Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Mata kuliah Riset Operasi adalah mata kulian yang tidak kalah penting
dibanding dengan mata kuliah lainnya, Mata kuliah ini merupakan cabang dari ilmu
manajemen.
Globalisasi telah merubah berbagai tatanan kebutuhan manusia. Perubahan
kebutuhan manusia ini tidak saja semakin tidak terbatas, melainkan juga semakin
kompleks. Dinamika dan kompleksitas perubahan kebutuhan manusia tersebut sayangnya
masih belum mampu diimbangi oleh ketersediaan sumberdaya maupun perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, metode atau teknik dalam upaya untuk
mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan
manusia yang tidak terhingga mutlak diperlukan.
Riset Operasi atau Operation Research merupakan salah satu metode atau teknik
yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang optimal dengan berbagai
kondisi dan keterbatasan yang dihadapi. Metode pengambilan keputusan dengan teknik
Riset Operasi ini tidak hanya dapat digunakan dalam suatu lingkungan yang terbatas
(mikro), tetapi dapat juga digunakan pada level makro.
Dalam makalah ini akan saya bahas mengenaiSejarah Perkembangan Riset
Operasi,Definisi Riset Operasi, Model-model dalam Riset Operasi,dan Kerangka
Pembahasan.

1.2. Rumusan Masalah


1

Apa pengertian Riset Operasi ?


Apa fungsinya Riset Operasi?
Model apa saja yang terdapat dalam Riset Operasi?
Bagaimana langkah-langkahnya dalam Riset Operasi ?

1.3. Tujuan dan Kegunaan


a. Tujuan
Untuk mengetahui pengertian Riset Operasi
Untuk mengetahui fungsi Riset Operasi
Untuk mengetahui model-model dalam Riset Operasi
Untuk mengetahui langkah-langkah dalam Riset Operasi
b. Kegunaan
Dapat mengenal dan mempelajari teori pengambil keputusan dalam riset

operasi
Dapat menambah dan mengembangkan pengetahuan dan wawasan mahasiswa,
khususnya dalam hal pengambilan keputusan

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Perkembangan Riset Operasi


Asal muasal dari riset operasi tidak terlepas dari adanya perang dunia II. Melalui
perang adanya suatu kebutuhan, yaitu bagaimana mengalokasikan sumber-sumber yang
terbatas kepada berbagai setiap elemen operasi militer dalam kegiatan-kegiatannya secara
efektif. Oleh karana itu para pmpinan perang memninta saran kepada sejumlah ahli sains
untuk menerapkan pendekatan ilmiah dalam menghadapi permasalahan dan bagaimana
upaya pemecahannya secara strategis.
Pada tahun 1939, G.A. Robert dan E.C. Wiliam mengembangkan pertama kali system
komunikasi untuk angkatan udara Inggris. Pada tahun 1940, riset operasi digunakan oleh
Mc Closky dan Trefthen dari Inggris. Mereka mendapat tugas untuk menemukan suatu
alat baru agar dapat mendeteksi kegitan musuh. Mulai saat itu ditemukan suatu alat yang
dapat melakukan pendeteksian, yaitu radar. Langkah selanjutnya mereka melakukan
penelitian-penelitian lebih lanjut pada bidang operasi militer. Setelah Amerika Serikat
terlibat dalam perang dunia, pada tahun 1942-1943, dibentuk divisi riset analisis. Divisi
ini mengevaluasi setiap kegiatan-kegiatan operasi dari setiap angkatan.
Setelah perang dunia, keberhasilan dibidan militer menarik perhatian bagi dunia nonmiliter, khusunya para industriawan. Mereka memperdalam teknik-teknik yang ada untuk
kegiatan operasional perusahaannya. Secara lebih khusus banyak permasalahan
terselesaikan dengan menggunakan model riset operasi, antara lain penggunaan linier
programming untuk penyelesaian permasalahan yang berkendala, penerapan teori antrian,
teori persediaan, teori permainan, program simulasi.

2.2. Definisi Riset Operasi (Operation Research)


Secara harfiah kata Operation (operasi) dapat didefinisikan sebagai tindakantindakan
yang diterapkan pada beberapa masalah atau hipotesa. Sedangkan kata Research (Riset)
adalah suatu prose yang terorganisasi dalam mencari kebenaran akan masalah atau hipotesa
tadi.
Definisi 1:
Riset Operasi adalah suatu aplikasi dari berbagai metoda ilmiah untuk tujuan
penguraian terhadap masala-masalah yang kompleks yang muncul dalam pengarahan dan
pengelolaan dari suatu sistem besar (manusia, mesin-mesin, bahan-bahan, dan uang) dalam
bidang perindustrian, bisnis, pemerintahan, dan pertahanan.
Pendekatan khusus ini bertujuan membentuk suatu model ilmiah dari sistem,
menggabungkan berbagai faktor seperti kesempatan dan resiko, untuk meramalkan dan
membandingkan hasil-hasil dari beberapa keputusan, strategi, atau pengawasan. Tujuannya
adalah membantu pengambil keputusan menentukan kebijaksanaan dan tindakannya secara
ilmiah. (Operation Research Society of Great Britain).
Definisi 2 :
Riset Operasi berkaitan dengan menentukan pilihan secara ilmiah bagaimana
merancang dan menjalankan sistem manusia-mesin secara terbaik, biasanya membutuhkan
alokasi sumber daya yang langka. (Operation Research Society of America).

2.3. Ciri-Ciri Riset Operasional


Terdapat beberapa ciri Riset Operasional yang menonjol diantaranya adalah:

Riset Operasional merupakan pendekatan kelompok antar disiplin

untukmencari hasil optimum.


Riset Operasional menggunakan teknik penelitian ilmiah untuk mendapatkan

solusi optimum.
Riset Operasional membuka permasalahan-permasalahan baru untuk dipelajari.

44

2.4. Model-Model Dalam Riset Operasi

Sebuah model keputusan semata-mata merupakan alat untuk meringkaskan sebuah


masalah keputusan dengan cara yang memungkinkan identifikasi dan evaluasi yang
sistematis terhadap semua pilihan keputusan dari suatu masalah.
Model adalah gambaran ideal dari suatu situasi (dunia) nyata, sehingga sifatnya yang
kompleks dapat disederhanakan. Jenis-jenis model yang biasa digunakan:
2.4.1. Model-model ikonis/fisik
Penggambaran fisik dari suatu sistem, baik dalam bentuk ideal maupun dalam skala
yang berbeda. Contoh : foto, peta, mainan anak-anak, maket, histogram.

2.4.1. Model analog/diagramatis


Model-model ini dapat menggambarkan situasi-situasi yang dinamis, dan model
ini lebih banyak digunakan daripada model-model ikonis karena sifatnya yang
dapat dijadikan analogi bagi karakteristik sesuatu yang dipelajari. Contoh :
kurva distribusi frekuensi pada statistik, flow chart, peta dengan bermacam-macam
warna untuk menggambarkan kondisi sebenarnya.

2.4.3. Model simbolis/matematika


Penggambaran

dunia

nyata

melalui

simbol-simbol

matematis.

Model

ini

menggunakan seperangkat simbol matematik untuk menunjukkan komponenkomponen dari sistem nyata. Namun demikian, sistem nyata tidak selalu dapat
diekspresikan dalam rumusan matematik.
Model

matematik

deterministik

dapat

dibedakan

dan probabilistik.

menjadi

Model deterministik

dua

kelompok,

yaitu:

dibentuk dalam situasi

penuh kepastian, sedangkan model probabilistik meliputi kasus-kasus dimana


diasumsikan penuh ketidakpastian. Contoh: Persamaan garis lurus y = ax + b;
persamaan linier z = x1+x2+x3
55

2.4.4. Model simulasi

Model-model yang meniru tingkah laku sistem dengan mempelajari interaksi


komponen-komponennya.

Karena tidak memerlukan

fungsi-fungsi

matematis

secara eksplisit untuk merealisasikan variabel-variabel sistem, maka model-model


simulasi ini dapat digunakan untuk memecahkan sistem kompleks yang tidak
dapat diselesaikan secara matematis. Namun model-model ini tidak dapat
memberikan solusi yang benar-benar optimum. Contoh:

Simulator pesawat,

simulator bisnis.

2.4.5. Model heuristik


Kadang-kadang

formulasi matematis bersifat sangat kompleks untuk dapat

memberikan suatu solusi yang pasti, atau mungkin suatu solusi optimum dapat
diperoleh, akan tetapi memerlukan proses perhitungan yang sangat panjang dan
tidak praktis. Untuk mengatasi kasus seperti ini dapat digunakan metode heuristik,
yaitu suatu metode pencarian yang didasarkan atas intuisi atau aturan-aturan
empiris untuk memperoleh solusi yang lebih baik daripada solusi-solusi yang
telah dipelajari sebelumnya.

2.5. Tahapan tahapan dalam Riset Operasi


Pembentukan

model yang cocok hanyalah salah satu tahap dari aplikasi Riset

Operasional. Pola dasar penerapan Riset Operasional terhadap suatu masalah dapat
dipisahkan

menjadi

beberapa

tahap.

Berikut

adalah

tahapan-tahapan

untuk

memecahkan persoalan dalam riset operasional.


2.5.1. Merumuskan Masalah
Sebelum solusi terhadap suatu permasalahan dipikirkan, pertama kali yang harus
dilakukan adalah mendefinisikan atau merumuskan permasalahan dengan baik.
Definisi masalah yang tidak baik akan menyebabkan tidak diperolehnya
penyelesaian atas suatu masalah atau penyelesaian yang tidak tepat. Dalam
perumusan masalah ini ada tiga pertanyaan penting yang harus dijawab, terutama
dikaitkan dengan Riset Operasional:

66

a) Variabel keputusan, yaitu unsur-unsur dalam persoalan yang dapat


dikendalikan oleh pengambil keputusan. Ia sering disebut sebagai instrumen.
b) Tujuan.

Penetapan

tujuan

membantu

pengambil

keputusan

memusatkan perhatian pada persoalan dan pengaruhnya terhadap organisasi.


Tujuan ini diekspresikan dalam variabel keputusan.
c) Kendala adalah pembatas-pembatas terhadap alternatif tindakan yang
tersedia.
2.5.2. Pembentukan Model
Sesuai

dengan

definisi

permasalahannya,

kelompok

peneliti

Riset

Operasional
tersebut harus menentukan model yang paling cocok untuk mewakili sistem yang
bersangkutan. Model tersebut harus merupakan ekspresi kuantitatif dari tujuan dan
batasan-batasan

persoalan

dalam

bentuk

variabel

keputusan.

Dalam

memformulasikan permasalahan, biasanya digunakan model analitik, yaitu model


matematik yang menghasilkan persamaan. Jika pada suatu situasi yang sangat rumit
tidak diperoleh model analitik, maka perlu dikembangkan suatu model simulasi.

2.5.3. Pemecahan Model


Pada tahap ini, bermacam-macam

teknik dan metode solusi kuantitatif

yang
merupakan

bagian

utama

dari Riset

Operasional

memasuki

proses.

Penyelesaian masalah sesungguhnya merupakan penerapan satu atau lebih


teknik-teknik ini terhadap model. Seringkali, solusi terhadap model berarti
nilai-nilai variabel keputusan yang mengoptimumkan salah satu fungsi tujuan
dengan nilai fungsi tujuan lain yang dapat diterima.
Disamping solusi model, perlu juga mendapat informasi tambahan mengenai
tingkah laku solusi yang disebabkan karena perubahan parameter sistem. Ini
biasanya dinamakan sebagai Analisis Sensitivitas. Analisis ini terutama diperlukan77
jika parameter sistem tak dapat diduga secara tepat.

2.5.4. Validasi Model


Sebuah model adalah absah jika, walaupun tidak secara pasti mewakili
sistem
tersebut dan dapat memberikan

prediksi

yang wajar dari kinerja sistem

tersebut. Suatu metode yang biasa digunakan untuk menguji validitas model adalah
dengan membandingkan kinerjanya dengan data masa lalu yang tersedia. Model
dikatakan valid jika dengan kondisi input yang serupa dapat menghasilkan
kembali kinerja seperti masa lampau. Masalahnya adalah bahwa tidak ada yang
menjamin kinerja masa depan akan berlanjut meniru cerita lama.

2.5.5. Implementasi hasil akhir


Tahap

terakhir

adalah

menerapkan

hasil

model

yang

telah

diuji.

Hal

ini
membutuhkan suatu penjelasan yang hati-hati tentang solusi yang digunakan dan
hubungannya dengan realitas. Suatu hal yang kritis pada tahap ini adalah
mempertemukan ahli Riset Operasional dengan mereka yang bertanggung jawab
terhadap pelaksanaan sistem.

2.6. Keterbatasan Riset Operasional


1) Riset Operasi berbeda dengan optimisasi klasik (kalkulus klasik). Dalam
metode optimisasi klasik tidak dapat menangani kendala pertidaksamaan maupun
persamaan secara serempak.
2) Dengan kendala yang lebih bebas ini, metoda optimisasi non klasik ini
(Riset Operasional) menjadi lebih menarik dan lebih realistis. Akan tetapi ini
membutuhkan metode solusi yang baru karena kendala pertidaksamaan tak dapat
ditangani dengan teknik kalkulus klasik.
3) Seperti metode lainnya, Riset Operasional

bukan

tanpa

Beberapa kelemahan dalam Riset Operasional diantaranya adalah:

kelemahan.
88

Perumusan masalah dalam suatu program Riset Operasional adalah suatu

tugas yang sulit.


Jika suatu organisasi mempunyai beberapa tujuan yang bertentangan, maka
akan mengakibatkan terjadinya sub-optimum, yaitu kondisi yang tak dapat

menolong seluruh organisasi mencapai yang terbaik secara serentak.


Suatu hubungan non-linier yang diubah menjadi linier untuk disesuaikan
dengan program linier dapat mengganggu solusi yang disarankan.

99

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Riset Operasional adalah aplikasi metode ilmiah terhadap permasalahan yang
kompleks dalam mengarahkan dan mengendalikan sistem yang luas mengenai kehidupan
manusia, mesin-mesin, material dan uang dalam industri, bisnis, pemerintahan dan
pertahanan.
Tahapan utama dalam studi Riset Operasional adalah: identifikasi permasalahan,
pembangunan model, penyelesaian model, validasi model, dan implementasi hasil akhir.
Dalam permasalahan yang kompleks pengambilan keputusan tidak lagi ditunjang hanya oleh
intuisi pimpinan (management) melainkan didukung oleh hasil analisis dari kumpulan data
yang ada.
Pendekatan terbaik bagi model riset operasional adalah melakukan integrasi antara
peramalan dan analisis risiko. Penerapan riset operasional masih jarang dilakukan di
Indonesia sehingga operasional perusahaan menjadi tidak efisien. Aplikasi riset operasional
sangat dibutuhkan oleh manajer agar keputusan yang diambil merupakan keputusan yang
terbaik untuk perusahaan sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

3.2 Saran
Demikian materi yang kami paparkan,tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang
ada hubungannya dengan judul makalah ini. Penulis banyak berharap para pembaca dapat
memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penyusun demi sempurnanya makalah
ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya.

10
10