Anda di halaman 1dari 21

32

C. PERENCANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
TANGGA
L
26/02/20
11

DIAGNOSA
KEPERAWATAN/DAT
A PENUNJANG

TUJUAN DAN HASIL
YANG DIHARAPKAN

RENCANA TINDAKAN

RASIONAL

Gangguan keseimbangan

setelah dilakukan tindakan 1.Pantau tanda dan gejala kekurangan 1. Penurunan sisrkulasi volume

cairan dan elektrolit

keperawatan selama 3 x 24

berhubungan dengan

jam keseimbangan dan

kehilangan cairan

elektrolit dipertahankan

sekunder terhadap diare

secara maksimal

ditandai dengan BAB

Kriteria hasil :

cairan dan elektrolit

mukosa dan pemekataj urin.
2.Pantau intake dan output
3.Timbang berat badan setiap hari

turgor kulit menurun >2

normal (N: 120-60 x/mnt, 4. Anjurkan keluarga untuk memberi

detik.

S; 36-37,50 c, RR : < 40

minum banyak pada klien.
5.Kolaborasi :

tidak cekung, UUB tidak
cekung.
o

keluaran tak adekuat untuk
metabolisme.

Pemeriksaan laboratorium serum 3. Mendeteksi kehilangan cairan ,
elektrolit (Na, K,Ca, BUN)

penurunan 1 kg BB sama

Cairan parenteral (IV line) sesuai

dengan kehilangan cairan 1 lt

dengan umur

Konsistensi BAB

4. Mengganti cairan dan elektrolit
yang hilang secara oral

lembek, frekwensi 1 kali
perhari.

laju filtrasi glomerulus membuat
membersihkan sisa

x/mnt )
mukosa bibir basah, mata

untuk memperbaiki defisit
2. Dehidrasi dapat meningkatkan

Tanda vital dalam batas

Turgor elastik , membran

Deteksi dini memungkinkan
terapi pergantian cairan segera

>10 x/hr, nadi 124 x/mnt, o

o

cairan menyebabkan kekeringan

Obat-obatan: (antisekresin,

5. Kolaborasi :

NAMA/PAR
AF
PERAWAT

33

antispasmolitik, antibiotik)

koreksi keseimbang cairan dan
elektrolit, BUN untuk
mengetahui faal ginjal
(kompensasi).

Mengganti cairan dan
elektrolit secara adekuat dan
cepat.

anti sekresi untuk menurunkan
sekresi cairan dan elektrolit
agar simbang, antispasmolitik
untuk proses absorbsi normal,
antibiotik sebagai anti bakteri
berspektrum luas untuk
menghambat endotoksin.

26/02/20
11

Perubahan nutrisi

setelah dilakukan tindakan 1.Diskusikan dan jelaskan tentang

kurang dari kebutuhan

perawatan selama dirumah

pembatasan diet (makanan

panas / dingin dapat merangsang

tubuh berhubungan

di RS kebutuhan nutrisi

berserat tinggi, berlemak dan air

mengiritasi lambung dan sluran

dengan diare / output

terpenuhi

terlalu panas atau dingin).

usus.

berlebih dan intake yang

Kriteria :

2.Ciptakan lingkungan yang bersih,

kurang ditandai dengan

Nafsu makan meningkat

jauh dari bau yang tak sedap atau

1. Serat tinggi, lemak,air terlalu

2. situasi yang nyaman, rileks akan
merangsang nafsu makan.

merangsang pusat pengatur panas untuk menurunkan produksi panas tubuh 3.5 C)  Tidak terdapat tanda infeksi (rubur. dolor. Mengandung zat yang diperlukan . Berikan kompres hangat perubahan abnormal fungsi proses infeksi skunder tidak terjadi peningkatan 3. Monitor suhu tubuh setiap 2 jam berhubungan dengan perawatan selama 3x 24 jam 2. sajikan makanan dalam normal sesuai umur keadaan hangat makan 2-3 sendok bubur 3. adanya  mual-muntah porsi BB meningkat atau sampah. Kolaborasi pemberian tubuh ( adanya infeksi) terhadap diare ditandai suhu tubuh dengan suhu tubuh 37. kurangi kegiatan yang berlebihan 4. Kolaborasi pemberian antipirektik . Mengurangi pemakaian energi yang berlebihan 4. Mengetahui jumlah output dapat merencenakan jumlah makanan. kejang 1x. untuk proses pertumbuhan lain :  terapi gizi : Diet TKTP rendah serat.Berikan jam istirahat (tidur) serta tim.34 BB 9. antipirektik 1.Monitor intake dan out put dalam 24 jam 5.  suhu tubuh dalam batas normal ( 36-37. susu LLM obat-obatan atau vitamin ( A) 26/02/20 11 Hipertermia Stelah dilakukan tindakan 1. 5.Kolaborasi dengan tim kesehtaan 3.8 Kriteria hasil : 0 C. Deteksi dini terjadinya 2.2 Kg.

Demontrasikan serta libatkan 1.  Tidak terjadi iritasi : pakaian bawah serta alasnya) daerah anus tampak kemerahan.Mencegah terjadinya iritassi kulit menerus (>10 x/hr). 2. tumor. Deteksi dini perubahan integritas kulit akibat diare. lecet. Mencegah terjadinya iritasi kulit yang tidak diharapkan karena . dengan baik dan benar 3. 2. fungtio 26/02/20 11 Perubahan integritas leasa) setelah dilakukan tindaka kulit berhubungan keperawtan selama di rumah dengan peningkatan sakit integritas kulit tidak frekwensi diare ditandai terganggu keluarga dalam merawat perianal yang tak diharapkan oleh karena dengan BAB terus- Kriteria hasil : (bila basah dan mengganti kelebaban dan keasaman feces 1. 3.35 kalor.  Keluarga mampu mendemontrasikan mengganti pakaian bawah serta perawatan perianal alasnya). Monitor adanya perluasan abnormalitas pada kulit perianal. Demonstrasikan dan libatkan kemerahan. kebersihan terjaga keluarga dalam merawat kulit kelembaban dan keasaman perianal (bila basah dan feses.

30 11. 3. NAMA/PAR AF PERAWAT . irama jantung. Memantau IV rate.20 DX 2 TINDAKAN KEPERAWATAN RESPON 1.30 11. 2. dan buah-buahan. 7. 5. 2. 1. Pasien masih jarang mau minum susu. DX 1 11.  Tanda dan gejala kekurangan cairan. Pasien tersenyum ketika diberi pujian dan tampak senang.20 11. frekuensi. Memberikan pujian terhadap kepatuhan pasien. Mendiskusikan dengan ibu pasien jadwal minum susu. efek terapeutik dan efek samping). tanda & gejala yang memerlukan tindakan medis dan nama-nama obat. Porsi makan hanya habis setengahnya. 3. makanan yang dianjurkan. 2. IVFD RL 400 ml. 6. Keluarga dapat menjelaskan kembali alasan dan tujuan pentingnya masukan minum (susu) . S :37.  Pengobatan (nama. 4. Berdiskusi dengan keluarga alasan tidak menghabiskan porsi makannya. 4. Memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang  Pentingnya asupan minum (susu). Memantau asupan cairan.50 2. 5.00 DX 1 11. R : 40 x/menit . nadi. cah kangkung dan jus 2. manfaat dan efek sampingnya. 1. P : 124 x/menit . IMPLEMENTASI/TINDAKAN KEPERAWATAN N O. Pasien mengatakan bahwa ia merasa mual ketika makan makanan yang disajikan tetapi pasien juga mengatakan bahwa ia memakan makanan ringan yang disediakan ibunya seperti biscuit dan roti.20 12. 3. Menanyakan makanan yang disukai pasien. suhu dan suara nafas. JAM NO. menurut ibunya pasien menghabiskan 3 potong biscuit (malkiest abon crackers) sejak tadi pagi dan 1 buah pisang. berapa banyak cairan yang diperbolehkan. Pasien menyukai roti. 4. Menawarkan pudding atau es krim kepada pasien dan menganjurkan orang tua untuk 1. Memantau dan mencatat . Mengamati.20 11. irama jantung regular.8oC .36 D. Menanyakan makanan kesukaan pasien dan meng usahakan menyediakan makanan tersebut dalam diet. 3. 6.20 11. Pasien menyukai makanan laut. IV rate microdrip 30 gtt/menit. menanyakan dan mencatat makanan yang dikonsumsi sejak tadi pagi.00 11. 12. permen. tidak ada krakels atau ronkhi. dosis. 7.

strawbwery. . Pasien memilih es krim dan ibu pasien berkata akan segera membelinya di mini mart. 6. 12. 7. 8. 4.30 12. Memantau asupan cairan. Pasien terlihat nyaman saat memakai baju tebal/selimut. Ibu pasien mengatakan sudah melakukannya. Memantau IV rate. 3.8oC .30 9. 6. 5. roti.25 6. jeruk dan pisang di meja makan pasien. menyediakannya. Keluarga dapat menjelaskan kembali alasan dan tujuan pentingnya menjaga suhu tubuh dan ruangan.40 3. 5. suhu dan suara nafas. Memantau dan mencatat . IVFD RL 400 ml.45 12. Pasien setuju untuk mencatat berat badannya. Menganjurkan ibu pasien mencatat berat badannya sendiri serta mengamati perubahan berat badan yang terjadi.37 12. Pasien setuju untuk ditimbang.45 12. Menganjurkan kepada ibu pasien untuk meletakkan kudapan di sisi tempat tidur pasien. 4. tampak ada milkiest snack abon. manfaat dan efek sampingnya. P : 124 x/menit .30 5. Menanyakan pola eliminasi BAB pasien. 4. 7. irama jantung.25 12. 2. 5.55 12. 9. R : 40 x/menit . Menganjurkan ibu pasien untuk mendampingi pasien pada waktu makan dan merapikan kamar dan tempat tidur pasien serta baju sebelum jam makan. 2. nadi. 8. IV rate microdrip 30 gtt/menit. Mendiskusikan dengan ibu untuk kompres hangat saat anaknya demam.45 12. tanda & gejala hipertermia/hupotermia yang memerlukan tindakan medis dan nama obat antipiretk. Memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang  Pentingnya menjaga suhu tubuh dan ruangan. 12. Menyarankan kepada ibu pasien untuk memakaikan pakaian tebal/selimut saat periode hipotermi. 12. aple. Memberitahu pasien bahwa besok pagi berat badan pasien akan ditimbang jam 7 pagi dengan bantuan perawat ruangan. irama jantung regular. 1. 12. S :37. 3. tidak ada krakels atau ronkhi. 6. Pasien merasa senang saat dikompres.55 DX 3 1. Ibu pasien berjanji akan merapikan kamar dan tempat tidur pasien serta baju pasien sebelum makan dan mengatakan selalu membujuk pasien untuk menghabiskan makanannya. Pasien mengatakan belum bab sejak kemarin dan mengatakan biasanya bab 2 kali sehari serta tidak teratur.

Ibu pasien mengatakan mengerti dan melakukan dengan lembut saat menceboki anaknya. Meminta ibu pasien agar menjaga pakaian. Kulit pasien tampak kering dan bersih. 2. Menganjurkan pasien agar menjaga kulitnya tetap bersih dan kering serta member lotion daerah perianal. 3. . frekuensi. dosis. 1. membereskan tempat tidur dengan dibantu perawat dan berjanji akan berusaha menjaga kerapihan tempat tidurnya. Ibu pasien langsung mengganti pakaian. efek terapeutik dan efek samping). bebas kerutan dan kusut dan memintanya untuk memberi tahu perawat apabila memerlukan bantuan. pasien telah member lotion pada daerah perianal.38   4. 3. 1. Menginspeksi dan mencatat perubahan kulit perianal pasien.20 13. 4. Pengobatan antipiretik (nama.30 13. 4.40 DX 4 Tanda dan gejala hipertermia/hipotermia. Kulit pasien pada area perianal tampak teriritasi karena kontk terus dengan tisue. 13. linen tetap kering. bersih. 2. Menganjurkan ibu pasien untuk mengusap lembut saat menceboki anaknya.

S :37. Planning : 1. Timbang berat badan setiap hari 4. BUN)  Cairan parenteral (IV line) sesuai dengan umur  Obat-obatan: (antisekresin. NAMA/PAR AF PERAWAT . Kolaborasi :  Pemeriksaan laboratorium serum elektrolit (Na.4oC.30 DX 2 cairan dan elektrolit Subyektif :  Ibu klien mengatakan anaknya masih susah untuk makan dan minum (susu) . K.00 NO. Pantau intake dan output 3. 2-3 lt/hr 5. Obyektif :  Pori makan 3-4 sendok (bubur tim).  Intake oral (susu) . EVALUASI WAKTU Minggu. 26/02/201 08. Anjurkan keluarga untuk memberi minum banyak pada klien.39 E. antibiotik) Pantau tanda dan gejala kekurangan Minggu.  Turgor kulit masih >2 detik.  Berat badan 9.2 kg. Obyektif :  P : 120 x/menit . DX DX 1 EVALUASI Subyektif :  Ibu klien mengatakan mencretnya anaknya berkurang namun masih cair. Analisa : Masalah belum teratasi. 26/02/2011 08. Pantau tanda dan gejala kekurangan cairan dan elektrolit 2.Ca. R : 36 x/menit . Analisa : Masalah belum teratasi. antispasmolitik.

Berikan kompres hangat Minggu. jauh dari bau yang tak sedap atau sampah. Obyektif :  Suhu badan 37. Kolaborasi dengan tim kesehtaan lain :  terapi gizi : Diet TKTP rendah serat. Monitor suhu tubuh setiap 2 jam 2. 26/02/2011 09. 2. Kolaborasi pemberian antipirektik Subyektif:  Ibu klien mengatakan bokong anaknya kalihatan memerah Obyektif:  BAB mencret 6-8x/menit  Anus tampak kemerahan Analisa: Masalah belum teratasi Planning: .40 Planning : 1. 26/02/2011 09. sajikan makanan dalam keadaan hangat 3.30 DX 4 3. Monitor intake dan out put dalam 24 jam 5. berlemak dan air terlalu panas atau dingin). Diskusikan dan jelaskan tentang pembatasan diet (makanan berserat tinggi.4 0C  Kejang (-)  Klien tampak dikompres air hangat Analisa : Masalah belum teratasi Planning : 1. susu  Minggu.00 DX 3 obat-obatan atau vitamin ( A) Subyektif :  Ibu klien mengatakan anaknya masih demam. Berikan jam istirahat (tidur) serta kurangi kegiatan yang berlebihan 4. Ciptakan lingkungan yang bersih.

Diskusikan dan jelaskan pentingnya menjaga tempat tidur 2. Demontrasikan serta libatkan keluarga dalam merawat perianal (bila basah dan mengganti pakaian bawah serta alasnya) 3. Atur posisi tidur atau duduk dengan selang waktu 2-3 jam .41 1.

S : 37. NAMA/PARAF PERAWAT . Obyektif :  Pori makan 3-4 sendok (bubur tim). K. 26/02/2011 15. 26/02/2011 15. Obyektif :  P : 118 x/menit .  Berat badan 9. Analisa : Masalah belum teratasi. antibiotik) Pantau tanda dan gejala kekurangan cairan dan elektrolit Subyektif :  Ibu klien mengatakan anaknya masih susah untuk makan dan minum (susu) . Pantau intake dan output 3. BUN)  Cairan parenteral (IV line) sesuai dengan umur  Minggu.2 kg. CATATAN PERKEMBANGAN WAKTU Minggu. antispasmolitik. Pantau tanda dan gejala kekurangan cairan dan elektrolit 2.  Turgor kulit masih >2 detik.42 F. Analisa : Masalah belum teratasi.30 DX 2 Obat-obatan: (antisekresin. Anjurkan keluarga untuk memberi minum banyak pada klien. Timbang berat badan setiap hari 4.10 NO. R : 36 x/menit .  Intake oral (susu) .Ca. 2-3 lt/hr 5. DX DX 1 EVALUASI Subyektif :  Ibu klien mengatakan mencretnya anaknya berkurang namun masih cair. Planning : 1. Kolaborasi :  Pemeriksaan laboratorium serum elektrolit (Na.5oC.

Berikan jam istirahat (tidur) serta kurangi kegiatan yang berlebihan 4. Kolaborasi pemberian antipirektik Subyektif:  Ibu klien mengatakan bokong anaknya kalihatan memerah Obyektif:  BAB mencret 6-8x/menit  Anus tampak kemerahan Analisa: Masalah belum teratasi . Berikan kompres hangat Minggu. Kolaborasi dengan tim kesehtaan lain :  terapi gizi : Diet TKTP rendah serat. Diskusikan dan jelaskan tentang pembatasan diet (makanan berserat tinggi.00 DX 3 obat-obatan atau vitamin ( A) Subyektif :  Ibu klien mengatakan anaknya masih demam.4 0C  Kejang (-)  Klien tampak dikompres air hangat Analisa : Masalah belum teratasi Planning : 1. 26/02/2011 16.30 DX 4 3. jauh dari bau yang tak sedap atau sampah. 26/02/2011 16. Monitor intake dan out put dalam 24 jam 5. Monitor suhu tubuh setiap 2 jam 2. Ciptakan lingkungan yang bersih. Obyektif :  Suhu badan 37. berlemak dan air terlalu panas atau dingin). 2. susu  Minggu.43 Planning : 1. sajikan makanan dalam keadaan hangat 3.

44 Planning: 1. Diskusikan dan jelaskan pentingnya menjaga tempat tidur 2. Atur posisi tidur atau duduk dengan selang waktu 2-3 jam . Demontrasikan serta libatkan keluarga dalam merawat perianal (bila basah dan mengganti pakaian bawah serta alasnya) 3.

N 1. cubitan kulit perut kembalinya lambat. aspek motorik halus. penulis melibatkan ibunya dalam memperoleh data fokus yang menunjang pada kasus Diare dehidrasi. mukosa mulut kering. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan skunder terhadap diare. N dengan Diare Dehidrasi di ruang Plamboyan RS Pertamina Cirebon . . Hal ini mengindikasikan bahwa ada kesesuaian antara tinjauan teori dengan data hasil pengkajian dari An. yaitu kelopak mata cekung.45 B. aspek bicara. penulis mendapat data yang sesuai dengan manifestasi klinik anak dengan Diare dehidrasi. turgor kulit menurun. Dari pengkajian pada kasus ini. palpasi. aspek pengamatan dan aspek sosialisasi. penulis akan mencoba membandingkan antara tinjauan teori dengan tinjauan kasus. Sedangkan pengkajian lainya meliputi pemeriksaan fisik dengan tehnik inspeksi. Pengkajian Dalam melakukan pengkajian pada An. Di dalam pembahasan ini. diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada Anak dengan Diare dehidrasi yaitu : a. Adapun pengkajian tersebut meliputi 5 aspek tumbuh kembang yang dinilai yaitu aspek motorik kasar. N 2. perawatan yang cepat dan tepat. PEMBAHASAN Diare merupakan salah satu dari 5 penyakit penyebab utama kematian padar bayi dan balita. oleh karena itu pada anak dengan diare memerlukan penanganan. perkusi dan auskultasi serta mempelajari catatan rekam medik pasien. perbandingan proses keperawatan yang tertulis di tinjauan teori dengan proses keperawatan yang penulis terapkan pada An. Diagnosa keperawatan Pada tinjauan teori yang telah penulis kemukakan.

c. Alasan munculnya diagnosa keperawatan tersebut dalam kasus Diare dehidrasi pada An. turgor kulit menurun >2 detik. adanya mual-muntah porsi makan 2-3 sendok bubur tim. kejang 1x. Gangguan keseimbangan cairan berhubungan dengan kehilangan cairan sekunder terhadap diare ditandai dengan BAB >10 x/hr. pasti akan kehilangan sejumlah cairan yang dibutuhkan oleh tubuh yang berakibat terjadinya dehidrasi . daerah anus tampak kemerahan. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan diare / output berlebih dan intake yang kurang. Gangguan keseimbangan Cairan Pada anak dengan diare apalagi dengan keluhan lainnya muntah muntah. c. e. Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan peningkatan frekwensi diare. b. Resiko tinggi gangguan tumbuh kembang berhubungan dengan BB menurun terus menerus. d. f. Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi skunder terhadap diare ditandai dengan suhu tubuh 37. Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan invasive Sedangkan diagnosa keperawatan yang muncul pada kasus ini adalah : a. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan diare / output berlebih dan intake yang kurang ditandai dengan BB 9. N adalah sebagai berikut.8 0C. Perubahan integritas kulit berhubungan dengan peningkatan frekwensi diare ditandai dengan BAB terus-menerus (>10 x/hr). a. nadi 124 x/mnt.2 Kg. Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi skunder terhadap diare d.46 b.

sehingga asupan intake makanan berkurang dapat mengakibatkan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh c. d. Implementasi keperawatan selama 2 hari melalui kerjasama dengan perawat di ruangan. Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan invasive Kedua diagnosa tersebut tidak muncul karena data pedukungnya tidak ada Setelah An. N dikaji tentang tumbang nya ternyata anak tersebut tidak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangannya meskipun dari BB memamg mengalami penurunan jika dibanding waktu sebelum sakit. sehingga dapat terjadi perubahan integritas kulit. dapat mengiritasi kulit didaerah anus seperti kemerahan . 3. b. Perubahan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh Terjadinya distensi abdomen pada anak dengan diare merangsang muntah muntah. pasien dan keluarga sehingga dapat terlaksana dengan baik. dimunginkan karena faktor infeksi yang masuk dan berkembang dalam usus. serta adanya beberapa intervensi yang brsifat interdependen dengan dokter dan petugas laboratorium. Adapun diagnosa keperawatan secara teoritis yang tidak muncul pada pada kasus ini yaitu : a. Perubahan Intergritas kulit Frekuensi BAB yang sering.47 b. Hipertermi Peningkatan suhu tubuh pada anak dengan diare dehidrasi. hal ini dimungkinkan karena intake makanan yang kurang selama sakit karena muntah muntah. . Intervensi dan Implementasi Keperawatan Ada beberapa intervensi keperawatan yang tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu asuhan dan ruang lingkup dokumentasi yang hanya mencatat aktifitas keperawatan pada saat praktik profesi. Resiko tinggi gangguan tumbuh kembang berhubungan dengan BB menurun terus menerus.

48 4. sementara pemulihan dan observasi pada anak memerlukan waktu asuhan yang lebih lama sehingga pentingnya follow up atau kerjasama dengan perawat ruangan untuk melanjutkan intervensi keperawatan yang telah disusun. . Evaluasi Keempat diagnosa keperawatan yang dirumuskan belum dapat terselesaikan sempurna karena waktu asuhan yang dilaksanakan selama 2 hari.

sesuai dengan manifestasi klinik anak dengan Diare dehidrasi. kolaboratif. SIMPULAN Gambaran asuhan keperawatan yang telah dilakukan pada an. Data yang diperoleh dari pengkajian pada kasus ini. mukosa mulut kering. Keempat diagnosa keperawatan yang muncul pada kasus ini belum dapat terselesaikan secara sempurna karena terbatasnya waktu asuhan B. hipertermi dan perubahan intergritas kulit Sedangkan 2 diagnosa keperawatan lainya yang sesuai teori tidak muncul karena setelah dikaji data tidak mendukung. 3. dikoordinasikan dan diserahkan pada perawat ruangan dan petugas lain yang . yaitu kelopak mata cekung. perubahan nutirisi kurang dari kebutuhan tubuh. serta terbatasnya waktu asuhan. Interversi keperawatan yang telah disusun dan ditetapkan bersama. turgor kulit jelek. SARAN Rencana asuhan keperawatan yang telah disusun dan ditetapkan bersama. maka kami menyimpulkan bahwa : 1. 4. N dengan diare dehidrasi di Ruang Flamboyan Rumah sakit pertamina Klayan Cirebon. Berdasarkan analisa data maka diagnosa keperawatan yang muncul ada 4 diagnosa keperawatan antara lain: gangguan keseimbangan cairan. N 2. cubitan kulit perut kembalinya lambat. Hal ini mengindikasikan bahwa ada kesesuaian antara tinjauan teori dengan data hasil pengkajian dari An. dilaksanakan dengan melibatkan perawat di ruangan karena ada yang bersifat interdependen .49 BAB IV SIMPULAN DAN SARAN A.

N supaya tujuan yang telah ditetapkan tercapai semuanya.50 terlibat untuk dapat dipertahankan dan ditindaklanjuti asuhan keperawatannya pada An. .

1995. Surabaya. 1997. Ed 2.51 DAFTAR PUSTAKA Bates. Jakarta Carpenitto. B. EGC. Ed 6. Lab/ UPF IKA. 1999. Pedoman Diagnosa dan Terapi . Soetomo. Keperawatan Anak. EGC. Ilmu Kesehatan Anak. EGC. Ngastiyah. 2000. Jakarta Soetjiningsih.AH. Perawatan Anak sakit.LJ. Jakarta. Markum. Pemeriksaan Fisik & Riwayat Kesehatan.2000. EGC. 1995. EGC. RSUD Dr. Tumbuh Kembang Anak. Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis. Balai Penerbit FKUI. 1994. Jakarta. Jakarta . Jakarta Suryanah.

52 .