha.. tersimpan kekuatan hati yang dulu tak dimilikinya. "Kenapa harus sedih? Ayah kan juga bahagia di sana. gue merelakan kepergian Ayah untuk kebahagiaan Ayah di sana. Selma memandangnya tanpa memudarkan senyum. Senyumnya mengembang manis seakan menemukan ayahnya di sana. semua menjadi paduan sempurna pemandangan malam itu. "Sel. di balik tubuh mungilnya." Selma menunjuk satu bintang yang cahayanya paling terang. coba liat ke atas. Rasanya kayak liat Ayah di atas sana.. gimana kalo sekarang lo liat ke bawah?" Tanpa menunggu dua kali. orang yang sudah meninggal akan berubah menjadi bintang dan menempati langit tertinggi. Apa pun gue cuma percaya sama lo. "Sel. Di bawah sana rumah-rumah penduduk terhampar dengan lampu-lampu terang yang dari atas tampak seperti taburan bintang di atas bumi. bintangnya banyak banget. Untuk sementara gue belum bisa cerita ke lo. Kan gue masih bisa memandang bintang Ayah dari sini. Nathan diam-diam mengagumi ketegaran Selma. nggak? Kata Nenek. Makanya. "Wah. Tau." “Kenapa begitu?" "Karna."Dan masalah Natasya. Ditambah lagi laut yang membiaskan cahaya bulan purnama." Mereka tersenyum. Than. Tapi sekarang gue jaga kepercayaan gue ke elo. Lo percaya gue. Sel?" Perlahan-lahan Selma melepaskan pelukan Nathan. "Sejak pertama kita jadian. gue minta lo sabar." Pandangan Selma menerawang jauh menembus langit malam. Makanya gue seneng banget liat bintang. Bukankah kita nggak boleh egois? Kita menangisi kematian seseorang itu wajar-wajar aja." Nathan menunjuk langit malam yang kini penuh bintang. "Hei. antara gue dan Natasya nggak ada apa-apa.

"Sebenernya masih banyak kejutan buat lo sih." "Jadi laper nih." "Nah. "Sel. ikut merentangkan tangan." Mau nggak mau Selma menaiki palang pembatas itu.. "O ya.. sekarang kita kayak Jack sama Rose. tahan ya. Keduanya bertatapan dan tertawa. Mereka beranjak ke palang besi di depan mereka. "Than. kan. pernah nonton Titanic nggak?" seru Nathan di antara gemuruh angin yang makin kencang. "Udah! Gue pegangin..!" "Lega ya?" "Iya. Inget. "Lega ya?" Nathan menguncupkan tangan dan berteriak sekali lagi. rentangkan tangan lo.. ikut gue. adegan di geladak kapal?" Selma hanya menangguk dan tersenyum. I'm flying. Nathan tiba-tiba berteriak keras dengan kedua tangan terentang lebar.. "Nah. "Yuk. Than. "Love you too.!" Selma kembali meniru dan berseru.. sebelum akhirnya mengikuti perbuatan Nathan." "Mana?" Nathan memandang kekasihnya seraya tersenyum." kata Nathan." Selma tertawa kecil." ... berapa banyak?" "Banyak banget." katanya kepada Selma." Rambut sebahunya berantakan tertiup angin yang semakin kencang. cari makan yuk!" "Yuk. "Hah? Ke situ? Kalo jatuh gimana?" Kali ini Selma tampak ragu." Ditariknya tangan Selma pelan. "Pernah.." Selma mengikuti instruksi Nathan. "I love you.." Nathan kemudian menyusul menaiki palang di sebelah kanan Selma. I'm flying. "Sel.. Sel. "Nah. "Naiklah..

Aduuhh romantisnya. Motor berhenti di pintu gerbang rumah Selma. lampu depan pun mati.Keduanya turun dari palang besi dan menuju motor yang sejak tadi jadi saksi bisu ikrar cinta mereka.." jawab Selma nggak kalah cepat." Selma kembali tertunduk malu mendengar pengakuan Nathan.. "Kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Nathan tiba-tiba. Maklum.. Dan bukan hal aneh kalau Bunda bakal ngamuk besar sama mereka." "Udah. nonton di 21. karna gue mau jadi orang pertama yang ngucapin met ultah buat lo. kan. "Kemarilah." Nathan mengedikkan kepala meminta Selma mendekat kepadanya. Membuat Selma berpikir. Apa lampu depan mati. Selma dan Nathan tak henti-hentinya bergurau. Tuh. "Nggak. romantis banget.. lo serius kan udah pamit ama Bunda? Gue nggak ikutan ya kalo Bunda sampe ngamuk. Tapi hari ini. Nathan ikut turun dari motor untuk membuka pagar. "Than. bener.. tapi jatuhnya tepat pada hari Sabtu. gue bilang ama Bunda mau pulang jam dua belas malam.. @@@ Mereka makan di salah satu warung kaki lima yang berjejer sepanjang pinggir jalan di tengah kota. nggak papa. Makan sambil nongkrong. Nathan sudah menyiapkan tiket bioskop untuk film jam sembilan malam. "Gelap amat. Atau sengaja dimatikan? "Aduh. ya?" kata Selma seraya memandang sekelilingnya. walaupun besok libur nasional. putar-putar dengan motor kesayangan Nathan. jangan-jangan Bunda marah. Lampu ruang tamu memang selalu dimatikan sebelum pergi tidur.. Seperti yang diperkirakan Selma.. meskipun dia menyimpan sejuta perasaan berbunga di hatinya. Jangan-jangan Nathan sengaja mengulur-ulur waktu. mereka sampai di rumah hamir jam dua belas malam. lagi. . Tadinya Selma mencak-mencak karna itu berarti dia akan pulang lebih dari jam sebelas. tangan yang lain diangkat tinggi-tinggi di depan dada agar terlihat jelas jam tangannya yang menyala dalam gelap. termasuk minta izin kepada Bunda. dia memang telah merencanakan segalanya. batinnya berbunga. Suasana malam itu ramai sekali. Satu tangannya memeluk pinggang Selma." gumam Selma ketakutan. Tapi dasar Nathan. karna dia mau jadi orang pertama yang ngucapin selmat ultah buat gue.

Selma bahagia... kan. "Kalian.." mereka menghitung bersama." katanya. ha. sangat bahagia.. happy b'day Selma. Diusapnya air bening yang menetes di pipi Bunda. "Bunda. satu.. Ya Tuhan. gantian dong... ha.. Maaf ya... bahkan Iren dan Bagas juga.." Selma membelalak tak percaya. Nathan... Semua bersorak... Juga untuk Ayah di sisi-Mu. Bunda juga hanya bisa mendoakan." kata Bunda diiringi belaian lembut rambut Selma." Belum hilang kekagetan Selma." Selma tak bisa menahan kebahagiaannya. Sayang... Iren. "Happy b'day... ha." Selma tak kuasa lagi menahan air mata... ini ulang tahun Selma yang paling meriah yang pernah Selma alami. ha. membentuk tulisan HAPPY B'DAY SELMA. Bunda yang pertama memeluk Selma setelah menyerahkan kue pada Mbok Sum.. semua bertepuk tangan." Gadis mungil itu tersenyum manis saat Bunda melepas pelukannya... empat... Sel... semoga kebahagiaan ini tak pernah berlalu diriku dan keluargaku.. happy b'day to you. happy b'day. "Selamat ulang tahun.... kembang api warna-warni sudah menghias langit malam di atas mereka.. dua. ya. Selma langsung mengangguk pelan.. Ayah. "Lima." usul Iren. Bunda tidak bisa bikin perayaan yang meriah seperti yang biasa dilakukan Ayah. semoga kamu selalu menjadi putri kecil Bunda yang bahagia.. "Make a wish." "Selamat ulang tahun. Begitu matanya terbuka.... "Ah.... itu sudah lebih dari cukup buat Selma. Tak lepas dipandangnya langit malam berhias ucapan selamat dan namanya.. Ayah... . ditiupnya lilin berbentuk angka tujuh belas itu. Selma langsung memejamkan mata. bahkan Mbok Sum menghampiri Selma sambil mengiringi Bunda yang membawa kue ultah yang diyakini Selma dibuat khusus oleh Bunda selama dia pergi bersama Nathan. ha. Bagas. Bunda hanya geleng-geleng kepala seraya memberi tempat agar Randy bisa memeluk adiknya." Randy.."Kita hitung mundur bareng-bareng.. "Happy b'day to you.. Ayah liat. Dengan berkumpulnya kalian di sini. "Bunda.. Lampu taman di belakan Nathan tiba-tiba menyala. Randy juga mau ngucek-ngucek rambut Selma nih!" potong Randy. Semua ada di sana. "Tiga.

soalnya macan gue bisa nyakar kalo nggak dikasih mawar. nanti pada masuk angin." Setelah itu bergantian Selma memeluk Iren." sambut Iren dibarengi tawa yang lain. Kak. Bukannya marah-marah seperti biasa. "Ada deh." Usul Bunda disambut hangat semuanya. sebaiknya kita masuk. Diam-diam ia mencuri pandang menatap Nathan yang ternyata juga sedang melakukan yang sama. ya. Awas aja kalo tambah bawel!" kata Randy seraya melepas pelukannya dan mengacak lembut rambut Selma. "Huu." Selma tersenyum. pasti Randy abisin. "Lagian makanan yang Bunda siapkan nanti keburu dingin. Dia merancang semuanya. "Nathan. lalu dikecupnya kening Selma dengan sayang. Anginnya makin kencang. ngerayu tuh. walaupun sudah dingin. Sedangkan Nathan dapat giliran terakhir. Selma malah tersenyum sambil berkata."Met ultah. lagi. juga Mbok Sum." sahut Iren." tambahnya. Ya gue nggak jadi marah. "Sori. kalo Bunda yang masak. . Dipeluknya Selma sesaat.. Habis gue nggak tega liat lo diem aja. Sel." timpal Randy. Bunda. Bagas. Bunda. Mereka tersenyum dan kembali bercanda dengan yang lain. "Eh. "Tadinya sih gue nelepon dia mau marah-marah minta penjelasan yang tempo hari. Tapi dia malah kasih tau gue rencananya. "Tenang. mawarnya ilang satu. ide siapa nih semua ini?" Selma balik bertanya. lo ke mana aja tadi?" tanya Iren lagi seraya menjejeri langkah Selma menuju ruang tengah. "Anak-anak. Memang Kak Randy aja yang tukang makan. "Terima kasih. Setelah itu diserahkannya seikat mawar putih yang dirangkai dengan indah." jawab Selma seraya melirik Nathan yang membalasnya dengan senyuman." kata cowok itu jail. "Ngomong-ngomong.

Terus terang dia kagum pada keberanian Randy yang tak kenal putus asa untuk bisa menemuinya. "Apa lagi nih?" ucapnya semakin berang. Nathan. "Tenang.. Ketemu di sekolah berlagak sok sibuk. angan-angannya pun lenyap seketika. ia teringat sesuatu yang membuatnya tersenyum pada temannya yang tertunduk lesu di pinggir tempat tidurnya. Pernah Randy nekat masuk SMA Teitan untuk bertemu dengannya. disamperin ke rumah nggak pernah ada. "Nathan. . Nathan gue mau dicuri orang?! Bego banget sih lo!" Natasya memelototi Lisa galak.. lo kira gue bisa tenang. "Telepon nggak diangkat... Lisa.... bukankah si tikus itu punya kakak? Dan si kakak itu kan cowok nekat yang tergilagila sama lo!" wajahnya berseri-seri senang...Bab 7 PYAR. Sebab Natasya tak pernah mengizinkannya berdekatan dengan Lisa.. Natasya membanting pecah jam mejanya.." Lisa sang teman berusaha menenangkan. tenang. gadis pintar yang kini dikucilkan karna Natasya menyebar berita tak sedap ke seantero sekolah tentangnya. diam-diam berjengit ngeri. ke mana sih tuh anak?" kata Natasya geram sambil berjalan mondar-mandir... Tapi. Lisa teringat sosok Randy yang selalu setia menunggunya sepulang sekolah hanya untuk memandang wajahnxa. Tapi saat ia ingat Randy bukan anak SMA Teitan. Lisa tak mau jadi seperti Risna.. Sya... temannya yang pendiam.. Kadang Lisa berpikir ingin berlari ke pelukan Randy agar terbebas dari kediktatoran sahabatnya.. yang berarti hanya bisa melindungi Lisa di luar gerbang sekolah. Nathan. Dan Lisa yang lemah hanya bisa tertunduk dan menangis pilu di toilet sekolah. Tapi belum sempat mengatakan sepatah kata pun dia sudah jadi kambing congek Natasya dan gengnya. Ditudingnya kepala Lisa dengan telunjuknya. "Tenang. "Tunggu. Bisa gila nih lama-lama gue mikirin tingkahnya!" Natasya ganti menendang boneka yang menghalangi langkahnya.

. "Bagus. "Denger ya. dia nggak bakal tanya macam-macam." "Gue nggak suka ditolak. dia nggak sanggup berbohong pada Randy yang masih saja setia menunggunya pulang sekolah." potong Natasya cepat.. "Tapi. "Heh. Lo masuk ke keluarganya.. ia kembali mondar-mandir di depan Lisa. Nah. Gue kepingin lo liat dengan mata kepala sendiri apa yang sebenernya terjadi pada Nathan dan gadis kampungan itu." Mata Natasya berkilat-kilat jahat. Lisa hanya bisa menggeleng pasrah. gue mau lo jadi mata-mata gue. lo tuh kurang jelas di mananya? Gue kan udah jelasin rencana gue sejelas-jelasnya... gimana kalo gue ketauan? Gimana kalo gue ketemu Nathan? Gue harus ngomong apa?" Lisa jujur melontarkan semua kekhawatirannya. Selanjutnya terserah lo. karna ini untuk pertama kalinya lo berguna buat gue!" tambahnya tegas. "Lo pura-pura terima cinta cowok kurang ajar itu. lo denger nggak sih?" Lisa tersentak oleh gertakan Natasya.. "Lisa. gue nggak bisa. "Oh God. Lisa nggak percaya mendengar tugasnya yang dirasanya begitu berat. Awas. setelah itu. Dibantingnya tubuhnya ke samping Lisa.. "Lo harusnya bangga. Soalnya gue nggak mau rencana ini gagal hanya karna kebodohan lo!" Natasya berusaha mengendalikan kejengkelannya. terserah lo!" katanya bersemangat.. "Sya." Natasya menarik wajahnya.. Lisa cepat-cepat mengangguk. kalo lo lari dari semua ini. Lo gue turunin di tempat biasanya cowok kere itu nongkrong nungguin lo. membuat Lisa bergidik. "Jadi. Jadi. lo bakal tau rasanya dikucilkan!" ancam Natasya.. Belum ngerti juga lo?" ia berusaha sabar. "Oke. Satu-satunya kekhawatiran yang tak ingin diungkapkannya adalah." lanjutnya. "Gue sendiri yang bakal bilang ke Nathan kalo lo udah gue depak dari geng elite gue.Ia tak setegar Risna. Dan ia menyebut dirinya sendiri "pengecut".. siap dengan segala cacian dan makian Natasya. Kalo memang ada ikatan di antara mereka berdua. Lamunannya buyar karna wajah Natasya muncul begitu dekat dengan wajahnya." Natasya menepuk keningnya sendiri. gue. walau tak satu pun kalimat Natasya yang didengarnya. kalopun lo ketemu dia. besok gue akan usir lo dari mobil gue. gue akan susun rencana lain untuk menghancurkannya.. "Terserah gue? Emang gue mesti ngapain?" tanya Lisa tak mengerti. . gue ulangin... Gue mau lo laporin semua tentang mereka ke gue.

Masalah lain. @@@ "Hei. Siap-siap buat besok. Dia pasti kasih jalan yang terbaik buat lo."Nah. "Oke. Sesampai di rumah pun pikirannya masih belum tenang. "Dan lo jangan pernah nyamperin gue di sekolah. Siapa sangka hari ini Randy akan mendapatkan lebih dari sekadar bayangan Lisa. Gue akan telepon lo nanti. Dia takut Natasya bakal lebih meledak kemarahannya kalau sampai tahu dia berbohong kepadanya. tapi karna lo emang mau deket sama dia. Berkali-kali dia mengutuki kebodohannya yang mau saja datang ke rumah Natasya. Iya. Gue nggak mau rencana ini sampai gagal. Hanya Lisa yang terdiam di bangku depan. padahal dia bisa saja berbohong untuk menolaknya. Ayolah." Natasya merebahkan tubuhnya di tempat tidur kesayangannya. ." Natasya tersenyum puas sebelum akhirnya menginjak gas mobilnya. Tapi Lisa memang bukan gadis yang pandai berbohong.. Yang jelas. Akhirnya. Biar Nathan yakin kalo lo udah lepas dari geng gue. Ya Tuhan. Lisa pergi setelah berpamitan pada Natasya. liat mangsa kita. Masalah seperti itu jangan jadi beban dulu. Dan dia harus puas hanya dengan melihat sekelebat bayangan Lisa di mobil Natasya. lo mesti tetapkan niat. tapi apa lo tega ngebohongin orang yang masih terus bertahan mengharapkan lo? ungkap pikiran yang lain.. kalo lo deketin Randy bukan karna Natasya. apa yang harus kulakukan? tanyanya. bukankah ini berarti kesempatan lo deket ama Randy? kata pikiran yang satu. hear me out. pikiran inilah yang membuat Lisa jatuh tertidur saat jam di kamarnya sudah menunjukkan pukul satu pagi. Lis. Randy memang selalu setia menunggu Lisa di sana. Lo punya waktu seminggu untuk mengetaui semua yang ingin gue ketaui." Natasya menunjuk pemuda berambut keriting mie yang sedang mengambil teh botol di warung kaki lima di depan SMA Teitan. Lis. Pasrahkan semua kepada Tuhan. Ketiga teman Natasya yang duduk di belakang tertawa masam. Bahkan sampai larut malam pun batinnya masih mempertengkarkan tugas berat yang dipikulnya itu. Ngerti lo?!" Lisa buruburu mengangguk. Lis. Yang penting jalanin aja dulu. urus belakangan. sekarang lo pulang.

"Cepetan.. Perlahan Randy membalik tubuh langsing Lisa. Dia tak bisa memungkiri bahwa dia merasa nyaman dalam pelukan Randy. "Mereka memang keterlakuan.Tak lama kemudian ia sudah mengerem mobilnya tepat di depan Randy. Lis. "Sya. tapi juga karna harus menghadapi Randy seorang diri setelah ini. "Keluar gue bilang. Lo sendiri kan yang milih mau sama dia!" Natasya menunjuk Randy yang berdiri terpaku tak memercayai apa yang didengarnya. Lo mau?" Lisa akhirnya tersenyum dan mengangguk mantap." bisik Randy seraya menghapus sisa air mata di pipi Lisa. "Lo tau nggak. Lisa tak tahu harus bagaimana. "Apa lagi sih? Keluar sana. "Sya. gue muak denger lo ngebelain cowok kurang ajar itu terus. bukan hanya karna diperlakukan seperti itu oleh Natarya. Akhirnya mereka meninggalkan Lisa yang gemetaran di tempatnya berdiri. "Makasih. Siapa sangka Randy tiba-tiba memeluknya. "Apa bener lo udah ngebela gue?" tanya Randy tersenyum senang." Tangan kekar itu tiba-tiba sudah mendarat di bahunya. Dia hanya mengangguk samar dan tertunduk. "Lo udah makan?" Lisa menggeleng pelan.. Dia sampai nggak menyadari air mata yang mengalir di pipinya.. Tapi memangnya Lisa bisa bilang apa? "Nah.. bergabunglah sama cowok yang lo bela itu!" teriak Natasya diiringi gelak tawa gengnya.. Mending lo sana gih.. Mau tau kenapa?" Kali ini Lisa mengangguk. ini udah keterlaluan. . Mana bisa gue manfaatin cowok sebaik ini? Dalam keraguannya diam-diam Lisa berharap Randy takkan pernah melepas pelukannya." Lisa hanya bisa pasrah. "Sudahlah. sama dia aja sekalian!" tukas Natasya sengit. bakso Pak Rin bakso terenak di dunia." tambahnya judes. "Karna bakso Pak Rin adalah temen setia gue nungguin lo di sini." Lisa berkata ragu." Lisa buru-buru membuka pintu mobil Natasya." "Udah. Untuk sebuah sandiwara.

"Randy kadang ngajak main sampai malam. Lisa sampai terlonjak dibuatnya. gue lagi sama Randy.. Sya. Dia selalu menunggu jam usai sekolah dengan berdebar-debar. "Gue.Natasya ketawa puas bersama ketiga temannya di dalam mobilnya.. Lisa jadi merasa seperti burung yang terbebas dari sangkar. Dia bersyukur Natasya tak menemuinya di sekolah." sapa Natasya seraya mengunyah permen karet. "Mmm. Dia tetap tidak akan terusik bila Natasya tak menghampirinya siang itu. berusaha setenang mungkin. Gue." Yang ini juga sudah direncanakan Lisa sebaik mungkin. @@@ Entah Lisa harus bersyukur atau mengeluh. Gue takut ketauan. "Pinter ngeles rupanya lo sekarang!" katanya masih dengan nada tenang... Walau dengan motor butut Randy. jadi dia bebas dari pertanyaannya tentang misi yang hampir dilupakannya." katanya. "Halo. Sori. Walau penyampaiannya masih takuttakut." Jawaban ini sudah lama dipersiapkan Lisa. Permen karet Natasya meletus di mulutnya. senang umpannya kena. Dia bahkan minta tolong pembantunya untuk mengangkat telepon dan bilang dia sudah tidur atau pergi ke mana saja asalkan tidak mengangkat telepon Natasya. . kok sendiri? Mana yang lain?" tanyanya.. Lisa bahagia.. Hari-harinya bersama Randy begitu indah. "Sya. Tuan Putri." balas Lisa yang bingung harus ngomong apa. Dia sedang memasukkan peralatannya ke loker saat wajah Natasya muncul di balik pintu loker yang ditutup.. "Rupanya Lisa lebih pandai daripada yang gue kira. gue langsung tidur begitu sampai rumah. mereka menghabiskan waktu bersama. Dan begitu ketemu Randy.. "Kenapa telepon gue nggak pernah lo angkat?" Natasya mengabaikan pertanyaan Lisa. Lisa juga mematikan HP-nya kalau nomor Natasya yang muncul. "Telepon rumah lo kenapa? Apa Randy jagain lo seketat itu sampai di rumah pun dia nungguin lo?" Natasya meniup permen karetnya santai. meski cuma jalan-jalan di mal tanpa membeli apa-apa. Itulah sebabnya dia berani mematikan HP kalau nomor Natasya yang muncul di layar HP-nya. Kecapekan.

gue punya langganan restoran yang masakannya lebih dari enak." Mau tak mau Lisa mengikuti langkah Randy. Yuk. kalo bosen makan di sini. apa yang harus kulakukan sekarang? batinnya. @@@ "Hei. Jadi lo bisa pilih waktu sendiri kapan Randy nggak bareng lo. Apa aja yang lo ketaui?" "Itu. Yang jelas gue butuh berita. enak kok.. "Terima kasih.. Motor butut Randy melaju pelan. Sebaiknya lo segera menyelesaikan tugas lo. baksonya nggak enak ya?" tanya Randy heran melihat pujaan hatinya hanya mengadukaduk isi mangkuknya. Helm istimewa yang dipesan Randy dengan tulisan Lisa di bagian belakangnya. Yang penting gue nggak nge-bon." kata Lisa seraya menyeruput cepat isi gelasnya. ini kan rumah orang!" kata Lisa heran sembari turun dari boncengan." Natasya mendekatkan wajahnya kepada Lisa yang berusah tetap tenang. Kalau sudah begini. Randy mengulurkan mimum padanya." "Denger ya. Ngerti?" Dimainkannya kepala Lisa dengan telunjuknya sebelum akhirnya pergi dari hadapan gadis pendiam itu. rasanya berat mau ketemu Randy. "Apa? Tapi baksonya?" Lisa jadi bingung saat Randy tiba-tiba berdiri dan mengajaknya pergi dari tempat itu. Ya Tuhan."Gue nggak mau tau. Lalu berhenti di sebuah rumah mungil asri dengan berbagai tanaman tertata rapi di sepanjang halamannya. lo yang mesti telepon gue.. "Lis.. . apa pun berita yang lo dapet. belum.. "Pak Rin nggak bakal marah baksonya nggak lo habisin. Dia berjalan lunglai sepanjang koridor. Dikenakannya helm yang diulurkan Randy padanya. Tuan Putri. "Dan sekarang." Ditekannya kata Tuan Putri sebelum akhirnya menarik wajahnya kembali. Mau coba?" tawar Randy dengan senyum khasnya.. "Ini sudah tiga hari sejak kesepakatan kita. "Hah? Ah nggak. Alhasil dia malah tersedak dan terbatuk-batuk.." Lisa buru-buru menyuap sepotong bakso. Sebelum lo menyesal. "Ran..

. ini rumah gue. ini rumah orang." Selma makin manyun... Itu namanya nggak adil." sapa Randy menghentikan cerita Selma kepada Bunda.. Anggap saja seperti rumah sendiri. "Bunda curang. Tapi begitu tahu kakaknya tidak sendirian.. gimana kalo Selma ingat aku? Bagaimana kalo dia langsung mengusirku dari rumah? Ya Tuhan. rupanya ada Tuan Putri di sini." sambungnya kepada Bunda. Bun? Berarti Bunda pilih kasih dong. Kok Kak Randy gampang banget sih izinnya?" protes Selma manyun.. Randy menghentikan langkahnya saat mereka sampai di ruang makan keluarga." kata Randy setelah melepas helm. Tapi bagaimanapun.. Nah orangnya bernama Bunda."Iya." "Itu bukan urusan anak kecil. "Sudah. dan Selma. Ya Tuhan. Coba pacar lo bukan Nathan yang dewasa dan bisa jagain lo.. Dengan sopan Lisa mengulurkan tangannya dan segera disambut hangat oleh Bunda." balas Bunda ramah. "Bunda. "Ye. Sel. Dengan kata lain.. "Yuk masuk. mana mungkin Bunda kasih izin!" Randy balas menyerang. Randy. Selma dan Bunda sedang asyik bersantap siang sambil bercerita. "Jangan sungkan ya di sini." Randy menarik pelan tangan Lisa. tau!" balas Selma." kata Randy seraya mempersilakan Lisa duduk. anak kecil jangan sirik dong. . Lo kan masih bau kencur. "Selamat siang. "Bener gitu ya. pasti deh sampai sekarang Selma tetep nggak boleh pacaran. kalo nggak. itu artinya Bunda lebih sayang sama kamu. Untung Nathan orangnya cerdik. "Oo. kamu kan udah jalan ama Nathan. rencana apa lagi yang Kaubuat untukku? Lisa berjengit takut mendengar pertanyaan Randy. bukan rumah siput. Kalau bener Bunda pilih kasih. dulu aja Selma nggak boleh pacaran.. Pantas Kakanda jadi bergaya. Kalian ini apa tidak malu.. Sampai-sampai Bunda nggak izinin kamu disakiti cowok mana pun. ada tamu malah bertengkar sendiri.. Ya Tuhan. ini Lisa. dia lalu melempar kode pada Bunda sebelum akhirnya menggoda usil kakaknya.. sudah. hingga tidak menyadari kehadiran mereka. Bunda dan Adinda tersayang. "Kakak apaan sih? Norak.. haruskah aku bersyukur atau menangis? Mereka masuk ke rumah yang tidak dikunci.

"Nggak ada salahnya dong." jawab Lisa singkat. "Bunda.." Bisikan Randy membuat Lisa sedikit tenang." kata Bunda. Siapa pun orangnya!" Perkataan Randy menciptakan desiran aneh di dada Lisa. . "Lo kenal Nathan nggak?" "Nathan?! Tau sih. saling peduli. tapi nggak kenal akrab. Bunda ikut malu dong. kalau nggak punya cewek. "Huu. mungkin ini ketakutanku saja. "Tapi walaupun gue suka berantem sama Selma.." Selma berusaha mengingat-ingat. Masa anak keren Bunda nggak laku. tanya ini. laper nih. "Selma. Mana mungkin Randy tau tentang semua ini? "Eh. Kita makan sama-sama. dia bisa geer. tapi jangan bilang Selma. Tapi justru itu yang membuat rumah ini ramai.. "Rame ya. Kapan makannya?" sela Bunda. ambilkan piring dan air buat kakakmu dan Lisa. gue tetep bakal jadi yang pertama maju kalo adik gue disakiti. kamu ini kayak detektif aja. lo anak SMA Teitan ya?" tanya Selma. Ah. "Selma. tanya itu." balas Selma seraya melirik lucu kepada Lisa yang tersipu malu. kolokan.jadi nggak usah gangguin Kakak lagi.. "Iya. "Hei." sindir Selma. Bener. Dibela sekali aja ngelunjak. "Sudah." jawab Lisa seraya mengambil lauk yang disodorkan Randy. "Sepertinya gue pernah ketemu lo deh. ya. Dia kan cowok. Lis.." Bunda tersenyum bijak. Terus terang dia senang berada di tengah keluarga kecil ini." tambahnya kepada Selma yang langsung bangkit berdiri. "Selma dan Randy memang selalu bertengkar. beda sekali dengan keluarganya yang hampir tak pernah tahu di mana yang satu dan yang lainnya berada kecuali malam hari. Bun. Seandainya Mama sebijak Bunda. makan bersama.. nggak?!" Bunda mencoba menengahi. Bercanda." komentar Lisa akhirnya. pikir Lisa. Ya Tuhan.. semoga dia tidak mengenaliku. Apakah ini merupakan peringatan tak langsung dari Randy untuknya? Ataukah Randy sebenarnya mengetahui semua kebohongannya? Lisa jadi tertunduk karnanya. Itu pun saat semua pulang untuk tidur." kata Randy manja.. Kalian jangan mulai lagi. Selma kan cuma pengen kenal lebih ama calon kakak ipar.

Selma nggak sengaja. Cerewet banget sih lo!" bentak Randy sambil mengelus pelan punggung Lisa. @@@ Lisa sedang gelisah di kamarnya." "Apa itu?" Gadis ayu itu kembali tersenyum. Jangan bawa-bawa Lisa. "Selma. . Makannya diselesaikan dulu. kenal nggak?" Lisa langsung tersedak sampai terbatuk-batuk.. "Heh. jail." ungkap Lisa tulus. Lisa tersenyum. lagi. Jangan marahin Selma kayak begitu ah.. "Sori. Selma ikut tersenyum. Apa gue harus telepon Tasya dan mengkhianati gadis polos itu? "Lis. baru kalian boleh ngobrol sepuasnya. Ya kan. Lis?" tambahnya diikuti anggukan kepala Lisa. Siapa tau aja Lisa tau. "Dia nggak sejelek itu. Sehabis makan mereka berbicara panjang-lebar tentang ini-itu. Selma kan cuma penasaran aja sama yang namanya Natasya. kok lo bisa suka sih sama Kak Randy? Udah orangnya nyebelin. dan tak satu pun pembicaraan yang menyinggung nama Natasya." jawabnya mantap. Gadis seperti inikah yang bakal disakitinya? "Nggak papa kok. Habis Nathan nggak cerita apa-apa sih!" Tampang Selma yang penuh penyesalan membuat Lisa merasa bersalah. Suka sok nggak peduli. "Ya udah. suka seenaknya. Natasya." usul Bunda. "Kak Randy memang begitu. Tapi toh dia menuruti kata kakaknya juga. "Kalo Natasya. "Kasih sayang. Ran. tapi inget ya. lo nggak usah tanya macem-macem soal siapa tadi. Ngerti?" Peringatan Randy membuat Selma manyun. "Lo sendiri? Gimana hubungan lo sama Nathan?" Sampai juga Lisa ke pokok masalah... Gadis itu baru menenggak minumannya saat Selma bertanya. ngapain sih lo tanya-tanya yang nggak perlu? Makan ya makan aja. Dan dia juga ngenalin gue ke keluarganya yang mengajarkan satu hal ke gue. Sejak tadi dia terus memain-mainkan HP di tangannya." jawabnya. Itu urusan lo sama Nathan. padahal sebenernya nggak tegaan." tambah Selma."Lagian Lisa-nya nggak keberatan kok. lagi." Terngiang di telinga Lisa percakapan dengan Selma sore itu. "Dia ngasih begitu banyak perhatian ke gue.

. Sekali lagi Lisa menelan ludah. Nathan adalah 'anugerah terindah yang pernah kumiliki'. Lo tau. Lis. "Halo." Wajah Selma tampak berseri-seri. Lis. Seperti kata Sheila on 7. Sya. Tenang. "Dia bisa jadi pacar. jadi nggak ada salahnya kasih tau tentang hubungan mereka.. temen.. gue baru mau ngabarin lo." kata Lisa gugup. mereka. anu. Lisa menelan ludah. "Apa aja yang dikatakannya?" tanya Natasya geram.. Tuan Putri. "Gue. "Gue tunggu lo ngomong. "Lo liat dengan mata kepala lo sendiri?" Tatapannya tertuju kepada Lisa yang buru-buru menundukkan wajah. Nggak ada salahnya kasih tau kalo mereka pacaran.. "Kenapa? Kaget ya? Nggak nyangka gue bakal nagih janji ke sini? Gue bukan orang bodoh.. kan? Itu sudah menjadi rahasia umum. bela hati kecilnya.. Toh lama-lama Tasya pasti akan tau juga. Itu pun tak berhasil mengusir keterkejutan Lisa. "Dia itu selalu banyak kejutan. gue nggak ketemu Nathan.. hmmm.. Tapi gue udah janji akan percaya hanya padanya. Dia bahkan memilih duduk di pinggir tempat tidur tempat Lisa duduk di tengahnya. gadis diktator itu sudah muncul di pintu kamarnya. Sya..." jawab Lisa di bawah tekanan."Nathan.. "Oh. Bicaralah. "Banyak yang belum gue tau soal Nathan." Ya Tuhan. pacaran." sapanya seramah mungkin. ." Selma memandang jauh ke taman bunga Bunda. bahkan ayah.. ampuni dosaku. "Mm. mana mungkin aku menghancurkan impian yang begitu indah itu? Apa yang harus kulakukan. "Gue. nggak bakal terjadi apa-apa..." Natasya membenarkan jepit rambutnya yang sedikit miring. "Hoo.." Tak sedetik pun senyum lenyap dari wajah gadis mungil itu setiap kali ia menyebut nama Nathan. desak hatinya. Dia selalu misterius. tapi Selma yang cerita. kakak.... Tuhan? Ketika Lisa masih ragu untuk memencet nomor telepon Natasya. dia udah bikin gue jatuh cinta. ya? Lo dapet apa?" tanya Natasya to the point.." tambahnya." Natasya meremas tas tangannya hingga kusut saking marahnya. Ya Tuhan. Lis." Natasya tak menghiraukan wajah kalut Lisa. Tuan Putri. jadi bener mereka pacaran.

Gue pulang.. "Syukurlah." tambahnya berseri-seri. Memaki dan mencaci dirinya seperti biasa."Nggak ada yang penting..." Lisa berharap ceritanya ini tidak menimbulkan dampak yang berbahaya bagi Selma. betapa besar dampak ceritanya itu terhadap kebahagiaan teman mungil barunya. Lewat juga hari ini. "Baiklah. Kalo nggak.. gue mau susun rencana yang istimewa buat tikus kurang ajar itu. sama sekali tak mengetahui. mana mungkin gue bisa deket lo?" Lisa terus saja tersenyum bahagia. "Harusnya gue bersyukur Tasya ngasih tugas ini buat gue. Gue yakin cerita tadi takkan merugikan siapa pun. Lisa langsung merebahkan tubuh di kasur. maupun dirinya. Dan kesan bahwa Nathan itu misterius. Sya. lo tetep di posisi lo. banget sama lo... Nathan." gumamnya seorang diri. Tadinya Lisa berpikir kemarahan Natasya bakal meluap-luap. Setelah kepergian Natasya. Itu aja. lega rasanya. . gue cintaaa. Hanya ikrar cinta mereka. "Randy." Hhh. Siapa sangka dia malah berdiri dan berpamitan pulang.

gue bener-bener pernah liat dia sebelumnya. "Eh. . anak SMA Teitan kan emang tinggi dan cantik-cantik. "Lisa ya Lisa. kayaknya gue bener-bener pernah ketemu deh. Di mana ya?" Iren mencoba mengingat-ingat.." goda Bagas dengan mulut penuh kacang telur. "Sel.. Jerawatan baru tau rasa lo!" potong Bagas. mendongak ke arah Iren yang baru datang dari toilet." sergah Iren." tambahnya panjang-lebar." jawab Selma sambil lalu. siapa Lisa?" Iren mengulang pertanyaannya dengan sedikit keki. lo abisin deh!" balas Selma seraya mengulurkan stoples kacang telur itu kepada Bagas. Tapi. bagi kacangnya dong. Nih. cewek yang pake seragam kayak Nathan. Lisa maksud lo?" jawab Selma cuek. "Itu. pake nakut-nakutin gue segala. Selma yang sedang asyik dengan cemilannya. Permen lolipop yang sekarang sudah bertengger di mulutnya. "Lisa? Sepertinya gue pernah liat dia deh. "Selma." Selma akhirnya menemukan yang dicarinya.. Hari itu mereka ngumpul di rumah Selma untuk menagih janji Nathan bantuin ngerjain PR Inggris mereka. Dia sedang asyik mencari-cari sesuatu di dalam tas sekolahnya." Bagas ikut nimbrung lagi. "Di dapur kali. sama Bunda. Pacarnya Kak Randy." Iren masih belum yakin dengan pendapat Selma." "Oh.. siapa cewek cantik yang bantuin Bunda ngaduk kue?" tanya Iren saat masuk ke kamar Selma. bilang aja mau. "Lisa? Siapa Lisa?" tanya Iren yang belum puas dengan jawaban temannya. Ren. "Siapa?" ia balik tanya...Bab 8 "SEL. "Bukan. gue tau. "Perasaan lo aja kali. Jadi kesannya wajah mereka hampir sama.. "Alaaah.. Tapi setelah gue pikirpikir. "Mungkin juga sih. "Soalnya gue juga pernah ngerasa begitu waktu pertama ketemu Lisa.

"Wueeek. "Mmm." Iren manggut-manggut." "Jangan remehkan hal-hal yang remeh." tambahnya seraya mengerling nakal pada Selma.. Itu pun sekadar say hello. Cuma Lisa ini... Sekarang mending lo konsentrasi ngerjain PR. "Syaratnya. tapi gue sarankan lo simpen dulu kecurigaan lo itu sampai terjadi masalah penting. tak terkecuali Iren yang sesaat jadi lupa dengan rasa penasarannya." Mereka pura-pura muntah melihat adegan sok romantis itu. mana PR-nya? Kita selesaikan buru-buru yuk. "Tapi itu kan denger. lo kan anak SMA Teitan. Padahal gue udah bilang Lisa itu pacar Kak Randy.. filmnya yang milih Selma. masih penasaran aja ama Lisa." Selma yang pertama menyambut pertanyaan Nathan... batinnya putus asa. Ngomong aja baru tadi di sini. Semua bersorak senang. Soalnya gue mau ngajak kalian nonton. "Eh. "Bener ya. Lis. kawan. Bagas dan Iren saling pandang." tambahnya makin mirip detektif swasta yang sedang mencari kunci jawaban. Bisa dicakar gue kalo ganggu pacar kesayangannya." Iren sok menasihati. Lis. "Terserah deh.. tapi gue nggak begitu kenal. Lisa itu gimana?" Iren tiba-tiba bersemangat. iya-iya. "Udah deh. bukan liat!" bantahnya lagi. Bagaimanapun Iren nggak puas dengan semua jawaban yang didengarnya. Gas.. lalu serentak berkata. Than. Di situlah lo denger soal dia. Nanya Kak Randy jelas nggak mungkin. awas kalo lo bohong!" ancam Iren.. "Siapa tau yang remeh itu kunci permasalahan yang penting. "Itu tuh Iren. "Sudah. titik. Than.. Ren." Pernyataan Nathan menyurutkan semangat Iren.. "Gue memang tau Lisa."Masih inget nggak waktu lo nanya-nanyain Kak Randy soal SMA Teitan? Naa. Nathan duduk di sebelah Selma. "Siapa yang Nona Detektif nih? Memangnya ada kasus apa?" Nathan yang tiba-tiba muncul di balik pintu kamar Selma membuat Iren urung bicara. Nona Detektif?" kata Selma." kata Nathan. "Emangnya kalo kami satu sekolah pasti saling kenal?!" jawab Nathan tenang. Ingat?" katanya mengingatkan. Oke. "Emang kapan gue pernah bohongin lo?" tantang Nathan tenang. .. Tapi dia juga tak tahu ke mana harus mencari jawaban. Menurut lo.

@@@ Lisa baru selesai mandi saat ia menemukan Natasya tengah asyik meneruskan permainannya di komputer yang tadi memang sengaja tidak dimatikannya. Gadis itu bagai momok yang menghantui Lisa sampai ke mimpi buruknya. Sya?" tanya Lisa tak mengerti..." Natasya mengulurkan dua amplop biru muda. Mereka sama sekali tak menyadari. Biasanya kalau sedang ramah begini. "Bukan apa-apa." jawab Natasya santai. Apa ini. sementara Selma tertunduk malu." potong Natasya cepat. Satu buat lo.. Dan ini bukan pertanda baik untuk Lisa.. "Itu bukan urusan lo. "Nih. Sya. satu lagi buat Selma. "Hai. "Lama nggak ketemu. Lis. Sampai lupa sama sahabat lama. Ia sebenarnya agak kecewa mendapati sahabat yang lebih mirip diktator itu." Nathan meraih buku PR yang disodorkan Bagas." tambahnya." balas Natasya ramah. cuma undangan ulang tahun.." "Hanya nurutin perintah gue. "Tasya. ayo kerjain.. betapa pentingnya ingatan Iren yang dianggap remeh itu. Lis."Apa? Sirik ya?" ujar Nathan. Natasya pasti ada maunya.." sapanya. Keburu malem." "Bukan begitu. Setelah semua kebahagiaan yang dirasakannya bersama Randy dan keluarganya. Mereka pun mulai serius dengan PR Inggris yang bikin kepala ketiganya puyeng." . kelihatannya lo menikmati banget tugas lo. Gimana lo. Lisa tidak bisa berkutik lagi.." "Tapi. gue.. "Kenapa harus Selma?" tanya Lisa lagi nggak ngerti. "Ya udah. dia semakin merasa takut kepada Natasya. Selma pasti dateng bareng Nathan. Sya. Tugas lo cuma ngasih undangan itu buat Selma. Tapi tentu tidak buat Nathan. "Gue tau kok alasan lo tanpa lo harus kasih tau..

Sya. "O ya. Yah. kalo lo mau ngebuktiin omongan gue.. bercanda dan tertawa dengan gadis pujaannya? "Lisa. "Terserah ya. dan Nathan masih di sana." ucap Lisa jujur. Tapi. Diambilnya undangan yang dijatuhkan Lisa. gue yakin Nathan pasti bilang semua ini bohong...... "Asal lo tau aja.. masih bareng Selma. kenapa dia memperingatkan Lisa saat mereka pertama kali ketemu di rumah Selma. "Itu karna." Bagai disambar petir Lisa mendengarnya. Nathan udah janji bahwa dia hanya cinta gue. "Bu. melainkan juga pertunangan gue sama Nathan. Ini nggak mungkin.. Ajak sekalian si tikus got itu.. Sya. Dan dia juga menegaskan ke gue. tadi Nathan. pastilah dia mau menyembunyikan kenyataan ini dari gadis kampungan itu!" kata Natasya sambil bangkit dari tempat duduknya.. Kalau benar selama ini Nathan hanya bersandiwara. "Bukannya apa-apa.. Soalnya. kenapa lo mau sama Nathan. bukan begitu. Dipandangnya Lisa dengan mata menyipit dan dahi berkerut heran. katanya. Tumben. pinter juga anak ini memutar omongan. Karna ini bukan hanya pesta ulang tahun gue. .. kalo tikus got itu cuma mainan yang kalo rusak bisa dibuang kapan saja.. "Kalo lo tau Nathan maling. lo mau percaya gue apa nggak. Nathan sendiri yang merancang acara ini. gue cuma kasihan aja ama cewek kampung itu kalo terus-terusan dibohongin Nathan."Dia akan dateng bareng lo." Natasya merangkul Lisa dan mengajaknya duduk di sampingnya. Sya?" tanyanya tanpa pikir panjang. lo kenapa sih? Sampai kaget gitu. Entah ia mendapatkan keberanian dari mana hingga nekat melontarkan pertanyaan itu.." "Lisa sayang. Yang jelas. Natasya melepas rangkulannya sesaat. Mana ada sih.. pikirnya.. Kemudian ditariknya napas pendek dan cepat diembuskannya lagi. dan diserahkannya kembali kepada gadis ayu yang masih terpaku tak percaya itu. Bukankah dia baru saja pulang dari rumah Selma. Undangan di tangannya sampai jatuh." "Nggak mungkin.. dia perlu waktu." Lisa masih saja terdiam. lo dateng aja di pesta gue besok lusa.. kalopun dia tanya langsung ama Nathan. Dan gue bisa ngertiin dia kok. Dan dia akan segera lepaskan tikus got itu setelah acara pertunangan kami.. Nggak percaya gue mau tunangan ama Nathan? Kenapa nggak lo tanya Nathan aja?" Tantang Natasya membuyarkan lamunan Lisa.. maling teriak maling?" Lisa memandang Natasya sayu... pikirnya nggak percaya." katanya sok memberikan saran.

sudah malam nih. Jadi... lo emang temen paling baik. Tapi kalo nggak dikasih tau. "Makasih ya. "Tapi inget. "Aaah." putusnya kemudian. Tunggu. coba inget-inget. lo mesti kasih undangan itu ke Selma. Sebelum masalah ini jelas. kok lo malah keliatan bingung gitu?" Natasya mengusik lamunan Lisa. Dan jawaban itu muncul pagi harinya. jangan-jangan itu bukannya berarti dia takut kehilangan Selma.. Kalo perlu. salah satu anak Natasya melarikan diri dari induk semangnya. Lis." Lisa merebahkan tubuhnya. Mulai besok. Sebaiknya ini bukan permainan. Gue pulang dulu deh."Ternyata benar desas-desus yang beredar.. "Gue harus selidiki dulu semuanya. gue jadi nggak tega ngebayangin kesedihan adik ipar lo itu. Nathan bilang dia akan menjaga rahasianya dan Selma. "Ya Tuhan. Nggak lucu dong.." Diambilnya tas tangannya." Pernyataan Nathan saat itu kembali terngiang di telinga Lisa. gue lebih nggak tega lagi. Deal?" tambahnya seraya berdiri sambil melihat jam tangannya. tunangan gue masih sembunyi-sembunyi pacaran sama anak kampung. jadi lo bisa tau. Nathan bakal sering absen ke rumah Selma. "Gini aja. Tadinya dia bermaksud meninggalkan mesin . jangan harap undangan bisa sampai ke tangan adik mungil gue. gue akan tanya Nathan." Natasya terus saja bicara sampai hilang di balik pintu. Gimana?" saran Natasya.. tapi lebih karna dia tak ingin hubungannya dan Selma tidak diketahui Natasya.. Lo kan ada di rumah tikus itu.. karna gue akan melakukan apa pun untuk menjaga rahasia gue dan Selma. @@@ Lisa sedang memasukkan koin untuk mendapatkan softdrink yang diinginkannya saat didengarnya tawa nyaring Natasya dan gengnya.. Gue pengen dia tau dengan mata kepalanya sendiri tentang pertunangan kami.. Soalnya gue juga mesti yakin kalo Nathan bener-bener udah membuang mainannya. Kenapa? Karna dia sedang mempersiapkan pertunangan kami. kami sama-sama tau. "Apa yang harus gue lakukan?" Ditepukkannya tangannya ke keningnya sendiri. "Wah. apa sebenarnya yang terjadi? "Lisa sayang. Nathan datang atau nggak." tambahnya sebelum pergi dari hadapan Lisa... kalo lo nggak percaya juga. Ya Tuhan.

.. Lisa tertawa kecil." Ya Tuhan. pasti bakal meriah tuh pestanya. jangan lupa dengan janji lo." Selma menaruh sepatunya di rak sepatu.. "Memangnya dia mau tanya apa sih?" . Terlihat jelas olehnya Nathan duduk di salah satu meja bundar berpayung di kantin sekolah bersama gerombolan Natasya. "Wah. "Rupanya lo serius dengan pertunangan itu ya.. Sekarang tinggal memikirkan bagaimana menyampaikan hal ini pada Selma. Lis. Terserah deh. jadi bener kata Natasya. salah satu teman Natasya yang dulu juga teman Lisa. biasa.. Udah ditanyain belum?" Selma fasih banget menirukan gaya bicara Iren. Sel. Udah gitu belum juga mencapai kata mufakat.. "Iya nih." jawab Selma sambil melepas sepatunya." "Gitu deh. "Jelas dong. dia malah sengaja berlama-lama di mesin softdrink. Gue jadi risi setiap ketemu dia. "Oh ya. si Iren maksa gue terus nih buat nanya elo.. Ia menengok sekilas. Dan siapa pun yang menghalangi nggak bakal gue ampuni. Lisa mengurungkan niatnya melarikan diri.softdrink itu tanpa menunggu minuman yang dipesannya ketika suara lain yang juga sangat dikenalnya ikut terdengar... "Iya. lo mau minta apa aja dan dianter ke mana aja. Gue janji bantuin lo." komentar Renata. Sudah cukup yang didengarnya tadi. Asal. "Wah.. teman Natasya yang lain ikut berkomentar. Sebaliknya. Nathan serius mau tunangan. capek dong. pasti pertanyaannya sama. kok baru pulang?" sapa Lisa sore itu di rumah Selma... Dia ingin mendengar sendiri dari mulut Nathan. @@@ "Hai. iya. Karna sebenarnya dia belum percaya dengan apa yang dikatakan Natasya. Lisa segera mengambil minumannya. gue turutin." "Nathan?" gumam Lisa lirih... Than?" Kaluna. rapat OSIS suka menyita banyak waktu. meskipun minuman yang dipesannya sudah keluar dari tadi.

jangan marah." sambungnya menyembunyikan kegelisahan.. Tapi dia lupa pernah ketemu lo di mana. Sel?" tanya Lisa waswas. Iren. dan gue. Kita pernah ketemu sebelum ini. lo jangan potong pembicaraan gue. "Gini. "Nah. dia sanggup nunggu sampai kapan pun. Bagas... "Lis. ini. Dia tahu suatu saat nanti dia harus mengungkapkan semuanya. Selma terdiam.. Sebaliknya dengan Natasya. Iren itu ngerasa dia udah pernah liat lo sebelumnya... Ntar kalo Kak Randy denger. gue harap. Kalau Selma mau cerita." katanya setelah menjatuhkan dirinya di kasur. Apa lo bisa. "Tapi ada yang mau gue sampein ke lo juga nih." "Nggak juga sih. di sini kan aman. dia bisa nguntit gue terus." "Apaan sih. kapan sih gue pernah marah sama lo? Ke kamar gue aja ya. ini juga yang ingin gue sampein ke lo.. "Apa kita memang pernah bertemu sebelumnya. gue disuruh tanya ke lo. "Sel. "Kayaknya penting banget nih. Lo. ini masalah terbesar buat gue. "Iya. Lisa mengangguk. Dia masih saja memandang tak percaya pada Lisa. apa lo pernah ketemu Iren sebelum ini?" Lisa benar-benar terpaku mendengar pertanyaan Selma itu. sampai gue selesai cerita." katanya mencoba tetap tenang. "Maksud lo?" Selma mengerutkan kening.." ungkap Lisa.. Nah.." Selma mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya bersamaan."Tapi janji ya. Jadi. Lisa duduk di pinggiran tempat tidur Selma. "Sebenarnya. "Cuma kalo nggak gue tanyain." Selma melipat kedua kakinya di atas tempat tidur. jadi ikut penasaran!" Lisa masih sabar menanti. bisa-bisa kena marah gue. "Kita memang pernah ketemu. sampe harus menyingkir dari Randy. denger. Trus dia juga bebas mengatakan apa pun kepada Selma.. "Soalnya gue juga ngerasa pernah liat lo sebelumnya.. Dan lo juga janji nggak boleh marah." Sikap diam Lisa mengusik rasa penasaran Selma. Sel." Selma segera bangkit dan berjalan pelan ke kamarnya diikuti Lisa. Sebenarnya Iren cuma lagi kelebihan penasaran aja. . Yang ada hanya ketakutan dan paksaan. Lis?" tanyanya ragu." Gadis cantik berambut panjang yang dibiarkan tergerai sampai ke bahu itu menarik napas panjang dan membuangnya perlahan. Berteman dengan Selma beda banget dengan berteman dengan Natasya.

lalu berjalan menuju jendela kamar Selma." ucapnya tanpa ekspresi. Sel." Lisa menunduk. gue lebih tersiksa menjadi teman Natasya selama ini daripada lo yang mungkin sempat menangis semalam karna perkataan Natasya... Gue nggak bisa mengkhianati cinta Randy yang begitu tulus. gue ada di sini karna diperintah Natasya. "Gue. Dan maksa gue bilang semuanya." Lisa kembali berkata. Dia mau memanfaatkan Randy yang jatuh hati ke gue. Jujur cuma itu yang gue sampein ke dia. canda... emosinya siap meledak. Tapi Natasya bukan orang bodoh." ujarnya sambil memandang lurus ke taman bunga Bunda yang terlihat indah. Tempat berbagi cerita. Gue juga nggak bisa ngerusak kebahagiaan gadis sebaik lo. Sel. Gadis mungil itu membelalak tak percaya. Tapi paling nggak. Selma memandang mata Lisa lurus-lurus. segalanya. Terputar kembali dalam ingatannya kejadian di SMA Teitan yang membuatnya membenci Nathan walau hanya sesaat. Lo tau." lanjutnya seraya menatap Selma. Lisa bangkit dari duduknya. dan Bagas nyari Risna. Gue bahkan nggak rela kehilangan kasih sayang Bunda yang nggak gue dapet dari keluarga gue. "Tadinya gue udah bisa menghindari dia. Entah kapan mata . "Kita memang pernah ketemu di SMA Teitan. Tapi.." Lisa menunduk. Waktu itu lo. Siapa sangka salah satu orang yang membuatnya menangis itu adalah pacar kakaknya yang sekarang berdiri tegak di depannya? "Gue tau lo pasti benci banget sama gue. gue nggak bisa. "salah satu teman Natasya. gue kasih tau Tasya kalo lo jadian ama Nathan. "Natasya ingin tau semua tentang lo dan Nathan." Tatapan Lisa tampak sendu sekali. Orang yang selama ini kelihatan baik dan bisa akrab dengan semuanya. Maaf. "Maafin gue. Bagai disambar petir Selma mendengar pengakuan Lisa. Tapi asal lo tau aja. Iren. Dia belum bisa memercayai semua yang disampaikan Lisa kepadanya.Walaupun ragu. Terlebih Kak Randy. Dia datang ke rumah gue." Lisa kembali menghadap ke arah Selma. "Gue takut pada kediktatorannya. Dia sudah menipu semuanya. "Gue juga maklum kalo lo semakin membenci gue kalo lo tau. Pandangannya menerawang jauh ke luar jendela Selma.. toh Selma mengangguk juga. ternyata musuh dalam selimut.. Selma masih terdiam di tempatnya. kalianlah keluarga gue. Dan gue sangka itu nggak bakal berbahaya buat lo ataupun Nathan. pikir Selma. Benaknya kembali memutar kejadiakejadian menyedihkan bersama Natasya.. Selma masih menghargai janjinya untuk tidak menginterupsi sampai cerita Lisa selesai. Pelan ia menghampiri Selma dan duduk di sampingnya. Sel. Tapi gue takut sama Natasya.

Kalo nggak." Diusapnya air mata Lisa langsung tersapu senyum di bibirnya. Dilepasnya pandangannya dari Selma. "Ada apa lagi. Gadis berkulit putih itu mengangguk pelan. Lis. Lagian nggak ada dampaknya kan lo cerita atau nggak. Hanya ketulusan. Anggap lo nggak pernah cerita apa pun ke gue." balas Selma santai. Sangat buruk. Anehnya. Lis? Natasya?" tebak Selma. Lisa menatap Selma ragu.. terima kasih. "Apa lo cinta sama Kak Randy?" tanya Selma singkat.itu basah oleh air mata.. dan rasa bersalah yang dalam. kemudian segera berlalu dari situ. Lis?" tanya Selma penasaran. "Ada apa dengan Natasya?" Selma mulai ikut khawatir. wajah Lisa kembali tegang. lama-lama juga si Mak Lampir bakal tau soal hubungan gue dan Nathan.. Tanpa mereka sadari. "Dia." katanya pelan. Dia kembali tertunduk dan resah memikirkan apa yang nyaris lupa disampaikannya. Paling nggak gue nggak harus perang sama lo karna Selma.???" tanya Lisa nggak percaya. dia ngasih sesuatu ke gue untuk disampaikan ke lo. Tak ada tanda-tanda kebohongan di sana.." Selma tersenyum ringan. Sel. jadi lo maafin gue. gue bawa berita buruk. Bukankah rencana gue sempurna?" gumamnya pada diri sendiri. Yang jelas gue bersyukur udah dikasih tugas sama Natasya buat deketin Randy. Sel.. gue tau kok gimana rasanya ditekan orang kayak Natasya. Gue aja yang baru sekali ngerasain langsung nangis semalaman. ada yang tersenyum dari balik pintu. Randy yang tak sengaja lewat mendengarkan semua percakapan mereka. gue nggak salah ngenalin keluarga gue ke lo. Nggak bisa bayangin deh gue." kata Lisa seraya merogoh saku baju seragamnya. gue nggak bakal ngerasain kebahagiaan seperti ini." ucapannya dalam uraian air mata. . Lisa mengembangkan senyum paling manisnya. "Sudahlah. Pelan Selma melepas pelukan Lisa.. Lisa mengangguk. "Gue tau. lupakan saja yang pernah terjadi. lupakan aja masa-masa dengan Mak Lampir itu. Gue kira gue akan kehilangan lo dan keluarga ini. Apalagi lo yang saban hari menjalani... "Terima kasih." ungkapnya tulus. Selma mengangguk mantap. Serta-merta diraihnya Selma ke dalam pelukannya. "Sel.. Dia berharap ini penyelesaian terbaik. "Kalo gitu. "Berita buruk? Ada apa lagi. kesedihan.. "Ya udah. "Gue nggak tau harus bilang apa lagi.. "Jadi. Lis.

Ini pasti akal bulus Natasya. "Nggak. ya. Lisa diam aja. dan lo bisa ajak Bagas dan Iren.. walaupun dia berusaha untuk tetap tenang. apa nggak pa-pa kita ke sana? Ah.. "Jangan bilang dia mau tunangan sama. "Tunggu dulu. Tapi. Selma meraih undangan itu dan membukanya dengan jantung berdebar. Sel. "Lo jangan kasih tau Kak Randy ataupun Bagas dan juga Iren." Melihat sikap Lisa sebuah pikiran berkelebat di benak Selma. Jadi kalo sampai ada apa-apa. Sel." Diserahkannya undangan merah jambu yang dititipkan Natasya padanya. "Lis. "Tadinya gue pikir juga begitu." ucap Selma setengah menerawang. gue akan ajak Randy. Lis?" "Karna itu bukan sekadar pesta ulang tahun. Gue kepingin liat dengan mata kepala gue sendiri apa yang sebenarnya terjadi. "Itu karna.." potong Selma..." Lisa tetap diam dan tertunduk..... "Kenapa dia ngundang gue ke pesta ulang tahunnya?" tanyanya heran." Selma berusaha menghibur hatinya. Nathan. Anehnya. "Nggak mungkin Nathan bohongin gue... Tapi juga." Kemarahan berkelebat di mata Selma.." Lisa akhirnya kembali menemukan suaranya. katakan ini nggak ada hubungannya sama Nathan..." . "Nggak mungkin." "Juga?" Selma tak sabar menunggu jawaban Lisa. "Sebaiknya undangan ini kita apakan. "Nggak mungkin." tuntutnya.."Ini.." "Nggak. Lisa memandangnya heran. karna.. Sel? Apa kita abaikan saja?" Lisa bingung bagaimana menghadapi kekalutan Selma yang tercurah dalam diam. "Tapi. "Juga acara pertungangan. "Gue sampai berencana akan membuang undangan itu dan nggak ngasih ke lo." "Pertunangan? Emang apa urusannya ama gue? Dia mau ultah kek.. kan nggak ada hubungannya ama gue!" tukas Selma keki. gue denger sendiri Nathan mengatakannya dengan mulutnya sendiri.. tak setitik pun air mata keluar dari matanya." Lisa kemudian menceritakan kejadian saat dia kebetulan mendengar percakapan Nathan dan Natasya dan gerombolannya." lanjutnya. Lisa mengangguk ragu. membuat Selma semakin yakin dengan dugaannya. tunangan kek." "Karna apa.. Gue minta lo rahasiain ini dari mereka. "Undangan ulang tahun?" ucapnya dengan dahi berkerut.

@@@ Kepercayaan Selma benar-benar diuji. Sel. ini saatnya lo menebus dosa. Dan gue juga setuju dengan pendapat Natasya...." putusnya akhirnya. Setelah surat undangan itu. Sel. Makanya gue cuma bisa minta tolong ke lo. Sel. "Mmm. Dan semoga kebenaran itu adalah kebahagiaan lo. Ada apa sih?" Nathan menjawab dengan nada lelah. Hingga suatu ketika Selma nekat menanyai Nathan. sekali ini aja gue minta tolong ke lo. Bagas." Selma tampak sungguh-sungguh dengan ucapannya.. Lisa menelan ludah. Bantuin gue menghadapi ini." "Please. Nathan juga banyak berubah.. "Bener ya." Selma kembali memohon. Jadi percuma gue tanya ke Nathan." Lisa cuma mengangguk mendengar permintaan Selma. maling nggak akan teriak maling. bukankah ini mimpi buruk? "Lis. .." Selma berusaha meyakinkan Lisa. gue emang lagi banya urusan nih."Tapi. "O ya? Apa misalnya? Ngapelin cewek lain ya?" goda Selma. ia juga harus menerima kenyataan bahwa belakangan ini Nathan sering sekali absen ke rumahnya. Terutama Randy. jangan bilang masalah ini ke siapa pun. kok kayaknya sibuk banget sih akhirakhir ini? Sampai nggak sempet mampir ke sini. Semoga kebenaranlah yang kita dapat. "Mmm. "Sori ya.." ungkap Selma tulus. batin Lisa sambil memeluk Selma. Bisa aja dia bohongin gue. dan Iren sebelum gue tau kebenarannya. "Terima kasih. Lis.. "Than.. gue cuma nggak ingin Nathan digebukin Kakak. Tapi. baiklah." Wajahnya kelihatan kusut.. Dia selalu kelihatan capek dan malas bertemu Selma. Menghadapi Natasya bersama Selma." "Lis. Ayolah. Lisa. desak pikirannya. Gue mohon.

Nathan memang mau tunangan dengan Natasya. Apalagi Nathan mengatakannya dengan nada tinggi. Benarkah lo sekejam itu. Sel?" tanyanya ragu. .. Than? Lalu apa arti semua yang telah kita jalani selama ini? Kenapa lo tunangan dengan Natasya? Dan kenapa lo masih mempertahankan gue? Apa sebenarnya yang lo inginkan dari gue. Namun semua jawaban rasanya jauh dari yang diharapkan. Meskipun Selma merasa itu tidak perlu. "Lo nggak lagi ngusir gue kan. Dia bahkan nggak peduli sekalipun Lisa mendandaninya dengan dandanan norak seperti saat ia dan Iren ngerjain Nathan.. Nathan yang biasanya kekeuh di samping Selma walau akhirnya cuma lima menit aja. Than? Tadinya kalimat itu ingin langsung dilontarkannya. Setelah Nathan pulang Selma mengurung diri di kamar. "Kalo emang capek. Pikirannya langsung tertuju ke undangan ulang tahun Natasya yang tersimpan aman di Kamarnya. Dia ingin Selma terlihat cantik. seakan menyembunyikan sesuatu. Kadang semua malah membentuk sebuah pikiran. Selma menurut saja. langsung pamit pulang tanpa basa-basi lagi." Anehnya. sehingga tidak jadi bahan ejekan teman-temannya. nggak usah mulai lagi. Bikin Selma semakin yakin dengan prasangkanya. Sebagai gantinya dia berkata.. kosong. @@@ Lisa mendandani Selma dan meminjamkan gaunnya yang terindah. Pikirannya dipenuhi pertanyaan seputar rencana pertunangan Nathan dan Natasya. Apa benar lo bakal tunangan sama Natasya. Cuma lo kan capek. lagi pula gue juga banyak PR."Lo ngomong apa sih? Udah deh. Hingga tibalah hari itu. bukankah pada akhirnya tetap saja hatinya yang bakal terluka? Untung dua hari ini Bunda sibuk dengan pesanan kateringnya. "Nggak." Nathan sampai melongo nggak percaya.. Gue lagi capek banget nih!" sergah Nathan cepat. asyik dengan diamnya. tapi urung saat terngiang perkataan Natasya bahwa maling nggak mungkin teriak maling. Selma terpukul mendengar jawaban itu. Toh.. tapi Lisa memaksanya dengan dalih tak ingin mempermalukan Selma di pesta Natasya. pulang aja. sampai-sampai ia tidak menyadari perubahan sikap putrinya. Beberapa malam belakangan dia sulit memejamkan mata.. Than? Terus dan terus Selma berpikir serta bertanya dalam hati.

. "Apa kita terlambat?" . "Tenang aja." jawab Lisa singkat. Selma tampak ragu untuk turun dari mobil. Tapi tetap nggak diizinin bawa mobil sendiri kalo sekolah. Pokoknya gue ikut!" paksanya. Dasar Iren. ya. Mmm. sebenernya kalian ini mau ke mana sih? Rukun amat. keduanya masih membisu." ucapnya. ya. Tapi gue berhasil meyakinkan dia kalo gue sedang mikir tentang lo yang ternyata teman Natasya.. Ketika mobil memasuki pelataran luas sebuah rumah mewah. lo pinter nyetir ya. Nggak perlu sungkan nyebut namanya. gadis mungil yang tampak sangat cantik dalam balutan gaun putih itu mengangguk dan turun dari mobil. Lagian gue cuma punya dua undangan. Ingat... "Hati-hati ya. "Nggak papa kok. gue sekolah setir waktu masuk SMA. "Tapi Papa akhirnya ngizinin gue bawa mobil sejak gue naik taksi tiap hari sejak." Randy akhirnya mengalah dan membiarkan dua cewek yang disayanginya itu meluncur pergi dari hadapannya. Makanya kalian jangan malam-malam kalo nggak pengen dimarahin Bunda!" seru Randy sebelum mobil Lisa lenyap di belokan jalan. Lisa juga telah menyiapkan mobil untuk pergi ke pesta Natasya." potong Selma menenangkan... Selma tampak tegang. Randy tadinya memaksa ikut. gue bawa-bawa nama lo untuk ngibulin Iren." Selma tersenyum mengingat sikap lucu Iren menanggapi ceritanya. Selma.. Demi misi. gue pasti ajak lo alih-alih Selma deh." tambahnya. Lumayan untuk mengusir ketegangan. gue nggak akan ninggalin lo. Untung dia percaya." ia berusaha mencairkan suasana. "Ayolah. "Maaf." Lisa tersenyum. Dan malah ngasih solusi berlebihan. Selma mengedarkan pandangan. "Oh ya.. "Nggak. "Oke. Banyak sekali mobil yang diparkir di pelataran rumah itu. Bunda cuma nganter pesanan. walau mata Iren yang jeli sempat menangkap kegelisahan gue.. Jadi selama ini gue nebeng Tasya.. Natasya minta gue jauhin dia.Bahkan saat Selma bersiap ke pesta Natasya." "Nggak pa-pa kok. "Ran. "Mm. Bunda sudah berangkat mengantar berbagai masakan ke tempat pemesannya. Gue berusaha bersikap biasa di depan mereka. Bagas dan Iren nggak curiga?" tanyanya kemudian. Nah.. Lisa-lah yang kemudian berinisiatif membukakan pintu untuknya." tambahnya. kalo lo cewek. jadi beliau langsung pulang.. "Lis. ini pesta cewek-cewek. maksud gue.

Barangkali dia salah baca. Dia tak berani bertanya apakah mau terus masuk atau sebaiknya diurungkan saja dan pulang. Beruntung bagi Selma. Tapi tepat saja nama Nathan yang terbaca. Dia tampak cantik dalam gaun merah muda. Jelas sekali nama NATHAN & NATASYA tertulis di situ. dia akan ingat baik-baik wajah pecundang itu. Mereka memang bertunangan. mereka pun bergegas menghampiri karangan bunga itu." kata salah satu di antaranya. Ah. lo bakal bersyukur nggak berangkat terlalu awal. tiga gadis modis tertawa tertahan di samping tembok tempat karangan bunga diletakkan. diikuti tawa kecil yang lain. Lisa merengkuh bahu Selma agar gadis itu tidak jatuh. Tanpa sepengetahuan mereka. "Ayo. "Kayaknya bakal seru nih. Ternyata benar. Rupanya sebelum acara dimulai. Jadi benar. sebagai peringatan bagi dirinya untuk tidak mendekati wajah itu lagi sampai kapan pun. yang kemudian dijawab dengan anggukan kedua temannya. Hati Selma hancur berkeping-keping. Tapi ia ingin melihat Nathan yang telah mengkhianatinya. Lisa menggerakkan kepala dan menatap Selma dengan saksama. Selma melihat Natasya yang tengah tertawa dengan beberapa temannya. ini minumnya. Sebenarnya. Sebagai gantinya. Dia juga memohon semoga ini hanya mimpi buruk yang langsung lenyap bila dia terbangun. bagi Selma." Lisa mengulurkan jus jeruk kepada Selma. Berkali-kali diejanya tulisan di papan ucapan itu. Selma tiba-tiba terpaku di samping pintu rumah Natasya. Dia ingin menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri wajah pengkhianat yang membuat hatinya teramat terluka. Namun tangannya sampai perih karna berulang-ulang dicubitnya. Lisa benar. Ruang tengah telah dipenuhi tamu-tamu yang berdandan borjuis."Nggak." kata Lisa. Kalo sudah sampai di dalam. Ia bisa bebas menebar pandang mencari sosok yang sangat dikenalinya. Natasya tidak melihatnya. "Hei. Selma bersyukur tidak datang lebih awal. Matanya nanar memandang papan ucapan SELAMAT BERTUNANGAN yang penuh dihiasi bunga segar. semua yang hadir sibuk ngerumpi dan pamer busana. Dan setelah ini." terdengar yang lain berkata. Perlahan mereka mengangkat dan memasukkannya ke gudang rumah Natasya. Begitu Selma dan Lisa sudah masuk ke ruang pesta. . lalu mengangguk. papan ucapan tadi saja sudah cukup menjelaskan semua pertanyaan dalam hatinya. kita singkirkan karangan bunga ini sebelum ketahuan Nathan. Selma tersenyum samar. rupanya dia tidak bermimpi.

"Sekaligus. Lisa juga menawarkan beberapa makanan kecil. Selma menahan napas sesaat. Pakaiannya rapi dan seperti telah dipersiapkan dengan sangat baik. Tenang surprise itu akan diumumkan sendiri oleh yang berulang tahun. Matanya kembali mencari sosok yang sebenarnya tak ingin ditemuinya di tempat itu... Selma lebih bisa menerimanya... Perlahan-lahan hadirin berkumpul di depan kue tar yang menjulang tinggi dan indah. Jelas sekali kebahagiaan terpancar di wajahnya." tambah pembawa acara.!!!" sorakan tidak puas datang dari para tamu yang hadir. surprise." pembawa acara itu menengok sebentar ke Natasya yang mengedipkan sebelah matanya. tapi Selma menolaknya dengan halus... "Tenang.. besok lo ada acara nggak?" pancing Selma." jawab Selma seraya tersenyum.. Than? Mereka pasti hadir kan di hari pertunangan putra tercinta mereka? Bagaimana pendapat mereka kalau tau anak yang mereka besarkan adalah pecundang dan pengkhianat? "Attention please.. terima kasih. Natasya berdiri di belakang kue dengan senyumnya yang terlalu mengembang.. Than? Boleh nggak gue ikut?" "Aduh sori. kelebatan tuksedo hitam itu membuarykan harapannya. daripada ia dikhianati di belakang dan dijadikan cewek simpanan.. tenang. acara apa sih. Memangnya kenapa?" Nathan tampak canggung dengan jawabannya.. Sementara Nathan berdiri di samping Natasya dengan sikapnya yang cuek.. kan?" Selma memandang tajam ke arah Nathan yang tak melihatnya di antara kerumunan banyak orang.. "Besok." Suara pembawa acara membuat semuanya tenang. Gue perginya sama Bokap. Sel... Selma dan Lisa berdiri di barisan paling belakang sehingga tak terlihat dari depan. Selma jadi jijik mengingat betapa hina dirinya nanti. Terngiang di telinganya percakapan terakhirnya dengan Nathan Jumat lalu.. Tapi. Dan kalaupun kejujuran Nathan menghancurkan hatinya. lo maklum. Ini kesempatan terakhir Nathan untuk berkata jujur padanya."Eh ya. Pemuda itu tampak lain dari tamu yang datang. pikirnya dengan emosi terpendam. teman-teman. Dia tidak datang.. "Than. . "Oh. Dia pasti tidak datang. "Nah. Mana bokap lo.!!!" "Huu. Makanya gue sebenernya mau izin nggak ngapel dulu besok. Gue mewakili Natasya mengucapkan terima kasih atas kedatangan kalian semua di acara ultah sekaligus. ada sih. Jadi ya..

. Ketika itulah keadaan dikuasai sepenuhnya oleh Natasya.." gumam Nathan tak percaya. "Selma." Natasya menghampiri Nathan yang kebetulan sedang menerima telepon di HP-nya dan menggandengnya maju. "Tidaaakkk. Dan gue akan segera pergi dari tempat ini. Dengan sangat angkuh ia menghampiri Selma. terjadilah.. sekarang kita nyanyikan lagu. Lebih sakit lagi karna Nathan menyambutnya sambil menempelkan kedua pipinya bergantian ke pipi Natasya. Ia menutup pembicaraannya di telepon. Wajah Selma yang sedih dan penuh amarah tergambar jelas di mata Nathan. Kemudian prosesi selanjutnya adalah pengumuman surprise Natasya. berkumandanglah lagu Selamat Ulang Tahun dan Happy Birthday di seluruh ruangan. Nathan tampak bingung saat ditarik ke depan. Cowok itu berdiri terpaku. semua kembali bersorak. Gemuruh suara tepuk tangan memenuhi ruangan. Nathan tampak tidak mengerti. disusul pemotongan kue. gue mau mengumumkan acara pertunangan gue dengan." kata Natasya di depan mikrofon. "Tasya.!!!" Semua menengok ke asal suara. Nathan hanya berdiri mematung. Kalau memang harus terjadi. Lagi-lagi hati Selma harus menjerit sakit saat Natasya menyerahkan kue spesialnya kepada Nathan. "Gue baru aja mengumumkan pertunangan kita. Selma yang sudah mengetahui isi pengumuman itu. mencengkeram erat tangannya sendiri. "Halo. Ingin rasanya Selma berteriak saat itu juga. menahan emosi." Lalu.... Untung Lisa memegangi pundaknya."Nah. Dia ngeri melihat kesedihan itu. Napasnya tersengal tak beraturan. Setuju?!" "Setuju. "Dengan Nathan... Sudah berapa banyak makanan gue yang lo telan heh?" Selma masih terdiam.." tambah Natasya begitu sampai di depan panggung bersama Nathan di sampingnya. ada apa sih?" bisiknya. bersamaan dengan ultah gue. Namun suara sorakan itu dipecahkan oleh teriakan pilu yang membahana. pikirnya. tikus. sampai-sampai dia tak sanggup berbuat dan berucap sepatah kata pun. Selma menatap tajam ke arah Nathan. air matanya bercucuran membasahi pipi. sementara Natasya meniup lilin dan memotong kuenya.. Dengan mata kepala sendiri ia melihat Selma yang selalu dijaganya selama ini berlinang air mata.. Pita suaranya seolah putus saat itu juga. Dicarinya sosok Nathan yang tampak asyik bercanda dengan salah satu temannya.. "Teman-teman. . Mendengar itu.

Shit! Nathan!" Natasya berusaha mengejarnya. dan menghilang seiring deru mobil kesayangannya.. "Nathan. Ha ha ha.." Natasya mendekatkan wajahnya ke wajah Selma."Gue rasa lo mesti tau satu hal. Mereka berbisik-bisik dan sebagian memandang remeh ke arah Selma... Ha. Sesaat kemudian cowok itu meninggalkan pesta tanpa sepatah kata pun. Kontan. Dia tak percaya Nathan menamparnya di depan banyak orang. gue udah bayar. Dan tenang aja..." Natasya memegangi pipinya yang memerah. "Jangan pernah kembali lagi. Semua makanan yang ada di sini gue pesen dari ibu lo yang miskin itu. Dia hanya menatap Natasya tajam dengan pandangan sangat marah. Nathan terus saja melangkah meninggalkan pesta. Namun sia-sia. ha. tikus kotor! Sekarang Nathan tunangan gue!" Plok! Sebuah tamparan mendarat tepat di pipi kanan Natasya.. Nathan masih terpaku dan dikuasai oleh perasaan bersalahnya yang teramat sangat.. ha. "Nathan! Nathan! Come back here!" teriak Natasya geram... . "Nathan. ha. karna gue sangsi ibu lo bisa bikin. Perhatian para tamu kini tertuju kepada Selma. Dia baru menyadari apa yang terjadi saat Natasya berteriak ke arah Selma yang setengah diseret Lisa meninggalkan tempat itu. Tapi tentu kue ultahnya sih nggak. Melihat semua itu Lisa segera memegang pundak Selma dan berusaha menariknya keluar dari situ. Nathan tidak mengatakan apa-apa.

Dari katering Bunda-lah Selma makan dan sekolah." hibur Bunda. boleh Bunda masuk?" Tak ada jawaban. Bunda. dan Mbok Sum memandangnya prihatin. "Sel. Kalau Nathan memang jodohmu. Bunda mengelus lembut rambut putrinya. Hatinya hancur berkeping-keping seakan tak bisa disatukan lagi. juga Mbok Sum. Selma bangga kok sama Bunda. Bunda telah membesarkan kami seorang diri. Selma hanya menjawab dengan tangisnya. Dipeluknya Bunda dan kembali menangis sejadi-jadinya. Sayang. Anehnya. Relakan saja." Bunda ikut-ikutan menangis." Suasana haru menyelimuti keluarga Selma. Gue boleh masuk?" ganti Lisa yang mencoba membujuk. Randy. Selma menangis sejadi-jadinya. "Apa perlu kita dobrak pintunya. dia takkan lari ke mana. "Sudahlah. "Maafkan Bunda. kamu kenapa?" Bunda kembali mengetuk pintu berwarna biru muda itu. kamu jadi dipermalukan oleh mereka. Selma malah berlari ke kamar. Selma nggak pernah merasa malu. Memberinya mimpi yang begitu indah namun kemudian membangunkannya dari tidur dan kembali ke kenyataan yang hampa. bersuara aja nggak. Sel. Hanya karna Bunda buka katering." kata Selma dengan wajah ditekuk. Selma melepas pelukannya.Bab 9 DI depan pintu. Nathan benar-benar kejam. Di kamar. "Sayang. Bunda tertegun mendapati putrinya pulang berlinang air mata. . juga merasakan kebahagiaan yang dirasakan anak-anak lain sepantaran Selma. "Lo nggak pa-pa. Dia berusaha tersenyum di antara kesedihannya yang mendalam. ini Lisa. Air mata yang masih saja mengalir tanpa bisa dikendalikan. Lisa yang masuk belakangan menjadi sasaran pertanyaan Bunda. Randy. Dia memberi Selma begitu banyak perhatian namun akhirnya mengecewakannya. kan?" Tetap nggak ada hasilnya. Tetap tak ada jawaban. Mbok Sum dan Lisa bahkan ikut menitikkan air mata. "Bunda tidak perlu meminta maaf. Selma semakin sedih melihat mereka. Saat beliau hendak bertanya. Jangankan membuka pintu. Bunda?" Yang ini suara Randy. Lalu perlahan diusapnya air mata Bunda. kalimat Randy ini malah menggerakkan Selma untuk membuka pintu. Lisa. "Selma nggak pa-pa kok. Matanya tampak sembap dan membesar karna terus-terusan mengeluarkan air mata. "Sel.

"Bukan salah lo kok. Selma jadi merasa tak sendirian lagi. "Terima kasih. Selma menggeleng pelan. Lis. . Lisa membalas senyuman itu. kok malah jadi Selma sih yang menghibur kalian? Harusnya kan kalian yang menghibur Selma."Udah dong. "Liat saja. Kalo Kak Randy sampai masuk penjara gara-gara Nathan. Dan usul itu langsung disetujui seluruh keluarga. @@@ Malam itu Lisa menginap di rumah Selma. yang mengancam akan mendatangi sekolah Nathan untuk membuat perhitungan dengan cowok itu." Lisa benar-benar merasa sangat bersalah atas apa yang telah dilakukannya. Mereka berhadap-hadapan. Terutama Randy.. Sel. lo jadi seperti ini. gue jadi tau kebusukan Nathan. Tidur yuk. Berhentilah menyalahkan diri sendiri." Lisa kelihatan bersungguh-sungguh dengan perkataannya. Gue malah berterima kasih. Selma lebih nggak rela. Dia sendiri yang menawarkan diri menemani Selma yang sedang kacau itu." Lisa menundukkan kepala. Ia berbaring di sebelah Selma yang masih berlinang air mata. "Sel. Air matanya kembali menetes. "Sel." ancamnya. Akan gue remukin dia. lagi. gue minta maaf." Serta-merta semua memeluk Selma bersamaan." "Cukup. Lisa mengenakan baju tidur Selma. "Kalo aja gue nggak ngasih tau Natasya tentang hubungan lo sama Nathan. "Nggak. "Nggak usah. Lisa menyapu air bening itu dengan jemarinya. Mendengar itu Randy akhirnya meninggalkan kamar Selma tanpa mengatakan apa-apa lagi. apa mungkin ya peristiwa tadi hanya akal-akalan Natasya aja? Nathan." jawab Selma. Udah malam. Lagian gue bangga ama lo yang berani berkata jujur ke gue. Karna gue. walaupun lo ngasih tau Natasya kalo gue pacar Nathan.. Lis. ya.. Kita nggak usah ngebahas itu." Ia terdiam sebentar. ini nggak bakal terjadi. "Cukup. Lo pasti capek juga. walau rasa sakitnya atas pengkhianatan Nathan tak kunjung reda. ini semua salah gue. Kak.. Kalo Nathan nggak berkhianat. Ia tak ingin membicarakan cowok bernama Nathan lagi. kan?" Selma memotong kalimat Lisa. Lis." kata Selma." Selma berusaha tersenyum. karna lo.

" janji Lisa." Selma terus-terusan mengigau. Nathan. Kemudian dipejamkan matanya... Kalau dibiarkan begini terus." Lisa panik mendapati keadaan Selma. tapi tetap saja Selma mengigau. Dilihatnya Nathan berjalan ke arah Natasya tanpa memedulikannya. Gue akan cari jawaban buat lo. panggilkan orang yang disebutnya dalam igauan itu. "Apa nggak pa-pa kalau dia terus mengigau begini. Bunda. dia bisa terserang tifus. jangan pergi... dan sepertinya sedang memikirkan sesuatu yang berat.. Sel. Than.. Jangan." Air mata mengalir dari mata Selma yang terpejam... Tapi saya sarankan. lo mau ke mana?" tanya Selma di antara guyuran hujan.. Than. Bunda terlihat paling cemas.... tapi liat aja. oke?" "Baiklah." Tubuh Selma menggigil..... Than.. Bunda dan Lisa tetap di tempat.. Rupanya dia tidak sadarkan diri. mau ke mana. Than. Than. tunggu. jangan pergi." Selma tersenyum lelah. "Than.. dan Mbok Sum.. kita bobo." "Sssttt.. menjaga Selma yang masih saja mengigau. Suhu badannya tinggi sekali. Selma! Lo demam. "Dia mengigau sebagai reaksi suhu tubuhnya yang tinggi. "Ya Tuhan. "Makasih. Berkali-kali Lisa menggoyangkan tubuhnya.. mencoba tidur. jangan pergi.. "Dia kecapekan. Jangan pergi sama dia. . @@@ "Than. "Than.. "Nathan. sedang Mbok Sum mengambil air untuk mengompres. Lis.." Dokter Faruk yang tinggal tak jauh dari rumah keluarga Selma.."Tapi.. memberitahu analisisnya.. Mereka langsung berbondongbondong ke kamar Selma.. Dok?" Bunda terlihat sangat cemas. Beliau langsung menyuruh Randy menelepon dokter..! Tunggu. Lisa terbangun saat tangan Selma yang menggapai-gapai tak sengaja menyentuh kulitnya.. Karna panik Lisa memanggil Randy. Kalau nanti panasnya turun. dia akan berhenti mengigau. Jangan tinggalin gue.

Di rumahnya semalaman itu Nathan tak bisa tidur." nasihat sang dokter. Menyaksikan semua itu. Gue. Dan ketika akhirnya tertidur..." Nathan terus menemani Selma seperti itu. Pergi!" ucap Selma tegas di antara suaranya yang lemah. tapi Bunda mencegahnya dan menggeleng pelan pada putranya itu. Dia terus memikirkan bagaimana cara meminta maaf kepada Selma. jangan pergi. Nathan menciumi tangan Selma sambil terus membisikan kalimat-kalimat sayangnya.. terpaksa harus dibawa ke rumah sakit. . syukurlah akhirnya lo sadar juga. dan menuruti larangan Bunda. Sel. Sampai dia sendiri ketiduran saking capeknya. Than. elo. Nathan sudah muncul di ambang pintu. Bangun. Ia sama sekali menolak memandang Nathan... "Selma. gue sayang lo. Sel.." usir Selma parau. Bunda. gue udah bohong ke elo. Selma. "Cukup.. Nathan.. Bunda dan Lisa berpandang-pandangan. Dia pun segera berdiri saat Bunda mengangguk. dia malah bermimpi Selma memanggilnya dan terus menangis mencarinya. "Gue ke sini karna lo manggil gue. Sayang. "Pergi." Nathan terus berusaha menjelaskan. Tadinya Randy hendak menerjang Nathan saat itu juga.?" Nathan tidak memedulikan ucapan Lisa. Selma tetap mengigau memanggil nama Nathan. Tapi baru saja Lisa melangkah ke luar kamar. Tapi sekali lagi Selma menampiknya tanpa melirik sedikit pun. Meski begitu matanya tetap terpejam.. Sel. Siapa sangka itu terjadi di dunia sebenarnya." ujarnya seraya menggenggam erat tangan Selma yang panas seperti terbakar. Bunda pun akhirnya mengajak yang lain keluar dan membiarkan Selma berdua saja dengan Nathan. Makanya lo mesti bangun dan dengarkan penjelasan gue. Jelas benar kebencian yang terlihat di mata Selma yang memandang sayu langit-langit kamarnya. dengar dulu penjelasan gue. "Than. "Sel. Betapa hancur hati Nathan mengetahuinya. "Sel. Gimana perasaan lo?" Ia mencoba menggapai tangan Selma dan membawanya ke bibirnya. Namun Selma mengibaskannya lemah." suara Selma semakin lemah. sayang banget.Karna kalau kondisinya tak juga membaik. Dia langsung menerjang masuk dan menghampiri Selma yang tergolek tak berdaya di tempat tidur. Nathan terbangun saat ia merasa tangannya diguncang-guncang dengan kasar. "Biar saya yang menghubungi Nathan. Tapi Sel. maafin gue.. "Sel. ini gue." Nathan duduk di samping tempat tidur Selma. Sampai lidahnya kelu. "Than. Bangun. Dia sampai tak sadar telah menitikkan air mata. Lalu Lisa mengambil inisiatif..." katanya menawarkan bantuan. Randy terdiam.

" ucapnya parau. Disekanya darah segar yang mengalir di sudut mulutnya. @@@ Randy sudah siap memukul Nathan dengan tangan terkepal. "Tidak. Bahkan Nathan bilang akan segera tunangan dengan Selma untuk ganti mengancam Tasya. tapi kemudian perlahan-lahan bangkit berdiri lagi. sementara Nathan tampak berdiri pasrah di depan Randy. "Heh." kata Nathan lirih. Nathan bikin perjanjian dengan Natasya. Apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Bunda bijak. Kak. Selma sudah salah pilih. Nathan bahkan bersedia . Gue memang salah. bahwa dia akan relakan Nathan bersama Selma asalkan Nathan mau menghabiskan tiga hari bersamanya. Lo apain adik gue sampai jadi begitu he?" tantangnya garang. Berapa banyak pukulan pun akan Nathan terima untuk menebus kesalahan Nathan." rintihnya sendu. "Jangan sok deh lo. "Biarkan saja. lo kira gue nggak berani mukul lo?" Satu pukulan mendarat di pipi Nathan." kata Bunda. Tapi kenapa hatinya malah semakin pedih terasa? Dia terus terdiam dalam tangis.Nathan tak punya pilihan lain. Bunda berusaha mencegahnya. "Nathan cuma tau. Dengan berat hati ia pun mengalah dan memilih keluar dari kamar Selma. Bunda. Rasanya Selma ingin menyusul Ayah sekarang juga. ia tak ingin memaksa Selma mencerna sesuatu yang malah akan membuat keadaannya semakin buruk." Wajah Nathan tampak kusut tak keruan. Randy terdiam. Kalau saja air mata bisa melunturkan kesedihannya. Sepeninggal Nathan. "Ayah. Bunda. Selma kembali meneteskan air mata. "Bunda nggak pernah mengajarkan untuk menyelesaikan masalah dengan kekerasan. bukan seperti itu penyelesaiannya. Bunda langsung menarik tangan Randy dan memaksa anaknya itu menghadap kepadanya. Awalnya dia mengancam akan melukai Selma kalo Nathan nggak ninggalin Selma. "Pukul aja. Dia sempat tersungkur. Mengurus ulang tahunnya dan menghadiri pestanya dengan baju yang sudah dipilihkan olehnya. Tibatiba dia berubah baik dan membuat kesepakatan. Tapi Nathan bersikukuh akan jagain Selma. Bunda ingin kamu menjelaskan semua ini. "Nathan juga tidak tau.

" "Terima kasih. Setelah apa yang terjadi antara gue dan dia selama ini. "Nathan bahkan nggak nyangka akan membuat Selma sakit hati sampai seperti itu. Tenangkan pikiran dan coba cari jalan untuk membujuk Selma. Bunda. Tapi jangan pernah panggil aku Bunda. kamu boleh cari gara-gara.pontang-panting nganterin dia ke mana aja asal bisa segera kembali kepada Selma dan terbebas dari Tasya. Bunga itu diletakkan di pintu masuk rumah Tasya. "Nathan. Gue nggak tau. Bunda percaya sama kamu." sahut Nathan pelan." Ditatapnya mata Nathan yang terlihat sayu dan sedih. karna mata itu takkan bisa berbohong pada Bunda. gue nggak mungkin mengkhianati Selma. Sementara kami juga akan ikut mencoba membujuknya. " . Bunda rasa perlu sedikit waktu lagi. "Tapi percayalah. Entah dari mana ia mendapat keberanian hingga sanggup mengemukakan pertanyaan itu." Lisa memecah keheningan. Ini memang salah satu jurus Bunda menangani putranya yang kadang nekat. "Tapi. lebih baik sekarang kamu pulang. biar masalah semakin panjang. Randy akan ke SMA Teitan untuk mencari jawab atas perlakuan cewek salan itu!" Randy ikut berkomentar. "Waktu itu jelas-jelas kami liat rangkaian bunga besar ucapan selamat bertunangan buat lo dan Tasya. "Bunda tahu." katanya sambil mendekati Nathan dan menepuk bahunya pelan. karna Randy langsung terdiam. "Than. "Bunga apa? Gue nggak tau." ancam Bunda galak. Kamu tahu sendiri gimana Selma. Lis. "Ya." Semua terdiam mendengar penjelasan itu. Hatinya sudah terlanjur sakit." "Randy belum bisa percaya seratus persen. Dijabatnya tangan Bunda lalu diciumnya dengan sayang sebelum akhirnya meninggalkan rumah Selma." Wajah lusuh itu tertunduk lesu. Jadi lakukanlah niatmu itu. Dan untuk membukanya lagi. Lo bisa jelasin itu?" tanya Lisa tegas." ujarnya Nathan. Dia pasti sudah menutup rapat-rapat hatinya. Dan terbukti jurus itu ampuh. "Kamu kira apa yang tidak bisa dilakukan orang kaya? Menuduhmu melakukan penganiayaan dan menjebloskanmu ke penjara itu bukan hal sulit bagi mereka..." tantang Bunda. Than. Bunda mengembuskan napas panjang. Bunda. bukan hal yang mudah. Bunda. pergilah ke sana. Biasanya kan kamu paling pinter mengambil hatinya." sambungnya. Siapa sangka kejadiannya bakal sepertinya ini. Bahkan Randy telah melemaskan tangannya yang tadi terkepal menahan marah. Nathan hanya ingin menjauhkan Selma dari keganasan Tasya. "Tapi untuk meyakinkan Selma.

Karna Lisa juga sudah janji pada Selma. "Ya." Baginya itu bukan tugas. Bunda. Lisa mengangguk cepat. melainkan kasih sayang Bunda kepadanya yang diwujudkan dalam bentuk kepercayaan. Lisa akan lakukan apa pun untuk menemukan jawaban atas semua ini.Lisa. Bunda." panggil Bunda." "Kamu saja yang cari tau soal rangkaian bunga itu. Bunda. ." pinta Bunda seraya mengedikkan kepala ke arah Randy. "Baik. Biar cowok sok macho itu lebih percaya lagi kalo Nathan sungguh-sungguh dengan perkataannya. katanya dalam hati.

dia hobinya dandan. ngapain kalian di sini?" tanya Lisa tak percaya. makanya kami ke sana." "Semalem kami nelepon Selma di rumah. Nah.. tapi langsung meralat." "Bagus." Iren melempar senyum jailnya." Bagas menjelaskan singkat. "Nenek Lampir itu kan selalu bareng antek-anteknya." SMA Teitan sudah sepi saat mereka masuk. Lisa tersenyum." balas Lisa tersenyum." tambahnya.. emang dia beser ya?" tanya Iren heran. mendapati kedua sohib Selma berada di pos satpam sekolahnya. maaf. Hanya beberapa anak yang ikut ekstrakurikuler dan anak-anak kelas tiga yang mengikuti kelas sore yang masih tinggal. Koridor sekolah juga tampak lengang. "Dari mana kalian. Lagi pula. "Bukan. kita bakal ngerjain dia di situ.. Gue sekarang bukan antek-antek Tasya lagi. Pak.. "Apa rencananya. "Lupakan. karna penghuninya pasti lebih memilih ke kantin mengisi perut daripada ngobrol di sepanjang koridor. . kata Bunda dia sakit. "Hai. Yang lain udah pada pulang." Keduanya mengacungkan jempol dan berkata bersamaan." "Ya udah. Kaluna ini selalu ke WC setiap ada kesempatan. Kami nggak tau kejadiannya separah itu. Kaluna namanya. Bunda yang cerita. ayo masuk. "Mereka teman saya." tambah Iren garang..Bab 10 "IREN. "Baiklah." ketika ia tiba-tiba teringat cerita Selma bahwa Lisa dulu teman Natasya. "eh. gue nggak bermaksud. Bagas. Lis?" tanya Iren.. "Dan gue nggak mau ketinggalan nyakar Nenek Lampir kurang ajar itu. "Sip. hari ini Tasya cuma ditemani satu antek." Lisa mengajak mereka memasuki gerbang sekolah setelah sebelumnya berkata kepada satpam. Tapi kami nggak bisa tinggal diam liat sobat kami tergelatak di kasur. Dia lebih baik mati daripada kelihatan jelek. tapi kalian harus janji nggak bikin masalah. Dia paling takut kalo dandanannya amburadul." "Ngapain si Kaluna ke WC setiap ada kesempatan.. "Nah.. ada untungnya juga lo jadi mantan temen Natasya. Soalnya mereka masih punya beban yang harus ditanggung seusai istirahat." Iren yang menjawab.. Selebihnya. sori ganggu.. Bos. hanya mereka bertiga. Lis.

" Lisa mengeluarkan lipstik dari saku rok seragamnya." Dia tampak ketakutan. "Halo. "Diam.. "Lis. pikir Iren senang. kan?" "Ho. "Oke.. Luna.. Mereka terdiam mendengar suara nyanyian kecil yang menuju ke arah mereka. kan. tunggu.. apalagi Iren muncul di belakang Lisa. "Lisa. Lis. lo ternyata udah berubah ya?" komentar Kaluna. Lisa memberi tanda kepada Iren untuk keluar. "Itu semua berkat lo juga.. "Ao." balas Lisa tersenyum.." ucap Lisa yakin. "Kecuali lo mau lipstik gue mendarat di wajah mulus lo.. dan gue harap. Yang disapa bukannya senang malah kaget. Asyik juga ngerjain orang yang takut berantakan begini. "Dia bahkan nggak lebih bersih dari toilet ini!" tambahnya nyinyir. Gila." setengah memohon Kaluna mengucap... lo ngap.Mereka kemudian stanby di toilet SMA Teitan yang kata Lisa jadi langganan Kaluna untuk becermin dan membenahi dandanan.. Persis polisi yang berhasil menangkap maling. apa yang sebenarnya terjadi di hari ULTAH Natasya? Maksud gue. oke.. .. Lisa mengerling ke arah Iren. Lis? Kita kan teman!" Jelas sekali Kaluna ketakutan dengan ancaman Lisa. soal pertunangan itu.. gue diem. pikir Iren kagum. "Gue mau tanya. apa lo pikir gue bakal ngejawab pertanyaan lo?" Kaluna tertawa. Iren menarik tangan Kaluna dan dengan cepat menelikungnya ke belakang. lo jawab pertanyaan gue sejujur-jujurnya." Lisa mendekatkan wajahnya pada mantan temannya itu. lo masukin tikus kotor ini ke toilet kita?" katanya berjengit jijik. tapi please.. Atau gue berantakin rambut lo!" ancam Iren seraya bermaksud menjambak rambut indah Kaluna.. ternyata Lisa udah mempersiapkan semuanya." katanya lambatlambat....!" jerit Kaluna.. jangan berantakin rambut gue. ho. sakit. "Lisa.. "Tentu. ho. Dari suara langkah kaki Kaluna dan dendangan kecilnya ketahuan cewek itu sudah sampai di WC. "Luna.. Sembunyi!" bisik Lisa seraya menarik Iren masuk ke salah satu kamar kecil. gue mau tanya.." sapa Lisa ramah. "Tunggu.. Tanpa menunggu komando Lisa lagi.. Semua cuma akal bulus Tasya. "Apa? Lo nggak mungkin serius. "Itu Kaluna.

"Bukan. eh. "Sialan lo. "Kalian kan udah dapet semuanya. Gue masih ada urusan sama Tasya. "Lalu rangkaian bunga itu?" "Tasya sudah pesan pada kami bertiga untuk menaruh bunga itu di pintu masuk begitu lo dateng bersama ti. Kaluna akan butuh banyak waktu untuk membersihkannya. gue buktiin aja daripada lo nggak percaya!" Lisa membuka lipstiknya dan mendekatkannya ke wajah Kaluna.. Kalo lo sebut dia tikus lagi. Sekarang jelas ini hanya rencana Natasya." kata Lisa. "Tunggu.. kan?" tanya Lisa lagi.. Selma." katanya kemudian." Cengkeraman tangan Iren membuat Kaluna meralat nama yang disebutnya. "Dia sengaja mengajukan syarat ke Nathan supaya tikus kampung itu salah paham sama Nathan dan akhirnya meninggalkan Nathan."Oke. terpaksa lo harus tinggal di sini dulu." "Hei.. tunggu." Lisa mencoretkan lipstiknya di baju Kaluna.. Luna. Dan gue ingin dia sendirian. Lis. "Kata-kata Nathan itu dijadikan senjata oleh Tasya untuk bikin lo salah paham. Jadi." katanya. "Bagus. Lis. Katakan. gue jambak rambut lo!" Iren benar-benar nggak terima sahabatnya dihina. "Iya.. Selma..." ralat Kaluna cepat. . Karna sebenernya waktu itu kita tau lo lagi ambil minum. "Oke. Selma. "Gue ceritain deh.. Dan kami harus segera menyingkirkan dan menyembunyikannya setelah kalian masuk supaya Nathan nggak tau." jerit Kaluna tertahan... ee. Gadis itu tak bisa bergerak karna Iren masih memeganginya. tidak.. Kebetulan Nathan pernah bilang dia mau tunangan sama ti. namanya Selma. Kaluna berusaha melepaskan diri." jelas Kaluna. Lo bakal dikeluarkan dari sekolah ini!" ancam Kaluna. dia pasti kabur dari pesta.. Soalnya kalo Nathan sampai tau.. iya." Lisa dan Iren berpandang-pandangan. "Oh. "Tasya yang merencanakan semua ini. "Soal percakapan kalian di kantin dengan Nathan. Siapa yang sebenarnya dimaksud Nathan dengan tunangannya? Bukan Tasya. ntar gue aduin lo ke Kepala Sekolah." Kaluna menelan ludahnya pelan." cegah Kaluna yang ketakutan wajah mulusnya tercoreng-moreng. Lis. Sekarang lepasin gue dong!" Lisa melempar pandang sekali lagi pada Iren yang langsung mengangguk senang... "Sori.

Saksinya Nathan." "Terima kasih.. satu hal menurut gue perlu lo pikirin. "Entahlah. Ia pergi menemui Bagas yang menunggu tak jauh dari pintu masuk. si ketua murid sendiri." komentar Iren kagum." Lisa sedikit berjengit mendengar nama Natasya. Apa lo bahagia menjadi kroninya Natasya? Gue merasa bebas setelah lepas dari dia tuh. Bisa gawat. "Selma banyak mengajarkan tentang keberanian ke gue. Di situlah kesempatan kita ngerjain dia. kasus Risna." Lisa tersenyum dan menghilang di balik pintu." Lisa mengajak Iren keluar dari WC. nggak ada seorang pun menuduh gue ikut menindas." jawab Lisa.. "Gila. gue nggak mau berurusan dengan Natasya di sekolah.. Mana mungkin gue jadi penakut demi kepentingannya. kami masih ada urusan. "Ya. ." Mata Lisa berkilat senang. "Baiklah. Gue yakin Risna mau ikut bersaksi. "Berarti target kita selanjutnya adalah Natasya. Termasuk. "Walaupun Natasya yang lo hadapi?" sela Bagas." "Pengecut. dan untuk itu kita harus menghadangnya di jalan belakang sekolah. Maaf." "Hadang?!" tanya Iren tidak mengerti. Tapi dia sudah membulatkan tekad untuk menghadapinya. "O iya. apa rencana selanjutnya?" tanya Iren bersemangat."Silakan." "Maksud lo?" "Sebentar lagi Tasya pulang. mungkin gue butuh bantuan kalian kalau menyangkut yang satu itu." "Kenapa harus nunggu dia pulang sekolah segala? Kenapa nggak sekarang aja? Gue berani kok menghadapi dia sendirian!" Iren berkata nggak sabaran. karna gue hanya penonton yang nggak ikut turun tangan. Dan gue juga punya kasus lain yang bisa gue laporin juga. Habis mau gimana lagi. lo bisa juga ya? Gue kira lo bakal takut dan cuma diam kayak biasanya. Gimana?" "Sial. Lo kan juga ikut menindas mereka!" "Nggak tuh. Jadi bye dulu ya. "Iya.. dan gue juga bisa laporin lo udah bikin kekacauan dengan Ketua Murid kita.

gue ikutan rencana lo aja. "Hei ingat. Ren. Lisa tersenyum." katanya. lo jangan keterlaluan." jelas Lisa. "Ya udah deh. Bagas hanya tersenyum seraya mengacungkan jempolnya. Gue nggak bakal keterlaluanlah. ada waktunya nanti lo boleh menghias wajah Tasya dengan lipstik gue. siapa pun yang melanggar aturan sekolah akan mendapat peringatan dan bahkan bisa diskors atau dikeluarin dari sekolah. Dilihatnya cewek itu memberinya kode untuk mengikutinya. Natasya keluar dari mobilnya dengan angkuh. "Takut amat sih lo. di luar nggak ada saksi mata. Mereka berhenti di jalan sepi dengan pohon-pohon rindang di kanankiri jalan. Iren terdiam." Bagas baru menstarter motornya waktu mobil Lisa meluncur.." Ketika sebuah BMW merah melaju ke arah mereka. Dimajukannya wajahnya lebih dekat ke kaca mobil untuk mengetahui yang terjadi." bisik Lisa kepada Bagas yang duduk bersandar di mobilnya." kata Iren sambil memukulmukulkan kepalan tangannya ke tangannya yang lain. Mobil Natasya makin mendekat." Iren akhirnya mengerti maksud Lisa. Ren. Tapi mau nggak mau dia harus menghentikan mobil juga."Peraturan sekolah. tapi kemudian kembali berkata." Ketiganya tertawa mendengar gurauan Lisa. "Gue udah nggak sabar pengen ngerjain si Nenek Lampir nih. Dia lalu mengangkat bahu. Lisa pun keluar dari mobilnya." ucapnya yakin. Lis. Bagas langsung menaiki motor dan memarkirnya merintangi jalan. Ren. "Tenang aja. Tenang. gue ambil mobil dulu. Lisa hanya menggeleng. "Gas. "Lo nggak sekelas sama mereka ya?" tanya Iren dalam perjalanan ke luar. "Sip. . Pengemudinya memandang heran pada motor dan mobil yang merintangi jalan di depannya. "Tapi apa bedanya ngerjain si Nenek Lampir di luar dan di sini?" "Bedanya." Iren nyengir usil. Tasya sendirian.. "Itu Tasya." Lisa khawatir membayangkan reaksi Iren. sebaiknya lo lebih waspada ngawasin cewek lo. Gue nggak mau masalah ini sampai ke meja hijau. Gue cuma kepingin bikin dia merasa terhina. paling-paling gue cuma bikin rambutnya berantakan dan seragamnya acakacakan. "Kalian duluan aja ya.

Semua itu karna lo. Pandangannya menatap mata Natasya yang tak percaya dengan keberanian lisa. Termasuk mengembalikan Nathan ke dia. Iren tidak menunggu komando lagi.. kalo gue tikus... Lis.. tikus. ." "Ayo. apa nggak cukup semua yang udah gue lakukan buat lo selama ini?" Suara Lisa sedikit gemetar.. Sya. Tersirat ketakutan di wajah Natasya saat ia tersadar dirinya sendirian. lo kecoak!" umpat Iren sambil menjambak rambut Natasya. Sya. ha. ha. kemarikan lipstik lo. Dia langsung menerjang Natasya yang jelas tak pernah menyangka bakal diserang Iren. "Memangnya kenapa kalo kami main keroyok? Lo takut?" tantang Iren yang ikut-ikutan melipat tangan di depan dada seraya maju sampai berhadap-hadapan dengan Natasya. "Ha." "Lo bahkan lupa lo udah memperlakukan gue lebih sebagai budak daripada teman. Natasya sampai tengkurap dengan satu tangan ditahan Iren di punggung.. balas aja kalo bisa!" tantang Iren.. "Kurang ajar lo. Bener-bener temen nggak tau terima kasih lo." ungkap Natasya marah.. "Apa? Memangnya lo udah ngelakuin apa? Lo lebih banyak nggak bergunanya daripada berguna."Apa-apaan ini? Kalian mau main keroyokan ya?" tukasnya judes sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Gue.. Sya. Gue udah janji ama dia. Tikus got. "Tikus. Tapi toh ia berlagak berani juga. apa pun bakal gue lakukan demi mengembalikan senyumnya. Apa itu yang disebut sahabat?" ungkap Lisa. Dia tertawa kecil. lalu diserahkannya kepada Iren.. Tau gitu dulu gue nggak tolongin lo dari berandalan-berandalan sekolah itu. Dipelintirnya tangan Natasya ke belakang. Dikeluarkannya lipstiknya. Sekali berguna malah berkhianat.." "Kalo memang lo butuh balas budi." Lisa melangkah ke sisi Iren. Dan dia sekarang terbaring tak berdaya.. dan sedikit rasa takut yang masih tersisa. Dia mulai berani memandang Natasya. "Selma-lah sang sahabat sejati. Dia bahkan bisa memaafkan gue yang udah jadi musuh dalam selimut. Gue balas lo nanti. Perasaannya campur aduk antara benci. marah. "Lo benar-benar udah jadi kayak mereka. "Lis. Tuan Putri mau dandan nih. Ditatapnya Lisa yang berdiri tertunduk di samping mobilnya. Lisa. Lisa menuruti kata-kata Iren." perintah Iren. Gue nggak nyangka lo udah berubah jadi tikus juga kayak mereka. Demi mendengar penghinaan itu.

" panggil Lisa mulai waswas." ucapnya kurang puas seraya menyerahkan lipstik itu kepada Lisa. Dia naik ke boncengan Bagas seraya berteriak. "Jangan macam-macam lagi. Dilepasnya Natasya yang langsung berdiri hendak menyerang Iren. Natasya kembali mengumpat melihat mukanya yang coreng moreng di kaca spion. "Kita langsung ke rumah Selma ya? Gue udah nggak sabar pengen menceritakan semua ini ke dia. "Bukan begitu. Sekarang Iren benar-benar merasa puas." Iren mulai beraksi dengan lipstiknya. "Nggak. Lengkap dengan wajah berlepotan lipstik dan rambut awut-awutan. Lo kan tadi udah!" jawab Iren semangat. . Lis. Kebanyakan bacot sih lo." ucap Iren. Kita harus segera pergi dari sini!" Lisa mengingatkan."Hei. Atau gue sebarin foto lo tadi ke seluruh sekolah!" ancam Iren." gumam Iren. Iren membuang napas panjang. Dia tadi nggak masuk sekolah. Rupanya tadi Bagas menggembosi ban mobilnya. mau apa lo? Awas lo ya. "Gas. "Cerewet aja lo. namun Natasya malah lari masuk ke mobil. Kalian pergi duluan aja. Ditorehkannya lipstik itu asal ke wajah Natasya yang terus menjerit dan mengumpat. Gue anak karate. "Nih. dia baru sadar ban mobilnya bermasalah. gue lagi menikmati bagian gue. gue nanti nyusul. lo nggak bakal menang lawan gue. "Eit. Syukurlah.. Dia hanya bersyukur di dalam hatinya. Tuan Putri. Tapi dia tak berdaya menghadapi Iren yang jago karate. Dasar tikus got kurang ajar!" Natasya berusaha memberontak. Ini hampir jam pulang sekolah kelas sore. lalu menutup lipstik Lisa. Dia langsung memotret Natasya. Waktu gue telepon. gue bunuh lo. "Diam dulu. Jangan salahin gue ya kalo hasilnya jadi jelek. "Bagus. Mau bukti lagi?" Iren sudah bersiap dengan jurusnya. gue udah janji mau ke rumah Nathan. senyum itu akan kembali lagi. dia minta gue ke sana. sekarang bagian lo!" teriak Iren sebelum melepas Natasya. Lisa tak perlu mengatakan apa-apa lagi. Baru saja menyalakan mesin mobil dan mau putar balik. "Beres!" jawab Bagas." kata Lisa. "Ren..

"Iya.. Iren dan Bagas bertukar pandang. "O ya. hingga Iren tersenyum. he." "Tapi lo harus janji dulu. petualangan apa?" tanya Selma pelan. Kan nggak lucu. walau pada akhirnya hanya bisa melihat Selma dari jauh atau mendekat saat gadis itu tertidur. tapi Bunda yang sudah tahu duduk permasalahannya selalu mengizinkan anak muda itu berkunjung walau tanpa sepengetahuan Selma. Bunda melarangnya turun sebelum suhu tubuhnya kembali normal. Dia tak hentinya berpesan pada Lisa. cuma mau dengerin cerita aja peraturannya banyak banget." "Iya deh. "Kita habis ngerjain Nenek Lampir. He. Gimana?" tantang Iren. kumpul-kumpul tapi nggak pake cerita. dan seluruh anggota keluarga agar menjaga Selma untuknya. nggak boleh marah. Nggak boleh potong cerita. jam segini baru nongol?" Selma menyambut teman-temannya seraya membetulkan sandarannya. "Ampun deh. Tapi gue langsung pulang.. dan nggak boleh komentar sepatah kata pun sebelum cerita gue selesai." "Nenek Lampir?" Selma mengerutkan dahi tak mengerti. namun dia masih tetap diminta beristirahat di tempat tidur. Nathan memang selalu datang tiap hari. "Kalian ke mana aja sih. Selma belum juga mau membuka hatinya untuk Nathan.. "Mau dong. . "Kita baru aja mengalami petualangan yang seru. Nenek Lampir. Mau denger nggak ceritanya?" tanya Iren. Sel." "Ngancem nih?" "Nggak. Iren... Bagas mengangguk pelan pada kekasihnya." "Mau nggak? Kalo nggak mau juga nggak pa-pa." kata Selma akhirnya. gue nyerah. cuma maksa. Hingga Iren dan Bagas datang sore itu. Bagas.Bab 11 KONDISI Selma perlahan-lahan membaik.. Gue jamin lo langsung sembuh deh!" kata Iren seraya membanting tubuhnya di samping Selma yang masih kelihatan lemah. Coba lo ikut.

Gue nggak nyangka." Iren menutup ceritanya. Lebih mirip preman daripada pelajar. kan?" Diulurkannya benda yang menyerupai buku berwarna cokelat dengan hiasan pernak-pernik natural hasil daur ulang. "Padahal dulu dia bukan orang menyenangkan." . Yang jelas. kita udah berusaha menceritakan yang sebenarnya. "Sekarang terserah lo mau percaya apa nggak. Sel. Bisa jadi Iren disuruh ngebohong sama Bunda." Selma tertegun saat mengenali benda yang sekarang berada di tangannya itu. Tiba-tiba ia teringat Risna." Lisa merogoh tasnya. Dan lo boleh percaya boleh tidak. Dia belum bisa memercayai semua yang dikatakan Iren. Selma tak percaya dengan apa yang didengarnya. Sifatnya kasar dan suka menindas yang lemah. lo bakal seegois ini. Dia pun menceritakan seluruh kejadian tadi. Tapi suatu kali dia melakukan kesalahan yang fatal hingga tinggal kelas. cuma lo yang sakit hati? Lo kira. Berkali-kali dia berusaha mengalihkan pembicaraan. Sel. pikirnya.Iren tersenyum senang. takut lukanya terbuka kembali. sibuk dengan pikirannya sendiri. karna benda itu pula dia berhasil keluar dari jerat narkoba. teman Bagas yang di SMA Teitan. "Ini. gue punya satu barang yang bakal bikin lo berpikir lebih dewasa lagi. "Kalo iya memangnya kenapa?!" jawab Lisa tegas. Kami cuma cari kebenaran. Iren." Selma terbelalak tak percaya.. Sesaat kemudian dikeluarkannya sesuatu dari situ. Nathan? Narkoba? pikirnya. dari mana lo. biar gue nggak benci sama Nathan. cuma lo yang menderita? Lo salah. "Lo kira. Tapi tatapan tajam Iren yang mengingatkannya pada janjinya membuatnya kembali terdiam. "Kami nggak ngebela Nathan kok. Lo pasti kenal barang ini. "Kalian emang bersekongkol ngebela Nathan ya?" katanya kemudian. "Kenapa sih lo nggak mau kasih kesempatan orang untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi?" Lisa tiba-tiba muncul di balik pintu.." Lisa duduk di kursi di samping tempat tidur. dan Bagas bergantian.. Dan kalau cerita Iren belum cukup untuk membuktikan betapa Nathan nggak bersalah. Selma menatap Lisa. Ada satu orang yang lebih menderita dari lo! Dan dia tetap diam demi kepentingan lo. Selma masih terdiam. "Nathan menemukan benda itu dua tahun yang lalu. "Ini..

Nathan meneruskan membaca diary lo." kata Nathan. Mungkin karna luka hatinya kelewat dalam. "Dan Sel. "Dia sebenarnya sudah melihat sosok lo dua hari setelah dia menemukan diary itu. masing-masing sibuk dengan pikirannya.Jadi yang dimaksud kesalahan fatal itu narkoba? batin Selma. Dan beruntunglah gue karna gue juga melihat bidadari itu. Tapi Selma sama sekali tidak tahu apa maksudnya. Nathan sendiri terpaksa membiarkannya karna . semua yang diceritakan Iren ke lo itu bener. Iren. Buku harian itu sengaja dibuangnya untuk mengubur semua kenangannya tentang Ayah." kata Risna dengan senyumnya yang mengembang. akhirnya Nathan memutuskan untuk berubah. Nathan jadi malu sendiri. dengan dalih ingin belajar tegar. Dia tidak mau melakukan kesalahan yang sama seperti waktu dia tidak memberi kesempatan orang lain untuk menyampaikan penjelasan mereka. Leher Selma seperti tercekat mendengar kata pertunangan terlontar dari mulut Lisa. Entah kenapa dia belum bisa memercayainya. Natasya itu sangat terobsesi dengan Nathan. Pantas aja dia tau semuanya tentang gue." Lisa kembali bercerita. Tapi dia merasa kecil waktu membaca kisah lo yang tertulis rapi di diary itu. Orangtua mereka menjodohkan mereka sejak mereka kecil. "Nah. Lalu diperhatikannya benda di tangannya. yang tak lain buku hariannya sendiri. dia baca alamat yang lo tulis di diary itu. "Sel." Suasana sepi sejenak. Dia pun dengan kesadaran sendiri masuk ke panti rehabilitasi narkoba. Waktu keluar dari sana. Gue. dia jadi urung mengembalikannya ke elo. Terutama tentang cinta khayalan gue. "Termasuk tentang pertunangan itu. Selma terdiam. Itu semua karna lo. Sel. Karna diary lo. Padahal saat itu lo baru aja ditinggal ayah yang sangat lo sayangi. Nathan telah berubah menjadi pribadi yang berbeda. dan Bagas ada di sana. Mereka teman sepermainan sejak kecil. Natasya memegang teguh janji itu dan menganggap Nathan miliknya. Padahal dia lebih tua dan dilihat dari segi fisik pun lebih kuat dibanding lo. "Dia telah bertemu bidadari." ucap Lisa. meskipun mereka sendiri yang bercerita. Terutama Selma yang mulai memutar setiap kalimat yang pernah didengarnya tentang Nathan. "Lo tau. lo harus tau." tambah Lisa. Tapi terus saat melihat sosok lo yang begitu mungil dan jauh dari kesan gadis tegar penuh kekuatan. Dia nggak percaya cewek semungil lo mampu mengatasi segala masalah dengan kekuatan lo sendiri." Lisa menghela napas sebelum meneruskan ceritanya lagi. Begitulah. Nggak taunya dia baca diary gue. "Gue nggak bakal nyia-nyiain orang yang sudah menolong gue.

. Kangen banget. Apa itu salah?!" lanjut Lisa... "Lo tau. "Than." Nathan menempelkan telunjuknya di bibir cewek itu. "Gue kangen banget sama elo." "Ssttt." Itu suara yang sangat dirindukan Selma. Iren. Dia nggak tau harus bagaimana. Dia ingin menjaga perasaan Natasya dan menghindarkan lo dari bahaya. kenapa nggak minta maaf sekarang aja. Bagas. kayaknya nggak ada tempat untuk kita di sini deh. dia rela jadi kacung Natasya selama tiga hari hanya untuk membebaskan lo dari sikap nekat cewek itu. menghampiri Nathan yang membuka tangan. gue udah berlaku nggak adil. nggak ada yang perlu dimaafkan. Tanpa sadar dipeluknya buku hariannya yang telah mempertemukannya dengan Nathan. "Oke." bisiknya. "Yang jelas gue mau minta maaf dulu sama Nathan.. Itulah sebabnya Nathan nggak bisa mengakui lo sebagai pacar di depan Natasya. Mending kita ke dapur sekarang.. Sel. "Gue juga.. Baik Iren ataupun Bagas sedikit pun tak berniat memotong penjelasan Lisa." "Kalo begitu." Senyum sumringah langsung mengembang di bibir mungil Selma.." Lisa terdiam sebentar.menghormati orangtua Natasya yang merupakan sahabat orangtuanya. Dipeluknya Selma erat-erat. Agar dia bisa lebih bebas dan terbuka menyukai lo.. Padahal dia udah pernah bilang ke gue. guys. "Sekarang. lalu dengan langkah gontai yang dipaksakan. Nathan nggak mau lo kena sasaran kemarahannya. Dan pemilik suara itu kini berdiri tepat di depan pintu dengan kedua tangan menyilang di depan dada. "Gue udah nyakitin dia tanpa sengaja. di lubuk hatinya yang terdalam dia merasa sangat lega. ma. Dia bergegas turun dari tempat tidur. untuk percaya sama dia. lebih dari siapa pun. dan Lisa berpandang-pandangan." Ucapan Bagas membuat Iren dan Lisa bergegas beranjak dengan senyuman jail yang dilayangkan kepada pasangan kekasih yang baru saja bersatu kembali itu. Bagaimanapun Lisa yang paling tahu tentang Natasya... "Nathan. siap menyambut Selma ke dalam pelukannya. Natasya itu cewek nekat.. apa rencana lo?" tanya Iren yang sejak tadi diam saja dan ikut terhanyut oleh cerita yang dituturkan Lisa. Siapa tau Mbok Sum berbaik hati memberi kita camilan. Dada Selma terasa sesak mendengar penuturan Lisa." ucap Selma dalam pelukan Nathan." ucap Selma. Dan gue. Yang jelas.. Perasaan bersalah merayapi hatinya.

. betapa indah semua yang kurasa. Selma hanya tersenyum. Nathan adalah nyata. jangan ambil kebahagiaan ini seperti Dia mengambil Ayah dariku. Katakan pada Tuhan. Dan kalaupun mimpi. Ayah. . Semua ini begitu nyata. Tapi ini nyata. Cintanya adalah nyata."Awas ya kalo kalian balik lagi!" canda Nathan. Senyum bahagia yang kini benar-benar dirasakannya. Baik suka maupun dukanya. Selma enggan untuk bangun lagi.. Dan semua yang dirasanya adalah nyata. Ini nyata.

Dengan begitu dia akan bisa lebih menikmati hidup.. Tapi terus terang... February 16th .. Dia selalu berdiam diri di kantin tanpa seorang teman pun.Bab 12 "YANG mana sih kalimat gue yang bikin lo sadar. Mungkin menurut dia kami ini sudah mengusik kesendiriannya. Siapa sangka cowok aneh itu malah marah-marah. Waktu gue usul untuk mendekatinya. dia kan nggak ngundang kami untuk duduk sama dia. Tapi bagaimanapun wajar kalo si cowok aneh itu ngamuk. Tapi kalo dia memang udah pake. February 14th Dear Diary. "Ini nih. Than?" Selma sedang duduk-duduk di teras rumah ditemani Nathan dan buku hariannya. Selma tersenyum sendiri. salah nggak ya kalo gue dan Iren ngedeketin dia? Seandainya memang dia nggak nge-drug... Ada sebab di balik semua itu. Di.. Tapi kenapa nggak ada siapa-siapa yang nemenin dia ya? Apa karna dia galak banget? Kalau tak seorang pun yang dekat sama dia.. Dia kembali membaca halaman selanjutnya. ya? Kenapa dia galak begitu? Gue yakin. he... Dia mengusir kami.. ngeri. Biasa. Atau jangan-jangan. apa lagi kalo bukan menyeret Iren dari tempat itu? He. Bisa makin parah kan kalo nggak ada yang ngingetin. kita kan bisa anjurin dia masuk rehabilitasi. Di. Kenapa dia selalu sendiri. Ihh.. ya? Kenapa tatapannya selalu kosong. Pandangan matanya kosong. dia malah udah pake.. dia kan memang nggak bisa nahan rasa penasaran.. Hari ini gue dan Iren ketemu lagi ama cowok aneh itu. Dari halaman ini sampai ini. Di. Selma membacanya kembali diary-nya yang telah lama dibuangnya itu. kami bisa sharing masalahnya.. gimana dia bisa berkeluh-kesah? Bisa-bisa dia terjerumus ke narkoba... Untung gue punya jurus lebih ampuh. he." Nathan membuka halaman yang sudah dihafalnya dan ditunjukkannya pada Selma. Iren udah siap dengan jurusnya untuk membalas amarah si cowok aneh. gue masih penasaran sama cowok aneh itu. Di... Di? Bukannya malah dijauhin. Tapi bukankah orang seperti itu harusnya didekati.. Iren langsung setuju.

Dia belum mau terbuka. "Dasar tukang ikut campur urusan orang!" kata Nathan yang ikut membaca diary Selma.... paling nggak dia udah punya temen marah-marah sekarang. he. . Dia sampai rela bolos jam terakhir untuk cariin Bagas. Kami jadi khawatir.. Ren... Tapi ada yang bilang dia tadi udah masuk gerbang sekolah. Tak sepatah kata pun yang diucapkannya sejak kami keluar dari kantor Kepala Sekolah.. Di. He. he. Bagas tiba-tiba ngilang. Tapi kami ternyata salah jalan. siapa lagi kalo bukan Iren.. Sekujur tubuhnya bergetar hebat." Kami jadi bingung harus bagaimana... Di. Bagas Zuas Saputra.. Walaupun sempat perang mulut ama Iren. Di. Bagas jadi ketauan pecandu. Di... Tentu aja gue ikut bolos. nggak di kelasnya juga.. seneng deh akhirnya kita diizinkan duduk di mejanya. Dan Kepala Sekolah langsung mengirimnya pulang... Sel.. He... Yang gue heran. Satu-satunya jalan adalah memanggil bantuan dokter UKS. Gue takut Bagas bakal dikeluarkan dari sekolah. Apa pun. Iren yang biasanya jadi Miss Detective..... Dia terus aja bilang. Dia nggak ke kantin. Selma hanya tersenyum dan membacanya lagi. Kondisinya aneh. Tapi lumayang. Di. he. Kami nyari Bagas ke semua sudut sekolah. yang jelas gue harus usahakan supaya Bagas tidak dikeluarkan dari sekolah.. Tolong gue.. Tapi. Seperti orang menggigil kedinginan. February 22th Dear Di... Entah kenapa dia bisa kalut begitu waktu tau Bagas menghilang. Namanya Bagas. Karna kami membawanya ke UKS.. Di? Jangan-jangan Iren suka sama Bagas. Di. "Sel.Dear Diary.... Di. Beliau memanggil kami dan akan rapat untuk mengambil keputusan untuk Bagas.. Ada apa dengannya ya. tiba-tiba terdiam. Untung kami berhasil menemukannya... terutama Iren... tolong gue.

. Pake jaminan diri gue. Di. Dia nggak bakal mengecewakan kami. Dan gue juga ngerasa. Saya mohon. gue nekat menemui Kepala Sekolah. Di. Kalo dia nggak bersih dalam dua bulan. Tapi.. Bagi gue. Selma tersenyum. Pak... Sekalipun mereka bukan temem gue.. "Kok lo bisa senekat itu sih. mati deh gue. Mungkin karna gue terlanjur masuk dalam urusan Bagas.February 23th Dear Di. paling nggak beliau tersenyum ke gue. He. itu sudah merupakan isyarat bahwa Kepala Sekolah mendukung sepenuhnya syarat gue. Untung Kepala Sekolah bijaksana. Saya janji dengan jaminan diri saya. Tadinya beliau sudah memutuskan akan mengeluarkan surat DO buat Bagas. Syukurlah. Bapak boleh mengeluarkan saya.. gue berhasil meyakinkan Kepala Sekolah untuk memberi waktu buat Bagas. Bagas akan lepas dari kecanduannya. Kalo Bagas nggak sembuh.. Di. kalo inget gue tiba-tiba teriak. "Waktu itu.. kalo siswanya terbebas dari narkoba? Bagas bisa jadi contoh untuk yang lain. Dan beliau percaya ama gue.. nggak ada lagi yang peduli sama gue." kata Nathan.. "Tadinya gue juga pecandu. Nggak nyangka beliau sebijak itu. Pak. Di. "Pak. Tapi gue yakin... Tapi gue tiba-tiba takut juga. karna itu pula gue merasa ada yang menghargai gue... Pak. "Maksud lo?" tanya Selma tak mengerti. Bukankah sekolah juga akan bangga. Mereka temen gue. Tapi. Pak. yang ada di pikiran gue cuma Bagas dan Iren. Walaupun dia janji akan mengeluarkan gue juga kalo gue gagal menyembuhkan Bagas. Nathan mengenbuskan napas perlahan. Yang jelas gue kepingin Bagas tetap bersama kami. Pak... Herannya. tinggal mikir gimana caranya ngebujuk Bagas. Sejak kematian Mama. Sel?" Nathan menggeleng tak percaya membayangkan kekuatan di balik tubuh mungil cewek itu... habir ngomong seperti itu di depan Kepala Sekolah rasanya legaaa banget. Saya mohon. Sel. Gue jadi ngerasa sendiri. lagi." "Lo tau. Terutama Iren yang memang menyukainya. Bagas bakal sembuh.. Bodoh ya. he. Senang deh. Tuhan saja ngasih kesempatan kedua. Gue sendiri nggak tau dari mana keberanian gue muncul. kalo bisa gue mau kasih kesempatan seseorang untuk berubah.. Aduh. Papa nggak . Atau mungkin juga karna gue ingin mengembalikan keceriaan Iren yang tiba-tiba lenyap. Kepala Sekolah langsung menyetujui syarat gue. langsung bicara tanpa titik koma. Papa sibuk dengan pekerjaannya. tolong tangguhkan hukuman Bagas." Wah.

.. "Nah..... Kenapa harus ada siang dan malam Kenapa harus ada perpisahan setelah pertemuan Aku tak mengerti. Soalnya gue takut bakal balik lagi dan ngambil buku ini. . Jelas sekali tertulis di situ.." Selma mengikuti perintah Nathan. Tak satu pun yang berani melawan gue.. Di. he. baca deh.. Sampai gue menemukan buku bagus di TPS dekat rumah gue. Ayah. Di." Nathan kembali bercerita. He. Buktinya..sayang sama almarhum Mama dan juga gue. Kesedihan itu belum hilang. "Karna penasaran dengan isinya. Tadinya gue mau nyari drugs yang nggak sengaja dibuang pembantu gue. beliau nggak ada sedih-sedihnya.. tapi malah makin kesepian. Teriring doa untukmu." cerita Nathan... "Gue lari ke drugs... tapi entah kenapa mata gue malah menemukan buku itu... Gue merasa udah nggak ada yang menghargai gue. Kenapa Tuhan begitu cepat memanggilnya. coba lo baca." kata Selma jujur. Gue juga jadi anak yang menjengkelkan. Aku akan selalu merindukanmu.." Nathan menunjuk buku yang dipegang Selma. Makanya gue pungut. gue baca sedikit di akhir buku. walau sedikit-sedikit dia masih ingat kalimat terakhir yang ditulisnya.. Siapa pun yang gue deketin selalu lari ketakutan." Nathan membalik halaman paling akhir diary Selma.. Dan dia juga nggak berusaha ngedeketin gue. "Gue sangka itu juga barang yang nggak sengaja terbuang. Walau Ayah telah jadi salah satu bintang di langit Tapi bagiku. Semakin lama gue bukannya merasa terhibur.. "Gue emang sengaja buang jauh-jauh dari rumah gue.. The last story.

" Iren muncul memotong pernyataan Nathan dengan senampan kue di tangan. Ayah. Begitu aja sewot!" balas Selma. Yang lain bukannya takut malah cengengesan. setelah Ayah meninggal.. mana mungkin Nathan di sini sekarang!" tambahnya seraya meletakkan kue itu di meja kecil di samping Selma. Kita kan cuma bercanda. lamaaa. Semakin lo lupakan. Aku berjanji akan selalu tegar. Di.. aku pasti bisa kalo bilang Aku Bisa. lo pikir kita udah berap jam terkurung di dalam cuma mau ngasih kalian waku berduaan heh?" bentak Iren. "Kalian ini. AKU PASTI BISA." "Tapi ada untungnya juga lo buang buku itu.Ayah selalu ada di hati Ayah. Sel. Untuk Bunda. Terlalu banyak kenangan yang tertulis di sana bersama Ayah. Di. Begitu kan. Bagas dan Lisa menyusul di belakangnya.. Bubar.... Gue nggak mau menyentuh buku itu lagi. . Sel. acara pacaran kalian?" "Iya. "Heh." "Lo salah. "Coba lo nggak buang buku itu.. Tanpa sadar Selma menitikkan air mata. yang namanya kenangan tidak harus dilupakan. Kak Randy. Yah? Untuk itulah aku harus membuangmu. Seperti kata Ayah. Lo nggak perlu buang buku itu hanya dengan dalih lo takut membuka kenangan lama. iya. buku ini masih berada di laci lemari gue. Aku akan coba hidup tegar dan mandiri Aku ingin lebih dewasa menyikapi masalah Selamat tinggal.. Aku bisa.. katanya mau kasih waktu kita berduaan!" Nathan langsung saja protes melihat kemunculan mereka.. Satu-satunya jalan adalah membuangnya jauh-jauh dari hidup gue. Coba gue bawa bom. "Lo tau. "Udah bagus gue keluar bawa kue. Aku pasti bisa. semakin lo ingat.. kan.. juga untuk kebahagiaan Ayah di sana.

" Semua terdiam dan berpandang-pandangan. Dan gue tau pemiliknya bernama Selma Amalia." Iren memohon." "Eh. bukan cuma karna lo aja kok.. kalo emang lo pikir itu barang yang tak sengaja terbuang?" "Tadinya memang mau gue balikin. tapi gue kepingin menjaga kepercayaan Selma ke gue juga. Cukup gue dan Nathan aja yang tau semua isinya. "O iya.. lo yang gue tabrak sampai jatuh. Rasanya kerinduannya pada ayahnya sedikit terobati. Ya udah cepet. lo ulang tahun tanggal 17 April." ucap Selma sambil memeluk diary-nya.. "Cerita lo soal Bagas-lah yang paling bikin gue merasa dihargai dan nggak sendirian... Than. Sementara gue yang segede ini nggak pernah yakin dengan apa yang gue lakukan. masih ada orang yang bakal mau menerima gue apa adanya. tunggu. "Waktu itu gue bilang ama Bagas. "Huu." kata Selma. Hi... Itu sebabnya gue urung ngembaliin diary lo. tunggu. gimana caranya lo ngebujuk Bagas masuk rehabilitasi. Gue nyari alamat yang tertulis di buku itu... "Ada... hi. Bener." "Apa? Sial. Tapi waktu gue liat lo di gerbang rumah lo. "Pinjem dong. pelit lo. Kayaknya waktu gue keluar dari rehabilitasi. dan nggak cuma Bagas kok. Gue merasa. "Nggak usah ge-er. "Gue ceritain aja ya. . Iren langsung mencibir.. kok lo nggak langsung kembaliin buku gue sih. hi. Jadi ada cerita soal Bagas juga nih di situ?" kata Iren tiba-tiba bersemangat.. nggak?" tanyanya kemudian kepada Nathan. gue pengen tau nih. gue jadi inget di mana gue pernah liat lo..." "Kenapa?" tanya Selma dan Iren bersamaan.. Walaupun gue bukan temen lo. soalnya nggak cuma Bagas yang tertulis di sini. Lo juga ada.. hi. "Karna gue nggak percaya sosok lo yang mungil bisa mengatakan AKU PASTI BISA. Jadi lo udah kasih bocoran ama Bagas ya? Pantesan dia pede banget waktu nembak gue!" sungut Iren. Selma melirik Bagas yang kemudian tersenyum dan mengangguk yakin padanya.. Walaupun paling banyak tentang Ayah." Bagas ikut berkomentar. Than. dan gue kepingin Bagas memberikan kado berupa kesembuhannya buat lo yang naksir Bagas. ceritain!" desaknya. Gue penasaran dengan semua yang tertulis di sana. Iren kumat ingin tahunya."O iya. gue urung ngembaliin buku itu. Lo kan selalu tutup mulut soal itu.

Tinggal Selma dan Nathan yang berdiri paling akhir. Soal matahari yang ditelan laut.. Diikuti yang lain yang ikut bersorak mendengar kata makan. Selma tersenyum. "Gue kira. udah ngerumpinya. Than.. "Eh. yuk!" kata Selma seraya menarik Nathan bergabung dengan yang lain." "Selma. "Ya.." Bunda menyela canda tawa mereka sambil melempar senyum kepada Selma. tak ada yang tau tentang rahasia kebahagiaan lo itu kecuali lo. .. lalu mengangguk pelan. Nathan. dan kembalinya senyum itu di wajahnya. Bukankah kebersamaan itu indah? Bukankah Tuhan akan berikan apa pun yang kita minta asal kita mau berusaha mendapatkannya? Dan Selma bersyukur dengan kebahagiaan yang begitu besar itu." balas Selma hendak melangkah masuk. "Katakan satu lagi. Sel. Bunda udah siapkan makan siang paling enak yang pernah Bunda buat untuk merayakan kesembuhan Selma." "Huu.. Jadi gue nggak inget wajah lo sama sekali.. itu sih namanya lo nyuri ide... Bunda. itu yang paling ingin lo liat di hari ulang tahun lo. soalnya gue laper nih. "Iya." Iren langsung berdiri tanpa basa-basi... Than. Lalu mengangguk. gue inget gue pernah ditabrak orang sebelum ditabrak Bokap yang langsung meluk gue erat-erat waktu gue masuk panti rehabilitasi dengan sukarela. Dasar Nathan curang!" Selma memukul pelan lengan cowok itu. Dan jangan pernah lagi membuangnya. Berterima kasihlah pada diary itu. Udah ah. "Yee. Tentang pangeran kuda putih itu juga.. The first story. "Anak-anak.. Paling nggak." teriakan Bunda membuat mereka saling pandang dan tersenyum.Nathan mengingat-ingat. dan gue. "Tapi nggak sekarang.... Ternyata dunia itu sempit ya?" Semua tertawa. will you marry me?" Selma terpaku di tempatnya berdiri. "Will you marry me?" ulang Nathan meyakinkan.. Ayah.. lo curi ide Ayah dari diary gue. Nathan terdiam sesaat. kan? Tentang kelemahan Bunda dan seluruh penghuni rumah ini.. kan?!" tanya Selma pelan. "Tapi semua kan demi kebahagiaan lo juga. Bunda emang paling ngerti kalo kita kelaperan.

Di. he. -END- Sumber: https://www. betapa gue sangat menyayanginya.. Obsesinya pada Nathan takkan berhenti bila dia tak dijauhkan darinya... Di. Gue akan goreskan semua cerita yang akan jadi kenangan untuk gue buat anak cucu gue nantinya.. Katakan pada Ayah. kata Lisa dia dikirim sekolah ke luar negeri sama keluarganya.com/pages/Kumpulan-cerbungcerpen-dan-novel-remaja/398889196838615?fref=photo . Kita mulai dari awal...... Di. dia akan selalu menjadi anugerah terbaik yang pernah gue miliki.. Gue janji nggak akan buang lo lagi setelah lo pertemukan gue dengan pangeran berkuda putih. hi.....facebook... Sok tua banget ya. Iren masih menyimpan foto Natasya yang coreng-moreng itu.... Gue yakin. Ayah yang memohon pada Tuhan untuk mengirimkan Nathan buat gue.. Tau nggak.... Dan Nathan.Apa kabar..... hi. He. sampaikan kerinduan gue pada Ayah... Soal Natasya. Di. By the way. ada-ada aja. Gue nggak akan pernah buang kenangan gue dengannya.. Hi.. Katanya sih buat jimat pengusir tikus di rumahnya...