Anda di halaman 1dari 104

TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG

IMUNISASI TETANUS TOKSOID DI FORUM
KESEHATAN DESA PURWOSUMAN
SIDOHARJO SRAGEN
TAHUN 2012

KARYA TULIS ILMIAH
Dianjukan untuk memenuhi salah satu syarat Tugas Akhir
Pendidikan Diploma III Kebidanan

Disusun Oleh :
SRI LESTARI
B09 110

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUSUMA HUSADA
SURAKARTA
2012

HALAMAN PERSETUJUAN

Karya Tulis Ilmiah

TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG
IMUNISASI TETANUS TOKSOID DI FORUM
KESEHATAN DESA PURWOSUMAN
SIDOHARJO SRAGEN
TAHUN 2012

Diajukan Oleh:
SRI LESTARI
B09 110

Telah diperiksa dan disetujui
Pada tanggal 03 Juli 2012

Pembimbing

(ANIS NURHIDAYATI, S.ST,M.Kes.)
NIK. 200685025

ii

HALAMAN PENGESAHAN

TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG
IMUNISASI TETANUS TOKSOID DI FORUM
KESEHATAN DESA PURWOSUMAN
SIDOHARJO SRAGEN
TAHUN 2012

Karya Tulis Ilmiah
Disusun oleh :
SRI LESTARI
B09 110

Telah dipertahankan di depan dewan Penguji
Ujian Akhir Program DIII Kebidanan
Pada Tanggal 11 Juli 2012

PENGUJI I

PENGUJI II

(ERNAWATI, S.ST)
NIK. 200886033

(ANIS NURHIDAYATI, S.ST, M.Kes)
NIK. 200685025

Tugas Akhir ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan
Untuk memperoleh gelar Ahli Madya Kebidanan
Mengetahui,
Ka. Prodi D III Kebidanan

(DHENY ROHMATIKA, S.SiT)
iii

Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan pengarahan dari berbagai pihak. SiT. Kes. SH. selaku kepala Desa Purwosuman yang telah bersedia memberikan ijin pada penulis dalam pengadaan penelitian. Karya Tulis Ilmiah ini disusun dengan maksud untuk memenuhi tugas akhir sebagai salah satu syarat kelulusan STIKes Kusuma Husada Surakarta.. Ibu Anis Nurhidayati. 2. selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk memberikan petunjuk dan bimbingan kepada penulis. selaku Ka. S. 5. ST. M . Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Sukar Widiasmoro. Prodi D III Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta. selaku kepala Desa Bentak yang telah bersedia memberikan ijin pada penulis dalam pengadaan uji validitas.. S. Bapak Ir. Karya Tulis Ilmiah ini tidak dapat diselesaikan dengan baik.Si . 4. iv . Wito Suwarno. M. 3. Ibu Dheny Rohmatika.Agnes Sri Harti. selaku Ketua STIKes Kusuma Husada Surakarta.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul : “Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen”. Ibu Dra.

selaku Bidan Desa Bentak yang telah bersedia mambantu penulis dalam melakukan uji validitas. 7. selaku Bidan Desa Purwosuman yang telah membantu penulis dalam penelitian. v . Keb. Semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan ini masih banyak kekurangan. Ibu-ibu hamil yang telah bersedia menjadi responden penelitian dan uji validitas. Ibu-ibu kader yang telah membantu penulis dalam melakukan penelitian dan uji validitas. 11. Seluruh dosen dan staff Prodi D III Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta atas segala bantuan yang telah diberikan. Amd. Juli 2012 Penulis. Amd. Ibu Diana Tunjung Sari. Ibu Tonik Setyawati.6. Keb. oleh karena itu penulis membuka saran demi kemajuan peneliti selanjutnya. 9. 8. Surakarta. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah. 10.

Kata Kunci : Pengetahuan. dan melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka.51% dan dari 40 ibu hamil yang sudah melakukan imunisasi TT2 sebanyak 21 ibu hamil. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner tertutup.8% (18. Sosialisasi imunisasi TT perlu dilakukan agar setiap ibu hamil mengetahui. dan kurang. Hasil Penelitian : Jumlah responden pada katagori baik sebanyak 10 responden (25%). cukup. sedangkan untuk analisis data menggunakan analisis univariat. cakupan imunisasi TT tahun 2011 sebesar 78. Di Indonesia sekitar 9. Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah deskriptif Kuantitatif. lokasi penelitian di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen pada tanggal 20 April 2012. Juli 2012 Sri Lestari B09 110 TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG IMUNISASI TETANUS TOKSOID DI FORUM KESEHATAN DESA PURWOSUMAN SIDOHARJO SRAGEN Xiii + 44 halaman + 19 lampiran + 7 tabel + 2 gambar ABSTRAK Latar Belakang : Berdasarkan laporan Analisis Uji Coba di Indonesia pada tahun 2005-2006 yang disusun oleh WHO (World Health Organization) yang bekerja sama dengan DepKes RI. katagori cukup sebanyak 24 responden (60 %).Prodi D III Kebidanan STIKES Kusuma Husada Surakarta Karya Tulis Ilmiah. dan katagori kurang sebanyak 6 responden (15%). Tujuan : Mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen pada katagori baik. Kesimpulan : Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid yang paling banyak pada katagori cukup yaitu sebanyak 24 responden (60%).032 bayi) dari 184 ribu kelahiran bayi menghadapi kematian karena cakupan imunisasi Tetanus Toksoid yang rendah. Imunisasi Tetanus Toksoid Kepustakaan : 27 literatur (Tahun 2002 s/d 2011) vi . tetanus masih merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan maternal dan neonatal. Imunisasi Tetanus Toksoid ibu hamil bermanfaat melindungi bayi baru lahir dari tetanus neonatorum. Di FKD Purwosuman. Ibu Hamil. dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Non Random Sampling dengan metode total sampling. memahami manfaat dan jarak waktu pemberian imunisasi TT. Jumlah sampel sebanyak 40 ibu hamil.

§ Semua sahabatku. Ari. Intan. § Adik dan semua kerabatku yang selalu menyayangi dan selalu mendukungku. Mutik. terima kasih telah membuat bebanku berkurang atas “acc” askebnya.. Badriyah. terima kasih atas semua bimbingannya. sehingga terwujud Karya kecil ini.. orangtua. terima kasih telah menggenggam tangan dan menyentuh hatiku. v Manusia tidak merancang untuk gagal. kuikat dalam alinea. calon suami dan calon mertua pun bahagia. tanpamu aku bukanlah apa-apa. § Ibu Leni Kurniawati. § Someone. Pitsa”. terima kasih telah memberikan bimbingan selama ini. saudara. Vika. yang mendahulukan istirahat sebelum lelah. Anda akan menjadi lebih damai bila yang Anda pikirkan adalah jalan keluar masalah v Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas. v Kuolah kata. § Ibu Anis Nurhidayati. § Ayah dan Bunda tercinta. Aiu. jadilah mahakarya. PERSEMBAHAN Dengan segala rendah hati. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat. terima kasih Aris’ku sayang. vii . membantu aku. km’lah spirit disetiap langkahku. gelar sarjana kuterima. v Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. § Semua dosen STIKes Kusuma Husada. kubingkai dalam bab sejumlah lima. Novita. “Sisca. Karya Tulis Ilmiah ini penulis persembahkan : § Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Hidayah-Nya. kubaca makna.yang selalu setia menemani disetiap waktu. “i love u”. § Almamaterku tercinta. Ipeh.MOTTO v Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. mereka gagal untuk merancang.

Sragen LULUS TAHUN 2006 SMA N 3 Sragen LULUS TAHUN 2009 Prodi D III Kebidanan STIKES Kusuma Husada Angkatan 2009-2010 viii . Sidoharjo.CURICULUM VITAE Nama : SRI LESTARI Tempat/Tanggal Lahir : Sragen. 29 Juni 1991 Agama : Islam Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : Pengan RT 28. Sragen Riwayat Pendidikan : 1. Sragen LULUS TAHUN 2003 SMP N 1 Purwosuman. 2. SD N 1 Purwosuman. Sidoharjo. 4. Purwosuman. 3. Sidoharjo.

............................................................... Teori dari masalah yang diteliti ................................................................................................... vii CURICULUM VITAE ....... iv ABSTRAK ............................................................................................................................................................................................................................................................... 4 D................................................................................................. Keaslian Penelitian .... Tujuan Penelitian ......................................................... iii KATA PENGANTAR ........... xi DAFTAR GAMBAR............... viii DAFTAR ISI................ Kerangka Teori .. Manfaat Penelitian ...................................................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .............................................................................................................................................................................................................. 6 F............................................. 5 E.......................................... 22 ix .......................................... ix DAFTAR TABEL................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ............... Sistematika Penelitian .... Perumusan Masalah .................................. 7 TINJAUAN PUSTAKA A............................... Latar Belakang ..... 4 C... 1 B.............................................................................. 9 B...................................................... vi MOTTO DAN PERSEMBAHAN .... xiii BAB I BAB II PENDAHULUAN A....................... xii DAFTAR LAMPIRAN........................................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN ...........

..................................... Kesimpulan ............................................................................................................. Jenis Penelitian .......................................................................................................................... Alat/ Instrumen Penelitian .............................. 39 D.................................................................... 35 C.................. Definisi Operasional ................. 31 H....................................... Hasil Penelitian .................... 43 B............... 24 C.............. 26 E....... 44 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN x .... Teknik Pengumpulan Data ............... 35 B.... 33 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.................................. Kerangka Konsep Penelitian .... Saran .............................. Etika Penelitian........................................ 23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.................................... Populasi dan Sampel .... Keterbatasan ..................................................................... 31 I...............................................................................................C..... Pembahasan ....................... 30 G..................... Lokasi Penelitian ............................................. Metode Pengolahan dan Analisis Data ......... 41 BAB V PENUTUP A................ Variabel Penelitian .... 24 B.......................... 29 F............................ 25 D..................... Gambaran Umum ..........

38 xi .............................1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur ..............DAFTAR TABEL Tabel 3........................................2.....5 Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen .......... 37 Tabel 4.............. Kisi – kisi Kuesioner .........................1............. Definisi Operasional .... 37 Tabel 4...... 36 Tabel 4.......................... 30 Tabel 3...........2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pendidikan .. 33 Tabel 4...............4 Mean dan Standar Deviasi ................3 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pekerjaan ..................... 36 Tabel 4....................................

............................1 Kerangka Teori............................................................ 22 Gambar 2......... 23 xii .............2 Kerangka Konsep Penelitian..DAFTAR GAMBAR Gambar 2.......

Surat Balasan Permohonan Ijin Uji Validitas Lampiran 7. Hasil Hitungan Mean dan Standar Deviasi Lampiran 19. Tabulasi Hasil Uji Coba Instrumen Lampiran 14. Tabulasi Hasil Penelitian Lampiran 17. Hasil Uji Reliabilitas Lampiran 16. Kunci Jawaban Kuesioner Lampiran 13. Kuesioner Penelitian Lampiran 12. Surat Permohonan Ijin Uji Validitas Lampiran 6. Jadwal Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Lampiran 2. Surat Permohonan Responden Lampiran 10. Surat Permohonan Izin Pengambilan Data Awal Lampiran 3. Surat Balasan dari Kelurahan Lampiran 4. Hasil Uji Validitas Lampiran 15. Surat Ijin Penggunaan Lahan Lampiran 8. Butir Pertanyaan Pengambilan Data Awal Lampiran 5. Tabel Nilai r Product Moment Lampiran 20. Mean dan Standar Deviasi Lampiran 18. Surat Persetujuan Responden Lampiran 11. Surat Balasan Penggunaan Lahan Lampiran 9. Lembar Konsultasi xiii .DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.

asfiksia 27%. dua ibu melahirkan meninggal dunia. Penyebab tidak langsung kematian ibu di Indonesia adalah usia yang terlalu muda.000 kelahiran hidup sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia tercatat 26/1000 kelahiran hidup (Depkes RI.BAB I PENDAHULUAN A. Kematian akibat tetanus di negara berkembang 1 . Menurut BKKBN (2011). Penyebab kematian neonatal antara lain karena BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) 29%. gangguan hematologi 6%. hipertensi saat kehamilan dan infeksi. 2011). 2011). terlalu sering melahirkan. serta terlalu banyak anak yang dilahirkan. tetanus 10%. Tingkat kematian ibu saat melahirkan di Indonesia masih tinggi (SDKI. masalah pemberian minum 10%. tetanus masih merupakan penyebab utama kematian dan kesakitan maternal dan neonatal. Latar Belakang Setiap satu jam. infeksi 5% dan lain-lain 13% (Depkes RI. 2011). Angka Kematian Ibu di Indonesia sebesar 125/100. penyebab langsung kematian ibu di Indonesia adalah pendarahan. Berdasarkan laporan Analisis Uji Coba di Indonesia pada tahun 20052006 yang disusun oleh WHO (World Health Organization) yang bekerja sama dengan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. usia terlalu tua saat melahirkan.

ibu hamil diberikan suntikan Tetanus Toksoid. Manfaat imunisasi Tetanus Toksoid ibu hamil yaitu melindungi bayi baru lahir dari tetanus neonatorum yang dapat mengakibatkan kematian. 2006). 2005).2 135 kali lebih tinggi dibanding negara maju. 2005). di Sragen tahun 2007 sebesar 52.63% (Dinkes Sragen. dan melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (BKKBN. Pemberian vaksin TT melalui suntikan diperlukan untuk melindungi ibu hamil saat bersama bayinya terhadap tetanus neonatorum. Umumnya vaksin Tetanus Toksoid diberikan pada pasangan calon pengantin yang akan menikah.02% (Depkes RI.59% (Dinkes Jateng.032 bayi) dari 184 ribu kelahiran bayi menghadapi kematian karena cakupan imunisasi Tetanus Toksoid yang rendah (Depkes RI-WHO. 2005). 2009). Pada saat pemeriksaan kehamilan. namun banyak pasangan yang menolak karena adanya faktor kekurangan pengetahuan terhadap vaksin TT (Hartono. Di Indonesia sekitar 9.8% (18. Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) adalah suntikan vaksin tetanus untuk meningkatkan kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus (Idanati. Cakupan imunisasi TT di Indonesia tahun 2010 sebesar 70. dan di Desa Purwosuman tahun 2011 sebesar 78. di Jawa Tengah tahun 2003 sebesar 74.51% (FKD Purwosuman. 2011). 2012). 2005). Sosialisasi imunisasi TT perlu dilakukan mengingat .

Hasil wawancara yang penulis lakukan di FKD Purwosuman terhadap 10 orang ibu hamil. didapatkan informasi bahwa di FKD tersebut mengadakan Gerakan Sayang Ibu (GSI) setiap bulan. Setiap ibu hamil harus mengetahui. Selama dua bulan terakhir ini. GSI merupakan perkumpulan khusus ibu hamil yang kegiatannya meliputi pemeriksaan ibu hamil dan penyuluhan tentang kehamilan oleh Bidan desa dan kader. ibu hamil yang sudah melakukan imunisasi TT2 sebanyak 21 ibu hamil.3 masih ada sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa perempuan yang akan menikah mendapat imunisasi TT. . terdapat 6 orang ibu hamil (60%) yang pengetahuannya kurang tentang imunisasi TT dan 4 orang ibu hamil (40%) yang pengetahuannya cukup tentang imunisasi TT. maka setelah menikah dia akan terlambat hamil. sehingga ibu hamil menjadi tidak subur lagi setelah melahirkan. 2003). rata-rata kunjungan ibu hamil yang hadir pada saat GSI yaitu 40 ibu hamil. Berdasarkan data yang diperoleh di FKD Purwosuman. memahami manfaat dan jarak waktu pemberian TT (Achsin. Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan di Forum Kesehatan Desa (FKD) Purwosuman Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen pada bulan Februari 2012.

. sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen”. 2. Mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen pada kategori baik. Tujuan Khusus a. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen?”. Tujuan Umum Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen. setiap ibu hamil harus mengetahui. Tujuan Penelitian 1.4 Berdasarkan latar belakang diatas. C. B. memahami manfaat dan jarak waktu pemberian imunisasi TT.

Pendidikan Sebagai bahan bacaan dan menambah wawasan bagi mahasiswa kesehatan khususnya mahasiswa Kebidanan dalam hal pengembangan dan pemahaman ilmu pengetahuan tentang Kebidanan. 2.5 b. Mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen pada kategori cukup. 3. khususnya imunisasi Tetanus Toksoid. Manfaat Penelitian 1. D. . Bagi diri sendiri Dapat menambah pengetahuan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah. c. serta menambah pengalaman dalam melaksanakan penelitian tentang imunisasi Tetanus Toksoid. Bagi ilmu pengetahuan Dapat dijadikan bahan pustaka untuk menambah wawasan pengetahuan tentang imunisasi Tetanus Toksoid. Bagi Institusi a. Mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen pada kategori kurang.

54.2 % dapat digolongkan kurang. Hasil penelitian menunjukkan faktor pengetahuan mempunyai koefisien regresi sebesar 0.2% dapat di golongkan cukup. yaitu : 1. Alifah Goniyah (2008). Neni Hendriani (2002). E. penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan metode deskriptif dengan mengambil sampel 90 orang ibu hamil. 2.410 yang berarti bahwa . Keaslian Penelitian Berdasarkan penelusuran perpustakaan yang telah penulis telusuri di dapatkan beberapa hasil penelitian yang mirip dengan penelitian penulis.6 b. Forum Kesehatan Desa Memberi masukan atau informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan Ibu dan Anak khususnya dalam pemberian KIE tentang imunisasi Tetanus Toksoid. Faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya cakupan Imunisasi Tetanus Toksoid pada wanita usia subur di Puskesmas Bonorowo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat imunisasi sebanyak 24. dan 21. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan Case control. Karakteristik Ibu Hamil yang mendapat Imunisasi Tetanus Toksoid di Puskesmas Ngaglik Sleman Yogyakarta.6% dapat digolongkan baik. Jumlah responden 38 orang.

Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Imunisasi Tetanus Toksoid di Bidan Praktek Swasta Djamini Damun Surabaya. Cara pengambilan sampel pada penelitian ini adalah probability sampling dengan teknik simple random sampling. Tujuan Penelitian.3 % ibu hamil memiliki pengetahuan cukup. Hasil penelitian ini adalah 20 % ibu hamil memiliki pengetahuan baik. F. Cara pengambilan sampel dengan cara total sampling yaitu sebanyak 40 ibu hamil. Lokasi penelitian ini dilakukan di FKD Purwosuman. 24. Manfaat Penelitian. Diah Windiasari (2011). 3. .7% ibu hamil memiliki pengetahuan kurang. populasi dalam penelitian ini 166 orang dengan besar sampel 70 orang.279). Perumusan Masalah. Perbedaan dengan penelitian yang penulis lakukan yaitu jenis penelitian ini dengan metode deskriptif kuantitatif. dan Sistematika Penelitian. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sistematika Penelitian Penulisan laporan penelitian ini adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi tentang Latar Belakang. Keaslian Penelitian.7 faktor pengetahuan mempunyai hubungan bermakna dengan cakupan imunisasi TT (r tabel 0. dan 55. dan waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 April 2012.

Lokasi dan Waktu Penelitian. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN . lingkup asuhan dan pemeriksaan kehamilan.8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini berisi tentang Teori dari masalah yang diteliti. Imunisasi Tetanus Toksoid yang meliputi definisi. Variabel Penelitian. manfaat. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi tentang Gambaran Umum. dan Kerangka Konsep Penelitian. cara pemberian dan dosis. dan Teknik Pengambilan Sampel. pembagian usia. dan Keterbatasan. Populasi. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini berisi tentang Jenis Penelitian. Teknik Pengumpulan Data. efek samping. BAB V PENUTUP Bab ini berisi Kesimpulan hasil penelitian dan Saran. pengukuran. dan Etika Penelitian. dan tempat pelayanan. waktu pemberian. tingkat. teori tentang kehamilan yang meliputi definisi. Tetanus Neonatorum. Instrumen Penelitian. Definisi Operasional. yaitu Pengetahuan yang meliputi definisi. Sampel. dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan. Metode Pengolahan dan Analisis Data. Hasil Penelitian. Kerangka Teori. Pembahasan.

mengidentifikasikan dan mengatakan. Definisi Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2010). Cara kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain : menyebutkan. pendengaran. b. penciuman. Tingkat pengetahuan Menurut dicakup Notoatmodjo (2007). pengetahuan merupakan hasil “tahu” pengindraan manusia terhadap suatu obyek tertentu. yakni indra pengelihatan. Proses pengindraan terjadi melalui panca indra manusia. dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang diterima. menguraikan. 2) Memahami (Comprehension) 9 . Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior). tingkat pengetahuan yang dalam domain kognitif mempunyai enam tingkatan sebagai berikut : 1) Tahu (Know) Kemampuan untuk mengingat suatu materi yang telah dipelajari. Tinjauan Teori 1. perasa dan peraba melalui kulit.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengetahuan a.

3) Aplikasi (Aplication) Kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi yang sebenarnya. rumus.10 Kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Aplikasi disini dapat diartikan sebagai pengguna hukum-hukum. metode. 5) Sintesis (Sinthesis) Kemampuan untuk menghubungkan bagian-bagian dalam bentuk keseluruhan yang baru. dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi yang ada. tetapi masih dalam struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain. 4) Analisis (Analysis) Kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek dalam suatu komponen-komponen. 6) Evaluasi (Evaluation) Kemampuan untuk melakukan penelitian terhadap suatu materi atau objek tersebut berdasarkan suatu cerita yang sudah ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria yang sudah ada. prinsip-prinsip dan sebagainya. .

pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang akan diukur dari subjek penelitian atau responden. . Pengukuran Pengetahuan Menurut Notoatmodjo (2007). kedalamam pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaikan dengan kategori dibawah ini : 1) Tingkat pengetahuan baik bila nilai responden yang diperoleh (x) > Mean + 1 SD 2) Tingkat pengetahuan cukup bila nilai Mean – 1 SD ≤ x ≤ Mean + 1 SD 3) Tingkat pengetahuan kurang bila nilai responden yang diperoleh (x) < Mean – 1 SD d. Namun perlu ditekankan bahwa seorang yang berpendidikan rendah tidak berarti mutlak berpengetahuan rendah pula. 2007).11 c. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan menurut (Notoatmodjo. antara lain : 1) Pendidikan Pendidikan mempengaruhi proses belajar. Menurut Riwidikdo (2009). makin tinggi pendidikan seeorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi.

. Status ekonomi seseorang juga akan menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan tertentu. maupun sosial yang berpengaruh terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam individu. 4) Lingkungan Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar individu. baik lingkungan fisik. 5) Pengalaman Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang kembali pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi masa lalu. 6) Usia Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. 3) Sosial budaya dan ekonomi Kebiasaan dan tradisi yang dilakukan orang-orang tanpa melalui penalaran apakah yang dilakukan baik atau buruk.12 2) Informasi / Media Massa Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun non formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek (immediate impact) sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan. biologis. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya.

dan tidak lebih dari 300 hari (43 minggu). Ibu hamil adalah ibu yang mengandung mulai trimester I sampai trimester III (Dinkes Jateng. yang mana alatalat mulai dibentuk. dalam memberikan asuhan kepada ibu hamil. Kehamilan a. c. Pembagian usia kehamilan Menurut Prawirohardjo (2007). bidan harus memberikan pelayanan secara . Menurut Prawirohardjo (2007). b. Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. kehamilan adalah dikandungnya janin hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma. ditinjau dari tuanya kehamilan. yang mana janin yang dilahirkan dapat viable (dapat hidup). 2005).13 2. Lingkup Asuhan Kehamilan Menurut Kusmiyati. kehamilan dibagi menjadi tiga bagian. 3) Kehamilan triwulan ketiga (28-40 minggu). Definisi Menurut Kushartanti (2004). dkk (2009). yaitu : 1) Kehamilan triwulan pertama (0-12 minggu). 2) Kehamilan triwulan kedua (12-28 minggu). lamanya kehamilan mulai dari ovulasi sampai partus adalah kira-kira 280 hari (40 minggu). yang mana alat-alat telah dibentuk namun belum sempurna dan viabilitas janin masih disangsikan.

cara mengurangi . 8) Mengkaji kenaikan Berat Badan ibu dan hubungannya dengan komplikasi. 10) Melakukan penatalaksanaan kehamilan dengan anemia ringan. 4) Melakukan penilaian pelvic. ukuran. dan struktur panggul. 9) Memberi penyuluhan tanda-tanda bahaya dan bagaimana menghubungi Bidan. hiperemesis gravidarum tingkat I. Adapun lingkup asuhan kebidanan pada ibu hamil meliputi : 1) Mengumpulkan data riwayat kesehatan dan kehamilan serta menganalisa setiap kunjungan/pemeriksaan ibu hamil. 6) Menghitung usia kehamilan dah hari perkiraan lahir. 7) Mengkaji status nutrisi dan hubungannya dengan pertumbuhan janin. dan preeklamsi ringan. 2) Melaksanakan pemeriksaan fisik secara sistematis dan lengkap.14 komprehensif atau menyeluruh. abortus iminen. 11) Menjelaskan dan mendemonstrasikan ketidaknyamanan kehamilan. 3) Melakukan pemeriksaan abdomen termasuk tinggi fundus uteri (TFU)/posisi/presentasi dan penurunan janin. 5) Menilai keadaan janin selama kehamilan termasuk denyut jantung janin dengan fetoskop dan gerakan janin dengan palpasi.

latihan. keamanan. 3) Trimester ketiga minimal dua kali kunjungan.15 12) Memberi imunisasi Tetanus Toksoid. 14) Memberikan bimbingan dan persiapan persalinan. 16) Penggunaan secara aman jamu atau obat-obatan tradisional yang tersedia. kelahiran. 2) Trimester kedua minimal satu kali kunjungan. pemeriksaan kehamilan merupakan salah satu tahapan penting menuju kehamilan yang sehat. d. Pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan melalui dokter kandungan atau bidan dengan minimal pemeriksaan 4 kali selama kehamilan yaitu: 1) Trimester pertama minimal satu kali kunjungan. dan merokok. 13) Mengidentifikasi penyimpangan kehamilan normal dan penanganannya termasuk rujukan tepat. dan menjadi orangtua. 15) Bimbingan dan penyuluhan tentang perilaku kesehatan selama hamil seperti nutrisi. Pelayanan dilaksanakan sesuai dengan Standar . Pemeriksaan kehamilan Menurut Prawirohardjo (2007). pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya. Menurut Depkes RI (2009).

. 2) Ukur tekanan darah. 3. 7) Pemberian tablet zat besi. 5) Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ). 9) Tata laksana kasus. Definisi Imunisasi adalah suatu cara untuk menimbulkan/ meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. 3) Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas). 10) Temu wicara. yang dalam penerapannya meliputi 7T dan meningkat menjadi 10T yaitu : 1) Timbang berat badan dan ukur tinggi badan. 6) Skrining status imunisasi Tetanus dan berikan imunisasi TT bila diperlukan. Imunisasi TT adalah suntikan vaksin tetanus untuk meningkatkan kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus (Idanati. 8) Tes laboratorium (rutin dan khusus).16 Kebidanan (SPK). sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau sakit ringan (Depkes RI. 2005). 2005). 4) Ukur tinggi fuundus uteri. Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) a.

1 vial vaksin TT berisi 10 dosis dan setiap 1 box vaksin terdiri dari 10 vial. diperlukan untuk melindungi ibu hamil saat bersama bayinya terhadap tetanus neonatorum. Pemberian vaksin TT melalui suntikan.17 Vaksin Tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan (Setiawan. 2005). 2006). Kemasan vaksin dalam vial. 2005). Kedua manfaat tersebut adalah cara untuk mencapai salah satu tujuan dari program imunisasi secara nasional yaitu eliminasi tetanus maternal dan tetanus neonatorum (Depkes. memahami manfaat dan jarak waktu pemberian TT (Achsin. 2003). Sosialisasi imunisasi TT perlu dilakukan mengingat masih ada sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa perempuan yang akan menikah mendapat imunisasi TT maka setelah menikah dia akan terlambat hamil. yaitu : 1) Melindungi bayinya yang baru lahir dari tetanus neonatorum 2) Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka. Manfaat Imunisasi TT Manfaat imunisasi TT ibu hamil (BKKBN. Pada saat pemeriksaan kehamilan. Sehingga ibu hamil menjadi tidak subur lagi setelah melahirkan. . Vaksin TT adalah vaksin yang berbentuk cairan (Depkes RI. Setiap ibu hamil harus mengetahui. ibu hamil diberikan suntikan TT. 2004). b.

Waktu pemberian imunisasi TT Menurut Widian (2008). jatuh di jalan raya.18 Menurut Depkes RI (2005). Sehingga diharapkan dapat memberikan kekebalan selama 3 tahun. manfaat imunisasi TT yaitu : 1) Mencegah tetanus pada bayi baru lahir (diberikan pada wanita usia subur atau ibu hamil). 3) Dapat digunakan oleh siapa saja yang terluka seperti terkena benda berkarat. bila ibu belum pernah mendapatkan TT atau meragukan. pemberian imunisasi TT pada ibu hamil tidak membahayakan walaupun diberikan pada kehamilan muda.5cc. jarak pemberian 4 minggu setelah TT 1. dosis pemberian 0. masa perlindungan 5 tahun.5 cc.5 cc. c. perlu diberikan sejak kunjungan antenatal yang pertama sebanyak 2 kali dengan jarak minimal 1 bulan. 2) TT2. 2) Mencegah tetanus pada ibu bayi. jadwal pemberian imunisasi TT pada WUS (wanita usia subur) sebagai berikut : 1) TT1. 3) TT3. . dapat memberikan perlindungan selama 3 tahun. Menurut Gazali (2007). jarak pemberian 6 bulan setelah TT 2. interval waktu 4-6 minggu. diberikan dengan dosis 0. Menurut Depkes RI (2005). dosis pemberian 0. Imunisasi TT diberikan pada ibu hamil dengan jumlah pemberian sebanyak 2 kali pada trimester ke II.

f) Di posyandu. dengan dosis 0. 3) Di unit pelayanan statis. dengan dosis pemberian 0.19 4) TT4. jarak pemberian 1 tahun setelah TT 3. 5) TT5.+8ºC. d) Sterilitasnya terjaga. imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali. vaksin harus dikocok terlebih dahulu agar suspensi menjadi homogen.5 cc di injeksikan intramuskuler / subkutan dalam.5 cc. c) Tidak pernah terendam air. jarak pemberian 1 tahun setelah TT 4. b) Vaksin disimpan dalam suhu +2º . masa perlindungan 10 tahun. dosis pemberian 0. dosis pemberian 0. masa perlindungan 25 tahun.5 cc. Cara pemberian imunisasi TT yaitu : 1) Sebelum digunakan. vaksin yang sudah terbuka tidak boleh digunakan lagi untuk hari berikutnya. 2) Untuk mencegah tetanus/tetanus neonatal terdiri dari 2 dosis primer yang disuntikkan secara intramuskular atau subkutan dalam. Cara pemberian dan dosis imunisasi TT Menurut BKKBN (2005). . vaksin TT yang telah dibuka hanya boleh digunakan selama 4 minggu dengan ketentuan : a) Vaksin belum kadaluarsa.5 ml. d. e) VVM (Vaccine Vial Monitor) masih dalam kondisi A atau B.

Tetanus Neonatorum Tetanus adalah salah satu penyakit yang paling beresiko menyebabkan kematian bayi baru lahir. f. Penyakit ini menular dan menyebabkan . tempat pelayanan untuk mendapatkan imunisasi TT antara lain : 1) Puskesmas. 4. Efek Samping imunisasi TT Efek samping jarang terjadi dan bersifat ringan. gejalanya seperti lemas dan kemerahan pada lokasi suntikan yang bersifat sementara dan kadang-kadang gejala demam (Depkes RI. 8) Dokter praktik. dikenal dengan istilah tetanus neonatorum yang disebabkan oleh basil Clostridium Tetani. 4) Rumah bersalin. 7) Rumah sakit swasta. 6) Posyandu. 3) Rumah sakit.20 e. 2005). 2) Puskesmas pembantu. 5) Polindes. Tempat pelayanan untuk mendapatkan imunisasi TT Menurut Depkes RI (2004). Tetanus yang menyerang bayi usia di bawah satu bulan. 9) Bidan praktik.

dapat memberi proteksi pada bayi . leher menjadi kaku dan dapat terjadi opistotonus. seratus persen bayi yang lahir terkena tetanus akan mengalami kematian (DinKes Jateng. 2007). dan pemberian imunisasi TT pada ibu hamil pada triwulan terakhir (Prawirohardjo.21 resiko kematian sangat tinggi. mengeras. Gejala permulaan ialah kesulitan minum karena terjadinya trismus. Tetanus menyerang bayi baru lahir karena dilahirkan di tempat yang tidak steril. dan jika terdapat kejang otot pernafasan dapat terjadi sianosis (Yulianto. 2008). dinding abdomen kaku. Pencegahan yang paling baik ialah pemotongan dan perawatan tali pusat yang steril. terutama jika tali pusat terinfeksi. kemudian dapat terjadi spasme otot yang luas dan kejang umum. Gambaran klinis tetanus neonatorum adalah masa inkubasi biasanya 3 sampai 10 hari. mulut mencucu seperti mulut ikan (karpermond). 2007). Bisa dikatakan.

Pembagian usia kehamilan 3. Tahu Memahami Aplikasi Analisis Sintesis Evaluasi Pengetahuan Faktor yang mempengaruhi pengetahuan : 1. 6. Efek samping 6. Informasi 3. Lingkup asuhan kehamilan 4. Pengertian Manfaat Jadwal Cara pemberian dan dosis 5. Tempat pelayanan Gambar 2. Sosial budaya dan ekonomi 4. Usia kehamilan Imunisasi Tetanus Toksoid Teori kehamilan: Teori imunisasi TT : 1.22 B. Pengalaman 6. 4. . Pendidikan 2. Lingkungan 5. 2. Definisi 2. 4.1 kerangka Teori Sumber : Modifikasi dari Notoatmodjo (2007). 2. 5. 3. 3. Pemeriksaan kehamilan 1. Kerangka Teori Tingkat pengetahuan : 1.

Pendidikan 2. Informasi 3. Pengalaman 6.23 C.2 Kerangka Konsep Keterangan : : Faktor yang diteliti : Faktor yang tidak diteliti . Lingkungan 5. Usia Gambar 2. Kerangka Konsep Baik Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid Cukup Kurang Faktor yang mempengaruhi pengetahuan : 1. Sosial budaya dan ekonomi 4.

2004). Pada penelitian ini menggambarkan Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Imunisasi Tetanus Toksoid. Menurut Notoatmodjo (2010). dituntut menggunakan angka. penafsiran terhadap data tersebut. mulai dari pengumpulan data. 2. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 April 2012. 24 . serta penampilan dari hasilnya.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Arikunto (2010). Lokasi Penelitian Lokasi penelitian pengambilan data Penelitian adalah selama tempat kasus yang digunakan untuk berlangsung (Budiarto. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. penelitian kuantitatif. B. ini dilaksanakan di Forum Kesehatan Desa (FKD) Purwosuman. deskritif adalah penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau diskripsi suatu keadaan secara objektif. Waktu Penelitian Waktu penelitian adalah jangka waktu yang dibutuhkan penulis untuk memperoleh data studi kasus yang dilaksanakan (Budiarto. 2004). Jenis Penelitian Ditinjau dari segi tujuan penelitian yang hendak dicapai.

apabila subjeknya kurang dari 100. Populasi Penelitian Menurut Sugiyono (2011). Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara Non Random Sampling dengan metode total sampling. 2.25 C. 3. Sampel dan teknik Pengambilan Sampel 1. Sampel Penelitian Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan obyek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu hamil di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen. Populasi. populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Menurut Arikunto (2010). 2010). Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah semua populasi di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen yang berjumlah 40 orang. lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. . total sampling adalah semua populasi dijadikan sampel atau bisa juga disebut penelitian populasi. dengan jumlah populasi 40 orang. Menurut Arikunto (2010).

yaitu pernyataan positif dan pernyataan negatif. matang. Pengisian kuesioner tersebut dengan memberi tanda centang (√) pada jawaban yang dianggap benar. maka pernyataan dibuat 2 kategori. Instrumen Penelitian Alat yang dipergunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah kuesioner. Untuk menghindari ketidakseriusan responden yang sering kali terjadi dalam pengisian kuesioner. Kuesioner penelitian ini terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk mendapatkan hasil yang berkualitas. Menurut Notoatmodjo (2010). kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup dengan jawaban benar dan salah. Untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid. Untuk itu. Responden yang digunakan untuk uji coba sebaiknya memiliki ciri-ciri responden dari tempat dimana (Notoatmodjo. penelitian tersebut harus dilaksanakan . 2010). Jawaban benar dengan pernyataan positif (favorable) dan jawaban salah jika pernyataan negatif (unfavorable) mendapat nilai 1. dimana responden tinggal memberikan jawaban atau dengan memberikan tanda – tanda tertentu. Jawaban yang salah dengan pernyataan positif (favorable) dan benar jika pernyataan negatif (unfavorable) mendapatkan nilai 0. maka kuesioner tersebut harus dilakukan uji coba di lapangan. kuesioner adalah daftar pertanyaan yang sudah tersusun dengan baik.26 D.

validitas didefinisikan sebagai ukuran seberapa cermat suatu test melakukan fungsi ukurnya. Berdasarkan hasil uji coba instrumen kepada 30 responden yang dilakukan pada ibu hamil di Forum Kesehatan Desa Bentak Sidoharjo . Menurut Mahfoed (2007). 2009).27 Uji coba instrumen penelitian ini dilakukan di Forum Kesehatan Desa Bentak Sidoharjo Sragen dengan jumlah responden 30 orang. 1. Uji Validitas Menurut Riwidikdo (2009). Jadi validitas adalah ukuran yang menunjukkan sejauh mana instrumen pengukur mampu mengukur apa yang ingin diukur. alasan jumlah responden 30 adalah karena kaidah umum penelitian agar diperoleh distribusi nilai hasil penelitian mendekati kurva normal. Uji validitas dengan menggunakan tehnik korelasi pearson product moment dengan rumus sebagai berikut: ‫ݎ‬ൌ Keterangan : r ܰǤ σ ܺǤ ܻ െ σ ܺǤ σ ܻ ඥሼܰ σ ܺ ଶ Ȃ ሺσ ܺሻଶ ሽሼܰ σ ܻ ଶ െ ሺσ ܻሻଶ ሽ : Koefisien korelasi N : Jumlah sampel X : Skor pertanyaan Y : Skor total Instrumen dikatakan valid atau sahih jika nilai rhitung > rtabel karena menyatakan adanya korelasi antara skor item dengan jumlah skor total (Riwidikdo.

4.28 Sragen. 8. Untuk item yang tidak valid tidak digunakan dalam penelitian ini. 34. Rumus Alpha Chronbach adalah sebagai berikut: Keterangan: ‫ݎ‬௜ ‫ݎ‬௜ ൌ  σ ‫ݏ‬௜ଶ ݇ ቊͳ െ ଶ ቋ ݇െͳ ‫ݏ‬௧ = Reliabilitas Instrumen ݇ = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal ‫ݏ‬௧ = Varian total σ ‫ݏ‬௜ = Jumlah varian butir . Untuk menguji reliabilitas instrumen. 31. reliabilitas instrumen dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. 2010). didapatkan 27 item yang valid dan 8 item yang tidak valid yaitu item nomor 1. Menurut Riwidikdo (2009). dan 35. peneliti menggunakan Alpha Chronbach dengan bantuan program komputer SPSS for Windows. 32. 33. equivalent. 2. dan gabungan keduanya. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest (stability). Data hasil uji validitas dapat dilihat di lampiran 14. Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah suatu instrumen cukup dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (Arikunto. Secara internal reliabilitas instrumen dapat diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrumen dengan teknik tertentu.

Data hasil uji reliabilitas dapat dilihat di lampiran 15. 2. 25 Cara pemberian imunisasi TT 12. 17. 28 29. 32* 16 2 Tetanus Neonatorum 26. 5. 3. 30. 10. Berdasarkan hasil perhitungan reliabilitas. 20.76 sehingga instrumen dinyatakan reliabel. 7 3. 9. 21.7. 18 Nomor pertanyaan unfavorable 35* Jumlah Manfaat imunisasi TT 6. 19 8*. 27. Kisi-kisi kuesioner Tabel.1 Kisi – kisi kuesioner No Variabel penelitian Indikator 1. 24. 11. 22. 34* Efek samping imunisasi TT 13. 23 Waktu pemberian imunisasi TT 4*. diperoleh nilai Alpha sebesar 0. 14 33* 2 Tempat pelayanan imunisasi TT 15.29 Menurut Riwidikdo (2009). 31* 5 2 5 10 1 - Total item yang valid Keterangan : * = item yang tidak valid 27 . 3. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid Definisi imunisasi TT 2. kuesioner atau angket dikatakan reliabel jika memiliki nilai alpha minimal 0. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Tetanus Neonatorum Nomor pertanyaan favorable 1*.

Data Sekunder Data sekunder didapat tidak secara langsung dari obyek penelitian.30 E. Peneliti mendapatkan data primer dari hasil pengisian kuesioner oleh responden tentang imunisasi Tetanus Toksoid di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen. Data yang diperoleh terdiri dari: 1. kemudian menjelaskan tentang cara pengisiannya. Data Primer Menurut Riwidikdo (2009). 2. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial (Riwidikdo. 2009). Peneliti mendapatkan data sekunder dari Bidan Desa Purwosuman tentang jumlah ibu hamil dan cakupan imunisasi Tetanus Toksoid di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen. data primer diperoleh secara langsung dari obyek penelitian oleh peneliti. sehingga diperoleh jawaban atas pertanyaan yang disediakan melalui pengisian kuesioner oleh responden. Teknik Pengumpulan Data Cara pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan lembar pertanyaan persetujuan dan membagikan kuesioner atau angket pada ibu hamil di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen. Responden disuruh mengisi kuesioner sampai selesai dan kuesioner diambil pada saat itu juga oleh peneliti. .

(Riwidikdo. G. Variabel dalam penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid. b. 2011). Cukup. Definisi Operasional Menurut Notoatmodjo (2010). Tabel. Baik. bila nilai (x) > Mean + 1 SD. bila nilai (x) < Mean – 1 SD. bila nilai Mean – 1 SD ≤ x ≤ Mean + 1 SD. 2009) . Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut. c. Kurang. kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono.2 Definisi Operasional No 1 Variabel Definisi Operasional Skala Kategori Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid Kemampuan responden untuk menjawab pengertian serta berbagai pengetahuan tentang imunisasi Tetanus Toksoid Ordinal a.31 F. definisi operasional merupakan definisi yang membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-variabel yang diamati atau diteliti. 3.

d) Cleansing Data yang telah di entry diperiksa kelengkapan dan kebenarannya. Analisis univariat adalah menganalisis terhadap tiap variabel dari hasil tiap penelitian untuk . kode 1 jawaban benar. kesalahan pengisian dan konsistensi dari setiap jawaban dan pertanyaan. langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pengolahan data yaitu : a) Editing Editing adalah upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh atau dikumpulkan. Pada penelitian ini melakukan editing dengan cara memeriksa kelengkapan. Metode Pengolahan Data Menurut Hidayat (2007). 2. c) Entry Data entry adalah kegiatan memasukan data yang telah dikumpulkan ke dalam master tabel atau data base komputer.32 H. Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis univariat. Untuk memudahkan dalam proses pembacaan yaitu : Kode 0 jawaban salah. b) Coding Coding merupakan kegiatan pemberian kode numerik pada data yang terdiri atas beberapa kategori. Metode Pengolahan dan Analisis Data 1.

Pada penelitian ini semua responden akan diberi lembar persetujuan. 2007). I. Selanjutnya untuk mengetahui hasil tingkat pengetahuan ibu hamil menurut Riwidikdo (2009). Jika subyek bersedia. Tingkat pengetahuan baik bila nilai responden yang diperoleh (x) > Mean + 1 SD. Etika Penelitian 1. Pemberian informent consent ini bertujuan agar subyek mengerti maksud dan tujuan penelitian dan mengetahui dampaknya. 2010). . c. Informent consent ini berupa lembar persetujuan untuk menjadi responden. b.33 menghasilkan distribusi frekuensi dan prosentase dari tiap variabel (Notoatmodjo. Informent Consent (Lembar Persetujuan) Informent consent diberikan sebelum melakukan penelitian. maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan dan jika responden tidak bersedia. maka peneliti harus menghormati keputusan tersebut (Hidayat. ditunjukan dengan prosentase dengan keterangan sebagai berikut : a. Tingkat pengetahuan kurang bila nilai responden yang diperoleh (x) < Mean – 1 SD. Tingkat pengetahuan cukup bila nilai Mean – 1 SD ≤ x ≤ Mean + 1 SD.

2007).34 2. 3. Confidentiality (Kerahasiaan hasil) Sub bab ini menjelaskan masalah-masalah responden yang harus dirahasiakan dalam penelitian. Peneliti hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data tersebut (Hidayat.hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan dalam hasil penelitian (Hidayat. Peneliti tidak akan mencantumkan nama subyek pada lembar pengumpulan data dalam penelitian ini. . Anonimity (Kerahasiaan nama/ identitas) Anonimity. berarti tidak perlu mencantumkan nama pada lembar pengumpulan data (kuisioner). 2007). Kerahasiaan informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaan oleh peneliti. Penelitian ini kerahasiaan hasil/informasi yang telah dikumpulkan dari setiap subyek akan di jamin oleh peneliti.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. batas Barat Desa Bentak. Gambaran Umum Lokasi penelitian ini adalah di Forum Kesehatan Desa (FKD) Purwosuman. 1 ruang bersalin. pelayanan imunisasi. yang 35 . batas Timur Desa Duyungan. Karakteristik responden Responden dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Desa Purwosuman Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Sragen. pemeriksaan bayi dan balita sakit. B. dan batas Selatan Desa Gebang. Kabupaten Sragen. dan 1 ruang tunggu. Desa Purwosuman terletak di bagian selatan Kecamatan Sidoharjo. Hasil Penelitian 1. Batas wilayah Desa Purwosuman yaitu. pelayanan persalinan. Pelayanan yang diberikan di FKD Purwosuman meliputi pemeriksaan ibu hamil (ANC). batas Utara Desa Patihan. Kecamatan Sidoharjo. 1 ruang nifas. Sarana dan Prasarana ruang di FKD ini memiliki 1 ruang periksa. FKD Purwosuman adalah satu-satunya Forum Kesehatan Desa di Desa Purwosuman yang dikelola oleh 2 Bidan Desa. pelayanan Keluarga Berencana (KB). dan pengobatan umum.

Pengambilan data dilakukan dengan membagikan kuesioner yang diberikan kepada 40 responden dengan pilihan jawaban benar dan salah sebanyak 27 butir soal. pendidikan .5%).5%).5 12. dari 40 responden menunjukkan bahwa terdapat kelompok umur <20 tahun sebanyak 8 responden (20%).5 27.1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur No 1 2 3 Umur (tahun) < 20 20-35 > 35 Total Sumber : Data Primer Frekuensi 8 27 5 40 Prosentasi (%) 20 67.5%). kelompok umur 20-35 tahun sebanyak 27 responden (67.5 45 20 100 Berdasarkan tabel 4.2. dari 40 responden menunjukkan bahwa terdapat pendidikan SD sebanyak 3 responden (7. a.36 berjumlah 40 orang.5%) dan kelompok umur >35 tahun sebanyak 5 responden (12. pendidikan SMP sebanyak 11 responden (27. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur Tabel 4. Jadi umur responden yang paling banyak pada kelompok umur 20-35 tahun yaitu sebanyak 27 responden (67.5 %).5 100 Berdasarkan tabel 4.1. b. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan Tabel 4.2 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pendidikan No 1 2 3 4 Pendidikan SD SMP SMA Perguruan Tinggi Total Sumber : Data Primer Frekuensi 3 11 18 8 40 Prosentase (%) 7.

Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan Tabel 4. dari 40 responden menunjukkan bahwa terdapat kelompok bekerja (PNS. 4 Mean dan Standar Deviasi Variabel Mean Standar Deviasi Pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid 19.5 25 17. Jadi responden yang paling banyak bekerja yaitu sebanyak 24 responden (60%). Hasil Penelitian Berdasarkan analisis data. Jadi pendidikan responden yang paling banyak pada pendidikan SMA yaitu sebanyak 18 responden (45%). Tani 2 Tidak bekerja (IRT) Total Sumber : Data Primer Frekuensi Prosentase (%) 7 10 7 16 40 17. c. didapatkan nilai Mean 19. dan Tani) sebanyak 24 responden (60%) dan kelompok tidak bekerja (IRT) sebanyak 16 responden (40%). 2.4 berikut : Tabel 4.53 .53 yang disajikan dalam tabel 4. PNS b.3.05 3. Swasta.3 Distribusi frekuensi responden berdasarkan pekerjaan No Pekerjaan 1 Bekerja a.5 40 100 Berdasarkan tabel 4. Swasta c.05 dan Standar Deviasi 3.37 SMA sebanyak 18 responden (45%) dan pendidikan Perguruan Tinggi sebanyak 8 responden (20%).

38 Berdasarkan nilai Mean dan Standar Deviasi diatas. pengetahuan cukup bila nilai 15. Berdasarkan data yang diperoleh.52.53 (x) > 22.05 + 1 x 3. pengetahuan kurang bila nilai responden < 15. c. b.05 + 1 x 3. Kurang : (x) < Mean – 1 SD (x) < 19. pengetahuan baik bila nilai responden > 22.53 ≤ x ≤ 19.05 – 1 x 3.58 Jadi.53 15.58. yaitu : a.53 (x) < 15. maka pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen dapat dikatagorikan menjadi 3 tingkat.5 dibawah ini : Tabel 4.05 – 1 x 3.52 Jadi. maka tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen dapat dilihat pada tabel 4.58 Jadi.52 ≤ x ≤ 22.58. Cukup : Mean – 1 SD ≤ x ≤ Mean + 1 SD 19.52 ≤ x ≤ 22.5 Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di FKD Purwosuman sidoharjo Sragen No 1 2 3 Pengetahuan Baik Cukup Kurang Total Sumber : Data Primer Frekuensi 10 24 6 40 Prosentase (%) 25 60 15 100 . Baik : (x) > Mean + 1 SD (x) > 19.

katagori cukup sebanyak 24 responden (60 %). dan katagori kurang sebanyak 6 responden (15%). . pengetahuan merupakan hasil “tahu” pengindraan manusia terhadap suatu obyek tertentu. pada katagori baik yaitu sebanyak 10 responden (25%).5 diatas. penciuman. perasa dan peraba melalui kulit. pendengaran.39 Berdasarkan tabel 4. C. Jadi tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen yang paling banyak pada katagori cukup. Jadi tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen yang paling banyak pada katagori cukup. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior). Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian terhadap 40 responden menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen. Proses pengindraan terjadi melalui panca indra manusia. Menurut Notoatmodjo (2010). yakni indra pengelihatan. katagori cukup sebanyak 24 responden (60 %) dan katagori kurang sebanyak 6 responden (15%). pada katagori baik sebanyak 10 responden (25%). tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen.

5%). Namun perlu ditekankan bahwa seorang yang berpendidikan rendah tidak berarti mutlak berpengetahuan rendah pula. pendidikan responden yang paling banyak pada pendidikan SMA yaitu sebanyak 18 responden (45%). 2005). pengalaman. maupun sosial yang berpengaruh terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam individu. baik lingkungan fisik. sosial budaya dan ekonomi. dan Tani) yaitu sebanyak 24 responden (60%) dan sebagian besar responden berumur 20-35 tahun yaitu sebanyak 27 responden (67. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar individu. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya (Notoatmodjo. 2005). Manfaat imunisasi Tetanus Toksoid ibu hamil yaitu melindungi bayi baru lahir dari tetanus neonatorum yang dapat mengakibatkan kematian. biologis.40 Menurut Notoatmodjo (2007). dan melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (BKKBN. Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) adalah suntikan vaksin tetanus untuk meningkatkan kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus (Idanati. . makin tinggi pendidikan seeorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi. 2007). informasi/media massa. faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan antara lain : pendidikan. dan usia. Swasta. Berdasarkan hasil penelitian. Usia mempengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang. lingkungan. sebagian besar responden bekerja (PNS. Pendidikan mempengaruhi proses belajar.

sebagian besar responden bekerja. interval waktu 4-6 minggu. 2003). Sosialisasi imunisasi TT perlu dilakukan mengingat masih ada sebagian masyarakat yang beranggapan bahwa perempuan yang akan menikah mendapat imunisasi TT. namun banyak pasangan yang menolak karena adanya faktor kekurangan pengetahuan terhadap vaksin TT (Hartono. sehingga ibu hamil menjadi tidak subur lagi setelah melahirkan. Jadi berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Imunisasi Tetanus Toksoid di FKD Purwosuman Sidoharjo Sragen paling banyak pada katagori cukup yaitu sebanyak 24 responden (60%). 2005). Sehingga diharapkan dapat memberikan kekebalan selama 3 tahun (Gazali. maka setelah menikah dia akan terlambat hamil. dan usia responden sebagian besar 20-35 tahun. Imunisasi TT diberikan pada ibu hamil dengan jumlah pemberian sebanyak 2 kali pada trimester ke II.41 Umumnya vaksin Tetanus Toksoid diberikan pada pasangan calon pengantin yang akan menikah. . 2007). Setiap ibu hamil harus mengetahui. Pemberian imunisasi TT pada ibu hamil tidak membahayakan walaupun diberikan pada kehamilan muda. Kemungkinan hal tersebut dipengaruhi oleh faktor pendidikan responden yang sebagian besar SMA. memahami manfaat dan jarak waktu pemberian TT (Achsin.

. sehingga hasil penelitian terbatas pada tingkat pengetahuan saja. Jumlah responden yang datang hanya sebagian. yaitu : 1. Responden ada yang kurang paham tentang pernyataan yang dibuat peneliti. Keterbatasan a. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup sehingga responden hanya bisa menjawab benar atau salah. b. Kelemahan dan Keterbatasan Dalam penelitian ini ada kelemahan dan keterbatasan. Kelemahan a. b. sehingga peneliti harus mengunjungi sebagian ibu hamil yang tidak datang (door to door). 2. Variabel Penelitian ini variabel tunggal. dan jawaban responden belum bisa mengukur pengetahuan secara mendalam.42 D.

2. 43 . Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen. yaitu sebanyak 24 responden (60%). dalam katagori kurang sebanyak 6 responden (15%). yang paling banyak dalam katagori cukup. 4. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1.BAB V PENUTUP A. dalam katagori cukup sebanyak 24 responden (60%). Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen. dalam katagori baik sebanyak 10 responden (25%). Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen. 3. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi Tetanus Toksoid di Forum Kesehatan Desa Purwosuman Sidoharjo Sragen.

Bagi Peneliti Selanjutnya Diharapkan melakukan penelitian lebih lanjut dengan pengembangan variabel penelitian dan jumlah populasi yang lebih banyak sehingga akan diperoleh hasil yang lebih baik.44 B. serta dapat lebih meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan khususnya tentang imunisasi Tetanus Toksoid melalui media elektronik maupun media cetak. Bagi Responden Diharapkan dengan adanya penelitian ini. . Bagi FKD Petugas Kesehatan (Bidan) dan kader diharapkan dapat meningkatkan pemberian penyuluhan dalam bidang kesehatan khususnya tentang imunisasi Tetanus Toksoid. maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik. dan meningkatkan cakupan imunisasi Tetanus Toksoid. Oleh karena itu peneliti menyampaikan saran sebagai berikut : 1. Saran Berdasarkan simpulan diatas. ibu hamil dapat lebih disiplin dalam melakukan ANC dan lebih aktif untuk mengikuti penyuluhan tentang kesehatan khususnya tentang imunisasi Tetanus Toksoid. 3. 2.

2005. Yogyakarta : STIKes Respati. Metodologi Penelitian Kedokteran. http://www.php?option=news&task=viewarticle &itemid=2. Standar Pelayanan Kebidanan.indeks.id/vaksin-tttetanus-toksoid/. Dinkes Jateng. ________ .wordpress. 2002. Achsin. Hartono. Pedoman Teknis Imunisasi Tingkat Puskesmas. Untukmu Ibu Tercinta.int/publications/2008/9789241596657eng. http://putriazka. 2011._DAFTAR_PUSTAKA. Budiarto. 2005. 2005. BKKBN. Karya Tulis Ilmiah. 2009. http://putriazka. http://etd.id/12559/11/8. 2005. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. ________ . Direktorat Jenderal PP.com/2010/04/27/imunisasi-tttetanus-toksoid-pada-ibu-hamil-bumil/. 2010.ums.pdf. 2005.ac.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. 2009. Jakarta : Rineka Cipta. 2004.lusa. Jakarta : Departemen Kesehatan RI. Karya Tulis Ilmiah.com/2010/04/27/imunisasi-tttetanus-toksoid-pada-ibu-hamil-bumil/ Diakses April 2005.id. Jakarta: Erlangga. Depkes RI. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 1059/MENKES/SK/IX/2004 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi. 2005. http://whqlibdoc.depkes. Diakses 28 Maret 2011.go. Diakses September 2005. Diakses April 2005.wordpress. Hendriani. Kartu Informasi KHIBA (Kelangsungan Hidup Ibu Bayi. A. Andi : Yogyakarta. Analisis & Desain Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. dan Balita). Jakarta : EGC. Ghoniyah.who. Jakarta.web. Faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya cakupan Imunisasi Tetanus Toksoid pada wanita usia subur di Puskesmas Bonorowo. Karakteristik Ibu Hamil yang mendapat Imunisasi Tetanus Toksoid di Puskesmas Ngaglik Sleman Yogyakarta.eprints. Akses 3 Maret 2011. . S. A. Jawa Tengah tahun 2005. Yogyakarta : STIKes Respati. N. Jakarta. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2010. Profil Kesehatan Provinsi. www.

2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. seruminstitute. Yogyakarta : Mitra Cendikia Press.Hidayat. Riwayat Singkat Karir Opick. A. Sugiyono. Kesehatan Masyarakat dan Seni. http://putriazka. 2011. Kusmiyati.html. R. 2007. 2003. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka. Profil kesehatan Jawa Tengah Tahun 2008. Surabaya : STIKes Yarsis. http://www. dkk.kowera-musik. Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang Imunisasi Tetanus Toksoid di Bidan Praktek Swasta Djamini Damun Surabaya. Mahfoedz. Yogyakarta : Fitramaya. H. 2006. S. Diakses tanggal 26 Juli 2011. http://adln. Idanati. Prof. Diakses 27 April 2010. 2009. Surabaya : Karya Tulis Ilmiah. 2010. 2009. Jakarta : Balai Pustaka. I. Jakarta : Renika Cipta. Setiawan. Yogyakarta : Fitramaya. Perawatan Ibu Hamil. 2007.com/2010/04/27/imunisasi-tt-tetanustoksoid-pada-ibu-hamil-bumil/. Metodologi Penelitian Kesehatan.lib.dr. Riwidikdo. TT Pregnancy. 2011. 2009. Karya Tulis Ilmiah. Jakarta : Salemba Medika.unair. S. Statistika untuk Penelitian. Metodologi Penelitian Kebidanan dan Teknik Analisa Data.co. Yulianto.id. D. .wordpress. PGRI Jawa Tengah : Derap Guru. Metodologi Penelitian bidang Kesehatan. Statistika Kesehatan. Windiasari. 2007.ac. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Prawirohardjo. 2009. Jakarta : Rineka Cipta. Bandung : Alfabeta. Tetanus Toxoid. Serum Institute of India Ltd. Dinas Kesehatan Jawa Tengah. Diakses April 2005.com/content/products/product_tetanus_toxoid. 2005.cc. Notoatmodjo. keperawatan dan Kebidanan. Pendidikan Anti Kekerasan. ____________ . Ilmu Kebidanan.