Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tumbuhan dalam aktivitas hidupnya, mengeluarkan sejumlah besar air
yang diserap (90%) ke atmosfer dalam bentuk uap air. Hilangnya air dari tubuh
tanaman dalam bentuk uap air ini dinamakan transpirasi, dan hampir semua air
yang ditranspirasikan keluar melalui stomata. Hanyalah 1 – 2% dari seluruh air
yang digunakan oleh tumbuhan dalam proses fotosintesis atau didalam kegiatan
metabolik sel-sel daunnya. Sisanya menguap dari daun dalam proses transpirasi.
Air menguap ke dalam ruang udara pada lapisan bunga karang. Bila stomata
terbuka, uap air keluar dari daun. Jika daun itu harus terus berfungsi dengan baik,
maka air segar harus disediakan kepada daun untuk menggantikan air yang hilang
pada waktu transpirasi.
Transpirasi dimulai dengan penguapan air oleh sel-sel mesofil ke rongga
antar sel yang ada dalam daun. Penguapan air ke rongga antar sel akan terus
berlangsung sampai rongga antar sel jenuh akan uap air. Sel-sel yang menguapkan
airnya ke rongga antar sel, tentu akan mengalami kekurangan air sehingga
potensial airnya menurun. Kekurangan air ini akan diisi oleh air yang berasal dari
xylem tulang daun, yang selanjutnya akan menerima dari batang dan batang akan
menerima dari akar dan seterusnya. Apabila stomata membuka, uap air dari
rongga antar sel akan keluar ke atmosfer
Pengangkutan air melalui pembuluh xylem dalam tubuh tumbuhan
memegang peranan penting. Bersamaan dengan air, terlarut juga di dalamnya hara
mineral yang terkandung di dalamnya. Dalam pengangkutan air ini transpirasi
memegang peranan penting, selain juga faktor tekanan akar, daya isap daun, daya
kapilaritas batang, dan faktor lingkungan lainnya seperti pengaruh suhu, cahaya,
dan lain-lain. Pada dasarnya, terjadinya transpirasi ditentukan oleh seberapa besar
celah antara dua sel penutup stomata, sehingga proses-proses yang menyebabkan
membuka dan menutupnya stomata juga menentukan besarnya transpirasi.
Berbagai faktor lingkungan mempengaruhi proses transpirasi di antaranya adalah
radiasi cahaya, kelembaban, suhu, angin dan keadaan air tanah.

Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan

1

B. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang dapat diambil dari latar belakang diatas adalah : Bagaimanakah pengaruh lingkungan (cahaya atau suhu) terhadap kecepatan transpirasi dengan metode penimbangan ? C. Tujuan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah : Untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh lingkungan (cahaya atau suhu) terhadap kecepatan transpirasi dengan metode penimbangan Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 2 .

yaitu xilem dan floem yang merupakan jaringan pada tumbuhan yang digunakan untuk mengangkut air dan unsur-unsur hara serta hasil dari fotosintesis. batang. tetapi juga mempengaruhi membuka-menutupnya stomata pada permukaan daun yang dilalui lebih dari 90% air yang yang ditranspirasikan dan CO2. Karbon masuk ke dalam tubuh tumbuhan sebagai karbon dioksida (CO2) melalui stomata. Di dalam berkas vaskuler ditemukan dua macam jaringan yang berlainan. maka transpirasi meningkat dan barangkali bukaan stomata pun terpengaruh. dan cahaya menaikkan suhu daun sehingga air menguap lebih cepat. namun mungkin menyebabkan stomata menutup dan membuka lebih lebar. stomata membuka karena meningkatnya pencahayaan. daun (dalam tulang/uratnya). misalnya. Pengangkutan bahan-bahan dan air pada tumbuhan dinamakan translokasi. Naiknya suhu daun. Naiknya suhu membuat udara mampu membawa lebih banyak kelembaban. Sedangkan cahaya didapatkan oleh tumbuhan dengan mengarahkan daundaunnya ke udara. Penguapan air pada tumbuhan dinamakan transpirasi. serta bunga sehingga transport antara organ-organ terlaksana dengan cepat dan efisien. yang terjadi dalam sistem khusus pembuluh-pembuluh pengangkut. Karena rangka molekul semua bahan organik pada tumbuhan terdiri dari atom karbon yang harus diperoleh dari atmosfer. tumbuhan tidak dapat melakukan proses fotosintesis. Waktu matahari terbit. yang paling banyak terdapat di permukaan daun. Faktor lingkungan mempengaruhi tidak hanya pada proses fisika penguapan dan difusi. Angin membawa lebih banyak CO2 Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 3 . bergantung pada spesies dan faktor lain. Air diperoleh tumbuhan dengan mengirimkan sistem akar ke dalam tanah. Semua ini terdapat berkelompok dan disebut berkas vaskuler yang meluas ke seluruh organ tumbuhan mulai dari akar. Harus begitu banyak air yang hilang melalui proses transpirasi untuk membesarkan tumbuhan. Selain pengangkutan air dan bahan-bahan yang dilakukan oleh tumbuhan. dan air keluar secara difusi melalui pori yang sama ini pada saat stomata terbuka.BAB II LANDASAN TEORI Tanpa air dan cahaya matahari. tumbuhan juga melakukan penguapan air. sangat banyak menaikkan penguapan dan sedikit difusi.

Pembuluh xilem berfungsi dalam transport air dan mineral ke atas. tang terdiri atas sel-sel silindris yang mengarah ujung ke ujung.  XILEM Pada tumbuhan bagian yang terpentung pada jaringan xilem adalah pembuluh xilem. sehingga memungkinkan utasan sitoplasma meluas diantara sel-sel berdekatan. bercincin dan lain-lain. Hal ini menyebabkan penguapan dan penyerapan CO2 meningkat. Dinding pembuluh xilem dapat juga berlubang-lubang oleh noktah-noktah. sebagaimana pembuluh-pembuluh xilem. sel-sel trakeid mempunyai dinding sel tebal dan berkayu. transpirasi dan penyerapan CO2 terhambat. Hasilnya ialah pembuluh xilem. Jadi seperti halnya pembuluh xilem. trakeid juga mengangkut air dan mineral ke atas melalui berkas vaskuler. karena stomata menutup. Bila daun dipanaskan oleh sinar matahari dengan panas yang melebihi suhu udara. Akibatnya. Pada saat matang.dan mengusir uap air. karena meningkatnya CO2 menyebabkan stomata menutup sebagaian. saluran bersambung yang tak hidup. angin akan menurunkan suhunya. Dindingnya berlubanglubang sehingga air dan mineral yang larut dapat mengalir dengan mudah dari trakeid ke trakeid lainnya. Dinding ujung-ujung sel-sel tabung tapisan yang dewasa berlubang-lubang. Di dalam jaringan xilem juga ada trakeid. dan pada saat matang tidak ada sitoplasma. yang terdiri atas tabung-tabung berdinding tebal yang secara vertikal meluas sampai beberapa meter jaringan xilem. Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 4 . Sehingga proses transpirasi pada tumbuhan dapat terjadi. Bila kandungan air tanah terbatas. Dinding pembuluh xilem ditebalkan dengan lapisan selulosa sekunder dan selanjutnya diperkuat dengan bahan pengikat. Dinding sekunder xilem itu tidak secara merata melainkan berpilin-pilin. yaitu lignin. tapi agak kurang dari yang diduga. Pembuluh xilem berasal dari sel-sel silindris yang biasanya mengarah ujung ke ujung. transpirasi menurun. dinding ujung sel-sel ini melarut dan kandungan sitoplasmiknya mati.  FLOEM Pembuluh angkutan yang utama pada floem ialah tabung tapisan.

 BATANG Pada batang tumbuhan dikotil. Sehingga dapat memungkinkan angkutan air untuk proses transpirasi dapat melalui jaringan floem ini. Pada batang tumbuhan dikotil yang lebih tua. Air yang telah diserap oleh akar nantinya akan disalurkan lewat batang untuk digunakan oleh tumbuhan dalam fotosintesis dan transpirasi oleh daun. jaringan floem terdiri atas berkas-berkas tabung lapisan yang dikelilingi oleh dan diperkuat sel-sel sklerenkima. Jaringan ini berfungsi sebagai area cadangan makanan. Pada batang dikotil maupun monokotil angkutan air terjadi pada daerah xilem yang mengangkut air dari akar menuju ke daun. Di dalam endodermis terdapat silinder pusat yang berisikan berkas-berkas pembuluh. Di sekelilingnya adalah perisikel. Pada batang tumbuhan monokotil. akan tetapi angkutan tersebut bukan berasal dari akar yang mengambil air dan unsur hara dari dalam tanah. Sebagian besar dari penbuluh pangkal dikitari udara dan ruang udara.  AKAR Di dalam epidermis akar terbentuk suatu cincin sel-sel parenkima. “hidung”. dan parenkima atau empulur. Trakeid xilem terdapat di daerah “pipi” (dalam irisan melintang batang monokotil mirip dengan karikatur muka manusia). Permukaan dalamnya dibatasi oleh selapis sel tunggal yaitu endodermis. dan “mulut”. yang merupakan dua “mata”. Ada empat pembuluh xilem. Xilem berfungsi dua yaitu menunjang dan mengangkut. yaitu korteks. hanyalah gelang-gelang yang paling belakangan pada xilem yang turut berperan dalam transport bahan-bahan dan proses transpirasi. Xilem membentuk daerah kayu. jaringan floem. floem terletak di daerah (“dahi”). dan dari sinilah terbentuk cabang-cabang akar.Aliran angkutan air dan mineral juga terjadi pada floem. Di dalam perisikel akar muda terdapat jaringan xilem. Angkutan air pada Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 5 . Sehingga pengangkutan air dan unsur hara lainnya dapat terjadi di dalam akar. Akan tetapi mengalirkan/mengangkut hasil dari proses fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan yang membutuhkan.

Stomata tumbuhan pada umumnya membuka saat matahari terbit dan menutup saat matahari tenggelam. Karbon dioksida mengikuti lintas difusi sebaliknya. saat stomata membuka. Bila potensial air menurun (rawan air meningkat). stomata seperti ini tampaknya merupakan adaptasi untuk mengurangi transpirasi. tapi sering kita temui di kedua permukaan. ke dalam ruang antar sel yang sinambung dengan udara diluar. Pada beberapa tumbuhan. yaitu masuk ke dalam daun.  STOMATA Pada daun terdapat lapisan kutikula berlilin dipermukaan daun sehingga dapat menghambat difusi. dan stomata yang seperti ini di sebut stomata tersembunyi. Air menguap dalam daun. Angin juga mampu meningkatkan transpirasi. meskipun lebih banyak terdapat di bagian bawah. sehingga memungkinkan masuknya CO2 yang diperlukan untuk fotosintesis pada siang hari. stomata menutup. sehingga sebagian uap air dan gas lainnya melewati bukaan di antara sel penjaga. konsentrasi CO2 yang rendah didaun membuat stomata membuka. Pengaruh dapat dilawan oleh tingkat CO2 rendah dan cahaya terang. Pada sebagian besar tumbuhan. menjadikan keadaan rawan air dan penutupan stomata. akibatnya transpirasi meningkat dan mengusir bahang dari daun. Kadang stomata hanya terdapat di permukaan bawah daun. Potensial air di daun juga sangat berpengaruh pada pembukaan dan penutupan stomata. Tingkat cahaya yang tinggi mengakibatkan stomata membuka lebih besar. suhu yang tinggi mengakibatkan pembukaan stomata dan bukan penutupan. bukaan tersebut disebut pori stomata. Stomata juga berada di dalam cekungan stomata. Stomata menutup lebih cepat jika tumbuhan ditempatkan dalam gelap secara tiba-tiba. Stomata menutup bila selisih kandungan uap air di udara dan di ruang antar sel melebihi titik kritis.tumbuhan akan meningkat sejalan dengan penguapan air yang terjadi akibat dari proses transpirasi yang terjadi pada tumbuhan. Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 6 . dari dinding sel parenkima palisade dan parenkima bunga karang. yang secara bersama disebut mesofil. Stomata pada banyak (tetapi tidak semua) spesies sangat peka terhadap kelembapan atmosfer.

Hal ini terutama karena cahaya mendorong/merangsang tumbuhnya stomata dan dengan demikian sangat meningkatkan pemindahan udara berisikan uap air dari Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 7 .  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU TRANSPIRASI Proses transpirasi yang terjadi pada suatu tumbuhan sangatlah mungkin dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Cahaya. yaitu melalui sel-sel yang memanjang secara horizontal. Akan tetapi. Pada banyak akar. air beserta mineral yang mengendap di dalamnya bergerak ke atas dalam pembuluh dan trakeid. Faktor-faktor lingkungan tersebut antara lain : 1. Sesampainya dalam xilem. air meninggalkan xilem dan memasuki lapisan bungan karang dan sel-sel lapisan palisade daun. faktor lingkungan tersebut berpengaruh terhadap laju transpirasi yang terjadi pada tumbuhan. Begitu sampai dalam sel epidermis. air itu bebas bergerak di antara sel-sel maupun melaluinya. sel-sel lintasan. agar dapat memasuki silinder tengah (pusat). Tumbuhan jauh lebih cepat bertranspirasi bilamana terbuka terhadap cahaya dibandingkan dengan dalam gelap. pada ujung urat-urat. Pada daun xilem itu melalui tangkai daun dan kemudian ke dalam urat-urat daun. Perpanjangan sel-sel epidermis ini berdinding lengket dan melekat kuat-kuat pada partikel tanah. Dalam akar yang lebih tua. Apabila udara di lingkungan luar tumbuhan tinggi maka transpirasi pada tumbuhan tersebut juga tinggi sehingga proses pengangkutan air juga akan berlangsung dengan cepat. endodermisnya mengandung sel-sel khusus. PENGANGKUTAN AIR Air memasuki tumbuhan melalui rambut akar. harus melalui sitoplasma sel-sel endodermis. Pada setiap tingkat air itu dapat meninggalkan xilem dan secara lateral lewat dan menyediakan keperluan jaringan-jaringan lain. Begitu ada dalam silinder tengah. jejari xilem. Di sini air dapat dipakai dalam proses fotosintesis atau diuapkan dari daun dalam proses transpirasi. yang terus ke akar dan batang. yang menyediakan jalan yang mudah bagi air bergerak ke silinder tengah. harus melalui seberkas floem dan kambium terlebih dahulu. Di dalam akar muda air memasuki xilem dengan segera. air terus bergerak mengalir di antara sel-sel korteks.

Laju transpirasi juga dipengaruhi oleh kelembaban nisbi udara sekitar tumbuhan. dan dalam hal ini. 5. Seperti tekanan akar. Angin. Selain faktor-faktor lingkungan diatas yang dapat . Bila penyerapan air oleh akar tidak dapat mengimbangi laju transpirasi. masih banyak lagi faktor internal dari tumbuhan tersebut yang dapat mempengaruhi laju transpirasi. 2.mempengaruhi laju transpirasi. Kebalikannya pun benar. Adanya angin lembut juga meningkatkan laju transpirasi. Bila udara di sekelilingnya kering. Jika tidak ada angin.ruang-ruang udara lapisan bunga karang ke luar. udara dekat dengan daun yang sedang bertranspirasi makin lembab. dan daya kapilaritas batang. Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 8 . Tumbuhan bertranspirasi lebih cepat pada suhu lebih tinggi. maka terjadi kekurangan turgor. Hal ini dengan segera sangat mengurangi laju transpirasi. Kelembaban. udara lembab itu terbawa dan digantikan oleh udara segar yang lebih kering. juga meningkatkan kelembaban udara dalam ruang udara dibandingkan dengan yang di luar. Suhu. daya isap daun. Pada 30oC daun dapat bertranspirasi tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan pada suhu 20oC. 3. Laju difusi setiap substansi menurun karena perbedaan konsentrasi substansi dalam kedua daerah tersebut menurun. dan stomata pun menutup. Hal ini disebabkan air menguap lebih cepat pada suhu lebih tinggi. 4. Tumbuhan tidak dapat terus bertranspirasi dengan cepat jika kelembabab yang hilang tidak digantikan oleh air segar dari tanah. Air tanah. Akan tetapi jika ada hembusan angin lembut. Cahaya juga meningkatkan transpirasi dengan menghangatkan daun. Karena itu menurunkan laju transpirasi. Karena itu difusi air dari ruang udara pada daun yang berisikan uap ke luar agak perlahan-lahan apabila udara disekitarnya agak lembab. maka difusi berlangsung jauh lebih cepat.

Bohlam lampu 100 watt dan lampu duduk 1 buah 8. Timbangan 1 buah 4. Variabel percobaan Variabel yang digunakan dalam melekukan percobaan ini antara lain :  Variabel kontrol :  Jenis tumbuhan (tanaman pacar air)  Jumlah daun tanaman pacar air  Variabel manipulasi :  Kondisi atau penempatan tumbuhan pacar air dalam erlenmeyer (gelap atau terang)  Variabel respon :  Kecepatan transpirasi C. Termometer 1 buah 5. dan terdapat variabel-variabel dalam penelitian yang dilakukan. Sumbat erlenmeyer dengan lubang ditengahnya 2 buah 3.BAB III METODE PERCOBAAN A. karena dilakukan percobaan untuk menjawab rumusan masalah. Lux meter 1 buah 7. B. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Penggaris 1 buah 10. Erlenmeyer 250 mL 2 buah 2. Alat dan Bahan  Alat 1. Higrometer 1 buah 6. Pisau tajam 1 buah 9. Kertas milimeter Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 9 .

Prosedur Kerja 1. 6. D. Memotong miring pangkal pucuk batang tanaman pacar air dalam air. 3. Setelah penimbangan terakhir. 7. kuncup.  Menghitung luas daun dengan ketentuan: apabila kurang dari ½ kotak dianggap nol. 2. dan segera memasukkan potongan tanaman tersebut pada tabung erlenmeyer melalui lubang pada sumbat sampai bagian bawahnya terendam air. 5. 4. Menyediakan 2 buah erlenmeyer. Mengukur kondisi lingkungan kedua tempat tersebut meliputi suhu. kemudian mengukur luas total daun tersebut dengan kertas milimeter/grafik. Air 2. Mengulangi pengukuran sebanyak 3 kali. Meletakkan erlenmeyer 1 di dalam ruangan dan erlenmeyer 2 pada tempat dengan jarak 20 cm dari lampu pijar 100 watt. dan apabila lebih dari ½ kotak dianggap satu. Setiap 30 menit menimbang erlenmeyer beserta perlengkapannya dan mencatat hasilnya. mengambil daun-daun pada tanaman tersebut. Bahan 1. Membuang bunga. mengisinya dengan air volume 150 mL. Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 10 . 8. daun yang rusak dan mengolesi luka tumbuhan pacar air tersebut dengan vaselin. Demikian pula mengolesi celah-celah yang ada dengan vaselin (misalnya sekitar sumbat penutup). intensitas cahaya dan kelembaban. Menimbang kedua erlenmeyer tersebut lengkap dengan tanaman pacar air dan air yang ada di dalamnya dan mencatat hasilnya. Dua pucuk tanaman Pacar air (Impatien balsemia) yang memiliki kondisi hampir sama sepanjang 20 cm. Vaselin 3. Menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan. caranya sebagai berikut :  Membuat pola masing-masing daun pada kertas grafik.

E. Rancangan Percobaan Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan Menyediakan 2 buah erlenmeyer Mengisi erlenmeyer dengan air volume 150 mL Memotong miring pangkal pucuk batang tanaman pacar air dalam air Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 11 .

Memasukkan segera tanaman tersebut pada tabung erlenmeyer melalui tabung sumbat sampai bagian bawahnya terendam air Menimbang ke-2 erlenmeyer tersebut Meletakkan erlenmeyer 1 dalam ruang gelap dan erlanmeyer 2 pada tempat terang dengan jarak 20 cm dari lampu pijar 100 watt Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 12 .

Setiap 30 menit menimbang erlenmeyer beseta perlengkapannya dan mencatat hasilnya Mengulangi pengukuran sebanyak 3 kali Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 13 .

5 451.8 0. Tabel Tabel hubungan antara cahaya (suhu) terhadap kecepatan transpirasi Kondisi Terang Gelap 31 30 644 x 2000 4 x 2000 Kelembapan (%) 83 88 Luas penampang daun (cm2) 133 129 Awal 458.0 456.3 0.3 452.0 Selisih 0.77 0.4 0.5 453.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A.67 0.2 1.6 456.0 1.4 Rata-rata selisih 0. Hasil 1.0 Setelah 30 menit I 457.00019 0.00017 Suhu (oC) Intensitas cahaya (lux) Berat (gram) Selisih Setelah 30 menit II Selisih Setelah 30 menit III Kecepatan transpirasi (gram/menit/cm2) Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 14 .2 451.

000175 0.00019 gram/menit/cm2. Analisis Data Dari data percobaan dan grafik yang diperoleh pada percobaan ini dapat diambil suatu analisis bahwa pada kondisi gelap dengan suhu sebesar 30oC.00018 0. dan intensitas cahaya sebesar 4 x 2000 lux didapatkan kecepatan transpirasi pada tanaman pacar air adalah sebesar 0.00017 0.2. Grafik Kecepatan Transpirasi (gram/menit/ cm2) 0. C. Pembahasan Dari analisis data didapatkan bahwa kecepatan transpirasi pada tanaman pacar air dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang dalam hal ini yang Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 15 . kelembaban udara sebesar 83%.000165 0. Dan pada kondisi terang dengan suhu sebesar 31oC.00016 4x 2000 644 x 2000 Intensitas Cahaya (lux) Grafik hubungan antara cahaya (suhu) terhadap kecepatan transpirasi B. dan intensitas cahaya sebesar 644 x 2000 lux didapatkan kecepatan transpirasi pada tanaman pacar air sebesar 0. kelembaban udara sebesar 88%.000185 0.00017 gran/menit/cm2. Dari analisis ini dapat diketahui bahwa cahaya (suhu) yang dalam hal ini diwakili oleh besarnya intensitas cahaya dapat mempengaruhi kecepatan transpirasi pada tanaman.00019 0.

sehingga kecepatan transpirasinya juga rendah.00017 gran/menit/cm2. Hal ini terjadi karena pada tanaman tidak mengeluarkan banyak uap air atau yang disebut dengan transpirasi. Pada kondisi gelap dengan intensitas cahaya sebesar 4 x 2000 lux kecepatan transpirasi tanaman adalah 0. Hal ini terjadi karena pada tanaman tersebut terjadi laju transpirasi yang tinggi sehingga banyak uap air yang dikeluarkan oleh tanaman melalui daun. Tumbuhan akan bertranspirasi lebih cepat apabila cahaya atau suhu di lingkungan luar tumbuhan itu tinggi. Pada kondisi terang dengan intensitas cahaya yang lebih besar yaitu sebesar 644 x 2000 lux kecepatan transpirasi tanaman adalah sebesar 0.mempengaruhi kecepatan transpirasi adalah intensitas cahaya. Dan tumbuhan akan bertranspirasi lebih cepat apabila kelembaban udra di lingkungan luar tumbuhan itu rendah atau dalam kata lain udara tersebut kering. dan kelembabab udara yang ada di lingkungan luar tumbuhan. suhu. Faktor lingkungan eksternal yang sering mempengaruhi kecepatan transpirasi adalah keadaan intensitas cahaya. Laju transpirasi maupun kecepatan transpirasi pada suatu tumbuhan atau tanaman dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan internal maupun eksternal tumbuhan itu sendiri.00019 gram/menit/cm2. Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 16 .Oleh karena banyaknya uap air yang dikeluarkan oleh tanaman akibat dari laju transpirasi yang tinggi maka kecepatan transpirasi juga tinggi dibandingkan dengan kecepatan transpirasi tanaman pada keadaan gelap.

Semakin tinggi/besar cahaya (intensitas cahaya) maupun suhu maka makin tinggi/besar kecepatan transpirasi tumbuhan.BAB V SIMPULAN Cahaya (suhu) yang berada di lingkungan luar tumbuhan sangat berpengaruh terhadap kecepatan transpirasi tumbuhan tersebut. Semakin rendah/kecil cahaya (intensitas cahaya) maupun suhu maka makin rendah/kecil kecepatan transpirasi tumbuhan. Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 17 .

dkk. Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan. John W. Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan. 1983. Frank. Dradjat.DAFTAR PUSTAKA Kimball. Salisbury. Wibisono. Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan 18 . Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. 1995. dkk. Bandung : Depdikbud. Sasmitahardja. 1997. Yuni Sri. Surabaya: Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Jurusan Biologi FMIPA Unesa. Rahayu. Bandung : ITB Press. 1995. Soerdikoesoemo. Biologi Edisi 5. B. Bogor : Airlangga. 2008. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. dkk. Fisiologi Tumbuhan.